---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 10 September 2002 14:50 UTC



** KEDUBES AS DI JAKARTA DAN SURABAYA DITUTUP AKIBAT ANCAMAN TERORIS

** INDONESIA SERAHKAN USULAN PERDAMAIAN BARU KEPADA GAM

** KECELAKAAN KERETA API DI BIHAR, INDIA

** TOPIK GEMA WARTA: TENTANG PERAN KONTROVERSIAL ZACKY ANWAR MAKARIM
DI TIMOR TIMUR

** TOPIK GEMA WARTA: SIMPATI YANG BERUBAH MENJADI KEKECEWAAN TERHADAP
AMERIKA JUGA BERJANGKIT DI INDONESIA

** TOPIK GEMA WARTA: AL QAIDAH KONON JUGA AKTIF DI iNDONESIA, SIAPA
MITRANYA?



* KEDUBES AS DI JAKARTA DAN SURABAYA DITUTUP AKIBAT ANCAMAN TERORIS

Duta besar Amerika Serikat untuk Indonesia Ralph Boyce menyatakan
kepada pers di Jakarta, bahwa alasan ditutupnya kedubes AS di Jakarta
dan Konsulat Jenderal di Surabaya, karena ancaman serius dari gerakan
yang berhubungan dengan Al Qaidah. Tetapi pihak kepolisian dan Menko
Polkam Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, pihaknya tidak melihat
adanya ancaman atau indikasi ancaman terhadap aset Amerika di
Indonesia. Karena itu pemerintah Jakarta sangat terkejut akan langkah
drastis yang diambil pemerintah Amerika.

Sebelumnya Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memperingatkan
semua warganya akan kemungkinan aksi-aksi teroris baru. Rabu besok
tepat satu tahun lalu empat pesawat yang dibajak menghancurkan dua
menara World Trade Centre di New York dan markas besar Pentagon di
Washington. Karena itu setiap warga As yang berada di luar negeri
diperingatkan akan bahaya serangan atau penculikan. Hampir 300 misi
diplomatik mendapat perintah untuk mengambil langkah-langkah
pengamanan tambahan. Antara lain dengan ditutupnya gedung kedubes dan
konsulat seperti di Indonesia, Malaysia dan Pakistan.


* INDONESIA SERAHKAN USULAN PERDAMAIAN BARU KEPADA GAM

Pemerintah Indonesia telah menyerahkan rancangan persetujuan
perdamaian kepada Gerakan Aceh Merdeka GAM. Demikian Menko Polkam
Susilo Bambang Yudhoyono kepada harian Jakarta Post Selasa ini. Menko
Polkam menyatakan telah menyerahkan rancangan tersebut kepada para
wakil Henry Dunant Centre di Jenewa, Swis, yang menengahi pembicaraan
antara GAM dengan Jakarta. Selanjutnya ia menolak untuk memberikan
rincian usulan, tetapi menambahkan bahwa Jakarta juga mengusulkan
untuk melanjutkan pembicaraan akhir September atau awal Oktober
mendatang.

Sementara itu Mahkamah Agung telah menolak permohonan naik banding
Komandan GAM Tengku Diladang, yang sebelumnya dijatuhi hukuman
penjara oleh 6 tahun pengadilan negeri Medan. Para pengacaranya
menyatakan akan membawa kasus ini kepada PBB.


* KECELAKAAN KERETA API DI BIHAR, INDIA

Di selatan kota Bihar, India puluhan orang tewas ketika kereta yang
mereka tumpangi keluar dari jalur. Hingga sekarang 50 orang tewas,
sementara sekitar 130 orang lainnya diselamatkan. Menurut Wakil
Perdana Menteri India Lal Krishna Advani jumlah korban tewas dapat
terus meningkat. Penyebab kecelakaan kemungkinan penyabotan terhadap
rel kereta. Sekitar 600 orang berada di dalam kereta yang sedang
dalam perjalanan dari Calcutta ke New Delhi. Ketika melewati jembatan
di atas sungai Dhabi di Bihar, 13 dari 18 gerbong kereta keluar dari
rel. Satu gerbong jatuh ke dalam sungai, sementara sebagian lainnya
tersangkut di pinggiran jembatan. Menurut Menteri Perkereta apian
India, jelas ada jejak-jejak pengrusakan di rel kereta. Di wilayah
tersebut memang aktif para pemberontak gerakan Mao.


* PEMERINTAH PRANCIS JANJIKAN BANTUAN UNTUK KORBAN BANJIR

Perdana Menteri Prancis Jean-Pierre Raffarin menyediakan dana bantuan
darurat sebesar 10 juta euro untuk para korban banjir di Prancis
Selatan. Selain itu ia juga menjanjikan bantuan finansial untuk para
petani yang tertimpa bencana. Akibat bencana banjir beberapa hari
terakhir sedikitnya 16 orang tewas, dan 18 orang lainnya masih
dinyatakan hilang. Dalam kurang dari satu hari di sejumlah tempat
turun curah hujan hingga 600 milimeter, jumlah yang sama dengan curah
hujan selama enam bulan. Situasi di Lembah Rhone masih diberitakan
kritis. Akibatnya pecahnya bendungan di timur kota Nimes, maka desa
Aramont digenangi banjir, yang di sejumlah tempat tingginya mencapai
tiga meter. Angkatan udara Prancis telah menyelamatkan puluhan orang
yang melarikan diri ke atap rumah-rumah mereka.


* SEKJEND PBB PILIH JALAN KELUAR DIPLOMATIK UNTUK IRAK

Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan menyerukan kepada seluruh pemimpin
dunia untuk mempertimbangkan dengan baik semua dampak apabila
dilakukan serangan militer di Irak. Annan menyatakan, ia sendiri
lebih memilih jalan keluar diplomatik dan bantuan Dewan Keamanan PBB.
Menurut Sekjend PBB ini banyak orang yang khawatir akan nasib Irak
setelah rangkaian pemboman. Demikian dinyatakannya setelah berbicara
lewat telepon dengan Presiden Amerika Serikat George Bush, Senin
kemarin. Menurut Washington masyarakat internasional sudah dapat
diyakinkan akan langkah-langkah tegas yang harus diambil terhadap
Irak.

Selanjutnya Perdana Menteri Inggris Tony Blair dalam pidatonya di
depan serikat buruh menyerukan dunia untuk beraksi menjatuhkan
pemerintah Presiden Saddam Hussein. Menurut Blair ada bukti-bukti
cukup bahwa Baghdad mempunyai senjata kimia dan biologis.


* WAPRES IRAK MINTA NEGARA ARAB BALAS AMERIKA

Wakil Presiden Irak Taha Yassin Ramadan menyerukan kepada
negara-negara Arab untuk membalas dendam apabila Amerika Serikat
menyerang Irak. Ramadan menyatakan, tidak hanya negaranya yang berhak
untuk mempertahankan diri, tetapi semua negara Arab juga boleh
membalas. Wapres Irak ini menyatakan hal tersebut setelah berbicara
dengan Raja Yordania, Abdullah. Ramadan menambahkan Irak bersedia
menerima kembali para inspektur senjata PBB, tetapi masalah lain juga
harus diatur, seperti pencabutan sanksi terhadap Bahdad.


* POLISI PAKISTAN TANGKAP 5 ANGGOTA MUSLIM MILITAN

Polisi Pakistan menangkap lima anggota muslim militan dengan tuduhan
merencanakan pembunuhan terhadap Presiden Pervez Musharraf. Rasa
benci terhadap Musharraf di Pakistan tumbuh setelah presiden tersebut
menyerukan rakyatnya untuk mendukung serangan militer Amerika
terhadap rejim Taliban di Afganistan. Menurut polisi kelima orang ini
terlibat dalam rencana pembunuhan akhir April lalu, ketika Musharraf
berkunjung ke Karachi untuk membuka sebuah jalan baru. Rencana
tersebut dapat digagalkan karena Musharraf tiba beberapa jam lebih
lambat. Satu hari sebelumnya usaha untuk meledakkan mobil konvoi yang
membawa Presiden Pakistan ini juga gagal, karena mekanisme bom rusak.
Beberapa bulan kemudian bom mobil tersebut digunakan untuk meledakkan
konsulat Amerika di Pakistan yang menewaskan 12 orang.


