---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 09 September 2002 15:00 UTC



** SEORANG TENTARA DAN DUA PENDUDUK SIPIL TERBUNUH DI ACEH

** AKSI MILITER DI JALUR GAZA

** PENYERANGAN BESAR-BESARAN DI NEPAL

** TOPIK GEMA WARTA: KEJAKSAAN USULKAN PINDAHKAN PENGADILAN ADHOC HAM
KE DILI

** TOPIK GEMA WARTA: AKBAR TIDAK MUNDUR: PIMPINAN INDONESIA TIDAK
PUNYA MALU



* SEORANG TENTARA DAN DUA PENDUDUK SIPIL TERBUNUH DI ACEH

Seorang prajurit dan dua penduduk sipil terbunuh di Nanggroe Aceh
Darussalam hari Senin. Sejumlah anggota militer lain luka-luka akibat
serangan granat. Menurut Mayor Zaenal Muttaqin jurubicara militer
setempat, hari Minggu lalu, dua orang laki-laki yang diduga anggota
Gerakan Aceh Merdeka, menembak seorang tentara di Kuta Blang, di
Lhokseumawe Aceh Utara. Dia menyebutkan bahwa, korban dan dua
penyerang tengah mengendarai sepeda motor. Pada hari Minggu itu juga,
penduduk desa Kandang, di distrik Aceh Utara, menemukan jenasah dua
lelaki yang tidak dikenal. Pada kedua jenazah ini terdapat luka-luka
tembak. Sementara itu, tiga orang tentara yang tengah berbelanja
sebuah pasar di Panton Labu,  Aceh Utara, menderita luka-luka setelah
dua orang tidak dikenal melemparkan granat pada mereka.
Juru bicara GAM, Tengku Jamaika menyatakan bertanggungjawab atas
penyerangan dengan granat ini. Sekitar 10.000 orang diperkirakan
tewas sejak GAM memulai perjuangannya ditahun 1976 untuk kemerdekaan
propinsi yang terletak diujung pulau Sumatra ini.



* AKSI MILITER DIJALUR GAZA

Tentara Israel untuk kedua kalinya dalam tiga hari melancarkan
operasi besar-besaran di Jalur Gaza. Sekitar 40 panser dan tank
memasuki dua barak pengungsi di sebelah  selatan kota Gaza. Aksi
militer ini mengakibatkan pertikaian antara orang-orang Palestina dan
militer Israel. Akibatnya 10 orang luka-luka. Dua hari lalu tentara
Israel juga melancarkan aksinya dari pusat Jalur Gaza. Dalam aksi ini
seorang pemimpin Hamas ditangkap. Anggota-anggota militer Israel
membunuh dua orang Palestina di daerah selatan Jalur Gaza yang
mencoba masuk Israel secara ilegal.


* PENYERANGAN BESAR-BESARAN DI NEPAL

Di Nepal para pemberontak Mao, melakukan serangan besar-besaran lagi
terhadap sejumlah gedung pemerintahan. Sampai saat ini belum jelas
berapa jumlah korban yang jatuh, namun aparat keamanan Nepal khawatir
jumlah korban akan mencapai sekitar 200 orang anggota polisi, anggota
militer dan pegawai negeri. Serangan ini terjadi di distrik
Arghakhanchi, sekitar 300 kilometer di sebelah barat ibukota
Kathmandu. Sabtu malam lalu, serangan kelompok pemberontak Mao
menewaskan  49 anggota polisi. Sejak tahun 1996, para pemberontak
yang menganut ajaran Mao ini melakukan aksi-aksi berdarah untuk
menggulingkan pemerintahan kerajaan di Nepal.


* DUA TEWAS AKIBAT GEMPA BUMI DI PAPUA NUGINI

Dua orang tewas dalam sebuah gempa bumi berat yang terjadi di Papua
Nugini. Gempa bumi berkekuatan 7,6 skala Richter ini, berpusat di
tengah laut, sekitar 50 kilometer dari pesisir timur laut. Gempa ini
menimbulkan gelombang pasang tinggi yang mengakibatkan banyak
kerusakan. Pemerintah memperkirakan jumlah korban meninggal masih
akan naik. Empat tahun yang lalu Papua Nugini juga dilanda gempa bumi
di wilayah pesisir. Gelombang pasang tinggi yang timbul saat itu
menelan 22 korban jiwa.


* KEKERASAN DI KASHMIR

Kekerasan yang baru terjadi lagi di negara bagian Kashmir, India,
menewaskan 11 orang. Kelompok separatis muslim menyerang dan
menembaki rumah-rumah penduduk yang beragama Hindu di dua desa. Ini
merupakan aksi pembalasan terhadap serangan yang menewaskan delapan
orang di sebuah desa muslim bulan lalu. Di akhir pekan ini, dalam
serangan terhadap sebuah kantor polisi , tiga orang anggota polisi
India tewas tertembak. Minggu depan berlangsung pemilu di negara
bagian Kashmir. Kelompok pemberontak muslim yang memperjuangkan
kemerdekaan Kashmir, menyerukan boikot pemilihan umum tersebut. India
menuduh Pakistan memberi dukungan kepada laskar pemberontak muslim.


* DEBAT DALAM PEREBUTAN KURSI KANSELIR DI JERMAN

Pemirsa televisi Jerman menganggap Kanselir Gerhard Schroder sebagai
pemenang debat televisi kedua dari lawan politiknya pemimpin partai
kristen demokrat CSU Edmund Stoiber.  Beberapa jajak pendapat yang
dilakukan menunjukkan bahwa  Schroder dianggap lebih menyakinkan.
Dalam debat yang disiarkan langsung ini, keadaan ekonomi dan masalah
Irak menjadi pokok utama. Schroder secara jelas menyatakan bahwa dia
tidak mendukung rencana menyerang Irak. Stoiber menuding kebijakan
lawan politiknya ini bisa membahayakan hubungan Jerman Amerika
Serikat. Pemimpin CSU ini juga mengkritik Schroder tidak
bersungguh-sungguh dalam memecahkan masalah pengangguran yang
jumlahnya kian tinggi. Pemilihan umum parlemen di Jerman akan
dilaksanakan tanggal 22 September mendatang.


* ORGANISASI INTERNASIONAL PARAMILITER KANAN DI KOLOMBIA DIHIDUPKAN
KEMBALI

Kelompok paramiliter kanan di Kolombia menghidupkan kembali
organisasi internasional mereka, UAC. Dalam sebuah pertemuan rahasia,
18 komandan memutuskan untuk menghidupkan kembali UAC. Mereka
merencanakan untuk mengorganisir sekitar sepuluh ribu orang
paramiliter. Organisasi ini berharap untuk memainkan peran penting
dalam pelaksanaan kebijakan presiden Alvaro Uribe, yang hendak
menangani masalah gerakan-rerakan gerilya di Kolombia secara keras.
Yang menarik adalah kembalinya pemimpin lama AUC, Carlos Castano.
Beberapa bulan yang lalu  Castano mengundurkan diri sebagai pemimpin
karena dia tidak menyetujui aksi-aksi penculikan dan perdagangan obat
bius besar-besaran yang dilakukan oleh anggota paramiliter.
Organisasi Hak-hak Azasi Manusia menuduh paramiliter Kolumbia
bertanggungjawab terhadap berbagai pembunuhan masal.


* PEMBAJAKAN PESAWAT DI INDIA

Di atas Samudra Hindia, para awak sebuah pesawat penumpang berhasil
menggagalkan sebuah  pembajakan. Aksi ini mengakibatkan seorang awak
pesawat terluka. Seorang pembajak yang bersenjata pisau dapat
dilumpuhkan sebelum berhasil masuki kokpit pesawat. Pesawat yang
mengangkut enampuluh penumpang tersebut pada akhirnya bisa mendarat
dengan selamat di bandara internasional Maladewa. Di sana pembajak
pesawat, seorang laki-laki yang memiliki paspor India, ditangkap.
Seorang penumpang diinterogasi karena diduga terlibat pembajakan.
Pesawat Boeing 737 milik perusahaan penerbangan Air Seychelles ini
sedang dalam penerbangan dari Bombay menuju Seychelle.


* TENAGA KERJA INDONESIA DI MALAYSIA

Tenaga Kerja Indonesia diperbolehkan kembali ke Malaysia jika mereka
tidak membawa istri dan anak-anaknya dan jika surat-surat mereka
lengkap. Ini dikatakan oleh jurubicara organisasi yang memberi tempat
tinggal pada lebih dari 20.000 orang TKI di Nunukan, Kalimantan
Timur.
Bulan yang lalu para TKI melarikan diri dari Malaysia setalah diancam
akan ditangkap sebagai tenaga kerja ilegal. Minggu yang lalu sekitar
6.000 TKI kembali lagi ke Malaysia.


* SERUAN ARAFAT UNTUK PERDAMAIAN DI ISRAEL

Pemimpin Palestina Yasser Arafat menyatakan bahwa perdamaian di
Israel masih dapat tercapai. Hal ini dikatakan Arafat dalam pidatonya
di depan parlemen Palestina. Pemimpin Palestina ini menyerukan
penghentian aksi kekerasan, tapi dia juga mengatakan bahwa Israel
memanfaatkan situasi dunia yang berubah setelah 11 September untuk
menteror rakyat Palestina.
Parlemen Palestina berkumpul untuk memilih anggota-anggota baru
kabinet Arafat.  Dibawah tekanan dari luar dan dalam negeri,  Arafat
merombak pemerintahanya.Tentang posisinya, Arafat menyatakan bahwa
dia bersedia untuk mendiskusikannya. Namun ia juga menunjukkan bahwa
tidak ada alternatif lain.


* KEJAKSAAN USULKAN PINDAHKAN PENGADILAN ADHOC HAM KE DILI


Intro: Kejaksaan RI  mengusulkan agar pengadilan Adhoc HAM Timor
Timur dipindahkan ke Dili, Timor Leste. Usul ini muncul setelah
kemarin dua belas saksi tidak hadir pada sidang pengadilan kasus
Brigjen Tono Suratman. Radio Nederland menghubungi Aniceto Guterres
Komisaris Ketua Komisi Kebenaran, Rujuk dan Penerimaan Nasional Timor
Leste. Menurut tokoh HAM ini, pemerintah Timor Leste harus raih
peluang ini.

Aniceto Guterres [AG]: Kalau memang pengadilan itu dibawa ke Dili,
dan mengadili semua pelaku-pelaku kejahatan terhadap kemanusiaan atau
kejahatan apa saja yang terjadi selama tahun 1999, dalam hal ini
tertangkap dan terdakwanya milisi dan anggota-anggotanya TNI dan
pejabat-pejabat Indonesia pada waktu itu di sini, saya kira itu
memang suatu kesempatan baik untuk memperbaiki pengadilan itu.

Radio Nederland [RN]: Kalau begitu sikap Timor Leste sebaiknya
mengambil kesempatan ini supaya bisa mengambil alih pengadilan itu
sehingga bisa melakukan pengadilan yang semestinya?

AG: Betul, jadi pemerintah Timor Leste juga harus mengambil peluang
ini. Dan begitu juga PBB jangan melewatkan kesempatan ini. Ini
kesempatan baik untuk memperbaiki proses yang sudah mendapat kritik,
kritik dari semua pihak, termasuk dari Sekjen PBB. Itu kesempatan
yang langka dan tidak harus dilewatkan begitu saja.

RN: Kalau seandainya pemerintah Timor Leste menolak, bagaimana?

AG: Saya kira tidak ada alasan bagi pemerintah Timor Leste untuk
menolak. Apalagi kalau ada dukungan PBB atau internasional untuk
membantu. Karena justru itulah keinginan itu. Korban dan masyarakat
Timor Leste, termasuk juga dunia internasional.

Saya tahu persis pada saat men-set-up pengadilan ad-hoc di Jakarta,
pengadilan ad-hoc itu kan sebagai alternatif. Ya harusnya itu
pengadilan internasional. Dan untuk membentuk suatu peradilan
internasional itu prosesnya panjang. Karena itu waktu itu alternatif
terakhirnya adalah pengadilan serious crimes yang dibangun di Dili
untuk mengimbangi apa yang sedang dibangun Indonesia di Jakarta.

RN: Yang jelas Anda menganggap pengadilan yang berjalan sekarang itu
tidak fair ya?

AG: Ya, saya terus terang mengatakan bahwa pertama alasan-alasan
proses itu juga kadang-kadang membuat tidak fair. Kalau saya ikuti
langsung ada pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya diajukan oleh para
penasehat hukum terdakwa dan juga jaksa sendiri, termasuk juga dari
hakim juga. Itu pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya cocok untuk
diajukan, atau pantas diajukan kepada terdakwa, bukan kepada saksi
seperti itu. Jadi secara hukum, itu tidak ada proses yang fair.
Kemudian membuat itu saksi-saksi mau secara leluasa, secara bebas,
memberikan keterangan di depan pengadilan. Karena ada proses di
persidangan juga tidak menguntungkan orang. Orang yang seharusnya
jadi saksi menempatkan diri sebagai terdakwa. Jaksa yang menghadirkan
pun tidak ada usaha atau tidak ada cara untuk menyangkal atau
menghindari pertanyaan-pertanyaan seperti itu.

RN: Kalau begitu bagaimana menurut Anda dunia internasional harus
menilai pengadilan ini ya.

AG: Persoalan ketidakhadiran saksi akan mempengaruhi hasil proses
itu, itu persoalan lain. Tetapi masalah proses yang sementara waktu
itu sudah mengundang keprihatinan berbagai pihak, termasuk orang
Timor Lorosa'e, saya kira itu dulu yang kita lihat. Kenapa proses
seperti itu, ketidakfairan seperti itu terjadi? Terbukti bahwa ada
beberapa saksi yang hadir. Baik secara sendiri-sendiri ataupun
terorganisir oleh Kejaksaan Agung Timor Leste. Itu sudah ada. Tapi
hasilnya malah mengecewakan orang Tim Tim. Kebanyakan orang Tim Tim
dan juga saya kira ada keprihatinan juga dari masyarakat
internasional. Jadi persoalannya kita mulai dari situ, menurut saya.
Nah karena itu harus dipertanyakan bahwa keseriusan pemerintah
Indonesia untuk memproses kasus-kasus itu secara fair, sehingga
hasilnya pun bisa adil gitu.

RN: Menurut Anda bagaimana, Anda menilai keseriusannya? Apakah ini
serius atau tidak?

AG: Seperti orang main kucing-kucingan kalau saya boleh mengatakan.
Pada saat itu dilaksanakan tapi prosesnya jelas seperti itu.
Sepertinya yang diadili itu orang Tim Tim gitu.

Demikian Aniceto Guterres Komisaris Ketua Komisi Kebenaran, Rujuk dan
Penerimaan Nasional Timor Leste.


* AKBAR TIDAK MUNDUR: PIMPINAN INDONESIA TIDAK PUNYA MALU

Akbar Tandjung, ketua DPR Indonesia sekaligus ketua umum partai
Golkar, melakukan kunjungan ke Hanoi, Vietnam. Padahal belum sepekan
lalu oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mantan Mensesneg ini
divonis tiga tahun penjara karena dinyatakan terbukti melakukan
tindak pidana korupsi. Namun hingga kini Akbar Tandjung ternyata
masih bebas berkeliaran, tersenyum bahkan memberikan pernyataan
politik sebagai ketua parlemen. Usulan Dewan Kehormatan untuk
melengserkan dia, kelihatannya juga gagal di tengah jalan. Radio
Nederland menghubungi Efendi Choirie, dari Fraksi Partai Kebangkitan
Bangsa, yang meminta agar Akbar Tandjung mundur. Menurutnya
pimpinan-pimpinan di Indonesia sudah tidak tahu malu.

Efendi Choirie [EC]:  Yang bersuara seperti itu, saya kira mayoritas.
Tetapi mereka tidak mau melanjutkan dalam bentuk sikap-sikap politik
tapi yang lain kan hanya statement-statement biasa saja, yang lain
kan lebih bersikap menunggu ya. Atau bersikap ganda, standar ganda
begitu ya. Dalam statement-statement seperti itu, minta non aktif,
tapi dalam tindakan malah ikut pak Akbar memimpin delegasi ke Hanoi.
Itu artinyakan tidak jelas sikap itu ya, itulah yang menjadi soal.
Dan itu kemudian di pertontonkan ke dunia internasional.

Dia setelah diberi hukuman tiga tahun, itu malah memimpin delegasi ke
negara lain, yang disana rapat bersama parlemen-parlemen diseluruh
Asia. Ini kan memang ironis, tetapi itulah tidak malu. Kita sendiri
yang ikut menjadi anggota rombongan nggak malu. Ketua rombongannya,
dalam hal ini pak Akbar Tanjung juga sudah nggak malu lagi, malah dia
berjanji untuk memberi penjelasan pada dunia internasional. Ya itulah
negara kita itu, gimana lagi ya? susah juga kita menjelaskan.

Radio Nederland [RN]: Yang saya bingung secara akal sehat saja kan
sebenarnya tidak mungkin, tetapi kenapa banyak anggota DPR yang lain
tidak sejalan dengan Anda meminta Akbar Tanjung mundur.

EC: Saya tidak bisa menjelaskan, terus terang saja. Tetapi mungkin
ada sebagian yang dulu ikut menikmati dana Bulog. Mungkin ada
sebagian yang menganggap bahwa Golkar itu penting dalam kondisi
politik sekarang. Nah, pak Akbar Tanjung kan orang pentingnya Golkar,
sehingga ketika mengganggu pak Akbar di kepemimpinannya di DPR ini,
itu artinya membuka peluang bagi Golkar untuk melakukan perlawanan
terhadap pemerintaha sekarang ini. Mungkin pikiran itu ada bagi
partai tertentu, terutama yang sedang berkuasa sekarang.

RN: Jadi artinya,ini mungkin juga ya pak Effendi, mungkin  Megawati
takut kalau Akbar menanduk dari belakang kalau ditegaskan untuk
mundur.

EC: Saya kira begitu, soalnya kemarin itu sedikit ada perbedaan saja
antara Golkar dengan PDIP. Golkarkan sudah banyak yang mencak-mencak
kan. Nah, itu saya kira dikhawatirkan betul oleh Mega dan PDIPnya.

RN: Nah, dengan logika seperti itu dengan tidak mundurnya Akbar,
sebenarnya terlihat bahwa Golkar yang mendikte pemerintahan ini dong!

EC: Ya, bisa begitu, paling tidak dia adalah yang membayang-bayangi
pemerintahan yang sekarang. Begitu dia beda, mengambil posisi lain
pemerintah ini memang bisa terganggu karena Golkar kan masih kekuatan
kedua. Di masyarakat memang hancurlah. Opini masyarakat hancurlah.
Setiap hari ada poling di Indonesia ini diberbagai media baik cetak
maupun elektronik menyakatakan bahwa harus turun. 80%...

RN: Dari suara anda saya bisa menangkap bahwa anda sudah putus asa
dan agak menyerah. Apakah ini kenyataannya memang demikian?

EC: Iya itulah akhirnya sikap yang kita ambil setelah lisan kita
sampaikan kekuasaan kita gunakan yang sedikit kita miliki. Kita
berstatement kita mencoba membujuk kawan-kawan untuk ikut. Udah
ayolah kita kirim surat bareng-bareng ke pimpinan DPR. Nggak ada yang
berani itu! Akhirnya ya sudah ini 'Wa zdalika ad 'aful iman' (itu
iman paling lemah, red.)  sampai disinilah perjuagan kita.  Kemudian
kita serahkan maunya apalah terserah mereka.

RN: Apakah Indonesia, katakanlah ketua parlemennya, atau para pejabat
yang melindungi ketua parlemen ini sudah nggak punya urat malu
ya...bahwa kami punya ketua parlemen yang terbukti melakukan tindak
pidana korupsi alias koruptor begitu. Saya pikir apa memang seperti
itu?

EC: Saya kira memang begitu. Semua bicara soal Indonesia tidak punya
malu, pimpinan-pimpinannya sudah tidak punya malu. Urat malu yang
anda istilahkan tadi sudah nggak punya lagi, sudah hilang itu. Yah
beginilah riilnya Indonesia sekarang ini terutama para pemimpinnnya.


Demikian Efendi Choirie dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke