--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Rabu 21 Agustus 2002 13:50 UTC ** DELEGATOR PERJANJIAN DAMAI POSO PENDETA DAMANIK DITANGKAP ** LEDAKAN GUNCANG MOSKOW ** DI NEPAL SATU DESA TENGGELAM DITERJANG LUMPUR ** LAGI ENAM ORANG DICULIK DI FILIPINA ** ISRAEL MASUK KOTA KHAN YUNES ** DARURAT BANJIR DI PROPINSI HUNAN, CINA ** TOPIK GEMA WARTA: KINI GILIRAN MUHAMMADIYAH KECAM KEBIJKAKAN JAKARTA TERHADAP ACEH * DELEGATOR PERJANJIAN DAMAI POSO PENDETA DAMANIK DITANGKAP Salah seorang yang ikut dalam perjanjian damai Poso ditangkap kepolisian Indonesia. Pendeta Raynaldy Damanik salah seorang tokoh penting Gereja Kristen Sulawesi Tengah dibawa ke markas kepolisian Palu. Menurut kepolisian ia ditangkap karena kedapatan membawa senjata dan amunisi di dalam kendaraannya. Damanik adalah salah seorang tokoh agama di wilayah pertikaian Poso. Ia belakangan keluar dari keanggotaan delegasi damai Malino, karena kecewa pemerintah tidak mengambil sikap tegas untuk menangkap pelaku penyerangan penyebab konflik Poso. Ia juga mengkritisi pemerintah Jakarta, aparat militer dan kepolisian yang dianggap bertindak lambat dan membiarkan serangan terus menerus terjadi di desa Kristen. Pemerintah Jakarta dalam usahanya untuk mengatasi konflik berdarah Islam-Kristen yang telah memakan korban seribuan orang tewas itu akan kembali mempertemukan para pemimpin agama di Poso. Pertemuan itu akan digelar di Ibukota Sulawesi Tengah, Palu. Sementara itu di wilayah konflik lainnya di Indonesia, polisi Aceh menangkap seseorang yang diduga bertanggung jawab dalam peledakan pada peringatan kemerdekan Indonesia ke 57 di Banda Aceh. Khairul Jamil berusia 29 tahun ditangkap sementara tiga orang lainnya melarikan diri pada saat penyergapan. Di Jakarta juru bicara kepolisian mengumumkan penangkapan dua tersangka lain yang terlibat peledakan kawasan pecinan Jakarta, pusat perbelanjaan Mal Cijantung milik Kopassus dan pertokoan Atrium Senen. Ramli dan M. Nur ditangkap dalam operasi kepolisian Selasa kemarin. Selain itu polisi juga menyita sejumlah besar amunisi. * LEDAKAN GUNCANG MOSKOW Di Moskow ibukota Rusia sebuah ledakan hebat menghancurkan sebagian besar gedung apartemen. Sedikitnya diketahui empat orang tewas. Tim penolong takut korban jiwa akan terus bertambah hingga sekitar 20 orang, yang diperkirakan terkubur diantara reruntuhan. Penyebab ledakan belum diketahui, tetapi pihak yang berwajib mengatakan ledakan tersebut kemungkinan berasal dari kebocoran gas. Penghuni bangunan menduga itu merupakan hasil dari aksi teroris karena setelah ledakan terjadi mereka mencium bau bubuk mesiu. Tiga tahun lalu sedikitnya ratusan orang tewas dalam ledakan beruntun di Moskow dan kota sebelah selatan Volgodonsk. Pada waktu itu pembangkang Chechnya dituduh bertanggung jawab atas serangan. * DI NEPAL SATU DESA TENGGELAM DITERJANG LUMPUR Di Nepal timur sebuah longsoran lumpur besar menghancurkan keseluruhan satu desa. Menurut beberapa laporan sedikitnya 60 orang tewas dan lebih dari 40 rumah rata dengan tanah. Tim penolong langsung bergerak menuju tempat kejadian tragedi. Tanah longsor dan gempa bumi kerap terjadi selama musim hujan di Nepal. Lebih dari 400 orang tewas selama dua bulan terakhir akibat kondisi cuaca yang sangat buruk. * BAGHDAD: ABU NIDAL BUNUH DIRI Irak menyatakan pimpinan teroris Palestina Abu Nidal tewas bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri di bagian kepala. Menurut penguasa di Baghdad kejadian itu terjadi ketika dua agen rahasia baru saja tiba di tempat kediamannya untuk menangkap Nidal. Ia bertanya apakah dirinya diijinkan untuk mengganti pakaiannya, lalu pergi ke ruangan lain dan kemudian menembak dirinya sendiri. Ia dituduh tetap melakukan hubungan ilegal dengan Kuwait. Selasa kemarin, dalam harian berbahasa Arab Al-Sharq Al-Awsat melaporkan Abu Nidal yang berusia 65 tahun itu tewas di bunuh oleh agen rahasia Irak. Dua anggota dari gerakan Nidal juga dilaporkan terluka pada saat yang sama. * Enam orang diculik di pulau Filipina, Jolo. Keenam orang tersebut warga negara Filipina. Polisi menduga gerakan Islam Abu Sayyaf bertanggung jawab atas aksi itu. Ini merupakan penculikan pertama di Filipina sejak operasi militer AS melawan gerakan pembangkang tersebut berakhir bulan lalu. Pemerintah AS memperkirakan Abu Sayyaf terkait dengan jaringan teroris Al-Qaeda. Pada awal tahun ini AS mengirim pasukan dan penasehat militernya ke Filipina untuk membantu tentara Manila melawan Abu Sayyaf. * Tentara Israel memasuki kota Khan Yunes di Jalur Gaza dengan sekitar dua puluh tank dan kendaraan tempur lainnya. Helikopter bersenjata juga digunakan dalam aksi ini. Sedikitnya satu orang Palestina tewas enam lainnya terluka. Beberapa rumah hancur karena dianggap memberikan perlindungan kepada penembak Palestina. Aksi Selasa malam ini sebagai balasan kematian perajurit Israel yang tewas akibat penembak tepat Palestina. Gerakan Islam Hamas mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. * Penguasa Cina telah mengumumkan kondisi darurat di propinsi Hunan Cina tengah. Jutaan orang terancam akibat naiknya ketinggian muka air di salah satu danau terbesar Cina, Dongting. Pengumuman keadaan darurat itu berarti penguasa dapat mengerahkan sejumlah besar warga untuk memperkuat tanggul. Penduduk lokal juga bisa dievakuasi lebih cepat. Sebagian besar sungai bermuara ke danau Dongting termasuk sungai yang sudah mulai meluap Yangtze. Lebih dari 4000 orang tewas akbiat banjir empat tahun lalu. * Normal;heading 1;heading 2; TOPIK GEMA WARTA: PENINGKATAN PAJAK, APA MANFAATNYA BAGI PARA PEMBAYARNYA PENINGKATAN PAJAK, APA MANFAATNYA BAGI PARA PEMBAYARNYA Intro: Di jaman Orde Baru dulu, penerimaan negara hanya dibuat bertumpu pada bantuan asing. Inilah salah satu sebab rontoknya perekonomian Indonesia, karena perekonomian yang baik selalu didasarkan pada pajak. Sekarang pemerintahan Megawati berupaya meningkatkan pajak. Langkah yang memang bisa diterima, tetapi apakah Megawati tidak mewarisi salah langkah Soeharto? Bersiaplah dengan pengeluaran Anda tahun depan. Harga bahan bakar minyak BBM kemungkinan akan naik dua kali lipat. Ini karena pemerintah berencana mengurangi subsidi BBM hampir 50 persen, mulai tahun depan. Niat pemerintah mengurangi subsidi BBM secara drastis itu dikemukakan Presiden Megawati Soekarnoputri saat menyampaikan nota keuangan dan Rancangan Anggaran Negara tahun 2003, di DPR, akhir pekan lalu. Megawati: Beban anggaran untuk sunsidi tahun 2003 diperkirakan sebesar 25,3 trilyun rupiah. Menurun sekitar 39 persen dari beban subsidi yang dianggarkan kepada APBN 2002. Penurunan tersebut dimungkinakan karena berkurangnya subsidi BBM menjadi 13,6 trilyun rupiah. Jika dibandingkan dengan subsidi BBM dibandingkan pada April 2002 yang besarnya 30,4 trilyun rupiah. Selain itu, masyarakat juga tetap dihadapkan pada kenaikan tarif listrik sebesar enam persen tiap bulannya. Lalu pemerintah juga akan meningkatkan pemasukan negara melalui pajak. Pajak, akan dijadikan primadona untuk meningkatkan pemasukan negara. Tak tangung-tanggung, target penerimaan pajak tahun depan mencapai Rp. 260,8 triliun atau naik 18,7 persen dari tahun lalu. Rancangan anggaran pemerintah tersebut, sepintas terkesan begitu optimis. Pertumbuhan ekonomi tahun depan pun dipatok pada angka 5 persen. Namun, di mata pengamat ekonomi dari INDEF, Drajat Wibowo, pemerintah sedang berusaha mengorbankan keadilan masyarakat. Drajat Wibowo mengatakan, pemerintah tengah menghidupkan prinsip dry economics atau prinsip ekonomi yang hanya memfokuskan pada indikator-indikator ekonomi murni. Prinsip ini hanya mementingkan angka-angka mati, dengan mengabaikan beban yang ditanggung masyarakat. Tujuan yang ingin dicapai pemerintah adalah untuk menekan angka defisit anggaran serendah mungkin. Sementara beban berat yang harus ditanggung rakyat atas kebijakan tersebut tidak diperhitungkan dengan baik. Drajat Wibowo: Kemudian yang kedua, untuk menurunkan hal itu pajak dinaikan. Dan yang ketiga pembayaran utang diamankan. Nah ini semuanya ini agenda-agenda dry ekonomi. Kalau agenda ini diteruskan resikonya terhadap konflik sosial diantara masyarakat akan cukup besar. salah satu contohnya saja privatisasi. Pemerintah menarik income naik dua kali lipat jadi delapan trilyun.Nah kemarin kitamencoba memprivatisasi semen padang saja sudah konfliknya sedemikian luar biasa. Dengan prinsip ekonomi seperti itu, Drajat Wibowo menilai, pemerintah hanya mementingkan keselamatan pada masa sekarang, dengan membebankan semuanya pada masyarakat. Beban terberat berupa peningkatan pajak serta pengurangan subsidi. Sementara itu, Ketua Panitia Anggaran DPR, Abdullah Zaini justru menilai keinginan pemerintah meningkatkan pajak sesuai dengan harapan Panitia Anggaran DPR. Zaini mengatakan, dengan porsi penerimaan pajak apbn sebesar 13,3 persen, Indonesia masih berada pada tingkat paling rendah, hanya di lingkungan negara-negara di ASEAN. Abdullah Zainie:Ya 13,3 persen dari GDP itu jelas terlalu rendah. Kita index ratio itu 13,3 persen itu sudah tidak ada lagi di negara ASEAN ini. Negara ASEAN rata-rata sudah 18 sampai 20 persen. Kita masih berada di 13 persen saja. dari dulu juga 13 persen. Nah kita minta sekarang ke 14 persen. Tentu ada measure ya. Zaini mengatakan, apakah RAPBN 2003 dianggap membebani rakyat atau tidak, itu nanti akan dibahas Panitia Anggaran DPR dengan pemerintah. Rasio penerimaan pajak Indonesia memang tergolong rendah, makanya perlu ditingkatkan. Namun alih-alih untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, hampir separuh dari total penerimaan pajak, ternyata dihabiskan untuk membayar utang, baik dalam mau pun luar negeri. Banyak wajib pajak seperti Wahyu Widati, warga Jakarta Timur mempertanyakan kegunaan membayar pajak. Karena selama ini dia merasa tak pernah mencicipi haknya sebagai wajib pajak. Wahyu Widati: Sebetulnya kita-kita ini pertanyakan gitu kalu pajak itu sudah masuk banyak begitu terus gimana reealisasinya. Saya nggak melihat manfaatnya yang bisa dinikmati konsumen, gitu. Katakanlah yang paling simpel, coba jalan ke Pasar Baru, mana ada toilet umum. Trotoar juga semakin nggak ada, kapakai untuk macam-macamlah, untuk taman, untuk jualan. Wahyu mengatakan idealnya pajak yang dibayarkan kepada pemerintah dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Seperti penambahan fasilitas publik, subsidi bagi rakyat miskin dalam bentuk listrik murah, atau jaminan sosial. Orang bijak bayar pajak. Itulah slogan yang selalu dikumandangkan Direktorat Jendral Pajak. Namun masyarakat belum mendapat apa yang menjadi haknya. Dana pajak sebagian besar digunakan untuk membayar utang-utang negara. Kalau begini, dengan prinsip menggenjot penerimaan pajak dan mengurangi subsidi itu, maka yang diuntungkan jelas bukan masyarakat kecil. Melainkan kelompok negara pengutang. IMF, CGI mau pun sektor perbankan juga diuntungkan karena mendapat bunga obligasi rekap. Tidaklah mengherankan kalau orang terus bertanya-tanya soal kenaikan pajak itu. Tim Liputan 68H Jakarta melaporkan untuk Radio Nederland di Hilversum * KINI GILIRAN MUHAMMADIYAH KECAM KEBIJKAKAN JAKARTA TERHADAP ACEH Intro: Rencana pemerintah untuk menerapkan keadaan darurat di Aceh makin banyak menghadapi kecaman. Kalau pekan silam kecaman itu datang dari luar negeri, terutama Amerika Serikat, maka sekarang kecaman dari dalam negeri sendiri mulai membesar. Yang menarik adalah kecaman yang dilontarkan oleh Muhammadiyah, organisasi Islam kedua Indonesia. Megawati nampaknya harus memperhitungkan kecaman Muhammadiyah, dan lebih dari itu berpikir lebih jauh untuk membentuk wawasannya mengenai Indonesia di masa depan. Koresponden Syahrir mengirim laporan berikut dari Jakarta: Perlukah peningkatan pendekatan represif di Aceh? Pejabat-pejabat tinggi Amerika Serikat yang baru-baru ini mengunjungi Jakarta, di antaranya Menlu Colin Powell telah mendesak pemerintahan Megawati agar lebih berhati-hati dalam menangani Aceh dan tidak membiarkan terjadinya pelanggaran berat hak-hak azasi manusia di wilayah tersebut. Pada pokoknya mereka meminta jangan ada eskalasi kekerasan di Aceh. Hal ini mengingat pemerintahan George W. Bush, khususnya militer Amerika ingin memperbaiki hubungannya dengan militer Indonesia. Washington tahu bahwa kalau ada eskalasi militer di Aceh maka ini akan memancing perhatian pihak luar ke Aceh. Padahal sesungguhnya TNI sudah mau melakukan eskalasi kekrasannya saat ini. Dengan latarbelakang ini perlu dilihat mengapa Jakarta menunda rencana operasi militer besar-besarannya di Aceh sampai bulan Desember. Pemerintahan Megawati jelas tidaklah begitu mempedulikan soal persatuan nasional atau persatuan Indonesia yang diperjuangkan para bapak bangsa pada awal revollusi nasional. Kebijakan pemerintah yang baru mengenai Aceh sementara itu telah memancing kritik dari kalangan dalam maupun luar negeri. Kalangan pimpinan Muhamadiah misalnya berpendapat bahwa masalah Aceh tidak akan terselesaikan. Syafii Maarif, Ketua Umum PP Muhamadiyah, organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia mengatakan, penambahan tekanan militer secara terus menerus, tanpa solusi yang menyeluruh merupakan kesalahan yang besar. Ini hanya akan membuat situasinya bertambah buruk dan bahkan mebuka jalan bagi disintegrasi bangsa. Bila wilaayah Aceh sampai dibom sebagaimana direncanakan TNI, maka Indonesia akan menjadi bagian dari sejarah, katanya kepada pers. Senen lalu, pemerintahan Megawati atas desakan pemerintahan Amerika Serikat telah memberi ultimatum kepada GAM agar menerima pemerintahan Nanggroe Aceh Darusalam selambat-lambatnya bulan Desember mendatang. Sedangkan GAM hanya mau menerima pemerintahan otonomi ini sebagai awal dari suatu proses menuju kemerdekaan penuh wilayah Aceh. Pihak Muhamadiyah, sementara itu menginginkan pemerintahan Jakarta mengadakan pengadilan HAM untuk mengadili semua pihak yang melakukan pelanggaran HAM di Aceh selama ini.Baik dari kalangan TNI, polisi maupun HAM. Tetapi situasi obbyektif menunjukkan bahwa kekutan-kekuatan lama di TNI dan Polri masih sangat kuat sehingga harapan pihak Muhamadiyah dan mayoritas rakyat Aceh tidak akan didengar oleh pemerintah dan elit politik di Jakarta. Pengadilan HAM yang menyangkut kasus Semanggi dan bahkan Peristiwa 27 Juli saja belum terlaksana. Itu yang diibukota. Apalagi yang di daerah-daerah yang jauh dari pusat kekuasaan,ujar seorang pengamat politik di Jakarta. Seorang pengamat politik dari Australia, Max Lane, sebelum meninggalkan Jakarta minggu ini, menyatakan kekuatirannya akan terjadinya perang Indonesia lawan Aceh. Max Lane: Kalau memang ada eskalasi perang di Aceh, saya kira ini akan menjadi sebuah kanker di tubuh negeri Indonesia ini. Karena selama ini persatuan Indonesia berada berdasarkan persatuan dengan kesukarelaan diantara semua bangsa dan etnis daerah Indonesia. Kalau trejadi paksaan besar terhadap sebuah rakyat di seluruh Aceh, saya kira memang prinsip kesukarelaan bersatu dengan sukarela itu, betul-betul akan terlanggar. Sementara ini paksaannya memang cukup dahsyat. Tapi kalau dibikin lebih dahsyat lagi, sekarang keadaannya sekitar enam hingga sepuluh orang Aceh meninggal akibat perang itu. Kalau itu menjadi lebih lagi, saya kira kita akan melihat perang penuh diantara Indonesia dan Aceh. Dan itu akan memperwarnai Indonesia melawan Aceh, bukan pemerintah pusat melawan daerah tapi Indonesia melawan satu negeri Aceh. Itu bisa menjadi racun bagi seluruh tubuh Indonesia karena pemerintah Indonesia akan berusaha meng-agitasikan rakyat Indonesia lainnya untuk benci pada Aceh. Sebuah pemerintah akan harus melakukan itu untuk mendapat dukungang buat perangnya. Dan kalau sudah mengedarkan racun itu, racun kebencian terhadap salah satu di dalam persatuan bangsa-bangsa Indonesia, itu memang bisa jadi racun ke seluruh tubuh, menyakiti seluruh tubuh negeri Indonesia. Apa perbedaan perlawanan rakyat Aceh dibandingkan dengan pemberontakan daerah-daerah di Sumatera dan Sulawesi di tahun-tahun limapuluhan? Tahun 1958 misalnya Angkatan Udara dan Angkatan Laut R.I. pernah membom kota Manado untuk menumpas pemberontakan rakyat dan tentara di sana.Tetapi ketika itu semangat Permesta mau pun PRRI atau Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia masih mengidam-idamkan suatu Republik Indonesia yang tidak fasistis dan bebas dari komunisme. Bahkan menjelang pembentukan Republik Persatuan Indonesia di tahun 1960 di Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih ada perayaan HUT Proklamasi RI yang dirayakan bersama antara ribuan tentara Permesta dan utusan-utusan Darul Islam serta Pasukan Sabillilah dari Sulawesi Selatan. Orang-orang daerah yang memperjuangkan otonomi daerah saat itu masih kuat dalam keyakinan mereka pada Republik Indonesia. Tetapi sekarang ini momentum untuk mempertahankan revolusi nasional Indonesia sudah luntur samasekali. Sudah dipukul mundur oleh rejim Orde Baru. Sekarang pemberontakan yang terjadi di daerah seperti di Aceh terjadi pada saat momentum revolusi nasional sudah berhenti. Hampir setiap hari bisa dibaca di koran adanya keinginan suatu kota atau kecamatan yang minta diakui statusnya sebagai kabupaten. Atau suatu kabupaten minta untuk diakui sebagai provinsi. Jadi rasa menjadi satu dalam membangun negerinya ke masa depan sudah luntur. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
