--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 15 Oktober 2002 14:20 UTC ** PETI JENAZAH PANGERAN CLAUS DISEMAYAMKAN DI GEREJA NIEUWE KERK, DELFT ** DUA WARGA INDONESIA DIDUGA TERLIBAT PELEDAKAN BOM DI BALI ** REFERENDUM DI IRAK TENTANG PERPANJANGAN MASA JABATAN SADDAM HUSSEIN ** TOPIK GEMA WARTA: PEMERINTAH HARUS TANGKAP TERORIS DI INDONESIA ** TOPIK GEMA WARTA: BOM BALI MEMUNCULKAN FAKSI ISLA VERSUS FAKSI NASIONALIS DI KABINET MEGAWATI * PETI JENAZAH PANGERAN CLAUS DISEMAYAMKAN DI GEREJA NIEUWE KERK, DELFT Peti jenasah Pangeran Claus, almarhum suami Ratu Belanda Beatrix telah diletakkan di dalam ruangan khusus bawah tanah gereja Nieuwe Kerk, Delft. Hampir 2000 orang undangan mengikuti kebaktian pelepasan jenazah. Diantaranya adalah Raja Spanyol Juan Carlos dan istinya Sofia, Raja Belgia Albert dan Ratu Paola serta Pangeran Charles dari Inggris. Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkenende didampingi mantan Perdana Menteri Wim Kok dan Ruud Lubbers. Putri Juliana tidak bisa hadir, tetapi diwakili suaminya Pangeran Bernhardt. Kebaktian dipimpin pendeta Carel ter Linden. Pastor dan teman dekat Claus, Huub Oosterhuis, membacakan ayat kitab suci serta berpidato mengenang almarhum. Di akhir kebaktian peti diturunkan ke dalam ruang bawah tanah. Setelah itu Ratu Beatrix, ketiga putranya dan kedua menantu masuk ke ruangan tersebut, untuk mengucapkan salam terakhir. Mereka didampingi kelima saudara perempuan Claus. Iring-iringan kereta jenasah Pangeran Claus berangkat Selasa pagi dari istana Noordeinde menuju gereja Nieuwe Kerk di Delft, melewati rute sejauh sembilan kilometer. 6000 pasukan berjaga di sepanjang jalan dan memberikan salut penghormatan saat kereta jenasah lewat. Kereta yang dihiasi warna ungu itu dipimpin oleh kereta bunga yang dinaiki Pangeran Willem-Alexander, Johan Friso dan Constantijn. Di pertengahan rute, di Rijswijk, Ratu Beatrix dan kedua menantunya yaitu Putri Maxima dan Laurentien bergabung. Di sepanjang rute Den Haag-Delft diperkirakan berdiri sekitar 40.000 warga. * DUA WARGA INDONESIA DIDUGA TERLIBAT PELEDAKAN BOM DI BALI Polisi memeriksa dua warga Indonesia yang diduga terlibat dalam peledakan bom di Kuta, Bali Sabtu lalu. Hingga kini belum jelas apa yang menjadi dasar dugaan tersebut. Polisi juga tengah melacak orang ke tiga yang diduga sebagai pelaku utama. Ada kemungkinan ia tewas dalam ledakan. Tekanan internasional terhadap Jakarta untuk menangkap para pelaku pemboman semakin besar. Amerika menuding jaringan teroris al-Qaidah menjadi dalang peledakan. Menurut Presiden George Bush, peledakan di Bali membuktikan bahwa jaringan al-Qaidah menguat lagi setelah terusir dari Afganistan. Para ahli mancanegara dari Amerika dan Australia akan dilibatkan dalam pengusutan selanjutnya. * REFERENDUM DI IRAK TENTANG PERPANJANGAN MASA JABATAN SADDAM HUSSEIN Sebuah referendum yang akan memastikan apakah Saddam Hussein boleh menjabat tujuh tahun lagi diadakan di Irak hari ini. Diperkirakan warga Irak akan mendukung Saddam Hussein secara massal. Dalam referendum sebelumnya, pemimpin Irak tersebut mendapat 99,96% suara. Partai Baath pimpinan Saddam Hussein melakukan kampanye besar-besaran untuk memperoleh 100% suara. Dalam upaya ini, mereka mengganti nada pilih telepon dengan seruan untuk memilih perpanjangan masa jabatan Saddan Hussein. Sekalipun pemberian suara berlangsung rahasia, lawan politik Saddam Hussein khawatir bahwa suara yang menentang akan terlacak. Hasil referendum akan diumumkan Rabu besok. * LIMA WARGA JEPANG YANG DICULIK KOREA UTARA PULANG KAMPUNG Lima warga Jepang yang diculik dinas rahasia Korea Utara sekitar 25 tahun silam, telah pulang ke negaranya. Luapan emosi tampak di bandara di Tokio, dimana para kerabat mereka menanti. Namun, kelima warga Jepang itu hanya tinggal di tanah airnya dalam waktu singkat. Pemerintah Korea Utara memperbolehkan mereka pulang tetapi keluarga mereka harus tetap tinggal di Korea Utara. Sekitar tahun 70-80 an, delapan warga Jepang diculik oleh Korea Utara untuk melatih bahasa dan budaya Jepang pada para spion Korea Utara. Tiga dari delapan orang tersebut dinyatakan tewas oleh Pyongyang, namun ini diragukan oleh Jepang. Masalah ini telah mengganggu hubungan diplomatik kedua negara selama bertahun-tahun. Bulan lalu pemimpin Korea Utara, Kim Jong-il, meminta maaf atas penculikan tersebut. * JERMAN DAN PERANCIS TIDAK SEPAKAT TENTANG SUBSIDI UNI EROPA Presiden Perancis, Jacques Chirac dan Kanselir Jerman Gerhard Schroder tidak sepakat tentang masa depan subsidi pertanian Uni Eropa. Akibatnya, peluang untuk mencapai persetujuan dalam sidang Uni Eropa tanggal 24 dan 25 Oktober mendatang di Brussel mengecil. Jerman ingin mengurangi subsidi karena biaya yang harus dikeluarkan oleh anggota Uni Eropa mulai 2004 akan membengkak. Pada tahun itu diperkirakan negara-negara Eropa Timur, seperti Polandia, yang punya banyak petani miskin, resmi menjadi anggota baru Uni Eropa. Perancis ingin mempertahankan subsidi karena petani Perancis sangat diuntungkan. Saat ini tengah dirancang suatu kompromi untuk mempertahankan subsidi hingga tahun 2007, setelah itu subsidi dikurangi. * SEORANG WANITA DITEMBAK OLEH PENEMBAK GELAP DI WASHINGTON Seorang wanita tewas ditembak oleh penembak tak dikenal di pinggiran kota Washington. Polisi menduga ini dilakukan penembak gelap yang telah beraksi 10 kali di wilayah itu. Korban ditemukan tewas di tempat parkir di depan sebuah toko. Korban-korban sebelumnya ditembak dari jarak jauh secara jitu. Polisi menutup jalan-jalan di sekitar lokasi penembakan. Hingga sekarang delapan orang tewas dan dua lainnya cedera akibat ulah penembak gelap tersebut. Tampaknya ia tidak pandang bulu dalam memilih korban. Mereka kebanyakan berusia antara 13 hingga 72 tahun dan ditembak saat melakukan kegiatan sehari-hari seperti membeli bensin atau berkebun. * MUFTI YERUSALEM DITANGKAP POLISI ISRAEL Polisi Israel menangkap Mufti Yerusalem yang merupakan pemimpin agama tertinggi Palestina. Israel menuduh Mufti Ikrima Sabri sebagai penghasut massa. Tetapi ia dibebaskan kembali beberapa jam kemudian. Tiga bulan silam, ia menyatakan bahwa serangan bunuh diri Palestina adalah cara sah untuk memerangi pendudukan Israel. Mufti Sabri membantah semua tuduhan, dan menyatakan hanya mendukung aksi non-kekerasan. Selanjutnya di bagian utara Israel lima warga sipil Israel tewas dalam sebuah serangan. Pelaku tak dikenal memberondong sebuah bis di dekat daerah Beit Shean. * PEMERINTAH HARUS TANGKAP TERORIS DI INDONESIA Radio Nederland menghubungi Steve Susanto, pengamat bursa dan investasi, kepala riset ekonomi dari Institut Danareksa. Pertama-tama kami menanyakan pengaruh aksi teroris terhadap bursa lokal dan regional. Steve Susanto [SS]: Rasa kekhawatiran itu merupakan hal-hal yang paling mudah menular ke orang lain. Jauh lebih mudah bila dibandingakan dengan jika kita membagi kebahagiaan. Kalau kegundahan jadi gambaran kita suram, ini akan mudah disebarkan keluar. Kalau yang ditanya apakah perekonomian Indonesia masih bertahan, ini sih OK. Tapi kalau financial market itu kita lihat ada korelasi yang kuat dengan Dow Jones sekarang. Artinya, sebelum tejadi tragedi di Bali, itu keadaan memang sudah memburuk tapi masih dalam batas dimana kita memperkirakan tidak adakan drop di bawah 350, tapi tapi kasus yang terjadi di Bali ini akan mempercepat. Radio Nederland [RN]: Jadi apakah tampaknya yang terburuk sudah lewat? SS: Sangat sukar untuk memperkirakan apakah bisa lebih buruk lagi, tapi saya pikir kalau tadi sudah lewat batas ke posisi 324 itu yang terburuk. RN: Di satu sisi juga beberapa pebisnis Amerika dan Australia sudah meminta agar pemerintah Indonesia mengadakan tindakan tegas terhadap kelompok-kelompok yang disebut teroris, ini pengaruhnya nanti seberapa besar? SS: Kalau orang kehidupannya sudah terancam, itu selebihnya akan jadi nomor dua. Masalahnya, virus rasa khawatir ini ini bukan hanya terjadi di kalangan orang asing, kitapun di sini merasa. Kalau kita lihat Menado dan Bali sebagai tempat yang paling aman. Tempat yang paling aman ini bisa porak poranda, jadi tempat lain akan lebih rentan. Cuma, kita ngga punya kebebasan untuk keluar seperti orang asing. Buat mereka ini kan bukan tanah air mereka. RN: Berapa banyak dalam pantauan anda investasi Australia, Selandia Baru dan Amerika di Indonesia secara khusus yang warganya terkena dampak besar ledakan di Bali? SS: Saya pikir kalau dilihat berapa banyak warga Australia yang akan keluar, maka mayoritas akan keluar. Cuma yang keluar adalah keluarganya tapi investornya akan tinggal karena bisnisnya ada di sini. Hal ini akan bergantung pada respon pemerintah, apakah akan keluar Perpunya. Ini yang ditunggu. Misalnya peraturan pemerintah bisa keluar, paling tidak dia menunjukkan bahwa memang pemerintah tengah melakukan sesuatu. Saya melihat definisi problemnya kita merasa kurang aman dari pada sebelumnya. Yang mesti dilakukan oleh pemerintah sekarang adalah memulihkan keamanan ini. Terlebih bagi orang asing. RN: Artinya kalau pemerintah berani menangkap kelompok-kelompok yang yang disebut Jemaah Islamiyah atau jaringan garis keras, akan terjadi perubahan sikap penanam investasi? SS: Ya, saya pikir investor tidak merasa aman lagi padahal mereka masih ada bisnis disini. Uang mereka sudah ditaruh disini. Sekarang masalahnya mereka menanti apakah pemerintah akan melakukan tindakan tegas, implementasinya tidak mudah untuk menangkap kecuali jika dasarnya sudah ada. RN: Dan kalau tidak pernah terjadi apakah akan semakin buruk itu investasi? SS: Paling ngga kita lihat bahwa rasa aman belum kembali. RN: Seberapa jauh kekuatan para pebisnis Amerika dan Australia untuk menekan pemerintah untuk mengambil tindakan serius? SS: Keseriusan ini sih sudah menampak tetapi sebagai kelompok penekan mereka cukup punya power. Masalahnya kembali ke kita sendiri, apakah kabinet kita solid ke sana. Apa yang dirasakan oleh pak Djatun, Laksamana, juga pak Budiono mereka adalah orang yang bisa memahami bagaimana pentingnya permasalahan ini. Masalahnya ngga semua anggota kabinet menyadari bahwa yang hancurkan di Bali itu mimpi kita semua. Orang itu marah: kok gua punya masa depan dihancurin? Ngga sampai berpikr ke sana. RN: Apakah anda memperkirakan ledakan di Bali itu sebagai gong maut bagi ekonomi Indonesia, sehingga harus diperhatikan secara serius? SS: Pasti, itu bidangnya di politik tapi akibatnya di ekonomi luarbiasa. Kenapa begitu? karena yang diganti adalah outlooknya, keadaan sekarang ngga banyak berubah. Yang berubah adalah kasus di Bali. Tapi kerugian itu jauh lebih besar daripada kerugian dibidang properti dan jauh lebih besar dari pada jumlah mayat yang ada. Dari yang dihancurkan adalah prospek kita ke depan. Itu mengerikan, sampai orang berpikir ngapain sih gua investasi di Indonesia. Itu kan menakutkan dia. Demikianlah Steve Susanto di Jakarta. * BOM BALI MEMUNCULKAN FAKSI ISLA VERSUS FAKSI NASIONALIS DI KABINET MEGAWATI Teror bom di Bali dan Manado menuai perpecahan di tubuh kabinet. Antara sekuler nasionalis dengan yang pro kekuatan Islam garis keras. Disamping itu kerja sama antara AS dan Militer Indonesia kini mulai masuk dalam proses "akad nikah". Berikut laporan koresponden Syahrir dari Jakarta. Pengamat politik Arbi Sanit mengatakan peristiwa Bali mengakibatkan pemerintahan Megawati harus bersikap lebih tegas terhadap para teroris. Dengan demikian terbukalah kerja sama antara militer dan AS. Sejauh tidak mengancam demokrasi maka Arbi Sanit menganggap kerja sama antara militer dan AS sah-sah saja. Pendapat Arbi Sanit ini juga didukung oleh intelektual Muhammadyah, DR. Muslim Abdul Rahman. Bagi Muslim yang penting harus berhenti menggunakan paradigma lama. Saat ini nasib bangsa sedang dipertaruhkan. Karenanya dibutuhkan seorang pemimpin yang dapat bekerja sama dengan kekuatan-kekuatan internasional yang mau memerangi terorisme. Dan adanya kerja sama militer dan AS tidak ada sangkut pautmya dengan agama mana pun. Kalau kita tidak memerangi terorisme maka nasib bangsa ini akan lebih terpuruk lagi. Prawiro dari lembaga yang Rehabilitasi Pegawai Negeri Korban 65 mengatakan: Kalau kita jelas mengatakan bahwa peristiwa pemboman di Bali ini adalah rekayasa dari CIA ini tidak merugikan Megawati. Karena tekanan-tekanan yang menganggap bahwa Megawati lemah, Megawati tidak memperhatikan masalah intel dll. Itu jadi tidak beralasan, sebab itu memang dari pihak luar seperti hal nya peristiwa 65 atau peristiwa-peristiwa lainnya, dimana CIA itu selalu campur tangan dalam perkembangan situasi di Indonesia. Ini dapat menguntungkan Megawati kalau Megawati secara tegas dapat menyatakan ini adalah campur tangan asing yang menggunakan orang-orangnya yang ada di dalam negeri. Apapun yang dikatakan oleh para tokoh baik kiri maupun Islam liberal tapi kenyataannya dengan satu bom yang dahsyat kabinet Megawati terpecah dalam dua kubu. Antara yang Islam dan nasional sekuler. Megawati harus memilih memerangi terorisme atau tidak. Tetapi ketika terjadi bentrokan pendapat di antara para pembantunya yang jika diteruskan dapat melahirkan benturan fisik, Megawati hanya bisa terkesima dan hampir saja menangis. Dan ia hanya bisa menjanjikan tidak ada pejabat yang diberhentikan, termasuk Jaksa Agung A.R. Rahman dan Kepala BAKIN Hendropriyono. Tetapi para pendukung Megawati pun sadar bahwa sulit mempertahankan kerja sama dengan kelompok Islam yang tetap menjaga hubungan baiknya dengan kelomppok Islam radikal. Yusril Ihza Mahendra Menteri Kehakiman dan HAM serta Ketua Umum Partai Bulan Bintang dianggap sengaja menunda-nunda UU Anti Teroris. Karena ingin menjaga hubungan baiknya dengan kelompok radikal. Hamzah Haz sebagai orang NU di PPP hanya bisa berharap adanya dukungan dari kelompok radikal dalam menghadapi pemilihan presiden 2004. Bukankah massa PPP itu sudah dikuasai oleh Muslimin Indonesia (MI)? Hamzah Haz bersama Jaffar Umar Thalib, Abu Bakar Ba'asyir dan Nur Wahid sependirian bahwa terorisme jangan diidentifikasikan dengan Islam Radikal. Dengan latar belakang ini Hamzah Haz selama ini berkampanye bahwa di Indonesia tidak ada teroris. Tetapi sejak hari Selasa setelah menyadari bahwa sebagian besar anggota kabinet berbeda pendapat dengannya dan mungkin adanya tekanan dari AS dan Eropa maka Hamzah Haz pun akhirnya mengakui bahwa ada teroris di Indonesia. Dari dinamika yang berkembang ini, bisa dilihat bahwa baik Megawati, Hamzah Haz, maupun Amien Rais hanya peduli soal pertarungan kursi presiden 2004. Itu semua tercermin dalam tarik ulur dalam merangkul kekuatan mainstream Islam dan militer serta polisi dunia, AS. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
