--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Senin 30 September 2002 15:20 UTC ** EMPAT TEWAS DALAM BENTROKAN ANTARA SATUAN TNI DAN POLRI DI BINJAI ** PENDETA SRI WISMOADY WAHONO MENINGGAL MENDADAK DI DEN HAAG ** PERDANA MENTERI JEPANG ROMBAK KABINETNYA ** TOPIK GEMA WARTA: MASYARAKAT PARIWISATA INDONESIA MENENTANG RENCANA PENINJAUAN KEMBALI BEBAS VISA KUNJUNGAN SEMENTARA * EMPAT TEWAS DALAM BENTROKAN ANTARA SATUAN TNI DAN POLRI DI BINJAI Tiga anggota Brimob dan seorang polisi tewas dalam bentrokan dengan sejumlah oknum yang diduga anggota Batalyon Lintas Udara 100 Binjai, Sumut. 15 polisi dan enam anggota militer cedera. Menurut polisi, sekitar 100 serdadu Yon Linud 100 menyerbu Mapolres Langkat dan menyerang Markas Brimob Polda Sumut. Insiden ini memicu baku tembak antara anggota Brimob dan anggota Yon Linud 100 yang melibatkan granat. Markas Brimob rusak berat akibat ledakan granat. Suasana kota Binjai tegang. Kasus bermula ketika seorang petugas Serse Polres Langkat menangkap seorang tersangka kasus Narkoba. Beberapa sumber menduga sang tersangka adalah warga sipil, sementara sumber lain menyebut, dia oknum TNI. Tim gabungan TNI dan Polri mengadakan penyidikan mengenai kasus bentrokan antar aparat negara ini. * PENDETA SRI WISMOADY WAHONO MENINGGAL MENDADAK DI DEN HAAG Mantan pengurus sinode Gereja Kristen Jawa Timur, Pendeta Sri Wismoady Wahono, meninggal dunia mendadak dalam usia 58 tahun, di Den Haag Sabtu dini hari. Pendeta Wismoady Wahono berada di Den Haag atas undangan dua LSM Kristen Belanda, ICCO dan IKV, dalam rangka Minggu Perdamaian yang dilangsungkan pekan lalu. Pendeta Wahono, yang aktif di Persekutuan Gereja Indonesia - PGI, adalah salah seorang pendorong dialog antara kelompok Muslim dan Kristen di Indonesia. Beliau juga perintis Gerakan Moral Nasional Indonesia yang memperjuangkan rujuk nasional. * PERDANA MENTERI JEPANG ROMBAK KABINETNYA Perdana Menteri Jepang, Junichiro Koizumi, melakukan perombakan di tiga posisi kabinet. Menteri Pertahanan, Pertanian dan Jasa Keuangan diganti. Menteri Jasa Keuangan, Hakuo Yanagisawa, adalah penentang reformasi ekonomi. Ia seringkali silang pendapat dengan Perdana Menteri Koizumi. Yanagisawa diganti oleh Menteri Perekonomian, Heizo Takenaka, yang akan merangkap posisi dua menteri. Menteri Jasa Keuangan ini antara lain bertugas mengawasi perbankan. Menteri Keuangan, Masajuro Shiokawa, tetap menduduki posisinya. Inilah perombakan pertama dalam pemerintahan Koizumi yang sudah berkuasa selama satu setengah tahun. * PEMBICARAAN PBB DAN IRAK DI WINA TENTANG KEMBALINYA INSPEKTUR SENJATA Wakil-wakil PBB dan Irak di Wina mengawali pembicaraan tentang kembalinya inspektur senjata. Agenda utama dalam pembicaraan adalah berbagai masalah praktis seperti landasan udara, sarana angkutan dan tempat tinggal para inspektur. Wakil PBB dipimpin kepala inspektur senjata PBB, Hans Blix. Sedangkan delegasi Irak diketuai penasehat Saddam Hussein, Amir Al-Sadi. Sejak awal pembicaraan, Blix menekankan bahwa inspektur senjata harus diijinkan tanpa syarat untuk memeriksa berbagai lokasi yang diinginkan. Tetapi Irak memberi isyarat bahwa istana presiden Saddam Hussein adalah lokasi terlarang. Jika kedua pihak mencapai persetujuan, inspeksi senjata akan dimulai pada tanggal 15 Oktober. Para Menlu Eropa akan bertemu di Brussel, Senin pagi, untuk membicarakan resolusi PBB yang lebih keras terhadap Irak, sebagaimana diusulkan Amerika dan Inggris. * Kostunica dan Labus Ke Putaran Kedua Pemilu Presiden Serbia Pemenang pemilu presiden di Serbia baru diketahui setelah putaran ke dua, 13 Oktober. Dua calon yang akan bertarung pada putaran ke dua adalah Presiden Yugoslavia, Vojislav Kostunica dan wakil PM Yugoslavia, Miroljub Labus. Pada putaran pertama tidak ada calon yang meraih mayoritas mutlak. Kostunica meraih suara terbanyak 31% dan Labus di tempat ke dua dengan 27% suara. Calon partai ekstrim nasionalis, anak emas mantan Presiden Slobodan Milosevic, Vojislav Seselj, mendapat 23% suara. Seselj diduga akan mengimbau pendukunganya agar memberikan suaranya untuk Kostunica, di putaran ke dua nanti. Kalau Kostunica memenangkan pemilu Serbia ini maka ia harus melepas jabatan presiden Federasi Yugoslavia. * PENUMPANG KAPAL TENGGELAM DI SENEGAL TERNYATA DIATAS 1000 Kapal feri Senegal 'De Joola' yang terbalik di pantai Afrika Barat pekan lalu, ternyata tidak hanya mengangkut 800, melainkan 1000 penumpang. Ini adalah dua kali lipat melebihi jumlah yang diperbolehkan. Karena itu jumlah korban tewas mencapai sekitar 950. Hanya 64 penumpang selamat dan tipis harapan untuk menemukan penumpang selamat lainnya. Senegal mengumumkan tiga hari berkabung. Kapal feri tersebut tenggelam di dekat muara sungai Gambia, dimana ratusan jenasah terdampar. * Topan Lili Menuju Kuba Badai topan Lili yang menimbulkan banjir besar di Jamaika hari-hari belakangan ini, sekarang dalam perjalanan menuju Kuba. Pemerintah Kuba mengevakuasikan seratusan ribu penduduk pantai tenggara. Badai Lili ini masih berkecepatan sekitar 95 km per jam, namun kecepatannya diduga akan meningkat bila mencapai negara Fidel Castro, bagian barat. Pemerintah Havana memberlakukan kawasan Barat itu sebagai wilayah rawan badai dan topan. Sepuluh hari silam kawasan Kuba-Barat itu juga dilanda badai Isidore. * TOPIK GEMA WARTA: LAGI-LAGI BENTROKAN ANTARA TENTARA MELAWAN POLISI LAGI-LAGI BENTROKAN TENTARA MELAWAN POLISI Intro: Bentrokan antara anggota TNI dari Lintas Udara dengan Polres Langkat yang berawal sejak Sabtu lalu berlanjut sampai Senin dini hari. Bentrokan, yang menelan korban jiwa dan luka-luka di kedua pihak itu, dipicu oleh penangkapan seorang tersangka kasus narkoba oleh Polres Langkat. Tersangka tersebut diduga adalah anggota TNI. Teman-teman tersangka dari kesatuan Lintas Udara berupaya membebaskan tersangka yang mendapat perlawanan dari Polres, hingga jatuhnya korban. Peristiwa yang terjadi di Binjai ini menunjukkan ketidakharmonisan secara struktural antara keduanya dalam mempertahankan kepentingan masing-masing. Demikian Tanggapan Irham Buana Nasution dari LBH Medan. Irham Buana Nasution [IBN]: Menurut saya bahwa sejak lama memang telah terjadi secara struktural disharmonis antara TNI dan POLRI artinya bahwa ketika ada rencana pemisahan kelembagaan TNI dan POLRI, muncul berbagai kecemburuan dan juga konflik secara tidak terbuka dilakukan oleh TNI dan POLRI. Disamping itu juga melihat betapa TNI dan POLRI selalu mengalami persoalan atau problema dalam konteks kepentingan dengan publik mereka, sehingga kemudian tidak heran jika kepolisian ingin merebut basis yang selama ini dipegang oleh TNI, sementara TNI sendiri belum iklas betul untuk melepaskan peran sosial politiknya ditengah-tengah publik. Radio Nederland [RN]: Jadi bisa dikatakan bahwa peristiwa di Binjai itu, hanyalah percikan dari konflik mendalam antara keduanya yaitu perebutan kekuasaan antara TNI dan POLRI? IBN: Menurut saya peristiwa terakhir yang terjadi di Sumatra Utara, antara Polres Langkat dengan Barisan Linud di kabupaten Langkat Binjai, ini kan bagian terkecil dari kasus-kasus lain yang sudah muncul di tengah-tengah kita. Tidak hanya di Sumut, kasus itu adalah kasus yang menurut kami menunjukkan betapa POLRI dan TNI, belum bisa menemukan satu format yang benar dalam menjalankan profesionalismenya, sehingga tidak heran kalau muncul berbagai perdebatan dalam masyarakat apa yang sebenarnya yang dilakukan oleh TNI dan POLRI dalam mengejar ambisi-ambisi kelembagaannya. Saya melihat ada gejala bahwa di Sumut khususnya antara peran TNI dan POLRI itu muncul kepentingan dan gap masing-masing, dan itu menjalar sebetulnya pada kepentingan publik sendiri. RN: Menyangkut tentang publik ini, berarti citra dari keduanya itu semakin memburuk dan citra merekapun selama ini tidaklah begitu baik di mata masyarakat IBN: Menurut kami begini, bahwa selama ini muncul kecenderungan di masyarakat kita bahwa TNI dan POLRI ini adalah dua lembaga yang banyak melakukan aktifitas bisnis. Bisnis TNI dan POLRI itu sangat kentara, dan kemudian ada back-up- back- up dalam kepentingan bisnis, illegal logging dan sebagainya, itu semua kan menandakan bahwa peran-peran itu akan tetap dijalankan karena itu merupakan satu peluang TNI dan POLRI dalam merebut kepentingan publik tadi. RN: Begini Bung Irham, dalam peritiwa terakhir itu juga bisa mencerminkan kegagalan dari para pemimpin kedua pihak karena mereka tidak bisa mengontrol anak buahnya IBN: Kasus Sumut, ini sudah berulangkali terjadi, itu baru dalam wilayah Sumut. Belum lagi kalau kita bicara misalnya kasus-kasus yang muncul di Indonesia Timur, belum lagi kita lihat kasus di Jabotabek, semuanya kan menandakan belum ada sebuah penanaman ideologi yang baik diantara TNI dan POLRI dalam memahami bidang-bidang tugasnya. Disamping itu kita tahu bahwa ini seharusnya ada pendidikan yang baik juga dari pimpinan terhadap bawahannya dalam memahami bahwa peran mereka tidak lagi ikut campur dalam praktek-praktek kekuasaan. Tapi yang jelas bahwa dengan alasan apapun komandan bertanggung jawab atas segala tragedi dan konflik yang terjadi antara TNI dan POLRI. Khusus di Sumut, kami lihat bahwa langkah-langkah rekonsiliasi atau upaya-upaya damai yang dilakukan tidak membuahkan hasil, ini kan berhubungan langsung dengan faktor keamanan masyarakat. Yang Jelas untuk kasus terakhir d Sumut, harus dilihat bukan saja dalam faktor TNI dan POLRI tetapi ini menunjukkan ada sebuah sikap politik yang yang kontradiktif antara TNI dan POLRI dalam memaknai peran dan fungsinya oleh karena itu dengan alasan apapun, Pangdam satu Bukit Barisan dan KAPOLDA Sumut harus bertanggung jawab terhadap peristiwa itu. Demikianlah Irham Buana Nasution di Medan * MASYARAKAT PARIWISATA INDONESIA MENENTANG RENCANA PENINJAUAN KEMBALI BEBAS VISA KUNJUNGAN SEMENTARA Seluruh jajaran industri pariwisata Indonesia merasa rencana pencabutan BVKS atau Bebas Visa Kunjungan Sementara terhadap 48 negara kurang pada tempatnya. Karena rencana pemerintah tersebut lebih disebabkan karena ulah segelintir wisatawan yang menyalahgunakan peraturan BVKS. Selain itu pencabutan BVKS akan berdampak negatif terhadap arus wisatawan mancanegara ke Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Meity Robot, Ketua ASITA Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia kepada Radio Nederland. Meity Robot [MR] : Wacana ini sebenarnya sudah lama, bukan sesuatu yang baru tetapi berkembang lagi setelah ada beberapa orang yang ditangkap oleh karena penyalahgunaan visa. Nah ini akhirnya melejit lagi karena ada yang ketangkep di Aceh. Katanya mereka pake bebas visa tapi melakukan hal-hal yang lain, bukan sebagai wisatawan. Kami dari sektor industri pariwisata merasa bahwa pencabutan itu, kayaknya kurang pas deh. Karena situasi seperti sekarang ini kita masih sangat perlu ya bahwa kita perlu wisatawan untuk dapet datang ke Indonesia dengan cara yang sekarang ini. Jangan sektor pariwisata menjadi korban hanya beberapa ulah dari beberapa orang yang menamakan diri wisatawan, yang menyalahgunakan visa. Karena kita melihat bahwa di manapun di seluruh dunia pasti ada orang yang missused the opportunities, kalau dia dapat visa sebagai wisatawan dia juga melakukan hal-hal yang lain. Tetapi persentasenya itu seberapa sih dengan jumlah wisatawan yang bener dateng ke Indonesia, gitu. Jadi kami dari sektor pariwisata, sebenarnya sudah lama menyatakan kepada Menbudpar bahwa seluruh jajaran industri pariwisata termasuk PHRI, termasuk HPI dan lain-lainnya, itu kami tidak setuju. Radio Nederland [RN] : Soalnya juga bu, arus wisatawan ke Indonesia juga sudah menurun kan bukan? MR : Betul-betul ya. Memang dari Januari sampai Juni memang menunjukkan penurunan tapi kami belum punya data-data Juli, Agustus, September. Itu karena memang data-datanya agak lamban ya, oleh karena situasinya sekarang memang, apalagi dengan Malaysia jumlah wisatawan dari Malaysia juga menurun. Baru mulai kembali lagi tetapi hanya ke Bali. Nah ini kan perlu dari sektor pariwisata untuk menata kembali. Kalau sampai BVKS ini ditinjua kembali dan dicabut terhadap beberapa negara, ya sama aja kita harus mulai dari nol lagi. RN : Apakah pengaruhnya kalau BVKS ini sampai dicabut? MR : Pengaruhnya ada. Seberapa jauh kita tidak tahu, tetapi pasti ada pengaruhnya, pasti. Karena sudah ada di Bali Update dan diadakan oleh Papa Bali Chapter, suatu survey. Dan dari survey tersebut sudah jelas bahwa pasti akan ada penurunan jumlah kunjungan wisata ke Indonesia. Sekarang saja sudah turun, bagaimana kalau itu lebih menurun lagi. RN : Dan apa yang akan dilakukan oleh ASITA? MR : ASITA, mau bikin apa. Kita enggak bisa demo, enggak bisa, nggak mungkin. Kita hanya menghimbau dan kami sudah menyatakan ini secara tertulis, bukan ASITA aja. Sekali lagi saya katakan it is not only ASITA. The whole tourisme industry di bawah pimpinan MPI, Masyarakat Pariwisata Indonesia. Kami telah memberikan presentasi kepada menteri dan kami telah paparkan the advantages and the disadvantages, apabila BVKS ini dihapus. Dan ternyata bahwa lebih banyak kerugian dari pada keuntungan. RN : Bagaimana menurut penilaian anda bahwa sektor pariwisata ini sangat peka terhadap situasi politik? MR : Memang, sebenarnya pariwisata itu harus terlepas dari politik. Karena mustinya apapun terjadi sebagai politik, mustinya wisatawan dateng aja berwisata. Nggak apa-apa asal jangan ada ekses-eksesnya dari situasinya. Seperti sekarang kejadian-kejadian di beberapa daerah yang berkonflik. Siapa mau dateng ke daerah tersebut. RN : Kalau dilihat dari sisi persaingan, karena wisatawan manca negara bisa saja dengan mudah mengalihkan perjalanan mereka ke negara tetangga? MR : Itu juga kami sampaikan di dalem presentasi kami. Dan memang itu sudah oleh menteri pariwisata juga diangkat dalam sidang kabinet. Demikian Meity Robot, Ketua ASITA Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
