--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 30 Juli 2002 15:30 UTC ** AKSI BUNUH DIRI DI YERUSALEM ** ASEAN BAHU-MEMBAHU PERANGI TEROR ** KORSEL PENUHI AJAKAN BERUNDING DENGAN KORUT ** TOPIK GEMA WARTA: SEBENARNYA SURVEY MENUNJUKKAN MILITER SEMAKIN KUAT ** TOPIK GEMA WARTA: BENARKAH THEYS ELUAY TEWAS KARENA SERANGAN JANTUNG? * AKSI BUNUH DIRI DI YERUSALEM Aksi peledakan bom bunuh diri di Yerusalem melukai empat warga Israel dan mewaskan sang pelaku sendiri. Pria pelaku ini meledakkan diri di sebuah kedai makan di pusat kota Yerusalem. Beberapa jam sebelumnya dua warga pemukiman Yahudi, dibunuh kelompok milisia Palestina di Tepi Barat Sungai Yordan. * ASEAN BAHU-MEMBAHU PERANGI TEROR ASEAN siap bahu-membahu memerangi terorisme. Wakil sepuluh negara ASEAN menandatangani kerjasama dalam konperensi di Brunei. Kerjasama berisikan saling tukar informasi mengenai organisasi teror, kerjasama kehakiman dan memperketat pengawasan perbatasan. Pekan ini juga Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Colin Powell akan hadiri di konferensi ASEAN di Brunei ini. Ia akan menekankan pentingnya kerjasama ASEAN dalam memberantas terorisme. * KORSEL PENUHI AJAKAN BERUNDING DENGAN KORUT Korea Selatan menyambut baik ajakan pemerintah Korea Utara untuk melanjutan kembali dialog. Dengan demikian Seoul menerima permintaan maaf Pyongyang yang dikirim lewat telegram pekan lalu. Dalam surat tersebut Korea Utara minta maaf atas insiden di Laut Kuning, akhir bulan lalu yang menewaskan empat angkatan laut Korea Selatan. Insiden ini sempat membekukan upaya rekonsiliasi dua Korea bersaudara ini. * MAHASISWA BANGLADESH PRAKARSAI MOGOK MASSAL Satu organisasi terbesar mahasiswa Bangladesh memprakarsai aksi mogok massal sehari. Mereka memprotes kekerasan polisi. Pekan silam polisi menggunakan kekerasan menggerebek mess masiswi Universitas Dhaka. Insiden ini memicu aksi demonstrasi mahasiswa yang diwarnai bentrokan. Sedikitnya 150 orang mahasiswa, dosen dan wartawan cedera. Pemerintah Bangladesh menutup universitas Dhaka sampai waktu yang tidak ditentukan. Aksi mogok ini melumpuhkan separoh kehidupan umum. Sekolah, Kantor Bursa, Bank dan pelabuhan Chittagong tutup. Kerusuhan ini terjadi bersamaan dengan kunjungan tiga hari Presiden Pakistan, Pervez Musharraf ke Bangladesh. Musharraf, meminta maaf kepada rakyat Bangladesh atas perang sengit tahun 1971. Perang ini berbuntut pemisahan Bangladesh dari Pakistan. * UPAYA PEMBOMAN TERHADAP PRESIDEN AFGANISTAN DIGAGALKAN Aparat keamanan Afganistan berhasil membatalkan upaya pemboman terhadap Presiden Hamid Karzai atau pejabat tinggi lainnya. Polisi menangkap dua pria yang mengendarai mobil penuh bahan peledak. Radio Afganistan melaporkan bahwa sasarannya adalah Presiden Hamid Karzai. Menurut pemerintah Kabul, pelaku berencana meledakan bom dari jarak jauh. Sementara itu kementrian dalam negeri Afganistan meyakini punya bukti hubungan antara pelaku dengan jaringan Al Qaeda. Sejak Wakil Presiden Haji Abdul Qadir terbunuh, awal bulan ini, penjagaan terhadap pejabat-pejabat tinggi Afganistan ditingkatkan. * KESALAHAN TEKNIS PENYEBAB KECELAKAAN PESAWAT RUSIA, AHAD Kecelakaan pesawat penumpang Rusia di Moskow Ahad silam disebabkan kerusakan stabilisator. Kerusakan ini menghambat kinerja sayap tinggal landas. Demikian kesimpulan tim penyidik setelah mempelajari kotak hitam. Pesawat Rusia ini jatuh di hutan Moskow beberasa saat setelah tinggal landas. Kecelakaan yang menewaskan 14 dari 16 awak kapal ini, terjadi ketika pesawat sedang mengadakan uji coba penerbangan tanpa mengangkut penumpang. * SAMBUTAN MERIAH GUATEMALA UNTUK SRI PAUS Masyarakat Guatemala City meliburkan diri untuk menyambut lawatan pemuka Katolik, Sri Paus Johannes Paulus II ke negara Amerika Tengah itu. Toko-toko tutup dan jalan-jalan dari bandara juga ditutup untuk memudahkan laju kendaraan Sri Paus menuju ibukota. Guatemala sangat menghormati pemuka Gereja Katolik Roma itu karena kunjungan pertama enam tahun silam ikut membantu mengakhiri 36 tahun perang saudara. Di Guatemala City, Paus antara lain akan menyatakan Pastor Pedro Betancourt, misionaris Spanyol abad 17, sebagai orang suci. Kunjungan di Guatemala ini merupakan bagian dari lawatan 11 hari di Amerika Latin. * 23 REMAJA KUBA MEMBELOT 23 warga Kuba yang mengunjungi Konperensi Remaja Katolik Dunia di Kanada tidak ingin kembali ke Kuba dan minta suaka. Demikian disampaikan pemimpin delegasi gereja Kuba yang mengirim 200 remaja. 23 orang remaja yang membelot tersebut dibantu oleh sanak saudara yang sudah bermukim di Amerika Serikat. Pada hari yang sama diumumkan pula bahwa mantan wakil menteri Kuba juga minta suaka di Amerika Serikat. * SEBENARNYA SURVEY MENUNJUKKAN MILITER SEMAKIN KUAT Survey yang dilakukan di Jakarta, Medan, Surabaya, Makassar dan Yogyakarta memfavoritkan Megawati Sukarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono menjadi pemimpin negara. Menurut Fachry Ali, pengamat politik yang turut mempelajari jajak pendapat ini, hasil tersebut tidak bisa menggambarkan keseluruhan peta politik Indonesia. Masuknya tokoh militer seperti Susilo Bambang Yudhoyono merupakan gambaran keinginan responden untuk memiliki pemimpin kuat yang ditopang oleh militer sebagai akibat ketidakstabilan politik. Namun ini bisa jadi sebuah agenda militer yang ingin kembali bermain di tingkat elit kekuasaan. Fachry Ali [FA] : Sebanyak 15,5% menyatakan memilih Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono, jadi pasangan Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono, lalu di bawah sedikit yakni 11,5% memilih Amien Rais dan Yusril Ihza Mahendra. Radio Nederland [RN] : Pak Fachry, jumlah respondennya berapa? FA : 4133, saya tahu, anda mau bertanya apakah ini mencerminkan pendapat umum. Menurut saya tidak, tidak semua mencerminkan pendapat umum. Karena itu tadi yang saya katakan bahwa responden dari polling ini berasal dari mereka yang relatif terdidik dengan tidak seorang pun diantara responden itu yang berasal dari kalangan bawah. Maksud saya ada petani tetapi hanya satu orang, di situ. Lalu kemudian ibu rumah tangga memang agak besar 21,4%, tetapi pelajar dan mahasiswa itu sampai 25% . Jadi mereka yang ditanyai atau yang menjadi responden dari polling ini pada dasarnya adalah the educated elite. Nah gagasan dari the educated elite ini belum tentu mencerminakan apa yang menjadi expectasi (harapan red.) masyarakat umum seperti petani, tukang-tukang becak, pedagang-pedagang kecil dan seterusnya. RN : Pak Fachry, di satu sisi kita kan tahun bahwa banyak orang akademisi di Jakarta yang sudah mulai meragukan Megawati. Nah bagaimana analisa anda? FA : Bahwa yang pentaskan di dalam surat-surat kabar di te-ve dan seterusnya itu, itu bukanlah sebuah realitas. Itu adalah opini-opini yang berkembang di tengah-tengah kaum intelektual yang menginginkan terjadinya perubahan politik, perubahan kekuasaan ke arah yang lebih baik dalam waktu yang lebih cepat. Nah mereka mungkin tidak merasa sabar dengan kepimpinan Megawati yang berjalan atau di dalam anggapan mereka, bekerja dengan lambat. Tetapi pada lapisan menengah ke bawah, saya kira sosok Megawati masih dianggap satu-satunya alternatif yang terbaik. Jadi the best among the worst, nah kalau kemudian kita lihat mereka justru memilih pasangan Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono, maka ada kemungkinan sebenarnya masyarakat pada menengah ke bawah itu jauh lebih memperhatikan stabilitas politik, jadi bukan persoalan ideologis. Mereka lebih mementingkan kalau misalnya ada militer yang ikut serta di dalam pemerintahan ini maka kemungkinan mereka untuk menjaga ketertiban dan keamanan serta stabilitas politik jauh lebih besar dibandingkan misalnya kalau pasangan itu semuanya sipil. Yang mungkin ya, saya harap pendapat saya ini salah, tetapi realitas politik terutama pada tingkat bawah itu tidak lagi mempersoalkan apakah ini akan demokrasi atau tidak demokrasi, tetapi yang penting adalah ada stabilitas. Dan karena ada stabilitas mungkin mereka akan mentoleransi munculnya seorang pemimpin yang kuat. RN : Pak Fachry, apakah ini bisa jadi sebuah setting dari militer, jadi situasi terus labil sehingga akhirnya rakyat Indonesia jemu, begitu ya dan akhirnya agenda lama dari pihak militer yang mengadakan ini? FA : Bisa saja, bisa seperti itu dan banyak sekali orang berpendapat seperti itu. Jadi secara logika kita bisa mengiyakan. Tetapi untuk membuktikannya ini satu persoalan tersendiri. Nah untuk rakyat yang hidup sehari-hari mereka sangat tergantung dari stabilitas itu maka kemungkinan besar mereka akan lebih baik menjual kebebasan mereka demi untuk mendapatkan keamanan. Apakah militer membuat design semacam itu, kita tidak tahu dengan pasti. Tetapi jelas bahwa militer secara politik lebih diuntungkan di dalam situasi yang semacam ini. Saya pernah menulis bahwa yang terjadi di Indonesia sekarang ini adalah konsolidasi elit, tetapi terjadinya fraction pada tingkat menengah. Jadi antara presiden, panglima ABRI, panglima Polri, lalu kemudian wakil presiden, lalu meungkin juga beberapa tokoh-tokoh partai itu mereka bisa membagi pandangan yang sama tentang stabilitas, tentang perlunya stabilitas, tentang perlunya kerjasama di antara mereka. Jelas ya sampai dengan saat ini kesan saya, yang memegang komando tetap elit di circle elite itu, itu ada presiden, ada wapres, ada pimpinan partai mungkin Golkar masuk di situ, lalu kemudian ada TNI dan Polri. Demikian pengamat politik Fachry Ali kepada Radio Nederland. * BENARKAH THEYS ELUAY TEWAS KARENA SERANGAN JANTUNG? Letkol Hartomo, tersangka dalam kasus pembunuhan pemimpin Papua, Theys Hiyo Eluay mengatakan dirinya dan anggota Kopassus tersangka lainnya tidak membunuh ketua dewan presidium dewan papua tersebut. Bekas Dansatgas Tribuana itu hanya memerintahkan anak buahnya untuk menanyai Theys soal Papua merdeka. Namun saat ditanya, Theys terkena serangan jantung dan langsung meninggal dunia. Radio Nederland menghubungi Ruhut Sitompul pengacara anggota satuan elit tempur Indonesia itu. Ruhut Sitompul [RS] : Jadi beliau (Letkol Hartomo red.) mengatakan bahwa "Saya sampaikan pada anak buah saya dalam hal ini wakil saya dan satgas Donny Hutabarat. Coba kamu tanyakan ke Pak Theys dia tetep enggak akan menyatakan proklamasinya kepada Papua tanggal 1 Desember 2001. Pada waktu itu wakil dan satgas menugaskan anak buahnya lagi untuk menanyakan itu". Nah itulah kejadian waktu setelah pesta pulang mengantar Pak Theys, anak buahnya dalam perjalanan menanya itu dengan gaya tentara, menanya dengan membentak kan itu. Semua mengetahui bahwa Pak Theys ada kelainan jantung. Nah beliau pada waktu itu langsung kaget dan tidak sadarkan diri. Ini laporan besoknya setelah beliau (Kol Hartomo red.) mendengar dari anak buahnya. Jadi ya mereka mengatakan :"Kami ya tidak ada menyakiti, kami tidak ada menyiksa tapi dengan bentakan omongan kami, karena dia sakit jantung ya dia meninggal, ya itu saja pak." Polisi pemeriksa menyatakan ada kelainan jantung dari Theys, jadi tidak ada hal lain ya. Radio Nederland [RN] : Tidak ada bekas cekikan? RS : Nggak ada. RN : Kemudian bagaimana dengan akan adanya tersangka baru? RS : Iya tersangka baru. Itulah yang melakukan di mobil itu. Itu yang akan ditahan sesegera mungkin. RN : Tersangka baru itu fungsinya apa? RS : Itulah anak buah anggota dari pada satgas itu. RN : Artinya dia akan ditangkap dengan tuduhan apa? RS : Iya melakukan, ya ceritanya ya oleh Polisi Militer ya mungkin akan disangkakan ya sebagai tersangka melakukan tindak pidana ya kepada Theys ya. Ya itu hak daripada Polisi Militer untuk menahan client saya melalui Ankum. Dalam hal ini atasan yang menghukum kalau ada ijin dari Danjenkopassus. Jadi Ankum juga mengijinkan untuk, kalau memang bener ada oknum dari anggota Kopassus yang bersalah, diproses secara hukum. Demikian Ruhut Sitompul pengacara tersangka pembunuh Theys Hiyo Eluay. Sementara itu Anum Siregar, pengacara Eluay melihat pernyataan tersebut sangat janggal. Kalau benar pemimpin Papua ini terkena serangan jantung, kenapa anggota Kopassus tidak segera memberi pertolongan medis. Ia menduga satgas Tribuana tidak sekedar bertanya, tetapi ada tindakan-tindakan lain sehingga Theys Eluay meninggal. Anum Siregar [AS] : Kita nggak boleh mereduksi, mengabaikan fakta-fakta yang lain. Fakta bahwa beliau sakit jantung, iya. Tetapi bahwa harus ada pembuktian dari medis sampai pada tingkat apa beliau akan terkena serangan jantung dan meninggal. Berikutnya adalah bahwa ada fakta jenazah ditemukan di daerah perbatasan. Nah siapa yang sampai meletakkan jenazah di situ, mobil di situ. Itu juga ada fakta yang harus diungkap kan?!. Tidak hanya memberi tempat pada satu fakta saja. Lah kalau kena serangan jantung kenapa tidak minta pertolongan ke medis atau cari pertolongan pertama yang dekat. Tetapi kenapa faktanya justeru Pak Theys punya jenazah ditemukan di daerah perbatasan. Pertanyaan seperti itu selalu saja diarahkan ke Pak Theys. Walaupun pada kondisi beliau kita tahu sakit jantung. Artinya bahwa kalau pertanyaan itu ditanyakan tanpa ada tekanan, tanpa ada tindakan-tindakan lain tentu tidak berakibat seperti kita menemukan jenazah Pak Theys. Artinya jawaban dengan fakta di lapangan itu kan tidak singkron. Iya kalau kaget dengan pertanyaan seperti itu, logikanya saya tidak percaya. Karena pertanyaan seperti itu, semua orang bertanya dengan Pak Theys, siapa saja. Wartawan juga bertanya dan beliau bisa mendengar pertanyaan seperti itu, lebih dari tiga kali sehari. RN : Kalau dibentak? AS : Beliau itu orang yang juga sering hadapi. Karena beliau adalah pimpinan suku. Artinya kondisi-kondisi seperti itu sering beliau hadapi. Artinya kalau sampai pada membentak itu nggak akan mungkin sampai mengakibatkan serangan jantung. Seperti saya katakan kecuali ada tindakan lain yang menyertainya, yang menyertai pertanyaa itu, bisa memungkinkan. Bahwa fakta beliau sakit jantung iya. Tetapi pertanyaan seperti itu langsung mengakibatkan serangan dan kematian saya tidak percaya. RN : Pengacara terdakwa (Kol. Hartomo red.) Pak Luhut Sitompul, juga mengatakan tidak ada bekas cekikan. Mana yang benar nih Ibu Anum karena setahu kami dulu pemeriksaan Kepolisian menyatakan ada bekas cekikan. AS : Ya pertama keterangan itu biarkan medis yang memberi keterangan. Kalau kita bukan profesi medis nggak usah dulu memberikan keterangan, jangan kasih opini, asumsi-asumsi yang justeru memperlambat proses hukum. Kita bicara di luar wilayah hukum. Yang kita sentuh malah di luar wilayah hukum. Jadi biar serahkan saja kepada hasil medis, nanti yang akan menjelaskan. Hasil visum yang akan menjelaskan seperti itu. Dan yang kedua bahwa itu kan soal cekik dan tidak itu, saya kira itu bisa juga ada fakta-fakta lain. Orang dicekik tapi tidak juga bisa kelihatan kan hasil cekikannya. Ada juga kan fakta yang seperti itu. RN : Menurut pengakuan Letkol Hartomo bahwa dirinya akrab sekali dengan Pak Theys Hiyo Eluay. Apakah ini betul juga? AS : Ya yang pasti bahwa beliau bertemu dengan Pak Theys tidaklah pertama kali. Beliau sering memang bertemu dengan Pak Theys dan hari Sabtu pagi Pak Hartomo sendiri yang ke rumah Pak Theys untuk mengundang, untuk acara sukuran malam. Artinya benar kalau Pak Hartomo mengatakan bahwa beliau dekat dengan Pak Theys, memang itu benar. Memang banyak orang dekat dengan Pak Theys. Orang berkepentingan kan untuk dekat dengan Pak Theys, semua orang. RN : Jadi kalau dilihat dari itu semua, kata Pak Hartomo, tidak mungkin dia membunuh Theys Hiyo Eluay. AS : Ya..kita lihat nanti di persidangan. Kita nggak usah lebih dulu membuat keputusan macam-macam ya. Saya kira nanti kita serahkan pada proses persidangan saja. Saya juga tidak mau mengomentari soal itu lebih dulu. Karena saya pengacara Pak Theys, jadi saya berpatokan pada proses hukum. Saya mau percaya proses itu dan menjujung tinggi proses itu, jadi nanti kita lihat saja di persidangan. RN : Apakah anda tidak melihat ini sebuah upaya pelecehan terhadap hukum dengan alasan yang dibuat oleh Letkol Hartomo bahwa Pak Theys dibunuh tapi kaget, lalu meninggal. Apakah ini kesannya tidak melecehkan? AS : Iya..saya kira semua orang boleh kan memberi pernyataan seperti itu. Tapi bahwa dari proses hukum tuh kan ada fakta yang harus dibuktikan dipersidangan. Ada keterangan saksi dan ada bukti lain yang harus diletakkan di persidangan. Orang bicara di luar itu silakan. Tapi nanti kita percaya pada bukti persidangan. Dan kalau anda bicara soal pelecehan hukum saya kira wah memang Pak Theys itu salah satu kasus saja. Kita melihat bahwa proses hukum itu diperlambat. Tetapi di Indonesia ini kan kita melihatr bahwa banyak sekali proses-proses hukum yang tidak dilakukan dengan mekanisme yang benar dan semestinya menurut aturan. RN : Pak Hartomo nampaknya berusaha menghindari tuntutan hukum dengan mengatakan bahwa dia hanya korban saja. Nah bagaimana anda menilai ini? AS : Kalau beliau mengatakan itu berarti, beliau juga harus membuktikan korban dari siapa. Iya kan, tidak berhenti disitu. Artinya kalau bicara proses hukum itu harus ada bukti yang jelas. Bahwa kalau dibilang "Saya korban" korban dari siapa. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
