---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 09 Desember 2002 15:40 UTC



** PEMERINTAH DAN GAM MENANDATANGANI KESEPAKATAN  PENGHENTIAN
PERMUSUHAN

** AMERIKA HARUS BUKTIKAN IRAK MEMPRODUKSI SENJATA PEMBUNUH MASSAL

** POLISI BANGLADESH MENANGKAP PULUHAN ANGGOTA OPOSISI

** CUACA BAIK MEMBANTU PEMADAMAN KEBAKARAN HUTAN DI AUTRALIA

** TOPIK GEMA WARTA: BELUM ADA ULAMA INDONESIA YANG MEMFATWAKAN BOM
BUNUH DIRI

** TOPIK GEMA WARTA: NASIB ACEH SETELAH 9 DESEMBER BERGANTUNGPADA
PERILAKUAPARATMAUPUN GAM DI LAPANGAN



* PEMERINTAH DAN GAM MENANDATANGANI KESEPAKATAN  PENGHENTIAN
PERMUSUHAN

Pemerintah Republik Indonesia dan GAM telah menandatangani
kesepakatan penghentian permusuhan di Jenewa, Swiss, Senin pagi waktu
setempat. Kesepakatan ini diharapkan akan mengakhiri konflik yang
telah berkobar selama 26 tahun dan tahun ini menewaskan sekitar 1200
orang, sebagian besar diantaranya penduduk sipil. Pihak GAM masih
diliputi keraguan mengenai perjanjian tersebut. Serangkaian
perjanjian gencetan senjata yang tercapai dalam dua tahun belakangan
selalu dilanggar. Pemerintah dan GAM mencapai titik temu mengenai
butir butir status otonomi Aceh, pemilihan umum di Aceh pada tahun
2004 dan pengawasan gencetan senjata oleh pengamat internasional.
Pihak GAM menekankan belum mencabut tuntutan kemerdekaan. Pemerintah
dan GAM akan melakukan perundingan lanjutan mengenai status Aceh.


* AMERIKA HARUS BUKTIKAN IRAK MEMPRODUKSI SENJATA PEMBUNUH MASSAL

Bahgdad menantang Amerika untuk menyerahkan bukti bahwa Irak
memproduksi senjata pembunuh massal. Penasihat keamanan Irak Amir
al-Saadi berpendapat bahwa bila berhasil maka bukti bukti tersebut
sebaiknya diserahkan kepada pengawas senjata PBB. Amir al-Saadi
selanjutnya berharap Amerika puas dengan dokumen daftar persenjataan
Irak yang diserahkan kepada PBB, Sabtu lalu. Dokumen tersebut tiba di
markas besar PBB di New York, Minggu pagi kemarin. Setelah
diterjemahkan naskah daftar persenjataan tersebut akan dianalisis.
PBB belum mengungkapkan isi daftar tersebut dan diperkirakan akan
memberikan keterangan Selasa besok. Menurut Al-Saadi, daftar yang
diserahkan sudah lengkap dan dapat memberikan kejelasan bahwa Irak
tidak memiliki senjata terlarang. Namun pemerintah Amerika menyatakan
memiliki bukti kuat bahwa Irak mengembangkan senjata kimia, biologi
dan nuklir.


* POLISI BANGLADESH MENANGKAP PULUHAN ANGGOTA OPOSISI

Polisi Bangladesh menangkap sekitar 50 anggota oposisi berkaitan
dengan serangkaian insiden ledakan bom, Sabtu lalu. 17 orang
dipastikan tewas akibat ledakan bom tersebut. Diantara mereka yang
ditangkap terdapat sejumlah wartawan dan politikus terkemuka. Salah
seorang diantaranya ialah mantan Menteri Perdagangan Tofael Ahmad. Ia
adalah salah seorang pemimpin teras gerakan oposisi Liga Awami.
Sejumlah bom meledak di berbagai gedung bioskop di kota Mymenshing,
di sebelah utara Ibukota Dhaka. Perdana Menteri Khaleda Zia
mencurigai kubu oposisi terlibat dalam aksi peledakkan bom tersebut.
Menurut perdana menteri Bangladesh aksi itu ditujukan untuk
mendiskreditkan koailisi pemerintahan Islam.


* CUACA BAIK MEMBANTU PEMADAMAN KEBAKARAN HUTAN DI AUTRALIA

Cuaca yang membaik membantu upaya pemadaman kebakaran hutan di
Australia. Angin bertiup tidak sekencang pada hari hari sebelumnya
dan hujan gerimis yang turun menurunkan suhu udara. Meski demikian 4
ribu petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.
Kebakaran hutan melanda negara bagian New South Wales, terutama
kawasan di seputar kota Sydney. Puluhan rumah di pinggiran kota
Sydney musnah dilalap api sejak kebakaran mulai berkobar pekan lalu.
Penguasa Australia menyatakan sejumlah besar kebakaran kemungkinan
sengaja dipantik. Kekeringan panjang yang melanda Australia dan angin
yang bertiup kencang mengakibatkan api menjalar dengan cepat pada
hari hari pertama kebakaran hutan.


* PEMILIHAN PRESIDEN SERBIA KEMBALI TIDAK SAH

Presiden Yugoslavia, Vojislav Kostunica menyatakan tidak menerima
hasil pemilihan yang dinyatakan tidak sah. Ia akan mengajukan masalah
ini kepada hakim karena ratusan ribu nama yang tidak berlaku
tercantum dalam daftar pemilihan. Hasil pemilihan Ahad kemarin
dinyatakan tidak sah karena jumlah pemilih yang mencoblos terlalu
rendah. Undang undang pemilihan Serbia menentukan bahwa sekurangnya
50 persen pemilih harus memberikan suara untuk dapat mensahkan hasil
pemilihan. Namun dalam pemilihan kemarin hanya 45 persen elektorat
yang memberikan suara mereka. Situasi ini juga terjadi pada pemilihan
presiden sebelumnya Oktober lalu. Berdasarkan hasil pemilihan
kemarin, Kostunica kembali ke luar sebagai pemenang. Presiden
Yugoslavia akan kehilangan jabatannya tahun depan, karena federasi
akan berubah bentuk menjadi sebuah uni dengan dua negara anggota:
Serbia dan Montenegro.


* PEMIMPIN PALESTINA DILARANG MERAYAKAN NATAL DI BETHLEHEM

Penguasa Israel kembali melarang pemimpin Palestina Yasser Arafat
merayakan Hari Raya Natal di kota Bethlehem tahun ini. Hal ini
dikemukakan oleh Raanan Gissin, seorang pejabat tinggi Israel. Dalam
sebuah wawancara Yasser Arafat sebelumnya menyatakan bahwa ia
berpendapat merayakan Natal di kota kelahiran Yesus Kristus adalah
suatu kewajiban. Sejak kota Bethlehem berada di bawah kepengurusan
penguasa Palestina, Yasser Arafat meskipun beragama Islam selalu
menghadiri misa Natal setiap tahun, kecuali tahun lalu. Israel tahun
lalu melarang Arafat melakukan perjalanan ke Bethlehem karena dinilai
tidak cukup berupaya untuk merintangi serangan oleh kelompok
Palestina radikal. Penguasa Israel mengajukan alasan yang sama untuk
memberlakukan larangan tahun ini.


* OPOSISI VENEZUELA TERUSKAN PEMOGOKAN NASIONAL

Di Venezuela, pihak oposisi memutuskan untuk melanjutkan pemogokan
nasional yang telah berlangsung seminggu. Pemimpin serikat buruh
terbesar di Venezuela mengumumkan bahwa pemogokan diperpanjang untuk
jangka waktu yang tidak ditentukan. Ia menjelaskan bahwa semakin
banyak sektor bergabung dengan pemogokan. Para buruh perusahaan
penerbangan dan perusahaan transportasi lainnya juga akan melakukan
pemogokan untuk memprotes pemerintahan Presiden Hugo Chavez.
Sementara itu pemogokan juga telah melumpuhkan sebagian besar sektor
pertambangan dan industri logam. Presiden Venezuela mengancam
perusahaan pengangkutan minyak yang mogok bahwa ia dapat
memerintahkan angkatan bersenjata untuk menyita truk truk angkutan.
Pendapatan negara Venezuela sangat tergantung dari industri minyak.
Presiden Hugo Chavez juga mengancam akan mengumumkan kedaan darurat
untuk mengakhiri pemogokan.


* TOPIK GEMA WARTA: BELUM ADA ULAMA INDONESIA YANG MEMFATWAKAN BOM
BUNUH DIRI

Gejala bom bunuh diri nampaknya sudah merembet ke Indonesia. Buktinya
salah seorang pembom di Bali 12 Oktober lalu dan pelaku bom di
waralaba Mc Donald's Mall Ratu Indah, Makassar Jum'at pekan lalu
konon ikut menjadi korban. Apakah mungkin mereka pelaku bom bunuh
diri? Azwar Hasan, Sekjen Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam
(KPPSI) di Makassar meragukan bahwa pelaku pemboman yang tewas di
kasus pemboman di Makassar itu sebagai pelaku bom bunuh diri. Tokoh
penegak syariat Islam "secara damai ini" juga menyangkal keterlibatan
KPPSI dan Laskar Jundullah dalam kasus pemboman di Makassar ini.

Azwar Hasan [AH]: Di kalangan ulama, khususnya ulama Timur Tengah ada
beberapa pendapat. Untuk yang kasus Palestina ada yang membenarkan.
Sementara untuk kasus Indonesia belum ada pendapat yang memberikan
pembenaran untuk itu. Dengan demikian secara hukum yang menjadi dasar
pegangan untuk wilayah tertentu misalnya Indonesia, hal itu belum
menjadi panutan untuk aktivis Islam. Dengan demikian kita untuk
sementara tidak sependapat dengan kegiatan bom bunuh diri tersebut.

Radio Nederland [RN]: Berarti ada kemungkinan untuk membenarkannya?

AH: Tidak tertutup kemungkinan tetapi untuk saat ini terlebih di
KPPSI wacana seperti itu tidak berkembang.

RN: Kami menanyakannya karena salah seorang pelaku pemboman
kemungkinan melakukan sebuah aksi bunuh diri. Karena dia termasuk
korban yang tewas.

AH: Sebenarnya informasi resmi dari Kapolda kemarin setelah kami
berdialog dari hati ke hati yang dimediasi oleh Bapak Yussuf Kalla,
tokoh masyarakat Sulawesi Selatan dan Menko Kesra RI, itu telah
memberikan keterangan bahwa itu bukan bom bunuh diri. Itu informasi
dan penjelasan resmi dari Kapolda sendiri. Bahkan sebenarnya
begini..Karena identitas korban itu enggak jelas, dan sketsa yang
ditampakkan tidak mengesankan dia berwajah aktivis Islam, saya sampai
meminta kepada pihak penyidik untuk melakukan identifikasi bagaimana
situasi kelamin korban. Misalnya bisa dilihat korban disunat atau
tidak. Bila tidak maka korban berarti bukan orang Islam dan kita bisa
mengambil kesimpulan sementara dari mana dan untuk apa motifnya.
Tetapi untuk hal ini belum ada jawaban dari pihak penyidik, khususnya
polisi di Sulawesi Selatan. Karena begini, aktivis Islam mana yang
begitu tega melakukan pemboman terhadap tempat di mana orang sedang
berbuka puasa? Sebenci bencinya dia terhadap tempat itu, misalnya
karena itu made in Amerika, tentu dia akan berfikir, untuk apa membom
orang Islam yang lagi puasa di situ. Itu pertimbangan kami sehingga
belum bisa berkesimpulan secara spesifik bahwa itu dilakukan oleh
umat Islam. Maka kami meminta agar penyidikan dikembangkan juga
kepada arah arah lain, sesuai dengan petunjuk petunjuk yang ada.
Petunjuk itu jangan ditafsirkan secara sempit, karena sudah ada
asumsi kecurigaan yang selama ini berkembang di Indonesia. Umat
Islam, khususnya aktivisnya selalu menjadi oknum yang tersudutkan.

RN: Menurut Anda siapa yang mau menyudutkan Umat Islam?

AH: Menurut saya orang orang yang tidak senang Islam itu menjadi
sesuatu yang mengatur kehidupan ini. Setidaknya dia adalah setan. Hal
ini juga dikatakan oleh Bapak Yussuf Kalla. Pelakunya adalah orang
yang tidak beriman.

RN: Apa upaya KPSSI selanjutnya untuk menjernihkan masalah ini?

AH: Untuk mengklirkan permasalahan ini sekali lagi kami mendukung
pernyataan Kapolda, setelah kami menyampaikan protes bahwa dalam hal
ini insiden bom itu tidak terkait dengan KPPSI ataupun Laskar
Jundullah. Tetapi terkait dengan orang orang yang memang dicurigai
dalam hal ini. Saya mengharapkan penyidikan hendaknya dilakukan
secara transparan, profesional dengan adil dan dengan menghindari
fitnah yang bisa merugikan beberapa fihak. Tentunya dengan menganut
prinsip azas praduga tak bersalah.

Demikian Azwar Hasan, Sekjen Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam
(KPPSI) di Makassar.


* NASIB ACEH SETELAH 9 DESEMBER BERGANTUNG PADA PERILAKU APARAT
MAUPUN GAM DI LAPANGAN

Take the guns out of the politics, keluarkan senjata dari percaturan
politik. Dengan semboyan itu Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono
menyambut perjanjian menuju perdamaian antara pemerintah pusat dan
pemberontak Aceh Gerakan Atjeh Merdeka GAM yang menyebut diri Neugara
Aceh. Pihak GAM yang diwakili Dr. Zaini Abdullah juga menegaskan
komitmen yang sama, yaitu menuju Aceh yang aman, demokratis dan
sejahtera. Tetapi Persetujuan Penghentian Permusuhan yang
ditandatangani Senin kemarin barulah sebuah langkah awal saja.
Laporan Aboeprijadi Santoso dari Jenewa.

Dengan puji syukur dan penghargaan kepada semua pihak, termasuk GAM,
Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono menyambut persetujuan 9
Desember ini sebagai suatu tonggak sejarah. Pemerintah Indonesia
berkomitmen menegakkan persetujuan menuju perdamaian ini, demikian
suaranya seolah-olah bersumpah di muka komuniti internasional.

Dengan nada yang sama wakil dan perunding GAM Zaini Abdullah
menyatakan pihaknya telah berkorban, rakyat Aceh telah berkorban
untuk mencapai persetujuan ini, dan karena itu, dengan penghargaan
kepada semua pihak, khususnya Humanitarian Dialog atau HDC, dan tim
Bijak Bestari, juga pihak Jakarta, Zaini menegaskan komitmen GAM pada
persetujuan ini.

Maka jelas kedUa pihak pertama-tama berkpentingan menunjukkan kredit
masing-masing di muka dunia, bahwa mereka memiliki tekad berdamai.
Bagi Yayasan HDC, ini merupakan suatu prestasi besar bagi LSM
internasional yang memulai karir jasa perdamaian dengan misi di Haiti
dan kini menyiapkan suatu misi di Birma. Yang menarik, tampak
mencolok peran Laksamana Angkatan Laut Amerika Anthony Zinni dan
mantan Menlu Thailand Sirun Pitsuwan meski yang disebut terakhir ini
kemarin tidak hadir di Jenewa.

Tetapi apa yang akan diperoleh rakyat Aceh? Persetujuan sembilan
pasal ini mengharuskan kedua pihak menghentikan tindak permusuhan,
artinya, harus mengkontrol macam kelompok yang mengaku termasuk
aparat RI atau GAM. Kalau ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan
dari situasi baru demi keunggulan pihaknya, maka kedua pihak harus
menindak pihak tersebut. Selain itu, kedua pihak tidak akan menambah
kekuatan militernya di lapangan dan HDC harus memfasilitasi
pelaksanaan persetujuan. Untuk itu HDC akan menghidupkan kembali JSC
Joint Security Committee atau Komite Gabungan Keamanan, yang akan
dibantu oleh tim monitoring di lapangan. Singkatnya, Aceh akan
didemilitarisasi dan akan diciptakan zona-zona perdamaian, lalu di
zona-zona itulah akan dikonsentrasikan bantuan kemanusiaan dan
pembangunan bagi Aceh yang ditunjang konperensi donor di Tokyo yang
baru lalu.

Jadi seberapa lezat pudding yang disajikan ini baru akan terbukti di
lapangan, di Aceh. Misalnya pihak GAM tampak skepsis mengenai
monitoring keamanan, sedangkan pihak Jakarta saat ini cukup yakin
bahwa sebanyak 150 tim monitoring akan mampu menjaga pelaksanaan
persetujuan. Atas pertanyaan RN, misalnya Tengku Malik Mahmud, yang
disebut PM Neugara Aceh, mengharapkan HDC akan mampu menambah jumlah
tersebut, sedangkan Yudhoyono, dengan menimba pengalamannya semasa
bertugas di Bosnia di awal tahun 1990an, menilai jumlah tersebut
sudah memadai. Di seluruh bekas Yugoslavia kala itu dikerahkan
sebanyak 650 pemantau, kata Susilo Bambang Yudhoyono.

Sekarang, Aceh, dengan wilayah 30an ribu kilometer persegi akan
dijaga hanya oleh 150 orang. Di TimTim tahun 1999, lebih dari seribu
polisi PBB menjaga wilayah yang jauh lebih kecil, tapi itu pun
akhirnya diguncang oleh TNI dan referendum berakhir dengan
pembantaian.

Pokoknya secara diplomatik kedua pihak telah berupaya merebut
kepercayaan dunia bahwa mereka akan berupaya serius untuk
menghentikan pertumpahan darah di Aceh. Dan keduanya bertekad
menyelesaikan konflik secara demokratis. Pihak RI rupanya yakin bahwa
akhirnya mayoritas rakyat Aceh akan memilih otonomi khusus NAD.
Begitu juga pihak GAM tetap berjuang untuk kemerdekaan Aceh dengan
cara mengandalkan suara mayoritas yang diperkirakannya akan menolak
NAD.

Jadi, apabila tahap penghentian permusuhan ini sukses, maka tahap
krusial berikut adalah all inclusive dialogue, yaitu dialog antara
macam-macam kelompok Aceh tentang NAD. Persetujuan 9 Desember akan
menjadi basis keamanan bagi terlaksananya rembugan forum all
inclusive dialogue dan di sini rakyat Aceh akan bersuara mengenai
NAD.

Nur Djuli, seorang intelektual Aceh dari Amerika yang menjadi anggota
delegasi GAM mengingatkan, pemilu 2004 nanti ada dua macam. Satu,
pemilu Indonesia, dan satu lagi, pemilu Aceh yang akan memilih
pemerintah Aceh. Jika all inclusive dialogue membuahkan kata Tidak
untuk NAD, demikian Malik Mahmud menimpali, maka pemilu Aceh itu,
meski tidak disebut sebagai "referendum" jelas akan memilih suatu
pemerintahan Aceh merdeka. Sebaliknya, bila dialog itu mengamini NAD,
maka GAM harus setuju bahwa Aceh tetap merupakan bagian dari RI.

Yang menarik, perunding Indonesia Wiryono Sastrohandoyo, kepada Radio
Nederland pada garis besarnya mengkonfirmasi kerangka proses
demokratis itu. "Kita kan negara demokratis, apa pun hasilnya, kalau
memang demokratis, ya kita semua harus patuhi". Diplomat Indonesia
ini tampaknya yakin benar perlunya membuktikan keinginan rakyat Aceh
melalui kotak suara.

Namun bos dan arsitek dari pihak Indonesia dalam masalah Aceh ini,
Menko Polkam, mengatakan dalam kalimat lengkapnya: pokoknya, "take
the guns out of the politics, keluarkan senjata dari proses politik
dan mari kita menuju Aceh yang aman, demokratis dan sejahtera di
dalam kerangka NKRI"

Jadi nasib Aceh akan menentukan pula karakter seberapa besar kadar
demokratis negara Indonesia ini. Jika persetujuan 9 Desember sukses
dan memungkinkan dialog menyeluruh dan pemilu Aceh yang wajar, maka
kredilibilitas demokrasi Indonesia juga bisa naik pangkat. Tetapi
kalau soal pelanggaran HAM kedua pihak dan soal peran masyarakat
sipil tidak digubris, hal ini juga dapat mempengaruhi proses menuju
dialog dan pemilu 2004 itu. Inilah yang dapat menjadi alasan bagi
skepsisme terhadap Persetujuan 9 Desember ini.

Walhasil, akhirnya semuanya berpulang pada perilaku aparat keamanan
TNI dan polisi Indonesia dan gerilya GAM di lapangan pada bulan bulan
mendatang, serta peran HDC yang harus merumuskan mekanisme
all-inclusive-dialogue itu.

Sekian laporan Aboeprijadi Santoso dari Jenewa


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke