--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 06 Juni 2002 14:30 UTC ** KORBAN TEWAS AKIBAT SERANGAN TERHADAP BIS DI SULAWESI ** PENANGGUHAN PENAHANAN BAGI ELZA SYARIEF ** ISRAEL AKHIRI PENDUDUKAN MARKAS BESAR YASSER ARAFAT ** TOPIK GEMA WARTA: GERAKAN ATJEH MERDEKA, GAM, MENIMBANG JALAN QUEBEC ** TOPIK GEMA WARTA: ARGENTINA MELAWAN INGGRIS, DUA MUSUH BEBUYUTAN DI PIALA DUNIA * KORBAN TEWAS AKIBAT SERANGAN TERHADAP BIS DI SULAWESI Empat orang tewas di Poso akibat serangan bom terhadap sebuah bis. 17 orang lainnya cedera. Ledakan terjadi di kota Poso, tempat tujuan bis yang berangkat dari ibukota Palu. Ini adalah serangan pertama sejak kaum Kristen dan Muslim di Sulawesi menandatangani persetujuan perdamaian akhir tahun lalu. Kekerasan religius menewaskan ratusan orang tahun-tahun belakangan. * PENANGGUHAN PENAHANAN BAGI ELZA SYARIEF Kuasa hukum Tommy Soeharto Elza Syarief hari ini mendapat penangguhan penahanan dari Polda Metro Jaya, Jakarta, setelah ditahan satu bulan. Elza Syarief ditahan sejak 6 Mei lalu. Ia didakwa menyuap saksi kasus Tommy Soeharto. Kadispen Polda Metro Jaya Kombes Pol Anton Bachrul menjelaskan penangguhan penahanan Elza Syarief dikeluarkan karena pemeriksaan kuasa hukum Tommy Soeharto itu telah selesai. Namun Anton Bachrul mengingatkan Elza diwajibkan hadir sewaktu-waktu bila dibutuhkan dalam pemeriksaan lanjutan. Meski penangguhan penahanan telah keluar, Elza dikenakan wajib lapor ke kepolisian dua kali seminggu. * ISRAEL AKHIRI PENDUDUKAN MARKAS BESAR YASSER ARAFAT Tentara Israel mengakhiri pendudukan markas besar Presiden Palestina Yasser Arafat di Ramallah, Tepi Barat Sungai Yordan. Pasukan Israel mundur ke luar kota. Sebagian kompleks markas besar itu hancur setelah ditembaki tentara Israel. Salah satu karyawan Arafat tewas dalam aksi militer, namun keadaan Presiden Palestina baik-baik saja. Tank dan buldoser Israel menginvasi kota Ramallah Rabu malam kemarin. Israel tetap menegaskan Arafat bertanggung jawab atas serangkaian serangan bunuh diri Palestina. 17 orang tewas Rabu kemarin dalam serangan terhadap perbatasan Israel dan Tepi Barat Sungai Yordan. Awal Mei lalu Israel mengakhiri pengepungan sebelumnya markas besar Arafat yang berlangsung selama beberapa minggu. * RICHARD ARMITAGE BERUNDING DENGAN PERVEZ MUSHARRAF Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Richard Armitage bertemu dengan Presiden Pakistan Pervez Musharraf di ibukota Pakistan, Islamabad. Mereka berunding tentang konflik Pakistan-India tentang kawasan sengketa Kashmir. Tidak diumumkan perincian lebih lanjut mengenai pembicaraan ini. Jum'at besok Armitage bertolak ke India. Lawatan Wakil Menteri Luar Negeri Amerika ke Asia Selatan termasuk strategi Amerika Serikat mencegah perang antara India dengan Pakistan. Menteri Pertahanan Amerika Donald Rumsfeld juga akan berkunjung ke India dan Pakistan pekan ini. Sebelumnya Pakistan menolak usulan Perdana Menteri India Atal Behari Vajpayee untuk bersama-sama melakukan pemeriksaan di perbatasan Kashmir. Menurut Pakistan patroli perbatasan tidak bisa mencegah kaum ekstremis Muslim masuk ke India. * MAHKAMMAH EROPA DI LUXEMBURG CABUT LARANGAN FUSI KOMISI EROPA Mahkamah Eropa di Luxemburg untuk pertama kalinya mencabut larangan fusi yang dikeluarkan Komisi Eropa. Pada tahun 1999 Komisi Eropa menghambat fusi antara maskapai penerbangan Inggris British Airtours dengan First Choice karena diduga akan mendududuki posisi dominan di pasar. British Airtours kemudian naik banding dan akhirnya menang. Menurut Mahkamah Eropa, Komisi Eropa kurang jelas menyatakan mengapa fusi antara dua maskapai penerbangan itu akan mengakibatkan turunnya persaingan di pasar pariwisata. Komisi Eropa memperoleh hak veto tahun 1990. Sejak itu mereka menghambat fusi selama 18 kali. * SINN FEIN MENANG JABATAN WALIKOTA BELFAST Sinn Fein, sayap politik Tentara Republik Irlandia Utara, IRA yang terlarang, menang dalam pemilihan walikota pertama, ibukota Irlandia Utara Belfast. Ini adalah untuk pertama kalinya dalam sejarah Belfast. Walikota baru Alex Maskey memperoleh 26 suara. Dua calon dari kubu unionis meraih 25 suara. Maskey sudah lima tahun ingin menjabat walikota. Kini ia berhasil menjadi walikota berkat dukungan sebuah partai kecil Alliance Party yang memiliki tiga kursi dalam dewan kota yang beranggotakan 51 orang. Maskey berjanji bekerja sama dengan semua partai. * SEOUL TERANCAM PENCEMARAN UDARA Ibukota Korea Selatan Seoul serta propinsi di sekitarnya menghadapi pencemaran udara berat. Pemerintah mengimbau para penduduk wilayah tersebut tetap di rumah hari ini. Piala Dunia Sepak Bola tidak terancam pencemaran udara. Tiga stadion Piala Dunia terletak di kawasan bersangkutan Korea Selatan, namun hari ini tidak dilangsungkan pertandingan di stadion tersebut. * SURAT DARI RADOVAN KARADZIC UNTUK PASUKAN PERDAMAIAN NATO Pasukan perdamaian NATO di Bosnia menerima sepucuk surat dari mantan pemimin Serbia-Bosnia Radovan Karadzic yang dicari Tribunal Yugoslavia. Radovan dituduh melakukan kejahatan perang. Pasukan NATO menerima surat itu dari isteri Karadzic. NATO tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai isi surat tersebut. Dikatakan surat itu adalah tanggapan terhadap surat-surat NATO sebelumnya yang menuntut supaya Karadzic menyerahkan diri. * GERAKAN ATJEH MERDEKA, GAM, MENIMBANG JALAN QUEBEC Di tengah represi yang meningkat, korupsi yang meluas dan pemerasan yang berkelanjutan di Aceh, TNI masih berhadapan dengan Gerakan Atjeh Merdeka, GAM. TNI memegang kendali di ibukota Banda Aceh dan di berbagai kawasan, GAM bertahan di beberapa kantong, sementara gerakan masyarakat sipil melemah. Namun GAM menimbang, jika ada peluang mencapai kemerdekaan melalui pemilihan umum Indonesia, Mei 2004, maka dapat ditempuh jalan Quebec yang pernah ingin memisahkan diri dari Kanada. Demikian ungkap jurubicara GAM, Tengku Sofyan Ibrahim Tiba kepada Radio Nederland. Laporan Aboeprijadi Santoso dari Banda Aceh: Tengku Sofyan Ibrahim Tiba: Selum adanya keputusan-keputusan politik yang berhubungan, menyangkut dengan dialog, itu pada bulan September 2000, pemerintah Indonesia mengirim satu surat kepada HDC, Centre Henri Dunant, di Jenewa. Isinya meminta HDC supaya mengajak GAM untuk ikut ke dalam pembicaraan politik. Malah dengan satu ancaman kalau GAM tidak bersedia untuk beranjak kepada dialog politik, maka pemerintah RI akan memutuskan jeda kemanusiaan. Lantas, setelah itu, ada perundingan dari tanggal 6 sampai 9 Januari 2001, di Jenewa, itu kedua belah pihak sudah sepakat untuk menyelesaikan konflik Aceh tidak lagi dengan menggunakan cara-cara kekesaran. Kedua pihak, dalam mencapai tujuan politiknya, itu melalui cara-cara non-kekerasan, cara-cara demokrasi. Kira-kira kalau kita umpamakan, dan dalam workshop itu berkembang, kira-kira GAM yang tujuan akhir politiknya adalah merdeka, itu mencontoh seperti Singapura merdeka dari Malaysia pada tahun 1965. Padahal Singapura dan Malaysia sama-sama merdeka dari Inggris pada tahun 1957 dalam satu negara yang namanya Malayan Union. Tetapi setelah tujuh tahun hidup bersama, ndak ada kesesuaian lagi, Singapura pisah dari Malaysia tanpa ada perang. Itu kalau ingin jalan damai. Tapi juga tidak tertutup kemungkinan kepada pemerintah Indonesia untuk mempertahankan wilayah, atau integrasi, tetapi untuk itu jangan melakukan kekerasan, tetapi bentuklah seperti Kanada memperlakukan Quebec. Padahal sudah dua kali jajak pendapat, opsi yang menang opsi yang integrasi dengan Kanada. Jadi itulah yang kita inginkan. Tengku Sofyan Ibrahim Tiba, lebih jauh menjelaskan bahwa all inclusive dialogue, yaitu format dialog menyeluruh yang meliputi seluruh komponen Aceh itu akan diadakan di Aceh setelah perundingan di Jenewa, Juli mendatang. Diingatkannya, dialog itu pertama-tama harus menyangkut tiga pokok yang merupakan penyebab konflik Aceh. Yaitu, pertama, masalah sejarah ketatanegaraan Aceh, menyangkut kedaulatan Aceh yang menurut pendapatnya secara ilegal oleh Belanda telah diserahkan kepada Indonesia. Kedua soal keadilan sosial-ekonomi dan ketiga soal kejahatan kemanusiaan di Aceh. Kemudian dapat dibicarakan pula usulan Jakarta tentang otonomi khusus NAD, Nanggroe Aceh Darussalam. Lalu, dalam pemilu Mei 2004 partai-partai yang ada, partai-partai Indonesia dan partai-partai baru yang pro-kemerdekaan dapat berlaga secara adil. Bagi GAM, pemilu ini harus menghasilkan suatu pemerintahan demokratis yang transisi sifatnya. Jika partai-partai pro-kemerdekaan menang, maka dapat diatur suatu jajak pendapat gaya Quebec untuk menentukan status Aceh. Tengku Sofyan Ibrahim Tiba, mantan dosen hukum tata negara Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Aceh, yang sekarang menjadi jurubicara dan penasehat pimpinan GAM di Swedia itu, bernada yakin dan argumentasinya kelihatannya wajar dan adil. Namun jelas, pemerintah di Jakarta pasti tak mau mengulangi kesalahan Habibie yang menggolkan referendum bagi Timor Timur. Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono pagi-pagi sudah memastikan bahwa pemilu memilih pemerintahan Aceh yang demokratis itu, adalah di dalam kerangka NKRI. Opsi Quebec lewat pemilu 2004, juga tampak mustahil selama tak ada pihak ketiga yang berbobot, seperti PBB atau suatu negara ketiga yang tampil menjadi wasit, untuk menjamin keamanan, paling tidak untuk mencegah bumi hangus gaya TNI dan milisi di Timor Timur tahun 1999. Kemungkinan Jakarta mengajak pihak ketiga, apalagi PBB, jelas nol besar, padahal justru internasionalisasi isu Aceh itulah yang amat didambakan oleh GAM. Opsi Quebec menjadi tampak utopis untuk sementara, terutama karena peta dan imbangan kekuatan di Aceh saat ini jelas lebih merugikan pihak GAM. Yang lebih mungkin terjadi, justru kedua pihak TNI dan GAM, menikmati keuntungan-keuntungan di dalam situasi konflik, dan rakyat dan gerakan sipil terjepit di tengah. Masalahnya, peta bumi politik Aceh berubah sejak Presiden Abdurrahman Wahid kalah dalam pergulatan politik dengan lawan-lawannya, terutama TNI Angkatan Darat. Wahid pernah mengaku kepada Radio Nederland, bahwa dia ditekan oleh para jenderal untuk meneken Inpres No. 4/2001, yang mengawali kampanye TNI di Aceh. Lalu, penggantinya, Presiden Megawati Soekarnoputri, membuka jalan bagi TNI untuk mengambil jalan keras di Aceh dan Papua. Di Papua, masyarakat sipil secara terbuka membela gerakan pro-independen, tetapi di sana tak ada perlawanan bersenjata yang berarti. Gerakan sipil di Papua sulit dilumpuhkan, bahkan jadi kuat dan bersatu, menyusul pembunuhan Theys Hiyo Eluay. Sebaliknya, gerakan sipil di Aceh berpretensi netral, berkembang pesat tahun 1990an, dan sukses besar di tahun 1999, namun kemudian terjepit di antara dua kekuatan bersenjata, yaitu TNI dan GAM. Akhirnya, pergulatan elit di pusat, di Jakarta, dan gebrakan militer sejak 2000 membawa perubahan besar bagi Aceh. Di masa reformasi Gus Dur, tentara tidak boleh memburu GAM dan dipagari oleh kritik-kritik masyarakat tentang hak-hak asasi manusia. Tetapi, Inpres 4/2001, Inpres 7/2001 dan Inpres 1/2002, kemudian memojokkan gerakan HAM, sebagai bagian gerakan sipil, sebagai pro-GAM dan menekan para aktivis. Pembunuhan dan penculikan sipil meningkat, bersamaan dengan operasi militer, yang akhirnya bermuara pada tegaknya kodam baru, Iskandar Muda. Akibatnya, polisi kembali dibayang-bayangi oleh dominasi tentara, dan di desa-desa terpencil seperti Tiro, di Pidie, Brimob menyimpan frustrasi, menyanyikan lagu "Pulang, pulang," atau kemudian terjebak dalam aksi-aksi kekerasan. Dengan kata lain, lampu hijau Jakarta dan keberadaan pemberontakan bersenjata yang cukup kuat, membuat posisi gerakan sipil di Aceh, berbeda dengan di Papua, menjadi rawan, terpilah-pilah. Tentara menjadikan GAM alibi untuk mengejar kekuasaan dan kepentingan bisnis. Sebaliknya, gebrakan militer juga mempersulit logistik dan operasi GAM, sehingga pada gilirannya, juga menjebak GAM ke dalam aksi-aksi kekerasan. Dengan kesulitan operasional yang makin besar, GAM pun akhirnya terjebak dalam praktek yang sama seperti TNI, meski pun dalam skala yang berbeda-beda, yaitu praktek pemerasan dan aksi kekerasan. Dalam kondisi itulah, kemudian datang mahluk baru sebagai ajang dan aturan main baru yang bernama NAD, yaitu otonomi khusus Nanggroe Aceh Darussalam, dan pelabuhan bebas Sabang, yang membawa proyek-proyek sebagai sumberdaya baru, bagi TNI dan GAM. Para birokrat, kontraktor dan pengusaha swasta yang lain, menjadi sapi perahan TNI dan GAM. Sabang, juga dana banjir, misalnya, telah membuka peluang penyelundupan mobil bernilai besar, sementara kedua pihak saling tuding dan saling tembak. Walhasil apa yang terjadi bukanlah sustainable development atau pembangunan berkelanjutan, seperti yang didengungkan di konperensi dunia di Bali baru-baru ini, melainkan sustainable violence, atau kekerasan yang berkelanjutan. Aceh, dengan kata lain, telah memasuki siklus baru. Reformasi cuma seperti istirahat makan siang bagi TNI, keterbukaan tahun 1999 telah berlalu, dan gaya hidup macam semasa DOM, Daerah Operasi Militer tahun 1980an, kambuh lagi. Begitu juga GAM: bangkit tahun 1976, tenggelam tahun 1980an, bangkit lagi tahun 1989, kandas lagi dalam perang selama tahun 1990an, bangkit tahun 1998-1999, lalu sekarang terancam merosot lagi. Sebuah organisasi HAM di Banda Aceh mengungkap data yang belum terpublikasi, menunjukkan GAM hampir setiap bulan juga terlibat penculikan, pembunuhan atau kekerasan lain terhadap pers, masyarakat sipil dan rakyat. TNI di bawah Megawati bahkan terang-terangan melecehkan nilai-nilai HAM seperti dalam kasus Hasan Basri yang ditahan hanya karena dua anaknya dituduh ikut GAM, demikian ungkap pengacara Syarifah Murlinah dari LBH Banda Aceh. Syarifah Murlinah: Ya, saya berusaha untuk mendesak dia mengenai kejelasan TNI kepada Hasan Basri. Saya menjelaskan ke Adi Karsono agar dia dapat melihat kasus ini, dan apabila ada indikasi kesalahan hukum, saya anjurkan untuk segera diserahkan ke polisi. Terus dia bilang bahwa dia mengerti hukum dan hak-hak asasi manusia, tetapi itu harus dikesampingkan. Yang paling penting bagi dia adalah anak-anak buahnya di lapangan. Menurut Direktur LBH Aceh Rufriyadi, ulah semacam Kapten Karsono itu merupakan tanggungjawab langsung Presiden Megawati yang menurutnya dalam ulang tahun Angkatan Darat di Jakarta, pernah mendorong tentara agar tak gentar terhadap hukum dan HAM. Sekian laporan Aboeprijadi Santoso dari Banda Aceh * ARGENTINA MELAWAN INGGRIS, DUA MUSUH BEBUYUTAN DI PIALA DUNIA Di grup F malam ini berlangsung pertandingan dua musuh bebuyutan Piala Dunia, Argentina dan Inggris. Orang mengatakan, tragedi Malvinas bakal terulang, saat dulu Maradona menciptakan gol spektakuler. Peta kekuatan dua tim ini, berikut Rony Pattynasarani dari Seoul, dalam wawancaa dengan Radio Nederland. Rony Pattynasarani [RP]: Kalau kita lihat pertemuan Inggris dan Argentina di grup F ini, ini pertandingan sangat menentukan untuk kedua tim, siapa yang bisa lolos ke putaran kedua karena dua tim sebelumnya berhasil mengalahkan lawan-lawannya. Nah, kalau kita pertandingan Inggris dan Argentina, kita masih ingat juga bagaimana saat itu Maradona mampu mencetak salah satu gol yang dianggap sangat spektakuler. Malam ini nanti kedua tim ini akan bertemu lagi. Radio Nederland [RN]: Dari segi Argentina Bung Rony, Batistuta di depan, kemudian didukung oleh Simeone dari barisan tengah dan belakang, saya kira untuk malam ini mereka akan tampil all-out habis-habisan melawan Inggris ini. Anda melihat itu akan menjadi keunggulan utama Argentina malam ini? RP: Kalau kita melihat Argentina, mereka mempunyai materi pemain belakang sampai ke depan itu, sangat bagus sekali. Dan andalan mereka adalah dari tengah. Karena ada Zanetti, ada Simeone. Sehingga duel nanti di tengah dengan pemain-pemain Inggris, ini sangat menentukan peranan lini tengah ini untuk siapa yang bisa memegang permainan. Kita telah ketahui bahwa kemungkinan besar Batistuta akan mendapat pengawalan yang cukup ketat. Tetapi mereka juga punya Claudio Lopez yang punya penampilan tidak jelek. Apalagi mereka punya Veron yang di tengah, yang selalu memberikan dukungan kepada dua pemain di depan. Dan Veron sendiri adalah pemain yang bisa ke daerah pertahanan lawan melalui aksi-aksi yang kadang-kadang susah ditebak. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
