--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Jumat 25 Oktober 2002 15:00 UTC ** PEMBEBASAN 75 WARGA ASING YANG DISANDERA DI MOSKOW, DITUNDA ** KOREA UTARA INGIN LAKUKAN PERJANJIAN NON-AGRESI DENGAN AMERIKA ** CINA DAN AMERIKA BICARAKAN ULANG HAK AZASI MANUSIA ** APEC SETUJUI PROGRAM ANTI TERORISME ** PENEMBAK GELAP DI AMERIKA DITANGKAP ** TOPIK GEMA WARTA: KEMANAN, IMPIAN YANG TAK KUNJUNG TIBA DI INDONESIA ** TOPIK GEMA WARTA: SIMPANG SIURNYA SIKAP PEMERINTAH SOAL JEMAAH ISLAMIYAH ** TOPIK GEMA WARTA: APAKAH PENGUASA RUSIA AKAN GUNAKAN KEKERASAN UNTUK AKHIRI PENYANDERAAN? * PEMBEBASAN 75 WARGA ASING YANG DISANDERA DI MOSKOW, DITUNDA Pembebasan 75 warga asing diantara para pengunjung teater yang disandera oleh para pemberontak Chechnya di Moskow, ditunda. Perundingan dengan para pemberontak berlangsung alot. Para warga asing, yang diantaranya terdapat dua warga Belanda, diharapkan akan dibebaskan hari ini. Delapan anak boleh meninggalkan gedung teater Jum'at pagi. Para sandera melaporkan dari dalam gedung bahwa mereka semua ditahan di sebuah ruang yang penuh dengan bahan peledak. 700 sandera diduga tidak mendapat makanan atau minuman sejak penyanderaan dimulai,Rabu malam. Presiden Rusia, Vladimir Putin menegaskan bahwa ia tidak akan tunduk pada para pemberontak yang menuntut penarikan pasukan Rusia dari Chechnya. Putin juga menyatakan bahwa sekalipun penyaderaan dilakukan oleh pemberontak Chechnya, namun jaringan teroris internasional juga terlibat. * KOREA UTARA INGIN LAKUKAN PERJANJIAN NON-AGRESI DENGAN AMERIKA Korea Utara ingin melakukan perjanjian non-agresi dengan Amerika Serikat. Dalam perjanjian itu, Amerika harus mengakui kedaulatan negara dan tidak menghalangi pembangunan ekonomi Korea Utara. Sebagai gantinya Korea Utara akan menghentikan proyek nuklirnya. Menurut Korea Utara, Amerika Serikat juga melanggar perjanjian penyebaran senjata nuklir melalui pernyataan tentang serangan preventif. Sementara itu, Amerika menutup semua perundingan dengan Korea Utara sampai Pyongyang menghentikan proyek pengolahan uranium secara total. Awal bulan ini diberitakan bahwa Korea Utara melakukan pengolahan uranium secara rahasia. * CINA DAN AMERIKA BICARAKAN ULANG HAK AZASI MANUSIA Cina dan Amerika Serikat melanjutkan pembicaraan tentang Hak Azasi Manusia. Perundingan ini akan diadakan di Beijing satu setengah bulan lagi. Perundingan terakhir antara kedua negara tentang masalah HAM berlangsung Oktober tahun lalu. Tiga tahun silam, perundingan tersebut mendapat tekanan setelah Amerika membom Kedutaan Besar Cina di Belgrado semasa perang Kosovo. Pengumuman bahwa Beijing dan Washington akan berunding lagi tentang masalah HAM dilkeluarkan tidak lama sebelum kunjungan Presiden Cina - Jiang Zemin, ke Washington. Hari ini, Jiang Zemin dan Presiden Amerika - George Bush, membicarakan masalah proyek nuklir Korea Utara dan resolusi PBB baru tentang Irak. * APEC SETUJUI PROGRAM ANTI TERORISME Para Menteri 21 negara anggota Asosiasi Ekonomi Asia Pasifik - APEC, menyetujui program luas anti-terorisme yang diajukan Amerika Serikat. Program yang bernama "Program STAR" itu mencakup berbagai aktivitas seperti pengawasan yang kebih ketat terhadap penumpang dan bagasi di bandar udara serta pendataan sidik jari. Akhir pekan depan para kepala negara APEC akan bertemu di kota Los Cabos, Meksiko. Presiden Megawati Sukarnoputri yang juga hadir di Mexico akan melakukan pertemuan khusus dengan Presiden Amerika George Bush tentang penumpasan terorisme Sabtu depan. Selain itu Bush akan juga bertemu Presiden Korea Selatan - Kim Dae Jung dan Perdana Menteri Jepang - Junichiro Koizumi, untuk membicarakan program nuklir Korea Utara. * PENEMBAK GELAP DI AMERIKA DITANGKAP Kamis kemarin, polisi Amerika menangkap dua tersangka penembak gelap yang membuat kalut penduduk Washington dan sekitarnya. Polisi menangkap keduanya saat mereka tidur di dalam mobil di dekat Washington. Dalam mobil tersebut ditemukan senjata api yang diduga digunakan untuk menembak mati 10 dari 13 korban. Tersangka pertama seorang pria yang berusia 42 tahun adalah bekas tentara AS di masa perang teluk. Sedangkan tersangka kedua juga seorang pria, yang berusia 17 tahun adalah anak tiri tersangka pertama. * PERANCIS UBAH RANCANGAN RESOLUSI TENTANG IRAK Perancis menyampaikan rancangan resolusi Irak yang telah diubah. Perubahan tersebut dilakukan menjelang rapat Dewan Keamanan PBB. Rancangan resolusi yang dibagikan Perancis kepada 14 negara anggota DK lain telah mengalami perubahan dari rancangan yang diajukan Amerika Serikat. Beberapa kalimat peka telah diubah atau dihilangkan, khususnya perumusan yang bisa ditafsirkan sebagai rujukan penggunaan kekerasan terhadap Bagdad. Perundingan Dewan Keamanan PBB tentang resolusi Irak dilakukan lagi hari ini. Rapat tentang usulan Amerika Serikat dihentikan hari Rabu setelah adanya tentangan dari Rusia. * POLISI INGGRIS TANGKAP MUSLIM FUNDAMENTALIS YANG BURON Polisi Inggris menangkap seorang anggota gerakan muslim fundemantalis. Menurut koran Inggris Times, laki-laki keturunan Palestina yang berusia 42 tahun itu diduga berperan sebagai kontak Osama Bin Laden di Eropa. Laki-laki tersebut diburu oleh berbagai negara Eropa karena keterlibatannya dalam aksi-aksi teror. Ia tinggal di Inggris sejak tahun 1993 sebagai pemohon suaka politik. Ia buron tahun lalu ketika muncul undang-undang baru yang memberi wewenang untuk menahan lebih lama tersangka aksi teror tanpa proses hukum. * TENTARA ISRAEL DAN TANKNYA MASUKI JENIN KEMARIN MALAM Tentara Israel dan sejumlah tanknya memasuki kota Jenin di sebelah barat sungai Jordan kemarin malam. Pasukan Israel akan melakukan penggerebekan ke dari rumah ke rumah di kota tersebut. Hingga kini, tidak ada laporan tentang penangkapan atau korban cedera. Menurut juru bicara tentara Israel, aksi tersebut adalah yang terbesar selama tiga bulan terakhir. Dengan aksi itu Israel hendak membalas serangan bom terhadap sebuah bis di wilayah utara, Senin silam. Serangan ini mengakibatkan 14 korban tewas. * ANGGOTA PARLEMEN JEPANG TEWAS DITUSUK DI TOKIO Seorang anggota parlemen Jepang tewas di tusuk di depan tempat kediamannya di Tokio. Koki Ishii ditusuk oleh seorang laki-laki tak dikenal dengan pisau dapur saat ia hendak meninggalkan rumahnya. Pelaku masih buron dan motif penusukan belum diketahui. Ishii adalah anggota parlemen dari partai Demokrat yang merupakan partai oposisi terbesar di Jepang. Dia dikenal sebagai sosok yang kritis terhadap praktek korupsi di ranah politik. Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi mengecam serangan itu. * PERENANG DUNIA IAN THORPE MENERBITKAN BUKU BIOGRAFI UNTUK KORBAN TRAGEDI BALI Ian Thorpe perenang dunia dari Australia menerbitkan buku biografi dengan judul "Live Your Dreams". Perenang Australia yang baru berusia 20 tahun dan telah berhasil menumbangkan banyak rekor dunia, dalam bukunya menceritakan filosofi keberhasilannya sebagai perenang dunia dan mengenai kenang-kenangan nya semasa kanak-kanak. "Setiap orang harus berani mengikuti hati nuraninya dan jangan menjiplak orang lain". Dengan rendah hati ia menambahkan tidak ada orang yang ingin menjadi Ian Thorpe kedua. Ian Thorpe yang mendapat julukan "Torpedo" karena kecepatannya di air, menyatakan bahwa hasil penjualan bukunya akan disumbangkan kepada para korban Tragedi Bali 12 Oktober 2002. Hampir separuh dari korban tewas dan luka-luka adalah warga negara Australia. * PEMERINTAH BELANDA TIDAK PUAS DENGAN RANCANGAN PERSETUJUAN PERLUASAN UNI EROPA DAN SUBSIDI PERTANIAN Pemerintah Belanda tidak puas dengan rancangan persetujuan perluasan Uni Eropa dan subsidi pertanian. Belanda menganggap usulan yang diajukan Denmark dalam KTT Uni Eropa di Brusel tidak jelas. Selain itu, Belanda tetap berpendapat bahwa subsidi pertanian harus dihapuskan total secara bertahap. Rancangan persetujuan mencantumkan pembekuan biaya pertanian dalam lima tahun mendatang. Sekalipun demikian, negara baru anggota Uni Eropa akan mendapat bantuan keuangan. Belanda kuatir bahwa usulan tersebut tidak bisa memecahkan masalah tingginya biaya perluasan Uni Eropa. Ketua Komisi Eropa berjanji akan memberikan perhitungan biaya perluasan tersebut hari ini. * KEMANAN, IMPIAN YANG TAK KUNJUNG TIBA DI INDONESIA Hampir dua pekan berlalu sejak aksi teror di Kuta, Bali yang meluluhlantakan dua tempat hiburan terkenal khusus untuk wisatawan asing. 185 orang dinyatakan tewas sementara 150 lainnya masih dinyatakan hilang, kemudian 300an menderita luka bakar ringan hingga berat. Itulah peristiwa aksi teroris yang merengut korban jiwa terbesar setelah peristiwa 11 September tahun lalu di Amerika Serikat. Bagi Australia yang warganya paling banyak menjadi korban menyebut tragedi Kuta itu sebagai Ground Zeronya Asia Tenggara. Penguasa Jakarta sendiri dalam dua pekan ini melakukan penangkapan-penangkapan terhadap mereka yang diduga sebagai pelaku teroris. Sebutlah Abu Bakar Ba'asyir ketua Majelis Mujahiddin Indonesia, kemudian gerombolan preman Kristen Coker di Maluku dan seorang pemasok senjata Muslim di Poso hingga menjadikan Hambali sebagai tersangka Bom Bali. Tetapi kesemuanya ini sama sekali tidak terkait dengan penyelidikan bom Kuta. Investigasi Bali baru sampai pada pengejaran terhadap tiga orang pelaku lapangan yang wajahnya telah disketsa. Bahkan salah seorang investigator Bali menyatakan kejengkelan terhadap aksi Jakarta yang menyebut Hambali sebagai tersangka bom Bali. Ia menegaskan pelaku yang dikejar dalam kaitan peledakan Kuta bukanlah Hambali. Sedang seru-serunya berpolemik tentang tersangka, situasi Indonesia sama sekali belum menunjukan tanda aman. Berbagai ancaman teror silih berganti mengunjungi gedung-gedung Jakarta. Belakangan teror-teror itu juga semakin disemai dengan pernyataan Amerika Serikat dan Australia yang menyebut aksi teroris akan segera terjadi kembali di Indonesia dalam waktu dekat. Pernyataan itu dibarengi juga dengan peringatan-peringatan terhadap warganya masing-masing untuk tidak berkunjung ke Indonesia. Situasi ini menurut Sujono salah seorang pedagang di Mangga Dua Mal di Jakarta sama sekali tidak kondusif bagi perdagangan khususnya di bidang elektronik komputer. Sujono: Jadi dengan kondisi rupiah makin anjlok, otomatis banyak pembelian yang tertahan. Jadi secara market itu menurun. Kebetulan kita bermain dealer jadi yang kita jual itu ke toko-toko. Dan permintaan toko-toko itu memang menurun. Yah taruhlah satu hari kita bisa buka antara 30 - 40- 50 nota, sekarang bisa menurun sekitar 30-40%. Kalau dari sisi pengunjung sih kayaknya ngga ya. Mungkin hanya hari ini, karena hari ini kan beredar lagi isu bom dibeberapa tempat. Di Bandung, kota berhawa sejuk yang banyak diminati turis Eropa, sedikit bernasib baik. Para wisatawan asing ini tidak meninggalkan kota yang memang banyak memberikan kenangan manis khususnya turis asal Belanda. Kendati demikian ancaman teror yang melanda pekan ini di Bandung mulai berdampak langsung terhadap kunjungan turis. Menurut Tutut, humas dari Hotel Savoy beberapa hotel mulai mengalami penurunan tingkat hunian. Tutut: Kalau tingkat huniannya sendiri itu tidak berpengaruh. Karena wisatawan dari Belanda tidak terpengaruh. Mereka yang dari Bandung mau ke Bali akhirnya stand-by di Bandung. Beberapa hotel di bandung tingkat ocupancynya memang anjlok karena beberapa group membatalkan dan menunda kedatangannya. Sampai saat ini kita aman-aman saja tapi kita harus tetap meningkatkan kewaspadaan. Karena kita sendiri merasa ketakuan juga. Jadi sekarang sekalipun pemerintah melakukan aksi perang terhadap teroris melalui perangkatnya, kenyataan sehari-hari di Indonesia justru menunjukan hal yang berbeda. Peneliti LIPI sekaligus politisi asal Nahdlatul Ulama, Muhammad A.S. Hikam melihat situasi teror yang terjadi pekan belakangan lebih disebabkan tidak tegasnya pemerintahan Megawati. Ia mengakui akan ada resiko ekses pemberlakuan Perpu Anti Terorisme, manun tindakan tegas sangat diperlukan untuk situasi macam ini. Muhammad A.S Hikam: Situasi sekarang ini bisa menjurus ke situasi yang kritis apabila pemerintah tidak tegas dalam mengambil tindakan menghadapi ancaman terorisme yang sudah hendak masuk ke Indonesia itu. Oleh karenanya tanpa mengurangi rasa hormat dan kemungkinan atas terjadinya seperti itu, sesuatu harus dilakukan, dan itu adalah menerapkan aturan main. Kalau saya tetap saja mendukung usaha-usaha tersebut. Menurut saya mayoritas umat Islam akan mendukung upaya pemerintah untuk menangulangi bahaya terorisme. Mayoritas umat Islam juga menjadi korban dari gerakan yang menamakan Islam tetapi menggunakan kekerasan. Saya kira kan ada dua hal, yaitu tinakan tegas dari segi keamanan dan upaya pemerintah untuk melanjutkan pemulihan ekonomi dengan kebijakan yang tepat. Apabila kasus di Bali ditangani dengan waktu yang relatif singkat, 24 jam kita sudah bisa mengetahui siapa yang melakukan dll, kan terjadi semacam penggerakan. Tetapi kalau berlarut-larut seperti sekarang, cuma janji-janji saja maka orang akan tertawa bahkan yang lain-lain akan ikut-ikutan. Kehidupan masyarakat Indonesia terus berjalan seiring sibuknya penguasa Jakarta yang terlalu seru bermain sendiri sehingga lupa menciptakan rasa aman bagi warganya. Sebuah pekerjaan rumah yang dilupakan sejak jatuhnya raja teror Suharto. * SIMPANG SIURNYA SIKAP PEMERINTAH SOAL JEMAAH ISLAMIYAH Laporan tim liputan 68H, Jakarta Jamaah Islamiyah, nama ini seolah hantu yang menakutkan bagi sebagian warga dunia. Sejak tahun lalu, Amerika Serikat menuduh Jamaah Islamiyah sebagai kaki tangan kelompok teroris Al Qaeda. Kelompok yang dituduh negara adidaya itu sebagai dalang serangan ke menara kembar WTC New York 11 September tahun lalu. Dan kini setahun kemudian, setelah terjadi serangan teror di Bali, nama Jamaah Islamiyah kembali disebut-sebut berada di balik tragedi itu. Segera saja sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Australia dan Filipina meminta Perserikatan Bangsa Bangsa- PBB memasukkan Jamaah Islamiyah ke dalam daftar organisasi teroris. Bagaimana dengan Indonesia? Juru bicara Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa mengatakan pemerintah juga melakukan hal yang sama. Bersama-sama 48 negara lainnya Indonesia secara resmi meminta Dewan Keamanan PBB memasukkan Jamaah Islamiyah ke dalam daftar organisasi teroris dunia. "Intinya adalah bahwa memang pemerintah sudah menetapkan dan mencapai kesimpulan bahwa yang dinamakan kelompok Jemaah Islamiyah ini menang terkait dengan al-Qaeda terutama tokoh yang senantiasa disebut-sebut adalah saudara Hambali, seperti yang ada ketahui sekarang sedang diduga terlibat pemboman diberbagai tempat di Indonesia" Marty menegaskan langkah ini diambil berdasarkan data dan informasi intelijen, dan bukan atas tekanan negara manapun. Jika usul ini diterima, maka PBB akan mengeluarkan resolusi tentang daftar organisasi teroris yang terbaru. Namun anehnya, pernyataan Departemen Luar Negeri ini dibantah sejumlah menteri lainnya. Menteri Pertahanan, Matori Abdul Jalil membantah Indonesia mengusulkan Jamaah Islamiyah masuk dalam daftar teroris internasional. Apalagi menurut dia, Jamaah Islamiah tidak dikenal di Indonesia. "Kalau memang jelas keamanan mengambil keputusan sebagai organisasi yang cap teroris, kita mau-tidak mau mesti koperatif. Kita tidak pernah merasa punya satu organisasi yang bernama Jemaah Islamiyah di Indonesia" Sebelumnya Wakil Presiden Hamzah Haz serta Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Susilo Bambang Yudhoyono juga memberikan bantahannya. Menurut Yudhoyono Jamaah Islamiyah tidak berada di Indonesia, melainkan di Malaysia dan Singapura. Meskipun Yudhoyono mengaku sejumlah warga Indonesia terlibat di dalam Jamaah Islamiyah seperti Abdullah Sungkar dan Hambali. Sementara itu kepolisian Indonesia lebih bersikap hati-hati. Juru Bicara Kepolisian Prasetyo mengatakan penyelidikan polisi belum final. Jadi belum bisa diambil kesimpulan apakah Jamaah Islamiyah termasuk kelompok teroris. "Kita tentu akan menyikapi masalah ini sesaui dengan informai yang ada, kita dalami kalau memang ada semacam indikasi bahwa Jemaah Islamiyah itu mulai eksis, mulai melakukan kegiatannya dsb, tentu kita akan melakukan langkah-langkah lanjut" Jamaah Islamiyah dikaitkan dengan tindakan teror di berbagai negara setelah tertangkapnya Umar Al Faruq. Lelaki yang disebut-sebut sebagai aktivis Al Qaeda Asia Tenggara. Dalam pengakuannya terhadap aparat Amerika, Faruq menuturkan organisasi ini didirikan pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia Abu Bakar Ba'asyir semasa ia bermukim di Malaysia pada dekade 90-an. Namun sejauh ini Ba'asyir yang telah menjadi tahanan polisi Indonesia selalu membantah keterangan Faruq. Ia mengaku tidak pernah terlibat organisasi Jamaah Islamiyah. Keterangan Umar Al Faruq soal Jamaah Islamiyah juga diragukan oleh Sidney Jones. Direktur International Crisis Group yang banyak mempelajari soal sepak terjang kelompok radikal di Indonesia itu mengatakan Jamaah Islamiyah tak pernah terdengar saat Abu Bakar Baasyir berada di Malaysia. Nama itu justru digunakan Abu Bakar Baasyir pada tahun 70-an untuk menyebut kelompok-kelompok di Indonesia yang memperjuangkan terbentuknya negara Islam. "Yang kami dengan dari beberapa sumber termasuk yang masih tinggal di Malaysia yang kenal dengan Abu Bakar Ba'asyir dan Abdullah Sungkar pada tahun 90-an, adalah pada tahun 1995 - 1996 ideologi mereka mulai berubah dari ideologi DI dengan mendirikan negara Islam Indonesia sampai mendirikan semacam khalifah internasional diseluruh dunia" Sidney berpendapat keberadaan Jamaah Islamiyah ini masih kabur. Pasalnya hingga kini belum ada yang bisa memberi gambaran jelas soal keberadaan organisasi ini, termasuk strukturnya. Kesimpangsiuran soal Jemaah Islamiyah di Indonesia, masih sekabur upaya pengungkapan pelaku peledakan bom di Bali. Penyebabnya barangkali adalah amburadulnya koordinasi di dalam pemerintahan Megawati. Belum rapihnya kerjasama antarpejabat dan lembaga pemerintah inilah yang acap membuat dunia internasional menilai pemerintah Indonesia terlampau lamban bergerak. Karena itulah masyarakat harus terus mengawasi dan mendorong pemerintah mengungkap tuntas siapa dalang tragedi kemanusiaan ini. * APAKAH PENGUASA RUSIA AKAN GUNAKAN KEKERASAN UNTUK AKHIRI PENYANDERAAN? Intro: Drama penyanderaan yang berlangsung di gedung teater di pusat kota Moskow masih berlanjut. Sekitar 50 pemberontak Chechnya menyandera ratusan pengunjung teater sejak Rabu lalu. Sejauh ini, para penyandera telah melepaskan beberapa sandera dan sedikitnya seorang sandara perempuan tewas ditembak. Penyandera menuntut agar perang di Chechnya diakhiri. Sampai berita ini diturunkan, perundingan masih berlangsung. Lebih lanjut ikuti penjelasan mantan wartawan Svet Sakharov dari Moskow. Svet Sakharaov (SS) : Perundingan sebenarnya terus jalan. Jadi perundingan sekarang menyangkut soal sandera bukan soal politik. Tujuan pertama yang paling penting menyelamatkan orang. Presiden Putin juga bilang bahwa yang paling penting supaya menyelamatkan orang. Ada juga beberapa tokoh politik yang masuk, membawa satu keluarga tiga anak dan wanita, dia sendiri yang diperbolehkan ambil sendiri waktu dia meninggalkan gedung. Dia berunding sebentar. Katanya didalam gedung itu dipasang bahan peledak. jadi kalau umpamanya tuntutan mereka supaya mengakhiri perang di Chechnya tidak dipenuhi, gedungnya akan diledakkan. Mereka rupanya rela mati sebagai sahid. Seorang puteri yang 25 tahun ditembak mati. Belum jelas mengapa. Dan rupanya ada seorang laki-laki yang luka juga karena dua kali ada tembakan didalam gedung dan menurut berita terakhir aksi itu direncanakan oleh Maschadov dan Basajev. Tanggapan orang berlainan ada yang mengatakan musti sampai habis perang, ada katanya musti berdamai. Memang itu berbagai segi, tetapi menurut poll (pendapat) sebaiknya perang diselesaikan. Tapi bagaimana cara menyelesaikannya, kalau mereka bilang bahwa harus menarik pasukan keluar dari Grozny itu tidak bisa satu hari tidak bisa satu minggu. Jadi musti ada perundingan dulu. Sebetulnya seminggu yang lalu ada desas-desus bahwa ada sesuatu perundingan dimulai pada tingkat bawah dengan Chechnya tetapi kenapa aksi kekerasan ini dibuat itu bagi saya juga suatu pertanyaan. Radio Nederland (RN) : Selama ini pemerintahan Putin menanggapi aksi-aksi seperti ini dengan bersikap keras. Apakah menurut pak Sakharov pemerintahan Putin kali ini juga akan mengambil tindakan tegas terhadap para penyandera ? SS : Saya kira begini. Jadi para penguasa sekarang mau membuat dengan cara damai dan yang soal pertama supaya menyelamatkan semua orang yang ada didalam gedung. Itu nomor satu. Sampai masih dapat dengan cara berunding itu baik. Jadi sampai sekarang itu tidak ada serangan. Sudah dua hari dua malam tetapi serangan tidak ada. Cara yang paling baik, musyawarah dan mufakat. Bukan dengan cara bayonet dengan cara tembak mati atau dengan cara peledakan tetapi dengan cara musyawarah dan mufakat. Itu pendapat saya. Sebetulnya saya kira Putin juga mau supaya perang di Chechnya berakhir tetapi mereka juga itu kaum separatis musti juga meletakkan senjata. Tetapi mereka tidak mau meletakkan senjata. Maschadov juga sendiri tidak mengusulkan apa-apa. RN : Apa tuntutan para penyandera itu pak ? SS : Mereka hanya ada satu tuntutan supaya perang di Chechnya diakhiri. Tadi pagi itu mereka memaksa para sandera supaya mereka tilpun kepada kaum kerabatnya dan supaya mereka berdemonstrasi dan ada demonstrasi protes yang kira-kira antara 50 dan 100 orang. Mereka membawa slogan "Akhiri Perang Di Chechnya", begitu. Memang itu suatu schok bagi orang Rusia. Kalau seumpamanya mereka meledakkan gedung ini ya, coba anda bayangkan emosi apa yang nanti dimiliki orang Rusia. Katanya ada seorang yang menyerupai Chechnya mau dipukul sampai mati di subway di metro, tetapi tidak diperbolehkan oleh orang sekelilingnya. Jadi emosi sudah timbul. Demikian Svet Sakharov, seorang mantan wartawan di Moskow. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
