---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 20 Agustus 2002 14:00 UTC



** KEJAKSAAN INDONESIA TETAP KUKUH TIDAK GANTI JAKSA HAM TIMTIM

** KOMISARIS TINGGI HAM PBB KUNJUNGI CINA

** KETUA KONGRES NASIONAL CINA KUNJUNGI INDONESIA

** TOPIK GEMA WARTA: KEJAKSAAN DINILAI SENGAJA MEMBUAT RINGAN TUDUHAN
DALAM KASUS PELANGGARAN HAM TIMOR TIMUR

** TOPIK GEMA WARTA: MASALAH PRIBUMI DAN NON PRIBUMI TERUS MERUPAKAN
PROBLEM



* KEJAKSAAN INDONESIA TETAP KUKUH TIDAK GANTI JAKSA HAM TIMTIM

Sekalipun AS telah menyatakan kekecewaannya dengan penuntutan dalam
kasus HAM Timor Timur, pihak kejaksaan Indonesia tidak akan mengganti
para jaksa yang melakukan tugas tersebut. Juru bicara Kejaksaan Agung
Barman Zahir mengatakan kewenangan penuntutan ada pada kejaksaan
Indonesia, sehingga mereka tidak terpengaruh oleh permintaan Amertika
Serikat. Ia juga menegaskan pihaknya tetap akan melakukan upaya hukum
kasasi. Zahir menegaskan pihaknya telah membuat dakwaan yang tegas
dan jelas. Sebelumnya AS melalui juru bicara kementrian luar negeri,
Philip Reeker menyatakan kekecewaannya atas proses penuntutan para
pelanggar HAM Timtim. Reeker mengatakan kejaksaan Indonesia harus
melipatgandakan lagi usahanya dalam menuntut. Sikap kekecewaan ini
juga datang dari komisaris tinggi HAM PBB, Mary Robinson dan juga
Australia melalui menteri luar negeri Alexander Downer. Peradilan
Adhoc Ham di Jakarta memberika keputusan tiga tahun bagi gubernur
Timtim terakhir dan keputusan bebas bagi kepala polisi saat itu.


* KOMISARIS TINGGI HAM PBB KUNJUNGI CINA

Komisaris tinggi HAM PBB Mary Robinson mengunjungi Cina sebagai
kunjungan resmi terakhirnya. Ia di sana mengungkapkan keprihatinannya
tentang situasi HAM di negara tersebut. Menurut Robinson, Cina
membuat sedikit kemajuan dalam beberapa tahun belakangan ini tetapi
kelompok minoritas masih sering dalam tekanan. Ia mengatakan budaya
Tibet masih dalam ancaman kepunahan dan kaum muslim Uighur yang hidup
di Cina barat daya menderita perlakuan keras sejak peristiwa 11
September di AS. Komisaris tinggi juga menyebutkan pihaknya kecewa
dengan hukuman mati yang tetap diberlakukan, kelompok oposisi masih
sering menagalami pemenjaraan dan kebebasan berekspresi masih
tertekan. Robinson berkata perubahan sosial dan politik mendasar
diperlukan untuk memperbaiki keadaan. Robinson akan mengakhiri
jabatannya bulan depan dan digantikan oleh Sergio Vieria de Mello
dari Brasil.


* KETUA KONGRES NASIONAL CINA KUNJUNGI INDONESIA

Ketua DPRnya Cina Li Peng akan mengunjungi Indonesia bulan mendatang.
Kabar kedatangan itu muncul kurang dari sepekan setelah Beijing
protes kepada Jakarta yang mengijinkan kunjungan wakil presiden
Taiwan Annette Lu. Li Peng mengadakan kunjungan resmi dalam
kapasitasnya sebagai ketua umum kongres nasional Cina. Li akan
berkunjung ke Jakarta dan Jawa timur, secara khusus akan mengunjungi
Surabaya. Sebelumnya Beijing melakukan protes berat atas kunjungan
Annette Lu ke Indonesia. Lu sendiri waktu itu sempat terkatung-katung
di Bali sebelum akhirnya bisa masuk ke Jakarta. Dalam kunjungannya,
Wakil Presiden Taiwan itu menawarkan membeli jutaan ton LNG dari
Indonesia dengan nilai total 11 koma delapan juta dolar AS. Indonesia
dalam pandangannya menganut politik satu Cina dan tidak mengakui
keberadaan Taiwan terlepas dari Cina.


* PRESIDEN KOREA UTARA MULAI KUNJUNGAN DI RUSIA TIMUR

Presiden Korea Utara Kim Jong-Il memulai kunjungan tidak resminya ke
Rusia Timur. Presiden Kim dijadwalkan mengunjungi beberapa fasilitas
produksi angkatan laut dan udara. Ia juga berencana untuk menjajaki
kemungkinan kerjasama  ekonomi antara Korea Utara dan Rusia Timur. Ia
akan mengadakan pembicaraan dengan rekan sejawatnya presiden Rusia
Vladimir Putin akhir minggu ini.


* SEPARATIS TEMBAK MATI 20 TENTARA DI INDIA

Kelompok pemberontak separatis di negara bagian India, Tripura
menembak mati 20 tentara dan melukai empat lainnya. Serangan itu
terjadi di 65 kilometer tenggara ibukota Agartala. Para pemberontak
dalam serangannya menyita senjata dalam jumlah besar. Kelompok
separatis yang berasal dari gerakan pembebasan nasional Tripura telah
berperang untuk kemerdekaan selama 20 tahun. Lebih dari 10 ribu orang
telah tewas selama perang tersebut.


* TELEVISI AS LAPORKAN BUSH BATAL SERANG IRAK

Beberapa stasiun televisi Amerika Serikat menayangkan berita yang
menyebut Presiden Amerika Serikat George W. Bush membatalkan operasi
militer rahasia terhadap Irak akhir pekan lalu. CIA dan Pentagon
melaporkan indikasi kelompok teroris di Irak Utara melakukan ujicoba
laboratorium gas beracun. Namun tidak ada bukti pemerintah Saddam
Hussein mengetahui percobaan itu mengingat wilayah Irak Utara
dikuasai oleh faksi Kurdi. Salah satu dari mereka diduga mengijinkan
kelompok teror Arab yang berhubungan dengan Al-Qaeda membuat
laboratorium di wilayah itu. Presiden Bush menolak ide operasi
militer karena bisa menyebabkan kecaman dunia internasional.


* DEWAN KEAMANAN PBB TIDAK PERTIMBANGKAN PROPOSAL IRAK

Juru bicara dewan keamanan PBB mengumumkan tidak mempertimbangkan
proposal Irak untuk mengadakan lagi inspeksi senjata. Menteri luar
negeri Irak Naji Sabri belakangan ini mengundang PBB untuk
membicarakan inspeksi. Ia menambahkan penawaran itu dengan melakukan
dialog tentang apa saja. Sebelumnya, Sekjend PBB Kofi Annan
mengatakan inspektur senjata harusnya diijinkan kembali untuk
melakukan dialog. Resolusi Dewan Keamanan PBB tahun 1999 mengatakan
inspektur senjata perlu untuk kembali ke Irak untuk mencari tahu
perkembangan selanjutnya setelah dilakukan inspeksi di tahun 1998.


* EMPAT IMIGRAN GELAP TEWAS DI  SPANYOL UTARA

Polisi di Spanyol Utara menemukan empat jasad imigran ilegal Afrika
Utara di belakang sebuah gerbong. Gerbong kereta itu sedang dalam
perjalanan dari Maroko ke Perancis. Jasad keempat orang tersebut
diidentifikasi sebagai pria Maroko berusia antara 23 hingga 26 tahun.
Pihak berwajib sedang melakukan penyeldikan sebab kematian.


* WARGA JERMAN UTARA SIAP DIEVAKUASI

Warga di Jerman Utara sedang bersiap-siap untuk dievakuasi menyusul
ketinggian muka air di sungai Elbe meningkat terus. Ribuan orang di
Saxony bawah dan Schleswig-Holstein sedang mempersiapkan diri untuk
mencari tempat yang lebih selamat. Situasi di selatan Saxony Anhalt
masih dalam tahap krisis. Sekitar 40 ribu orang telah dievakuasi dari
wilayah dekat Wittenberg. Tentara dan pemadam kebakaran bekerja siang
malam untuk membuat tangul-tanggul di beberapa tempat di Jerman.
Sementara itu polisi di utara Ceko memulai penyelidikannya tentang
pabrik kimia Spolana. Ada dua tumpahan kimia dari pabrik pada pekan
lalu. Pabrik tersebut sebagian besar terendam air. Penguasa Jerman
sangat khawatir tentang kemungkinan kontaminasi sungai Elbe. Banjir
di Eropa sebabkan kerusakan tak terkira di seluruh penjuru Eropa dan
hampir 100 orang tewas karenanya.


* KEJAKSAAN DINILAI SENGAJA MEMBUAT RINGAN TUDUHAN DALAM KASUS
PELANGGARAN HAM TIMOR TIMUR

Pemerintah Amerika Serikat mengecam pihak kejaksaan pengadilan Ad Hoc
HAM Timor Timur yang dinilai tidak benar-benar menggunakan sumberdaya
dan bukti yang dihimpun oleh PBB. Jurubicara kejaksaan agung Barman
Zahir pada gilirannya menolak kritik Amerika ini. Menurutnya pihak
kejaksaan sudah menggunakan semua bukti yang ada dan yang harus
dikritik bukan hanya pihaknya tetapi juga para hakim Pengadilan Ad
Hoc HAM Timor Timur. Sejak dari awal, sebetulnya kalangan aktivis
hak-hak asasi manusia Indonesia sudah melihat banyak ketidakberesan
pada cara kerja kejaksaan. Lalu bagaimana untuk bisa membangun kasus
dakwaan yang kokoh? Kami menelpon, Johnson Panjaitan, aktivis HAM
dari PBHI di Jakarta:

Johnson Panjaitan [JP]: Yang pertama saya kira kita harus membangun
kekuatan-kekuatan di masyarakat secara berimbang. Jangan seperti yang
terjadi pada kasus peradilan HAM ini, bantuan dari banyak negara
terutama dari Amerika lebih ke pemerintah. Padahal isyu mengenai
pelanggaran HAM kan awalnya diangkat oleh LSM-LSM. Akibatnya
pelatihan-pelatiahan maupun bantuan-bantuan yang diberikan kepada
pemerintah menyebabkan pemerintah begitu sangat kuat, pintar,
kemudian ia membohongi LSM yang seharusnya melakukan fungsi kontrol
terhadap kasus-kasus tersebut. Itu kan yang terjadi dalam kasus
peradilan HAM Adhoc.

Nah yang kedua ini yang menyangkut soal teknis saya kira. Jadi
penting juga dibangun di luar sektor negara orang-orang yang ahli di
bidang litigasi HAM ini. Supaya pengkritisan terhadap apa-apa yang
dilakukan Kejaksaan Agung, oleh pemerintah mapupun oleh pengadilan
bisa dikritisi secara obyektif sesuai denagn teknis dan standard
internasional.

Yang ketiga ini menyangkut pengorganisasian masyarakat. Saya kira
kita tidak bisa hanya mengandalkan politikal will dan memberikan
mandat blangko pemerintahnIndonesia seolah-olah dia melulu bisa
seacra obyektif bisa mengadili kasus-kasus pelanggaran HAM di dalam
negeri. Saya kira di sini tanggung jawab PBB menjadi sangat penting,
terutam menghubungkan Indonesia dengan Timor Timur karena bnayak
sekali problem teknis misalnya soal saksi dan pembuktian yang
memerlukan hubungan yang baik antara Indonesia dan Timor Timur.

Radio Nederland [RN]: Jadi nampaknya bagi anda ini masalahnya tidak
hanya teknis litigasi Yuridis tapi juga masalah politik bahkan
poklitik luar negeri. Tapi pertama-tama dari segi praktis litigasi
yuridis. Ini nampaknya pihak kejaksaan sendiri tidak terlalumampu
begitu ya mebuat kasus yang bagus. Kalau soal peradilan HAM semacam
ini.

JP: Justru yang terjadi sebaliknya sebenarnya. Saya melihat justru
kejaksaan mengerti konsepnya, karena itu karena kepintarannya ia
membonsai dan memperlemah kasusnya. Kenapa saya bilang begitu, dari
segi penglaman litigasi sebenarnya jaksa-jaksa yang diajukan itu
adalah jaksa-jaksa yang bersidang akan tetapi waktu dinamika
persidangan lebih banyak diam dan pasif begitu ya. Memang saya akui
mereka tidak memiliki track record soal human right, tetapi dengan
mengeluarkan pandangan-pandngan yang tidak mengarah ke pembuktian
saya kira posisi dia dan posisi pengacara kelhitan sama. Tetapi kok
kenapa pengacaranya terlihat pintar, padahal kalau untuk kasus-kasus
menagdili para aktifis kedua-duanya sama-sama pintar begitu lho. Jadi
ini menyalahgunakan kepintaran yang dimiliki untuk membohongi saya
kira dan emmeprlemah perkara.

RN: Jadi menurut anda ada unsur kesengajaan di situ.

JP: Ya ada unsur kesengajaan yang terorganisir dan ini sebuah
keputusan politik tingkat polkam menurut saya.

RN: Dan bagi anda jalan keluar dari masalah ini adalah masalah ini
jangan dimonopolisir oleh negara tetapi juga pihak diluar negara
mendapat kesempatan untuk membuat litigasi atau memiliki ketrampilan
litigasi untuk membuat litigasi yang bagus begitu ya.

JP: Ya termasuk dari kontrol PBB karena ini kan termasuk persolanan
internasional, persoalan universal begitu ya. Mungkin PBB karena
terlampau berjarak dan terlampau lambat begitu ya, bisa mengirimkan
orang dan dibantu oleh jaraingan-jaraingan di nasional yang ikut
membantu memberdayakan supaya kontrolnya jadi lebih dekat. Kritis dan
teknis, begitu lho! jangan tertutup seperti sekarang ini.

RN: Maksudnya apakah selama ini PBB tidak menjalankan kontrolnya.

JP: Sama sekali tidak! Ia bahkan menyerahkan begitu saja
bantuan-bantuan itu dia pikir seoalh-olah dilakukan secara baik.
Akibatnya pada tingkat tertentu kan LSM-LSM ini tidak bisa lagi
mengkontrol bahkan mengakses informasi samapi sejauh mana kasus ini
berkembangnya, berkas-berkasnya, bagaimana proses pembuktiannya juga
kita tidak ketahui.

RN: Kalau begitu PBB sebenarnya tidak pantas mengkritik Indonesia,
karena mereka sendiri tidak mengadakan kntrol nih.

JP: Ya saya melihat ada semacam lepas tanggung jawab dari PBB, karena
mislanya baik di Timtim sejak bulan Oktober 2001, panel untuk
penyelesaian kasus peklanggaran HAM juga sudah tidak jalan. Di
Indonesia jalan tapi kayak begini hasilnya. Jadi PBB ini bertanggung
jawab terutama Amerika yang memberikan kontribusi banyak buat teknis
peradilan HAM ini.

RN: Dan kita mendengar kementrian luar negeri AS mengkritik ini ya.

JP: Ya kalau soal mengkritik mereka jago! dengan mereka mengkritik
kan sebenarnya seolah-olah diluar. Padahal mereka sebenarnya bagian
dari itu dan memiliki kontribusi kan.

Demikian Johnson Panjaitan dari PBHI.


* MASALAH PRIBUMI DAN NON PRIBUMI TERUS MERUPAKAN PROBLEM

Intro: Masalah pribumi dan non-pribumi ternyata belum benar-benar
bisa dituntaskan oleh MPR. Mungkin salah satu sebabnya, seperti
berikut dilaporkan oleh koresponden Syahrir dari Jakarta, adalah
karena jarang di antara para anggota MPR yang terhormat itu
mengusulkan kata pribumi dan non pribumi yang benar-benar turun ke
bawah.

Untuk kesekian kalinya persoalan pribumi dan non-pribumi kembali
mengemuka dalam pembahasan konstitusi Republik Indonesia. Pandangan
ini sebelumnya pernah muncul dalam rapat Badan Penyelidik Usaha-Usaha
Kemerdekaan Indonesia. Oleh sebagian besar bapak bangsa disepakati
bahwa sesorang adalah warga negara Indonesia karena lahir dan besar
di Indonesia (ius sanguinis). Sasaran penyebutan warga non-pribumi
biasanya adalah etnis Cina. Bukan etnis Arab atau India yang juga
memiliki komunitas mereka di Indonesia. Sebagaian etnis Arab justru
menduduki posisi terhormat sebagai pemuka masyarakat. Hampir tidak
pernah terjadi pertentangan yang memicu lahirnya konfik terbuka
antara apa yang disebut penduduk asli Indonesia dengan etnis arab.
Hal ini diyakini pelbagai pihak karena adanya kesamaan agama antara
etnis Arab dengan sebagian besar penduduk Indonesia.

Sedangkan hubungan antara etnis Cina dengan penduduk asli Indonesia
acap kali mengalami ketegangan yang dalam waktu tertentu meletus
dalam konflik terbuka berupa pembakaran toko-toko milik keturunan
Cina. Dalam satu dekade belakangan ini saja telah terjadi kerusuhan
massal anti Cina di Purwakarta, Sukabumi, Pekalongan, Tasikmalaya,
Situbondo, Makassar dan terakhir kali di Jakarta, 13-15 Mei 1998
lalu.

Ketegangan hubungan ini terjadi karena dipicu oleh kecemburuan
sosial. Apalagi para konglomerat seperti Edi Tanzil, Bob Hasan,
Prajogo Pangestu, Lim Soei Liong, Syamsul Nursalim, Tommy Winata, Eka
Tjipta Widjaja yang belakangan diduga terlibat dalam kasus KKN,
perjudian dan perdagangan narkoba, semuanya berasal dari entis Cina.
Konflik laten ini selanjutnya menjadi dasar pemikiran sebagian
anggota MPR untuk memasukkan kata "pribumi" dalam upaya melindungi
penduduk asli Indonesia.

Namun akhirnya Sidang Tahunan MPR yang lalu telah menyepakati untuk
menghilangkan penggunaan kata "pribumi." Memang kata "pribumi" bagi
kalangan pengamat tertentu, tidak beranjak dari dikotomi dengan kata
"non-pribumi." Hingga kini ada konotasi yang membedakan antara etnis
Melayu  atau "pribumi" dengan etnis Cina, yang dianggap
"non-pribumi". Kebijakan ini sesungguhnya merupakan kelanjutan
kebijakan pemerintahan kolonial Belanda. Ketika itu "nonpribumi" sama
dengan warga etnis Cina.

Padahal semua "pribumi" pada dasarnya adalah pendatang di suatu
wilayah. "Yang mengaku 'pribumi' adalah pendatang yang lebih dahulu
menempati tempat tersebut," ujar pengamat politik Asvi Warman Adam
baru-baru ini. Ia  menunjuk pula pada masalah "Indonesia asli" dalam
diskusi amandemen Undang-Undang Dasar 1945 soal Presiden Indonesia
yang belum selesai dibahas hingga saat ini. Pada Sidang Tahunan yang
lalu, sampai saat terakhir, Ketua MPR Amien Rais masih mendukung
masuknya istilah pribumi. Bagi dia, karena yang miskin itu 60%
pribumi, maka wajarlah memakai istilah pribumi. Tetapi Amien Rais
lupa, kalau istilah itu dipakai, Alvin Lie, anak buahnya di Fraksi
Reformasi, harus merubah KTPnya menjadi non-pribumi. Bahkan sekitar
20 orang anggota MPR dari pelbagai fraksi sudah bersiap-siap untuk
walk-out karena mereka pun harus merubah KTP mereka.

Junus Yahya, seorang aktivis gerakan pembauran, yang juga keturunan
Cina dan beragama Islam, menceritakan bagaimana ia pada tahun 1949 di
Belanda menjelang Konferensi Meja Bundar  membaca di koran bagaimana
Wakil Presiden RI Bung Hatta mengatakan: "Republik Indonesia atau
Republik Indonesia Serikat yang berdasarkan demokrasi dan
kemanusiaan, hanya mengenal satu macam warganegara, dan tidak
membeda-bedakan asal usul." Bung Hatta berbicara selaku Wakil
Presiden RI dan mewakili seluruh rakyat Indonesia. Yang menjadi
pertanyaannya mengapa seorang Amien Rais dan kawan-kawannya di MPR
tidak mengetahui bahwa prinsip pembangunan nasional itu memang
prinsip dari Negara kesatuan Republik Indonesia. Memang generasinya
Amien Rais masih harus banyak belajar dari sejarah. Bung Karno,
presiden pertama Indonesia pun sempat berpidato agar rakyat Indonesia
jangan sekali-kali melupakan sejarah.

Seorang aktivis pro-demokrasi berpendapat, permasalahan sekarang
bukanlah pribumi atau non-pribumi, tapi soal kaya miskin. Seperti
diberitakan pers pekan ini, 300 pengusaha besar menguasai 80% asset
negara. Para pengusaha ini terdiri dari warga keturunan Cina mau pun
yang asli. Jadi masalah ketidakadilan itu adalah soal struktur. Di
Jakarta misalnya banyak juga warga keturunan yang miskin. Di Jelambar
ada yang jadi tukang parkir, bekerja di bengkel, menjadi buruh dan
sebagainya. Mereka juga terperangkap oleh kemiskinan struktural.
Semua ini menyangkut ketidakadilan distribusi pendapatan.

Di Kalimantan Barat banyak yang menjadi petani atau buruh tani.
Jarang di antara para wakil rakyat yang mengusulkan kata pribumi dan
non pribumi yang benar-benar turun ke bawah. Mereka tidak menyaksikan
bagaimana warga keturunan Cina yang miskin berjuang untuk sekedar
hidup. Orang-orang yang susah ini tinggal di perkampungan kumuh
dengan anak-anak kecil yang tidak sekolah.

Sementara di kalangan intelektual Cina sendiri kini masih ada
perbedaan pendapat soal istilah Cina atau Tionghoa. Arief Budiman
misalnya setuju dengan pemakaian istilah Cina. "Orang Cina tidak
perlu takut berpredikat sebagai etnis Cina," ujarnya. Tapi Junus
Yahya, mengatakan Arief itu terlalu lama tinggal di luar negeri. Ia
tidak tahu keadaan di akar rumput.

Junus Yahya: Memang saya lihat ini beberapa surat kabar dengan maksud
baik dikatakan banggalah kau jadi orang Cina. Sekarang koran itu,
Media Indonesia terus terang ditambah lagi dengan kau bangga jadi
orang Indonesia, bangga jadi Cina, dua-duanya. Jadi kemana nih.
Dualisme tetap ada. Jadi generasi muda bingung. Saya Cina apa
Indonesia nih. Musti dua-duanya gimana? kalau nama suku misalnya, kau
bangga jadi Batak, kau bangga jadi Indonesia, orang tahu kalau orang
Batak itu Indonesia memang. Sebab dia dianggap orang Indonesia.
Tetapi terhadap sesama keturunan saya disebut, kau bangga jadi orang
Cina, kau bangga jadi Indonesia, umunya di grass root merasa, dia
tetap Cina, dia Cina nih. Nah itu keberatan saya. Jadi musti harus
cari istilah baru lah yang lebih cocok.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke