--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 10 September 2002 14:50 UTC ** KEDUBES AS DI JAKARTA DAN SURABAYA DITUTUP AKIBAT ANCAMAN TERORIS ** INDONESIA SERAHKAN USULAN PERDAMAIAN BARU KEPADA GAM ** KECELAKAAN KERETA API DI BIHAR, INDIA ** TOPIK GEMA WARTA: TENTANG PERAN KONTROVERSIAL ZACKY ANWAR MAKARIM DI TIMOR TIMUR ** TOPIK GEMA WARTA: SIMPATI YANG BERUBAH MENJADI KEKECEWAAN TERHADAP AMERIKA JUGA BERJANGKIT DI INDONESIA ** TOPIK GEMA WARTA: AL QAIDAH KONON JUGA AKTIF DI iNDONESIA, SIAPA MITRANYA? * KEDUBES AS DI JAKARTA DAN SURABAYA DITUTUP AKIBAT ANCAMAN TERORIS Duta besar Amerika Serikat untuk Indonesia Ralph Boyce menyatakan kepada pers di Jakarta, bahwa alasan ditutupnya kedubes AS di Jakarta dan Konsulat Jenderal di Surabaya, karena ancaman serius dari gerakan yang berhubungan dengan Al Qaidah. Tetapi pihak kepolisian dan Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, pihaknya tidak melihat adanya ancaman atau indikasi ancaman terhadap aset Amerika di Indonesia. Karena itu pemerintah Jakarta sangat terkejut akan langkah drastis yang diambil pemerintah Amerika. Sebelumnya Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memperingatkan semua warganya akan kemungkinan aksi-aksi teroris baru. Rabu besok tepat satu tahun lalu empat pesawat yang dibajak menghancurkan dua menara World Trade Centre di New York dan markas besar Pentagon di Washington. Karena itu setiap warga As yang berada di luar negeri diperingatkan akan bahaya serangan atau penculikan. Hampir 300 misi diplomatik mendapat perintah untuk mengambil langkah-langkah pengamanan tambahan. Antara lain dengan ditutupnya gedung kedubes dan konsulat seperti di Indonesia, Malaysia dan Pakistan. * INDONESIA SERAHKAN USULAN PERDAMAIAN BARU KEPADA GAM Pemerintah Indonesia telah menyerahkan rancangan persetujuan perdamaian kepada Gerakan Aceh Merdeka GAM. Demikian Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono kepada harian Jakarta Post Selasa ini. Menko Polkam menyatakan telah menyerahkan rancangan tersebut kepada para wakil Henry Dunant Centre di Jenewa, Swis, yang menengahi pembicaraan antara GAM dengan Jakarta. Selanjutnya ia menolak untuk memberikan rincian usulan, tetapi menambahkan bahwa Jakarta juga mengusulkan untuk melanjutkan pembicaraan akhir September atau awal Oktober mendatang. Sementara itu Mahkamah Agung telah menolak permohonan naik banding Komandan GAM Tengku Diladang, yang sebelumnya dijatuhi hukuman penjara oleh 6 tahun pengadilan negeri Medan. Para pengacaranya menyatakan akan membawa kasus ini kepada PBB. * KECELAKAAN KERETA API DI BIHAR, INDIA Di selatan kota Bihar, India puluhan orang tewas ketika kereta yang mereka tumpangi keluar dari jalur. Hingga sekarang 50 orang tewas, sementara sekitar 130 orang lainnya diselamatkan. Menurut Wakil Perdana Menteri India Lal Krishna Advani jumlah korban tewas dapat terus meningkat. Penyebab kecelakaan kemungkinan penyabotan terhadap rel kereta. Sekitar 600 orang berada di dalam kereta yang sedang dalam perjalanan dari Calcutta ke New Delhi. Ketika melewati jembatan di atas sungai Dhabi di Bihar, 13 dari 18 gerbong kereta keluar dari rel. Satu gerbong jatuh ke dalam sungai, sementara sebagian lainnya tersangkut di pinggiran jembatan. Menurut Menteri Perkereta apian India, jelas ada jejak-jejak pengrusakan di rel kereta. Di wilayah tersebut memang aktif para pemberontak gerakan Mao. * PEMERINTAH PRANCIS JANJIKAN BANTUAN UNTUK KORBAN BANJIR Perdana Menteri Prancis Jean-Pierre Raffarin menyediakan dana bantuan darurat sebesar 10 juta euro untuk para korban banjir di Prancis Selatan. Selain itu ia juga menjanjikan bantuan finansial untuk para petani yang tertimpa bencana. Akibat bencana banjir beberapa hari terakhir sedikitnya 16 orang tewas, dan 18 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Dalam kurang dari satu hari di sejumlah tempat turun curah hujan hingga 600 milimeter, jumlah yang sama dengan curah hujan selama enam bulan. Situasi di Lembah Rhone masih diberitakan kritis. Akibatnya pecahnya bendungan di timur kota Nimes, maka desa Aramont digenangi banjir, yang di sejumlah tempat tingginya mencapai tiga meter. Angkatan udara Prancis telah menyelamatkan puluhan orang yang melarikan diri ke atap rumah-rumah mereka. * SEKJEND PBB PILIH JALAN KELUAR DIPLOMATIK UNTUK IRAK Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan menyerukan kepada seluruh pemimpin dunia untuk mempertimbangkan dengan baik semua dampak apabila dilakukan serangan militer di Irak. Annan menyatakan, ia sendiri lebih memilih jalan keluar diplomatik dan bantuan Dewan Keamanan PBB. Menurut Sekjend PBB ini banyak orang yang khawatir akan nasib Irak setelah rangkaian pemboman. Demikian dinyatakannya setelah berbicara lewat telepon dengan Presiden Amerika Serikat George Bush, Senin kemarin. Menurut Washington masyarakat internasional sudah dapat diyakinkan akan langkah-langkah tegas yang harus diambil terhadap Irak. Selanjutnya Perdana Menteri Inggris Tony Blair dalam pidatonya di depan serikat buruh menyerukan dunia untuk beraksi menjatuhkan pemerintah Presiden Saddam Hussein. Menurut Blair ada bukti-bukti cukup bahwa Baghdad mempunyai senjata kimia dan biologis. * WAPRES IRAK MINTA NEGARA ARAB BALAS AMERIKA Wakil Presiden Irak Taha Yassin Ramadan menyerukan kepada negara-negara Arab untuk membalas dendam apabila Amerika Serikat menyerang Irak. Ramadan menyatakan, tidak hanya negaranya yang berhak untuk mempertahankan diri, tetapi semua negara Arab juga boleh membalas. Wapres Irak ini menyatakan hal tersebut setelah berbicara dengan Raja Yordania, Abdullah. Ramadan menambahkan Irak bersedia menerima kembali para inspektur senjata PBB, tetapi masalah lain juga harus diatur, seperti pencabutan sanksi terhadap Bahdad. * POLISI PAKISTAN TANGKAP 5 ANGGOTA MUSLIM MILITAN Polisi Pakistan menangkap lima anggota muslim militan dengan tuduhan merencanakan pembunuhan terhadap Presiden Pervez Musharraf. Rasa benci terhadap Musharraf di Pakistan tumbuh setelah presiden tersebut menyerukan rakyatnya untuk mendukung serangan militer Amerika terhadap rejim Taliban di Afganistan. Menurut polisi kelima orang ini terlibat dalam rencana pembunuhan akhir April lalu, ketika Musharraf berkunjung ke Karachi untuk membuka sebuah jalan baru. Rencana tersebut dapat digagalkan karena Musharraf tiba beberapa jam lebih lambat. Satu hari sebelumnya usaha untuk meledakkan mobil konvoi yang membawa Presiden Pakistan ini juga gagal, karena mekanisme bom rusak. Beberapa bulan kemudian bom mobil tersebut digunakan untuk meledakkan konsulat Amerika di Pakistan yang menewaskan 12 orang. * KIM DAE-JUNG TUNJUK PERDANA MENTERI BARU Presiden Korea Selatan Kim Dae Jung menunjuk hakim agung Kim Suk-Soo yang berusia 69 tahun sebagai Perdana Menteri baru. beberapa tahun terakhir Suk-Soo adalah ketua Komisi pemilu Nasional Korea Selatan. Parlemen Korea Selatan, yang mayoritas ditangan pihak oposisi, masih harus menyetujui penunjukkan tersebut, sewaktu dilangsungkannya sidang khusus. Sebelumnya parlemen Korsel telah menolak dua usulan yang diajukan oleh Presiden Kim. * TENTANG PERAN KONTROVERSIAL ZACKY ANWAR MAKARIM DI TIMOR TIMUR Keuskupan Dili terlibat dalam rentetan kerusuhan di Timor Timur, sebelum referendum 30 Agustus 1999. Demikian kesaksian Letjen Makarim di depan sidang terdakwa Mayjen Adam Damiri, mantan Panglima Kodam Udayana di Pengadilan Ad Hoc HAM Jakarta Pusat, Selasa ini. Dengan keterlibatan keuskupan ini, maka jelas tanggung jawab peristiwa berdarah Timor Timur pasca jajak pendapat September 1999 bukan semata-mata berada di pundak aparat keamanan Indonesia. Lebih lanjut ulasan redaksi di Hilversum: Di depan pengadilan Letjen Zacky Anwar Makarim menyebut dua indikasi yang menurutnya membuktikan keterlibatan keuskupan Dilli . Pertama, dramatisasi laporan Uskup Belo tentang kerusuhan di Gereja Liquica dan kediaman Pastor Rafael, 6 April 1999. Keuskupan mencatat korban tewas 15 orang, tetapi Tim Investigasi Kasus Kerusuhan Liquica yang dipimpin Makarim menemukan korban tewas hanya sebanyak 5 orang. Indikasi kedua, aktifnya Pastor Rafael dalam CNRT pimpinan Xanana Gusmao. Sejak tahun 1995 saat bertugas sebagai intelijen, "Saya menemukan setiap gejala sosial di Liquica pasti mengarah pada keterlibatan Rafael," tandas Makarim. Kesaksian Letjen Zacky Anwar Makarim ini jelas meringankan terdakwa Mayjen Adam Damiri. Inilah menariknya, karena di luar negeri sekarang mulai terungkap pelbagai bukti bahwa justru ABRI, terutama pihak intelijen yang merancang pelbagai kerusuhan di Timor Timur, baik itu sebelum mau pun sesudah jajak pendapat Agustus 1999. Menurut buku baru Deliverance, The Inside Story of East Timor's Fight for Freedom yang ditulis oleh dua wartawan Australia, Don Greenlees dan Robert Garran, Menhan/Pangab Jenderal Wirantolah yang memberi tahu Menlu Ali Alatas tentang rencana Presiden BJ Habibie tentang Timor Timur. Dua hari sebelum Habibie mengumumkan dua opsi bagi TimTim, Wiranto sudah mencium gelagat. Alatas kaget, apalagi Menko Polkam Feisal Tanjung dan jenderal-jenderal lain di Mabes TNI, bahwa Habibie bermaksud membebaskan Indonesia dari masalah TimTim sebelum tahun 2000 dengan cara menawarkan referendum. Sejak itu, menurut dua jenderal anonim yang dikutip buku tadi, Feisal Tanjung dan Wiranto mempersiapkan suatu operasi khusus untuk memenangkan referendum, tapi juga untuk menyiapkan pengungsian penduduk bila pihak pro-integrasi kalah. Yang juga terlibat adalah Kaster, Kepala Staf territorial kala itu, yaitu Letjen Susilo Bambang Yudhoyono, sekarang Menko Polkam, dibantu antara lain oleh Mayjen Endriartono Sutarto, yang sekarang Panglima TNI. Tetapi, peran kunci sebenarnya ada di tangan pimpinan pelaksana di lapangan yaitu Mayjen Zacky Anwar Makarim. Sebagai mantan bos badan intel militer BAIS, dan resminya liasson officer, atau perwira-penghubung antara RI dan badan PBB UNAMET, Zacky menempati posisi strategis, demikian buku Australia tadi. Yaitu, berada di lapangan, sekaligus dapat menyembunyikan data data yang dapat memojokkan diri mereka. Tak mengherankan, Feisal, Wiranto dan Zacky selamat dari dakwaan Kejaksaan Agung. Yang menarik, di kalangan Timor sendiri, semua itu telah menjadi rahasia umum. Bahkan Xanana Gusmao, yang waktu itu sudah dipindahkan ke rumah tahanan Salemba, Jakarta, yakin benar bahwa jenderal-jenderal BAIS berada di belakang gelombang kekerasan TimTim tahun 1999. Awal Agustus, Xanana mengungkapnya kepada Radio Nederland: Xanana Gusmao [XG]: Sebenarnya kita tetap percaya bahwa harinya akan datang. Nggak ada kekuatan yang bagaimanapun bisa mengalahkan suatu perjuangan untuk kebenaran. Dulu bukan hanya melawan pemerintah Indonesia tetapi melawan suatu konspirasi internasional juga selama 24 tahun dan juga dipenjara tujuh tahun sudah cukup lumayan untuk bisa bersabar lagi. Radio Nederland [RN]: Masih banyak masalah yang sulit ya. Apa misalnya? XG: Paling sulit adalah keamanan, dan lebih sulit lagi adalah komitmen dari TNI. Jenderal-Jenderal yang nggak mau lepas Timtim. Dan mereka berada di belakang semua kerusuhan-kerusuhan, semua kekerasan di Timor Timur. Dan saya percaya bahwa mereka nggak akan menyerah begitu mudah. Dan mereka sudah kirim-kirim banyak senjata ke Timor Timur, mempersiapkan orang dari NTT untuk masuk. Kita tahu bahwa strategi TNI untuk merusak situasi, untuk membuat chaos di sana, kelihatan jelas dari mana mereka mencoba membuat kerusuhan di perbatasan. Dan strategi mereka untuk mengintimidasi orang itu supaya mencapai suatu tujuan hasil pendapat itu jangan terlalu beda, supaya 40% sumber bobot itu, bisa membingungkan juga MPR. Itu strategi TNI, strategi BIA, BAIS sekarang. Yang saya heran dulu TNI ke ABRI, sekarang ke TNI, BIA juga dulu BAIS berubah ke BIA sekarang ke BAIS lagi. RN: Jadi mereka ingin membatasi begitu ya. XG: Terutama BAIS, karena BAIS kan adalah otak dari perang yang telah terjadi di sana. Dan BAIS tahu benar-benar dengan aktifitas intelejensinya di Timor Timur ini, tahu benar rakyat itu mau apa. Karena mereka begitu saja tidak bisa lepas dari masalah di sana begitu saja kan. "Geo-politik itu kejam," Xanana pernah bilang semasa bergerilya. Sekarang, Xanana sendiri berada di tengah percaturan geo-politik, dan cepat atau lambat dia pun harus memutuskan, diam, pasif, ataukah aktif mendukung pembentukan suatu tribunal internasional, misalnya, bagi mereka yang bertanggungjawab di TimTim tahun 1999. Kalau tidak, dunia hanya akan ingat teror 11 September, tetapi lupa 6 September ketika kejahatan teror digelar di TimTim. * SIMPATI YANG BERUBAH MENJADI KEKECEWAAN TERHADAP AMERIKA JUGA BERJANGKIT DI INDONESIA Dalam rangka peringatan serangan 11 September di New York dan Washington, pemerintah Amerika Serikat menutup Kedutaan Besarnya di Jakarta serta Konsulat Jenderal di Surabaya karena ada ancaman teror. Menurut Sidney Jones dari International Crisis Group di Jakarta pihak kelompok sipil dan LSM, juga kelompok pro-reformasi sangat kecewa terhadap kebijakan Amerika pasca 11 September. Amerika justru membuka hubungan lagi dengan TNI, sementara TNI tertuduh melakukan kekerasan di mana-mana di Indonesia. Sejauh mana sebenarnya kebijakan Amerika yang lebih mementingkan kerja sama dengan militer ini sejalan dengan program yang dijalankan pemerintahan Megawati? Sidney Jones [SJ]: Saya kira sudah jelas bahwa Megawati dekat sekali dengan TNI. Dan mungkin antara semua prioritas beliau, nomor satu adalah mempertahankan kesatuan dan persatuan NKRI. Dalam rangka itu perhatian mereka terhadap terorisme mungkin cocok sekali dengan prioritas dia. Tapi ada satu hal lain yang mesti dipikirkan. Di Indonesia sekarang ini, walaupun ada begitu banyak retorika dari AS bahwa perang terhadap terorisme bukan perang terhadap Islam, kesan di Indonesia justru sebaliknya. Kenapa? Karena sekarang ini ada begitu banyak mahasiswa Indonesia dan orang lain terlantar di sini karena tidak bisa dapat visa ke AS. Dan orang Indonesia melihat kebijakan di AS sebagai diskriminasi terhadap orang-orang yang berasal dari negara Islam. Radio Nederland [RN]: Anda tadi mengatakan bahwa kebijakan Amerika ini, sejalan dengan kebijakan Megawati dalam rangka mempertahankan NKRI. Tetapi saya kira, kalau kita berpaling pada masalah Aceh, itu ada perbedaan pendapat bahkan antara Jakarta dengan Washington. Karena Jakarta menghendaki supaya GAM itu dicap sebagai organisasi teroris, sementara Washington menolaknya bahkan mengirim jenderal Anthony Zinni sebagai penengah. Bagaimana ini menurut anda? SJ: Ya menang benar bahwa ada perbedaan di situ. Tetapi saya kira secara umum AS sangat mendukung kesatuan dan persatuan NKRI. Hanya mereka mungkin melihat, bahwa kalau ada semacam darurat militer yang diterapkan di situ, akibatnya adalah justru memperkuat GAM dan bukan sebaliknya. Tetapi di samping itu saya kira bahwa Amerika sampai sekarang belum lihat kegiatan-kegiatan GAM yang sampai ke tingkat teroris. Sampai sekarang ini semua kegiatan GAM memang terarah pada Aceh sendiri. Dan apalagi terhadap orang TNI atau polisi di situ. RN: Sekarang Presiden Bush ini berencana untuk menyerang Irak. Bagaimana menurut anda persepsi yang bangkit di Indonesia tentang rencana Bush ini? SJ: Banyak orang di sini sampai sama sekali tidak setuju dengan rencana tersebut. Dan ada orang moderat misalnya dari Nahdlatul Ulama atau Muhammadiyah, yang sudah bilang di media bahwa kalau misalnya terjadi serangan yang besar di Irak, mereka tidak bisa menahan pengikut-pengikutnya lagi. Jadi kalau sekarang ini hanya beberapa kelompok radikal yang secara jelas menentang AS di jalan. Misalnya siapa tahu kalau nanti ada serangan terhadap Irak, bagaimana reaksinya di sini. Tapi pasti marah sekali masyarakat Indonesia. Pada awalnya memang ada simpati cukup luas tentang tragedi yang terjadi di New York dan Washington. Seakarang ini yang mereka lihat di sini adalah semacam kebijakan perang tanpa tujuan yang jelas dan juga yang rupanya terarah kepada negara Islam atau orang Islam. Dan sampai sekarang belum ada usaha dari Washington untuk betul-betul menjelaskan kebijakan supaya orang Indonesia mengerti bahwa mereka tidak cari target. * AL QAIDAH KONON JUGA AKTIF DI INDONESIA: SIAPA MITRANYA? Intro: Benarkah jaringan Al Qaidah aktif di Indonesia? Duta besar Amerika di Jakarta Ralph Boyce ketika mengumumkan penutupan kedutaan besar dan konsulatnya di Surabaya tidak bisa memastikan hal ini. Sehingga banyak kalangan menduga-duga jangan-jangan Al Qaidah memang aktif di Indonesia tetapi bukan bekerjasama langsung dengan para teroris. Dengan siapa mereka bekerjasama? Koresponden Syahrir mengirim laporan berikut dari Jakarta: Akibat munculnya konflik kekerasan yang tidak terkendali ini, masyarakat Indonesia menjadi korban. Bila dihitung secara keseluruhan barangkali jumlahnya melebihi korban tragedi 11 September yang meruntuhkan menara kembar WTC di New York AS. Semula dikuatirkan berbagai kalangan, momentum tragedi 11 September dapat digunakan oleh pemerintahan otoriter di negara manapun juga. Selanjutnya muncul stigma terhadap golongan Islam yang penampilannya di luar keras dan radikal. ApalagI bila tindakan-tindakannya itu seringkali dianggap menimbulkan masalah. Maka muncullah gerakan terpadu antar negara untuk memberantas para teroris. Dalam hal ini, Agus Dwikarna hingga sekarang ditahan oleh penegak hukum di Filipina karena dituding sebagai teroris. Tudingan itu muncul karena ada pesanan dari intelejen Indonesia, dalam hal ini Kabin Hendroriyono. Penangkapan Agus segera mendapat reaksi keras dari masyarakat Islam Indonesia. Penangkapan yang memanfaatkan gerakan anti terorisme global yang dipimpin oleh Amerika Serikat dianggap dapat melemahkan gerakan Islam di Indonesia. Benar bahwa Agus dikenal masyarakat Sulawesi Selatan sebagai penggerak pemberlakuan Syariah Islam. Namun hingga kini gerakan Agus Dwi Karna belum terbukti telah diwujudkan dalam aksi teror bersenjata. Memang sulit dipungkiri bahwa kelompok tentara loyalis Soeharto memanfaatkan gerakan-gerakan Islam bawah tanah untuk menebarkan bencana. Bahkan beberapa diantaranya sempat tercium melakukan latihan militer di kawasan terpencil Jawa Barat dan Banten. Namun bukan berarti gerakan sempalan yang memiliki kedekatan dengan sisa-sisa militer Soeharto ini dapat disamaratakan dengan gerakan Islam lainnya, yang mungkin juga mengklaim sebagai pewaris cita-cita Darul Islam. Apalagi hingga kini tokoh yang berada di balik kamp-kamp latihan militer di Indonesia belum terungkap, siapa orangnya dan apa motivasinya. Dan ini menimbulkan tanda tanya yang menyangkut keseriusan aparat keamanan dalam menangani kasus tersebut. Oleh karenanya tidak mengherankan bila seorang tokoh teror Imron mendakwa bahwa terjadinya gerakan teror di mana-mana digerakkan oleh pihak aparat keamanan sendiri. Sebagai contoh dikemukakan antara lain bagaimana sejumlah saksi mata yang pernah menangkap pelaku pembantaian dukun santet di Jawa Timur menuturkan bahwa para pelaku bertubuh tegap dan berambut cepak. Saat ditangkap pura-pura berlagak gila. Begitu dijenguk ke sel tahanan oleh para penangkapnya terjadi kejangkalan. Ternyata yang ditahan bukan orang yang ditangkap rakyat. Ada yang mengatakan bila dicermati secara mendalam, otak pelaku dari gerakan teror di Indonesia boleh jadi tidak ada hubungannya dengan jaringan Al Qaidah sebagaimana sering dituduhkan pemerintah Amerika Serikat. Tapi menurut seorang mantan tapol Islam yang pernah ditahan selama 10 tahun apa yang disebut sebagai jaringan Al Qaidah sesungguhnya diotaki sendiri oleh tokoh-tokoh sempalan kalangan militer. Memang dipermukaan militer terkesan demokratis. Spanduk "DAMAI ITU INDAH" menebar di pelbagai sudut-sudut kota besar Indonesia. Bahkan yang lebih mengejutkan lagi, militer ternyata mendukung amandemen UUD 1945. Citra reformis ini sengaja mereka tanamkan kepermukaan, sementara jalur-jalur komando terutama yang berkaitan dengan intelejen tetap menjalankan peran dengan tujuan memperburuk citra pemerintahan sipil. Maka konflik kekerasan sewaktu-waktu bisa meletus, karena otak peristiwa dan akar persoalan yang diungkap ke permukaan tidak pernah jelas. Selalu dibiarkan mengambang oleh pihak aparat. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
