--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 10 Desember 2002 15:50 UTC ** SEJUMLAH PENGAMAT INTERNASIONAL TELAH TIBA DI ACEH ** DINAS RAHASIA AUSTRALIA TIDAK PERNAH DAPAT INFORMASI TENTANG RENCANA PEMBOMAN DI BALI ** AMERIKA SERIKAT MULAI MENELITI DAFTAR SENJATA IRAK ** TOPIK GEMA WARTA: KEPENTINGAN TNI DI ACEH, SOAL KEAMANAN ATAU JUGA SOAL LAINNYA? ** TOPIK GEMA WARTA: LEE KUAN YEW SOAL TERORISME DI INDONESIA: MENGUSIK PARA PEMODAL * SEJUMLAH PENGAMAT INTERNASIONAL TELAH TIBA DI ACEH Rombongan pertama para pengamat internasional telah tiba di Aceh. Mereka akan memonitor pelaksanaan perjanjian damai antara pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka yang ditandatangani Senin kemarin di Jenewa. Para pengamat internasional tersebut terkait dengan Henry Dunant Centre di Jenewa yang berperan sebagai penengah dalam penyelesaian konflik. Warga Aceh secara umum menyambut gembira penjanjian damai yang tercapai. Perjanjian itu antara lain mengatur penghentian permusuhan dan penyerahan senjata para anggota GAM dalam waktu tujuh bulan mendatang. Namun, perjanjian tersebut tidak mengatur semua pokok perselisihan. Pihak RI dan GAM masih akan melanjutkan perundingan mereka tentang status Aceh. GAM menuntut kemerdekaan sedangkan Jakarta hanya mau memberi otonomi daerah dalam bidang pemerintahan. * DINAS RAHASIA AUSTRALIA TIDAK PERNAH DAPAT INFORMASI TENTANG RENCANA PEMBOMAN DI BALI Dinas Rahasia Australia tidak pernah mendapat informasi tentang rencana pemboman di Bali. Hal ini dinyatakan oleh komisi khusus yang mengusut serangan bom 12 Oktober silam di Kuta, Bali. Perdana Menteri Australia John Howard memerintahkan penyelidikan atas kasus peledakan bom itu setelah mendapat tekanan keras dari opini publik. Di media Australia sempat diberitakan bahwa Australia sesungguhnya telah mendapat peringatan tentang kemungkinan serangan teror di Indonesia. Namun menurut hasil penyelidikan, berita ini tidak benar. Akibat serangan bom di Kuta itu jatuh korban tewas sekitar 190 orang, 90 diantaranya adalah warga Australia. * AMERIKA SERIKAT MULAI MENELITI DAFTAR SENJATA IRAK Amerika Serikat mulai meneliti daftar senjata yang diserahkan Irak kepada PBB. Menteri Pertahanan AS, Donald Rumsfeld mengatakan bahkan penelitian ini akan makan waktu berhari-hari, bahkan berminggu-minggu sebelum kesimpulan dapat ditarik berdasar dokumen setebal 12.000 halaman itu. Pada awalnya, Dewan Keamanan PBB tidak mau memberikan dokumen tersebut. Dewan ingin memeriksa lebih dahulu informasi tentang produksi senjata yang tidak boleh jatuh ke tangan pihak yang salah. Namun, akhirnya tercapai kesepakatan untuk memberikan salinan dokumen tanpa sensor pada Amerika Serikat. Saat ini, AS memberikan salinan kepada Inggris dan Perancis. Dua anggota tetap Dewan Keamana PBB lainnya yaitu Cina dan Rusia juga memperoleh salinan dari Washington. Hal ini menimbulkan kecaman dari beberapa anggota tidak tetap DK PBB. Saat ini Syria telah menandatangani protes karena pemberian daftar senjata Irak dinilai terlalu cepat dilakukan. * MENDAGRI BELANDA BERTEKAT HENTIKAN PEREKRUTAN PARA PEMUDA MUSLIM UNTUK JIHAD Hari ini, Menteri Dalam Negeri Belanda Johan Remkes menyatakan tekatnya untuk menghentikan perekrutan para pemuda Muslim di Belanda untuk jihad. Menurut laporan Dinas Intelejen Belanda AIVD kepada Majelis Rendah, De Tweede Kamer, puluhan pemuda Muslim direkrut untuk jihad. Mereka kebanyakan pemuda keturunan Maroko yang lahir di Belanda atau sudah tinggal di negara kincir angin sejak usia balita. Menurut laporan, anak-anak muda itu merasa tersisihkan dalam masyarakat Belanda dan mencari perasaan aman dalam ajaran Islam. Perekrutan terjadi di mesjid-mesjid, pusat-pusat organisasi Islam, kedai-kedai kopi Maroko dan terutama di penjara. Menurut Mendagri Remkes, laporan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan integrasi orang asing di Belanda harus diperketat dan masyarakat Muslim Belanda harus bertanggungjawab terhadap pelaksanaan intergrasi. * PENCARIAN KORBAN BANJIR LUMPUR DI PUSAT PARIWISATA ANGRA DOS REIS DILANJUTKAN Pencarian korban banjir lumpur di pusat pariwisata Angra dos Reis dilanjutkan. Jumlah korban tewas masih tetap 34 orang. 5 korban lainnya dinyatakan hilang, namun hampir tidak ada harapan bahwa mereka dapat ditemukan dalam keadaan hidup. Diperkirakan 1500 warga Angra dos Reis kehilangan tempat tinggal mereka. Dalam 24 jam jatuh curah hujan sebanyak curah hujan yang biasanya jatuh dalam waktu dua minggu. Curah hujan yang luar biasa derasnya itu menyebabkan banjir lumpur dan tanah longsor. Akibatnya banyak rumah hancur dan pertolongan tidak bisa diberikan karena banyak jalan tidak bisa digunakan. Di Angra dos Reis yang terletak tidak jauh dari ibukota Brasil, Rio de Janeiro, juga terdapat dua pusat tenaga nuklir. Walikota minta agar dua pusat tenaga nuklir itu ditutup namun juru bicara perusahaan mengatakan bahwa penutupan tidak perlu dilakukan sepanjang tidak ada gangguan pada jalan-jalan ke perusahaan tersebut. * PEMERINTAH VENEZUELA BERSEDIA RUNDINGKAN JADWAL PEMILIHAN UMUM Pemerintah Venezuela bersedia merundingkan jadwal pemilihan umum. Hal ini diumumkan oleh organisasi negara-negara Bagian Amerika OAS yang jadi penengah konflik. Menurut OAS pihak oposisi mau mempertimbangankan usul tersebut asal pemilu dilaksanakan dalam tiga bulan pertama tahun depan. Saat ini aksi mogok nasional mentang pemerintahan Presiden Hugo Chaves telah memasuki minggu ke dua. Direktur perusahaan minyak negara Ali Rodriguez memperingatkan kemungkinan terjadinya bencana nasional. Menurut Rodriguez, kegiatan produksi dan ekspor minyak lumpuh akibat aksi mogok. Untuk menghindari kerugian lebih besar, pihak militer diperintahkan untuk mengambil alih sejumlah pusat distribusi minyak dan pomp bensin. * KETUA KOMISI EROPA SERUKAN ANGGOTA UNI EROPA AGAR MURAH HATI TERHADAP SEPULUH CALON ANGGOTA BARU Ketua Komisi Eropa Romano Prodi menyerukan para anggota Uni Eropa agar bermurah hati terhadap ke 10 calon anggota baru. Prodi ingin menggunakan seluruh uang yang telah disediakan sejak tiga tahun silam untuk membantu para anggota baru. Oktober silam, dana bantuan tersebut dikurangi 2 juta Euro. Pengurangan ini terjadi antara lain atas desakan Belanda. Prodi melakukan seruan ini sekalipun Uni Eropa masih melakukan perundingan alot dengan tujuh negara calon anggota. Polandia menuntut tambahan bantuan keuangan terutama bagi sektor pertanian. Uni Eropa telah mencapai kesepakatan dengan Syprus, Slowakia dan Esland tentang rincian keanggotaan ketiga negara itu. Perundingan tersebut merupakan yang terakhir dalam KTT Uni Eropa di Kopenhagen hari Kamis dan Jum'at mendatang. Dalam hari-hari itu, Uni Eropa harus memberi persetujuan tentang masuknya negara-negara calon anggota. * KEPENTINGAN TNI DI ACEH, SOAL KEAMANAN ATAU JUGA SOAL LAINNYA? Tim pemantau keamanan tiba di propinsi Aceh sehari setelah penandatanganan kesepakatan penghentian permusuhan antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Atjeh Merdeka, GAM. Tim yang terdiri dari 12 orang anggota Henry Dunant Centre dan sembilan anggota tim sukarela Swedia akan berada di Banda Aceh terlebih dulu baru kemudian menyebar di penjuru NAD. Sementara itu TNI sendiri mulai bersiap menarik pasukan non organiknya dari tanah kaya minyak tersebut. Tengku Abdurrahman Yacob, pengamat HAM Aceh kepada Radio Nederland memberikan pendapatnya tentang istilah berhenti bermusuhan antara TNI dan GAM ini. Tengku Abdurrahman Yacob [TAY]: Akan sangat sulit dipahami kalau TNI tidak menjadikan GAM sebagai musuh. Karena sampai kemarin TNI masih melihat GAM sebagai musuh karena sama-sama memiliki senjata. Tapi GAM punya struktur tersendiri, ada pemerintahan sipil dan ada militernya. Di sisi lain, GAM tidak akan meletakkan atau menggudangkan senjatanya karena mereka menganggap sah dan mendapat legitimasi dari rakyat Aceh. TNI mengharamkan bahkan menurut undang-undang RI kan yang berhak memiliki senjata adalah TNI dan POLRI. Jadi tetap, TNI sebagai pengawal UU dia tetap akan menjadikan GAM sebagai musuh. Radio Nederland [RN]: Anda menyatakan bahwa GAM tidak akan menyerahkan senjata, tetapi kemarin di Jenewa itu justru GAM sepakat dan Zaini Abdullah tanda tangan antara lain untuk mengadakan pelucutan senjata. Apakah menurut anda GAM akan melanggar itu? TAY: Itu kan bukan penyerahan senjata, itu kan penggudangan senjata, sebetulnya. Kunci gudang senjata itu kan di bawah pengawasan sebuah badan internasional, dalam hal ini kalau saya tidak keliru itu yang dipercayakan pada HDC. Nah, ini persoalannya sebetulnya. Tetapi itu kan setelah ditandatangani perjanjian itu, kan tidak begitu saja GAM langsung menggudangkan senjatanya tanpa prosedur-prosedur lanjutan yang disepakati untuk penggudangan itu. Dan itu juga harus dilihat apakah itu merugikan GAM dan menguntungkan TNI atau bahkan merugikan TNI sendiri yang mengaku sebagai pengawal republik ini. RN: Tapi kalau soal penarikan mundur pasukan non-organik TNI dari Aceh bagaimana menurut anda? Apakah TNI akan betul-betul menepati itu? TAY: Selama 10 tahun konflik baik DOM dicabut penarikan itu memang ada. Tetapi kan siapa yang mengontrol TNI menarik pasukannya? Apakah tim monitoring internasional itu sudah menunjuk sebuah badan yang akan menekan TNI untuk menarik. Ini kan betul-betul proses jangka panjang lagi sebetulnya. RN: Sebenarnya menurut anda apakah pengiriman pasukan non organik termasuk pembukaan kembali Kodam Iskandar Muda itu hanya melulu merupakan kepentingan TNI soal keamanan atau menurut anda mereka punya kepentingan lainnya? TAY: Di sini ada dua hal sebetulnya yang harus dilihat. Pertama kepentingan keamanan bagi TNI ya, tapi justru menimbulkan masalah dan keamanannya juga tidak terwujud kan? Justru semakin berlarut-larut pasca pembukaan Kodam. Kedua adanya kepentingan dari sebagian prajurit TNI unuk melakukan berbagai hal di Aceh, seperti illegal logging (penebangan kayu secara liar - red.) dan bisnis-bisnis gelap lainnya. Itulah yang harus diawasi. Ini kan persoalan-persoalan kesejahteraan di militer dan persoalan disiplin di militer. Sekarang kan persoalan disiplin di militer itu kan sangat longgar sebetulnya. Dan masalah kepatuhan terhadap komandan kan juga sangat longgar. Contoh terbesar longgarnya kepatuhan dan kedisiplinan itu adalah kasus Binjai dan terjadinya perebutan lahan bisnis narkotik antara TN degan POLRI. Itu kan menunjukkan bahwa TNI juga membuat masalah di daerah-daerah zona damai. Apalagi di daerah zona konflik. Itu semakin tidak ter-cover (terliput- red.) Saya pikir dengan penandatanganan kesepakatan damai di Jenewa ini perlu adanya evaluasi komprehensif terhadap Kodam Iskandar Muda. Apakah dia berfungsi dengan baik atau tidak. Itu harus menjadi bagian lanjutan penandatanganan kesepakatan damai ini. RN: Dan juga masalahnya apakah TNI akan melepaskan, dalam tanda petik, hasil yang selama ini mereka peroleh di Aceh. Karena kan bukan hanya masalah keamanan tetapi mereka punya kepentingan lain dalam hal ini misalnya yang paling jelas adalah kepentingan bisnis kan? TAY: Saya pikir mereka tidak akan melepaskan itu. Kita tahu selama ini KSAD sudah mengatakan bahwa yang menopang biaya-biaya operasional TNI itu kan adanya usaha-usaha profit dari TNI. Apakah itu usaha profit yang bagaimana, apakah itu usaha profit menjaga keamanan Exxon, ataukah usaha profit memberi keamanan kepada pemodal itu kan juga harus dilihat secara jernih. Ini kan kepentingan TNI kan sangat bias sebetulnya, sebagai penjaga negara dari serangan luar. Ini yang sebetulnya membuat kemerosotan TNI juga yang harus diperbaiki secara internal oleh republik Indonesia pasca perundingan itu Demikianlah Tengku Abdurrahman Yacob, pengamat HAM Aceh. * LEE KUAN YEW SOAL TERORISME DI INDONESIA: MENGUSIK PARA PEMODAL Intro: Begitu Lee Kuan Yew berucap banyak kalangan Indonesia bereaksi seperti kebakaran jenggot. Maklum Menteri Senior Singapura ini didengar banyak kalangan, termasuk para pemodal besar yang berpotensi untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Makanya, bisa saja Lee Kuan Yew dikecam banyak kalangan di Indonesia, yang jelas dengan ucapannya itu maka para pemodal asing makin enggan berinvestasi di Indonesia. Koresponden Syahrir mengirim laporan berikut dari Jakarta: Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafi'i Ma'arif mengingatkan hendaknya umat Islam Indonesia tidak kehilangan akal sehat dalam menanggapi berbagai tekanan pihak luar, mengingat persatuan dan kesatuan umat sendiri. Ia menanggapi isu Lee Kuan Yew, Menteri Senior Singapura bahwa dewasa ini ada ratusan kelompok Islam radikal di Indonesia. Umat Islam, kata Syafi'i Maarif, harus mampu bersatu dan bertahan dalam menghadapi setiap tekanan demi keberlangsungan pesan Islam yakni rahmatan lil alamin atau rahmat bagi alam semesta. Perspektif itu hendakya dipahami oleh seluruh umat Islam di Tanah Air, baik kelompok moderat mau pun kelompok-kelompok radikal dan militan sehingga Islam di Indonesia menjadi lebih kuat dan kokoh dalam menghadapi setiap tekanan disertai sikap yang lebih bijaksana. Sedangkan seorang intelektual Muhamadiyah yang lain, Muslim Abdurachman lebih cenderung memakai istilah Islam Radikal versus Islam Damai. Munculnya sikap keras dari beberapa kelompok Islam di Indonesia, khususnya yang radikal, merupakan reaksi atas sikap represif pemerintahan Soeharto, katanya. Namun seorang intelektual Muslim yang lain menyetujui pembasmian kelompok Islam radikal yang dianggap sudah terpengaruh kebudayaan Timur Tengah. Kebudayaan Timur Tengah ini dianggap berbeda dengan kebudayaan Indonesia yang bersifat damai, kekeluargaan, ramah, dan tidak pendendam. Sementara ini memang keadaan umat Islam di Indonesia sudah tidak berdaya lagi menghadapi tekanan bertubi-tubi dari luar negeri. Menurut Syafi'i Maarif ini menyebabkan sebagian kelompok Umat Islam di tanah air menempuh jalan pintas. Tuduhan mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew bahwa bibit- bibit terorisme di Indonesia dimulai sejak pemerintahan Presiden Habibie, dibantah oleh Muslim Abdurachman. Ia cenderung memastikan bahwa pemerintahan Soehartolah yang bertanggungjawab atas kemunculan orang-orang semacam Amrozy. Abubakar Baasyir, almarhum Abdullah Sungkar dan lain-lain yang terpaksa melarikan diri ke Malaysia karena tekanan rejim Soeharto yang kini justru disanjung-sanjung Lee Kuan Yew. Dan Malaysia kemudian menjadi terminal para teroris yang berasal dari Indonesia. Seorang intelektual yang berasal dari Jawa Barat menyatakan, pernyataan Lee Kuan Yew itu tidak perlu ditanggapi. Sesungguhnya Lee Kuan Yew merusak citranya sendiri sebagai seorang politisi senior yang pernah berhasil memberikan komentar-komentar yang tepat mengenai Indonesia. "Saya mau melihat keadaan yang dihadapi Indonesia di luar masalah Islam dan Non-Islam", ujarnya. Memang tokoh-tokoh politik negara-negara tetangga seperti Lee Kuan Yew dan John Howard, Perdana Menteri Australia boleh saja memberikan tanggapan-tanggapan tentang Indonesia. Tetapi komentar-komentar mereka itu tidaklah boleh dipertimbangkan dalam masalah pokok yang dihadapi rakyat Indonesia saat ini. Saat ini yang dibutuhkan adalah pemikiran-pemikiran bagaimana segera keluar dari kemelut bangsa dewasa ini. Karena itu masalah terorisme dan Islam Radikal di Indonesia tidaklah begitu penting. Mungkin masalah ini hanyalah merupakan sebagian kecil saja dari pelbagai masalah besar yang dihadapi bangsa Indonesia untuk bisa keluar dari malapetaka bangsa dewasa ini. Tapi bagi Singapura dan Australia, Islam radikal dan terorisme merupakan masalah yang sangat besar. Utamanya bagi keamanan mereka. Bagi Indonesia masalah terorisme sepenuhnya bisa dikuasai. Karena masalah Islam yang tumbuh kepermukaan khususnya yang disorot dunia Barat, pada hakekatnya hanya merupakan ekspresi dari kebudayaan Timur Tengah di Indonesia. Dan penganut kebudayaan Timur Tengah ini di Indonesia hanyalah sekitar lima persen saja. Adapun ucapan-ucapan Lee Kuan Yew yang memuji-muji Soeharto yang dianggapnya berhasil memberangus Islam radikal dengan dukungan tentara, hanyalah menunjukkan sifat dasar Lee Kuan Yew. Ia sama dengan Soeharto yang otoriter dan militeristik. Tidak ada nilai-nilai demokrasi dan HAM yang diperjuangkan Lee Kuan Yew mau pun Soeharto. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
