---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 02 September 2002 14:50 UTC



** PRESIDEN THABO MBEKI BUKA KTT KHUSUS DI YOHANNESBURG

** 15 WARGA PAPUA DITANGKAP SEHUBUNGAN SERANGAN AKHIR PEKAN

** FILIPINA KIRIM DELEGASI KE MALAYSIA

** TOPIK GEMA WARTA: SIAPA SEBENARNYA PELAKU PENEMBAKAN SABTU LALU DU
PAPUA BARAT?

** TOPIK GEMA WARTA: LARANGAN RELAY SIARAN ASING, PUNCAK KEBODOHAN



* PRESIDEN THABO MBEKI BUKA KTT KHUSUS DI YOHANNESBURG

Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki membuka resmi KTT Pembangunan
Berlanjut yang khusus dihadiri para kepala negara dan pemimpin
pemerintahan di Yohannesburg, dan akan berlangsung selama tiga hari.
Dalam pidato pembukaannya Mbeki menggambarkan situasi dunia yang
mengkhawatirkan, di mana jurang antara si kaya dan si miskin semakin
bertambah lebar. Selain itu ia menekankan adanya pertumbuhan miring
sehubungan masalah kesehatan dan tersedianya sumber-sumber alam.
Karena itu Presiden Afrika Selatan menyerukan kepada para pemimpin
dunia agar mencari jalan keluar kongkrit untuk memberantas kemiskinan
tanpa menghancurkan sumber-sumber enerji yang ada. Selanjutnya
Sekjend PBB Kofi Annan menyatakan negara-negara kaya kali ini diminta
membenahi masalah lingkungan di dunia. Annan mengkritik kebijakan
negara Barat, yang menurutnya tidak membawa perubahan sedikit pun.

Dalam KTT ini lebih dari 100 pemimpin dunia akan memberikan pidato
secara bergantian, masing-masing selama lima menit. Pemimpin dunia
yang tidak hadir kali ini adalah Presiden Amerika Serikat George
Bush.


* 15 WARGA PAPUA DITANGKAP SEHUBUNGAN SERANGAN AKHIR PEKAN

Pasukan TNI menangkap 15 orang warga Papua sehubungan serangan
berdarah akhir pekan lalu. Dua orang warga Amerika Serikat dan
seorang warga Indonesia tewas, sementara 11 orang lainnya diberitakan
cedera. Para korban bekerja untuk sekolah internasional yang terletak
di kompleks tambang Tembagapura. Pihak TNI menuduh gerakan separatis
Papua Merdeka, OPM pimpinan Kelly Kwalik bertanggung jawab atas
serangan tersebut. Tetapi organisasi ini, yang menyatakan tidak
pernah menyerang warga asing, menyangkal terlibat sedikit pun dalam
serangan tersebut. Menurut para aktivis HAM, serangan justru
dilakukan pasukan TNI untuk menjelek-jelekkan nama OPM.


* FILIPINA KIRIM DELEGASI KE MALAYSIA

Pemerintah Filipina mengirim sebuah delegasi ke Malaysia untuk
menyelidiki situasi puluhan ribu buruh Filipina di Malaysia yang
diancam akan diusir. Manila memutuskan hal tersebut setelah keluar
sejumlah berita mengenai penaganiyaan para imigran gelap yang
tertangkap. Menurut buruh Filipina yang telah diusir keluar dari
Malaysia, Kuala Lumpur menggunakan berbagai tindak kekerasan dalam
memburu para imigran gelap. Selain itu juga keluar berita pembakaran
rumah-rumah para imigran. Sekitar 80.000 warga Filipina masih ditahan
di pusat-pusat penampungan di negara bagian Sabah. Beberapa bulan
terakhir lebih dari 300.000 imigran gelap asala Filipina dan
Indonesia melarikan diri atau diusir dari negara tersebut.


* BADAI DI KOREA UTARA TEWASKAN 100 ORANG

Badai angin yang melanda Korea Selatan akhir pekan lalu kemungkinan
menewaskan lebih dari 100 warga. Puluhan orang lainnya masih belum
ditemukan. Angin topan Rusa yang sangat kuat menyebabkan kerusakan
materi yang sangat besar akibat banjir dan tanah longsor. Ratusan
jembatan dan jalan penghubung hancur atau hanyut. Daerah yang
terparah adalah pantai Timur Korea Selatan. Di tempat itu lebih dari
30.000 orang penduduk kehilangan rumah tinggal mereka. Puluhan ribu
tentara ditugaskan sebagai tim penyelamat. Selain itu mereka juga
langsung memulai pembersihan dan pemulihan kembali berbagai sarana,
yang diperkirakan memakan waktu satu bulan.


* AMNESTY INTERNATIONAL TENTANG PERSETUJUAN AS

Persetujuan bilateral dengan Amerika Serikat sekitar Mahkamah Pidana
Internasional, bertentangan dengan Traktat Roma. Demikian dinyatakan
organisasi HAM Amnesty International setelah menganalisa traktat
tersebut, yang merupakan dasar didirikannya Mahkamah Pidana
Internasional. Pemerintah Washington ingin mencegah agar tidak ada
warga Amerika yang dapat diserahkan kepada Mahkamah. Untuk itu
Washington telah menandatangani persetujuan antara lain denfgan
Israel dan Rumania. Sementara Inggris dan Italia masih
mempertimbangkan persetujuan serupa.

Selasa besok di New York akan dimulai Rapat negara-negara yang
menandatangani Traktat Roma. Antara lain akan dibicarakan pemilihan
hakim Mahkamah Pidana. Amnesty International menyerukan kepada para
peserta rapat untuk mengeluarkan pernyataan yang mengecam persetujuan
dengan Amerika tersebut.


* ISRAEL SELIDIKI AKSI KEKERASAN MILITER ALHIR PEKAN LALU

Menteri Pertahanan Israel Benyamin Ben-Eliezer memerintahkan
penyelidikan sekitar aksi-aksi pasukan Israel akhir pekan lalu. 11
warga Palestina tewas akibat aksi tersebut, termasuk sejumlah besar
warga sipil dan anak-anak. Penyidikan dilakukan oleh tim khusus.
Sebelumnya Presiden Israel Moshe Katzav dan Menlu Shimon Peres
mengecam keras aksi tentara Israel tersebut. Katzav menyatakan bahwa
pasukan Israel harus mempertimbangkan kembali taktik mereka,
sementara Peres menamakan insiden tersebut sangat mencemaskan. Juru
runding utama Palestina Saeb Erakat menuduh Israel melakukan aksi
terorisme dan meminta masyarakat internasionak untuk beraksi.


* ISRAEL DAN YORDANIA AKAN SELAMATKAN LAUT MATI

Sewaktu KTT PBB di Yohannesburg, Israel dan Yordania menyetujui
rencana untuk menyelematkan Laut Mati. Kedua negara setuju untuk
membangun jaringan pipa sepanjang 320 kilometer, yang mengalirkan air
ke Laut Mati. Tinggi permukaan air laut tersebut setiap tahunnya
turun sebanyak setengah meter. Apabila proses ini tidak dicegah maka
dalam waktu 50 tahun mendatang laut tersebut akan kering. Laut Mati,
yang terletak antara Israel, Yordania dan Tepi Barat Sungai Yordan,
mendapat suplai air dari Sungai Yordan, tetapi akibat saluran irigasi
air yang mengalir terlalu sedikit. Kedua negara akan membuat jaringan
pipa untuk menyalurkan air dari Laut Merah. Biaya pembangunan
diperkirakan sekitar 800 juta Euro.


* TEPCO TUTUP LIMA REAKTOR NUKLIR DENGAN ALASAN KEAMANAN

Ketua dan sejumlah anggota pimpinan perusahaan listrik terbesar di
Jepang mengundurkan diri sehubungan skandal enerji nuklir
besar-besaran. Perusahaan tersebut, TEPCO dituduh memalsu data-data
keamana di sejumlah reaktor nuklir. Sedikitnya ada 29 kasus reparasi
yang terdaftar, sementara kenyataannya tidak pernah dilakukan.
Akibatnya TEPCO harus menutup lima pusat nuklir, antara lain yang
terbesar di dunia, untuk pemeriksaan keamanan. Menurut tuduhan
rekator-rekstor itu dibiuarkan bekerja sementara kemungkinan ada
kebocoran.


* KEBAKARAN DI KAPAL FERRY INGGRIS

Sebuah kapal ferry yang mengangkut lebih dari 600 orang penumpang
sempat terbakar ketika berada di Laut Utara di depan pantai Inggris.
Kapal Norse milik perusahaan pelayaran Inggris P&O sedang dalam
perjalanan dari Hull Inggris ke Zeebrugge di Belgia. Sekitar jam
empat tengah malam waktu setempat terjadi kebakaran di kamar mesin
terakhir. Api dapat dipadamkan beberapa jam kemudian. Para penumpang
sebvelumnya telah dikumpulkan dan diharuskan untuk mengenakan band
penyelamat. Pemerintah Inggris telah mengirim kapal-kapal penyelamat
dan helikopter, tetapi kapal ferry akhirnya dapat dengan selamat
melanjutkan perjalanan ke Zeebrugge.


* SIAPA SEBENARNYA PELAKU PENEMBAKAN SABTU LALU DI PAPUA BARAT?

Penembakan yang terjadi dekat pertambangan milik Freeport di Timika,
Papua Barat, Sabtu pekan lalu, menewaskan tiga orang yaitu dua warga
Amerika Serikat dan seoarang warga Indonesia. TNI/Polri kemudian
mengatakan pihaknya memburu para pelaku yang diduga berasal dari
kelompok sipil bersenjata dan berhasil menembak mati salah seorang
darinya. KSAD Jenderal TNI  Ryamizard Ryacudu membantah keterlibatkan
Kopassus dalam penembakan itu dengan mengatakan, "Tidak mungkin
dilakukan oleh Kopassus. Udah tahu brewokan masa Kopassus. Nggak
boleh nuduh-nuduh. Kita tahu pasti. Itu penyerangan dari OPM."
Apakah betul para pelaku penembakan Sabtu lalu berasal dari kelompok
sipil bersenjata OPM? Radio Nederland menghubungi Aloy Enuarin, Wakil
Direktur Elsham Papua di Jayapura.
Aloy Enuarin [AE]: Tepatnya kejadian terjadi di kilometer 62 dan 63
di sekitar Freeport. Dan di daerah tersebut ada sebuah pos militer.
Dengan tempat kejadian jaraknya satu kilometer, sehingga susah
dikatakan bahwa itu kelompok sipil bersenjata atau OPM yang
melakukan. Yang jelas itu kelompok profesional.  Dan daerah tempat
kejadian tersebut, daerahnya jurangnya sangat dalam. Daerah
ketinggian dengan permukaan jurang itu sekian kilometer dan daerahnya
selalu berawan. Sehingga gerakan apa pun juga akan susah untuk bisa
bertahan di sekitar tempat kejadian.
Radio Nederland [RN]: Jadi tentunya orang ini harus sangat tahu
medan?
AE: Ya. Yangg jelas orang sangat profesional dan tahu medan. Kami
belum bisa menuduh ke pihak siapa pun juga. Yang jelas kita minta
pada pihak manajemen Freeport, juga kepada TNI dan Polri membuka
daerah tersebut sehingga tim investigasi, baik nasional maupun
internasional, bisa terlibat melakukan penyidikan. Track finding
terhadap kasus tersebut. Sehingga bisa tahu akar daripada persoalan
tersebut.
RN: Kenapa? Apa anda melihat ada sesuatu di balik ini semua?
AE: Dilihat dari modus operandi, insiden ini bukan insiden belaka
terjadi seketika. Dan kami melihat bahwa ini ada suatu rekayasa yang
dibuat oleh kepentingan tertentu untuk mengacaukan Papua yang
dicanangkan sebagai Papua Zona Damai ini. yang jelas di Freeport
sendiri kepentingan ekonominya yang sangat kuat, baik kepentingan
negara, kepentingan militer dan lain-lain. Sehingga daerah itu
dipakai sebagai ajang konflik sehingga pihak penguasa tetap access
bekerja di sana.
RN: Yang saya bingung kenapa yang ditembak ini warga sipil? Apa
urusannya?
AE: Inikan susah kita lihat, bahwa kenapa korbannya warga sipil,
pertama. Kira ini untuk menarik simpatik pula mata dunia, bahwa ada
konflik bersenjata antara  kelompok tertentu dengan pihak keluarga
sipil. Sehingga membuat imej buruk untuk aktivis OPM atau sekarang
mereka sudah membuka diri untuk dialog damai dan menjadikan Papua
sebagai zona damai
RN: Masih menurut Ryamirzad Ryacudu bahwa Kelly Kwalik beroperasi di
wilayah itu. Dan Kelly Kwalik dikenal sebagai tokoh OPM yang garis
keras. Bagaimana?
AE: Kami kan baru seminggu lalu merekonsiliasi dengan Pak Kelly
Kwalik dan rencana Papua, dialog konperensi zona damai pada bulan
Oktober nanti. Sehingga kelly Sendiri sudah tidak punya apa dan
menyatakan meletakkan senjata dan mau dialog dengan semua komponen
yang ada di Papua. Jadi sama sekali Kelly tidak punya rencana maupun
niat untuk melakukan kekerasan lagi. Jadi dia sudah minta, sudah
saatnya untuk duduk dialog.
RN: Anda menduga inisebenarnya apa agendanya atau katakan kenapa
sampai peristiwa ini terjadi?
AE: Okey. Tadi saya katakan bahwa Freeport sendiri merupakan suatu
perusahaan nasional dan mempunyai kepentingan ekonomi yang sangat
besar bagi semua pihak, baik yang berada di Indonesia maupun
internasional. Bukalah Freeport agar lembaga-lembaga independen ini
bisa mendapat hasil yang maksimal. Melakukan track finding terhadap
insiden yang terjadi kemarin. Sehingga akar persoalan itu dapat
terungkap dengan baik.
RN: Maksud anda bahwa permasalah penembakan ini berawal dari Freeport
itu sendiri?
AE: Sebenarnya tidak. Ini sejumlah kepentingan, kalau saya lihat.
Yang jelas kenapa semua orang mencari nafkah, mencari makan di sana.
Sehingga menempatkan orang di sana untuk bekerja, misalnya pasukan
besar bisa dibiayai untuk kepentingan Freeport. Kepentingan pasukan
di sana. Sehingga dilihat itu semua orang datang ke Freeport dengan
alasan mengamankan dan segala macam itu kan kepentingan ekonomi yang
sangat jelas sekali.
RN: Apa ini ada kaitannya dengan rencana Papua zona damai? Sehingga
ada upaya kembali mendestabilisasi Papua?
AE: Kalau kita lihat ke sana, kan sekarang kita lagi merintis untuk
konperensi zona damai di Papua agar bisa melahirkan kesepakatan
bersama baik berupa satu peraturan daerah atau pun
perjanjian-perjanjian lainnya dengan kelompok-kelompok yang lain.
Agar Papua menjadi daerah zona damai. Mungkin upaya-upaya oleh pihak
lain yang tidak mau Papua menjadi damai, sehingga terjadi kondisi
tersebut. Kalau kondisi tidak damai, kan banyak orang bisa menerima
keuntungan dari itu. Umpamaya di Aceh, di Maluku dan di daerah-daerah
lain. Misalnya keuntungan dana-dana operasi untuk kepentingan
militer. Itu jelas seperti di tempat-tempat lain seperti di Papua
juga.
RN: Bisa jadi penembakan ini memang diupayakan untuk ke arah sana
begitu?
AE: Ya. Itu tekanan kami. Sehingga tidak ada kesimpulan seperti
kematian Theys, bukan dilakukan oleh kelompok keras Papua. Ternyata
yang melakukan kan Kopassus.


* LARANGAN RELAY SIARAN ASING: PUNCAK KEBODOHAN


DPR Indonesia kembali membuat kejutan dengan Rancangan Undang-Undang
Penyiaran baru yang memuat larangan terhadap siaran relay media
elektronik asing termasuk radio siaran luar Indonesia. RUU yang
hampir selesai dan akan disahkan menjadi undang-undang ini menurut
Abdullah Alamudi, pemerhati media dari Institut Pers Dr. Soetomo
sebagai langkah sangat mundur dan mereka yang terlibat dalam
pembuatan UU ini juga terlibat dalam proses pembodohan masyarakat
Indonesia. Abdullah Alamudi juga melihat RUU ini sebagai upaya
penguasaan kembali media oleh negara.

Abdullah Alamudi [AA]: Hal semacam ini membuat kita mundur 40 tahun.
Kembali ke tahun '64, waktu masyarakat Indonesia, rakyat Indonesia
dilarang mendengarkan siaran berita dari radio asing. Sehingga pada
waktu itu, satu-satunya sumber kebenaran adalah pemerintah. Kalau
saja orang-orang di DPR itu dan pemerintah berpikir seandainya pada
tahun 1945, pemerintah Inggris di India melarang masyarakat India
mendengarkan siaran asing, maka rakyat India tidak tahu bahwa
Indonesia sedang perolehkan kemerdekaannya.

Seandainya pemerintah Inggris melarang rakyat Mesir mendengarkan
siaran luar negeri, maka rakyat Mesir tidak tahu bahwa Indonesia
sudah memproklamirkan kemerdekaannya. Ini negara Republik Indonesia
yang Pancasila. Rakyat itu tidak boleh mendengar siaran luar negeri
dan dari negara asing. Mau apa negeri ini? Ini betul-betul puncak
kebodohan. Dan orang-orang yang terlibat itu terlibat dalam proses
pembodohan masyarakat.

Radio Nederland [RN]: Pak Alamudi alasan dari pasal ini adalah karena
media asing dianggap bisa menyalahgunakan media lokal. Entah itu
televisi atau radio, bisa disalahgunakan oleh media asing. Bagaimana
apakah itu betul?

AA: Itukan alasan dicari-cari saja. Apa misalnya Radio Hilversum yang
di monitor di sini akan menyalahgunakan? Anda punya nama kan rusak.
Integritas anda kan rusak. Sedangkan salah satu modal utama dari
setiap lembaga berita, adalah integritasnya. Jadi omong kosong itu.
Itukan anggapan bahwa masyarakat kita ini masih bodoh terus. Masak
kita sudah 57 tahun merdeka masih bodoh terus? itu kan omong kosong
saja semua.

Yang kedua alasan untuk mempertahankan kekuasaan dan kontrol,
tampaknya ini semacam kekhawatiran saja, semacam keinginan dari
Kominfo untuk menghidupkan Departemen Penerangan lagi. Sebab kalau
ini gol, maka berarti harus ada dinas-dinas di propinsi-propinsi.
Jadi orang-orang dari Jayapura mau bikin iklan harus ada persetujuan,
sensor. Nah supaya orang Jayapura tidak perlu datang ke Jakarta
dibikinlah kantor-kantor perwakilan di sana. Supaya tiap propinsi itu
ada maka harus ada departemen. Kan picik sekali sebenarnya. RUU
Siaran ini kalau digolkan akan bertentangan dengan deklarasi hak
asasi manusia Pasal 19 yang sudah diratifikasi oleh Indonesia.

Sebab kalau pers mulai dibelenggu, maka pers akan diperlakukan lagi
seperti dulu. Semua keterangan yang benar adalah dari pemerintah.
Sumber kebenaran itu adalah pemerintah. Pers akan menjadi
perpanjangan tangan dari pemerintah. Kita harus lawan.

RN: Itu kan jadi mirip sistem negara sosialis-komunis yah?

AA: Betul-betul. Nah kita ini anti-komunis, kita hancurkan komunis,
kita lakukan kembali apa yang dilaksanakan oleh komunis Sovyet dulu,
yang justru negaranya sudah hancur.

RN: Bagaimana kaitannya nasionalisme ini kepada sistem penyiaran
asing yang masuk Indonesia. Apakah betul itu jadi tolak ukurnya?

AA: Saya tidak percaya radio-radio dalam negeri itu tidak menyiarkan
karena mereka kekurangan tenaga, kekurangan uang. Mereka ada modal
kecil. untuk membuat warta berita itu diperlukan wartawan, diperlukan
tape recorder, diperlukan jalur telepon untuk menyampaikan beritanya
ke studio secepat mungkin. Dan juga mobilitasnya harus tinggi.
Radio-radio di daerah itukan kecil-kecil modalnya kecil, apa
hubungannya dengan nasionalisme? Orang siaran saja hanya dikatakan
tidak ada nasionalisme. Lebih tinggi mungkin nasionalisme mereka
daripada para pejabat.

RN: Pak Alamuddi anda terdengar sangat keras sekali dan sangat sinis
sekali. Apakah memang sedemikian gawatnya apabila siaran asing ini
tidak disiarkan lagi oleh radio-radio nasional?

AA: Teranglah. Bagaimana saya bisa mendapatkan berita dari luar
negeri? Maka dari itu sebelum ini terjadi harus ada gerakan dari
masyarakat media Indonesia menentang hal ini, masyarakat siaran
Indonesia, masyarakat pers, masyarakat umum semuanya yang menaruh
perhatian pada informasi. Juga bantuan dari teman-teman di luar
negeri. Para pemerintah dari negara luar yang menghargai demokrasi,
yang menghargai hak masyarakat untuk mendapat informasi harus
mengambil tindakan untuk menghentikan tindakan represif pemerintah
Indonesia sebelum UU ini dilaksanakan, sebelum UU ini disetujui.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke