--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Jumat 01 November 2002 14:00 UTC ** TIM PENYELIDIK AUSTRALIA DUGA PEMBOMAN BALI DIRENCANAKAN DENGAN RAPI ** PUTRA PRESIDEN KOREA SELATAN DIHUKUM PENJARA KARENA KORUPSI ** HUMAN RIGHTS WATCH NYATAKAN ARAFAT JUGA BERTANGGUNG JAWAB ATAS AKSI BUNUH DIRI ** JUMLAH KORBAN GEMPA BUMI DI ITALIA SELATAN MENINGKAT ** TOPIK GEMA WARTA: PENGGEREBEKAN WNI KARENA AUSTRALIA PANIK ** TOPIK GEMA WARTA: MENGUNGKAP RAHASIA RUMAH MEWAH JAKSA AGUNG * TIM PENYELIDIK AUSTRALIA DUGA PEMBOMAN BALI DIRENCANAKAN DENGAN RAPI Para reserse dari tim penyelidik Australia yang ikut mengusut kasus bom Bali menduga bahwa aksi itu dipersiapkan secara rapi oleh para pelaku yang berkemampuan canggih. Menurut tim penyelidik Australia, tiga bom di Kuta diledakkan secara elektronis. Selanjutnya juga diduga bahwa bom dibuat dengan menggunakan bahan peledak yang dicuri dari pulau Jawa September silam. Dalam serangan bom di Kuta itu lebih dari 180 korban tewas. Para korban sebagian besar warga Australia. Pemerintah Australia memperingatkan warganya tentang ancaman terhadap keselamatan mereka jika berlibur ke Indonesia. Saat ini, peringatan itu juga diberlakukan pada negara-negara muslim di Timur Tengah dan Afrika Barat. Polisi Indonesia telah mengidentifikasi satu dari tiga tersangka pemboman di Bali dengan bantuan sketsa wajah ketiga tersangka. Sketsa itu dibuat berdasar keterangan para saksi mata. Pelacakan besar-besaran telah dimulai untuk menemukan para tersangka. * PUTRA PRESIDEN KOREA SELATAN DIHUKUM PENJARA KARENA KORUPSI Salah seorang putra dari Presiden Korea Selatan, Kim Dae-Jung, dijatuhi hukuman pidana penjara 3,5 tahun karena korupsi. Putra presiden, Kim Hong-Up, juga harus membayar denda satu juta dolar Amerika karena menerima hadiah dari para pengusaha dan tidak membayar pajak. Dua minggu mendatang, putra presiden Korea Selatan yang lain juga akan diadili dalam kasus korupsi. Presiden Kim Dae-Jung sudah beberapa kali meminta maaf secara publik atas kelakuan kedua putranya. * HUMAN RIGHTS WATCH NYATAKAN ARAFAT JUGA BERTANGGUNG JAWAB ATAS AKSI BUNUH DIRI Organisasi Hak Azasi Manusia - Human Rights Watch, menyatakan bahwa pemimpin Palestina - Yasser Arafat juga bertanggung jawab atas bom bunuh diri di Israel. Organisasi HAM internasional itu juga menyebut setiap warga Palestina yang melakukan aksi teror bunuh diri sebagai penjahat perang. Dalam sebuah laporannya, Human Rights Watch juga menyebutkan bahwa empat kelompok militan Palestina leluasa beroperasi tanpa dijatuhi sanksi. Menurut Human Rights Watch Arafat sebenarnya dapat mencegah berbagai serangan yang antara lain dilakukan oleh kelompok Hamas dan Jihad jika ia menerapkan hukum secara benar. Laporan itu juga menyebutkan bahwa anggota kelompok militan yang ditangkap karena melakukan aksi teror, dibebaskan oleh penguasa Palestina setelah dilakukan penyelidikan yang hanya bersifat formalitas saja. * JUMLAH KORBAN GEMPA BUMI DI ITALIA SELATAN MENINGKAT Jumlah korban tewas akibat gempa bumi di wilayah Italia Selatan terus naik menjadi 24 orang, 22 diantaranya adalah anak-anak. Regu penyelamat di desa San Giuliano di Puglia berusaha keras mencari sekitar 10 orang yang masih tertimbun puing-puing reruntuhan. Sejauh ini, 34 orang telah berhasil diselamatkan dari timbunan sebuah gedung sekolah yang hancur lebur. Gedung itu ambruk hari Kamis oleh gempa bumi yang berkekuatan 5,4 skala Richter. Ribuan penduduk berlarian keluar dari rumah mereka karena takut tertimpa bangunan. Perdana Menteri Italia - Silvio Berlusconi, menjenguk puluhan siswa dan guru yang dirawat dirumah sakit. * KEBAKARAN HEBAT DI PUSAT BISNIS VIETNAM DISEBABKAN OLEH PENGELASAN Kebakaran Hebat yang terjadi di sebuah pusat bisnis di kota Ho Chi Minh - Vietnam, diduga disebabkan oleh pekerjaan pengelasan. Polisi telah menahan dua tukang las yang sedang bekerja saat kebakaran terjadi. Puluhan orang terkurung dalam gedung sebelum petugas pemadam kebakaran bisa memadamkan api. Kebakaran itu menelan lebih dari 60 korban tewas. * 80 WARGA CHAD DIBUNUH OLEH PEMERINTAH REPUBLIK AFRIKA TENGAH Menurut pemerintah Chad, 80 warganya dibunuh oleh pemerintah Republik Afrika Tengah. Pembunuhan masal ini diduga terjadi di ibukota Bangui Kamis sore. Para milisi pemberontak menyerbu ibukota Bangui seminggu yang lalu dan memicu bentrokan keras. Tentara dapat mendesak para pemberontak keluar dari ibukota dengan bantuan tentara Libia. Menurut penguasa Republik Afrika Tengah, kekacauan telah mereda, namun menurut Amerika Serikat situasi di ibukota masih belum aman. Oleh karena itu, Amerika Serikat menarik para diplomat dan menutup kedutaan besarnya. Warga Amerika disarankan untuk meninggalkan wilayah itu jika keadaan memungkinkan. Bandara udara di Bangui masih ditutup. * 50 NAPI TEWAS AKIBAT KEBAKARAN DI PENJARA MAROKO 50 narapidana tewas dalam sebuah kebakaran hebat yang terjadi di sebuah penjara di Maroko. Jumlah korban cedera mencapai 40 orang. Kebakaran itu terjadi di penjara Sidi-Moussa - El Jadida, yang terletak sekitar 200 kilometer di sebelah selatan Rabat - ibukota Maroko. Menurut laporan, kebakaran itu disebabkan oleh korsleting. Kebakaran juga terjadi di sebuah penjara lain di Maroko, Agustus silam. Akibat kebakaran ini, jatuh dua korban tewas dan 20 lain, cedera. * ROKET RUSIA TELAH SAMPAI DI STASIUN ANTARIKSA INTERNASIONAL ISS Sebuah roket Rusia yang diawaki oleh dua antariksawan Rusia dan seorang antariksawan Belgia telah sampai di stasiun antariksa internasional ISS. Para antariksawan tersebut bertugas mengganti kapsul penyelamat ISS. Astronot Belgia, Frank de Winne dan dua rekan kerjanya dari Rusia, akan berada di stasiun antariksa ISS selama delapan hari. Setelah itu mereka akan kembali ke bumi. * 60 TEWAS AKIBAT CUACA BURUK DI KOLOMBIA Cuaca buruk di Kolombia mengakibatkan 60 korban tewas. Para korban berasal dari daerah Montecristo yang terletak sekitar 250 kilometer sebelah selatan ibukota Bogota. Mereka hanyut dalam banjir lumpur yang juga melibas sebagian dari desa. Upaya penyelamatan terhambat akibat hujan yang tak kunjung reda. * PENGGEREBEKAN WNI KARENA AUSTRALIA PANIK Intro: Menurut departemen luar negeri, sejauh ini sudah enam rumah warga negara Indonesia di Australia digerebek oleh aparat intelejen Australia ASIO. Penggerebekan itu dilakukan terhadap mereka yang diduga terkait dengan Abu Bakar Ba'asyir. Pemerintah Indonesia melalui Departemen Luar Negeri telah memanggil perwakilan Australia di Indonesia serta menyampaikan rasa keprihatinan pemerintah terhadap cara-cara yang digunakan dalam penggerebekan sejumlah warga Indonesia di negara kangguru itu. Kami menghubungi juru bicara departemen luar negeri, Marti Natalegawa Marti Natalegawa [MN]: Kita sudah menyampaikan langsung secara lisan, kita panggil orangnya pihak Kedubes. Yang kita sampaikan adalah mengenai berita-berita yang kita terima tetang apa yang terjadi di Australia, ini menyangkut beberapa warga negara kita, yang menurut laporan telah diperlakukan secara tidak baik dalam proses interogasinya. Radio Nederland [RN]: Itu menyangkut berapa WNI di Australia? MN: Hingga kini yang saya ketahui hanya satu di Sydney dan satu di Perth dan yang di Melbourne itu mungkin sekitar empat. RN: Tentunya kan Deplu juga berhubungan terus dengan pihak KBRI disana? Bagaimana penanganan pihak KBRI mengenai hal ini? MN: Pihak KBRI melakukan dua hal satu yang diarahkan ke pemerintah setempat, yang menyampaikan seperti yang dilakukan oleh pemerintah Jakarta, mengenai keprihatinan kita tentang apa yang terjadi dan permintaan agar minimal pemerintah mempunyai hak untuk diberitahu oleh pihak Australia jika ada langkah-langkah yang ditempuh terhadap warga negara kita. Selain terhadap pemerintah Australia kita juga menjangkau ke warga kita di sana. Intinya adalah agar mereka tetap menahan diri dan tetap tenang. Supaya mereka tidak cemas secara belebihan, mengenai apa yang sedang terjadi. Inilah yang sedang kita upayakan. RN: Jadi dalam penggerebekan yang dilakukan oleh aparat keamanan Australia itu, itu dilakukan tanpa memberitahu pemerintah Indonesia, dalam hal ini KBRI? MN: Betul, dalam hal ini bisa kita pahami jika mereka tidak memberitahukan lebih dahulu. Sebenarnya secara hukum tidak ada ketentuan mereka harus memberitahu lebih dahulu. Tapi minimal, post event setelah terjadinya, itu kita kan perlu diberitahu. Supaya kita bisa memberikan bantuan kekonsuleran. Ini tidak terjadi dan sangat kita sayangkan. RN: Apakah hingga kini pihak pemerintah Australia belum memberitahu pemerintah Indonesia? MN: Kita tahu dan kita membahas masalah ini, karena kita mengambil inisiatif untuk menanyakannya pada mereka. Tapi dari mereka tidak secara proaktif menyampaikan pada kita. Itu tidak pernah. RN: Apakah setahu Bapak, penggerebekan hanya dilakukan terhadap WNI saja? MN: Menurut pihak Australia tidak demikian, memang ada proses interogasi yang tidak saja dilakukan oleh kelompok muslim atau kelompok WNI saja, namun bahkan terhadap warga Australia juga. Jadi menurut mereka tidak hanya ditujukan kepada WNI saja. Demikianlah Marti Natalegawa, di Jakarta * MENGUNGKAP RAHASIA RUMAH MEWAH JAKSA AGUNG Laporan Liputan Tim 68h Jakarta Rumah mewah di kawasan Cinere, pinggiran selatan Jakarta itu tetap diam membisu. Namun ia menjadi saksi betapa sulitnya sang empunya menjelaskan hal ikhwal pembangunannya. Si pemilik, Jaksa Agung MA Rachman bahkan sampai tak melaporkan rumah itu kepada Komisi Pemeriksa Kekayaaan Penyelenggara Negara KPKPN. Setelah kasus ini terbongkar, Rachman juga memberikan keterangan yang berubah-ubah. Awalnya, Rachman mengatakan biaya membangun rumah itu sekitar 800 juta rupiah diperolehnya dari para pengusaha Jawa Timur. Uang itu merupakan balas jasa atas konsultasi hukum yang diberikannya kepada para pengusaha saat menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Namun, pada pemeriksaan terakhir pekan ini, Rachman mengeluarkan pengakuan berbeda. Kepada Tim Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara yang memeriksanya ia mengaku biaya membangun rumah itu didapat dari arisan guna mengalang dana kemanusiaan. Sayang dalam pemeriksaan yang ditunggu-tunggu kalangan media massa itu Rachman menolak memberikan keterangan secara langsung. Namun bagi KPKPN keterangan Rachman ini tak dianggap berbeda atau pun berubah. Anggota KPKPN yang menjadi Ketua Tim Pemeriksa kasus MA. Rachman, Rudjuan Dartono, mengatakan keterangan Rachman yang terakhir hanya sebagai penjelasan terhadap keterangan sebelumnya. Rudjuan Dartono : Dalam hal ini itu memang penjelasan pertama, kemudian memberikan penjelasan lain masalah pengusaha itu. Kita memang tidak mengecek itu, justru saya tadi mendengar dari siaran di TV, ada pengusaha Jawa Timur yang mengiyakan masalah pemberian itu oleh para pengusaha. Kalau menurut saya itu bukan kewenangan kita untuk mengecek terlalu jauh sampai kesitu, yang penting, ada penjelasan itu sudah cukup sementara ini. Sebenarnya tak hanya keterangan Rachman yang tidak konsisten. Putri Rachman, Chairunnisa sebagai saksi kasus ini mengatakan rumah itu telah dijual. Dokter gigi yang tercantum namanya sebagai pemilik rumah itu mengatakan ia membarter rumah itu kepada pengusaha Husein Tanoto dengan alat kedokteran gigi. Anehnya, Husen membantah. Menurutnya rumah itu dibeli secara tunai. Banyak fakta menarik terungkap dari pemeriksaan kekayaan Jaksa Agung MA Rachman dan sejumlah saksi. Namun KPKPN belum bisa menyimpulkan apapun. Menurut Wakil Ketua KPKPN Chaerul Iman timnya belum menyimpulkan adanya tanda-tanda korupsi dalam kasus ini. Chaerul Imam : Saya tidak bisa menyatakan ada atau tidak ada, karena tim belum rapat nanti yang menentukan rapat itu. Cuma permasalahannya kekayaan itu diperoleh secara legal atau ilegal. Dan keterangan satu saksi, itu harus di cocokkan dengan yang lain. Tetapi Dewan Perwakilan Rakyat mulai tidak sabar. Dewan menginginkan agar KPKPN cepat menyelesaikan proses pemeriksaan kekayaan Jaksa Agung. Ketua Komisi hukum DPR Teras Narang mengatakan ia menjadi ragu akan kemampuan KPKPN karena lambatnya mereka mengumumkan hasil penyelidikan. Teras Narang : Saya secara terbuka mengatakan bahwa kita juga meragukan kemampuan teman-teman di KPKPN. Karena kita melihat masalah ini tidak perlu terlalu lama. Masalah begini ini mudah kok, kalau masing-masing pihak betul-betul konsisten menjalankan wewenangnya. Untuk minta penjelasan kasus Rachman, DPR berencana mengundang KPKPN pada tanggal 7 November mendatang. Sementara itu pengamat korupsi dari lembaga pengawas korupsi ICW Teten Masduki menilai keterangan-keterangan MA. Rachman kini mulai menggelikan. Namun setelah hampir sebulan menangani kasus ini, KPKPN baru memberikan klarifikasi saja. Seharusnya KPKPN sudah mulai masuk ke pemeriksaan asal-usul kekayaan itu. Misalnya, memeriksa cek untuk pembelian tanah kavling di Cinere yang diributkan itu. Teten menilai upaya Jaksa Agung yang menutup-nutupi jumlah kekayaannya harusnya sudah bisa disebut sebagai tanda-tanda adanya tindak korupsi. Belum lagi fakta bahwa jumlah kekayaan MA. Rachman tak sebanding dengan penghasilannya sebagai pegawai negeri. Karena itu Teten menyimpulkan lambannya KPKPN bersikap karena besarnya tarik menarik kepentingan terkait kasus ini. Teten Masduki : Tetapi ini kan juga tergantung dinamika politik diluar. Kalau toh misalnya, ada kekuatan politik yang ingin menyandera Jaksa Agung menjadi tawanan supaya dia lebih tunduk pada kepentingan-kepentingan yang ada. Tidak dipecat tapi jadi tertaklukan bisa jadi ketuatan-kekuatan ini akan membelot. KPKPN mengatakan masih butuh waktu untuk menyimpulkan adanya korupsi dalam kasus Jaksa Agung MA Rachman. Artinya urusan ini masih panjang. Presiden Megawati Soekarnoputri juga membiarkan kasus ini begitu saja. Ini membuat kita bertanya-tanya, apakah ia tak punya visi atau tersandera oleh kepentingan politik tertentu. Sementara itu, MA Rachman masih bisa tidur nyenyak di salah satu rumah mewahnya yang lain. Sama seperti banyak kasus korupsi lainnya yang tertidur begitu lama. Kantor Berita Radio 68h Jakarta melaporkan untuk Radio Nederland di Hilversum. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
