--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 11 Juni 2002 15:40 UTC ** ANGGOTA PARLEMEN ACEH TEWAS ** BELANDA MINTA PERADILAN WARTAWANNYA YANG DIBUNUH ** MANTAN RAJA AFGHANISTAN MENOLAK JADI KEPALA NEGARA ** TOPIK GEMA WARTA: SITUASI ACEH SEMAKIN SURAM, GAM MAUPUN RI TIDAK BEREAKSI ** TOPIK GEMA WARTA: ARGENTINA HARUS MENANG! * ANGGOTA PARLEMEN ACEH TEWAS Dua orang bersenjata menembak mati anggota parlemen daerah Aceh, dirumahnya. Taslim Jalil anggota DPRD asal Partai Bulan Bintang ditembak mati di Lhoknga dekat Ibukota Banda Aceh. Menurut polisi penembaknya adalah anggota dari Gerakan Aceh Merdeka, GAM. Sementara itu sejak Sabtu lalu aksi kekerasan di Aceh telah menewaskan delapan orang. Aksi lainnya menewaskan dua penduduk sipil dan seorang TNI hilang dalam serangan GAM terhadap konvoy patroli di Aceh Tenggara. Sejak terjadinya kekerasan, 10 ribu orang sipil tewas dan untuk tahun ini saja 500 orang telah tewas. * BELANDA MINTA PERADILAN WARTAWANNYA YANG DIBUNUH Belanda minta Indonesia memulai proses terhadap mereka yang dituduh membunuh wartawan Belanda Sander Thoenes secepat mungkin. Menteri Luar Negeri Jozias Van Aartsen akan mengangkat masalah itu dalam pertemuan dengan rekan sejawatnya Hassan Wirajuda Selasa ini. Menurut van Aartsen, telah ada bukti yang cukup untuk membawa kasus itu ke peradilan Timor Timur. Sekalipun demikian kejaksaan Indonesia mengatakan bukti yang ada kurang dan meminta waktu tambahan untuk mempersipakan kasus itu. Sander Thoenes merupakan koresponden untuk Mingguan Vrij Nederland dan Koran The Financial Times. Ia dibunuh sesaat setelah referendum Timor Timur 1999 yang memilih untuk merdeka. * MANTAN RAJA AFGHANISTAN MENOLAK JADI KEPALA NEGARA Di Afghanistan, pertemuan kepala etnis Loya Jirga menghasilkan kejutan setelah mantan raja Zahir Shah menolak menjadi kepala negara kembali. Para pemimpin Afghan membicarakan keputusan Zahir Shah itu semalaman. Pendukung mantan raja itu menduga ia ditekan untuk mempertimbangkan kembali pencalonannya. Zahir Shah sendiri mendukung kandidat Hamid Karzai,pemimpin interim saat ini. Bekas presiden Burhanuddin Rabbani juga menarik mundur pencalonannya dan mendukung Karzai. * PAKISTAN MINTA INDIA KURANGI KETEGANGAN Presiden Pakistan, Jenderal Perves Musyarraf meminta India melakukan tindakan lebih besar lagi untuk mengurangi ketegangan antara kedua negara. Musyarraf menyebut keputusan India membuka kembali wilayah udaranya untuk pesawat Pakistan sebagai awal yang sangat kecil. Tahap lainnya untuk mengurangi ketegangan, India menarik mundur lima kapal perang yang berpatroli di pantai barat Pakistan. Menteri pertahanan Amerika Serikat, Donald Rumsfeld akan melanjutkan upaya penengah ketika ia mendarat di Ibukota India, New Delhi Selasa ini. Rumsfeld akan mengadakan perjalanan ke Ibukota Pakistan, Islamabad Rabu besok. Sementara itu ketegangan di wilayah sengketa Kashmir tetap tinggi. Sedikitnya delapan orang tewas Selasa ini akibat tembak menembak antara pasukan India dan Pakistan. * PEMILU SELANDIA BARU Perdana Menteri Selandia Baru menyerukan pemilu yang dipercepat. Pemungutan suara akan diselenggarakan tanggal 27 Juli, sepuluh minggu lebih cepat. Keputusan Perdana Menteri diambil setelah terjadi perpecahan Partai Aliansi, partai terkecil dari koalisi kiri pemerintah pusat. Beberapa anggota partai tetap di tubuh pemerintah namun lainnya bergabung dengan oposisi. Menurut Clark, pemerintah tidak bisa lagi menjalankan program. Jajak pendapat memperkirakan Partai Buruh perdana menteri akan menang mudah. * PERKEMBANGAN KASUS SIPADAN LIGITAN Anggota Parlemen Indonesia akui argumen Malaysia tentang Sipadan Ligitan sangat kuat. Amris Hassan, dari Fraksi PDI Perjuangan yang mendampingi tim Indonesia di Mahkamah Internasional, Den Haag, megatakan klaim Malaysia sangat kuat kalau dilihat dari sudut geografis, proksimitas atau kedekatan pulau dan sejarah. Lebih lanjut anggota parlemen lulusan program master International Relations di The University of Kent, Canterbury, Inggris, ini puas dengan kerja tim Departemen Luar Negeri. Namun apabila hasilnya nanti kalah, Indonesia harus bisa menerima. Ia juga menolak apabila Indonesia kalah, akan menolak keputusan Mahkamah Internasional apalagi akan memakai kekuatan militer dalam kasus Sipadan Ligitan. * KERIBUTAN ANTAR MILITER DAN POLISI INDONESIA TERJADI LAGI Di Propinsi Sumatra Utara, Indonesia, sekelompok anggota militer Batalyon Infantri menyerang kantor Polisi distrik Serbelawan. Akibat aksi itu seorang polisi luka berat. Serangan sesama petugas Indonesia itu berkaitan dengan upaya pencurian kelapa sawit yang melibatkan oknum anggota tentara Indonesia. Polisi Militer yang menangkap truk penuh Kelapa sawit curian meminta bantuan polisi setempat. Lalu sekelompok tentara Indonesia yang tidak senang kemudian menyerang Polisi Indonesia yang yang sedang bertugas di kantor. Keributan antar militer dan polisi Indonesia sering terjadi. Biasanya sebab keributan berasal dari persaingan maupun tindakan kriminal yang melibatkan oknum polisi maupun tentara. * HASIL PIALA DUNIA HARI INI Bekas juara Piala Dunia 1998 dan Ero 2000 menyerah takluk kepada Denmark 0-2. Menyusul kekalahan itu ribuan warga Paris langsung berduka terpukul. Sementara di ibukota Denmark, Kopenhagen, suasana sebaliknya terjadi. Perancis dalam Piala Dunia kali ini tidak menunjukan prestasi sama sekali. Kalah dengan Senegal, bermain imbang dengan Uruguay. Denmark sendiri mencetak gol di menit 22 melalui Dennis Rommedahl. Gol kedua lahir menit ke-67 melalui striker tajam Jon Dahl Tomasson. Dalam pertandingan lainnya Senegal bermain imbang 3-3 dengan Uruguay. Partai ini menyajikan permainan cepat dan saling membalas. Dua pertandingan lainnya yaitu Jerman melawan Kamerun berakhir dengan keunggulan Jerman 2-0. Sementara Arab Saudi digilas Irlandia 3-0. * SITUASI ACEH SEMAKIN SURAM, GAM MAUPUN RI TIDAK BEREAKSI Tasrim Jalil, anggota DPRD Aceh Besar Selasa pagi ini ditembak mati di rumahnya di Lhoknga Aceh Besar. ia adalah anggota DPRD ketiga yang menjadi korban pembunuhan. Sampai saat ini polisi tidak berhasil mengatakan siapa atau apa dasar pembunuhan tersebut. Ruf Riadi Ketua LBH Banda Aceh menyatakan, bulan Mei saja sudah 84 orang korban sipil yang tewas, dan jumlah ini tidak akan berkurang kalau pihak RI dan GAM tidak berniat untuk kembali berunding dan menyepakati gencatan senjata. Selain itu harus ada pihak ketiga yang menjadi wasit, dan bertugas mengawasi implementasi kesepakatan di lapangan: Ruf Riadi [RR]: Nah sampai hari ini kita belum mendapat informasi yang jelas latar belakang kenapa dia dibunuh. Karena menurut beberapa saksi bahwa yang melakukan penembakan itu beberapa orang yang memakai seragam loreng. Karena kondisi Aceh hari ini kan semua orang bisa memakai baju seperti itu. Sebenarnya ini menjadi sesuatu yang sangat rumit ya artinya ini sudah tiga orang anggota parlemen yang tewas sia-sia dan sampai hari ini belum ada pengungkapan kasus itu siapa yang melakukan. Ini menjadi sangat kontradiktif dengan pernyataan petinggi-petinggi militer mengatakan bahwa kondisi Aceh saat ini sudah sangat aman, sangat baik. Tetapi kenyataannya korban di kalangan sipil ya termasuk orang-orang di parlemen ya terus saja. Radio Nederland [RN]: Apakah kasus pembunuhan-pembunuhan tersebut tidak ada hubungannya dengan pernyataan-pernyataan mereka bahwa GAM itu kira-kira ya misalnya seperti diberitakan koran-koran di Jakarta, katanya orang GAM yang membunuh, bahwa GAM itu sudah kehilangan kepopulerannya di Aceh begitu, Pak? RR: Kalau bagi saya tidak berani mengklaim bahwa mereka dibunuh karena mereka mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang menyudutkan GAM. Tetapi yang perlu kita sampaikan adalah kenapa kasus ini tida pernah terungkap oleh penyidik pihak kepolisian. Artinya kan hari ini masih ada semacam klaim bahwa tidak ada proses pertanggungjawaban, yang ada hanya perang opini, perang propaganda. Sedangkan pihak polisi yang sebenarnya mempunyai otoritas melakukan penyelidikan terhadap kasus-kasus penembakan itu sampai hari ini saya anggap gagal. Karena belum satupun dari anggota parlemen atau tokoh-tokoh masyarakat Aceh yang ditembak itu tidak terungkap kasusnya. RN: Jadi kelihatannya kedua pihak baik TNI mau pun GAM ini sekarang mengambil sikap berdiam diri atau mencoba mengukur sampai di mana pihak yang lain itu bisa bertahan. Begitu, Pak? RR: Nampaknya begitu. Yang menjadi korban terus-menerus sikap ini kan masyarakat sipil. Masyarakat sipil akan terus berada di bawah bayang-bayang ancaman kekerasan, karena tidak ada satu pun mekanisme yang bisa membuat orang merasa aman. Sipil merasa aman. Kalau saya tarik kepada proses perundingan sebenarnya, kesepakatan pertama yang harus diwujudkan antara perunding RI dan GAM adalah gencatan senjata. Tidak ada proses kekerasan lagi di Aceh. RN: Apa benar, Pak gencatan senjata itu bisa menjamin bahwa kekerasan tidak akan terjadi lagi di Aceh? RR: Betul. Tetapi itu kan upaya minimal. Daripada situasi ini terus berlanjut tanpa ada kesepakatan, tanpa ada pihak yang mau menahan diri. Jelas kita tidak bisa menjamin bahwa dengan adanya gencatan senjata situasi akan 100% aman. Katimbang dalam situasi hari ini, kekerasan, kontak senjata terus berlanjut, rakyat sipil jadi korban dan tidak ada pertanggungjawaban. Dan bisa saya sampaikan di sini, LBH Banda Aceh mencatat dari periode Mei 2002 saja, bahwa pembunuhan orang-orang sipil itu mencapai 84 orang Saya pikir itu angka yang luar biasa. RN: Kedengarannya bapak pesimis, ya. RR: Saya pikir kalau tidak ada upaya-upaya untuk meredam kekerasan kedua belah pihak yang mempunyai senjata, tidak ada peluang ke depan Aceh ini akan lebih menjadi relatif aman. RN: Menurut bapak kira-kira pihak mana yang bisa mendesak GAM dan pemerinah RI untuk kembali duduk berbicara dan serius memikirkan jalan keluar. RR: Saya pikir harus ada semacam wasit internasional. Saya tidak tahu apakah itu lembaga atau negara. Atau bisa saja diberi wewenang yang lebih luas kepada HDC (Henri Dunant Centre, red) dari fasilitator menjadi mediator. Yang diperlukan sekarang ini kan wasit. Wasit yang bisa memberi hukuman kepada kedua belah pihak apabila salah satu pihak melanggar. Kalau tidak ada lembaga seperti itu, saya pesimis. Siapa yang bisa menjamin ketika ada kesepakatan, bahwa di level lapangan kesepakatan itu akan dipatuhi. Kemudian apa mekanisme sanksi yang diberikan. Demikian Ruf Riadi, ketua LBH Banda Aceh. * ARGENTINA HARUS MENANG! Tim yang kebagian harus menang selanjutnya adalah Argentina. Mereka setelah menang satu kali, kalah satu kali, tidak punya pilihan selain harus menang. Swedia sendiri yang telah menang satu kali, seri satu kali, hanya butuh seri untuk masuk ke putaran kedua. Tapi bagaimana kedua tim akan beraksi. Berikut wawancara Gerard Bibang dengan Ronny Patinasarani dari Seoul, Korea selatan. Ronny Patinasarani [RP]: Kalau kita lihat partai terakhir ini cukup menegangkan karena Inggris Argentina ini mempunyai peluang yang sama untuk lolos ke putaran kedua. Menghadapi Swedia, saya kira pekerjaan berat bagi Argentina karena bagaimanapun juga dia harus bisa memenangkan pertandingan ini. Nah kalau lihat dari materi permainan Argentina kendati mereka kalah dengan Inggris, pada saat itu mereka tampil juga cukup bagus ya. Ah cuma kelemahan Argentina ada di dalam penyelesaian akhir. Nah kalau ini yang bisa dibenahi maka kemungkinan besar Argentina masih punya peluang untuk lolos ke putaran kedua dengan minimal tidak draw, tidak kalah dengan Swedia. Radio Nederland [RN]: Apakah Argentina dengan kondisi sekarang dengan kebijakan pelatihnya kadang-kadang mengistirahatkan bintang, mampu meraih kemenangan mutlak atas Swedia? artinya ia menang tanpa kemasukan? RP: Kalau dilihat sebenarnya organisasi pertahanan Argentina cukup bagus. Cuma itu tadi saya katakan kelemahan tim yang punya pemain-pemain kelas dunia ini dihinggapi dengan problem non teknis faktor kejenuhan. Saya kuatir kalau pemain Argentina ini seperti juga pemain-pemain Perancis dihinggapi tekanan mental yang begitu berat sehingga ini membebani mereka dalam penampilan. Tapi kalau mereka bisa hilangkan ini maka untuk Swedia sulit juga menembus pertahanan Argentina dan pemain-pemain seperti Batistuta, Feron, Ortega, ini punya peluang untuk menembus pertahanan Swedia walaupun pertahanannya juga cukup bagus, rapih dan disipilin. RN: Dari Swedia sendiri tampaknya agak ringan dalam menghadapi Argentina malam ini karena ia sudah mengumpulkan nilai empat. Dan ia hanya membutuhkan draw untuk lolos. Anda melihatnya demikian? RP: Saya kira justru terbalik. Saya melihatnya ini justru beban yang luar biasa bagi Swedia karena tim yang hanya bermain draw lolos bebannya lebih berat dibandingkan dengan tim harus menang. Ini lain dengan Argentina yang bagaimanapun juga harus menang. Tetapi Swedia bagaimana pusingnya pelatih di dalam meramu taktik apakah mereka mau bertahan atau menyerang. Atau mau draw atau mau menang. Akhirnya kadang-kadang dilema ini yang membuat penampilan tim ini menjadi ragu-ragu. Nah kalau Swedia jadi begini, mereka ragu-ragu, saya khawatir mereka justru akan kececeran dalam menghadapi serangan-serangan gencar Argentina ya. RN: Ketika melawan Inggris, Argentina kan lebih banyak bertahan daripada menyerang. Malam ini apakah strategi yang sama akan diterapkan? RP: Saya kira tidak mereka akan all out ya kuncinya cuma satu, mereka harus disiplin, tetapi mereka tidak boleh lupa juga bagaimana menata lini pertahanan sebab berbahaya sekali kalau mereka hanya berkosentrasi menyerang-menyerang sampai lupa mengorganisir lini pertahanan. Serangan balik Swedia ini sangat berbahaya dan Argentina akan menyesal apabila mereka tidak dalam konsentrasi yang bagus terutama dalam bertahan ini. Demikian Ronny Patinasarani dari Seoul, Korea selatan. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
