---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 11 November 2002 15:20 UTC



** ABU BAKAR BA'ASYIR TETAP DITAHAN

** KESEPULUH TERTUDUH PEMBOMAN BALI WARGA NEGARA INDONESIA

** KONFERENSI MASYARAKAT DEMOKRASI DI SEOUL, KOREA SELATAN

** TOPIK GEMA WARTA: PAKET ANTI TERORISME AUSTRALIA MEMBINGUNGKAN

** TOPIK GEMA WARTA: PERADILAN PELANGGAR HAM BUTIR PENTING
PERUNDINGAN DAMAI ACEH



* ABU BAKAR BA'ASYIR TETAP DITAHAN

Ketua Majelis Mujahidin Indonesia Abu Bakar Ba'asyir tetap ditahan.
Hari ini pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan
praperadilan Ba'asyir. Hakim tunggal yang menangani gugatan tersebut
menyatakan bahwa penangkapan, penahanan dan pemeriksaan polisi
terhadap Ba'asyir adalah sah. Tim kuasa hukum Ba'asyir menolak
keputusan ini dan akan mengajukan kasasi.

Abu Bakar Ba'asyir ditahan  karena diduga terlibat dalam serangkaian
pemboman gereja dan rencana pembunuhan Presiden Megawati. Kelompok
muslim yang dipimpin Ba'asyir disebut-sebut sebagai bagian dari
kelompok muslim radikal Jemaah Islamiyah yang aktif di beberapa
negara di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Namun Ba'asyir
menolak semua tuduhan itu. Jaringan Jemaah Islamiyah diduga terlibat
dalam pemboman di Bali yang menewaskan sekitar 190 korban bulan lalu.
Saat ini polisi telah menahan seorang tersangka pemboman. Menurut
polisi, tersangka itu murid Ba'asyir. Namun, Ba'asyir menyatakan
bahwa ia tidak kenal dengan tersangka.


* KESEPULUH TERTUDUH PEMBOMAN BALI WARGA NEGARA INDONESIA
Hari ini Polri mengatakan bahwa ke 10 tertuduh pemboman Bali adalah
warga negara Indonesia. Polisi menyebut kesepuluh orang itu sebagai
operator. Sebelumnya, juru bicara kepolisian Brigjend Polisi Edward
Aritonang menyatakan keyakinan polisi bahwa 10 tertuduh yang sedang
diburu itu, belum lari ke luar negeri.
Kesepuluh orang diantaranya teman dan saudara tersangka Amrozi.
Mereka menghilang pada saat, menjelang dan setelah penangkapan Amrozi
di Lamongan Jawa Timur. Sementara itu pemilik toko bahan kimia
Silvester Tendean, yang menjual bahan baku yang dijadikan bahan
peledak oleh Amrozi, dijadikan saksi dalam kasus Bali ini.


* KONFERENSI MASYARAKAT DEMOKRASI DI SEOUL, KOREA SELATAN

Konferensi Internasional Masyarakat Demokrasi dimulai di ibukota
Korea Selatan, Seoul. Konferensi ini akan berlangsung selama dua
hari. Para menteri dan utusan lebih dari 100 negara akan membicarakan
berbagai cara untuk melindungi dan meningkatkan demokrasi. Para
hadirin akan mendengarkan pidato Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan,
Presiden Ceko Vaclav Havel dan pemimpin oposisi Myanmar Auk San Suu
Kyi.

Pertemuan pertama Mayarakat Demokrasi dilangsungkan dua tahun silam
di Warsawa, antara lain atas inisiatif mantan Presiden Amerika Bill
Clinton. Sementara itu, berbagai kelompok LSM mengadakan konferensi
bayangan di Seoul pada saat yang sama. Mereka menganggap Masyarakat
Demokrasi terlalu lamban dalam aksinya. Kelompok LSM ingin agar
Masyarakat Demokrasi menghentikan bantuan bagi negara-negara yang
tidak mengindahkan nilai-nilai demokrasi.


* SEBUAH PESAWAT PENUMPANG JATUH DI MANILA

Sebuah pesawat penumpang kecil jatuh di dekat ibukota Filipina,
Manila. Pesawat ini milik sebuah perusahaan penerbangan dalam negeri.
Akibat kecelakaan tersebut, 14 korban tewas dan empat lainnya hilang.
Pesawat Fokker-27 yang mengangkut 34 penumpang itu melakukan
penerbangan domestik. Tak lama setelah tinggal landas, pesawat jatuh
di perairan teluk Manila. Awak pesawat melaporkan adanya gangguan
motor. 16 penumpang dapat diselamatkan dari air, namun tujuh di
antaranya luka parah. Kedua pilot pesawat juga selamat. Di antara
para penumpang terdapat warga asing dari Australia, Korea Selatan dan
Cina.


* BILL GATES HADIAHKAN 100 JUTA DOLAR AS KEPADA INDIA UNTUK
PENANGGULANGAN AIDS

Pengusaha terkenal Amerika Serikat Bill Gates menghadiahkan 100 juta
dollar AS kepada India untuk penanggulangan aids. Pemimpin perusahaan
program komputer Microsoft mengumumkan pemberian ini di awal
kunjungan empat harinya di New Delhi, India. Di India terdapat 4 juta
orang yang terinfeksi virus HIV. Ini merupakan jumlah tertinggi di
dunia setelah Afrika Selatan. Para ahli khawatir bahwa pada tahun
2010, penderita seropositif aids di India akan mencapai 20 juta
orang. Menurut Bill Gates, ia memiliki perhatian khusus terhadap
negara ini karena sekitar 20% perancang program komputer di
perusahaannya berasal dari India.


* AKSI MOGOK UMUM DI KATHMANDU, NEPAL

Berbagai kegiatan sehari-hari di ibukota Nepal,  Kathmandu, terhenti
total akibat aksi mogok umum selama tiga hari. Aksi tersebut didorong
oleh kelompok pemberontak Maois. Kelompok pemberontak mengancam akan
menggunakan kekerasan jika masyarakat tidak menghiraukan seruan
mogok. Aksi itu merupakan protes terhadap keputusan Raja Nepal,
Gyanendra, yang membubarkan pemerintahan terpilih dan mengadakan
pemilihan umum baru. Pemilu yang sedianya berlangsung hari ini, telah
dibatalkan. Tanggal baru pemilu belum diumumkan.


* PAKET ANTI TERORISME AUSTRALIA MEMBINGUNGKAN

Pemerintah Australia meminta parlemen dalam pekan ini juga supaya
menyetujui perundangan baru yang memberikan kewenangan mengadili
siapa pun yang membunuh warganya di luar negeri. Menteri Kehakiman
Chris Ellison mengatakan perundangan ini bagian paket anti terorisme
menyusul bom Bali 12 Oktober yang menewaskan lebih dari 80 warga
Australia. David Bouchier, pakar Indonesia pada Universitas Western
Autralia di Perth mengatakan perundangan itu bisa menjadi indikasi
ketidakpercayaan terhadap pemerintah Indonesia dan lebih ditujukan
untuk meraih dukungan dalam negeri saja.

David Bouchier (DB): Pemerintah Australia agak takut bahwa mungkin
orang yang melakukan terorisme itu lari dari Indonesia ke negara lain
yang tidak ada hukum atau tidak ada persetujuan ekstradisi dengan
Australia, misalnya. Jadi, perundangan ini adalah semacam usaha untuk
menjaga supaya itu tidak terjadi, saya kira. Tapi saya kira memang
kalau dilihat dari sudut Indonesia memang ini akan dianggap semacam
indikasi bahwa pemerintah Australia tidak begitu percaya bahwa
Indonesia bisa menindak orang-orang itu. Dan sampai sekarang belum
ada buktinya bahwa itu, ya,  ada alasan untuk ketidakpercayaan itu.
Tidak perlu sebenarnya. Tentang penggrebekan orang Islam di sini
sebenarnya bukan orang Islam pada umumnya, tapi  beberapa orang saja.
Tapi saya kira itu memang terlalu brutal dan tidak sepantasnya
terjadi seperti itu. Tapi saya  kira itu tidak bisa dianggap sebagai
sikap anti Indonesia dari Australia.

Radio Nederland (RN): Tapi bukankah perundang-undangan semacam ini
justru semakin memunculkan reaksi keras dari Indonesia?

DB: Itu mungkin kebodohan pemerintah ini. Mungkin mereka tidak pikir
tentang reaksi yang akan terjadi di Indonesia. Karena mungkin itu
hanya untuk orang Australia saja. Untuk politik domestik saja.

RN: Dengan kata lain ini cuma upaya agar warga Australia percaya
kepada pemerintah Australia begitu? Untuk meraih dukungan?

DB: Ya begitu. Mereka mau memberi kesan kepada rakyat Australia bahwa
mereka aktif dalam melakukan sesuatu. Karena pemerintah Australia
sangat terdesak oleh masyarakat Australia untuk melakukan sesuatu.
Tapi sebenarnya pemboman itu terjadi di negara lain. Jadi itu memang
sulit untuk memberi kesan bahwa mereka melakukan sesuatu. Karena
mereka tergantung pada Indonesia dalam soal ini.

RN: Apakah mungkin tersangka yang sudah tertangkap ini bisa diminta
dibawa ke Australia dengan undang-undang ini?

DB: Saya rasa tidak. Saya rasa aparat penegak hukum di Indonesia
dalam soal ini cukup bertekad untuk menghukum orang itu. Jadi saya
kira tidak mungkin mereka dikirim ke Australia atau diminta dikirim
ke Australia.

Pemerintah Australia juga ingin memulihkan hubungan kerjasama antar
pasukan elit SAS dan Kopassus. Menteri Pertahanan Robert Hill
mengatakan SAS akan melatih Kopassus menyusul ancaman serangan
teroris oleh Islam militan. David Bouchier menyebut pemulihan itu
ironis. Mereka mau melupakan pelanggaran HAM di Indonesia, demikian
ujarnya.

DB: Pemulihan kembali kerjasama itu seharusnya tidak terjadi karena,
ya, memang nama Kopassus di Australia sangat buruk dan di Indonesia
juga. Dalam arti mereka dituduh banyak sekali pelanggaran Hak Asasi
Manusisa (HAM). Dan selain mereka juga dituduh bekerjasama dengan
Laskar Jihad. Jadi, ini bukan waktunya untuk membangun kembali
hubungan antara SS Australia dan Kopassus. Mungkin kalau Australia
bekerjasama dengan aparat penegak hukum di Indonesia, mungkin dengan
polisi saja.

Tapi sebaliknya saya bisa mengerti mengapa mereka mau memulihkan
hubungan itu. Karena memang Kopassus punya unit anti teror. Tapi saya
rasa ini belum waktunya untuk bekerjasama dengan orang seperti itu.

RN: Menurut anda faktor negatif apa yang bisa timbul kalau pemulihan
kerjasama ini dilakukan?

DB: Ya itu mungkin memberi angin kepada Kopassus untuk seakan-akan
mereka sudah dianggap baik lagi oleh dunia internasional. Padahal
mereka belum dihukum atau belum ada orang Kopassus yang ditindak
karena apa yang terjadi di Timor Timur, misalnya, atau banyak kasus
yang lain. Jadi saya kira Kopassus masih punya nama yang jelek.

RN: Jadi nampaknya kampanye perang terhadap teroris ini membuat orang
lupa terhadap pelanggaran-pelanggaran di masa lampau dan mereka
melangkah dengan hal-hal yang baru yang justru mungkin bisa berdampak
negatif ya?

DB: Itu memang sangat ironis sekarang bahwa dunia luar mendesak
Indonesia untuk melupakan semua hak-hak asasi manusia dan lain-lain.
Seakan-akan Amerika dan negara-negara lain itu mendesak Indonesia
untuk tidak menghiraukan HAM, padahal dulu selalu sebaliknya. Amerika
dan lain lain selalu mengeluarkan laporan-laporan tentang pelanggaran
HAM di Indonesia. Dan mendesak Indonesia untuk membubarkan Kopkamtib
dan lain-lain. Tapi sekarang sebaliknya orang Indonesia yang tidak
mau supaya ada UU anti terorisme yang sangat 'draconian' (kejam-red).
Ya pemerintah Indonesia memang berubah sikapnya. Itu betul. Mau lupa
tentang pelanggaran HAM yang pernah terjadi di Indonesia.

Demikian David Bouchier di Australia.


* PERADILAN PELANGGAR HAM BUTIR PENTING PERUNDINGAN DAMAI ACEH

Pemerintah Indonesia di Jakarta kembali mengeluarkan tujuh kebijakan
penyelesaian Aceh. Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono menyebutnya
bagian penyelesaian konflik Aceh ke depan, termasuk rencana
penandatanganan perjanjian damai akhir Ramadhan mendatang. Sebenarnya
tidak ada yang baru dalam tujuh kebijakan itu, dengan butir awal
perdamaian dan akomodasi aspirasi. Namun di lapangan, perdamaian
menjadi tanda tanya seiring gencarnya operasi militer TNI dalam
mengepung mitra perundingannya Gerakan Atjeh Merdeka,GAM. Radio
Nederland menghubungi pakar Aceh Tengku Abdurrahman Yacob:

Tengku Abdurrahman Yacob [TAY]: Kebijakan pemerintah yang tujuh butir
itu kan tidak mengakomodir kenyataan riil di Aceh sendiri. Kalau
mereka mau mengakomodirnya sebenarnya kan harus diberhentikan dulu
operasi militernya, kedua harus diadakan penegakan hukum yang
komperensif. Sikap dari Gerakan Aceh Merdeka sendiri yang menunda
penandatanganan perjanjian damai itu kan sebenarnya syarat juga untuk
menjamin sikap pemerintah RI bagi kebijakannya terhadap Aceh.  Kan
aceh ingin kedamaian dan adanya orang-orang yang bertanggung jawab
terhadap atas banyaknya orang yang mati itu.

Radio Nederland [RN]: Ya, tapi di satu sisikan alasan aparat militer
Inonesia melakukan operasi di sana adalah untuk melawan gerakan Aceh
merdeka yang dituding sebagai gerakan separatis bersenjata. Sehingga,
sah-sah saja jika dilakukan operasi militer di sana.

TAY: Iya, persoalannya operasi militer itu boleh saja menjadikan GAM
sebagai sasaran, tapi ini kan sudah beberapa bulan diadakan operasi
itu dan tidak kunjung selesai. Dialog yang dilakukan secara terus
menerus di Swedia kan juga menjadi sebuah hambatan besar, kenapa
dalam dialog itu tidak bisa disepakati hasil awal dan hasil akhir
ini. Itu kan tidak menunjukkan tidak adanya orang yang mengawasi,
atau mediator kesepakatan damai itu.

RN: Apa yang sekarang terjadi adalah Susilo Bambang Yudhoyono menuduh
GAM tidak mau bekerja sama dengan mengundur-undur perundingan
perdamaian. Bagaimana ini?

TAY: GAM tidak mau kerjasama itu kan karena ada ketimpangan. Operasi
militer jalan terus dan perundingan jalan terus. Orang yang diajak
berunding itu dibunuhi terus. Nah, GAM kan juga harus ditekan oleh
Susilo untuk menertibkan pasukan bersenjatanya di lapangan. Dan
itukan tidak secara saran-saran diminta. Dan itu yang harus
ditertibkan. Tapi juga harus dihargai bahwa GAM juga bagian dari
perundingan itu. Ini kan tidak ditempatkan begitu, hanya wakil GAM
yang berunding di Swiss itu hanya ditempatkan sebagai perunding,
tetapi GAM yang ada di lapangan kan tidak. Apapun kebijakan yang hari
ini dibuat kalau itu masih bersenjata, itu tidak akan menyelesaikan
bagi Aceh.

RN: Bagaimana dengan butir ke 6 yang mengatakan akan dilakukan Join
Security Commisson, yang merupakan kerjasama antara pemerintah RI
dengan pihak asing untukmengadakan langkah-langkah keamanan bersama?

TAY: Itu sebenarnya poin penting yang diinginkan banyak pihak.
Termasuk pihak LSM di Aceh. Join Security Commission itu kan harus
benar-benar orang-orang yang independen. Kalau dari Asia Tenggara
sendiri, misalnya anggota-anggota ASEAN, sedikit kemungkinan akan
dipercaya. Kecuali Thailan, karena tidak banyak kepentingan
politisnya untuk Aceh dan lain-lainnya sangat sedikit. Tapi kalau
untuk Filipina atau Malaysia, sangat tipis kemungkinan untuk diterima
oleh masyarakat Aceh. Saya tidak katakan itu GAM. Yang kita harapkan
itu sebenarnya dari Uni Eropa, karena sangat layak dipercaya.
Perhatian mereka selama ini cukup intens bagi perkembangan di Aceh.

RN: Jadi dengan adanya  tujuh poin kebijakan Aceh ini nampaknya masih
lama untuk mendapatkan perdamaian, atau apakah ini bisa disebut
sebagai pra-proses perjanjian perdamaian pada akhir Ramadan nanti?

TAY: Saya berfikir itu masih lama itu proses damai di Aceh itu.
Poin-poin itu sebenarnya masih kaku, dan tidak mengakomodir banyak
hal. unuk perkembangan kemanan dan perdamaian di Aceh.

RN: Apakah anda pesimis dengan rencana perjanjian akhir Ramadan?

TAY: Sepertinya begi, karena beberapa hal yang diinginkan oleh
masyarakat Aceh sangat tidak terakomodir. Atau tidak dinyatakan
secara tegas.

RN: Kalau begitu, nanti mungkin perlu dimasukkan dalam perundingan
pedamaian akhir Ramadan nanti adalah poin-poin unuk peradilan
terhadap para tersangka atau meeka yang diduga melakuka pelanggaran
Ham di Aceh.

TAY: Wah,itu sebetulnya yang paling penting bagi masyarakat Aceh
sendiri. Saya kira bisa menanyakan 10 orang secara acak saja tetap
itu bagian dari jawaban mereka yang memasukkan keadilan sebagai
bagian terpenting.

Demikian Tengku Abdurrahman Yakob.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke