--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 25 Juli 2002 16:30 UTC ** KONDISI PANGERAN CLAUS KRITIS ** DK PBB KECAM SERANGAN ISRAEL DI GAZA ** KORUT MINTA MAAF PADA KORSEL ** TOPIK GEMA WARTA: KALANGAN HAM TIMOR LESTE RAGUKAN DAKWAAN TERHADAP TIMBUL SILAEN ** TOPIK GEMA WARTA: SALAMAN GUS DUR MEGA JELAS BUKAN ISLAH ATAU DIRENCANAKAN * KONDISI PANGERAN CLAUS KRITIS Kondisi kesehatan Pangeran Claus, suami Ratu Belanda Beatrix, mengkhawatirkan. Demikian dilaporkan dinas penerangan kerajaan. Rabu kemarin kondisi pangeran berusia 75 tahun itu sempat sedikit membaik. Pangeran Claus diperkirakan terkena infeksi, namun tim dokter masih belum menemukan penyebabnya. Ia dirawat darurat di Rumah Sakit AMC Amsterdam. * DK PBB KECAM SERANGAN ISRAEL DI GAZA Dalam sidang darurat, Dewan Keamanan PBB mengecam serangan udara Israel di kota Gaza awal pekan ini. Roket yang ditembakkan di perumahan kota Gaza itu menewaskan 17 orang. Duta besar Britania di Dewan Keamanan, Jeremy Greenstock menamai tidakan Israel itu "tidak bisa ditolerir dan merusak". Sementara wakil Amerika Serikat mencemaskan setiap aksi yang menewaskan korban sipil. Sementara ini pasukan Israel bersama dinas rahasia Shin Beth mengawali penyidikan penembakan di Gaza itu. Mereka menyelidiki sejauh mana tentara Israel tahu atau harus tahu bahwa di lokasi sasaran terdapat warga sipil. Israel mengincar pemimpin militer Hamas, Salah Shehada. Tetapi roket yang diluncurkan bukan hanya menewaskan Shehada saja tetapi juga anak-anak bawah umur. Hingga saat ini regu penolong menemukan 11 jenazah anak-anak antara bayi dua bulan sampai 13 tahun. Israel mengerahkan pasukan siap siaga menjaga kemungkinan aksi balasan pihak Palestina. * KORUT MINTA MAAF PADA KORSEL Pemerintah Korea Utara mengirim telegram minta maaf pada pemerintah Korea Selatan atas insiden di Laut Kuning, akhir bulan silam. Kontak senjata antara angkatan laut kedua negara menewaskan sedikitnya empat orang Korsel. Sebelumnya Korea Utara menyalahkan Seoul sebagai pemicu. Insiden baku tembak membekukan upaya kedua negara mencari jalan menuju penyatuan kembali dua Korea bersaudara. Pyongyang dan Seoul sepakat melanjutkan pembicaraan tingkat menteri dalam waktu dekat. * APJ ABDUL KALAM RESMI MENJABAT PRESIDEN INDIA Avil Pakir Jainulabdeen Abdul Kalam resmi dilantik sebagai presiden baru India. APJ Abdul Kalam pekan silam memenangkan pemilihan langsung presiden India. Dalam pidato pelantikannya, presiden 71 tahun itu menjanjikan pemberantasan pengangguran dan pengentasan kemiskinan. Abdul Kalam, ilmuwan beragama islam itu dipandang sebagai bapak program nuklir di India yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. Ia menggantikan Raman Narayanan yang mengakhiri tuntas masa jabatan lima tahun. Di India, presiden adalah sebuah jabatan seremonial saja. * MANTAN PRESIDEN PERU DITUDUH TERLIBAT PROGRAM PEMANDULAN PAKSA Parlemen Peru ingin mengadili mantan Presiden Alberto Fujimori dengan tuduhan terlibat program sterilisasi atau pemandulan perempuan. Demikian diumumkan ketua pansus parlemen Peru yang menyelidiki tuduhan bahwa ratusan perempuan Peru pernah dipaksa ikut program sterilisasi. Berdasarkan data kementrian kesehatan, antara tahun 1996 sampai 2000, sekitar 300 ribu perempuan menjalani penanganan sterilisasi dalam rangka program Keluarga Berencana Peru. Ratusan perempuan diantaranya kemungkinan dipaksa. Sementara 18 perempuan meninggal dunia akibat operasi itu. Banyak perempuan pribumi Indian ikut program setelah mendapat penyuluhan yang salah. * KONGRES AS JANJIKAN DANA BESAR PEMBERANTASAN TERORISME Kongres Amerika Serikat menjajikan Presiden George W. Bush dana 28,9 milyar dolar untuk program pemberantasan terorisme. Mayoritas senat mendukung rancangan yang sebelumnya juga sudah disetujui dewan perwakilan. Sekitar 14 milyar dolar dipompakan ke kementrian pertahanan. Empat milyar untuk meningkatkan keamanan seluruh bandara AS. Sementara kota New York mendapat 5,5 milyar untuk pembangunan kembali pasca 11 September. Sebagian kecil dana ditujukan untuk luar negeri. Israel mendapat 200 juta dolar dan Palestinda dapat buntuan kemanusiaan senilai 50 juta dolar. Kongres AS juga mengijinkan sarana bantuan untuk pemberantasan obat bius Kolombia, dipakai untuk memerangi pembangkang dan gerilya. * DEWAN PERWAKILAN AS PECAT ANGGOTA YANG KKN Dewan Perwakilan Amerika Serikat memecat anggota yang terlibat kasus KKN. James Traficant 61 tahun dari partai Demokrat utusan negara bagian Ohio itu dinyatakan bersalah mengindari pajak dan terlibat kasus suap. 420 anggota parlemen dalam voting mendukung pemecatan itu. Mereka menilai bahwa anggota parlemen harus bersih KKN. Sejak dewan perwakilan AS dibentuk tahun 1865, James Traficant adalah anggota kedua yang dikeluarkan. * KALANGAN HAM TIMOR LESTE RAGUKAN DAKWAAN TERHADAP TIMBUL SILAEN INTRO: Jaksa Penuntut Umum James Pardede pada pengadilan ad hoc HAM Timtim di Jakarta menuntut hukuman 10,5 tahun penjara terhadap mantan Kapolres Dili Timbul Silaen atas kasus pelanggaran berat HAM di Timtim. Ia antara lain dituduh gagal mengendalikan dan memerintahkan anak buahnya sehingga terjadi pembunuhan rakyat bulan April dan September 1999. Berikut pendapat Aniceto Gutterres ketua Komisi Rujuk Kebenaran dan Penerimaan di Dili, Timor Lorosa'e, tentang tuntutan terhadap Timbul Silaen. Aniceto Gutterres [AG]: Saya tidak mempersoalkan tuntutan. Tapi saya mau mempersoalkan dakwaan juga. Bahwa itu gagal mengendalikan anak buah, gagal untuk mengambil langkah-langkah dan lain sebagainya begitu, menurut saya itu tidak sama dengan pembiaran. Itu yang paling berat barangkali. Dan itu tidak muncul di dalam dakwaan, sehingga kalau tuntutan untuk gagal mengendalikan, gagal mengambil langkah-langkah terhadap anak buahnya, itu mungkin wajar-wajar saja 10 tahun. Tapi kalau dakwaannya seperti saya bilang tadi bahwa yang terjadi adalah pembiaran, membiarkan anak buahnya bertindak untuk kepentingan Indonesia dan kepentingan integrasi, itu yang paling parah. Di sini yang terjadi itu seperti itu, sejauh saya ketahui sebagai aktivis karena waktu itu saya mempunyai peran besar untuk memantau semua situasi dan mengidentifikasi semua persoalan-persoalan yang terkait dengan TNI dan Polri waktu itu. Kalau dilihat dari sisi itu, hukuman itu tidak seberapa. Radio Nederland [RN]: Jadi, Anda tidak sepakat dengan dakwaannya bahwa Timbul Silaen gagal. Tapi Anda melihat lebih dari gagal itu. AG: Ya, betul. Saya mau konsisten. Sejak awal saya sudah bilang bahwa saya sudah ragu dengan pengadilan ad hoc di Jakarta itu untuk memberikan keadilan dan menempatkan kasus itu pada posisi yang sebenarnya. Buktinya dari dakwaan seperti ini saja mungkin diperhalus. Yang tadinya membiarkan anak buah polisi dan tentara melakukan tindakan-tindakan kejahatan setiap hari kemudian diperhalus menjadi gagal mengambil langkah-langkah, gagal mengendalikan anak buah. Satu contoh saja: beberapa peristiwa yang terjadi itu kan ada milisi di depan, polisi ada di belakang. Karena polisi ada di belakang, milisi yang hanya punya rakitan pun berani bertindak membabi buta. Apa itu gagal mengendalikan atau gagal mengambil tindakan itu? RN: Di sini nampaknya peran milisi juga tidak disinggung-singgung sama sekali, padahal mereka sendiri yang sebenarnya melancarkan perusakan dan pembunuhan di Timor Lorosa'e waktu itu, bukan? AG: Betul sekali. Saya sendiri juga pernah dipaksa masuk ke Polda satu malam dan pada saat itu milisi berkeliaran juga di kompleks Polda waktu itu. Sudah sampai di Mapolda pun saya diteror terus oleh milisi dan polisi membiarkan saja. RN: Jadi, Anda ini menempatkan tanda tanya yang makin besar pada pengadilan ad hoc HAM di Timtim ini? AG: Betul. Betul sekali. Ini semakin memperkuat keraguan saya bahwa pengadilan ad hoc di Jakarta itu tidak akan adil. Mulai dari proses awal sudah kelihatan sekali. Apalagi dengan melihat tuntutan ini kalau hanya menempatkan seorang Timbul Silaen, Abilio dan siapa tahu nanti Tono Suratman juga begitu dianggap gagal mengendalikan. Kalau gagal mengendalikan itu kan paling tidak dia sudah mengambil tindakan terhadap anak buah yang sudah nakal, yang terbukti melakukan. Apa sih Timbul Silaen dan Tono Suratman lakukan setelah peristiwa Liquica, peristiwa di rumah Manuel Carascalao, peristiwa yang lain-lain. Apa sih yang dia lakukan? Apakah selama waktu dari April sampai dengan Agustus itu berapa perwira, berapa bintara, berapa prajurit yang diadili? Kan tidak ada sama sekali. Bahkan berusaha menyangkal. RN: Ada nggak satu kasus khusus yang Anda ketahui? AG: Yang saya tahu persis itu ada peristiwa di Quintalkiik tanggal delapan atau sembilan Mei atau Juni, antara itu, sekelompok milisi datang dengan truk dari arah Liquica dengan dua atau tiga truk lalu di belakangnya dikawal oleh polisi, truk brimob. Rombongan milisi itu sampai di depan Mercado lama [pasar lama, red.] mereka turun membabi buta. Polisinya hanya menonton. Itu fakta yang masih saya ingat persis. RN: Kalau di Timor Lorosa'e barusan ada pengeluaran surat dakwaan. Bagaimana perkembangannya di sana masalah pelanggaran HAM selama periode referendum itu? AG: Kita semua punya concern [keprihatinan, red.] yang sama terhadap situasi ini. Hanya persoalannya mungkin ada keterbatasan resource [sumber daya, red.] untuk menangani semua masalah. Kedua juga masalah pembedaan antara kejahatan beragam ringan ini kan belum jelas, sehingga dengan demikian kalau ringan itu menjadi wewenang komisi di mana kami bekerja ini dan yang berat itu menjadi wewenang kejaksaan agung. Tetapi bagaimanapun jaksa agung punya wewenang untuk menyelidiki semua. Hanya dalam penanganannya nanti kalau ditemukan bahwa ada kejahatan yang sifatnya serius langsung dia tangani sedangkan yang ringan itu dia rujuk kepada komisi. Demikian Aniceto Gutterres ketua Komisi Rujuk Kebenaran dan Penerimaan di Dili. * SALAMAN GUS DUR MEGA JELAS BUKAN ISLAH ATAU DIRENCANAKAN Mantan Presiden Abdurrahman Wahid menolak kalau jabat tangannya dengan Presiden Megawati sewaktu Munas Alim Ulama dan Konbes Nu, disebut sebagai islah. Menurut Chairul Anam, Ketua PBNU Jawa Timur, bahkan peristiwa ini tidak direncanakan sebelumnya, karena mantan Presiden yang diturunkan secara inkonstitusional itu masih tidak menganggap sepele persoalan tersebut. Ikuti keterangannya kepada Radio Nederland: Chairul Anam [CA]: Ya pertemuan itu saya kira pertemuan yang tidak disengaja ya. Karena Gus Dur sendiri datang ke acara itu sebagai mantan Ketua PBNU, dan bukan karena mau ada Presiden di situ gitu. Radio Nederland [RN]: Tetapi menurut pak Hasyim Musadi katanya memang sudah diminta? CA: Ya, saya kira kalau diminta mungkin malah nggak mungkin terjadi itu. Karena di situ kan ada penganugerahan tanda jasa kepada pemimpin-pemimpin NU masa lalu yang dianggap berjasa mengembangkan organisasi Nahdatul Ulama. Setelah itu ada jadwal lain. Memang dia harus ke Jawa Timur. Dan saya memang tahu jadwalnya. Waktu itu harus ke Jawa Timur. Dan di Jakarta sendiri ada acara. Karena itu saya katakan itu memang tidak disengaja. Sama sekali di luar pikiran Gus Dur saya kira itu. RN: Mengapa Pak, kalau di dalam pikiran Gus Dur atau memang direncanakan, apakah Gus Dur pasti menolak? CA: Saya kira bukan soal menolak. Saya kira Beliau sebagai mantan Presiden yang diturunkan dengan cara-cara inkonstitusional seperti itu kita bisa memahami perasaan Beliaunya. Jadi kita tidak bisa menganggap bahwa itu persoalan sepele. Saya kira Gus Dur sebagai seorang demokrat dan yang selalu berpegang pada konstitusi, Beliau masih punya sesuatu yang memang harus dihormati, harus dihargai saya kira begitu. RN: Tetapi ini ada kayak pertentangan gitu loh Pak ya. Gus Dur bilang kalau ini bukan islah. Tetapi Pak Taufik Kiemas bilang tidak perlu ada rekonsiliasi karena tidak ada apa-apa. Bagaimana ini Pak? CA: Ya, memang kadang-kadang kita ini selalu mengatakan bahwa tidak ada persoalan gitu. Saya kira itu sudah suatu kebiasaan yang menurut saya tidak baik ya. Karena kita selalu melihat bahwa persoalan yang begitu besar justru dikatakan tidak ada masalah. Kalau saya tetap ada masalah karena Gus Dur itu lengser dengan cara-cara seperti itu dan Gus Dur sendiri menurut saya tetap konsisten pada pendiriannya. Ketika memang ada islah atau rekonsiliasi itu saya kira juga rekonsiliasi yang juga dalam bentuk besar. Bukan sekedar salaman menurut saya. RN: Lalu Pak, kemarin banyak koran-koran termasuk di Belanda ya, yang memuji bahwa sekarang Megawati berhasil mengbungkam Indonesia. Kayaknya ini kembali lagi ke jaman era dahulu gitu loh Pak. Megawati dituduh sebagai ratu yang menguasai Indonesia. Bagaimana ini Pak? CA: Ya, saya kira itu sudah menjadi wacana umum ya di Indonesia sini. Saya beri contoh misalkan Nurcholis Madjid juga menyatakan bahwa setahun Mega ini tidak ada perubahan apa-apa kan. Mungkin dikatakan tidak komunikatif pada rakyat gitu. Di balik itu juga ada yang mengatakan bahwa cara-cara seperti jamannya Pak Harto juga diterapkan di sini. Bahkan ada orang kader-kader PDI sendiri saya lihat peristiwa 27 Juli itu mencuat begitu keras di permukaan dan itu secara langsung atau tidak langsung menghantam Megawati. RN: Lalu apakah acara persalaman ini merupakan salah satu persiapan menjelang sidang tahunan begitu Pak? CA: Ya, saya kira nggak juga gitu. Saya kira Gus Dur itu orang yang saya kira tetap konsisten pada pendiriannya. Dan tadi saya juga lihat Beliau di beberapa wawancara dengan wartawan mengatakan bahwa soal salaman itu soal biasa-biasa saja. Tapi prinsip tetap prinsip kan gitu. RN: Apa Gus Dur tidak melihat kemungkinan sekarang banyak pendukung PDI yang meninggalkan partainya gitu Pak? CA: Ya, saya kira bukan hanya itu jadi saya sendiri pernah menyaksikan Beliau menerima telefon dari salah seorang PDI-P bahwa dia mengatakan bahwa dia kecewa. Dan Gus Dur tanggapannya ya dingin-dingin saja. Ya, itu kan nanti proses dan sejarah akan membuktikan sendiri. Demikian Chairul Anam, Ketua PBNU Jawa Timur. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
