---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 31 Oktober 2002 15:40 UTC



** POLISI IDENTIFIKASI SALAH SATU TERSANGKA PEMBOMAN BALI

** ARIEL SHARON INGIN BENTUK KABINET SAYAP KANAN

** WALTER MONDALE GANTIKAN PAUL WELLSTONE DALAM PEMILU SENAT

** TOPIK GEMA WARTA: PIMPINAN GAM DI SWEDIA, TUNDA PERUNDINGAN
TENTANG ACEH, SAMPAI SETELAH RAMADHAN

** TOPIK GEMA WARTA: ARIEF BUDIMAN: INDONESIA  HARUS PROTES KERAS
PEMERINTAH AUSTRALIA

** TOPIK GEMA WARTA: KREDIBILITAS POLRI DAN TNI TETAP DISANGKSIKAN



* POLISI IDENTIFIKASI SALAH SATU TERSANGKA PEMBOMAN BALI


Polisi Indonesia menyatakan telah mengidentifikasi salah satu
tersangka serangan bom berdarah di Bali. Rabu kemarin polisi
mempublikasikan sketsa wajah tiga laki-laki yang diduga terlibat
pemboman di Bali. Polisi tidak memberi tahu siapa laki-laki yang
telah diidentifikasi. Dikatakan dalam jangka waktu pendek polisi juga
akan mengetahui siapa dua tersangka lainnya. Ketiga orang itu diduga
anggota organisasi Muslim Jemaah Islamiyah.


* ARIEL SHARON INGIN BENTUK KABINET SAYAP KANAN


Perdana Menteri Israel Ariel Sharon berupaya membentuk kabinet baru,
setelah Partai Buruh keluar dari koalisi pemerintah Rabu kemarin.
Setelah pengunduran diri Partai Buruh, Ariel Sharon langsung
berunding dengan partai-partai yang bisa menjadi mitra koalisi. Sang
Perdana Menteri hanya ingin melanjutkan pemerintahan dengan kabinet
kanan. Apabila Sharon gagal membentuk kabinet baru, maka akan
dilangsungkan pemilihan dipercepat. Para menteri kabinet anggota
Partai Buruh mengajukan pengunduran diri, karena keberatan dengan
anggaran sebesar 150 juta Euro untuk wilayah-wilayah pendudukan
Yahudi di tanah Palestina yang telah disetujui parlemen Israel.


* WALTER MONDALE GANTIKAN PAUL WELLSTONE DALAM PEMILU SENAT


Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Walter Mondale akan
menggantikan Senator Paul Wellstone sebagai calon dalam pemilihan
senat mendatang. Wellstone tewas dalam kecelakaan pesawat pekan lalu.
Sangat penting bagi partai Demokrat apabila kursi senat Wellstone
tetap dipertahankan. Partai Demokrat hanya mempunyai kelebihan satu
kursi dari kaum Republiken. Mondale yang berusia 74 tahun menjabat
Wakil Presiden di bawah pimpinan Jimmy Carter, dan dua kali menjabat
senator negara bagian Minnesota. Tahun 1984 ia kalah dalam pemilihan
presiden ketika Ronald Reagan terpilih sebagai presiden.


* YANG BIN DIKELUARKAN DARI CINA


Cina akan mengeluarkan usahawan Cina-Belanda Yang Bin dari negara.
Demikian dilaporkan media Korea Selatan. Yang Bin ditangkap
pemerintah Cina awal bulan ini. Ia diduga melakukan penggelapan pajak
dan kegiatan-kegiatan ilegal lainnya. Korea Utara sebelumnya menunjuk
Yang Bin untuk membangun zona ekonomi baru.


* HUKUMAN PENJARA SEUMUR HIDUP BAGI DUA WARGA ALJAZAIR


Pengadilan Prancis menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada
dua warga Aljazair. Mereka didakwa terlibat dalam serangkaian
serangan bom berdarah di Paris, tujuh tahun lalu. Ketika itu delapan
orang tewas dan sedikitnya 200 orang cedera dalam tiga serangan
terhadap stasiun kereta api dan metro. Dua warga Aljazair menyatakan
tidak bersalah atas tindak kejahatan itu. Tiga tahun lalu pengadilan
Prancis telah menjatuhkan hukuman penjara sepuluh tahun terhadap
mereka karena didakwa berhubungan dengan organisasi teroris Aljazair
GIA. GIA menyatakan bertanggungjawab atas serangan di Paris.


* PUTARA KEDUA PERUNDINGAN PERDAMAIAN ANTARA PEMERINTAH SRI LANKA
DENGAN MACAN TAMIL DIMULAI


Pemerintah Sri Lanka dan gerakan pemberontak Macan Tamil telah
memulai putaran kedua perundingan perdamaian. Mereka bertemu di
tempat pariwisata  di luar ibukota Thailand, Bangkok. Perundingan
akan diselenggarakan sampai Ahad mendatang. Butir agenda utama adalah
bantuan negara-negara Barat untuk pembangunan kembali Sri Lanka serta
gencatan senjata antara dua belah pihak. Sejak tahun 1983 Macan Tamil
berjuang untuk kemerdekaan di Sri Lanka Utara dan Sri Lanka Timur
yang menewaskan sekitar 64 ribu orang.


* TENTARA PEMERINTAH REPUBLIK AFRIKA TENGAH KUASAI KEMBALI IBUKOTA


Menurut pemerintah Republik Afrika Tengah tentara pemerintah telah
menguasai kembali seluruh ibukota Bangui. Lima hari lalu milisi
pemberontak menyerbu ibukota. Invasi ini disusul pertikaian dahsyat.
Pasukan pemerintah yang didukung militer Libia menyatakan kini
melakukan operasi pelacakan terhadap kaum pemberontak yang melarikan
diri. Diduga para pemberontak dipimpin mantan perwira Francois Bozize
dari negara tetangga Cad. Bozize telah kembali ke Prancis di mana ia
hidup di pengasingan. Sementara itu militer Amerika dikirim ke Afrika
Tengah untuk mengetahui situasi di kawasan dan jika perlu memberi
bantuan kepada warga negara Amerika di sini. Republik Afrika Tengah
seringkali menjadi panggung pengambilalihan kekuasaan dan kekerasan
seperti kudeta gagal tahun lalu terhadap Presiden yang sekarang Ange
Felix Patasse.


* IRA PUTUS HUBUNGAN DENGAN KOMISI INTERNASIONAL


Tentara Republik Irlandia IRA putus hubungan dengan komisi
internasional yang menjaga proses perlucutan senjata di Irlandia
Utara. IRA mengambil keputusan ini karena pemerintah Inggris tidak
menaati persetejuan perdamaian  1998. Tapi IRA menegaskan keputusan
ini bukan berarti berakhirnya gencatan senjata yang disepakati lima
tahun lalu. Dua pekan lalu pemerintah Inggris membubarkan pemerintah
Irlandia Utara setelah Partai Unionis Ulster mengancam keluar dari
pemerintah. Ini berkaitan dengan skandal spionase  yang melibatkan
Sinn Fein, sayap politik IRA.


* PIMPINAN GAM DI SWEDIA TUNDA PERUNDINGAN TENTANG ACEH, SAMPAI
SETELAH RAMADHAN


Perunding Gerakan Aceh Merdeka GAM, Tengku Zaini Abdullah mengatakan,
pihaknya masih memerlukan waktu sampai dengan SETELAH bulan Ramadhan,
untuk berembug dengan masyarakat Aceh. Diakuinya, ada problim soal
monitoring keamanan, dan GAM menolak penyerahan senjata. Sebaliknya,
pihak Indonesia menyatakan sudah siap meneken perjanjian. Jurubicara
Kantor Polkam tidak mau berkomentar kecuali mengatakan bahwa Menko
Polkam Susilo Bambang Yudhoyono siap berangkat ke Jenewa Sabtu ini.

Rupanya Jakarta menggulir opini-publik seolah-olah perdamaian di
ambang pintu, sedangkan pihak GAM ganti membalas Jakarta yang telah
menangguhkan pembicaraan sejak Juli lalu.

Zaini Abdullah pertama-tama membantah keras pernyataan Gubernur Aceh
Abdullah Puteh yang dikutip Kantor Berita AFP, bahwa perundingan
tentang Aceh dapat digelar akhir pekan ini.


Zaini Abdullah [ZA]: Sama sekali tidak betul.

Radio Nederland [RN]: Tidak betul?

ZA: Tidak betul. Kami tidak menerima apa-apa, bahan dan berita
apa-apa. Dari mana Abdullah Puteh bisa mendapat bahan itu?

RN: Jadi kapan menurut pihak GAM di Swedia perundingan di Jenewa ini
dapat dilakukan?

ZA: Kami telah minta waktu, karena bahan-bahan yang perlu dibicarakan
dengan masyarakat Aceh belum lagi selesai. Jadi kami menunggu
pendapat-pendapat dari seluruh bangsa Aceh untuk kami bawa ke dalam
meja perundingan. Itu masih ditunggu.

RN: Jadi menurut perkiraan Anda sebelum ataukah sesudah bulan
Ramadhan dimulai? Sebelum atau sesudah 6 November?

ZA: Saya kira kami belum menentukan batas waktu. Tapi saya kira bulan
Ramadhan, yaitu selama bulan Ramadhan kami masyarakat Aceh semua
dalam keadaan beribadah. Saya kira itu memakan waktu. Paling sedikit
sehabis Ramadhan saya kira kami akan menerima laporan-laporan.

Kenapa itu harus lebih baik setelah Ramadhan sedangkan dulu kami
telah menunggu-nunggu semenjak bulan lima sampai dengan September,
tapi pihak Indonesia mengulur-ulur waktu. Kami sekarang bukan
mengulur waktu, kami akan menuju kembali ke meja perundingan, tapi
dengan syarat-syarat yang kami harus penuhi juga. Itu dari proses
demokrasi di Aceh, pendapat dari seluruh bangsa Aceh, kami harus
minta. Itu yang kami tunggu. Kalau tidak, apa yang kami mau
bicarakan?

RN: Kalau begitu apa sebenarnya yang menjadi hambatan?

ZA: Bagi kami pihak Indonesia telah mengajukan proposal-proposal apa
yang akan dibicarakan di dalam perundingan tersebut. Jadi bahan
tersebut, itu yang kami perlu diskusi secara merata di segenap
lapisan bangsa Aceh.

RN: Bagaimana diskusi itu dilangsungkan kalau Anda berada di Swedia?

ZA: Oh, itu cara kami sendiri. Itu hal-hal yang tidak perlu saya
bicarakan dalam interview. Itu kami ada connection kami sendiri yang
tertentu-tertentu.

RN: Tapi usulan apa dari pihak Jakarta yang Anda keberatan, yang Anda
perlu diskusikan.

ZA: Saya juga tidak bisa bicara di sini dalam interview ini. Karena
itu menyangkut rahasia.

RN: Tapi apakah misalnya soal pemantauan, monitoring keamanan, apakah
ada persetujuan siapa yang duduk sebagai pihak ketiga ini?

ZA: Yang kami mau security [keamanan, Red.] dan cease fire [gencatan
senjata, Red.]. Itu yang harus diadakan, harus terjadi di lapangan.
Dan pihak internasional juga sangat-sangat diperlukan. Tapi siapa
yang akan menduduki di situ, itu tergantung nanti terserah kepada
pihak HDC sendiri.

RN: Jadi menurut Anda harus ada pihak internasional dalam tim
monitoring? Wajib? Internasional ini artinya HDC ataukah PBB, ataukah
individu, ataukah lembaga-lembaga lain?

ZA: Sebenarnya yang kami mau, sebenarnya PBB sendiri, karena ini
masalah tuntutan perjuangan untuk kemerdekaan. Tetapi dalam hal
tersebut mungkin yang kami telah tahu sekarang adalah pihak HDC dan
orang-orang wisemen [tokoh-tokoh bijak, Red.] mereka.

RN: Apakah minimal yang dapat disetujui? Misalnya apakah Jakarta dan
GAM setuju apabila HDC duduk dan wisemen, tokoh-tokoh bijak itu
duduk? Itu minimal?

ZA: Kami mau yang semaksimal mungkin, karena yang penting adalah
pihak Indonesia. Tanpa campur tangan daripada pihak-pihak
internasional. Itu tidak mungkin akan terjadi berjalan di lapangan.
Yang ini, yang paling penting sekarang adalah untuk mencapai gencatan
senjata. Itu tidak berarti kami menyerahkan senjata. Soal senjata,
kami ada cara sendiri. Kami bisa jamin keamanan dan lain sebagainya.

RN: Tapi apakah Anda setuju kalau pihak internasional sebagai pihak
ketiga monitoring itu melucuti senjata kedua pihak? GAM dan Tentara
Indonesia mundur?

ZA: Itu persoalan yang saya kira tidak perlu dikemukakan di sini.
Tapi yang mesti diketahui bahwa masalah gencatan ini bukan berarti
kami menyerahkan senjata kepada siapa pun.

Demikain Tengku Zaini Abdullah, perunding Gerakan Aceh. Merdeka GAM


* ARIEF BUDIMAN: INDONESIA HARUS PROTES KERAS PEMERINTAH AUSTRALIA


Wakil presiden RI Hamzah Haz memperingatkan pemerintah Australia agar
memberi tahu kedutaan RI sebelum menangkap atau memeriksa warga
Indonesia. Pernyataan wapres ini sehubungan dengan penggerebekan
rumah-rumah warga Indonesia di negara kanguru itu. Salah satu warga
yang ditangkap adalah Jaya Fadly Basri di Sidney, karena dia pernah
menghadiri ceramah Abu Bakar Ba'asyir di masa silam. Menurut Arief
Budiman, ilmuwan asal Indonesia di Australia, tindakan pemerintah
Australia itu keterlaluan dan menghina. Karena itu, pemerintah RI
harus memprotes keras jika perlu dengan mengancam untuk memutuskan
hubungan diplomatik. Namun terlebih dahulu Arief Budiman menceritakan
bagaimana cara intelijen Australia menggerebek rumah warga Indonesia.


Arief Budiman [AB]: Diketok pintunya, dipecahin kacanya, ditodong
kepalanya, disuruh tengkurup. Anak-anaknya juga disuruh tengkurup.
Datang mereka dengan perlengkapan senjata-senjata berat. Jadi kayak
operasi militer. Karena ditakuti mereka benar-benar teroris, melawan.
Padahal orang-orang ini, orang-orang Indonesia yang kelihatan
loyo-loyo aja. Ada ibu rumah tangga yang udah janda, katanya di
Melbourne. Dia punya kos-kosan. Itu semua digerebek langsung.
Kebetulan dia tidak ada. Dia ada kos-kosan mahasiswa. Diambil tv-nya,
mau dilihat apa isinya. Dan diacak-acak rumahnya. Di tv juga dikasih
lihat semuanya itu. Dan bahkan tetangga-tetangga orang Australia
bilang: 'Saya kira ada perang. Kok heboh. Ini benar nggak?' kata
orang. Yang menarik orang-orang ini sampai sekarang nggak ada yang
ditahan. Ini kan yang menangkap kan aparat intelijennya.

Radio Nederland [RN]: Menurut Anda bagaimana kok bisa panik seperti
ini?

AB: Saya kira ada hubungannya dengan Australia. Dan Amerika juga
panik. Itu karena mereka nggak pernah mengalami goncangan seberat
ini. Kalau di Indonesia kan biasa. Ada pembunuhan, orang yang mati,
Dayak sama Madura. Di Australia itu, hidup itu tenang-tenang aja.
Tiba-tiba ada ledakan kayak gini, saya kira mereka kehilangan
keseimbangan. Sehingga jadi ketakutan, panik. Karena di kalangan
pemerintah intelijennya katanya ada informasi-informasi bahwa sesudah
Bali akan terjadi aksi terorisme di kawasan Australia, di daratan
Australia. Nah, karena mereka panik, mereka mencegah, tidak mau
mengambil resiko, ya tangkap dulu aja orang. Kalau ada hubungan
kecil-kecil. Kan sebenarnya kan secara logika, masa orang hadir di
dalam ceramah aja, dianggap sudah bagian dari suatu organisasi
teroris. Itu kan keterlaluan sekali secara logika. Tapi pada saat ini
karena orang panik, ya, orang takut dan panik ini, kita tidak bisa
pakai logika lagi.

RN: Apakah ini tidak ada hubungannya dengan politik dalam negeri
Australia sekarang?

AB: Ada itu juga. Dan juga ada aparat intelijennya overacting, karena
John Howard juga menyalahkan aparat intelijen. Atau masyarakat partai
oposisi yang menyatakan kenapa intelijen Australia kok kerjanya nggak
beres. Jadi sesudah Bali terjadi Simon Crane, lawannya John Howard
menyatakan: 'Itu John Howard itu sibuk sih menangkap atau melakukan
intelijen untuk refugees [pengungsi, Red.] itu yang dari Indonesia
itu.' Akibatnya nggak tahu bahwa ada sesuatu yang lebih berbahaya
datang. Jadi intelijen dipersalahkan. Sekarang supaya tidak
dipersalahkan, kalau ada ledakan di Australia yang membunuh banyak
orang, bisa intelijennya dibubarkan. Jadi karena itu mereka takut
disalahkan lagi. Jadi mereka overacting, nggak mau mengambil resiko.

RN: Yang menarik juga reaksinya Wapres Hamzah Haz yang mengatakan
kalau pemerintah Australia mau menangkapi orang Indonesia harus
ngomong dulu dengan pemerintah Indonesia dalam hal ini Kedutaan.
Bagaimana komentar Anda tentang ini?

AB: Saya kira sebaiknya pemerintah Indonesia tidak usah ngomong gitu.
Dia protes aja bahwa orang diperlakukan begitu, nggak benar. Terlalu
ringan saya kira. Harusnya kalau saya sih berharap bahwa pemerintah
Indonesia bisa melakukan suatu protes yang keras termasuk mengancam
supaya akan memutuskan hubungan atau apa gitu, terserahlah, pokoknya
Australia juga butuh secara ekonomi pada Indonesia, dan juga butuh
berbaik-baik dengan Indonesia. Kalau caranya begitu, ya sangat
menghina sekali buat orang Indonesia. Dan kalau kita tidak mau
protes, orang makin menghina, karena nggak ada yang teriak.


Demikian Arief Budiman, ilmuwan asal Indonesia di Australia.


* KREDIBILITAS POLRI DAN TNI TETAP DISANGSKIKAN


Guna menampik keterlibatan anggota TNI-AD pada peristiwa pemboman di
Bali, Markas Besar AD memperagakan peledakan bom TNT di Bogor.
Kekuatan dan dampak bom TNT milik tentara memang berbeda dengan alat
peledak C4. Tapi akankah kredibilitas tentara dan citra pemerintahan
Megawati pulih kembali? Lebih lanjut laporan koresponden Syahrir dari
Jakarta.


Wakil Presiden Hamzah Haz kemarin menyatakan, tahun 2003 akan
merupakan tahun yang rawan bagi perekonomian nasional. Selain karena
dampak tragedi Bali, juga karena mulai meningkatnya suhu politik di
Indonesia. Apa yang dikatakan Hamzah Haz memang tepat. Bom Bali
ternyata telah membuka mata rakyat Indonesia bahwa pemerintahan
Mega-Hamzah itu lemah. Masyarakat kini menyangsikan kredibilitas
pemerintahan Megawati. Selain tidak mampu membawa Indonesia keluar
dari kemelut ekonomi, pemerintahan Mega-Hamzah ini pun dikuatirkan
tidak mampu mengatasi krisis politik yang mungkin akan muncul jika
terbukti bom Bali itu merupakan bom nuklir mini.

Keampuhan Polri dan TNI pun kini diragukan masyarakat. Mereka tidak
mampu menjaga rakyat Indonesia dari setiap serangan yang
memporakporandakan bangsa dan negara. Di mata masyarakat luar negeri
RI kini pun tidak kredibel. Di dalam negeri ada rasa kejengkelan
melihat pemerintahan Mega tidak punya tekad yang kuat untuk
menghadapi terorisme. Indonesia sudah cukup banyak permasalahan. Kini
muncul pula bahaya terorisme selain bahaya sisa-sisa orde baru dan
bahaya militerisme. Indonesia kini ibarat rumah yang bisa dimasuki
maling setiap waktu tanpa ada yang menjaganya. Tidak ada rasa aman,
dan tak ada kemampuan yang memadai untuk menghadapi serangan-serangan
teroris, kata Aini Chalid seorang warganegara Indonesia yang tinggal
di Manila. Teroris bisa masuk dan mengacaukan kehidupan republik ini.


Untuk memulihkan namanya sejak kemarin TNI sudah menyatakan bersedia
bekerjasama dengan polisi dalam melawan teror. Panglima TNI
Endriartono pun mengatakan bahwa semua tim anti teror siap
bekerjasama di bawah koordinasinya. Angkatan Darat punya Kopasus,
Angkatan Udara ada Bravo 90 dan Angkatan Laut memiliki suatu
detasemen anti teror yang siap menghadapi teror di laut. Kemarin
bertempat di Markas Komando Marinir detasemen ini dengan disaksikan
Menteri Pertahanan Matori Abdul Djalil menunjukkan kebolehan mereka.
Sedangkan Angkatan darat sibuk menunjukkan kepada para wartawan daya
ledak bom TNT yang dimiliki Angkatan Darat. Bom tentara ini yang
banyak digunakan para teroris di Indonesia tahun-tahun terakhir ini
tidak punya kemampuan untuk membakar sebagaimana halnya terjadi di
Legian Kuta Bali tanggal 12 Oktober yang lalu. TNI ingin membuktikan
bahwa bukan anggotanya yang melakukan pemboman di Bali. Yang
digunakan para teroris adalah bahan peledak C4, kata mereka. Ini pun
dikemukakan Kolonel Puguh Santosa dari Pusat Zeni Angkatan Darat.


Kolonel Puguh Santosa:
TNI sendiri selama ini apa yang saya latihkan, tidak pernah saya
melihat secara fisik, ya C4 itu sendiri. Hanya teori ya, karena jenis
bahan peledak ini kan harus kita berikan pembekalan kepada prajurit.


Mungkin ada benarnya juga pengakuan para perwira militer ini jika
berita yang dikutip Detikcom kemarin benar. Para teroris tidak
menggunakan bahan peledak C4 tetapi Mikro Nuklir. Peledak yang
dipakai 99, 78 persen murni plutonium 239 tanpa uranium 238 "neutron
reflektor". Plutonium yang dipakai ini diproduksi di Dimora, Negev
yang letaknya di Israel. Hanya bom nuklir yang punya panas yang cukup
untuk bisa memusnahkan tubuh manusia tanpa sisa sebagaimana terjadi
di Bali. Kekuatan bahan peledak C4 kekuatannya hanya 1,2 kali
kekuatan TNT yang dimiliki Angkatan Darat Republik Indonesia. Maka
mungkin pasukan anti teror TNI dan Polri harus belajar dari
negara-negara lain untuk mencegah serangan teror semacam di Bali itu.


Adanya pasukan anti teror dan Perpu Antiterorisme saja nampaknya
tidak mencukupi untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat pada
pemerintah. Masyarakat menginginkan adanya jaminan keamanan dan ini
tidak dapat dijamin oleh pemerintahan Megawati yang didukung
PDI-Perjuangan, PPP, PAN, PBB, Golkar dan TNI. Di bawah kepemimpinan
mereka yang menguasai Eksekutif dan Legislatif itu kenyataannya
masyarakat hidup dalam keadaan perasaan was-was dan ketidakpastian
mengenai masa depan bangsa dan negara.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke