--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Jumat 26 Juli 2002 14:10 UTC ** TOMMY SOEHARTO DIVONNIS 15 TAHUN PENJARA ** KESEHATAN PANGERAN CLAUS MEMBAIK ** SANGSI TERHADAP PORTUGAL ** TOPIK GEMA WARTA: APA DAMPAK PEMBEBASAN JA'FAR PADA KUNJUNGAN MENLU AMERIKA? * TOMMY SOEHARTO DIVONNIS 15 TAHUN PENJARA Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan Tommy Soeharto bersalah atas pembunuhan dan pemilikan senjata. Para hakim menyatakan putra orang kuat Orde Baru ini terbukti bertanggung jawab terhadap pembunuhan hakim agung Syaifuddin Kartasasmita. Untuk itu kepada Hutomo Mandala Putra dijatuhkan vonnis hukuman penjara 15 tahun. Tommy dinyatakan mengotaki pembunuhan hakim Syaifuddin yang sebelumnya menjatuhkan vonnis dua tahun atas kasus tukar guling Goro. Setelah vonnis ini Tommy bisa bersembunyi selama berbulan-bulan. Hari ini Tommy juga berupaya menunda vonnis, ketika pengacaranya meminta supaya pembacaan keputusan pengadilan ditunda karena konon Tommy terlalu sakit untuk hadir dalam sidang. Permintaan ini ditolak hakim yang berlanjut membacakan vonnisnya. * KESEHATAN PANGERAN CLAUS MEMBAIK Kesehatan Pangeran Claus agak membaik, demikian diberitakan oleh Dinas Penerangan Kerajaaan Belanda RVD. Kemarin sehari suntuk Ratu Beatrix mendampingi suaminya di rumah sakit Academisch Medisch Centrum di Amsterdam. Pangeran Claus masuk rumah sakit hari Minggu lalu. Pangeran menderita infeksi, namun belum diketahui sumbernya. Putra Mahkota Willem Alexander berserta istrinya, putri Maxima dan beberapa anggota keluarga kerajaan lainnya kemarin juga menjenguk ke rumah sakit. * SANGSI TERHADAP PORTUGAL Komisi Eropa memulai prosedur pemberian sangsi pada Protugal karena defisit apbnnya. Defesit Portugal mencapai 4,1% dari GNP. Ini melampaui batas yang diperbolehkan untuk negara-negara yang menggunakan mata uang Euro. Untuk pertama kali ini Komisi Eropa menindak sebuah negara yang menggunakan mata uang tunggal Euro karena defisit anggarannya. Menurut prosedur negara itu bisa dikenai denda dan subsidi Uni Eropa bisa dihentikan. Keputusan mengenai sangsi yang akan diberikan harus diambil oleh mentri-mentri Keuangan negara-negara anggota Uni Eropa, namun sebelumnya Portugal diberi kesempatan mengambil tindakan mengurangi defisitnya. * TUDUHAN AMNESTY INTERNATIONAL Amnesty International menuduh Laos tidak sepenuhnya menghormati hak-hak asasi manusia. Organisasi HAM ini khawatir mengenai perlakuan Laos terhadap tahanan-tanahan di negaranya. Terutama para tahanan yang tidak punya uang atau pengaruh, diperlakukan tidak maunisawi. Bertahun-tahun mereka ditahan tanpa menjalani proses peradilan dan seringkali mereka dianiaya. Pemerintah Laos segera menentang tuduhan itu. * HUJAN DERAS DI ASIA MENELAN BANYAK KORBAN Hujan deras yang turun tiap tahun di Asia bagian selatan tampak makin gawat. Jumlah korban tewas akibat banjir besar minggu lalu di Nepal mencapai jumlah lebih dari tiga ratus jiwa. Ribuan penduduk kehilangan tempat tinggal karena rumah mereka hanyut terbawa air. Di bagian timur Indiapaling kurang 50 orang meninggal akibat banjir dan 6 juta orang kehilangan tempat tinggal hujan deras selama tiga minggu lalu. Juga Filipina terlanda bencana akibat hujan deras. Di ibukota Manila, paling kurang 18 orang meninggal akibat banjir. Di propinsi-propinsi utara sekitar 3000 orang harus diungsikan. Menurut para peneliti Amerika dan India hujan deras akan mengakibatkan banjir yang lebih gawat dan tanah longsor. Para ilmuwan mengatakan salah satu penyebab bencana alam ini adalah pemanasan bumi. * SRI PAUS DI KANADA Sri Paus Johannes Paulus II ketika berbicara di Toronto, Kanada mengimbau pada dunia agar tercipta perdamaian dan keadilan. Ini diucapkannya pada upacara yang dihadiri oleh lebih dari 200.000 pemuda dan remaja dari seluruh dunia. Menurut para pengamat, Sir Paus yang berusia 82 tahun dan kesehatannya tidak sempurna, kelihatan cukup segar. Kunjungan Paus ini dipandang sebagai dukungan pada gereja Katholiek di Amerika Utara, yang belakangan sering masuk pemberitaan karena berbagai skandal pelecehan seksual terhadap anak-anak yang dilakukan oleh pemuka-pemuka agama. Setelah ini, Paus akan berkujung ke Guatemala dan Mexiko. * VENEZUELA MINTA BANTUAN INTERNASIONAL Venezuela memohon masyarakat international membantu penampungan para korban banjir yang terjadi di sana. Akibat bencana, negara itu kekurangan pangan dan obat-obatan. Lebih dari 35.000 orang terpaksa meninggalkan kampung halaman mereka. Pemerintah Venezuela mengerahkan tentara membantu para korban. Walaupun demikian, kata Mentri Perencanaan Filipe Perez, masih banyak yang belum teratasi. Banjir itu terjadi setelah hujan deras di sekitar Andes, yang mengakibatkan sungai-sungai meluap. * APA DAMPAK PEMBEBASAN JA'FAR PADA KUNJUNGAN MENLU AMERIKA? Intro: Bagaimana kita bisa memahami pembebasan Panglima Laskar Jihad Ja'far Umar Thalib, terutama kalau mengingat bahwa tanggal 2 Agustus mendatang Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Colin Powell akan berkunjung ke Jakarta? Amerika Serikat sudah berniat memulihkan kerjasama militer dengan Indonesia, asal, tentu saja, Jakarta mengikuti langkah Washington untuk memberantas terorisme. Washington sementara itu curiga jangan-jangan Laskar Jihad ini punya hubungan dengan Al Qaidahnya Usamah bin Laden. Kalau begitu mengapa Ja'far Umar Thalib dibebaskan? Tentang masalah ini Radio Nederland bertanya kepada pakar militer Indro Tjahjono: INDRO TJAHJONO [IT]: Mengenai tekanan internasional itu, walaupun pak Ja'far mengatakan demikian , boleh saya katakan perlu dikaji lebih jauh. Pihak internasional mana yang mendesak Ja'far Umar Thalib. Nah saya lihat munculnya front-front radikal Islam, baik itu Front Pembela Islam maupun Lasykar Jihad, sebenarnya untuk masyarakat Indonesia belum jelas. Apakah ini pembelaan agama yang murni apakah sebenarnya di situ ada alasan kekuasaan. Dengan kata lain munculnya kelompok radikal kekuatan Islam adalah bagian dari political game di tingkat elit kekuasaan . Orang menduga militer juga bermain dengan kemunculan kelompok-kelompok radikal ini. RADIO NEDERLAND: [RN] Dalam waktu dekat ini Menlu Amerika Serikat Colin Powell akan ke Indonesia kemudian disambut dengan pelepasan Ja'far Umar Thalib yang oleh Amerika dipandang sebagai organisasi yang disusupi oleh Al-Qaida. Apakah ini sebuah set atau langkah baik dari pemerintah Megawati, atau Megawati tidak punya alternatif lain? IT: Jadi memang saya hanya meneruskan jawaban saya yang tadi, bahwa kelompok radikal Islam ini muncul bukan sekedar kenyataan di permukaan. Dia hanya sebuah puncak gunung es, dengan demikian berarti kelompok-kelompok Islam ini berakar pada kekuatan-kekuatan di tingkat elit sendiri. Dan sekarang ketika kunjungan Colin Powell mulai mendekat kelompok-kelompok ini sudah mulai mengadakan aksi-aksi di jalan-jalan di Jakarta. Saya kira melihat kenyataan kelompok ini tidak berdiri sendiri, maka pilihan Mega hanya melepaskan Ja'far Umar Thalib agar kedatangan Colin Powell tidak dihadang oleh kelompok-kelompok radikal ini yang sebenarnya di tangan merekapun masih banyak amunisi. Saya kira hanya meledakkan bom di ibukota, itu saya kira bukan merupakan hal yang sulit bagi kelompok Laskar Jihad yang didukung kekuatan politik di Indonesia. Jadi saya kira alasannya ke sana. RN: Kalau kita pikir bahwa dengan dilepasnya Ja'far Umar Thalib, berarti mengecewakan Amerika Serikat, kalau umpamanya Amerika mengatakan Ja'far keluar, batalkan saja kerjasama dengan TNI. Lalu tentara sendiri yang akan rugi. IT: Ini saya kira barangkali suatu yang harus dibeli oleh Megawati, karena dia lebih memetingkan kondisi politik dalam negeri. Karena bagi Megawati adalah tetap, kekuatan laskar-laskar ini sangat dahsyat. Bahkan polisi pun misalnya di dalam perkelahian di Ngawi dengan PDIP, terpaksa harus membebaskan Lasykar Jihad yang jelas-jelas merusak rumah tokoh PDIP. Saya tidak tahu politik Mega bagaimana menghadapi Amerika, yang menuduh Mega lebih berpihak pada Islam. Tapi menurut dari kacamata diplomasi, Mega sudah punya jawaban. Dia akan mengatakan: radikal Islam di Indonesia, kendati dituduh memiliki kaitan dengan Al Qaida, sebenarnya ini hanya pertarungan politik dalam negeri saja. Demikian pakar militer Indro Tjahjono. * Normal;heading 1; TOPIK GEMA WARTA: ENAM TAHUN SETELAH 27 JULI 1996, MEGA MAKIN MESRA DENGAN TNI ENAM TAHUN SETELAH 27 JULI 1996, MEGA MAKIN MESRA DENGAN TNI Seorang Presiden dekat dengan tentara. Sebetulnya, biasa saja. Seperti juga presiden dekat dengan anggota kabinetnya. Apalagi, di Indonesia berdasar konstitusi, presiden sekaligus memangku jabatan panglima tertinggi angkatan bersenjata. Maka, kalau Presiden Megawati Soekarnoputri dikabarkan dekat dengan TNI, maka itu bukanlah hal yang luar biasa. Jadi tidak biasa, karena naiknya Megawati ke pucuk kekuasaan sebetulnya disertai beberapa titipan amanat penting. Di antaranya melangsir tentara dari panggung politik. Majelis Permusyawaratan Rakyat melalui Ketetapan Nomor VII Tahun 2000 menggariskan: dwifungsi TNI mesti selesai paling lama tahun 2009. Ditandai dengan hilangnya jatah kursi TNI di DPR. Pengamat militer Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, LIPI Rifqi Muna menilai, selama setahun memerintah, Megawati malah menempatkan militer pada posisi sejajar dengan presiden. Padahal, presiden mestinya melakukan kontrol terhadap angkatan bersenjata. Rifqi Muna : Ketika ulang tahun TNI tanggal 5 Oktober yang lalu, Ibu Mega kan menghimbau tentara untuk keluar dari politik. Nah, ini pernyataan yang seolah-olah benar, tapi salah. Karena yang harus dia lakukan bukannya menghimbau tapi mengambil sebuah keputusan. Perihal kedekatan Megawati dengan perwira-perwira tinggi TNI sebetulnya bukan kabar baru. Nama-nama sahabat Megawati di angkatan bersenjata itu bisa disimak dari jajaran orang kepercayaan Megawati di kabinet dia, seperti Susilo Bambang Yudhoyono, Agum Gumelar dan A.M. Hendropriyono. Belum lagi kalau melihat perwira pensiunan dalam tubuh PDIP kepercayaan sang ketua umum, seperti Theo Syafei. Sekarang dalam pencalonan gubernur DKI Jakarta, lagi-lagi Mega menyatakan dukungannya pada seorang militer, itulah Sutiyoso. Alasannya, Sutiyoso dapat mengamankan Jakarta. Padahal bekas Panglima Komando Daerah Militer Jakarta itu terlibat dalam serbuan ke kantor PDI 27 Juli, hari ini tepat enam tahun lalu. Bekas Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia, kuasa hukum PDI, RO Tambunan menilai Mega ingin mengubur tragedi Sabtu kelabu itu. Alih-alih menyeret para perwira tinggi yang terlibat penyerbuan markas PDI ke pengadilan, Mega lebih memilih untuk merangkul mereka demi melanggengkan kekuasaan. RO Tambunan: Dia menjalin suatu koalisi yang erat dengan tentara, dan dengan Golkar juga demikian. Oleh sebab itu, kalau diungkit-ungkit lagi, diseret lagi jenderal-jenderal ini ke pengadilan, mungkin ada yang tidak suka di kalangan tentara-tentara itu. Dan bagi dia itu mungkin merugikan. Bagi dia yang penting mempertahankan kekuasaan kepresidenan itu. Tidak lagi begitu penting masalah penuntutan dan penuntutan peristiwa 27 Juli itu. Mega yang menurut RO Tambunan sudah mengetahui rencana penyerbuan 27 Juli 1996 dari mantan Panglima TNI Benny Moerdani, memang punya utang budi kepada kalangan baju hijau. Karena tragedi Sabtu kelabu enam tahun yang lalu itu berhasil mengangkat nama Mega hingga ke posisinya sekarang, seorang presiden. Bekas Asisten bidang Sosial Politik Kassospol TNI Suwarno Adiwidjaja berujar, naiknya Megawati menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan sebenarnya juga berkat kerja Agum Gumelar dan Hendropriyono. Berawal dari sikap gegabah Soerjadi, Ketua Umum PDI awal 1990an, yang berani mencalonkan diri menjadi presiden. Suatu sikap yang tak disenangi oleh pemerintah Soeharto. Suwarno Adiwidjaja: Megawati duduk di dalam kepemimpinan PDIP itu sebenarnya semata-mata memang dalam rangka mengimbangi kekuatan Soerjadi yang memang memiliki kader-kader yang hampir tersebar di seluruh Indonesia, dan sudah dibina sejak dari jaman awal Orde Baru. Namun, bekas penasihat militer Presiden Abdurrahman Wahid, Juanda, melihat lain. Menurut Juanda, hubungan mesra Mega-TNI, tidak bakal berlangsung lama. Karena TNI sesungguhnya tak pernah penuh ikhlas dikendalikan oleh orang yang pernah menjadi lawan politiknya. Juanda: Jangan-jangan Mega itu adalah korban dari penggalangan dari intelijen tentara. Ya jadi kepada Mega diceritakan cerita-cerita bohong dan Mega percaya, bahwa seolah-olah ada TNI yang menyelamatkan dia. Seingat saya doktrin yang diberikan kepada kita bertahun-tahun ketika saya masih dinas bahwa yang namanya PDIP dan Mega itu adalah musuh, begitu, atau lawan. Dan saya kira sampai hari ini doktrin tidak berubah, ya. Pasalnya sederhana. Seperti juga digarisbawahi Rifqi Muna, pertama karena hubungan Presiden dengan TNI didasarkan pada kepentingan politik. Kedua, pimpinan TNI khususnya Angkatan Darat kian hari memunculkan pernyataan-pernyataan bernada politik yang bisa menghapus mental profesional para prajurit. Dan ketiga, kalau Megawati berani mengutak-utik bisnis militer yang dibangun melalui puluhan yayasan sejak masa pemerintah Soeharto. Maka, tak heran kalau Megawati emoh mengadili perwira-perwira pelanggar HAM. Diam saja kendati mereka meremehkan Komisi Nasional Hak Azasi Manusia ketika dipanggil dalam kasus Trisakti dan Semanggi. Megawati pun keras mempertahankan keberadaan bekas perwira di pemerintahan dan dalam partainya. Seperti seorang Cleopatra, Megawati tampaknya merasa baru ada kalau dikelilingi perwira. Tim Liputan 68h Jakarta melaporkan untuk Radio Nederland di Hilversum. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
