---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Sabtu 03 Agustus 2002 12:50 UTC



** UNJUK RASA DI MPR/DPR MENUNTUT PEMBERLAKUKAN SHARIA

** MENLU AS AKHIRI LAWATAN ASIA DI FILIPINA

** AS HARUS TERBITKAN NAMA-NAMA TAHANAN SERANGAN 11 SEPTEMBER



* UNJUK RASA DI MPR/DPR MENUNTUT PEMBERLAKUKAN SHARIA

Sekitar lima ribu massa muslim menggelar aksi unjuk rasa damai di
muka gedung MPR/DPR RI di Jakarta. Mereka menghendaki penerapan
undang-undang islam atau sharia. Menurut pengamat rancangan
undang-undang islam yang diajukan dalam sidang tahunan MPR tidak akan
bisa gol. Kelompok penentang menyatakan bahwa artikel 29 UUD 45
menjamin kebebasan menganut  dan menjalankan agama masing-masing.
Hukuman sharia seperti rajam mendapat banyak tantangan. Sementara
pendukung sharia menyatakan bahwa penerapan hukum Islam diperlukan
untuk memberantas KKN dan menanggulangi krisis ekonomi di Indonesia.


* MENLU AS AKHIRI LAWATAN ASIA DI FILIPINA

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Colin Powell di Filipina bertemu
Presiden Gloria Arroyo. Agenda utama pertemuan adalah kerjasama
memberantas terorisme. Sejak beberapa bulan Amerika menempatkan
seribu orang penasihat militer ke Filipina Selatan membantu Filipinan
menumpas Abu Sayaf. Gerakan Abu Sayaf diyakini memiliki hubungan
dengan jaringan Al Qaeda. Di Manila ini Powell mengakhiri rangkaian
kunjungan ke enam negara Asia. Kemarin Menlu AS, Powell di Jakarta
menemui Presiden Megawati dan sejumlah menteri. Mereka membicarakan
kerjasama militer dan bantuan Amerika untuk memberantas terorisme.
Amerika menawarkan Jakarta bantuan 50 juta dolar untuk pemberantasan
terorisme.


* AS HARUS TERBITKAN NAMA-NAMA TAHANAN SERANGAN 11 SEPTEMBER

Pengadilan Amerika Serikat dalam 15 hari ini harus menyebutkan
nama-nama orang yang ditahan sehubungan dengan serangan 11 September.
Demikian putusan Pengadilan Fedral Amerika. Keputusan ini tidak
berlaku bagi 560 orang pejuang Al Qaeda dan Taliban yang ditahan di
markas militer Amerika di Teluk Guantanamo, Kuba. Markas itu berada
di luar wewenang undang-undang Amerika. Hakim Federal menyatakan
bahwa nama-nama tertuduh baru bisa dirahasiakan kalau memiliki
kesaksian penting dalam pemeriksaan. Kalau tidak, maka nama mereka
harus diumumkan. Sampai saat ini nama tertuduh serangan 11 September
yang sudah diumumkan adalah Zacarias Mussaui. Setelah didesak LSM
HAM.


* KORSEL DAN KORUT SIAPKAN PEMBICARAAN LANJUTAN

Delegasi Korea Selatan dan Utara mengadakan pertemuan Jum'at kemarin.
Mereka mempersiapkan pembicaraan tingkat menteri sebagai kelanjutan
upaya rekonsiliasi. Perundingan tingkat tinggi Korea Selatan dan
Utara terhenti sembilan bulan silam. Kedua Korea bersaudara ini
antara lain membicarakan kerjasama ekonomi, penyatuan kembali anggota
keluarga yang terpecah dan peletakan rel kereta api penghubung kedua
negara. Sebagai langkah awal Seoul kembali menawarkan bantuan pangan
tapi Pyongyang masih belum menanggapi tawaran itu.


* PRESIDEN CINA KE AMERIKA, OKTOBER

Presiden Cina, Jiang Zemin akan memenuhi undangan Presiden Amerika
Serikat, George Bush menghadiri jamuan di Texas, 25 Oktober
mendatang. Menurut Gedung Putih, kedua pemimpin akan membicarakan
pemberantasan terorisme dan menanggulangi penyebaran senjata nuklir.
Undangan Amerika Serikat ini dipandang sebagai dukungan bagi Presiden
Jiang menjelang kongres partai komunis Cina, akhir tahun ini. Selama
ini hubungan Cina dan AS tegang, karena Amerika mendukung Taiwan yang
oleh Cina dipandang propinsinya. Pendaratan darurat pesawat mata-mata
AS, tahun lalu di pulau Hainan Cina, juga memicu keetgangan. Presiden
Jiang dan Bush, terakhir bertemu Februari lalu di Beijing.


* PM ISRAEL, SHARON UNTUK PERTAMA KALI BICARA DENGAN PEJABAT
PALESTINA

Perdana Menteri Israel, Ariel Sharon akan mengadakan pertemuan dengan
dua pejabat Palestina. Inilah pertemuan pertama Sharon dengan wakil
Palestina, sejak ia menjabat PM Israel, satu setengah tahun lalu.
Demikian dilaporkan televisi Amerika, CNN. Pekan-pekan mendatang
Sharon akan bertemu dengan Menteri Baru Dalam Negeri Palestina, Abdel
al Razek Yehiyeh dan Menteri Keuangan, Salam Fayed. Agenda
pembicaraan, lokasi dan hari masih dirahasiakan.
Sementara itu angkatan bersenjata Israel, Jum'at kemarin mengakui
terjadinya kekeliruan dalam aksi pembunuhan pemimpin Hamas Salah
Shehada. Minggu lalu, rumah Shehada ditembaki roket Israel. Selain
pemimpin Hamas dan keluarganya, 11 orang lain yang berada di
sekitarnya juga terbunuh. Israel mengakui kesalahan, tetapi tetap
berdalih bahwa Shehada adalah seorang pemimpin penting, teroris.


* TURKI PERLUAS HAK KEBUDAYAAN KURDI

Parlemen Turki menerima undang-undang perluasan hak bagi warga
minoritas Kurdi melakukan kegiatan budaya. Mulai sekarang suku Kurdi
boleh punya stasion radio dan televisi dalam bahasa daerah sendiri.
Meskipun demikian pemerintah Turki tetap ingin mengontrol isi siaran.
Suku Kurdi juga diperkenankan memakai bahasa Kurdi sebagai pengantar
di sekolah khusus.
Jum'at kemarin parlemen Turki lewat debat alot, akhirnya setuju
menghapuskan hukuman mati. Hukuman mati akan dirubah menjadi penjara
seumur hidup. Sekalipun ditentang partai nasionalis MHP, namun
mayoritas tipis berhasil menghapuskan hukuman mati. Dengan
penghapuskan hukuman mati, maka Turki memenuhi salah satu persyaratan
penting untuk bisa menjadi anggota Uni Eropa.


* PEMBANGKANG ANGOLA, UNITA LETAKKAN SENJATA

Gerakan pembangkang Angola, UNITA resmi membubarkan sayap militernya
dan meletakkan senjata. Dengan demikian maka berakhir sudah 27 tahun
perang saudara di Angola yang menewaskan 500 ribu jiwa. Dalam upacara
peletakkan senjata di ibukota Luanda, Menteri Pertahanan, Kundi
Pahyama mengatakan bahwa Angola memasuki era baru. Mantan pemimpin
gerilya Abreu Kamorteiro dalam pidatonya berjanji bahwa Unita tidak
akan lagi mengangkat senjata. 5000 dari 85 ribu gerilyawan Unita
direkrut masuk Angkatan Bersenjata Angola. Sementara sisanya mendapat
bantuan pemerintah mencari pekerjaan. Proses damai di Angola mulai
lancar sejak pemimpin Unita, Jonas Savimbi terbunuh, Februari.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke