---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Jumat 06 Desember 2002 15:10 UTC



** PRANCIS DAN JERMAN BERSEDIA RUNDINGKAN MASUKNYA TURKI KE UNI EROPA
JULI 2005

** SITUASI DI VENEZUELA MEMBURUK AKIBAT MOGOK NASIONAL ANCAM EKSPOR
MINYAK

** BELANDA TIDAK AKAN ADAKAN JAJAK PENDAPAT TENTANG PEMEKARAN UNI
EROPA

** TOPIK GEMA WARTA: PREMAN ISLAMIYAH DAN PERASAAN ANTI AMERIKA DI
INDONESIA

** TOPIK GEMA WARTA: GELIAT TV SWASTA DAERAH, KE ARAH MANA?



* PRANCIS DAN JERMAN BERSEDIA RUNDINGKAN MASUKNYA TURKI KE UNI EROPA
JULI 2005

Prancis dan Jerman bersedia mulai berunding dengan Turki pada bulan
Juli 2005 mendatang tentang masuknya negara itu ke Uni Eropa.
Presiden Prancis Jacques Chirac mengatakan bahwa pada akhir 2004
harus dievaluasi apakah Turki mencapai kemajuan di bidang demokrasi
dan ekonomi. Jika kemajuan tersebut memang ada maka perundingan
tentang masuknya Turki ke Uni Eropa dapat di mulai pada pertengahan
2005.

Pemimpin Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengunjungi berbagai negara
Eropa dan mendesak ditetapkannya tanggal perundingan. Namun sebagian
besar negara, termasuk Belanda, tidak bersedia memberi tanggal pasti.
Kompromi antara Prancis dan Jerman tersebut bisa mengakhiri
ketidakpastian bagi Turki. Usulan kedua negara akan dibawa ke KTT Uni
Eropa Kamis pekan depan.

Dalam KTT tersebut akan dibicarakan masuknya delapan negara Eropa
Timur, Malta dan Cyprus. Pimpinan Uni Eropa dari Denmark
memperingatkan agar negara-negara calon anggota tersebut tidak
mengajukan tuntutan ekonomi yang terlalu tinggi. Perdana Menteri
Denmark menyebutkan jika kesepakatan tidak tercapai pekan depan, maka
masuknya ke sepuluh calon anggota itu akan terhambat.


* SITUASI DI VENEZUELA MEMBURUK AKIBAT MOGOK NASIONAL ANCAM EKSPOR
MINYAK

Situasi di Venezuela kian memburuk karena aksi mogok nasional empat
hari di negara itu mengancam ekspor minyak. Presiden Hugo Chavez
memerintahkan pasukannya untuk mengamanankan instalasi kilang minyak.
Kamis kemarin, angkatan laut Venezuela mengambil alih kontrol
terhadap sebuah kapal tanker minyak setelah awak kapal mogok. Chaves
memerintahkan militer untuk mengambil alih berbagai kapal yang berada
dalam kekuasaan para nahkoda dan awak kapal yang mogok. Para pemimpin
aksi mogok membatalkan sebuah demonstrasi massal di dekat kantor
pusat perusahaan minyak negara, karena kuatir terjadi kerusuhan yang
tidak bisa dikendalikan.

Aksi mogok nasional di Venezuela bertujuan untuk menurunkan presiden
Chavez. Awal tahun ini Presiden Chaves berhasil menyelamatkan
kekuasaannya dari sebuah percobaan kudeta. Sejak itu, terjadi
kerusuhan politik yang berlarut-larut antara pendukung dan penentang
Chavez.


* BELANDA TIDAK AKAN ADAKAN JAJAK PENDAPAT TENTANG PEMEKARAN UNI
EROPA

Belanda tidak akan adakan jajak pendapat tentang rencana pemekaran
Uni Eropa. Sebuah partai liberal kecil mengajukan usul untuk diadakan
jajak pendapat tetapi tidak didukung oleh partai-partai politik
besar. Kabinet Belanda sudah mengumumkan penolakannya pekan silam.
Kabinet menganggap isu pemekaran Uni Eropa terlalu kompleks untuk
dilemparkan pada masyarakat luas. Selain itu, jajak pendapat akan
memperlambat proses pemekaran.


* PEMIMPIN CHECHNYA AHMED ZAKAJEV MINTA SUAKA POLITIK DI INGGRIS

Pemimpin Chenya Ahmed Zakajev minta Suaka Politik di Inggris.  Hal
ini dikatakan oleh salah seorang pendukung Zakajev di sebuah stasiun
radio Rusia. Selasa silam, Zakajev dibebaskan di Denmark setelah
ditahan selama 34 hari. Pemerintah Denmark kemudian memintanya untuk
keluar dari negara itu. Rusia minta agar Zakajev diserahkan karena
diduga terlibat dalam berbagai aksi teror oleh Chechnya. Namun
Kopenhagen menolak permintaan ini karena bukti-bukti yang diajukan
tidak meyakinkan. Pemerintah Inggris kini tengah mempertimbangankan
permintaan suaka politik Zakajev dan permintaan ekstradisi Rusia.
Inggris dan Rusia tidak punya perjanjian ekstradisi.


* ANCAMAN BOM DI SEJUMLAH CABANG PERUSAHAAN MEBEL SWEDIA DI BELANDA
DILAKUKAN OLEH KELOMPOK KRIMINAL

Polisi Amsterdam menyatakan bahwa ancaman bom di sejumlah cabang
perusahaan mebel Swedia IKEA di Belanda dilakukan oleh kelompok
kriminal. Selasa silam, pimpinan perusahaan mebel tersebut menerima
surat yang menyebutkan bahwa sejumlah bom telah dipasang di dua toko
cabang. Polisi menolak menyebutkan secara rinci jumlah uang yang
dituntut oleh para pemeras. Surat dari para pemeras ditulis dalam
bahasa Jerman yang buruk dan dikirimkan dari Belanda. Seluruh cabang
IKEA di Belanda tutup Rabu silam sebagai reaksi terhadap ancaman bom
tersebut. Kamis kemarin dua cabang dibuka lagi.


* PASUKAN ISRAEL TEWASKAN SEPULUH WARGA PALESTINA DI SEBUAH KAMP
PENGUNGSI DI JALUR GAZA

Menurut sumber-sumber Palestina, pasukan Israel menewaskan sedikitnya
sepuluh warga Palestina di sebuah kamp pengungsi di Jalur Gaza
kemarin malam. Sejumlah korban lainnya mengalami cedera. Dilaporkan
bahwa pasukan Israel memberondong sejumlah rumah di kamp pengungsi
tersebut dengan didampingi oleh puluhan tank. Selanjutnya, pecah
bentrokan bersenjata antara tentara Israel dan warga Palestina. Aksi
ini dimaksudkan untuk menangkapi warga Palestina militan.


* PREMAN ISLAMIYAH DAN PERASAAN ANTI AMERIKA DI INDONESIA

Di Makassar tiga orang tewas dan puluhan lainnya luka ketika bom
meledak di restoran cepat saji khas Amerika, Mc Donald's dan sebuah
dealer mobil milik penggagas perjanjian damai Islam-Kristen Malino,
Menko Kesra Yusuf Kalla. Aksi teror itu kembali mengingatkan orang
akan gerakan anti Amerika Serikat sebagai reaksi kampanye perang AS
terhadap terorisme dan Irak. Seberapa jauh gelombang anti AS ini?
Radio Nederalnd menghubungi Profesor Benedict Anderson, pakar senior
Indonesia dari Cornell University di New York, Amerika Serikat.

Ben Anderson [BA]: Saya melihat selama ini, apalagi waktu perang Irak
dulu, massa Arab pada umumnya ya diam-diam, tidak banyak bergerak.
Dan sampai sekarang walaupun ancaman dari Amerika itu sudah jelas.
Dan tentunya koran TV Arab omong kiri-kanan di Amerika, tapi belum
ada gerakan massal sama sekali di dunia Arab yang saya lihat.

Saya merasa begini, orang-orang yang bikin bom yang macam ini artinya
mereka nggak punya massa. Kalau mereka punya masa mereka ngga usah
pakai bom, itu bisa puluhan orang turun ke jalan, bisa bikin
demonstrasi besar-besaran. Justru orang dari minoritas yang kecil,
yang merasa menjadi kelompok kecil, seolah-olah kalau mau bergerak
dan berbuat sesuatu yang berarti di dunia polik mereka harus pakai
cara beginian.

Tapi banyak orang di Amerika juga menegur Bush dalam hal ini,
termasuk Henry Kissinger. Kalau kamu bikin perang di Irak, itu akan
menggabungkan kelompok-kelompok yan sebenarnya bukan bersekutu. Jadi,
Saddam Hussein dan bangsanya Al Qaeda itu sebenarnya pikirannya jauh
dari satu dengan yang lain. Tapi kalau sama-sama diserang Amerika itu
justru menambah musuh untuk Amerika.

Radio Nederland [RN]: Itu yang juga saya takutkan Prof Anderson.
Artinya Indonesia sendiri dikenal sebagai Islam moderat. Nah, yang
saya takutkan kalau kampanye perang ini menjadi kenyataan begitu, itu
justru menggerakkan kelompok-kelompok yang selama ini diam, yang
pasif dan moderat menjadi anti Amerika dan akhirnya jadi bola salju
yang membesar dan kita tidak bisa memprediksikan setelah itu.

BA: Itu bisa mungkin juga. Tetapi kesan saya, dalam sejarah Indonesia
banyak sekali kelompok, banyak sekali pikiran. Sehingga semacam
solidaritas fanatik itu tidak pernah terjalin. Jadi saya masih
optimis bahwa ini tidak akan menjadi semacam blok fanatik dan
sebagainya.

Yang menarik bahwa umpamanya sepuluh tahun yang lalu banyak sekali
kelompok-kelompok seperti Pemuda Pancasila, kelompok partikelir
bersenjata, membuat banyak hal untuk pemerintah yang pemerintah
sendiri tidak mau terang-terangan berbuat. Tapi waktu itu belum ada
geng-geng yang pakai Islam sebagai bajunya. Tapi belakangan ini
timbul boleh dikatakan semacam preman Islamiyah yang dipakai untuk
memeras orang, memeras Cina.

Ini suatu gejala yang baru dan tidak enak. Mereka mengikuti contoh
dari preman-preman yang non Islam, preman-preman yang Kristen dan
sebagainya. Karena hampir semua kelompok sekarang punya preman
sendiri. Ini suatu gejala yang berbahaya.

RN: Nah seberapa besar nanti preman-preman Islamiyah ini nanti akan
dipakai untuk kepentingan politik memakai isu anti Amerika?

BA: Yah, bisa saja. Saya lihat bahwa mereka itu cukup dipegang oleh
bosnya, jadi kalau disuruh huru-hara ini sebentar bisa.  Tapi ditarik
juga bisa. Jadi mereka masih seperti kuda yang masih bisa dipegang.

Tapi jaman sekarang kita harus lihat bahwa ekonomi Indonesia masih
begini. Masalah-masalah yang dihadapi pemerintah itu banyak sekali.
Dan terang-terangan memusuhi Amerika itu nggak banyak gunanya.

RN: Ya, tapi ini kan mendekati 2004 dan isu anti Amerika tentunya
sangat bisa membawa suara buat mereka. Apalagi kelompok-kelompok yang
mengatasnamakan Islam begitu.

BA: Iya. Tapi ini mengingatkan saya pada jaman revolusi. Di mana
semua orang itu anti Belanda. Semua mau berjuang seratus persen. Tapi
kalau kelompok ini masuk pemerintah, maka cepat-cepat mau musyawarah
dengan Belanda. Sedangkan orang yang jatuh, yang keluar dari
pemerintah kembali fanatik anti Belanda dan sebagainya.

Jadi ini tergantung posisi kelompok, dalam pemerintah dan di luar.
Yang dalam pemerintah akan hati-hati dan yang di luar pemerintah akan
ambil kesempatan untuk menyerang. Tapi kalau mereka menang mereka
juga akan omong dengan Amerika.

RN: Jadi tampaknya balik lagi ke tangan elit politik apakah akan
memakai isu anti Amerika ini untuk menggerakkan massanya atau tidak.

BA: Saya kira di kalangan elit akan demikian. Kalau di tingkat massa
ini saya masih belum begitu bisa menentukan. Jadi saya merasakan
bahwa emosi anti Amerika masih terbatas tingkat yang jengkel dari
pada betul-betul mata gelap.

Saya sendiri merasa sangat jengkel dengan Bush dan sebagainya. Apa
yang dibuatnya itu bodoh, dan bisa bikin celaka banyak orang. Orang
Amerika yang samasekali tidak mengerti, tidak ada pengalaman dengan
Islam, dan sering mereka juga mempermainkan voter-voter (warga yang
punya hak pilih - red.) di Amerika yang agama Kristennya juga cukup
kuno. Salah satu kekuatan dari partai Republikan justru ini,
orang-orang Kristen kolot yang fanatik. Mereka juga main kartu itu.
Tapi itu namanya main dengan api pompa bensin. Itu bodoh dan
berbahaya.

Saya melihat Indonesia pada umumnya dan banyak negara-negara lain,
kita melihat bahwa Islam itu belakangan ini menjadi kartu politik.
Kita lihat Mahatir di Malaysia, kadang-kadang dia omong keras sebagai
penyambung lidah Islam, hantam Barat kiri-kanan. Tetapi di lain pihak
dia juga menghantam oang-orang  Islam di dalam negeri sendiri demi
kepentingan politiknya. Dan banyak pemimpin-pemimpin itu omong begini
tapi tindakannya lain lagi.

Demikianlah Profesor Benedict Anderson, pakar senior Indonesia dari
Cornell University di New York, Amerika Serikat.


* GELIAT TV SWASTA DAERAH, KE ARAH MANA?

Undang-undang Penyiaran yang sudah disahkan DPR, bagaikan kado akhir
tahun bagi wilayah-wilayah luar Jakarta. Mereka menyambut baik
Undang-undang penyiaran yang dianggap cukup berpihak pada kepentingan
masyarakat lokal. Sebab undang-undang itu melarang televisi swasta
bersiaran nasional. Jika ingin meluaskan daya jangkau siarannya,
televisi swasta harus menggandeng tv lokal atau membuka  jaringan di
daerah. Setelah diresmikan undang-undang ini jelas membuka kesempatan
bagi televisi lokal atau televisi daerah yang memang muncul bagaikan
jamur di musim penghujan. Salah satu televisi lokal yang segera
menyemarakkan udara Indonesia adalah TV Manado. Sesuai namanya,
televisi ini akan berpusat di Manado, Sulawesi Utara.

Menurut Direktur sekaligus Pemimpin Redaksi TV Manado, Ferry Rende,
pembangunan stasiunnya akan dimulai pada Januari 2003. Ia optimistis
kerjasama penyiaran yang baik dengan televisi swasta Jakarta yang
sudah mapan akan membuat TV Manado berprospek cerah. TV Manado akan
menggandeng Metro TV, salah satu televisi swasta Jakarta.

Ferry Rende: TVM nanti 24 jam penuh, jadi tidak beberapa jam saja.
Kecuali untuk potensi lokal maksud saya tidak menggangu prime timenya
Metro TV. Karena ada keuntungan perbedaan waktu Jakarta dan Manado
satu jam.

Jika nanti benar-benar mengudara, TV Manado akan menambah marak
barisan televisi lokal yang sudah lebih dulu ada; RiauTV, Jawa Pos
Televisi, BaliTV, mau pun TVPapua. Selain itu masih akan ada lagi
televisi lokal di Maluku Utara, Gorontalo, Deli Sumatera Utara,
Borobudur TV di Jawa Tengah, dan seterusnya. Bahkan masih ada 40
televisi lokal yang sedang menunggu izin siar.

Jawa Tengah juga tak ketinggalan. Tahun depan TV Surakarta
Hadiningrat akan mulai siaran dari Wonogiri. Saat ini konsepnya
sedang digodok bupati Wonogiri Begug Purnomo Sidi. Televisi ini akan
mempelopori siaran berbahasa Jawa.

Membuat sistem televisi berjaringan sebenarnya dimulai dari gagasan
kerjasama yang menguntungkan antara Jakarta dan daerah. Siaran
televisi swasta Jakarta bisa menjangkau daerah, sedangkan masyarakat
di daerah bisa menikmati siaran TV swasta Jakarta. Saat ini tercatat
TV Manado bekerjasama dengan Metro TV. Jawa Pos TV mengembangkan
jaringan dengan MetroTV dan TPI.  Sementara BaliTV mendapat tawaran
kerjasama dari sejumlah stasiun televisi swasta Jakarta. Tetapi,
tidak semua televisi lokal memikirkan kerjasama dengan televisi
Jakarta. Seperti yang disampaikan Manajer RiauTV, Bachtiar.

Bachtiar:  Masing-masing kan berbeda. TV nasional punya misi sendiri,
daerah punya sendiri. Nah kalau kita bekerjasama nasional akhirnya
kita seperti TVRI sekarang. TVRI relay Padang, Pekanbaru jadi sama
aja pengaruhnya. Kerjasama itu bagus-bagus aja. Tapi orang pusat
jangan mengatakan kan buktinya tv daerah nggak bisa hidup kalau nggak
dibantu sama kita gitu lhoa

Menurut Undang-Undang Penyiaran baru, satu-satunya cara stasiun
televisi swasta Jakarta untuk meluaskan jangkauan siaran adalah
bekerjasama atau membuat stasiun televisi di daerah. Inilah yang
sulit dilakukan. Karena itulah kebanyakan kalangan tv swasta
sebenarnya menolak undang undang ini. Namun karena telah disahkan,
mereka bersikap sangat hati-hati dan terus berupaya mengubah
keputusan ini. Ishadi SK dari Asosiasi Televisi Swasta Indonesia juga
mengungkapkan sulitnya televisi swasta untuk membuat jaringan di
daerah.

Ishadi SK: Masing-masing ya, kita mesti mencari partner yang pas.
Mesti teliti dulu apakah mereka emang mampu apakah sekedar usaha
coba-coba atau ada faktor-faktor lain. Jadi mencari partner itu harus
sangat hati-hati. Ya kalau undang-undang memeirntahkan ke situ ya
kita musti kesana. Tapi itukan masih dalam proses Kita masih mencoba
untuk judicial review, kita masih melihat perkembangan..

Sementara itu, bekas Ketua Panitia Khusus DPR yang menggodok
Rancangan Undang Undang Penyiaran, Paulus Widianto mengungkapkan
munculnya televisi lokal harus disambut baik. Gejala ini bisa
dipandang sebagai keinginan daerah untuk berotonomi. Namun,
berdasarkan catatan Paulus, ada sejumlah masalah yang menghadang
televisi lokal. Yaitu, terbatasnya sumber daya manusia, dan apakah
televisi lokal benar-benar dibutuhkan masyarakat setempat?

Paulus Widianto:  Persoalannya adalah apakah mereka bisa diminati
oleh masyarakat lokal? Bisa saja tv lokal itu berdiri kalau tidak
diminati dia akan hancur dengan sendirinya. Persoalannya apakah dia
dibutuhkan oleh masayarakat setempat atau tidak. Untuk daerah-daerah
yang punya kekhasan tertentu memang layak untuk hadir televisi lokal.
Misalnya di Yogyakarta kan juga akan adaa

Menjamurnya televisi lokal mudah-mudahan bukan hanya eforia menyambut
Undang-Undang Penyiaran. Semoga itu lebih merupakan wujud keinginan
daerah untuk berdiri sejajar dengan Jakarta. Dengan begitu tak ada
lagi kesenjangan informasi dan kesempatan antara pusat dan daerah. Ke
sanakah perkembangan jaringan televisi swasta nanti? Optimisme yang
ada seharusnya dikaitkan dengan masalah kesenjangan informasi ini.

Tim Liputan 68H Jakarta melaporkan untuk Radio Nederland di
Hilversum.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke