---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 17 Oktober 2002 14:30 UTC



** AUSTRALIA MINTA WARGANYA TINGGALKAN INDONESIA

** ENAM TEWAS AKIBAT PELEDAKAN BOM DI FILIPINA

** KOREA UTARA TETAP KEMBANGKAN SENJATA NUKLIR

** TOPIK GEMA WARTA: AMERIKA DAN AUSTRALIA TAWARKAN BANTU KORBAN
PEMBOMAN BALI

** TOPIK GEMA WARTA: ISLAM DAN TERORISME

**



* AUSTRALIA MINTA WARGANYA TINGGALKAN INDONESIA

Australia menyerukan kepada warganya untuk segera meninggalkan
Indonesia. Ada petunjuk-petunjuk kuat bahwa akan dilakukan aksi-aksi
teror baru terhadap sasaran-sasaran atau warga Australia di
Indonesia. Peringatan ini dikeluarkan bersamaan dengan kunjungan
Perdana Menteri John Howard di Bali. Howard berada di Bali untuk
menghadiri sembahyang bersama mengenang lebih dari 170 warga
Australia yang tewas atau hilang akibat ledakan bom di Kuta.

Sementara ini pemerintah Indonesia mengumumkan kemajuan baru dalam
penyelidikan. Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, ada
warga asing yang juga terlibat dalam aksi pemboman. Tetapi ia tidak
mau menyebutkan kewarganegaraan dan latar belakang tuduhan.
Sebelumnya polisi menahan empat warga Indonesia, tetapi hingga
sekarang mereka belum menerima tuduhan resmi. Diperkirakan mulai
Jumat besok Presiden Megawati akan memberlakukan keppres mengenai UU
anti-terorisme. Berdasarkan keputusan ini seseorang boleh ditahan
tanpa proses selama satu tahun.


* ENAM TEWAS AKIBAT PELEDAKAN BOM DI FILIPINA

Sedikitnya enam orang tewas dan 144 orang lainnya cedera akibat dua
ledakan bom di Filipina. Kedua bom tersebut meledak hampir berurutan
waktu di kota Zamboanga, Filipina Selatan. Belum ada pihak yang
menyatakan diri bertanggung jawab, tetapi pemerintah Manila
memperkirakan kedua pemboman dilakukan kelompok radikal Islam di
wilayah tersebut. Sejumlah besar penduduk Filipina yang jumlahnya 76
juta orang, beragama Kristen, sementara di Filipina Selatan
mayoritasnya beragama Islam. Wilayah ini sudah beberapa kali
dikagetkan ledakan bom.


* KOREA UTARA TETAP KEMBANGKAN SENJATA NUKLIR

Korea Utara tetap mengembangkan senjata nuklir, walaupun tahun 1994
berjanji untuk membekukan program tersebut. Para diplomat Amerika
menyatakan bahwa Korea Utara mengakui tetap melaksanakan program
senjata nuklir sewaktu kunjungan wakil Menteri Luar Negeri James
Kelly di Pyongyang. Pernyataan mengenai program senjata nuklir Korea
Utara ini dapat menyebabkan krisis baru dalam hubungan dengan Amerika
Serikat dan Korea Selatan. Washington menganggapnya sebagai
pelanggaran persetujuan tahun 1994. Amerika akan membicarakan
kemungkinan langkah-langkah balasan dengan sekutunya di Asia.


* PEMILU BARU BELANDA DIHARAPKAN DESEMBER MENDATANG

Satu hari setelah jatuhnya kabinet Belanda, berbagai fraksi di
parlemen mengeluarkan pendapat mengenai tanggal dilaksanakannya
pemilu yang dimajukan. Walaupun UU pemilu Belanda memberikan waktu
hingga pertengahan Januari 2003, sebagian besar fraksi mendesak untuk
melaksanakannya di bulan Desember. Selain itu mereka juga harus
menentukan tema-tema mana yang masih bisa diselesaikan oleh kabinet
demisioner, dan masalah mana yang harus ditunda hingga akhir pemilu.
Masih diragukan apakah akan diambil keputusan mengenai anggaran
negara 2003, serta sikap Belanda sehubungan perluasan keanggotaan Uni
Eropa.


* PAKISTAN DAN INDIA KURANGI TENTARA DI PERBATASAN

Pakistan menyatakan akan mulai menarik mundur pasukannya dari garis
perbatasan dengan India. Pernyataan ini menyusul pemberitaan India,
bahwa New Delhi mengurangi jumlah tentaranya yang ditugaskan di
perbatasan. Tetapi keputusan tersebut tidak berlaku untuk wilayah
Kashmir yang diperebutkan. Perdana Menteri India Atal Behari Vajpayee
direncanakan akan menghadiri KTT Asia Selatan di Pakistan. Kunjungan
ini dipandang sebagai jalan keluar baru dalam masalah kedua negara.
Tahun lalu ketegangan antara India dan Pakistan meningkat setelah
pemboman di gedung parlemen India.


* AFGANISTAN KEMBALI KEMBANGKAN INDUSTRI OPIUM

Afganistan kemungkinan akan kembali menjadi penghasil opium terbesar
di dunia. Sewaktu KTT internasional mengenai perdagangan obat bius di
ibukota Kabul, utusan PBB Lakhdar Brahimi menyatakan, para petani
Afganistan mulai kembali menanam papaver, yang merupakan bahan utama
pembuatan opium dan heroine. Di bawah pemerintahan rejim Taliban
diberlakukan hukuman berat bagi mereka yang mengembangbiakkan
papaver. Pemerintah Presiden hamid Karzai memang tetap memberlakukan
larangan menanam papaver, tetapi dengan hukuman yang lebih ringan.
Sebaliknya Karzai menyerukan bahwa produksi pangan Afganistan tidak
dipenuhi lewat bantuan pangan internasional. Karena itu petani
Afganistan terdesak untuk mengambil jalan lain, termasuk menanam
papaver. Menurut laporan PBB, yang akan dipublikasikan dalam waktu
dekat, jumlah total produksi tahunan meningkat 14 kali lebih banyak.


* SADDAM HUSSEIN LEBIH PERCAYA DIRI SETELAH REFERENDUM

Presiden Irak Saddam Hussein merasa bertambah kuat posisinya
menghadapi Amerika Serikat, setelah mendapat dukungan 100% dari
rakyatnya. Menurut Saddam rakyat Irak merasa lebih yakin akan masa
depan negara tersebut, serta bersedia untuk berjuang dan membangun
negara. Dari hasil referendum mengenai perpanjangan masa jabatan
Preiden Irak, rakyat Irak secara massal menyatakan mendukung Saddam.
Selain itu Bahdad juga berulang kali menyatakan siap menghadapi
konfrontasi militer dengan Amerika Serikat. Walaupun begitu mereka
tetap berusaha mencegah pertikaian bersenjata, dengan mendukung
kedatangan inspektur senjata PBB.


* BELANDA DIANCAM TIDAK HALANGI PERLUASAN UNI EROPA

Komisaris Eropa Gunther Verheugen memperingatkan Belanda untuk tidak
menghalangi rencana perluasaan keanggotaan Uni Eropa. Komisaris Eropa
ini berpendapat Belanda tidak boleh menghubungkan kebijakan pertania
Eropa dengan perundingan mengenai keanggotaan 10 negara Eropa Timur
dan Balkan. Den Haag bersama sejumlah negara anggota Uni Eropa
lainnya menuntut reformasi kebijakan pertanian, terutama yang
menyangkut pemberian subsidi. Komisaris Verheugen menyatakan, kedua
masalah ini tidak ada sangkut pautnya dan mendesak Belanda untuk
mengambil sikap yang sama.


* RUSIA DAN UNI EROPA BICARAKAN MASALAH KALININGRAD

Delegasi pejabat tinggi Uni Eropa berbicara di ibukota Rusia Moskow
mengenai masalah Kaliningrad. Kantong pertahanan Rusia di Laut Baltik
terkepung oleh negara-negara anggota Uni Eropa apabila Polandia dan
Lithuania menjadi anggota baru tahun 2004 nanti. Mulai 2004 setiap
orang yang bukan penduduk Uni Eropa dan ingin masuk atau melewati
kedua negara tetangga Rusia ini sebelumnya harus meminta visa masuk.
Peraturan ini berlaku untuk semua anggota Uni Eropa. Hingga sekarang
para penduduk Kaliningrad bisa bepergian ke Rusia melewati Polandia
dan Lithuania tanpa dokumen khusus. Moskow menuntut agar situasi
tidak berubah, dan mengancam tidak akan menghadiri perundingan dengan
Uni Eropa awal November mendatang, apabila masalah ini belum
diselesaikan.


* KOLOMBIA AKAN ADILI TIGA ANGGOTA IRA

Seorang hakim Kolombia menetapkan bahwa sidang terhadap tiga orang
yang dituduh anggota tentara pembebasan Irlandia IRA akan dimulai 2
Desember mendatang. Menurut hakim ada cukup bukti untuk mengadili
ketiga orang tersebut. Mereka dituduh membantu gerakan pemberontak
FARC. Setelah beberapa lama tinggal di wilayah pemberontakan
Kolombia, ketiga orang warga Irlandia ini ditangkap di bandara udara
Bogota dengan membawa paspor palsu. Pemerintah Kolombia menuduh IRA
antara lain menolong para pemberontak FARC merakit granat-granat
mortir yang digunakan dalam serangan bulan Agustus lalu di Bogota.


* AMERIKA DAN AUSTRALIA TAWARKAN BANTU KORBAN PEMBOMAN BALI

Suasana di Bali kini lenggang dan dalam keprihatinan. Rumah sakit
Sanglah di Kuta, masih sibuk dengan peng-identifikasi-an jasad jasad
para korban. Sumber rumah sakit membenarkan bahwa pada detik detik
pertama setelah musibah, pesawat pesawat Australia hanya membawa para
korban asing saja. Sekarang, pihak perwakilan Amerika Serikat maupun
Australia membuka peluang bagi para korban Indonesia untuk, bila
perlu, dirawat di Amerika atau Australia. Lebih lanjut kami hubungi
Ibu Sulastri dari Rumah Sakit Sanglah di Kuta, dan menanyakan
situasi:

SULASTRI [Su]: Situasinya sekarang sudah agak reda tidak seperti
awal-awalnya itu. Kalau sekarang sudah tidak banyak orang. Kalau
pertama kali itu UGD dipenuhi orang dan sekarang sudah agak sepi.

Radio Nederland [RN]:  Masih berapa banyak jasad yang masih tersimpan
di sana?

Su: Sementara jasadnya masih ada yang belum teridentifikasi.

RN: Apakah betul banyak warga Indonesia yang mengeluh karena mereka
tidak diangkut ke Australia ketikapertama-tama terjadi. Itu kan
mereka butuh pertolongan pertama?Apa betul itu?

Su: Ya betul. Karena kebanyakan warga yang masuk ke sini itu orang
Austalia. jadi mereka diprioritaskan, dijemput warganya dulu. Tapi
sekarang ini sudah ada tawaran kalau ada warga Indonesia yang mau ke
sana akan diangkut. itu kita sudah ada tawaran seperti itu dari
Amerika dan Australia.

RN: Jadi ada sempat semacam pembedaan perlakuan, padahal semua korban
pada saat pertama membutuhkan pertolongan segera?

Su: Ya. Itu kan dari mereka yang prioritas. Jadi sekarang ini kalau
memang mau, itu kalau kita untuk mengangkut ke sana waktu itu belum
ada sponsor. Kalau sekarang ini, siapa saja yang mau ke sana ada
sponsor dari Amerika dan Australia.

RN: Itu dikonfirmasi oleh pihak Amerika dan Australia? Oleh pihak
kedutaan begitu bu?

Su: Ya betul.

RN: Apakah juga memang ada warga-warga yang perlu segera diobati dan
dapat dibantu?

Su: Itu akan diseleksi oleh dokter. Kalau memang lukanya itu serius
sekali, nanti dokter yang akan menentukan itu pak. Dokter yang akan
menentukan siapa-siapa yang perlu dievakuasi ke sana.

RN: Ini kok katanya banyak keluhan bahwa kerabat tidak bisa mengambil
jasad dari para korban, apa betul?

Su: Betul. Karena banyak jasad-jasad yang tidak teridentifikasi. Ya
kita masih menunggu karena terlalu banyak. Jadi kita waktu itu kan
minim tidak punya ini, tidak punya itu. Jadi kita menunggu kedatangan
dari para ahli.

RN: Mengenai pengusutan itu sendiri, apakah masih berjalan intensif?
Dengan memeriksa juga jasad-jasad para korban atau pasien yang ada di
rumah sakit?

Su: Pengusutan apa?

RN: Pengusutan pelaku. Kan mereka mencari sisa-sisa atau mungkin
barang yang masih melekat di jasad atau keterangan dari pasien?

Su: Ya kita masih mengecek ini. Kita datangkan dari Surabaya Lab
Forensiknya untuk mengidentifikasi mayat-mayat itu.

RN: Juga ada tim forensik asing?

Su: Ada. Kita nanti mau ada bantuan dari Jerman, dari Amerika.

Demkian Ibu Sulastri dari Rumah Sakit Sanglah, Bali.



* ISLAM DAN TERORISME

Kalau sebagian besar warga kedutaan AS dipulangkan karena rasa takut
yang amat sangat, maka kalangan pemimpin gerakan Islam radikal di
Indonesia juga tampak khawatir. Mereka memang perlu pasang kuda-kuda.
Setelah kasus pemboman di Bali, sejumlah pemimpin mereka
disebut-sebut pihak intelejen asing berada di balik peristiwa itu.
Bahkan Menteri Pertahanan Matori Abdul Djalil menyatakan Al Qaidah
berada di belakang pemboman Bali. Padahal dia belum punya buktinya.
Tanda-tanda ke arah penahanan para pemimpin Laskar di Indonesia pun
sudah nampak. Hal ini dapat dilihat dari pembentukan tim investigasi
yang melibatkan aparat keamanan, baik dari dalam maupun luar negeri.
Laporan rekan Syahrir dari Jakarta:

Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat, FBI telah masuk ke Bali dua
hari setelah pemboman. Padahal, bila mencermati friksi-friksi politik
di Indonesia yang begitu tajam, pelaku pemboman bisa siapa saja.
Bahkan tidak menutup kemungkinan bahwa pelakunya adalah kalangan yang
menghendaki instabilitas politik Indonesia yang diperkirakan sulit
ditangani Presiden Megawati. Bahkan di kalangan pers banyak disebut
keterlibatan seorang perwira yang bergerak di bidang intel. Demikian
pula lewat Dewan Keamanan Nasional yang ingin dibentuk Menko Polkam
Susilo Bambang Yudhoyono.

Merosotnya kemampuan intelejen dalam mendeteksi secara dini berbagai
kemungkinan yang berkait dengan bahaya terorisme, adalah sesuatu yang
ironis, mengingat pemerintah Amerika Serikat melalui duta besarnya di
Jakarta telah dua kali memberikan peringatan terhadap warga negaranya
yang berada di Indonesia. Dalam hal ini, Badan Intelejen Nasional
(BIN) yang dipimpin Hendropriyono senantiasa berkilah bahwa mereka
hanya berwenang mengumpulkan dan menganalisis informasi yang masuk
dan tidak berwenang menindak kelompok-kelompok yang dicurigai sebagai
teroris.

Kini dengan meluasnya opini di kalangan internasional mengenai
jaringan Al Qaidah, maka kelompok-kelompok Islam garis keras dengan
sendirinya digiring menjadi tersangka. Sejumlah pemimpinnya, antara
lain Ustadz Ba'asyir dari Pondok Pesantren Ngruki yang juga Ketua
Majelis Mujahiddin Indonesia dipaksa bertindak defensif dalam
menanggapi serangan opini tersebut. Antara lain dengan upaya
menggugat majalah Time yang menurutnya menyebarluaskan kebohongan
bahwa dirinya dikaitkan dengan jaringan Al Qaidah. Sedangkan Ja'far
Umar Thalib yang juga Panglima Laskar Jihad Ahlul Sunah Wal Jama'ah
telah membubarkan organisasi, meskipun dengan alasan dalam tubuh
personil organisasi yang dibentuknya telah benyak melakukan
penyimpangan. Soalnya Jafar sejak Wiranto berkuasa, erat hubungannya
dengan militer yang kini perlu berbaik-baikan dengan AS.

Di samping itu banyak anggota Mujahidin yang aktif pula di  Laskar
Jihad ketika berperang di Ambon. Tetapi Laskar Jihad menyatakan setia
pada NKRI. Ini berbeda dengan Majelis Mujahidin yang menginginkan
suatu Kalifah Islam di Asia Tenggara. Menurut sumber dari kalangan
Islam garis keras, dalam sebuah diskusi di Sekretariat Indonesian
Democracy Monitor di Jalan Lautze, Jakarta Pusat, orang sering rancu
mengenai Laskar Jihad, Majelis Mujahidin dan Front Pembela Islam.
Padahal ketiganya benar-benar berbeda, meskipun dalam waktu tertentu
mereka membaur dalam wadah Front Umat Islam Bersatu, misalnya saat
mendukung Habibie dan saat Jaffar Umar Thalib ditangkap karena
dicurigai melakukan tindak pidana di Ambon.

Menurutnya pula, Majelis Mujahidin memang bertolak dari kepemimpinan
Ustadz Ba'asyir, Abdulah Sungkar dan Abdul Kadir Baraja di Lampung,
yang memang sejak Orde Baru bersikap menentang azas tunggal dan
berjuang menegakkan syaria'at Islam. Mereka bertiga sama-sama lulusan
Pondok Pesantren Gontor, Jawa Timur. Dengan  demikian mereka tidak
satu jalur dengan Jaffar Umar Thalib dan Habib Riziqe Shihab yang
ketua Front Pembela Islam yang sekarang tersangkut kasus perusakan
tempat-tempat hiburan di Jakarta.

Abdulah Sungkar terkenal paling ekstrim diantara ketiga orang pendiri
Pondok Pesantren Ngruki. Tetapi ia meninggal tahun 1999. Mereka
sempat melakukan perundingan berkali-kali di Malaysia dengan Usamah
Bin Laden. Bin Laden dikenal orang yang sederhana. Selama di Malaysia
ia tidak pernah mau tinggal di hotel. Usamah bin Laden menurut
pengakuan seorang tokoh Islam radikal, lebih memilih menginap di
rumah-rumah pribadi para anggota Jamaah Islamiyah atau Jamiatul
Islamiyah. Setelah berbicara dengan tokoh-tokoh Islam Indonesia di
Malaysia 10 tahun yang lalu, Usamah berangkat dengan mengemudi
pesawat pribadinya.

Kini kalau pun pernyataan-pernyataan Ustadz Ba'asyir berkesan membela
Al Qaidah karena didorong oleh keinginan dirinya berpihak kepada
dunia Islam. Dan memang mereka satu sama lain saling mengenal. Itulah
sebabnya Ba'asyir juga mendukung peristiwa WTC September tahun lalu.
Hal ini sebagai counter terhadap sikap Amerika yang lebih memihak
kepada Israel. Dengan begitu pernyataan-pernyataannya tidak bisa
digunakan sebagai bukti bahwa mereka adalah pelaku pemboman.

Majelis dan Laskar Mujahidin kini merasa terjepit. Sejumlah
pengurusnya mengundurkan diri. Padahal cukup banyak santri lulusan
Pondok Ngruki yang sudah mendapat pendidikan di Afghanistan. "Kami
hanya menyesuaikan diri saja dengan keadaan. Kalau Islam ditantang
maka kita akan melayani tantangan itu. Bagaimana mereka menabuh
gendang. Gendang perdamaian atau gendang perang. Kita hanya ikut
saja", ujar seorang mantan Darul Islam. Cukup banyak memang
orang-orang DI yang bergabung dengan Majelis Mujahidin Indonesia.

Murdjoko, seorang aktivis Majelis Mujahidin yang lain yang pernah
ditahan semasa Soeharto mengatakan:

Murdjoko: Ya karena sesama muslim. Dia itu kalau yang dituduh Usamah
bin Lade., Sebenarnya tuduhan terhadap Bin Laden itu sendiri belum
terbukti. Dan karena Amerika ini ingin mengembalikan citranya di mata
dunia, maka dia itu akan mengatakan bahwa ini adalah gerakan teroris.
Maka dia propagandakan seluruh dunia untuk mobilisasi masyarakat
Amerika untuk memerangi teroris.

Di sini sebenarnya, bahwa Ustadz Abubakar Ba'asyir bergembira pada
saat itu, atau mendukung peristiwa WTC itu, itu boleh saya katakan
karena Amerika sendiri terhadap Israel seperti sangat tidak ada
masalah. Padahal Israel telah membantu warga Palestina. yaitu membom
rumah sakit dan lain sebagainya. Kemudian Irak dibom begitu. Jadi di
sini seakan-akan tidak ada istilah teroris. Padahal sebenarnya itu
perbuatan teroris. Jadi meledakkan WTC itu juga perbuatan teroris.
Jadi yang dituduh adalah orang-orang Islam garis keras.

Saya kira Ustadz Abubakar Ba'asyir di sini bergembira dalam arti
supaya Amerika itu berbuat atau bertindak adil. Dalam hal ini kalau
masyarakat atau warga Palestina itu diserbu oleh tentara-tentara
Israel, yah seharusnya dia harus menindak Israel. Tapi selama ini
statement-nya terhadap Isarel tidak ada. Dan dia akan mendukung
terus. Bahkan sampai sekarang Yerusalem dijadikan ibukota Israel.



---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke