--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Rabu 16 Oktober 2002 15:00 UTC ** PERDANA MENTERI BELANDA BALKENENDE MEMBUBARKAN KABINET ** PEMERINTAH INDONESIA AJUKAN PERPU ANTI TERORISME SECEPATNYA ** TENTARA BANTU FBI LACAK PENEMBAK GELAP DI WASHINGTON ** TOPIK GEMA WARTA: PENYELIDIKAN POLISI TERFOKUS PADA FAKTA, DALAM KASUS PELEDAKAN BOM DI BALI ** TOPIK GEMA WARTA: TAPOL/NAPOL TUNTUT KPP HAM SOEHARTO ** TOPIK GEMA WARTA: KABINET BELANDA BUBAR SETELAH MEMERINTAH 87 HARI * PERDANA MENTERI BELANDA BALKENENDE MEMBUBARKAN KABINET Perdana Menteri Belanda Balkenende membubarkan kabinetnya. Ia kemudian segera melaporkan pembubaran kabinet kepada Ratu Beatrix. Sebelumnya dua anggota kabinet dari partai populis LPF yaitu Wakil Perdana Menteri, Eduard Bomhoff dan Menteri Ekonomi, Herman Heinsbroek mengundurkan diri. Krisis kabinet itu dipicu oleh konflik berkepanjangan dalam tubuh partai populis LPF. Partai populis ini didirikan oleh politikus Pim Fortuyn yang dibunuh awal Mei lalu. Dalam minggu-minggu terakhir ini terjadi konflik besar antara dua menteri dari partai LPF. Sementara itu, fraksi LPF dalam parlemen juga terpecah akibat perbedaan pendapat tentang posisi ketua fraksi, Harry Wijschenk. * PEMERINTAH INDONESIA AJUKAN PERPU ANTI TERORISME SECEPATNYA Pemerintah Indonesia berencana mengajukan peraturan pemerintah pengganti undang-undang,Perpu anti-terorisme secepatnya. Media di Indonesia melaporkan pimpinan DPR dan pimpinan fraksi mengadakan rapat konsultasi Rabu siang untuk membahas masalah terorisme, termasuk rencana pemerintah mengajukan Perpu anti-terorisme. Selain itu, pemerintah RI akan bekerjasama lebih erat dengan Australia untuk memerangi terorisme. Ini dinyatakan seusai pembicaraan antara Menteri Luar Negeri Australia, Alexander Downer dan Menteri Luar Negeri RI, Hassan Wirayuda. Polisi Indonesia telah menahan empat orang dan meminta keterangan dari 54 saksi. Sementara itu tujuh turis Belanda terakhir yang berlibur di Kuta, Bali saat terjadi serangan teroris kembali ke tanah air. 15 turis Belanda lainnya memotong waktu liburannya dalam dua hari belakangan. Puluhan warga Belanda di Indonesia menghubungi keluarganya setelah menerima permintaan tersebut oleh Radio Nederland. Dalam serangan teroris itu sedikitnya satu orang warga Belanda tewas Bali dan beberapa lainnya hilang. * TENTARA BANTU FBI LACAK PENEMBAK GELAP DI WASHINGTON Tentara membantu FBI melacak penembak gelap yang menewaskan sembilan orang dan mencederai dua lainnya di kawasan sekitar Washington. Pentagon menyiapkan pesawat terbang yang melacak pelaku lewat udara. Selain itu, 2000 petugas secara aktif melakukan pengusutan. Mereka terdiri dari polisi, detektif, polisi militer, polisi lalu lintas dan CIA. Korban ke sembilan jatuh Senin pekan ini. Korban adalah seorang wanita yang tengah memasukkan belanjaannya ke dalam mobil. Setelah penembakan, polisi segera melakukan pencarian tapi tidak membuahkan hasil. * WARGA IRAK DUKUNG SADDAM HUSSEIN Warga Irak secara massal mendukung Presiden Saddam Hussein untuk memerintah tujuh tahun lagi. Menurut hasil referendum kemarin, Saddam mendapat 100% suara. Jumlah suara yang masuk juga 100%. Orang kedua dalam rejim di Bagdad, Ezzat Ibrahim, menyatakan bahwa Saddam Hussein terpilih dengan suara mutlak. Banyak pemilih mengatakan bahwa pilihan mereka adalah protes terhadap kebijakan Amerika terhadap Irak. Washington tidak menanggapi hasil tersebut secara serius. * ROKET TAK BERAWAK MELEDAK DI PANGKALAN ANTARIKSA RUSIA Sebuah roket tak berawak meledak beberapa detik setelah diluncurkan di pangkalan antariksa Plesetsk, Rusia. Akibat ledakan jatuh satu korban tewas dan delapan lainnya cedera. Roket Sojoez-U dilengkapi oleh laboratorium antariksa milik Badan Antariksa Eropa. Laboratorium itu akan menyelidiki apakah kerak lumut bisa hidup di angkasa luar. Menurut juru bicara, kecelakaan ini akibat kesalahan teknis. * DI JERMAN, PARTAI SOSIAL DEMOKRAT DAN PARTAI HIJAU BERKOALISI Di Jerman, Partai Sosial Demokrat dan partai Hijau menandatangani kesepakatan koalisi, Selasa kemarin. Kabinet hanya punya tiga anggota baru yang semuanya berasal dari partai Sosial Demokrat pimpinan Gerhard Schroder. Ketua partai Hijau, Joschka Fischer tetap menduduki posisinya di Kementerian luar Negeri. Karena menang besar dalam pemilu, partai Hijau sebenarnya menuntut tambahan pos menteri. Kesepakatan pemerintahan ini akan diuraikan dalam kongres kedua partai yang berkoalisi. * PENYELIDIKAN POLISI TERFOKUS PADA FAKTA, DALAM KASUS PELEDAKAN BOM DI BALI Intro: Seorang warga Saudi yang tidak disebut identitasnya pernah membantu dana kepada jaringan Jamaah Islamiah Indonesia untuk membeli bahan peledak yang mungkin digunakan dalam kasus pemboman di Legian, Bali. Informasi ini didapat dari keterangan Omar al-Faruq, warga Kuwait yang dituduh terlibat Al Qaidah, yang tertangkap di Indonesia dan kini sedang diperiksa oleh otoritas Amerika. Namun Abu Bakar Baasyir, tokoh yang sering dituduh anggota Jemaah Islamiah membantah adanya jaringan itu di Indonesia. Terlepas dari siapa di balik serangan di Kuta ini, Radio Nederland menghubungi Kadispen Polda Bali, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yatim Suryatmo untuk menanyakan bagaimana jalannya investigasi sekarang. Menurut AKBP Yatim Suryatmo, bagi polisi yang penting sekarang adalah faktanya. Masalah siapa di baliknya, itu soal nanti. Pertama-tama Suryatmo menjelaskan situasi terakhir korban WNI dalam aksi teroris. Yatim Suryatmo [YS]: 31 WNI di Sanglah, satu WNI di Budi Raharja, satu WNI di Kasih Ibu, satu WNI di Dharma Husada, satu WNI lagi di Graha Asih, satu WNI di Surya Husada, satu di RS Polri. Radio Nederland [RN]: Saya hitung kira-kira 37? YS: Benar, jadi perkembangan, sampai saat ini data resmi: 181 meninggal di Sanglah, satu jenasah di RSAD, tambahan satu meninggal di airport saat dievakuasi, jadi korban meninggal total 183. Lalu jenasah yang sudah diperiksa oleh tim forensik 138, jenasah yang sudah teridentifikasi 40, jenasah dievakuasi ke Amerika satu, yang diambil oleh keluarganya WNI delapan. RN: Tapi bagaimana perkembangan investigasi sekarang? YS: Kita baru menemukan bahan-bahan dari bom itu. Materi yang dijadikan bom itu. Kedua kita juga sudah mengidentifikasi adanya barang bukti mobil yang nantinya bisa kita telusuri untuk mengungkap lebih lanjut. RN: Bahannya itu saya baca ada yang menyebutnya RDX. Apa anda bisa jelaskan apa itu? YS: RDX itu bahan peledak yang merupakan turunan dari C4 RN: Apakah bahan-bahan itu bisa dibuat di Indonesia? YS: Bahan ini bisa didapat baik di Indonesia maupun diluar negeri. Apakah dalam pengertian 'bisa didapat di Indonesia' bahan itu merupakan impor, atau diproduksi sendiri, saya tidak mengerti itu. RN: Bagaimana tim nya sekarang? YS: Tim masih bekerja terus! RN: Dan sampai di mana bantuan dari luar negeri? YS: Mereka mendampingi. Mereka tim bantuan teknik, tapi yang mengendalikan tetap polri. RN: Sampai sekarang berapa orang yang sudah diperiksa? Apakah ada yang sudah ditangkap? YS: Yang diperiksa sih sudah banyak untuk dimintai keterangan, untuk yang sudah diperiksa intensif saya belum tahu persis. Katanya sih dua orang, karena tim kan masih merahasiakan itu. RN: Apakah tim itu juga bekerja di seluruh Indonesia? Atau berkonsentrasi di Bali? YS: Konsentrasi tetap di Bali. RN: Apa kendala dalam mengadakan investigasi ini? YS: Tentu saja kendalanya adalah barang bukti yang sulit dikenali, sulitnya memperoleh saksi-saki kunci karena banyak yang tewas. Ada juga yang masih sakit, mungkin nanti bisa jadi saksi kunci. RN: Apakah ada saksi kunci yang masih sakit? Siapa itu pak? YS: Artinya ada saksi dimana kita bisa dapat keterangan bagus dari sana tapi masih sakit. RN: Artinya dia luka begitu? YS: Benar, dia luka parah. RN: Saksi ini sebagai apa saat peledakan? YS: Dia itu Satpam disebelahnya gedung yang hancur. RN: Tapi apakah dia belum diperiksa oleh polisi? YS: Belum. RN: Ada banyak tuduhan yang menunding al-Qaeda, bagaimana ini menurut anda? YS: Kita konsentrasinya adalah mau mengungkap sajalah. Tentang siapa nanti yang dibelakangnya itu kan akan ketemu kalau terungkap. Kita lihat fakta-fakta kriminalitas sajalah. Kriminalnya yang kita korek setelah itu kalau ketemu hubungan-hubungannya kan bisa saja Demikian Kadispen Polda Bali Yatim Suryatmo, di Denpasar. * TAPOL/NAPOL TUNTUT KPP HAM SOEHARTO Intro: Pemerintah Indonesia mendapat Pekerjaan Rumah (PR) tambahan. Selain desakan Amerika Serikat agar segera menindak tegas gerakan Islam militan, pemerintah juga dituntut oleh para mantan tapol/napol untuk segera membentuk KPP-HAM yang memeriksa kejahatan ekonomi, politik dan kemanusiaan Soeharto. Berikut laporan koresponden Syahrir dari Jakarta. Para eks tahanan politik (tapol) dan narapidana politik (napol) kemarin mendesak Komnas HAM untuk segera membentuk Komisi Penyidik Pelanggaran Hak Asasi Manusia (KPP HAM) tentang dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan mantan Presiden Soeharto baik ketika berkuasa ataupun sebelumnya. Desakan ini disampaikan tapol/napol kemarin ketika mengunjungi Komnas Ham. Eks Tapol/napol itu berjumlah 70 orang. Mereka berasal dari kasus Tanjung Priok, G 30 S, Mahasiswa, Malari, Jamaah Imron, OPM, peledakan Borobudur, dan sebagainya. Aksi tersebut sempat diwarnai dengan ketegangan antara para tapol dengan pihak keamanan Komnas HAM. Ketegangan tersebut dimulai dari kelambanan pihak Komnas HAM dalam menerima mereka. Sebagian besar para eks tapol/napol yang telah berusia lanjut dibiarkan berdiri di bawah terik matahari yang menyenggat di halaman Komnas HAM. Keinginan bertemu dengan Abdul Hakim Garuda Nusantara, Ketua Komnas HAM yang baru tak dapat dikabulkan oleh pihak Komnas. Sejumlah urusan birokrasi ternyata tetap menjadi kendala kendati yang ingin dijumpai adalah Hakim yang selama ini dekat dengan persoalan mereka. Tetapi akhirnya rombongan ini diterima oleh Prof. Ali Mahmud dan Yuwaldi, SH. Nampaknya bukan hanya di kabinet Megawati saja ada kontradiksi. Bibit kontradiksi pun saat ini mulai tersemai di tubuh Komnas Ham yang dahulu didirikan oleh Soeharto. Profesor Ahmad Ali, mantan rektor Universitas Hasanudin, MM Bilah dan beberapa anggota lainnya ingin pembentukan KPP HAM Soeharto segera direalisasi. Oleh karenanya mereka sekarang membentuk Team Penyidik Soeharto. Sebaliknya kelompok Orde Baru di Komnas HAM, tentu akan menghalang-halangi usaha tersebut. Para eks tapol/napol dalam resolusinya mengemukakan bahwa sampai hari ini KPP HAM telah membentuk komisi untuk menyelesaikan kasus Tanjung Priok dan Tim-Tim. Sedangkan kasus pelanggaran HAM menyebabkan korban mati jutaan orang yakni pada peristiwa tahun 1965 belum memperoleh penanganan oleh Komnas HAM melalui KPP HAM. Di samping itu pula menurut mereka, meski sudah ada kalangan yang membentuk tim kebenaran dan keadilan untuk Rekonsiliasi Nasional namun tidak melibatkan wakil para korban. Sehubungan dengan itu Eks Tapol/Napol menyatakan tidak menolak rekonsiliasi asalkan didahului dengan amnesti,abolisi, rehabilitasi, restitusi dan ganti rugi harta benda kepada korban. Disamping itu menyikapi perkembangan demokrasi yang terjadi saat ini, para mantan tapol/napol yang rata-rata ditahan lebih dari 7 tahun menuntut agar semuanya itu dapat berlangsung tanpa diskriminasi atas hak dan kewajiban warga negara Indonesia. Pernyataan sikap yang dibacakan oleh Beathor Suryadi eks tapol yang ditahan karena dituding telah menghina Soeharto, menghendaki antara lain agar Pemerintah dalam hal ini Komnas HAM segera membentuk KPP HAM yang mengusut pelanggaran kejahatan kemanusiaan, politik dan ekonomi yang dilakukan oleh presiden Suharto dimasa Orde Baru berkuasa.Termasuk untuk kasus peristiwa tahun 1965 dan menyelesaikan tuntas penanganan kasus Tanjung Priok dan kasus Tim-Tim. Disamping itu pula Komnas HAM dituntut untuk lebih berani bersikap kritis dalam memberikan pandangan terhadap pelbagai produk hukum seperti pasal 20 butir g dalam RUU Pemilu, yang sarat dengan diskriminasi. Para mantan tapol G-30-S misalnya dilarang ikut Pemilu. Menurut Tambunan, RUU Pemilu Pasal 20 butir g menutup peran serta mantan tapol dalam lembaga legislatif. Padahal, tambahnya saat ini di DPR ada mantan tapol/napol di Dewan Perwakilan Rakyat yang juga pernah tercatat sebagai anggota partai terlarang Tambunan: Dari pemerintah dan penegak hukum sendiri. Sebab kalau tidak dilempangkan itu rakyat akan menjadi hakim. Demikian Tambunan. Dan pembacaan pernyataan sikap ini ditutup dengan tuntutan agar segera merehabilitasi nama baik presiden Soekarno dengan mencabut TAP MPR No. 33/1966. Sementara itu Murjoko mantan tapol Islam,meminta rehabilitasi bagi para mantan pegawai negeri. Murjoko: Pasal 20 butir g tersebut betentangan pula dengan hak-hak azasi manusia yang dideklarasikan dengan PBB. Dalam DPR yang sekarang juga terdapat anggota DPR, orang-orang terlibat langsung dalam G30S/PKI. Demikian Murjoko. Sejumlah mantan tapol ingin mencegah tentara berkuasa kembali. Jika rencana militer untuk memegang peran kembali lewat Dewan Keamanan Nasional atau institusi lainnya, apalagi UU anti Terorisme sudah diberlakukan, maka apa yang mereka perjuangkan para mantan Tapol, tentu akan kembali pada titik nol. Karenanya tepatlah Isnanto, mantan Tapol yang ditahan selama 32 tahun mengatakan rakyat bisa menjadi hakim jika kebenaran tidak segera diungkapkan. Isnanto: Saya sangat mendukung sekali, karena selama ini seperti saya dan teman-teman, minta supaya ada semacam rehabilitasi, dengan pemulihan nama baik, sebagai pegawai negeri kalau itu memang pegawai negeri. Yang paling penting ada kompensasi di sana. Semacam ganti rugi. kemudian ada rekonsiliasi. Nah soal pak Harto mau diadili dll, karena dia sudah tua, yah..saya secara pribadi saya maafkan. Tapi hak-hak saya tentunya harus dikembalikan, karena dulunya saya adalah pegawai negeri dan itu kami mohon kepada bapak-bapak atau pejabat yang terkait untuk memikirkannya. Jadi selain rehabilitasi harus ada kompensasi Demikian Isananto. * KABINET BELANDA BUBAR SETELAH MEMERINTAH 87 HARI Eksprimen 'politik baru' seperti yang dinginkan List Pim Fortyun LPF, kemarin kandas. Presis 87 hari setelah kabinet ini memerintah, semua anggota koalisi kabinet di bawah pimpinan Jan Peter Balkenende menarik kepercayaannya. Ini berarti kabinet yang paling singkat memerintah sejak perang dunia keuda. Para pemimpin partai CDA, VVD bosan dengan percekcokan antara para menteri partai LPF, Herman Heinsbroek dan Eduard Bomhoff . Berdasarkan konsultasi ini kami mengambil keputusan bahwa tidak ada lagi landasan untuk melanjutkan kerjasama yang bermanfaat dalam koalisi ini. Kesimpulan ini sudah saya sampaikan kepada sidang kabinet sore ini. Berdasarkan itu saya berniat untuk memohon kepada Ratu pemecatan menteri-menteri tersisa. Demikian tegas perdana menteri Belanda, Jan Peter Balkende kemarin di depan parlemen Belanda de Tweede Kamer. Berikut ulasan redaktur Marina Brouwer. Satu hari setelah pemakaman pangeran Claus, Selasa, kabinet Belanda mengadakan rapat untuk membicarakan masalah krisis yang berkepanjangan di pemerintahan Belanda. Rapat itu sempat diskors sekitar jam 10 malam, konon karena perdana menteri Balkenende ingin menghindari agar dia tidak usah menghadap Ratu Beatrix pada hari yang sama, untuk menyatakan kabinet bubar. Karena Balkende tidak mau dipersalahkan memilih waktu yang salah, kalau seandainya dia mengadakan rapat kabinet pada hari pemakaman pangeran Claus. Rabu pagi, masih lama sebelum rapat kabinet digelar, perdana menteri Balkenende mengumpulkan tiga partai koalisi di kamar kerja di menara alias torentje untuk membicarakan kemelut ini. Ketika itu sudah jelas bahwa tidak ada harapan lagi kabinet ini bisa bertahan. Pemimpin fraksi CDA Maxime Verhagen menyatakan, bahwa kabinet tidak bisa dipertahankan lagi. Pemimpin VVD Gerrit Zalm menyebut LPF itu sebagai mitra koalisi yang tidak dapat dipercaya. Dia juga menegaskan sudah bosan dengan percekcokan ini. Dan akhirnya pemimpin baru dari partai LPF, Mat Herben mendatangi perdana menteri Peter Jan Balkenende. Herben, yang dipaksa mundur oleh fraksi LPF Agustus lalu, Rabu pagi mendapat kepercayaan penuh untuk mengambil alih pimpinan fraksi dari tangan Harry Wijnschenk. Harry Wijnschenk, terpaksa mundur karena dia tidak mampu mendamaikan fraksinya dan kinerjanya tidak becus selama satu setengah bulan belakangan. Maklum pengalaman politiknya masih sangat sedikit. Selain itu Wijnschenk tidak berbobot untuk merujukkan menterinya yang berantem terus. Mat Herben juga sudah tidak percaya lagi akan masa depan pemerintah sekarang. Dia menyatakan merasa malu atas tingkah laku fraksinya dan kedua menterinya, Heinsbroek dan Bomhoff. Semula, diduga kabinet Belanda akan melanjutkan masa pemerintahannya sampai ada pemilu baru, tanpa Heinsbroek dan Bomhoff, dua menteri LPF yang bertikai itu. Menurut aturan, dalam waktu tiga bulan setelah kabinet jatuh harus dilangsungkan pemilihan umum. Ini berarti bahwa Belanda paling lambat awal Januari 2003 harus menggelar pemilu lagi. Saat itu baru akan jelas berapa besar kerugian yang diakibatkan oleh fraksi LPF yang tadinya sangat populer. Dari ke 1,6 juta pemilih yang memberikan kepercayaannya kepada LPF, banyak yang sangat kecewa mengenai kinerja kabinet sekarang, sehingga minat masyarakat terhadap politik untuk sementara merosot lagi. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
