---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 05 Desember 2002 15:20 UTC



** MUKHLAS DIKATAKAN TERLIBAT DALAM SERANGAN BOM BALI

** POLISI SYDNEY TANGKAP LAKI-LAKI BERKAITAN DENGAN KEBAKARAN HUTAN
AUSTRALIA

** UNITED AIRLINES DI AMBANG KEBANGKRUTAN

** TOPIK GEMA WARTA: KERUSUHAN DI DILI: PENYEBABNYA DARI LUAR ATAU
JUSTRU DARI DALAM NEGERI?

** TOPIK GEMA WARTA: LUMPUHNYA PILAR GERAKAN-GERAKAN PRO DEMOKRASI



* MUKHLAS DIKATAKAN TERLIBAT DALAM SERANGAN BOM BALI

Pihak kepolisian Indonesia menyatakan salah seorang pemimpin kelompok
Jemaah Islamiyah terlibat dalam serangan bom di Bali dua bulan lalu.
Ali Ghufron alias Mukhlas yang belakangan ditangkap diduga menghadiri
rapat yang membahas sasaran serangan. Dikatakan Mukhlas memimpin
kelompok Jemaah Islamiyah yang diduga berhubungan dengan jaringan
Al-Qaedah. Beberapa orang telah ditangkap dalam kasus bom Bali.
Polisi menganggap Mukhlas sebagai tersangka utama. Menurut para
analis penangkapan Mukhlas belum menyelesaikan kasus dan
memperingatkan para pemimpin sebenarnya belum ditangkap.


* POLISI SYDNEY TANGKAP LAKI-LAKI BERKAITAN DENGAN KEBAKARAN HUTAN
AUSTRALIA

Polisi Sydney menangkap laki-laki 18 tahun berkaitan dengan kebakaran
hutan yang semakin mendekati kota besar itu. Polisi menduga
tertangkap menyebabkan salah satu kebakaran yang melanda Australia.
Dinas pemadam kebakaran Australia belum berhasil memadamkan api.
Sekitar 3000 petugas pemadam kebakaran dikerahkan. Mereka menghadapi
kesulitan menjalankan tugas karena angin kencang. Beberapa puluhan
rumah di pinggir kota Sydney hancur akibat api. Kebakaran terjadi
akibat musim kering berkepanjangan di wilayah New South Wales. Diduga
sebagian besar api dinyalakan atau adalah akibat kelalaian warga.
Perdana Menteri New South Wales Bobb Carr memperingatkan masyarakat,
mereka yang membuang rokok yang masih menyala bisa dikenai hukuman
penjara maksimal 14 tahun.


* UNITED AIRLINES DI AMBANG KEBANGKRUTAN

Maskapai penerbangan Amerika United Airlines berada di ambang
kebangkrutan. Diperkirakan maskapai penerbangan paling besar kedua di
dunia harus meminta penundaan pembayaran hutang kini pemerintah
Amerika menolak memberi dana bantuan. United Airlines meminta
pemerintah menanggung biaya sebesar 1,8 milyar dolar. Namun komisi
khusus pemerintah tidak menyetujui rencana-rencana reorganisasi
maskapai penerbangan. United Airlines menghadapi kerugian
besar-besaran, yang juga berkaitan dengan serangan 11 September tahun
lalu. Hutang sebesar satu milyar dolar seharusnya dilunasi pekan ini.
United Airlines diberi kesempatan untuk menyesuaikan rencana-rencana
reorganisasinya. Baru setelah ini dilakukan maka pemerintah Amerika
mengambil keputusan definitif.


* KTT BUDDHIS SEDUNIA DIMULAI DI KAMBOJA

KTT Buddhis sedunia dimulai di ibukota Kamboja, Phnom Penh. Sekitar
1700 pemimpin agama Buddha bertemu untuk membahas perdamaian di dunia
dan upaya mengakhiri kekerasan. Dalam pidato pembukaan KTT, Ketua
konperensi Kyuse Enshinjoh menunjuk kepada ketegangan di dunia sejak
serangan 11 September tahun lalu. Tema konperensi adalah: mengampuni,
melupakan dan memutuskan belenggu kebencian. Dengan 362 juta
penganut, Buddhisme adalah agama ke-empat di dunia.


* SERANGAN BOM TERHADAP KONSULAT MAKEDONIA DI KARACHI

Di Karachi, Pakistan dilancarkan serangan bom dahsyat terhadap
konsulat Makedonia. Di sekitar gedung yang sebagian besarnya hancur,
ditemukan jenazah tiga warga Pakistan yang lehernya dipotong. Diduga
tiga pria ini dibunuh sebelum serangan. Belum jelas siapa pelaku
tindak kejahatan ini. Belakangan dilancarkan berbagai serangan
terhadap sasaran Barat di Karachi. Pemerintah menduga kaum Muslim
ekstremis adalah otak di belakang aksi kekerasan ini.


* POLISI UKRAINA MENYEROBOT JUMLAH BESAR UANG PALSU EURO

Polisi Ukraina berhasil menyerobot jumlah besar uang kertas Euro yang
palsu. Polisi telah menangkap tiga pria berkaitan dengan kasus ini.
Uang palsu sangat meyakinkan dan bahkan memiliki berbagai tanda
pengamanan, seperti hologram dan logam magnetis. Polisi menyerobot
uang palsu 25 ribu euro. Menurut pemerintah Kiev uang palsu berasal
dari negara tetangga Ukraina.


* MANTAN DIKTATOR BIRMA NE WIN TUTUP USIA

Mantan diktator Birma Ne Win meninggal dunia dalam usia 92 tahun.
Bulan-bulan terakhir Ne Win berada dalam tahanan rumah, setelah
beberapa anggota keluarganya ditangkap karena diduga terlibat dalam
kudeta. Mantan diktator berkuasa tahun 1962 dan memerintah negaranya
dengan tangan besi. Walau mundur tahun 1988, tapi di tahun-tahun
berikutnya masih berpengaruh terhadap junta militer. Di bawah
pimpinan Ne Win Birma yang relatif makmur berubah menjadi diktatur
komunis yang semakin miskin.


* DEWAN KEAMANAN PBB SEPAKAT PERPANJANG PROGRAM PANGAN BAGI MINYAK
IRAK

Dewan Keamanan PBB secara unanim menyepakati perpanjangan program
pangan bagi minyak untuk Irak dengan enam bulan. Awalnya Amerika
Serikat ingin memperpendek perpanjangan program ini, tapi akhirnya
sepakat juga. Dalam satu bulan mendatang Dewan Keamanan ingin
menyusun daftar baru barang-barang yang bisa diimpor Irak setelah
disetujui DK. Dengan demikian Amerika Serikat ingin membatasi
barang-barang yang bisa dipakai Irak untuk tujuan perang. Program
minyak bagi pangan bertujuan untuk meringankan dampak-dampak sanksi
PBB bagi masyarakat sipil. Irak mengumumkan akan menyerahkan daftar
lengkap semua senjata yang dimiliki negeri ini kepada PBB. Namun
menurut Bagdad daftar tersebut tidak mencantumkan senjata pemusnah
massal yang dilarang, karena tidak dimiliki Irak. Bagdad harus
menyerahkan daftar senjata kepada PBB paling lambat Ahad mendatang.
Sementara itu Wakil Presiden Irak, Taha Yassin Ramadan menuduh tim
inspeksi senjata PBB berspionase bagi Israel dan Amerika Serikat.
Dikatan para insepktur senjata mengumpulkan informasi untuk
mempersiapkan serangan terhadap Irak.


* AMERIKA TINGKATKAN DANA BANTUAN BAGI KOLOMBIA

Pemerintah Amerika meningkatkan dana bantuan bagi Kolombia dengan
sekitar setengah milyar dolar bagi Program Kolombia untuk memberantas
perdagangan obat bius. Demikian tandas Menteri Luar Negeri Amerika
Colin Powell dalam kunjungannya ke negeri itu. Bantuan dana masih
harus disetujui Kongres Amerika. Dalam pertemuan dengan Presiden
Kolombia Alvaro Uribe, Powell menyatakan kemajuan yang dicapai dalam
penghancuran perkebunan koka sangat mengesankan. Selain itu sang
Menlu menyatakan Amerika Serikat ingin memberi bantuan dana sebesar
15 juta dolar bagi program di mana para petani koka didorong menanam
tanaman lain dari koka. Selain itu Amerika juga membantu dalam
perundingan antara pemerintah Kolombia dengan kelompok-kelompok
gerilyawan. Tapi informasi lebih rinci tentang hal itu belum
diumumkan.


* KERUSUHAN DI DILI: PENYEBABNYA DARI LUAR ATAU JUSTRU DARI DALAM
NEGERI?

Menyusul kerusuhan hari-hari terakhir, hari ini Dili ibukota Timor
Lorosa'e tegang tetapi terkendali. Demikian Perdana Menteri Mari
Alkatiri kepada wartawan. Sang Perdana Menteri dari partai Fretilin
ini juga menunjuk pengaruh dari luar yang menyebabkan terjadinya
kerusuhan. Selain itu, menurut Mari Alkatiri polisi dan pasukan PBB
juga bertanggung jawab. Pemerintah membentuk sebuah komisi yang
bertugas menyelidiki kerusuhan pertama itu, dalam tiga hari ini harus
melaporkan hasilnya. Pelajaran apa yang bisa diambil dari kerusuhan
pertama di Timor Timur merdeka ini? Radio Nederland menghubungi Prof.
Dr. Lucas da Costa, rektor Institut Menejemen ISEG di Dili:

Lucas da Costa [LC]: Yang pertama bahwa dalam proses pengambilan
keputusan harus pakai rasionalitas yang sesuai dengan realitas
sosial. Bukan rasionalitas yang diimpor. Yang kedua kalau ada masalah
yang ditimbulkan oleh pengambilan keputusan yang agak keliru, maka
masalah itu harus segera diselesaikan. Jangan diakumulasi, menumpuk,
karena pada saat meledak, maka bukan saja korban yang jatuh, tetapi
kepemimpinan juga kehilangan kepercayaan.

Radio Nederland [RN]: Jadi Anda berpendapat bahwa kabinet Perdana
Menteri Mari Alkatiri sekarang sudah mulai kehilangan kepercayaan
masyarakat Timor Lorosa'e?

LC: Sudah cukup lama. Hanya saja masyarakat masih memiliki sedikit
harapan terhadap negara. Tapi kalau harapan itu juga menipis, maka
barangkali kita tidak bisa mempertahankan lagi kedaulatan kita.

RN: Tetapi kan Mari Alkatiri dengan Fretilinnya memiliki mayoritas
mutlak dalam parlemen?

LC: Ya, mayoritas mutlak bukan mayoritas determinan, karena
mengkuantifikasi suatu proses yang dinamis dengan logika sendiri itu
adalah kadang-kadang keliru.

RN: Anda selalu menekankan logika sendiri dengan logika yang dipahami
umum. Bisa diberi contoh yang lebih konkret lagi?

LC: Bahwa proses perlawanan yang bermuara pada pelepasan Timor Leste
itu memiliki logikanya sendiri. Logikanya yaitu keterlibatan semua
orang di dalam proses itu. Nah, pada saat tidak semua orang
dilibatkan secara aktif, maka logika itu melemah. Nah, logika itu
melemah prosesnya jadi terombang-ambing.

RN: Menurut Anda sejauh mana pandangan semacam ini menyebar di
kalangan masyarakat Timor Leste?

LC: Ya sebenarnya pandangan semacam ini, itu sudah tergeneralisasi.
Tetapi karena kita dihiraukan oleh pemegang kekuasaan, maka akhirnya
terjadi ledakan-ledakan yang tidak diinginkan.

RN: Selama ini juga disinggung soal kebiasaan menyelesaikan masalah
dengan kekerasaan warisan Indonesia. Apakah menurut Anda ini juga
berperan?

LC: Saya pikir ya, karena proses perlawanan itu dibangun di suatu
konteks Indonesia juga. Oleh karena itu maka unsur ke-Indonesia-annya
sudah ada. Ingat bahwa pengambilan keputusan untuk referendum itu di
Jakarta. Bukan di mana-mana. Bukan di Mozambik atau di Lisbon, atau
di mana-mana. Oleh karena itu maka unsur keindonesiaannya juga ada.

RN: Tapi seberapa jauh ini berpengaruh kepada pemerintahaan sekarang?


LC: Nah justru karena tidak berpengaruh, maka banyak orang menjadi
tersingkir dari proses. Akibatnya apa yang sedang kita saksikan.

RN: Kalau begitu apakah menurut Anda pemerintah sekarang masih bisa
menyertakan pihak yang selama ini tidak disertakan itu?

LC: Tergantung pada keortodoksannya. Kalau tetap ortodoks, mungkin
mereka tidak mau. Tapi kalau tetap tidak mau, ya juga akibatnya
seperti kemarin-kemarin.

RN: Tapi ini kan bukan masalah korupsi sebenarnya di dalam tubuh
pemerintah?

LC: Nah, korupsi itu apa sih? Korupsi itu bukan saja penggelapan uang
dan materi, tapi korupsi intelektual juga terjadi kan.

RN: Kalau di Jakarta orang-orang sekarang berpendapat bahwa Fretilin
ini di bawah Perdana Menteri Mari Alkatiri, perilakunya tidak banyak
berbeda dengan perilaku Golkar jaman Soeharto gitu? Pendapat seperti
ini menurut Anda bagaimana?

LC: Ya, jelas. Di sini hampir menjadi pendapat umum.

RN: Kalau di Jakarta, di Indonesia kita melihat akhirnya Golkar itu
kalah dan Soeharto jatuh, apakah nasib serupa menurut Anda menurut
Anda akan dialami oleh Mari Alkatiri dan Fretilinnya?

LC: Saya pikir analog itu berlaku.

RN: Anda nggak terlalu sinis nih?

LC: Saya hanya bilang bahwa itu analog (tertawa).

RN: Masa Perdana Menteri Mari Alkatiri dan Fretilin itu tidak
mempunyai kesadaran demi masa depan Timor Lorosa'e?

LC: Kalau kesadaran itu diambil dari suatu kesadaran kolektif, itu
baik. Tapi kalau kesadaran itu diambil dari kesadaran kelompok, maka
masa depan kolektif itu diabaikan.

RN: Sejauh mana eksklusivitas ini mereka pahami?

LC: Eksklusivitas ini adalah sesuatu hak yang diperoleh. Bukan
sesuatu yang disumbangkan kepada orang. Yang disumbangkan orang lain
kepada mereka.

RN: Dengan demikian mereka menurut Anda tidak sadar bahwa mereka
selama ini telah berperilaku eksklusif?

LC: Ya.

RN: Setelah kerusuhan selama seminggu ini apakah mata mereka terbuka
terhadap itu semua?

LC: Baru hari ini mereka mengadakan rapat untuk membahas itu. Tapi
belum diketahui apa hasilnya. Jadi tunggulah beberapa hari lagi untuk
mengetahui apakah akan ada keterbukaan atau tidak.

RN: Tetapi harapan Anda seperti apa?

LC: Ya, mudah-mudahan ada keterbukaan. Artinya mereka bisa
merombakkan eksklusivisme itu untuk menuju ke suatu logika yang lebih
terbuka bagi semua orang.


Demikian Prof. Dr. Lucas da Costa, rektor Institut Menejemen ISEG di
Dili.


* LUMPUHNYA PILAR GERAKAN-GERAKAN PRO DEMOKRASI

Dalam suatu kesempatan sholat Ied di Senayan Jakarta, Ketua Umum PAN
Amien Rais kemarin menyebut bahwa bangsa ini sudah kehilangan rasa
percaya diri. Pemerintah disebutnya lamban melakukan perbaikan
ekonomi, sehingga segala sesuatunya mulai diatur oleh lembaga
internasional yang justru membuat bangsa Indonesia lebih terpuruk.
Kondisi di atas membuat cita-cita semakin menjauh dari kenyataan. Di
lain pihak gerakan-gerakan pro-demokrasi di Indonesia juga semakin
lumpuh. Lebih lanjut laporan koresponden Syahrir dari Jakarta

Salah satu pilar penting yaitu gerakan mahasiswa makin melemah.
Begitu juga dengan LSM-LSM yang direcoki konflik internal. Mereka
tidak lagi memiliki daya kemampuan menjadi alat perubahan. Misalnya
gerakan mahasiswa. Setelah dalam lima tahun terakhir mereka
melibatkan diri secara aktif dalam penumbangan tiga presiden:
Soeharto, Habibie dan Gus Dur, kini mereka terpinggir. Posisi mereka
sama seperti para mahasiswa yang dahulu ikut menggulingkan Presiden
Soekarno. Panggung politik tidak lagi mereka kuasai. Mereka hanya
menjadi penonton di antara lalu-lalang maneuver badut-badut politik
yang kini berkuasa. Baik di lembaga eksekutif, legislatif maupun
yudikatif. Padahal belum satu pun cita-cita reformasi yang menjadi
dasar penumbangan tiga presiden itu yang terwujud. Bahkan perilaku
KKN yang membuat alasan para mahasiswa bergerak, justru sekarang ini
semakin parah dengan cakupan yang semakin meluas.

Kenapa gerakan-gerakan pro-dem kini tidak bergerak mengusik
pemerintahan Megawati? Dalam sebuah kesempatan diskusi di Jakarta
yang dihadiri wakil Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI),
Liga Mahasiswa Nasional Indonesia (LMND), Gerakan Mahasiswa Nasional
Indonesia (GMNI), Forkot, Prodem, dan lainnya, terungkap bahwa
melemahnya gerakan mahasiswa karena mereka tidak lagi diikat oleh
musuh bersama. Saat mereka gulingkan Soeharto, gerakan mahasiswa baik
yang berada di sayap "Islam Ideologi" seperti KAMMI maupun sayap
sekuler yang antara lain diwakili oleh Forkot, Famred dan FKSMJ atau
Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Jakarta, bersatu dan berlomba-lomba
menggerakkan mahasiswa di lingkungan kampus mereka masing-masing.
Tapi saat Habibie berkuasa mulai terjadi bibit-bibit perpecahan. Saat
itu gerakan mahasiswa yang berada di sayap yang lebih sekuler dengan
tegas menolak Habibie. Mereka pun beraksi sehingga memunculkan
Tragedi Semanggi I dan Semanggi II.

Saat itu KAMMI memang tidak terlihat sikap politiknya, apakah membela
Habibie atau tidak. Yang jelas saat ditanya media massa kenapa tidak
lagi vokal terhadap Habibie, seorang juru bicaranya mengungkap bahwa
yang mereka lawan bukan lagi sosok mau pun figur melainkan paradigma.
Dari sana muncul istilah paradigma Orde Baru. Begitu juga saat
Habibie jatuh dan diganti oleh Gus Dur, kebersamaan mahasiswa dalam
memperjuangkan cita-cita reformasi pun semakin buyar. Mahasiswa sayap
sekuler terpecah. Mereka yang berada dalam lingkungan Nahdlatul Ulama
yang sebelumnya condong ke sayap sekuler kini dengan tegas membela
Gus Dur. Begitu juga sejumlah ormas dan LSM seperti Pijar pun pecah
dalam kelompok penentang dan pendukung Gus Dur. Sedangkan mahasiswa
yang berada dalam sayap politik "Islam Ideologi" secara kompak dan
solid berada dalam kubu penentang Gus Dur. Padahal, Badan-Badan
Eksekutif Mahasiswa di berbagai perguruan tinggi terkemuka Indonesia
seperti Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Institut
Teknologi Bandung, IAIN Ciputat, Universitas Diponegoro dan beberapa
senat mahasiswa lainnya mereka kuasai.

Kampus UI Salemba relatif dikendalikan oleh kelompok KAMMI. Ada pun
di kampus UI Depok yang berada di pinggiran Jakarta dikuasai oleh
Keluarga Mahasiswa yang merupakan kumpulan berbagai organisasi intra
dan ekstra kampus yang tidak menyukai KAMMI. Oleh karena itu KAMMI
yang menempatkan kader-kader terbaiknya memimpin BEM-BEM Universitas
dengan mudah memobiliasi massa untuk menjatuhkan Gus Dur.

Setelah Gus Dur jatuh dan digantikan Megawati memang terlihat
tanda-tanda mereka saling bertemu dalam diskusi-diskusi, baik yang
bersifat terbuka maupun tertutup. Kini sebagaimana yang diakui oleh
Ketua Umum PRD Haris Rousli, dalam dua bulan terakhir ini terjadi
pertemuan intensif antara anak-anak muda dari lingkungan Partai
Keadilan dan PRD, mahasiswa dari lingkungan KAMMI dan LMND serta
kelompok-kelompok lainnya. Pertemuan itu antara lain berupaya
menemukan plat-form yang dapat diperjuangkan secara bersama-sama.

Antara lain menentang RUU Anti Terrorisme, Anti Hutang Luar Negeri
dan menentang keras kapitalisme global yang dirancang IMF, Bank Dunia
dan Amerika Serikat serta sekutu-sekutunya. Tapi sebelum mereka
bergerak tiba-tiba bom Bali terlebih dahulu meledak. Kini konsentrasi
publik lebih tercurah pada pengusutan siapa pelaku dan dalang bom
Bali. Dalam situasi demikian memang sulit mencari sela-sela bagi
aktivis mahasiswa untuk bergerak. Rancangan aksi yang sudah mereka
sepakati tiba-tiba terhalang oleh kehendak umum masyarakat yang
tampaknya lebih mendukung pemerintah untuk berperang habis-habisan
melawan terorisme.

Sedangkan Standar Kiaa, aktivis Prodem, mengungkap bahwa selama ini
memang gerakan-gerakan pro-demokrasi tidak pernah tegas memposisikan
dirinya.

Standar Kiaa:

Kalau kita komparasi atau kita bandingkan dengan berbagai negara
bicara soal transisi demokrasi, itu jelas, straight gitu, ada term
waktu. Jadi kalau seandainya katakan dalam satu tahun, dua tahun, apa
yang mau dibangun dalam proses reformasi tidak tercapai, maka harus
tegas. Katakanlah ganti, kalau nggak mampu, atau mundur segala macam.
Dan inilah peran kontrol kaum muda. Gerakan politik kaum muda harus
menjaga, mengontrol ini. Nah, persoalannya sekarang kan reformasi.
Yah, kalau kita bicara kebablasan ya, semua juga paham. Tapi tidak
pernah tegas kapan sampainya batasnya reformasi sebagai sebuah proses
transisi demokrasi. Yang saya khawatirkan adalah proses yang berjalan
ini, kalau kita bilang reformasi dalam kerangka transisi demokrasi,
sebagai pembenaran bagi kekuatan-kekuatan lama untuk mengkonsolidasi
diri. Bahkan sekarang sudah nyata. Di lingkaran elit politik kita
bisa deteksi atau lihat indikasinya dari kebijakan-kebijakan yang
dilahirkan. Secara ekonomi belum ada perubahan yang signifikan, yang
memperbaiki kehidupan rakyat, pengangguran kita sampai 40 juta. Terus
hutang luar negeri sampai 6000 trilyun. Kalau kita mau bayar sampai
berapa ratus tahun, juga belum selesai.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke