--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Jumat 08 November 2002 14:50 UTC ** AMROZI TUNJUKAN POLISI RUMAH TEMPAT BOM DIRAKIT ** PEMUNGUTAN SUARA DEWAN KEMANAN PBB TENTANG RESOLUSI IRAK ** KONGRES KE 16 PARTAI KOMUNIS CINA DIMULAI ** PBB AKAN LOLOSKAN PERJANJIAN ANTI PENYIKSAAN ** TOPIK GEMA WARTA: PEKAN PERINGATAN 40 TAHUN TRAGEDI KEMANUSIAAN DI PAPUA ** TOPIK GEMA WARTA: FPI BUBAR, BAGAIMANA PROSES HUKUMNYA? * AMROZI TUNJUKAN POLISI RUMAH TEMPAT BOM DIRAKIT Tersangka peledakan bom Bali, Amrozi, mengantar polisi ke rumah tempat di mana bom Bali dirakit. Di dalam rumah tinggal itu polisi menemukan jejak-jejak bahan peledak. Amrozi menyatakan, ia ingin membunuh sebanyak mungkin warga Amerika Serikat. Dari 200 orang korban pemboman yang tewas, tiga di antaranya warga Amerika. Polisi masih melacak enam hingga sepuluh calon tersangka lain. Identitas mereka diberitakan telah diketahui. Australia menyatakan gembira atas penangkapan Amrozi namun menekankan bahwa bukti-bukti kuat masih harus terus dikumpulkan. Amrozi juga menyatakan, pernah melakukan kontak dengan Abu Bakar Ba'asyir yang saat ini ditahan dalam kasus rencana pembunuhan terhadap Presiden Megawati. Sebelumnya Menteri Pertahanan Matori Abdul Jalil di depan para wartawan menyatakan, yakinan bahwa tragedi peledakan Bali jelas-jelas terkait dengan jaringan Al Qaidah. * PEMUNGUTAN SUARA DEWAN KEMANAN PBB TENTANG RESOLUSI IRAK Rusia dan Prancis kelihatannya menyetujui resolusi baru mengenai Irak. Resolusi ini dirancang oleh Amerika Serikat dan Inggris. Presiden Prancis Jacques Chirac dan rekannya Presiden Rusia Vladimir Putin, Jumat pagi telah menyetujui bahwa rancangan resolusi ini dapat diterima. Rancangan memberi sinyal kuat bahwa Irak harus menaati pelucutan senjata, selain itu menurut kedua presiden, ada alinea yang memberi ruang untuk jalan keluar damai. Prancis dan Rusia menolak rancangan resolusi sebelumnya, karena tidak memberikan jaminan penuh terhadap aksi militer yang ingin dilakukan Amerika di luar persetujuan PBB. Kali ini ditetapkan, jika para inspektur senjata PBB menyatakan bahwa Irak mengganjal upaya pelucutan senjata, maka akan dirundingkan lagi apakah aksi militer perlu dilakukan. Dalam beberapa jam mendatang Dewan Keamanan akan melakukan pemungutan suara. Cina, yang mempunyai hak veto seperti Prancis dan Rusia, secara tidak langsung juga menyatakan akan mendukung resolusi terbaru. * KONGRES KE 16 PARTAI KOMUNIS CINA DIMULAI Kongres ke 16 Partai Komunis Cina dimulai. Kongres ini diharapkan akan memilih pimpinan baru partai. Wakil Presiden Hu Jiantao disebut-sebut sebagai pengganti Jiang Zemin. Hu yang berusia 59 tahun dan menduduki tempat ke-5 dalam hirarki partai, terpilih sebagai ketua presidium kongres. Ini dapat dilihat sebagai penguatan posisinya. Dalam pembukaan kongres, Presiden Jiang menyerukan agar Cina membuka diri terhadap para pengusaha swasta. Ia juga mendorong perombakan dalam tubuh tentara dan dilakukannya perundingan baru dengan Taiwan. Cina masih selalu menganggap Taiwan sebagai propinsi yang membangkang. Kongres partai ini akan berlangsung selama satu minggu. * PBB AKAN LOLOSKAN PERJANJIAN ANTI PENYIKSAAN Upaya PBB untuk meloloskan persetujuan anti penyiksaan semakin mendekati hasil akhir. Rancangan perjanjian yang menjamin adanya inspeksi di penjara di seluruh dunia, telah diterima komisi Sidang Umum PBB dengan suara mayoritas. Pakta tersebut diperkirakan akan disetujui seluruh anggota dalam Sidang Umum bulan depan. Amerika Serikat mencoba mengganjal lolosnya perjanjian tersebut, namun tidak berhasil. Washington tidak mau membayar biaya inspeksi dan menganggap hal itu sebagai pelanggaran hak negara-negara bagiannya. * MENURUT GISCARD D'ESTAING TURKI BUKAN EROPA Mantan Presiden Prancis Valery Giscard d'Estaing menyatakan bahwa Turki bukan bagian dari Eropa, dan apabila negara itu menjadi anggota Uni Eropa maka ini adalah akhir dari organisasi tersebut. Giscard d'Estaing adalah ketua Konvensi masa Depan Eropa, sebuah komisi yang membahas rencana reformasi Uni Eropa. Mantan presiden itu menyatakan hal tersebut ketika diwawancarai harian Prancis Le Monde. Ia menambahkan, bahwa ibukota Turki, Ankara, tidak terletak di benua Eropa, dan 95% dari penduduknya tinggal di luar wilayah Eropa. Turki sudah lama ingin menjadi anggota Uni Eropa, tetapi hingga sekarang Brussel menolak memberikan tanggal dimulainya perundingan. Komisi Eropa menyatakan, tidak mendukung pernyataan mantan presiden Prancis tersebut. * MENHAN JERMAN DAN AMERIKA SERIKAT BERTEMU UNTUK PERBAIKI HUBUNGAN KEDUA NEGARA Hari ini, Menteri Pertahanan Jerman, Peter Struck, melakukan pembicaraan di Washington dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Donald Rumsfeld, untuk memperbaiki hubungan antara kedua negara yang terganggu belakangan ini. Beberapa pekan lalu, Rumsfeld menolak bertemu Struck di sebuah pertemuan NATO di Warsawa, karena kritik Jerman terhadap Amerika Serikat tentang aksi militer di Irak. Menteri Luar Negeri Jerman, Joschka Fischer juga berada di Washingtom awal pekan ini, namun ketegangan antara Jerman dan Amerika belum bisa diredakan. * RAJA PERDAGANGAN OBAT BIUS KOLUMBIA DI BEBASKAN Pemimpin kelas kakap sebuah kartel perdagangan obat bius Kolumbia yang dihukum 15 tahun penjara, dibebaskan setelah 7 tahun. Gilberto Rodriques Orejuela adalah pemimpin kartel Cali yang pada tahun '90 an menguasai sepenuhnya perdagangan kokaine Kolumbia. Hakim yang memutuskan pembebasan itu mengacu pada peraturan yang menyatakan bahwa seorang narapidana harus dibebaskan jika perpanjangan penahanannya memiliki cacat hukum. Kasus ini memicu ketegangan antara pihak pengadilan dan Presiden Kolumbia Alvaro Uribe. Presiden ingin agar sang raja obat bius tetap di penjara. Sebelumnya, pengadilan juga telah memutuskan bahwa Gilberto dapat dibebaskan karena perilaku baik di penjara. Penangkapan Gilberto dan saudaranya tahun 1985 dianggap sebagai kemenangan besar dalam perang melawan perdagangan obat bius. Saudara Gilberto, Miguel, masih harus mendekam di penjara selama empat tahun karena mencoba menyuap hakim. * DUA TERSANGKA PENEMBAK GELAP AKAN DIADILI PERTAMA KALI DI NEGARA BAGIAN VIRGINIA Dua tersangka penembak gelap yang beraksi di sekitar wilayah Washington bulan lalu, akan diadili pertama kali di negara bagian Virginia, Amerika Serikat. Jika terbukti bersalah mereka dapat dijatuhi hukuman mati menurut perundangan di negara bagian tersebut. Para tersangka yang berusia 42 dan 17 tahun itu, didakwa membunuh 10 orang. Aksi pembunuhan ini sempat membuat panik warga Amerika Serikat. * PEKAN PERINGATAN 40 TAHUN TRAGEDI KEMANUSIAAN DI PAPUA Pekan ini di Sentani Papua berlangsung Pekan Peringatan Tragedi Kemanusiaan. Pameran ini diikuti khalayak luas Papua. Rakyat Papua bisa mendapatkan informasi mengenai kejahatan HAM yang terjadi di tanah mereka selama 40 tahun belakangan. Pekan ini juga bertepatan dengan setahun meninggalnya Ketua Presidium Dewan Papua Theys Hiyo Eluay, secara misterius. Radio Nederland menghubungi Sekjen Presidium Dewan Papua, Thaaha Al Hamid dan bertanya tentang pameran itu. Thaaha Al Hamid [TAA]: sejak beberapa hari yang lalu digelar pameran data-data atau bukti-bukti peristiwa pelanggaran Hak Azasi Manusia di tanah Papua dari tahun 1961 sampai sekarang. Diikuti oleh berbagai LSM dan dan dewan adat dari kabupaten-kabupaten, kaum perempuan, dan lembaga-lembaga lain pada umumnya. Radio Nederland [RN]: Apa tujuan pameran itu? TAA: Agar masyarakat punya kesempatan secara luas untuk tidak hanya berspekulasi bahwa pernah terjadi kejahatan kemanusian tetapi secara langsung bisa menunjukkan peristiwa-peristiwa yang dimaksud. Disamping itu masyarakat Papua sebenarnya mengetahui banyak peristiwa, tapi mereka tidak punya kesempatan dan cukup keberanian untuk mengungkapkan itu. Sekarang tersedia suatu momentum dimana mereka boleh mengekspresikan, menyatakan dan menyampaikan kesaksian-kesaksian mereka. RN: Kalau kita dengar Papua, asosiasi kita itu yah...suku Papua yang berkulit hitam dan berambut keriting, bagaimana komposisi penduduk di Papua sekarang ini? TAA: Sejak awal memang daerah-daerah pantai di Papua telah terbuka dan mengalami interaksi, dan sekarang ini boleh dikatakan bahwa Papua menjadi miniatur Indonesia di mana semua kelompok etnis ada di tanah Papua. Tanah Papua harus menjadi derah yang aman dan damai untuk semua orang tanpa memandang suku, ras maupun agama. RN: Bapak menyebutkan seuatu yang sangat penting sekali yaitu agama. Ada kalangan di Indonesia yang menyatakan bahwa Papua itu memisahkan diri dari Indonesia karena mayoritas penduduknya beragama Kristen? TAA: Saya selalu khawatir dengan analisa dan kesimpulan yang dibuat oleh Jakarta, yang selalu berusaha untuk lari keluar dari substansi masalahnya. Apa yang sungguh-sungguh menjadi jeritan hati nurani bangsa Papua sama sekali tidak terkait dengan atau berbasis agama. Ini adalah sebuah perjuangan, sebuah tuntutan bangsa, apakah itu orang Islam atau Protestan atau Katolik atau yang mungkin tidak beragama atau menganut kepercayaan kultural, semua sunguh-sungguh merasa bersatu dan menuntut hak dan kedaulatan politik. Bukan lantaran agama. Jakarta memang terlalu lama melihat seolah-olah Papua itu perjuangan kaum Nasrani. Tidak begitu, rakyat sedang berjuang menuntut hak dan kedaulatan politiknya. RN: Salah satu pejuang, kedaulatan politik rakyat Papua, adalah mendiang Ketua Presidium Dewan Papua Theys Hiyo Eluay. TAA: Kita sengaja memilih bulan November dalam satu pekan, jadi puncaknya nanti akan jatuh pada tanggal 11 November, hari dimana almarhum Theys Hiyo Eluay dikebumikan. Tadi pagi jam 9, masyarakat adat dan dewan adat dari Tobati Engros mewakili seluruh masyarakat Papua, mereka meresmikan satu monumen tempat dimana Theys Hiyo Eluay diculik dan dibunuh. RN: Bagaimana suasana massa yang hadir di situ? TAA: Sejak pembukaan kita sudah sampaikan kepada masyarakat bahwa pekan peringatan tragedi kemanusiaan di tanah Papua sama sekali bukan ekspresi kebencian kita terhadap apa yang dilakukan oleh orang lain terhadap bangsa Papua. Justru, acara ini kita gelar karena kita ingin betul-betul mewujudkan rasa cinta kepada kemanusiaan. Di masa depan tidak boleh lagi ada darah yang menetes, dan setiap orang yang hidup di tanah ini, harus saling menghargai dan tolong-menolong dan hidup bersama secara damai. Demikian Sekjen Presidium Dewan Papua, Thaaha Al Hamid kepada Radio Nederland * FPI BUBAR, BAGAIMANA PROSES HUKUMNYA? Maklumat pembekuan Laskar Front Pembela Islama Puluhan lelaki berpakaian serba putih menyesaki ruang kecil di Jl Petamburan III nomor 17 Jakarta Barat. Malam itu, para anggota Laskar Front Pembela Islam FPI ini berkumpul di markas untuk mendengarkan pengumuman yang dibacakan oleh Ahmad Sobri Lubis, Sekretaris Jendral FPI. Isi pengumuman itu adalah pembekuan laskar FPI di seluruh Indonesia. insert : Memutuskana dengan ini: Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam membekukan kelaskaran FPI seluruh Indonesia untuk waktu yang tidak ditentukan. Laskar FPI dibekukan dengan alasan mengevaluasi dan membenahi pembinaan kelaskarannya. Dengan begitu, diharapkan citra Islam bisa diperbaiki. Ditegaskan juga, hanya laskarnya yang dibekukan, sementara organisasi FPI tetap berdiri. Pejabat Sementara Ketua FPI Mukhsin Ahmad Al Attas membantah jika pembekuan Laskar FPI dikaitkan dengan ditahannya ketua umum mereka Rizieq Shihab oleh polisi dan seruan Panglima TNI Endriartono Sutarto. Pekan lalu, Endriartono memang menghimbau pembubaran laskar-laskar sipil karena keberadaan mereka mengingatkan orang pada perang dan kekerasan. Menurut Mukhsin, laskarnya dibekukan karena ditengarai adanya penyusupan pihak luar. Mukhsin Ahmad Al Attas : karena ternyata di bawah itu sudah ada penyusupan-penyusupan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang tujuannya untuk pembusukan daripada organisasi. Maka satu hal dari alasan pembekuan itu adalah karena kita ingin membersihkan, akan membenahi dan lebih meningkatkan profesionalisme daripada perjuangan laskar-laskar kita. Laskar Front Pembela Islam selama ini menjadi kelompok yang paling ditakuti pengusaha hiburan malam. Karena laskar yang mengaku bergerak memberantas kemaksiatan ini kerap kali menyerbu dan menghancurkan tempat-tempat hiburan. Terakhir mereka menyerbu tempat bilyar milik Persatuan Olahraga Bilyar Seluruh Indonesia POBSI di wilayah Senayan, Jakarta. Setelah kejadian ini polisi menangkap Rizieq Shihab, ketua umum FPI. Salah seorang Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah, Muslim Abdurrahman menyambut gembira dibekukannya Laskar FPI. Bagi Muslim, pembekuan Laskar FPI ini terkait dengan ditangkapnya Ketua FPI Rizieq Shihab, juga dengan seruan Panglima TNI soal pembubaran laskar sipil. Selain itu, menurut dia, ini juga berhubungan dengan dibubarkannya Laskar Jihad beberapa waktu lalu. Bagi Muslim, alasan pembekuan tak hanya keagamaan semata. Ia menduga ada alasan politis yang lebih besar lagi, dan ini berarti adanya perubahan tatanan politik Muslim Abdurrahman : Dari dulu saya memang tidak percaya bahwa kelompok seperti ini adalah kelompok spontanitas yang dibangun atas alasan bahwa hal ini harus dilakukan gitu lho. Tapi ini adalah bagian dari wajah seluruh perpolitikan kita yang banyak diwarnai dengan wajah-wajah patronase politik. Seolah-olah setelah mereka tidak digunakan kemudian diminta untuk membubarkan diri. Muslim menambahkan, pembekuan Laskar FPI akan memperbaiki citra umat Islam di Indonesia. Karena aksi-aksi anti maksiat yang dilakukan FPI justru berbalik mencoreng wajah Islam. Nah pertanyaannya kini, bagaimana kelanjutan kasus hukum yang sedang dihadapi FPI? Akankah kasus itu dipetieskan seperti halnya laskar FPI yang dibekukan? Apalagi, ada yang aneh. Belum lama ini polisi mengeluarkan Rizieq Shihab dari tahanan polisi menjadi tahanan rumah. Tak lama kemudian, Rizieq mencabut gugatan kepada polisi, dan diikuti dengan pembekuan laskar FPI. Ini tentu saja menimbulkan kecurigaan ada tawar menawar dengan aparat. Koordinator Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia PBHI Hendardi, juga mencurigai ada dukungan aparat di balik aksi FPI selama ini. Namun ia berharap FPI sekaligus aparat yang mendukung mereka bisa diseret ke pengadilan. Hendardi : Kekerasan-kekerasan mereka munculkan juga dalam mengartikulasikan ideologi-ideologi mereka. Dan itu menurut saya yang keliru. Yang seharusnya di sini aparat hukum bertindak. Tapi aparat hukumnya juga tidak bertindak. Banyak dugaan yang ditengarai dari publik sendiri bahwa selama ini mereka memperoleh back up sebetulnya, mengapa mereka selama ini tidak ditindak? Bisa dimengerti kalau pembekuan Laskar FPI dan pembubaran Laskar Jihad disambut kelegaan. Bisa dipahami pula kalau orang kemudian mencium ada sesuatu yang disembunyikan di sini. Jangan-jangan pembubaran itu cuma kesepakatan antara aparat keamanan dan pemimpin FPI, yang ujung-ujungnya menghapus pengadilan. Lagi-lagi penegakan hukum, tugas utama aparat keamanan, terabaikan. Pembubaran organisasi penyebar kekerasan ini tidak boleh menghapus tuntutan hukum. Namun mampukah polisi bertindak tegas bila selama ini memang terjadi kongkalikong antara mereka dengan kalangan yang didakwa itu? Tim Liputan 68H Jakarta melaporkan untuk Radio Nederland di Hilversum --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
