---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 24 Oktober 2002 14:50 UTC



** POLISI AMERIKA TANGKAP DUA PRIA BERKAITAN DENGAN KASUS PENEMBAK
GELAP

** VLADIMIR PUTIN ADAKAN PERUNDINGAN DARURAT TENTANG PENYANDERAAN DI
MOSKOW

** ANGKATAN BERSENJATA TETAP SETIA PADA PRESIDEN VENEZUELA

** TOPIK GEMA WARTA: PERPU ANTI TERORISME MEMBANGUN KEDIKTATORAN BARU

** TOPIK GEMA WARTA: PERWIRA TERSINGKIR BERPERAN KEMBALI



* POLISI AMERIKA TANGKAP DUA PRIA BERKAITAN DENGAN KASUS PENEMBAK
GELAP


Polisi Amerika menangkap dua orang yang diduga berkaitan dengan kasus
penembak gelap. Menurut media Amerika salah satu tertangkap adalah
John Allen Williams, pria berusia 42 tahun yang juga lebih dikenal
sebagai John Allen Mohammed. Dikatakan laki-laki lainnya adalah anak
tirinya yang berusia 17 tahun. Menurut pemerintah William bisa
memberi informasi tentang penembak gelap yang telah menembak mati
sepuluh orang di sekitar Washington. Williams sendiri tidak diduga
melakukan pembunuhan.


* VLADIMIR PUTIN ADAKAN PERUNDINGAN DARURAT TENTANG PENYANDERAAN DI
MOSKOW


Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan perundingan darurat tentang
penyanderaan ratusan pengunjung gedung teater di Moskow. Mereka
disandera oleh komando yang terdiri dari sekitar 40 gerilyawan
Chechnya. Putin berbicara dengan semua menteri yang berurusan dengan
masalah-masalah keamanan. Gedung teater telah dikepung oleh pasukan
elit Rusia. Para penyandera menyatakan mereka adalah komando bunuh
diri. Mereka mengancam meledakkan gedung apabila tentara berupaya
mengakhiri penyanderaan dengan menggunakan kekerasan. Sementara itu
Kremlin telah menghubungi pemberontak Chechnya melalui telpon. Juga
Palang Merah menyatakan bersedia membantu dalam kasus ini. Para
penyandera menuntut pemerintah Rusia supaya menarik mundur pasukannya
dari Chechnya dalam tujuh hari mendatang. Menurut kantor berita
Interfax, di antara 700 sandera adalah 20 warga asing, di antaranya
dua warga Belanda.


* ANGKATAN BERSENJATA TETAP SETIA PADA PRESIDEN VENEZUELA


Angkatan Bersenjata Venezuela tidak menanggapi imbauan 14 perwira
untuk melengserkan Presiden Hugo Chavez. Juga masyarakat Venezuela
tidak menanggapi imbauan untuk berdemonstrasi menentang Chavez.
Pimpinan tentara menyatakan tetap mendukung sang Presiden. Wakil
Presiden Jose Vicente Rangel menegaskan 14 perwira akan diseret ke
pengadilan militer. Mereka juga terlibat dalam kudeta yang gagal awal
tahun ini. Ketika itu Chavez terpaksa mundur untuk sementara, tapi
kemudian kembali menjabat Presiden. Sementara itu serikat buruh
terbesar dan terkuat di Venezuela, CTV mendukung protes menentang
Chavez. Menurut CTV kebijakan politik sang Presiden membahayakan
perekonomian Venezuela.


* PERTEMUAN APEC DI LOS CABOS, MEKSIKO, DIBUKA


Amerika Serikat mengusulkan kepada mitra perdagangan di kawasan
sekitar Lautan Teduh supaya menerapkan tindakan anti-terorisme. Di
Los Cabos, Meksiko, Amerika menawarkan programnya yang juga disebut
program STAR, yaitu paket tindakan anti-terorisme seperti penjagaan
dan kontrol lebih ketat di bandar udara dan pelabuhan, kontrol bagasi
yang lebih baik, pendaftaran sidik jari serta pintu anti peluru di
kokpit pesawat terbang. Menurut Menteri Luar Negeri Amerika Colin
Powell selain memberantas terorisme, pemerintah juga harus
mengentaskan kemiskinan. Apabila orang mempunyai harapan akan hidup
lebih baik, maka mereka tidak mengijinkan aksi teror dalam
masyarakat. Demikian Powell menandaskan. Di kota pelabuhan kecil Los
Cabos dilangsungkan pertemuan tahunan APEC, organisasi kerja sama
ekonomi antara 21 negara di Asia dan Pasifik. Diperkirakan KTT APEC
terutama membahas masalah Irak, serangan bom di Bali serta program
nuklir Korea Utara. Akhir pekan mendatang, di bawah aturan keamanan
sangat ketat, KTT akan dihadiri para kepala negara.


* PEMIMPIN AFRIKA DESAK PRESIDEN PANTAI GADING MENGADAKAN PERUNDINGAN
PERDAMAIAN


KTT satu hari di Pantai Gading telah berakhir. Para pemimpin Afrika
menuntut supaya Presiden Laurent Gbagbo mengadakan perundingan
perdamaian dengan kaum pemberontak. Presiden Afrika Selatan Thabo
Mbeki, yang juga ketua Uni Afrika meminta supaya Gbagbo secepat
mungkin memutuskan kapan dan di mana perundingan perdamaian akan
dilakukan. Diperkirakan Presiden Togo Gnassingbe Eyadema akan
memimpin perundingan antara dua belah pihak. Gencatan senjata antara
kaum pemberontak di Utara dengan tentara pemerintah di bagian lain
Pantai Gading diberlakukan sejak satu minggu. Pasukan Prancis
menempati posisi di wilayah-wilayah penyangga antara tentara dengan
gerilyawan. Walau demikian keadaan masih tetap tegang.


* BELANDA DUKUNG PERLUASAN UNI EROPA


Belanda mendukung perluasan Uni Eropa dengan sepuluh negara anggota
baru tahun 2004. Setelah debat yang berlangsung selama 12 jam dalam
parlemen, Perdana Menteri demisioner Belanda Jan Peter Balkenende
akhirnya mendapatkan dukungan partai Kristen Demokrat CDA serta
partai-partai oposisi. Partai liberal VVD dan partai populis Lijst
Pim Fortuyn, LPF tidak mendukung perluasan Uni. Kabinet kini harus
menemukan jalan supaya anggota baru memenuhi syarat-syarat Uni Eropa.
Selain itu pada KTT Uni Eropa di Brussel hari ini dan besok, Belanda
harus menjelaskan bahwa kalau sepuluh anggota baru juga memanfaatkan
subsidi pertanian, maka kebijakan pertanian Eropa terlalu mahal dan
tidak dapat dilanjutkan lagi.


* PERUNDINGAN RANCANGAN RESOLUSI AMERIKA UNTUK IRAK DITUNDA SATU HARI


Dewan Keamanan PBB menunda perundingan tentang rancangan resolusi
Amerika untuk Irak ke hari Jum'at besok. Juga versi terakhir resolusi
nampaknya menghadapi banyak pertentangan. Terutama Rusia mengancam
akan menggunakan hak vetonya. Moskow tidak ingin resolusi menyebut
penggunaan kekerasan. Tapi menurut Washington resolusi harus jelas
menunjukkan apa yang terjadi apabila Bagdad tidak memenuhi tuntutan
PBB. Rancangan resolusi menyatakan Dewan Keamanan PBB akan bertemu
sebelumnya, apabila diputuskan untuk menggunakan kekerasan. Para
pengamat meragukan apakah Amerika Serikat bersedia memperlunak lagi
resolusinya. Kalau resolusi tidak mendapatkan mayoritas dukungan atau
salah satu anggota menggunakan hak veto, maka Washington
mempertimbangkan mencabut resolusi dan mengambil tindakan lain.


* BORIS BECKER DIJATUHI HUKUMAN PENJARA PERCOBAAN DUA TAHUN

Pengadilan Jerman menjatuhkan hukuman percobaan dua tahun serta denda
sebesear 300 ribu euro terhadap mantan petenis dunia Boris Becker.
Jaksa penuntut umum sebetulnya menuntut Becker hukuman penjara tiga
setengah tahun karena juara Wimbledon tiga kali ini terbukti bersalah
atas kasus penggelapan pajak sebesar satu setengah juta euro, awal
tahun 1990-an. Becker mengaku bahwa ia bersalah dan telah membayar
pajaknya.



* PERPU ANTI TERORISME MEMBANGUN KEDIKTATORAN BARU


Menyusul aksi teror di Bali, di Indonesia kini berkembang dua
pandangan. Ada yang mengatakan Perpu Anti Teror dapat menumbuhkan
kediktatoran baru yang lebih kuat ketimbang Orde Baru-nya Soeharto.
Namun ada pula yang menunjuk bahwa pandangan ini melupakan peran
kunci para operator teror di lapangan, yang melibatkan banyak unsur
tentara. Laporan koresponden Syahrir dari Jakarta.

Histeria ketakutan terhadap terorisme global memberi peluang
munculnya bibit-bibit diktator di dunia ketiga. Setelah Indonesia
mulus memaklumatkan pemberlakuan Perpu No 1 tahun 2002, kini Filipina
besiap-siap memberlakukan Perpu yang serupa. Dengan begitu, benih
demokratisasi di dunia ketiga yang mulai bersemi pertengahan 1980-an
hingga dekade 1990-an terancam mati.

Gerakan pro-demokrasi di belahan dunia ketiga yang semula mendapat
dukungan hangat dunia Barat yang mengklaim dirinya sebagai patron
demokrasi, kini justru terancam mati oleh desakan mereka kepada
pemimpin-pemimpin dunia ketiga untuk memerangi terorisme. Dalam hal
ini, ternyata negara-negara yang oleh Soekarno disebut dengan istilah
the old of emerging forces (Oldefos) mulai kehilangan akal.

Proses demokratisasi dunia ketiga yang disertai iklim kebebasan,
dalam pandangan mereka ternyata telah lahan subur bagi berseminya
kelompok-kelompok masyarakat yang diidentifikasikan menjadi jaringan
Al Qaeda, musuh nomer satu Amerika dan dunia Barat lainnya yang
disebut-sebut memiliki jaringan kuat di Asia Tenggara. Oleh karenanya
mereka tidak keberatan, bahkan mungkin mendesak, pemberlakuan Perpu
Anti-Terorisme yang kelak akan diganti dengan UU Anti Terorisme
dengan maksud agar landasan hukumnya makin kuat.

Dengan demikian pula produk extra ordinary law ini akan berlaku tanpa
batasan waktu dan target yang jelas. Di kemudian hari, kapan pun dan
siapa pun yang dicurigai melakukan tindakan-tindakan yang mengancam
keberlangsungan suatu pemerintahan akan dengan mudah dikenai UU ini.
Demonstrasi memprotes suatu kebijakan pemerintah akan riskan dihasut
melakukan tindakan-tindakan perusakan yang selanjutnya memberi alasan
kepada penguasa untuk menangkap para pelakunya.

Kini, karena yang menjadi sasaran adalah kalangan Islam garis keras,
Perpu ini mulus disetujui oleh kalangan-kalangan yang sebelumnya
merasa takut dengan manuver yang dilakukan oleh kelompok ini. Namun
lambat laun, saat kelompok yang mungkin sekarang dijadikan common
enemy telah hilang pengaruhnya, maka UU ini akan menjadi alat
"penggebug" yang efektif bagi siapapun yang tidak sejalan dengan
pemerintah. Bahkan, UU Anti Terorisme ini secara kualitatif lebih
berbahaya, karena mendapat dukungan dunia Internasional, terutama
oleh negara-negara Barat -Amerika, Inggris dan Perancis.

Dengan begitu dukungan terhadap proses demokratisasi di dunia ketiga
oleh negara-negara Oldefos hanyalah lip services belaka. Mereka
sendiri telah mem-by-pass proses demokratisasi yang mulai bersemi
hanya karena takut terhadap ancaman bahaya terorisme global. Dita
Indah Sari, pemimpin buruh kiri di Indonesia menyatakan:

Dita Indah Sari:
Saya pikir itu sasaran awal aja. Dan untuk tahap berikutnya memang
upaya selanjutnya adalah untuk menegakkan stabilitas, dan ini dalam
kerangka membungkam oposisi-oposisi baik dari sayap kanan maupun
sayap kiri. Targetnya sebetulnya itu. Dan akan menimbulkan
keditatoran. Sehingga yang akan mengambil keuntungan dari persoalan
ini adalah kekuatan-kekuatan Orde Baru, kekuatan lama, militer dan
juga kekuatan kapitalisme global.

Tapi menurut seorang aktivis PRD yang lain, pengikut Harris Rusli
Moti, yang juga ex HMI, menganalisa teror bom di Indonesia tidak
mungkin terlepas dari keterlibatan tentara. Mulai dari peristiwa
Poso, Ambon, Maluku Utara, BEJ, penembakan di Timika bahkan sejak
awal Orde Baru, gerakan- gerakan fundamentalis Islam banyak digunakan
oleh tentara. Ini pun diakui oleh sementara mantan tapol Islam yang
menyesalkan sikap sejumlah teman mereka yang bisa digunakan tentara
Orde Baru.

Adalah bohong untuk mengatakan bahwa AS yang berada di belakang semua
aksi teror tanpa menunjukkan siapa sesungguhnya operator-operator
lokal di Indonesia. Dengan menuduh AS sebagai dalang di belakang
teror bom di Bali, tanpa berani membuka fakta keterlibatan tentara
selama ini.

Saat ini polisi harus diberi kebaranian dan dukungan dari masyarakat
untuk berani menunjuk hidung siapa sesungguhnya di belakang peristiwa
pemboman Legian, Bali itu. Maka wajarlah jika polisi sekarang
bersiap-siap menangkis serangan teror baru, karena mereka tahu siapa
sesungguhnya yang berada di belakang aksi-aksi teror tersebut. Yakni
para operator militer semasa Soeharto yang kini berlindung dibelakang
Megawati.

Semua Kapolda di Jawa kini sudah bersiap-siap. Wakapolda Jateng, Dodi
Sumantijawan percaya bahwa Candi Borobudur akan menjadi salah satu
sasaran para teroris.

Dodi Sumantijawan:
Kami telah meningkatkan pengamanan di sekitar wilayah Candi
Borobudur, karena kita tahu beberapa tahun yang lalu Borobodur juga
menjadi salah satu sasaran bom, yang pengaruhnya juga cukup besar.

Dengan demikian pihak radikal islam lagi-lagi bisa dituduh sebagai
penggerak dibelakang aksi-aksi teror  di Indonesia.


* PERWIRA TERSINGKIR BERPERAN KEMBALI


Kapolri Jenderal Da'I Bachtiar kemarin dengan tegas mengatakan hingga
kini belum ditemukan keterlibatan TNI dalam pembelian bahan-bahan
peledak sehubungan dengan pengeboman di Bali sebagaimana di dikatakan
Umar Al Farouq. Al Farouq termasuk dalam jaringan Al Qaeda di Asia
tenggara yang juga menyebut keterlibatan Ustadz Abubakar Baasyir.
Sedangkan sejumlah pengikut Baasyir menganggap Al Farouq merupakan
agen Amerika yang disusupkan ke Jamaah Islamiyah yang dahulu dibentuk
Baasyir di Malaysia. Laporan koresponden Syahrir dari Jakarta.

Masyarakat politik di Indonesia percaya bahwa peristiwa pemboman di
beberapa tempat di Indonesia selama 3 tahun terakhir ini tidak
terlepas dari permainan intel dalam dan luar negeri. Bahkan
keterlibatan sejumlah mantan perwira intel semasa Soeharto dalam
peledakan-peledakan itu sulit untuk ditampik. Di kalangan perwira
rendahan di pihak kepolisian sulit untuk menghilangkan kesan bahwa
unsur-unsur militer terlibat dengan pemboman di Legian, Kuta Bali
baru-baru ini. Tapi KSAD Ryamizard Ryacudu dengan sengit sudah
menegaskan, masyarakat jangan percaya sama orang asing apalagi jika
yang mengatakan itu Umar Al Faruq. Ryamizard  memberikan komentarnya
itu menanggapi tudingan Al Faruq.

KSAD pun menganjurkan peran Babinsa dimanfaatkan kembali mengingat
tidak adanya peralatan yang canggih seperti pemakaian satelit
sehingga Babinsa menjadi penting. Tetapi di mata Presiden Megawati
dan pembantu-pembantunya aparat intellah yang penting. Maka Megawati
pun terpaksa memberikan kewenangan yang lebih luas kepada Menko
Polkam Susilo Bambang Yudhoyono. Padahal sesungguhnya Yudhoyono
merupakan saingan potensial Megawati di tahun 2004 nanti. Namun
mengingat Badan Intelejen Nasional (BIN) yang diketuai Hendropriyono,
selama ini dinilai lemah dalam mendeteksi masalah keamanan dalam
negeri, maka Yudhoyono pun diberikan wewenang yang lebih luas. Bahkan
koordinator intelijen yang utama dibebankan kepada Muchdi, seorang
perwira Kopassus yang dekat dengan Prabowo. Memang berkali-kali bom
meletus di Indonesia, namun tidak seorang pun yang diduga sebagai
otak pelaku berhasil ditangkap. Karena itu ada saja suara-suara
miring yang mencurigai Hendropriyono bermain di belakang aksi-aksi
terror ini.

Keadaan dunia intel agak kacau karena setiap instansi keamanan dan
penegakan hukum Indonesia memiliki badan Intelejen sendiri. TNI
memiliki Badan Intelejen Strategis (BAIS), Polisi memiliki Intelpam,
dan Kejaksaan juga. Seringkali laporan dari masing-masing badan
Intelejen berbeda-beda sehingga menyulitkan polisi dalam bertindak.
Oleh karenanya, sebelum berangkat ke Mexico, Presiden Megawati
mengeluarkan dua intruksi presiden, yaitu Inpres No 4/2002 tentang
pemberian wewenang kepada Menkopolkam Susilo Bambang Yudhoyono untuk
merancang kebijakan yang berkait dengan terorisme, baik itu
penanggulangan maupun penyelesaian masalahnya. Kedua, Inpres No 5 /
2002 yang memberi kewenangan kepada BIN untuk mengkoordinir
badan-badan intelejen yang ada.

Bila dengan kewenangan yang dimilikinya Bambang Yudhoyono mampu
membongkar habis jaringan terorisme internasional yang berkeliaran di
Indonesia, maka peluangnya menjadi Presiden RI Ke-5 pada Pemilu 2004
akan terbuka lebar. Bukan rahasia umum lagi bila Bambang Yudhono kini
melakukan manuver-manuver tersembunyi berkaitan dengan pemilihan
presiden tahun 2004. Hanya masalahnya belum ada Partai Politik besar
yang meminangnya menjadi calon Presiden. Jika ia berhasil mengungkap
terorisme dengan sendirinya diharapkan ada Partai Politik yang
berkepentingan meningkatkan popularitas partainya dengan mencalonkan
Bambang Yudhoyono. Namun bila gagal, karier politiknya akan
tersendat.

Tapi sekarang sudah ada beberapa nama yang disebut terlibat dalam
beberapa aksi pemboman di tanah air. Antara lain Hambali, orang
kelahiran Cianjur yang sekarang dikejar-kejar bukan saja polisi
Indonesia, melainkan juga polisi Singapura. Berkaitan dengan
persoalan ini, BIN telah membentuk Tim Gabungan Intelejen yang
dipimpin oleh Mayjen Muchdi, mantan danjen Kopassus yang pada tiga
tahun lalu disebut-sebut terlibat dalam kasus penculikan aktivis
mahasiswa dan peristiwa rasialis Mei 98. Muhdi pun dianggap dekat
dengan Prabowo yang karirnya terbunuh saat Habibie menggantikan
Soeharto. Muchdi kini dikenal menjadi bagian dari kelompok Taufik
Kiemas. Bahkan ada yang mengatakan Muhdi ditugaskan pihak Istana
untuk membayangi Hendro Priyono di BIN.

Kata sebuah sumber dengan dihidupkannya kembali karir Muchdi,
Megawati berharap operasi penangkapan orang-orang yang dicurigai
sebagai pelaku maupun sponsor terorisme akan berjalan lebih efektif.
Seorang tokoh Islam radikal, bahkan menyebut bahwa kelompok garis
keras Indonesia yang disebut-sebut masuk jaringan Al Qaeda, pada masa
Orde Baru yang lalu sempat didekati perwira-perwira yang dekat dengan
Soeharto.

Hingga kini orang-orang semacam R.Hartono, Eddy Nalapraya dan
lain-lain masih memilihara hubungan mereka dengan kelompok-kelompok
garis keras ini. Karena itu kalangan ini tidak yakin bila
dihidupkannya kembali karir Muchdi tidak ada kaitannya sama sekali
dengan politik di tubuh tentara. Kini tentara-tentara yang dikenal
tangguh namun tersingkir dari jajaran struktur TNI dan tinggal
menunggu masa pensiun, dengan dihidupkannya kembali karirnya,
mendapat semacam rehabilitasi karena diberi peluang untuk memburu
jaringan terorisme. Persoalannya apakah mereka akan memburu sepenuh
hati orang-orang yang dulu dikenal sebagai binaannya?

Sementara itu Jafar Umar Thalib, mantan Panglima Laskar Jihad yang
dikenal sebagai pengagum militer kemarin mengatakan  bahwa semua ini
hanyalah merupakan scenario Amerika saja.

Jafar Umar Thalib:
Saya sendiri tidak tahu apa itu Jemaah Islamiyah. Dan saya yakin juga
pemerintah tidak tahu itu Jemaah Islamiyah. Itu cerita fiktif yang
dikirim oleh pihak Pentagon kepada pemerintah dan didramatisir
sedemikian rupa sehingga seolah-olah ada.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke