---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 29 Juli 2002 15:20 UTC



** HARI BERKABUNG NASIONAL UKRAINA

** AS HAPUS JEJAK PEMBOMAN PESTA KAWIN AFGANISTAN

** KOREA UTARA INGIN BICARA DENGAN AS DAN JEPANG

** TOPIK GEMA WARTA : PARTAI-PARTAI BARU MUNCUL KARENA RAKYAT TIDAK
PUAS

** TOPIK GEMA WARTA: TNI/POLRI HENGKANG DARI PARLEMEN TAHUN 2004 :
ADA UDANG DIBALIK BATU



* HARI BERKABUNG NASIONAL UKRAINA

Senin ini adalah hari berkabung nasional di Ukraina. Seluruh negeri
mengenang 83 orang korban tewas kecelakaan pesawat dalam pameran
dirgantara, Sabtu silam. Upacara berkabung berlangsung di lokasi
kejadian. Kecelakaan paling parah dalam atraksi dirgantara di Ukraina
ini berdampak pemecatan sejumlah pejabat teras. Setelah memecat
Menteri Pertahanan, Presiden Ukraina Leonid Kutchma kemudian
menghentikan panglima tertinggi militer. Selanjutnya panglima
angkatan udara bersama tiga petinggi lainnya diperiksa.


* AS HAPUS JEJAK PEMBOMAN PESTA KAWIN AFGANISTAN

Pasukan Amerika Serikat berusaha melenyapkan barang-barang bukti
pemboman di pesta perkawinan Afganistan yang membunuh 50 orang tamu,
awal bulan ini. Demikian diungkap harian Britania, The Times. Harian
ini mendapatkan bocoran hasil sementara pemeriksaan PBB. Menurut
pengamatan PBB, laporan yang ditulis tentara Amerika tidak bisa
dibuktikan. Selama ini Amerika selau berdalih bahwa mereka terpaksa
menjatuhkan bom karena ditembaki dari darat. Menurut PBB, Amerika
Serikat berusaha menutupi-nutupi kesalahan. Beberapa saat setelah
menjatuhkan bom maut itu, tentara Amerika diduga menghapuskan semua
jejak pemboman, demikian laporan sementara PBB.


* KOREA UTARA INGIN BICARA DENGAN AS DAN JEPANG

Korea Utara bersedia mengadakan pembicaraan tanpa syarat dengan
Amerika Serikat dan Jepang. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri
Rusia, Igor Ivanov ketika berada di ibukota Korea Utara, Pyongyang.
Sebelumnya pejabat Rusia ini juga telah mengunjungi Korea Selatan.
Ivanov ke Korea membawa pesan dari Presiden Rusia, Vladimir Putin
yang mendesak trobosan perdamaian antara Korea Selatan dan Utara.
Proses rekonsiliasi dua Korea bersaudara ini sempat tergangu insiden
baku tembak di Laut Kuning bulan silam, yang menewaskan korban di dua
pihak. Pembicaraan antara pejabat Korea Utara dengan Jepang dan
Amerika Serikat kemungkinan besar akan berlangsung di KTT ASEAN di
Brunei pekan depan.


* LAGI-LAGI PERUSAHAAN AS PALSUKAN PEMBUKUAN

Perusahaan penyaji jasa telekomunikasi Amerika Serikat, Qwest mengaku
telah memalsukan laporan keuangan. Perusahaan ini memasukan angka
semu satu milyar dolar dalam pembukuan tiga tahun terakhir. Qwest
adalah salah satu perusahaan yang diperiksa otorita bursa Amerika,
SEC. Di samping itu juga sedang berlangsung pemeriksaan juridis
mengenai pemalsuan keuangan. Kasus Qwest ini adalah skandal keuangan
baru lagi yang menerpa Amerika Serikat.


* MAHASISWA BANGLADESH BENTROK DENGAN APARAT

Mahasiswa Universitas Dhaka, Bangladesh bentrok dengan aparat
keamanan. Bentrokan terjadi ketika aparat polisi menyerbu kampus
universitas di ibukota. Sekitar 500 orang demonstran mahasiswa
berupaya bertahan di kampus. Puluhan orang mengalami luka-luka dan 25
mahasiswa ditangkap. Sejak Sabtu silam pemerintah Bangladesh menutup
kampus menyusul serangkaian aksi-aksi demonstrasi mahasiswa.
Permasalahan muncul sejak Rabu pekan silam ketika polisi menggunakan
kekerasan menggerebek mess mahasiswa putri. Mahasiswa turun ke jalan
memprotes tindakan kasar aparat. Kerusuhan di Dhaka ini jatuh
bersamaan dengan kunjungan tiga hari Presiden Pakistan Pervez
Musharraf ke Bangladesh.


* PENDUKUNG MUGABE HALANGI BANTUAN PANGAN RAKYAT KELAPARAN ZIMBABWE

Para pendukung Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe terus-terusan
mengacaukan pasokan pangan. Mereka ingin agar rakyat pendukung partai
oposisi tidak mendapat cukup bantuan pangan. Demikian dilaporkan BBC.
Para pendukung Mugabe memasang blokade di jalan menuju kawasan yang
mayoritasnya tidak mendukung Mugabe pada pemilu silam. Di sebagian
tempat penduduk harus punya kartu anggota partai Mugabe, ZANU-PF
untuk bisa mendapat gandum murah. Akibat musim kemarau panjang dan
reformasi agraria, Zimbabwe terancam kekurangan pangan. Menurut
organisasi bantuan, jutaan penduduk Zimbabwe terancam mati kelaparan.


* PBB TANGGUHKAN BANTUAN KEMANUSIAAN CHECHNYA

PBB menangguhkan program bantuan kemanusiaan di Chechnya hingga waktu
yang tidak ditentukan. Penghentian aktivitas PBB ini berkaitan dengan
penyekapan seorang pejabat PBB asal Rusia di Chechnya. Belum ada
pihak yang menyatakan bertanggungjawab.  PBB juga menunda dua hari
kegiatan kemanusiaan di Ingusetia.
Sementara itu di tapal batas Chechnya-Georgia terjadi bentrokan
sengit. Penjaga perbatasan Georgia berupaya menghadang pembangkang
Chechnya yang berusaha menyusup masuk kawasan Rusia. Kontak senjata
yang berkecamuk sejak Jum'at silam menewaskan puluhan korban di kedua
belah pihak.


* ISTRI JUARA TIGA TOUR DE FRANCE BAWA DOPING

Nyonya Rumsas, istri pembalap sepeda Lituania yang memenangkan tempat
tiga lomba Tour de France, Raimondas Rumsas diperiksa polisi Prancis.
Dalam mobil nyonya Rumsas ditemukan sejumlah obat penguat doping yang
masuk daftar terlarang. Pada Tour de France, Rumsas mengejutkan kawan
dan lawan dengan merebut tempat ke tiga dibelakang Beloki dan Lance
Amstrong. Sehubungan kasus ini, Rumsas diskor dari timnya Lampre dari
Italia.


* PARLEMEN TURKI PERSINGKAT RESES UNTUK BICARAKAN PEMILU DIPERCEPAT

Parlemen Turki mempersingkat reses atau liburan dan kembali
bersidang, Senin ini. Parlemen Turki membahas pemilu yang dipercepat.
Turki dilanda krisisi politik menyusul absennya Perdana Menteri
Bulent Ecevit karena sakit-sakitan. PM Ecevit yang nyaris tidak bias
lagi mememimpin pemerintahan sejak dua bulan ini, mengguncang
stabilitas pemerintahan koalisi. Sejumlah menteri mengundurkan diri
dan puluhan anggota parlemen meninggalkan kursi mereka. Meskipun
demikian PM Ecevit tetap tidak mendukung pelaksanaan pemilu yang
dipercepat. Menurutnya banyak pihak yang menyalahgunakan kesempatan
ini untuk menguncang stabilitas Turki sebagai negara sekuler.


* PARTAI-PARTAI BARU MUNCUL KARENA RAKYAT TIDAK PUAS

Partai-partai baru bermunculan di Indonesia. Di antaranya ada Partai
Nasionalis Bung Karno cetusan Eros Djarot dan yang terakhir Partai
Demokrasi Kebangsaan bentukan mantan menteri otonomi daerah Ryaas
Rasyid. Fenomena partai baru ini memunculkan tanda tanya besar.
Apakah memang partai yang ada tidak bisa lagi mengakomodasikan
kepentingan rakyat? Radio Nederland mewawancarai Alfitra Sallam,
pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, LIPI di
Jakarta.

Alfitra Sallam [AS] : Ya memang sekarang ini ada gejala yang cukup
kuat ya, bahwa masyarakat tidak begitu puas dengan penampilan
partai-partai yang ada duduk di DPR. Terutama sekali ke
tidakjelasannya arah reformasi politik yang dilakukan partai-partai
besar, terutama Golkar, PDI dan partai-partai lainnya. Sehingga
beberapa elit politik mencoba mencari suatu sosok partai yang
betul-betul memperjuangkan secara serius apa yang dikehendaki oleh
masyarakat, begitu lo.

Yang kedua saya melihat memang gejala yang cukup kuat di MPR
menjelang Sidang Umum bulan depan ini adalah tentang amandeman
konstitusi yang saya kira sangat mengecewakan masyarakat. Apalagi ada
gejala-gejala untuk kembali kepada Undang-undang 45, bahkan ada yang
mengatakan itu berlaku sampai tahun 2009 sehingga arah perjuangan MPR
sendiri pun semakin tidak jelas sehingga saya kira wajar-wajar saja
kalau misalnya elit politik yang ingin membuat partai politik yang
katakanlah betul-betul serius untuk memperjuangkan masyarakat gitu.

Radio Nederland [RN] : Apakah anda juga melihat bahwa munculnya
partai-parti politik baru ini sebagai bentuk kekecewaan beberapa
kalangan akademisi, politisi terhadap pemerintahan Megawati?

AS : Ya itu juga salah satu faktor ya. Kecewa terhadap Ibu Megawati
yang saya kira juga sebagai ketua umum Partai PDI-P yang kita melihat
belakangan ini statement-statement politiknya sangat plin-plan,
sangat mengecewakan bahkan sebagian masyarakat mengatakan lebih jelek
dari pemerintahan Habibie dan pemerintahan Gus Dur. Sehingga saya
kira ini suatu kekecewaan yang luar bisa apalagi kemarin Pak Ryaas
Rashid, mantan menteri ontonomi juga mendirikan partai, begitu juga
Eros Djarot mendirikan partai sehingga gejala-gejala ini saya kira
suatu reaksi terhadap kekecewaan terhadap partai dan pemerintahan Ibu
Megawati, gitu.

RN : Pemain di partai-partai baru ini juga orang-orang lama kan,
sebenarnya. Sejauh mana bisa dikatakan keyakinan masyarakat terhadap
partai baru ini mengingat orang-orangnya juga orang lama kan di
dalamnya?

AS : Iya kalau kita melihat salah satu kasus Eros Djarot mendirikan
partai Nasionalis Bung Karno memang iya, tetapi kalau kita melihat
fenomena Ryaas Rashid cs, saya kira ini fenomena baru seorang mantan
birokrat, seorang cendekiawan saya kira ini suatu hal yang cukup
menarik ya. Karena sosok Ryaas Rashid agak berbeda dengan tokoh-tokoh
lainnya. Tetapi bagaimanapun juga saya melihat, kita lihat saja nanti
bagaimana masyarakat melihat partai-partai baru tersebut apakah ini
suatu hak yang dapat menarik simpati masyarakat atau hanya sekedar
ikut pemilu saja.

RN : Apakah tidak bisa dibentuk dengan model seperti di Eropa? Kita
ketahui ada partai kiri yang beraliran sosialis kemudian partai kanan
ada yang beraliran ultra nasionalis dan juga ada partai tengah. Ini
menarik karena ada ungkapan Pak Ryaas ya memakai istilah partai
tengah. Sehingga partai-patai moderen di negara-negara Eropa juga
bisa teraplikasi di Indonesia, bagaimana?

AS : Iya persoalannya sekarang kan terdapat kesenjangan antara elit
politik dengan masyarakat yang boleh dikatakan ya pendidikannya
sangat kurang dan pengetahuannya sangat kurang, sehingga untuk
mengarah ke sana memang cukup memakan proses lama. Sekarang ini
persoalannya adalah tergantung kepada pimpinan partai politik sendiri
apakah dia betul-betul serius untuk memperjuangkan bangsa dan
rakyatnya dan bergabung atau hanya sekedar untuk kepentingan partai.
Saya melihat gejala kedua duanya sangat kuat. Ada dua arus yang cukup
kuat itu, saya kira antara kepentingan partai yang cukup kuat sama
ada juga gejala yang sudah mulai ditumbuhkan misalnya melalui fokus
islam, Pak Amien Rais. Saya kira itu gejala untuk menggabungkan
antara partai islam, gitu lo.

RN : Nah di pemilu mendatang ini bagaimana anda melihat kemungkinan
partai-partai baru ini bersaing dan juga proses kristalisasi
kepentingan?

AS : Saya melihat partai-partai besar seperti Golkar, PDI saya kira
akan mengalami penurunan yang cukup drastis karena kekecewaan
masyarakat terhadap Megawati. Tetapi bagaimanapun juga pemilih
tradisional sekitar 40 sampai 50% itu tetap tidak akan berubah. Saya
memperkirakan mungkin sekitar 40% pemilih yang direbutnya oleh
partai-partai baru. Sekarang tergantung adalah bagaimana masyarakat
melihat sosok partai politik dan tokoh-tokohnya. Kalau misal
masyarakat kita cukup cerdas, saya kira dia akan memilih
partai-partai yang betul-betul memperjuangkan masyarakat.

Demikian Alfitra Sallam, pengamat politik dari Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia, LIPI di Jakarta


* TNI/POLRI HENGKANG DARI PARLEMEN TAHUN 2004 : ADA UDANG DIBALIK
BATU

Salah satu amandemen yang akan diajukan dalam sidang tahunan MPR
mendatang adalah pencabutan Tap MPR yang mengijinkan TNI/POLRI
menduduki kursi gratis di parlemen hingga 2009. Jacob Tobing anggota
MPR/DPR fraksi PDI Perjuangan yang juga membidani amandemen ini
mengatakan usulan tersebut sudah disetujui oleh semua fraksi,
termasuk TNI/POLRI. Bahkan, kata orang yang juga dekat dengan
Presiden Indonesia Megawati Sukarnoputri ini, usulan pencabutan itu
dilakukan oleh TNI/POLRI sendiri.

Jacob Tobing [JT] : Kalau mengikuti draft yang ada di amandemen itu
tidak ada lagi karena tadinya memang diakomodasikan konsensus tahun
2000 itu bahwa mereka untuk di MPR sampai dengan selambat-lambatnya
2009. Itu dalam peraturan peralihan. Tetapi dengan usul dari fraksi
TNI/Polri sendiri yang meminta supaya itu ditiadakan, dicabut begitu.
Dan sampai sekarang posisinya demikian jadi kalau demikian keadaannya
 memang tidak ada lagi di MPR semenjak 2004 begitu. Semua fraksi
menyetujui demikian, jadi tidak ada perbedaan pendapat seluruh fraksi
termasuk fraksi TNI/Polri berpendapat bahwa soal itu tidak
dicamtumkan lagi begitu.

Radio Nederland [RN] : Jadi 2004 MPR/DPR bersih dari fraksi TNI/Polri
begitu Pak Jacob Tobing ya?

JT : Iya samapi sekarang begitu posisinya.

RN : Nah kemudian sebagai timbal baliknya, kalau saya tidak salah
TNI/Polri akan mendapatkan hak pilih juga?

JT : Hak memilih jadi tidak termasuk hak dipilih, iya. Tapi inilah
memang persoalan yang perlu kita selesaikan karena secara institusi
TNI/Polri itu memerlukan waktu untuk membereskan konsilidasi mereka.
Kalau diberikan hak memilih kelihatannya mereka punya pendapat akan
mengganggu proses konsolidasi yang sudah hampir selesai.

RN : Maksudnya akan mengganggu seperti apa?

JT : Karena itu (memilih red.) adalah hak individual yah perorangan,
mereka tentu akan memberikan pilihan-pilihannya di
alternatif-alternatif yang ada dan itu bisa mengganggu. Seperti anda
ketahui sebagai contohnya ya pasukan yang ada di Maluku itu sulit
sekali untuk didisiplinkan setelah misalnya dua bulan ada di daerah
bertikai itu ada saja akhirnya anggota itu secara perorangan berpihak
ke sini atau ke sana begitu. Dengan itu mengganggu tentunya terhadao
keutuhan garis komando misalnya begitu yah.

Demikian Jacob Tobing anggota MPR/DPR dari fraksi PDI Perjuangan.

Sebagai timbal balik pencabutan itu TNI/POLRI mendapatkan hak memilih
di tahun 2004. Ada apa gerangan sehingga TNI/POLRI yang dulunya
ngotot tetap ada di parlemen hingga 2009, mendadak mengubah pendirian
dengan mengusulkan hingga 2004 saja? Apakah ini berkaitan dengan hak
memilih sebagai timbal balik pencabutan itu? Berikut analisa Arbi
Sanit, pengamat politik dari Universitas Indonesia.

Arbi Sanit [AS] : Mereka itu tidak punya fraksi 2004 itu positif buat
reformasi ya. Tapi kalau hak memilih itu dipergunakan untuk 2004 itu
kontradiksi jadinya. Karena kita ini baik militer maupun politisi
sipil itu belum siap untuk menerima hak memilih dari militer itu
dipergunakan.  Kesiapan militer itu ditunjukkan oleh disiplin yang
lemah sehingga bisa jadi bawa pistol ke kotak suara. Lalu
profesionalisme yang juga lemah, oleh karena itu tidak mampu secara
tajam dan praktis memisahkan mana urusan politik dan mana urusan
militer. Lalu etika profesionalisme di kalangan militer itu juga amat
lemah sehingga tidak ada tanggungjawab moral, tidak ada kedalaman
pemahaman serta nilai-nilai yang dipraktekkan untuk menjauhkan dampak
negatif dari kekuasaan militer terhadap demokrasi.

Nah kedua ada juga masalah etik di dalam kaum politik sipil yaitu
berupa tidak adanya rasa berdosa kalau mereka bekerjasama dengan kaum
atau kaum militer untuk mendapatkan kekuasaan atau mempertahankan
kekuasaan. Nah tidak ada etika seperti itu tidak ada, belum ada di
dalam para politisi sipil. Kemudian partai-partai yang didukung
tentara itu senang hati pula menggunakan mereka untuk kemenangan
politik maka itu akan terjadi.

RN : Artinya hak memilih TNI/Polri ini bisa jadi disalahgunakan untuk
mendukung Megawati ya?

AS : Ya saya kira begitulah kira-kira. Jadi dengan adanya hak milik
militer semakin diintensifkan memagar lawan-lawan politik dari PDI
Perjuangan dan presiden nah sehinga aman kan lalu lebih mudah bermain
manufer politik. Karena lawan-lawan sudah diamankan.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke