--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 29 Agustus 2002 15:10 UTC ** AMERIKA SERIKAT BATASI PENERBANGAN INTERNASIONAL 11 SEPTEMBER ** KOREA UTARA PENYEBAR UTAMA TEKNOLOGI RUDAL ** AMERIKA SERIKAT DAKWA ENAM PRIA MUSLIM ** TOPIK GEMA WARTA: NAHDLATUL ULAMA MENENTANG SERANGAN AMERIKA KE IRAK ** TOPIK GEMA WARTA: AIR YANG STRATEGIS, LAYAKKAH MENCARI KEUNTUNGAN DARI AIR? ** TOPIK GEMA WARTA: MAKIN BESAR DESAKAN PEMBENTUKAN TRIBUNAL INTERNASIONAL TIMOR TIMUR * AMERIKA SERIKAT BATASI PENERBANGAN INTERNASIONAL 11 SEPTEMBER Amerika Serikat membatasi lalu lintas penerbangan internasional pada tanggal 11 September mendatang. Hari itu tepat satu tahun yang lalu dilancarkan serangan terhadap New York dan Washington dengan pesawat bajakan. Penerbangan internasional dilarang mendarat atau tinggal landas pada pagi serta malam hari dalam jarak 50 kilometer di sekitar dua kota ini. Ini juga berlaku keesokan harinya pada tanggal 12 September mendatang. Pemerintah Amerika menyatakan rencana-rencana ini masih bisa disesuaikan. Sejumlah maskapai penerbangan sebelumnya telah mengumumkan membatalkan penerbangan ke dan dari New York pada tanggal 11 September karena kurangnya pesanan tiket hari itu. * KOREA UTARA PENYEBAR UTAMA TEKNOLOGI RUDAL Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Bolton menyatakan Korea Utara adalah salah satu negara penyebar utama teknologi rudal. Selain itu Bolton memberi gambaran terperinci mengenai senjata-senjata kimia, biologis dan nuklir yang konon dibangun oleh negara komunis itu. Menurut Bolton, Korea Utara bersenjata lengkap. Pada kunjungannya ke Korea Selatan, sang Wakil Menlu juga mengkritik Presiden Korea Utara Kim Jong-il. Walau demikian Washington tetap bersedia melangsungkan perundingan baru. Demikian Bolton menandaskan. Selain itu Bolton kembali mengulang pernyataan Presiden Amerika George W. Bush. Awal tahun ini Bush mengatakan Korea Utara, Iran dan Irak adalah tiga negara poros kejahatan. * AMERIKA SERIKAT DAKWA ENAM PRIA MUSLIM Enam pria didakwa di Amerika Serikat atas tuduhan bekerjasama dengan kelompok Islam yang dikatakan berencana melancarkan serangan. Lima dari enam orang yang didakwa itu adalah keturunan Arab. Dikatakan mereka antara lain memalsukan paspor. Terdakwa ke-enam yaitu Earnest James Ujaam adalah warga negara Amerika. Ia dituduh berhubungan dengan jaringan teroris al-Qaeda. Laki-laki yang adalah tokoh Muslim terkemuka, membantah semua tuduhan terhadapnya. * PESAN VIDEO POLITISI KOLOMBIA YANG DICULIK KEPADA PRESIDEN KOLOMBIA Dalam sebuah pesan video sepuluh politisi Kolombia yang April lalu diculik oleh gerilyawan FARC mengimbau Presiden Alvaro Uribe supaya merundingkan pembebasan mereka. FARC yang menyerahkan video ini kepada pemerintah Kolombia ingin mendesak pemerintah supaya menukar tahanan pemberontak dengan politisi yang diculik termasuk Ingrid Betancourt, yang mencalonkan diri sebagai presiden. Betancourt diculik Februari lalu oleh FARC. Presiden Uribe yang awal bulan ini dilantik sebagai presiden, berjanji bertindak tegas terhadap kelompok-kelompok bertikai di Kolombia. * SUDAN TANGKAP 24 ANGGOTA TERKEMUKA PNC Sudan menangkap 24 anggota terkemuka pihak oposisi. Tertangkap adalah anggota Kongres Nasional Popular Islam PNC. Pemerintah menyatakan partai ini telah bertindak makar terhadap pemerintah yang sah. Selain itu dikatakan PNC mengganggu proses perdamaian dengan pemberontak SPLA di Sudan Selatan yang mayoritas penduduknya beragama Kristen. Bertahun-tahun lamanya pemimpin PNC mendukung pemerintah Islam Presiden Omar al-Beshir. Namun dukungan PNC kepada pemerintah berakhir tiga tahun lalu setelah partai tersebut dituduh berencana melakukan kudeta. Pemimpin partai kini berada dalam tahanan. * KAUM REPUBLIKEN SENAT AMERIKA KRITIK AKSI MILITER TERHADAP IRAK Kaum Republiken dalam Senat Amerika ingin supaya dilangsungkan dengar pendapat tentang rencana pemerintah Presiden Amerika Serikat George W. Bush untuk melangsungkan aksi militer terhadap Irak. Salah seorang tokoh yang akan didengar pendapatnya adalah Menteri Pertahanan Donald Rumsfeld. Imbauan kaum Republiken menyusul semakin meningkatnya kritik dalam Partai Republiken pimpinan Presiden Bush terhadap rencana pemerintah itu. Bush menyatakan belum mengambil keputusan tentang aksi militer terhadap rezim Presiden Irak Saddam Hussein. Namun hari-hari belakangan anggota pemerintah terkemuka seperti Wakil Presiden Dick Cheney serta Menteri Pertahanan Donald Rumsfeld menegaskan tidak ada pilihan lain bagi Amerika untuk menyerang Irak. * EMPAT WARGA PALESTINA TEWAS DALAM AKSI MILITER ISRAEL Aksi militer baru tentara Israel di Jalur Gaza menewaskan sedikitnya empat warga Palestina. Saksi mata menyatakan para koban berada di sebuah rumah yang ditembaki dengan granat. Latar belakang aksi militer Israel tidak jelas. Harian Haaretz melaporkan lima kapal angkatan laut Israel berpatroli di depan pantai Jalur Gaza. Selasa malam lalu tentara Israel juga beroperasi di Jalur Gaza, setelah pihak Palestina menembaki sebuah pemukiman Yahudi dengan granat. * IRAN DIPERINGATKAN TIDAK MENAMPUNG TERORIS Amerika Serikat memperingatkan Iran supaya tidak menampung prajurit jaringan teroris al-Qaeda. Peringatan ini menyusul publikasi harian Washington Post tentang dua pemimpin al-Qaeda yang bersembunyi di Iran. Laporan ini berdasarkan sumber-sumber dari dinas keamanan Arab. Demikian Washington Post menjelaskan. Juga Pentagon menyatakan anggota al-Qaeda bersembunyi di Iran. Teheran membantah semua tuduhan ini. Hubungan antara Amerika Serikat dengan Iran semakin tegang. Presiden Amerika George W. Bush menganggap Iran sebagai salah satu negara poros kejahatan, yaitu negara yang mendukung kaum teroris. * STASIUN RADIO INDEPENDEN ZIMBABWE RUSAK BERAT AKIBAT SERANGAN BOM Sebuah stasiun radio independen di Zimbabwe rusak berat akibat serangan bom. Saksi mata menyatakan dua pria melempar bom ke jendela gedung yang terletak di Harare itu. Tidak ada korban cedera. Sebagian besar harian dan radio dikuasai pemerintah Presiden Robert Mugabe. The Voice of the People adalah stasiun radio independen dan dapat dapat bertahan berkat bantuan dari dalam maupun luar negeri, antara lain dari Belanda. Siaran The Voice of the People sangat kritis terhadap pemerintah. Sebelumny satu-satunya harian independen Zimbabwe telah menjadi sasaran serangkaian serangan bom. * ERITREA BEBASKAN 280 TAPOL ETIOPIA Eritrea membebaskan kelompok terakhir tahanan politik Etiopia, yang terdiri dari 280 orang. Dengan demikian semua tahanan politik kini dibebaskan. Mereka telah diserahkan kepada pemerintah Etiopia. Menurut Palang Merah Internasional yang mengkoordiansi penyerahan tahanan ada beberapa perkecualian, misalnya kasus tahanan yang atas keinginan sendiri tetap ingin menetap di Eritrea. Etiopia dan Eritrea pekan lalu memutuskan menukar semua prajurit yang ditahan dalam perang perbatasan 1998-2000. Etiopia masih menahan sekitar 1500 tahanan Eritrea. Belum jelas kapan mereka diperbolehkan meninggalkan negara tersebut. * NAHDLATUL ULAMA MENENTANG SERANGAN AMERIKA KE IRAK Nahdlatul Ulama Menentang Serangan Amerika ke Irak Walau pun makin banyak kalangan yang menentang, dan itu termasuk kalangan dalam negeri yang berpengaruh, nampaknya Presiden Amerika Serikat George W. Bush tetap bertekad untuk melancarkan serangan terhadap Irak dalam upaya melengserkan Presiden Saddam Hussein. Bagaimana tanggapan kalangan Islam Indonesia mengenai rencana Amerika ini? Radio Nederland menghubungi Rozi Munir salah satu Ketua Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PB NU) untuk menanyakan bagaimana sikapnya mengenai kemelut yang berlarut-larut ini. Rozi Munir [RM]: Jadi pada prinsipnya NU terutama tidak senang dengan cara kekerasan. Termasuk teror dari mana pun datangnya. Karena itu NU sudah mengambil sikap sebetulnya dalam munas alim ulama. Dan konferensi besar NU berapa waktu yang lalu menyatakan bahwa NU tidak setuju dan tidak senang Amerika yang merencanakan menyerang Irak. Apalagi itu masalah-masalah kedaulatan dan kemerdekaan bangsa. Karena itu dalam hal ini NU bersimpati pada Irak. Radio Nederland [RN]: Tapi masalahnya kan dunia internasional dan juga Amerika sendiri selalu mengatakan bahwa Irak itu keras kepala untuk mengijinkan inspeksi internasional? RM: Ya, tetapi yang saya dengar juga Amerika tidak disetujui mutlak oleh negara-negara sekutunya. Berarti di antara negara-negara sekutu pun ada yang tidak sependapat dengan cara penyerangan terhadap Irak. Cara diplomasi, cara negosiasi, dialog adalah cara yang paling baik. RN: Tapi apakah Anda melihat bahwa seorang figur Saddam Hussein ataukah masyarakat Irak bersedia berunding, berdialog begitu? Karena menurut versinya Amerika kan mereka itu kan sudah tidak bisa berunding lagi begitu? RM: Pertama lagi-lagi versi. Kemudian ini oleh kekuatan Amerika dalam arti kata superpower. Kalau tadi ada indikasi bahwa semua negara-negara sekutu tidak sama dalam hal penyerangan Irak, tentunya itu boleh dikatakan bahwa ada arogansi dari Amerika Serikat. Karena itu sekali lagi bahwa NU tidak memihak dalam arti kata siapa yang jadi pemimpin di Irak, si A atau si B. Tapi cara menggunakan kekerasan apalagi untuk menyerang kedaulatan negara adalah cara yang tidak dibenarkan. Apalagi Indonesia sendiri menganut politik luar negeri yang bebas aktif dan untuk menjaga perdamaian dunia. Pasti nanti impactnya akan saling serang-menyerang, atau saling balas-membalas dan lebih berat impactnya, resikonya dan akibatnya daripada saling duduk untuk melakukan perundingan. Tentunya dengan ada kesetaraan. Masalahnya adalah tidak ada kesetaraan. Dan ini bisa menggunakan bantuan forum-forum yang lebih netral. RN: Apakah Anda melihat bagaimana peranan NU sendiri, atau katakanlah peranan pemerintah Indonesia atau ummat Islam di Indonesia dalam hal ini peranannya itu bisa digunakan? RM: Ummat Islam macam-macam, tapi organisasi besar Islam, baik Muhammadiyah, maupun NU saya kira sama dalam hal ini sikapnya. Artinya tidak setuju penyerangan Amerika ke Irak, dengan melihat adanya kedaulatan negara. Kemudian nanti jatuh korban yang tidak semestinya jatuh korban karena pengalaman yang lalu bahwa orang-orang, anak kecil, ibu-ibu menjadi korban dari suatu penyerangan-penyerangan seperti ini. Apalagi nanti impactnya ke masalah-masalah ekonomi, kesehatan dan lingkungan. Mengenai Indonesia saya kira Indonesia selama ini kami melihat mengenal politik bebas aktif dan menjunjung perdamaian dunia. Itu sudah jelas. RN: Ya, tapi yang saya maksudkan, apakah tidak mungkin ummat Islam di Indonesia atau NU dengan Muhammadiyah itu bisa bersikap pro aktif dalam hal ini untuk menyelesaikan kemelut? RM: Kalau memang diminta oleh pihak-pihak yang bertikai kenapa tidak? Cara-caranya macam-macam dalam pro-aktif kan. Sesuai dengan kemampuan. Demikian Rozi Munir salah satu Ketua Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PB NU). * AIR YANG STRATEGIS, LAYAKKAH MENCARI KEUNTUNGAN DARI AIR? Intro: Di mana-mana, air punya kedudukan sentral apakah itu dalam bidang politik, sosial mau pun ekonomi. Demikian mantan presiden Afrika Selatan Nelson Mandela di Johannesburg. Oleh karena itu siapa saja bisa memperoleh keuntungan dari air. Masalahnya di mana-mana orang masih kekurangan air. Lalu layakkah orang mencari keuntungan daripadanya? Itulah yang antara lain juga dibahas dalam KTT Pembangunan Berlanjut yang kini tengah berlangsung di Johannesburg, Afrika Selatan. Langsung dari tempat konperensi berikut laporan rekan Yanti Mualim: No water no future. Tanpa Air Tidak Ada Masa Depan demikian mantan presiden Afrika Selatan Nelson Mandela pada pidato pembukaan Water Dome, mengutip laporan Putra Mahkota Belanda Pangeran Willem-Alexander untuk sekjen PBB Kofi Annan. Water Dome, Kubah Air adalah salah satu kegiatan samping dalam KTT pembangunan yang berlanjut di Johannesburg, Afrika Selatan. Air adalah satu di antara lima butir agenda utama KTT ini. Water Dome ini adalah gagasan bersama berbagai pemerintahan dan perusahaan yang bergerak di bidang air minum dan sanitasi. Menurut laporan PBB tahun 2002 2,4 milyar manusia di dunia tidak punya sanitasi yang baik dan 1,3 milyar manusia tidak punya akses ke air bersih. Menurut PBB jumlah penduduk dunia dalam abad ke 20 meningkat tiga kali lipat, dan konsumsi air meningkat enam kali lipat. 67% konsumsi air adalah untuk keperluan pertanian; 19% untuk industri, dan hanya 9% untuk rumah tangga. Di antara 9% konsumsi air untuk rumah tangga, tidak termasuk lapisan termiskin yang terkucil dari penyediaan air. Bagi mereka yang miskin air adalah salah satu dari sekian banyak perjuangan hidup, seperti dikatakan oleh Nelson Mandela. When I return, as I often do to the real rural village and area of my childhood and youth, the poverty of the people and the devastation of the natural environment painfully strike me, and in that impoverishment of the natural environment, it the the absence of access to clean water that strikes most starkly Bila saya pulang ke kampung halaman saya tempat saya tempat saya dibesarkan, hati saya renyuh melihat kemiskinan penduduk dan kerusakan lingkungan. Dalam kemelaratan dan lingkungan hidup semacam itulah kita melihat langkanya air bersih. Dalam Deklarasi Millenium 2000, PBB hendak merencanakan mengurangi jumlah yang tidak punya akses ke air bersih pada 2015 menjadi separohnya. Untuk itu negosiasi dalam KTT ini masih berlangsung. Banyak LSM sudah curiga pada kalangan bisnis yang akan memanfaatkan air sebagai sumber uang. Sementara air adalah sumber kehidupan bagi manusia. Among the many things I learnt as president of our country, was the centrality of water in the social, political and economic affairs of the country, continent and indeed the world. I am therefor a totally committed water person Di antara sekian banyak hal yang saya pelajari ketika menjabat presiden adalah kedudukan sentral air dalam masalah sosial, politik dan ekonomi negeri ini, benua dan dunia kita. Oleh karena itu saya adalah seseorang yang sangat peduli dengan masalah air. Setelah Forum Air I di Marakesh dan Forum Air II di Den Haag pada tahun 2000, Forum Air III akan diselenggarakan di Jepang tahun 2003. Hasil-hasil pembicaraan menyangkut air di Johannesburg ini akan mempengaruhi Forum Air III. Putra Mahkota Belanda Pangeran Willem Alexander, duta air untuk Afrika, Salim Achmed Salim yang amat berperan dalam mengkapanyekan air mendampingi Nelson Mandela secara resmi membuka Water Dome yang terletak sedikit di luar Johannesburg pada hari Rabu malam 28 Agustus 2002 waktu setempat. Kubah air ini terbuka untuk umum sampai berakhirnya ktt pembangunan berlanjut. Sekian laporan Yanti Mualim dari Johannesburg. * MAKIN BESAR DESAKAN PEMBENTUKAN TRIBUNAL INTERNASIONAL TIMOR TIMUR Intro: Hari ini tepat tiga tahun lalu berlangsung referendum di Timor Lorosa'e, di mana 78,5% penduduk apa yang disebut propinsi ke-27 itu menolak tawaran otonomi khusus pemerintahan Habibie untuk memilih merdeka sama sekali. Tetapi biaya penolakan itu mahal, menyusul pengumuman hasil referendum, milisi yang melaksanakan perintah ABRI meluluhlantakkan Timor Timur. Pengadilan Ad Hoc HAM Timtim yang mengadili, menjatuhkan vonis dan membebaskan mereka yang dianggap bertanggung jawab terhadap perusakan, pemerkosaan, pembunuhan, pembakaran Timor Timur waktu itu dinilai tidak adil. Itulah sebabnya di Timor Leste kini makin besar desakan supaya dibentuk tribunal internasional yang harus mengadili mereka yang dianggap bertanggung jawab atas perusakan September 1999. Berikut penjelasan Domingos Sarmento, Wakil Menteri Kehakiman Timor Lorosa'e kepada Radio Nederland: Domingos Sarmento [DS]: Ketika putusan dari pengadilan ad hoc Jakarta, di sini ada reaksi dari masyarakat, dari semua golongan masyarakat di Timor Leste ini bahwa putusan pengadilan ad hoc itu tidak fair, tidak benar. Jadi masyarakat di Timor Leste ini menuntut pengadilan internasional untuk mengadili kasus pelanggaran hak asasi manusia di Timor Leste. Radio Nederland [RN]: Yang terakhir ada juga berita bahwa Uskup Belo itu menolak untuk memberikan kesaksian di Jakarta? DS: Ya, ya betul-betul. Uskup Belo menolak untuk memberikan kesaksian di Jakarta. Betul. RN: Nah, saya kira ini bisa diartikan bahwa ini merupakan tekanan supaya pengadilan internasional itu akan ada Pak ya? DS: Ya, karena seluruh masyarakat di Timor Leste ini melihat bahwa peradilan yang sedang berjalan di Jakarta itu, ad hoc itu, itu suatu peradilan yang seolah-olah hanya memberikan kepada dunia internasional bahwa penanganan kasus di Timor Leste ini sedang berjalan. Tapi peradilan itu tidak betul serius. Karena banyak saksi dari sini, saksi-saksi yang untuk memberikan kesaksian di pengadilan itu tidak hadir. Mereka hanya mendatangkan saksi-saksi yang sebetulnya bukan saksi-saksi yang prinsipil, saksi yang memberikan kesaksian betul. Tapi saksi-saksi yang dengan mata sendiri melihat kejadian-kejadian itu sebenarnya tidak datang untuk memberikan kesaksian di pengadilan ad hoc. Maka masyarakat di Timor Leste ini menuntut adanya suatu pengadilan internasional. Karena kasus September tahun 1999 itu merupakan satu pelanggaran hak asasi manusia. Itu kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan genosida, kejahatan perang yang perlu diadakan suatu pengadilan internasional. RN: Nah, sementara itu sisi Presiden Timor Lorosa'e, Presiden Xanana Gusmao adalah bahwa yang penting bahwa pemerintah Timor Lorosa'e sekarang adalah mengadakan rekonsiliasi ya, rujuk. Dan itu juga menyangkut hubungan dengan Indonesia. Lalu sementara itu seruan dari masyarakat sekarang semakin banyak saja. Nah, bagaimana pendirian pemerintah Timor Lorosa'e sekarang? Bapak yang merupakan bagian dari pemerintah itu. Bagaimana pendirian pemerintah mengenai seruan yang besar ini dari masyarakat? DS: Jadi, apa yang disampaikan Presiden Xanana Gusmao itu merupakan suatu surat pribadi kepada pengadilan karena melihat bahwa pengadilan menuduh orang Timor Leste yang berkonflik akibat pertentangan antara orang Timor Leste, maka muncul kejadian-kejadian September. Padahal yang bertanggung jawab itu bukan orang Timor Leste. Yang bertanggung jawab itu adalah pemerintah Indonesia. Adalah keamanan TNI, ABRI. Karena sesuai dengan kesepakatan 5 Mei tahun 1999 itu yang bertanggung jawab atas keamanan di Timor Leste ini adalah ABRI, adalah TNI, adalah polisi dari Indonesia. Jadi polisi atau TNI dari Indonesia harus bertanggung jawab atas semua kejadian yang terjadi di Timor Leste ini. Bukan bebankan kepada orang Timor Leste. Nah, ini surat dari Presiden Xanana Gusmao. Sedangkan sikap dari pemerintah Timor Leste kita semua mendukung apa yang dituntut oleh rakyat Timor Leste. Pemerintah Timor Leste juga menuntut supaya ada pengadilan internasional untuk mengadili kasus-kasus yang terjadi di Timor Leste September 1999. RN: Jadi dengan demikian pemerintah Timor Leste berbeda posisinya dengan Presiden Xanana Gusmao ya? DS: Tidak, tidak berbeda posisinya dengan Presiden Xanana Gusmao. Presiden Xanana Gusmao juga bukan minta kepada pengadilan Jakarta untuk menghentikan kasus itu secara pribadi. Karena kasus yang terjadi 1999 itu penanggungjawabnya bukan orang Timor. Penanggungjawabnya adalah Indonesia. Penanggungjawabnya adalah TNI dan pemerintah Indonesia. Jadi seolah-olah pemerintah Indonesia atau hakim dari Jakarta itu hanya bebankan kepada orang Timor. Yang bertanggung jawab itu Abilio Osorio Soares Padahal di atas Abilio Osario Soares itu kan ada jenderal seperti Wiranto. Itu sebetulnya keputusan-keputusan yang dari atas. Jadi harus diseret semua ke pengadilan. Bukan satu orang Timor Timur yang harus memikul tanggungjawabnya tapi pemimpin-pemimpin Indonesia itu harus memikul tanggung jawab atas kejadian yang terjadi di Timor Leste. Jadi menurut saya Presiden Xanana Gusmao itu dia hanya minta sebagai rasa kemanusiaan secara pribadi, kepada pengadilan untuk melihat kasusnya terhadap Abilio Osorio Soares. Tapi kita semua maunya diadakan suatu pengadilan internasional. RN: Kalau begitu bagaimana Bapak melihat kesempatan bisa didirikannya pengadilan internasional untuk mengadili berbagai pelanggaran di Timor Leste September 1999? DS: Menurut pandangan kami, kami semua rakyat Timor Leste, baik dari pemerintah, rakyat, masyarakat, kita menuntut adanya suatu pengadilan internasional. Dan juga kita minta kepada seluruh pihak masyarakat internasional untuk menuntut juga diadakannya pengadilan internasional melalui PBB, melalui suatu keputusan Dewan Keamanan PBB. Jadi bukan saja dari rakyat Timor Leste kita semua menuntut. Tapi kita minta partisipasi dan dukungan dari masyarakat internasional agar dibentuknya suatu pengadilan internasional untuk mengadili kasus-kasus di Timor Leste, pelanggaran hak asasi manusia, pelanggaran terhadap kemanusiaan, genosida, kejahatan perang di Timor Leste ini. RN: Lalu apakah dengan demikian Timor Lorosa'e tidak masuk dalam situasi yang sangat riskan, yaitu hubungan semakin buruk dengan pemerintah Indonesia? Bagaimana? DS: Ini saya kira, ini kita akan mempelajari dan pemerintah Indonesia juga saya kira harus mengerti perbuatan-perbuatan, bukan pemerintah Indonesia, tapi pelaku-pelaku yang terlibat dalam kejahatan berat di Timor Leste. Jadi pemerintah Indonesia juga saya kira, seperti sidang yang sekarang berjalan ini, mereka setuju supaya pelaku-pelaku itu diseret. Hanya dari satu sisi, kita melihat bahwa pengadilan di Indonesia ini tidak berjalan secara fair. RN: Nampaknya yang dihukum itu adalah orang Timor Timur, sementara orang Indonesianya dibebaskan. Orang Timor Timur yang dihukum adalah Abilio Soares, tiga tahun gitu. Jadi bagaimana ini, ada kesan bahwa yang dihukum itu Timor Timur sementara orang Indonesia dibebaskan? DS: Ya memang di sini ada kesan seperti itu. Kok orang Timor Timur yang harus diseret ke pengadilan dan dihukum, sedangkan yang memberikan perintah itu, yang bertanggung jawab atas keamanan di Timor Leste itu sama sekali tidak ada. Itu memang ada kesan sinis seolah-olah kasus pelanggaran hak asasi manusia di Timor Leste pada tahun 1999, itu dibebankan pada orang Timor Timur sendiri. Tapi yang bertanggung jawab di Timor Leste ini para keamanan, pemerintahan ketika itu, itu lepas tidak ada tanggungjawabannya. Memang ada kesan seperti itu di tengah masyarakat. RN: Memang tidak akan diragukan bahwa pemerintah Timor Timur akan mengambil tindakan, mengarah kepada pengadilan internasional. Tapi apakah pemerintah Timor Timur juga memperhitungkan kondisi politik di Indonesia di mana tentara ini masih berkuasa, sehingga antara lain mereka juga berkuasa untuk bisa membuat pengadilan itu membebaskan tokoh-tokoh ABRI dan polisi yang ada di situ? Apakah situasi semacam ini dipertimbangkan oleh pemerintah Timor Timur? DS: Ini saya kira ya. Menurut pandangan saya kita semua harus mengerti bahwa perbuatan-perbuatan tindak pidana, perbuatan-perbuatan kriminal itu siapa saja harus bertanggung jawab atas perbuatan-perbuatan itu. Tapi tidak lepas bahwa kita menjalin hubungan baik dengan pemerintah Indonesia. RN: Sejak Soeharto berkuasa tahun 1965, waktu itu banyak orang mati di Indonesia, ada yang mengatakan sampai sejuta orang, kebanyakan orang-orang kiri dan komunis. Itu tentara selalu menikmati apa yang disebut impunity, jadi posisi di atas hukum, tidak pernah dijatuhi hukuman karena tindakan-tindakannya yang melanggar hukum. Sejauh mana pemerintah Timor Timur memperhitungkan masalah impunity ini, masalah ketika tentara bisa berbuat apa saja tanpa hukuman? DS: Nah itulah yang terjadi di Timor Leste ini pada tahun 1975 sampai 1999, ketika Indonesia masih berada di sini kasus ini malah lebih parah dari Indonesia. Pada tahun 1975 sampai 1999 itu banyak kasus pelanggaran hak asasi manusia berat yang terjadi di sini. Memang untuk kasus-kasus seperti ini sekarang ini belum dimunculkan, tapi rakyat itu semuanya tahu apa yang terjadi sejak tahun 1975 sampai sekarang. Jadi ketika itu yang berkuasa itu adalah tentara Indonesia, bukan pengadilan atau bukan pemerintahan, tapi tentara Indonesia menguasai semua, yang bertindak sewenang-wenang di Timor Leste. Memang kejadian itu lebih berat pada tahun 1975 sampai 1999. RN: Nah, kalau begitu kira-kira langkah konkret apa yang akan ditempuh oleh pemerintah Timor Lorosa'e dalam rangka menggugah dunia internasional supaya membuka tribunal khusus untuk Timor Timur? DS: Langkah-langkah konkretnya saya kira pemerintah Timor Leste akan mengambil sikap dan akan membuat surat, akan menyampaikan sikap tentang pengadilan di Jakarta itu untuk menuntut adanya suatu peradilan internasional. Demikian Wakil Menteri Kehakiman Timor Leste Domingos Sarmeto. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
