--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Jumat 30 Agustus 2002 14:10 UTC ** INDONESIA DAN JEPANG MASUK ASIA FORESTRY PARTNERSHIP ** KOREA UTARA DAN KOREA SELATAN SEPAKAT PULIHKAN HUBUNGAN KERETA APINYA ** KTT PBB DI JOHANNESBURG BERUPAYA PECAHKAN MASALAH LINGKUNGAN INTERNASIONAL ** TOPIK GEMA WARTA: DENGAN SAKSI MENOLAK HADIR, MAKA TRIBUNAL INTERNASIONAL TIMOR TIMUR MAKIN DEKAT SAJA * INDONESIA DAN JEPANG MASUK ASIA FORESTRY PARTNERSHIP Indonesia dan Jepang menggabungkan diri pada Asia Forestry Partnership guna mencegah kebakaran hutan dan penebangan kayu gelap. Di Indonesia hutan-hutan tropis melenyap dengan cepat. Perusahaan-perusahaan Jepang adalah pengimport terpenting kayu tropis dari Indonesia. Langkah-langkah apa yang akan diambil negara-negara organisasi tersebut guna melindungi hutan tropis tidak diumumkan. Indonesia mendapat tekanan berat antara lain dari Malaysia, Muangthai dan Singapura untuk mengambil tindakan terhadap gangguan asap akibat kebakaran hutan yang luas. Pemrakarsa lain adalah Australia, Korea Selatan, Uni Eropa dan Amerika Serikat. * KOREA UTARA DAN KOREA SELATAN SEPAKAT PULIHKAN HUBUNGAN KERETA APINYA Korea Utara dan Korea Selatan sepakat untuk memulihkan hubungan jalan kereta api antara kedua negara. Demikian antara lain hasil perundingan tiga hari tentang kerjasama ekonomi. Disepakati bahwa bulan depan akan dimulai pekerjaan di jalan kereta api tersebut. Hubungan jalan kereta api itu harus sudah rampung akhir tahun ini. Selanjutnya Korea Selatan menjanjikan bantuan pangan kepada Korea Utara. Pada akhir perundingan diumumkan, Presiden Korea Utara Kim Jong-il akan melakukan kunjungan ke Korea Selatan. Kunjungan tersebut akan bersamaan waktu dengan berlangsungnya pesta olahraga Asian Games di Korea Selatan bulan depan. Presiden Korea Utara itu bulan depan akan menerima Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi. Untuk pertama kali perdana menteri Jepang melakukan kunjungan ke Korea Utara. Diduga kedua pemimpin itu akan berupaya menyelesaikan perbedaan-perbedaan pendapat yang mengganggu hubungan diplomatik kedua negara. * KTT PBB DI JOHANNESBURG BERUPAYA PECAHKAN MASALAH LINGKUNGAN INTERNASIONAL Dalam beberapa hari mendatang para menteri dari lebih seratus negara yang hadir dala KTT PBB tentang pembangunan berlanjut di Johannesburg, akan berupaya untuk mencari titik temu tentang masalah-masalah lingkungan internasional. Konferensi sepuluh hari itu kini sudah berlangsung separoh jalan. Namun sejauh ini belum berhasil dicapai kesepakatan antara negara-negara berkembang, negara-negara industri dan Amerika Serikat. Awal pekan depan puluhan kepala negara dan kepala pemerintahan akan datang ke KTT PBB tersebut, untuk menandatangani pernyataan penutupan. Belum diketahui sejauh mana pernyataan itu dicapai. Sementara itu polisi Afrika Selatan melakukan langkah pengamanan ekstra, sehubungan dengan aksi unjukrasa besar-besaran yang akan digelar oleh kelompok-kelompok lingkungan hidup dan anti-globalisasi Saptu besok * POLISI SWEDIA GAGALKAN PEMBAJAKAN PESAWAT TERBANG Polisi Swedia menyatakan, telah menggagalkan pembajakan pesawat. Di bandara Vasteras di Stockholm seorang warga Swedia asal Arab berumur 29 tahun ditahan, setelah ditemukan pistol di bagasenya. Pria tersebut bersama sekitar penumpang lainnya akan melakukan penerbangan ke Birmingham, Inggris, untuk mengikuti suatu konferensi Islam. Pesawat milik perusahaan penerbangan Ryanair itu Kamis siang kemarin menurut rencana harus berangkat. Polisi Swedia menahan semua anggota rombongan itu untuk diperiksa. * KOMISI PEMILIHAN LOKAL PAKISTAN SELATAN TOLAK PENCALONAN BENAZIR BHUTTO Komisi Pemilihan Lokal di Pakistan Selatan menolak pencalonan mantan Perdana Menteri Benazir Bhutto. Sebelum Jenderal Pervez Musharraf mengatakan, Bhuto akan ditahan kalau ia kembali ke Pakistan. Bhutto kini berada di tempat pelariannya di London. Ia pernah dijatuhi hukuman penjara tiga tahun, karena menolak tampil di depan pengadilan militer Pakistan. Penguasa militer Pakistan menuduh mantan perdana menteri itu melakukan tindak korupsi. Musharraf belum lama berselang juga mengeluarkan dekrit, yang melarang Bhutto pencalonan Bhutto dalam pemilihan parlemen awal Oktober mendatang. Daftar calon-calon lokal Pakistan, selang dua pekan masih harus ditentukan di tingkat nasional. * BELGIA TUNDA PENGIRIMAN SENJATA KE NEPAL Belgia untuk sementara menangguhkan pengiriman senjata ke Nepal yang kontroversial. Dengan demikian krisis kabinet Perdana Menteri Guy Verhofstadt sampai saat-saat terakhir bisa dihindari. Partai koalisi terkecil yakni Partai Hijau pimpinan Magda Aelvoet, kini menarik ancamannya untuk keluar dari kabinet. Awal pekan ini Aelvoet mengundurkan diri, karena ia tidak setuju dengan pengiriman senjata itu. Kasus tersebut menyangkut pesanan sekitar 5000 senapan mesin oleh Nepal kepada sebuah pabrik senjata di Luik. Pihak otorita Nepal terlibat konflik berdarah dengan kaum pemberontak Maois di negerinya. Pemerintah Belgia sekarang memutuskan menunda pengiriman senjata itu, setidak-tidaknya sampai berlalunya pemilu di Nepal 14 Novermber mendatang. * MICHAEL JACKSON DINYATAKAN SEBAGAI ARTIS MILENIUM Panyanyi pop Michael Jackson dalam gala tahunan yang diadakan stasion pemancar musik Amerika MTV, dinyatakan sebagai artis milenium. Panyanyi Amerika berumur 44 tahun itu sejak tahun delapan-puluhan merebut sukses besar sebagai penyanyi tunggal dengan albumnya Thriller. Di gala MTV itu diserahkan hadiah untuk musikvideo dalam sejumlah kategori. Malam gala dibuka oleh artis Bruce Springsteen bersama E Street Bandnya. Springsteen kembali menarik perhatian setelah munculnya Rising, album yang diilhami oleh serangan teror 11 September. * Normal;heading 1;heading 2;heading 3; TOPIK GEMA WARTA: HUT DPR KE-57 : PESTA DEMOKRASI DI MENARA GADING HUT DPR KE-57: PESTA DEMOKRASI DI MENARA GADING Suasana rapat DPR dilanjutkan dengan lagu Harry Roesli: orang bilang DPRnya tulalit, tulalit, tulalit. Orang bilang menterinya juga tulalit, tulalit, orang bilang elit politiknya juga tulalit, tulalit 57 tahun sudah usia Dewan Perwakilan Rakyat. Sayang, dalam perjalanannya ke proses kematangan, berbagai kalangan masih menilai DPR belum dewasa juga. Prestasinya pun belum ada yang berani membanggakan. Pada masa Orde Baru, DPR berprestasi baik di bidang pembuatan undang-undang. Tapi mesti buru-buru ditambahkan bahwa undang-undang yang dihasilkannya justru memperkokoh keperkasaan kekuasaan Orde Baru yang otoriter. Sementara, di bidang pengawasan, DPR saat itu seperti macan ompong. Bukannya menjadi lembaga pengawas pemerintahan, DPR justru menjadi lembaga stempel yang mendukung pemerintah. Setiap gerakan oposisi yang muncul di parlemen dilibas habis, bahkan belum lagi gerakan itu berkembang. Begitu Orde Baru runtuh, DPR memiliki prestasi tinggi dalam melakukan pengawasan terhadap pemerintah. Bahkan, tahun lalu, seorang presiden berhasil ditumbangkan atas usulan DPR. Namun, di bidang pembuatan undang-undang, DPR masih belum maksimal juga. DPR, masih dianggap mengecewakan dan hanya bisa berdebat, tanpa memperlihatkan kerja nyata. Saking kecewanya terhadap DPR, seorang mahasiswa Jakarta, Maximilian mengatakan, ia tidak peduli lagi terhadap DPR. Maximilan: Kalau dibilang mewakili suara rakyat saya rasa belum. Bahkan mewakili kepentingan partai mereka pun tidak. Lebih tepat mewakili kepentingan diri sendiri. Kekecewaan senada juga dikemukakan Acum, seorang tukang bajaj di Jakarta Timur. Menurut Acum, para wakil rakyat di DPR membohongi para pemilihnya dengan janji-janji kosong. Acum: Ngomong sih begitu, kalau jadi mah... ah.. nggak mungkin. Membela rakyat kecil, gak mungkin. Buktinya belum ada kan.. tau sendiri. Omongannya ini..ini.. buktinya mana? Jadi seolah-olah rakyat kecil dipermainkan. Percuma diperjuangkan juga ga ada hasilnya. Tetep aja kita sengsara. Kekecewaan mereka wajar saja. Karena janji-janji yang disampaikan pada waktu kampanye pemilu 1999 lalu banyak yang diingkari. Suara rakyat hanya diperhatikan pada waktu pemilu saja. Setelah itu, mereka lebih banyak mementingkan partai atau kepentingan pribadi. Wakil Ketua DPR, Muhaimin Iskandar mengakui, DPR masih belum maksimal. Salah satunya adalah soal kualitas produk undang-undang yang dihasilkan. Hal itu menurut Muhaimin dikarenakan, DPR masih sering terbawa arus yang dimainkan oleh pemerintah. Di samping itu, ia mengatakan masih banyak anggota DPR yang kurang berkualitas. Muhaimin Iskandar: Jadi akar masalahnya di situ. Sistem rekrutmen anggota DPR memang sangat lemah. Kalau mau dipresentase jumlah anggota DPR, orang-orang yang transformis atau reformis, itu baru seperempatnya yang ada. Tujuh puluh lima persen itu konservatif. Di mata Koordinator Parliament Watch, Tommy Legowo, kematangan DPR masih belum sesuai dengan bertambahnya usia. Pengawasan yang dilakukan DPR saat ini, seringkali disusupi kepentingan-kepentingan politik tertentu. Tommy Legowo: Fungsi pengawasan masih lebih banyak dijadikan sarana politik. Alat politik untuk kepentingan politik. Dalam pengertian bahwa fungsi pengawasan digunakan hanya untuk sekedar mencari kesalahan eksekutif. Sebetulnya menurut saya fungsi pengawasan dimanfaatkan tidak untuk mencari kesalahan eksekutif, tetapi untuk mendorong, untuk merangsang eksekutif itu bekerja secara lebih baik. Menghasilkan dan mengimplementasikan keputusan-keputusan secara lebih baik. DPR adalah kumpulan wakil rakyat, yang terpilih dalam pemilu 1999 lalu. Meski begitu, para wakil rakyat itu masih dianggap tidak mewakili rakyatnya. Bahkan perilakunya tidak mencerminkan wakil rakyat. Mereka bisa seenaknya membolos dari rapat, sehingga berkali-kali rapat paripurna ditunda karena tidak mencapai quorum. Banyak anggota DPR yang malah enggan melaporkan kekayaannya kepada Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN), padahal mereka sendiri yang membuat undang-undangnya. Tak pelak lagi, pada usianya yang ke-57 hari ini, anggota DPR harus selalu berkaca diri, apakah mereka sudah benar-benar menjadi wakil rakyat yang merakyat, atau hanya ingin tinggal di menara gading Senayan. Jika Anda, wakil rakyat, hanya mementingkan diri sendiri, maka bersiaplah menjadi kelompok pengkhianat rakyat. Tak lupa, selamat ulang tahun. Lagu Harry Roesli: Orang bilang DPRnya tulalit, tulalit, tulalit. Orang bilang, elit politiknya juga tulalit. Tim Liputan 68H Jakarta melaporkan untuk Radio Nederland di Hilversum. * DENGAN SAKSI MENOLAK DATANG, MAKA TRIBUNAL INTERNASIONAL TIMOR TIMUR MAKIN DEKAT SAJA Para saksi Timor Leste menolak memberi kesaksian dalam pengadilan ad hoc pelanggaran berat HAM Timor Timur. Ini berarti bahwa makin dekat saja pembentukan tribunal internasional Timor Timur. Tapi Hakim Andi Samsan Ngandro dari Pengadilan HAM Ad Hoc Timtim kepada Radio Nederland mengusulkan supaya melihat pengadilan ini secara keseluruhan. Andi Samsan Ngandro [ASN]: Pada beberapa sidang yang lalu, kita memang selalu memerintahkan kepada jaksa penuntut umum supaya serius melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi dari Timor Leste. Karena kita menghadapi kendala terkadang sidang ditunda karena tidak ada saksi, terutama dari Timor Leste. Radio Nederland [RN]: Seberapa besar sebenarnya peran saksi sebagai bukti untuk proses pengadilan ini, karena masih ada alat bukti lain yang bisa dipakai, seperti keterangan ahli, atau surat petunjuk dan keterangan terdakwa misalnya. ASN: Ya betul, secara teori masih ada alat bukti lain, tetapi berdasarkan fakta yang kita temukan di persidangan, keterangan saksi-saksi dalam berkas di sini, dan mau pun yang bisa hadir di persidangan itu sebagian besar hanya ... Misalnya ya, dari tentara, TNI yang jadi terdakwa. Kebanyakan itu saksi-saksi dari TNI, polisi. Nah kita sudah dapat membayangkan dan melihat keterangannya itu ya tentu selalu mengatakan bahwa tidak ada yang terlibat, dia telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Nah, siapa yang dapat mengungkap sebenarnya apa yang terjadi? Artinya siapa yang bisa mengimbangi kalau bukan saksi-saksi yang datang dari sana? Sehingga majelis hakim dalam beberapa perkara ini mengharapkan bahwa kalau benar-benar serius kita selenggarakan pengadilan HAM ini tolong ditunjang, tolong dibantu bagaimana menghadirkan saksi-saksi dan tolong pengamanan. RN: Kalau mereka tetap menolak terus bagaimana? ASN: Kita upayakan, kita memang berusaha, di persidangan itu memerintahkan kepada jaksa supaya, ya bagaimana Jaksa Agung. Jaksa Agung tentunya ya melakukan kerjasama dengan pihak kejaksaan agung Timor Leste. Dulu memang ada ide untuk melakukan telekonferens, seperti dulu Pak Habibie ketika menjadi saksi dalam perkara kasus non-bujeter Bulog. Nah ini nampaknya tidak ada lagi perkembangan. Tadinya ada upaya ke sana. Nah, mungkin saja bisa terjadi dalam kasus-kasus tertentu, misalnya Uskup Belo, ya. Ini perlu dicarikan solusinya lagi. Kalau kami dari pihak pengadilan kami tidak berdaya, kami tidak punya pengamanan. Nah, tentunya pihak pemerintah yang harus menunjang pelaksanaan ini. Jadi Indonesia juga harus serius. Jangan hanya menyerahkan sepenuhnya kepada pengadilan bahwa, ya itu urusan pengadilan. Ya padahal urusan keamanan ini adalah urusan eksekutif. Ya begitu juga sebaliknya kepada pihak Timor Leste, tolong keseriusannya juga untuk membantu, ya bagaimana mengungkap kebenaran yang terjadi di Timor Timur pada waktu itu. RN: Kalau seandainya proses ini terus mentok di sini, atau menemukan jalan buntu, apakah saya terlalu gegabah untuk memikirkan mahkamah intenasional soal pelanggaran berat HAM di Timor Timur ini. ASN: Boleh boleh saja, apa namanya ...., ya ini kan era demokratisasi untuk mengemukakan untuk mengkiritisi sebuah perkara yang layak disorot ya. Jadi maksud saya begini. Mari kita melihat dulu dalam konteks keseluruhan, jangan kita melihat sepenggal-sepenggal. Nah dugaan pelanggaran HAM yang berat di Timor Timur kini telah diangkat. Indonesia sudah komitment ya untuk membuat undang-udang, membuat TAP MPR, menyelenggarakan peradilan HAM Ad Hoc. Tentunya, untuk menarik suatu kesimpulan bahwa peradilan HAM Ad Hoc yang dibentuk di Indonesia ini, tidak memuaskan. Tentu dapat dilakukan penilaian setelah melakukan tugasnya Nah ini masih dalam proses ya. Yang putus tiga perkara Timbul Silaen, Abilio dan Herman Soedyono dan kawan-kawan ini masih dalam proses. Artinya ada yang banding ada pula yang kasasi. Nah sementara yang lain ini masih berjalan. Belum ada keputusan, begitu. Seperti misalnya Abilio, Abilio dihukum tiga tahun di sini. Bisa saja apakah akan dihukum minimal, misalnya sepuluh tahun, apakah dibebaskan, ya kita belum tahu. Kita lihat saja perkembangan nanti. Nah itu imbauan kita juga, bahwa mari kita lihat dalam konteks secara keseluruhan, bahwa ada sejumlah terdakwa yang diajukan untuk mempertanggung jawabkan kasus pelanggaran HAM berat di Timor Timur. Nah siapa di antara mereka yang paling layak bertanggung-jawab? Nah tentu kalau ada yang bebas, sudah tentu secara hukum juga bahwa ini tidak bertanggung-jawab, ya. Untuk sementara ya, karena memang belum final. Kalau ada yang dihukum, oo... tanggung-jawabnya begini. Nah ini karena kita mengetahui besama bahwa ini baru pengadilan tingkat pertama. RN: Apakah bapak juga melihat bahwasanya penolakan atau keengganan para saksi itu disebabkan oleh karena selama ini vonis-vonis yang telah dijatuhkan itu tidak memuaskan mereka, dalam artian dinilai sangat terlalu ringan. ASN: Ya, kalau ada omongan begitu, ada pembicaraan begitu, ada dugaan begitu, ya boleh-boleh saja. Akan tetapi sebelum vonispun, dalam perkara Timbul Silaen misalnya, ...ya karena kebetulan saya juga yang menangani, saksi korban yang didatangkan itu hanya dua orang saja. Sementara di dalam berkas pemeriksaan mungkin ada delapan orang. Nah jadi masih ada enam saksi korban yang tidak datang. Nah itupun, saksi korban yang datang itu ya memang menerangkan, bahwa polisi telah melaksanakan tugasnya. Ia merasa aman melakukan jajak-pendapat. Nah tentunya kalau datang serunya, ya mungkin ada yang bisa menerangkan bahwa dia dibacok, dia dipukul, supaya kita bisa menilai. Demikian Hakim Andi Samsan Ngandro mengungkapkan kepada Radio Nederland. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