* KIM DAE-JUNG TUNJUK PERDANA MENTERI BARU

Presiden Korea Selatan Kim Dae Jung menunjuk hakim agung Kim Suk-Soo
yang berusia 69 tahun sebagai Perdana Menteri baru. beberapa tahun
terakhir Suk-Soo adalah ketua Komisi pemilu Nasional Korea Selatan.
Parlemen Korea Selatan, yang mayoritas ditangan pihak oposisi, masih
harus menyetujui penunjukkan tersebut, sewaktu dilangsungkannya
sidang khusus. Sebelumnya parlemen Korsel telah menolak dua usulan
yang diajukan oleh Presiden Kim.


* TENTANG PERAN KONTROVERSIAL ZACKY ANWAR MAKARIM DI TIMOR TIMUR

Keuskupan Dili terlibat dalam rentetan kerusuhan di Timor Timur,
sebelum referendum 30 Agustus 1999. Demikian kesaksian Letjen Makarim
di depan sidang terdakwa Mayjen Adam Damiri, mantan Panglima Kodam
Udayana di Pengadilan Ad Hoc HAM Jakarta Pusat, Selasa ini. Dengan
keterlibatan keuskupan ini, maka jelas tanggung jawab peristiwa
berdarah Timor Timur pasca jajak pendapat September 1999 bukan
semata-mata berada di pundak aparat keamanan Indonesia. Lebih lanjut
ulasan redaksi di Hilversum:

Di depan pengadilan Letjen Zacky Anwar Makarim menyebut dua indikasi
yang menurutnya membuktikan keterlibatan keuskupan Dilli . Pertama,
dramatisasi laporan Uskup Belo tentang kerusuhan di Gereja Liquica
dan kediaman Pastor Rafael, 6 April 1999. Keuskupan mencatat korban
tewas 15 orang, tetapi Tim Investigasi Kasus Kerusuhan Liquica yang
dipimpin Makarim menemukan korban tewas hanya sebanyak 5 orang.
Indikasi kedua, aktifnya Pastor Rafael dalam CNRT pimpinan Xanana
Gusmao. Sejak tahun 1995 saat bertugas sebagai intelijen, "Saya
menemukan setiap gejala sosial di Liquica pasti mengarah pada
keterlibatan Rafael," tandas Makarim.

Kesaksian Letjen Zacky Anwar Makarim ini jelas meringankan terdakwa
Mayjen Adam Damiri. Inilah menariknya, karena di luar negeri sekarang
mulai terungkap pelbagai bukti bahwa justru ABRI, terutama pihak
intelijen yang merancang pelbagai kerusuhan di Timor Timur, baik itu
sebelum mau pun sesudah jajak pendapat Agustus 1999.


Menurut buku baru Deliverance, The Inside Story of East Timor's Fight
for Freedom yang ditulis oleh dua wartawan Australia, Don Greenlees
dan Robert Garran, Menhan/Pangab Jenderal Wirantolah yang memberi
tahu Menlu Ali Alatas tentang rencana Presiden BJ Habibie tentang
Timor Timur. Dua hari sebelum Habibie mengumumkan dua opsi bagi
TimTim, Wiranto sudah mencium gelagat. Alatas kaget, apalagi Menko
Polkam Feisal Tanjung dan jenderal-jenderal lain di Mabes TNI, bahwa
Habibie bermaksud membebaskan Indonesia dari masalah TimTim sebelum
tahun 2000 dengan cara menawarkan referendum.

Sejak itu, menurut dua jenderal anonim yang dikutip buku tadi, Feisal
Tanjung dan Wiranto mempersiapkan suatu operasi khusus untuk
memenangkan referendum, tapi juga untuk menyiapkan pengungsian
penduduk bila pihak pro-integrasi kalah. Yang juga terlibat adalah
Kaster, Kepala Staf territorial kala itu, yaitu Letjen Susilo Bambang
Yudhoyono, sekarang Menko Polkam, dibantu antara lain oleh Mayjen
Endriartono Sutarto, yang sekarang Panglima TNI. Tetapi, peran kunci
sebenarnya ada di tangan pimpinan pelaksana di lapangan yaitu Mayjen
Zacky Anwar Makarim. Sebagai mantan bos badan intel militer BAIS, dan
resminya liasson officer, atau perwira-penghubung antara RI dan badan
PBB UNAMET, Zacky menempati posisi strategis, demikian buku Australia
tadi. Yaitu, berada di lapangan, sekaligus dapat menyembunyikan data
data yang dapat memojokkan diri mereka. Tak mengherankan, Feisal,
Wiranto dan Zacky selamat dari dakwaan Kejaksaan Agung.

Yang menarik, di kalangan Timor sendiri, semua itu telah menjadi
rahasia umum. Bahkan Xanana Gusmao, yang waktu itu sudah dipindahkan
ke rumah tahanan Salemba, Jakarta, yakin benar bahwa
jenderal-jenderal BAIS berada di belakang gelombang kekerasan TimTim
tahun 1999. Awal Agustus, Xanana mengungkapnya kepada Radio
Nederland:


Xanana Gusmao [XG]: Sebenarnya kita tetap percaya bahwa harinya akan
datang. Nggak ada kekuatan yang bagaimanapun bisa mengalahkan suatu
perjuangan untuk kebenaran. Dulu bukan hanya melawan pemerintah
Indonesia tetapi melawan suatu konspirasi internasional juga selama
24 tahun dan juga dipenjara tujuh tahun sudah cukup lumayan untuk
bisa bersabar lagi.

Radio Nederland [RN]: Masih banyak masalah yang sulit ya. Apa
misalnya?

XG: Paling sulit adalah keamanan, dan lebih sulit lagi adalah
komitmen dari TNI. Jenderal-Jenderal yang nggak mau lepas Timtim. Dan
mereka berada di belakang semua kerusuhan-kerusuhan, semua kekerasan
di Timor Timur. Dan saya percaya bahwa mereka nggak akan menyerah
begitu mudah. Dan mereka sudah kirim-kirim banyak senjata ke Timor
Timur, mempersiapkan orang dari NTT untuk masuk.

Kita tahu bahwa strategi TNI untuk merusak situasi, untuk membuat
chaos di sana, kelihatan jelas dari mana mereka mencoba membuat
kerusuhan di perbatasan. Dan strategi mereka untuk mengintimidasi
orang itu supaya mencapai suatu tujuan hasil pendapat itu jangan
terlalu beda, supaya 40% sumber bobot itu, bisa membingungkan juga
MPR. Itu strategi TNI, strategi BIA, BAIS sekarang. Yang saya heran
dulu TNI ke ABRI, sekarang ke TNI, BIA juga dulu BAIS berubah ke BIA
sekarang ke BAIS lagi.

RN: Jadi mereka ingin membatasi begitu ya.


XG: Terutama BAIS, karena BAIS kan adalah otak dari perang yang telah
terjadi di sana. Dan BAIS tahu benar-benar dengan aktifitas
intelejensinya di Timor Timur ini, tahu benar rakyat itu mau apa.
Karena mereka begitu saja tidak bisa lepas dari masalah di sana
begitu saja kan.

"Geo-politik itu kejam," Xanana pernah bilang semasa bergerilya.
Sekarang, Xanana sendiri berada di tengah percaturan geo-politik, dan
cepat atau lambat dia pun harus memutuskan, diam, pasif, ataukah
aktif mendukung pembentukan suatu tribunal internasional, misalnya,
bagi mereka yang bertanggungjawab di TimTim tahun 1999.

Kalau tidak, dunia hanya akan ingat teror 11 September, tetapi lupa 6
September ketika kejahatan teror digelar di TimTim.


* SIMPATI YANG BERUBAH MENJADI KEKECEWAAN TERHADAP AMERIKA JUGA
BERJANGKIT DI INDONESIA

Dalam rangka peringatan serangan 11 September di New York dan
Washington, pemerintah Amerika Serikat menutup Kedutaan Besarnya di
Jakarta serta Konsulat Jenderal di Surabaya karena ada ancaman teror.
Menurut Sidney Jones dari International Crisis Group di Jakarta pihak
kelompok sipil dan LSM, juga kelompok pro-reformasi sangat kecewa
terhadap kebijakan Amerika pasca 11 September. Amerika justru membuka
hubungan lagi dengan TNI, sementara TNI tertuduh melakukan kekerasan
di mana-mana di Indonesia. Sejauh mana sebenarnya kebijakan Amerika
yang lebih mementingkan kerja sama dengan militer ini sejalan dengan
program yang dijalankan pemerintahan Megawati?

Sidney Jones [SJ]: Saya kira sudah jelas bahwa Megawati dekat sekali
dengan TNI. Dan mungkin antara semua prioritas beliau, nomor satu
adalah mempertahankan kesatuan dan persatuan NKRI. Dalam rangka itu
perhatian mereka terhadap terorisme mungkin cocok sekali dengan
prioritas dia.

Tapi ada satu hal lain yang mesti dipikirkan. Di Indonesia sekarang
ini, walaupun ada begitu banyak retorika dari AS bahwa perang
terhadap terorisme bukan perang terhadap Islam, kesan di Indonesia
justru sebaliknya. Kenapa? Karena sekarang ini ada begitu banyak
mahasiswa Indonesia dan orang lain terlantar di sini karena tidak
bisa dapat visa ke AS. Dan orang Indonesia melihat kebijakan di AS
sebagai diskriminasi terhadap orang-orang yang berasal dari negara
Islam.

Radio Nederland [RN]: Anda tadi mengatakan bahwa kebijakan Amerika
ini, sejalan dengan kebijakan Megawati dalam rangka mempertahankan
NKRI. Tetapi saya kira, kalau kita berpaling pada masalah Aceh, itu
ada perbedaan pendapat bahkan antara Jakarta dengan Washington.
Karena Jakarta menghendaki supaya GAM itu dicap sebagai organisasi
teroris, sementara Washington menolaknya bahkan mengirim jenderal
Anthony Zinni sebagai penengah. Bagaimana ini menurut anda?

SJ: Ya menang benar bahwa ada perbedaan di situ. Tetapi saya kira
secara umum AS sangat mendukung kesatuan dan persatuan NKRI.  Hanya
mereka mungkin melihat, bahwa kalau ada semacam darurat militer yang
diterapkan di situ, akibatnya adalah justru memperkuat GAM dan bukan
sebaliknya. Tetapi di samping itu saya kira bahwa Amerika sampai
sekarang belum lihat kegiatan-kegiatan GAM yang sampai ke tingkat
teroris. Sampai sekarang ini semua kegiatan GAM memang terarah pada
Aceh sendiri. Dan apalagi terhadap orang TNI atau polisi di situ.

RN: Sekarang Presiden Bush ini berencana untuk menyerang Irak.
Bagaimana menurut anda persepsi yang bangkit di Indonesia tentang
rencana Bush ini?

SJ: Banyak orang di sini sampai sama sekali tidak setuju dengan
rencana tersebut. Dan ada orang moderat misalnya dari Nahdlatul Ulama
atau Muhammadiyah, yang sudah bilang di media bahwa kalau misalnya
terjadi serangan yang besar di Irak, mereka tidak bisa menahan
pengikut-pengikutnya lagi. Jadi kalau sekarang ini hanya beberapa
kelompok radikal yang secara jelas menentang AS di jalan. Misalnya
siapa tahu kalau nanti ada serangan terhadap Irak, bagaimana
reaksinya di sini. Tapi pasti marah sekali masyarakat Indonesia.

Pada awalnya memang ada simpati cukup luas tentang tragedi yang
terjadi di New York dan Washington. Seakarang ini yang mereka lihat
di sini adalah semacam kebijakan perang tanpa tujuan yang jelas dan
juga yang rupanya terarah kepada negara Islam atau orang Islam. Dan
sampai sekarang belum ada usaha dari Washington untuk betul-betul
menjelaskan kebijakan supaya orang Indonesia mengerti bahwa mereka
tidak cari target.


* AL QAIDAH KONON JUGA AKTIF DI INDONESIA: SIAPA MITRANYA?

Intro: Benarkah jaringan Al Qaidah aktif di Indonesia? Duta besar
Amerika di Jakarta Ralph Boyce ketika mengumumkan penutupan kedutaan
besar dan konsulatnya di Surabaya tidak bisa memastikan hal ini.
Sehingga banyak kalangan menduga-duga jangan-jangan Al Qaidah memang
aktif di Indonesia tetapi bukan bekerjasama langsung dengan para
teroris. Dengan siapa mereka bekerjasama? Koresponden Syahrir
mengirim laporan berikut dari Jakarta:

Akibat munculnya konflik kekerasan yang tidak terkendali ini,
masyarakat Indonesia menjadi korban. Bila dihitung secara keseluruhan
barangkali jumlahnya melebihi korban tragedi 11 September yang
meruntuhkan menara kembar WTC di New York AS. Semula dikuatirkan
berbagai kalangan, momentum tragedi 11 September dapat digunakan oleh
pemerintahan otoriter di negara manapun juga. Selanjutnya muncul
stigma terhadap golongan Islam yang penampilannya di luar keras dan
radikal. ApalagI bila tindakan-tindakannya itu seringkali dianggap
menimbulkan masalah.

Maka muncullah gerakan terpadu antar negara untuk memberantas para
teroris. Dalam hal ini, Agus Dwikarna hingga sekarang ditahan oleh
penegak hukum di Filipina karena dituding sebagai teroris. Tudingan
itu muncul karena ada pesanan dari intelejen Indonesia, dalam hal ini
Kabin Hendroriyono. Penangkapan Agus segera mendapat reaksi keras
dari masyarakat Islam Indonesia. Penangkapan yang memanfaatkan
gerakan anti terorisme global yang dipimpin oleh Amerika Serikat
dianggap dapat melemahkan gerakan Islam di Indonesia.

Benar bahwa Agus dikenal masyarakat Sulawesi Selatan sebagai
penggerak  pemberlakuan Syariah Islam. Namun hingga kini gerakan Agus
Dwi Karna belum terbukti telah diwujudkan dalam aksi teror
bersenjata. Memang sulit dipungkiri bahwa kelompok tentara loyalis
Soeharto memanfaatkan gerakan-gerakan Islam bawah tanah untuk
menebarkan bencana. Bahkan beberapa diantaranya sempat tercium
melakukan latihan militer di kawasan terpencil Jawa Barat dan Banten.


Namun bukan berarti gerakan sempalan yang memiliki kedekatan dengan
sisa-sisa militer Soeharto ini dapat disamaratakan dengan gerakan
Islam lainnya, yang mungkin juga mengklaim sebagai pewaris cita-cita
Darul Islam. Apalagi hingga kini tokoh yang berada di balik kamp-kamp
latihan militer di Indonesia belum terungkap, siapa orangnya dan apa
motivasinya. Dan ini menimbulkan tanda tanya yang menyangkut
keseriusan aparat keamanan dalam menangani kasus tersebut.

Oleh karenanya tidak mengherankan bila seorang tokoh teror Imron
mendakwa bahwa terjadinya gerakan teror di mana-mana digerakkan oleh
pihak aparat keamanan sendiri. Sebagai contoh dikemukakan antara lain
bagaimana sejumlah saksi mata yang pernah menangkap pelaku
pembantaian dukun santet di Jawa Timur menuturkan bahwa para pelaku
bertubuh tegap dan berambut cepak. Saat ditangkap pura-pura berlagak
gila. Begitu dijenguk ke sel tahanan oleh para penangkapnya terjadi
kejangkalan. Ternyata yang ditahan bukan orang yang ditangkap rakyat.

Ada yang mengatakan bila dicermati secara mendalam, otak pelaku dari
gerakan teror di Indonesia boleh jadi tidak ada hubungannya dengan
jaringan Al Qaidah sebagaimana sering dituduhkan pemerintah Amerika
Serikat. Tapi menurut seorang mantan tapol Islam yang pernah ditahan
selama 10 tahun apa yang disebut sebagai jaringan Al Qaidah
sesungguhnya diotaki sendiri oleh tokoh-tokoh sempalan kalangan
militer.

Memang dipermukaan militer terkesan demokratis. Spanduk "DAMAI ITU
INDAH" menebar di pelbagai sudut-sudut kota besar Indonesia. Bahkan
yang lebih mengejutkan lagi, militer ternyata mendukung amandemen UUD
1945. Citra reformis ini sengaja mereka tanamkan kepermukaan,
sementara jalur-jalur komando terutama yang berkaitan dengan
intelejen tetap menjalankan peran dengan tujuan memperburuk citra
pemerintahan sipil. Maka konflik kekerasan sewaktu-waktu bisa
meletus, karena otak peristiwa dan akar persoalan yang diungkap ke
permukaan tidak pernah jelas. Selalu dibiarkan mengambang oleh pihak
aparat.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke