--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Senin 06 Januari 2003 15:10 UTC ** TANGGAL 21 - 22 JANUARI PERTEMUAN DENGAN NEGARA DONOR CGI ** IRAK TUDUH INSPEKTUR SENJATA PBB MATA-MATA ** WILAYAH SELATAN BELANDA LUPUT DARI ANCAMAN BANJIR ** TOPIK GEMA WARTA: TIMOR LESTE DILANDA TEROR KELOMPOK MILISI BERSENJATA ** TOPIK GEMA WARTA: BUSH UMUMKAN PROGRAM PEMULIHAN EKONOMI AMERIKA ** TOPIK GEMA WARTA: KEDUA BELAHAN SIPRUS PERTIMBANGAKAN MASA DEPAN PULAU MEREKA ** TOPIK GEMA WARTA: KARENA KEKAYAAN GAS ALAMNYA, TURKMENISTAN DIBIARKAN MELANGGAR HAM * TANGGAL 21 - 22 JANUARI PERTEMUAN DENGAN NEGARA DONOR CGI Tanggal 21 hingga 22 Januari mendatang akan diadakan pertemuan dengan sejumlah negara donor yang tergabung dalam Consultative Groups on Indonesia (CGI). Menurut seorang pejabat Bank Dunia pertemuan itu mungkin akan dilaksanakan di Bali. Namun tidak dijelaskan apakah pilihan lokasi ini dimaksudkan sebagai dukungan bagi Bali. Sebelumnya, pertemuan dengan anggota CGI direncanakan akhir Oktober 2002, namun pertemuan itu ditunda akibat peristiwa pemboman di Bali. Dalam rencana semula, Indonesia akan minta bantuan sebesar 3 milyar dolar yang sebagian akan digunakan untuk menutup defisit anggaran. Namun tidak ada keterangan lebih lanjut apakan jumlah ini akan naik akibat tragedi Bali yang memperburuk iklim investasi dan turisme internasional di Indonesia. Dalam sebuah pertemuan interim November silam, para negara donor minta Indonesia memulihkan kemanan negara. * IRAK TUDUH INSPEKTUR SENJATA PBB MATA-MATA Irak menuduh para inspektur senjata PBB sebagai mata-mata. Dalam pidatonya di perayaan Hari Tentara, Presiden Saddam Hussein mengatakan bahwa para inspektur senjata PBB bukannya mencari senjata pemusnah massal, tapi justru membuat daftar para ilmuwan Irak. Menurut Saddam, para inspektur menanyai ilmuwan Irak dengan pertanyaan yang menjerat dan mengumpulkan data tentang kegiatan militer Irak yang sah. Bagi Saddam ini jelas-jelas aktivitas spionase. Selanjutnya Presiden Irak juga menyebut ancaman Amerika Serikat untuk melucuti senjata Irak dengan kekerasan sebagai kepanikan yang histeris. Dikatakan juga bahwa Irak sudah siap menghadapi perang dengan AS dan akan keluar sebagai pemenang. * WILAYAH SELATAN BELANDA LUPUT DARI ANCAMAN BANJIR Ancaman banjir baru bagi wilayah selatan Belanda berkurang karena permukaan air di sejumlah sungai turun dengan cepat. Di daerah Borgharen, permukaan air sungai De Maas sudah mencapai ketinggian normal. Sementara itu ketinggian permukaan air di sungai De Rijn, Waal dan Ijssel tidak menimbulkan masalah. Menurut Departemen Perhubungan dan Perairan Belanda, air di sungai De Rijn tidak akan naik secepat yang diperkirakan semula. Seorang pejabat tinggi dari dinas perairan akan mengunjungi propinsi Limburg. Ia akan meminta keterangan tentang bahaya banjir yang mengancam propinsi itu. * PRESIDEN VENEZUELA ANCAM TINDAK KERAS PEMOGOK Presiden Venezuela lagi-lagi mengancam akan menindak keras para buruh yang mogok. Dalam pidatonya di televisi, Presiden Hugo Chavez menyebut para buruh industri minyak yang mogok sebagai teroris dan pengkhianat. Namun ia menyerukan agar para penduduk bersikap tenang. Pidato marah Chavez itu disulut oleh tewasnya dua pendukung pemerintah di ibukota Caracas Jum'at silam. Chavez menuntut pertanggungjawaban dari Walikota dan Komisaris Polisi atas penembakan kedua orang itu. Selain itu ia juga mengatakan bahwa pelaku tidak akan luput dari hukuman. Sudah lima minggu ini Venezuela dikisruhkan oleh aksi mogok massal yang menuntut mundurnya Presiden Chavez. Bentrokan keras antara penentang dan pendukung Chavez kian sering terjadi. Karena aksi mogok itu, industri minyak Venezuela lumpuh dan negara rugi jutaan dolar. * ISRAEL SETUJU UNTUK BALAS SERANGAN BUNUH DIRI Penguasa Israel setuju untuk membalas serangan bunuh diri ganda Ahad kemarin. Aksi bunuh diri Palestina di Tel Aviv kemarin menewaskan sedikitnya 23 warga Israel dan mencederai ratusan lainnya. Tak lama sebelum penguasa Israel setuju dengan aksi balas dendam itu, berbagai tempat di kota Gaza dihujani dengan rudal Israel. Akibatnya dua perusahaan logam hancur. Sementara itu di Jalur Gaza tak jauh dari kamp pengungsi Rafah, rumah seorang anggota Jihad diledakkan. Akibat peledakan itu, tujuh warga Palestina luka-luka. Kelompok Jihad dan Brigade Martir yang tergabung dalam gerakan Hamas, menyatakan bertanggung jawab atas peledakan di Tel Aviv. Selanjutnya, penguasa Israel tidak hanya memutuskan untuk melakukan aksi balas dendam. Ijin bepergian bagi sejumlah pejabat tinggi Palestina juga dibatalkan dan beberapa sekolah Islam ditutup sementara. * KAMBOJA DAN PBB RUNDINGKAN LAGI TRIBUNAL BAGI PEMIMPIN KHMER MERAH Kamboja dan PBB merundingkan lagi pendirian tribunal internasional untuk mengadili para pemimpin Khmer Merah. Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan menghentikan perundingan setahun silam karena ragu apakah tribunal yang akan didirikan itu bisa mandiri. Sejak itu, Amerika Serikat, Australia dan beberapa negara Asia mendorong Annan untuk melanjutkan perundingan. Hari ini, persiapan perundingan tengah dibicarakan. Rejim Khmer Merah bertanggung jawab atas kematian hampir dua juta warga Kamboja dalam periode 1975 hingga 1979. * PAKSAS PEMENANG PEMILU DI LITUANIA Mantan Perdana Menteri Rolandas Paksas secara tak terduga jadi pemenang pemilihan umum presiden di Lituania. Paksas yang berumur 46 tahun dan berasal dari Partai Demokrat Liberal itu mendapat 55% suara. Saingannya yaitu Presiden Valdas Adamkus hanya mendapat 45% suara. Adamkus yang tidak berasal dari partai mana pun tersebut, awalnya dijagokan sebagai pemenang. Dalam putaran pertama pemilu bulan lalu, Adamkus menang besar. Bagi warga Lituania, Adamkus merupakan tokoh yang memuluskan jalan untuk menjadi anggota Uni Eropa dan NATO. * TIMOR LESTE DILANDA TEROR KELOMPOK MILISI BERSENJATA Senin ini diberitakan bahwa sekelompok teror bersenjata menyerang dan membunuh 4 penduduk dua desa di kecamatan Atsabe, Timor Leste yang langsung berbatasan dengan Nusa Tenggara Timur. Wilayah ini menang dikenal sebagai sarang kelompok milisi pro-Indonesia. Kemungkinan teror tersebut dilakukan oleh anggota kelompok milisi yang berinfiltrasi dan mencoba masuk kembali ke Timor Leste. Demikian penjelasan Pemimpin Redaksi Timor Post Aderito Hugo da Costa, kepada Radio Nederland: Aderito Hugo da Costa [AHC]:Ya, ini peristiwanya terjadi pada hari Sabtu malam. Sebuah aksi sekelompok orang bersenjata yang melakukan penyerangan di dua desa secara bersamaan di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Nusa Tenggara Timur. Di kabupaten Maliana, di kecamatan Atsabe. Daerah yang dulu menjadi basis milisi yang sangat ganas saat itu sebelum referendum. Di duga sampai hari ini aksi itu dilakukan oleh kelompok milisi. Yang mungkin menginfiltrasi dari perbatasan. Karena mereka membawa senjata-senjata otomatis. Radio Nederland [RN]: Bapak bilang kemungkinan para pelakunya adalah anggota milisi. Motif mereka itu apa pak? AHC: Ini yang hingga hari ini kita belum menemukan. Tapi bisa dikatakan bahwa dugaan besar itu adalah dilakukan oleh milisi, karena begini, upaya-upaya infiltrasi seperti itu sudah sering dilakukan. Dan bulan lalu itu sudah ada indikasi rakyat setempat di Atsabe, beberapa kali menemukan orang berkelompok dan bersenjata dan melakukan teror. Dan sampai kemarin itu, teror itu sudah meningkat pada pembunuhan. Apakah kelompok itu memang betul infiltrasi dari milisi dari perbatasan apakah ada sekelompok orang yang tidak senang yang mungkin masih memiliki senjata ilegal di Timor Leste, kita masih menunggu hasil investigasi. RN: Lalu apa tindakan pemerintah untuk sementara waktu? AHC: Untuk sementara ini langkah yang sudah dilaksanakan pemerintah adalah mulai dari Presiden Xanana dan Perdana Menteri Marie Alkatiri dan pejabat kepolisian terjun langsung ke daerah tempat kejadian dan berbagai upaya lain yang dilakukan adalah mengirimkan satu kelompok pasukan Keamanan Nasional, FDTL itu yang dulunya adalah gerilyawan karena pertimbangan masyarakat setempat adalah bekas-bekas gerilyawan itu yang lebih tahu kondisi derah di sana sehingga mereka lebih percaya. RN: Lalu apakah ada hubungannya dengan kerusuhan di Dili bulan lalu pak? AHC: Kalau ada hubungan langung sih tidak, tapi kalau dia memanfaatkan isu-isu itu persoalan itu, mencoba melakukan teror bisa saja kelompok milisi yang memanfaatkan kondisi panas di Timor Leste untuk melakukan infiltrasi. RN: Apakah ada indikasi bahwa mereka mendapat dukungan dari luar, sehingga mereka sekarang mulai bisa bergerak kembali? AHC: Saya belum berani mengatakan itu, tapi saya mau mengatakan saja bahwa keberadaan kelompok milisi di wilayah perbatasan di Timor Barat itu, memang tidak seratus persen dikontrol. Mereka masih bisa mengorganisir diri dan eks komandan-komandan di regional-regional Timor Timur yang masih tetap eksis di sana. Mereka masih terus melakukan teror-teror dan ancaman-ancaman bahwa suatu saat kami akan kembali. Dan saya kira tidak orang, satu otoritas pun di sana, apalagi leader-leader (para pemimpin - red.) pro otonomi yang ada di sana mereka dalam kondisi perpecahan terhadap pimpinan-pimpinan mereka sehingga komandan-komandan di bawah itu eksis. Komandan itu mengorgaisir diri kembali, melakukan aksi-aksi teror di perbatasan. RN: Apakah tidak ada program atau langkah rekonsiliasi untuk menarik kembali mereka bergabung dengan Timor Leste? AHC: Yah, program rekonsiliasi itu saya kira upaya-upaya yang dilakukan sudah sangat luar biasa. Yang dimotori oleh Presiden Xanana sendiri setelah referendum. Politikal rekonsiliasi yang dijalankan adalah bukan memaksa tetapi melakukan upaya-upaya menciptakan kondisi yang nyaman di sini untuk mencoba meminta para pengungsi untuk kembali. Tapi ini kembali pada sikap-sikap yang dibangun dalam politikal rekonsiliasi itu adalah juga memikirkan hak azasi manusia. Artinya, orang yang tidak mau kembali, tidak bisa kita paksa. Dan selama ini saya kira sudah banyak orang, warga biasa pengungsi yang sudah kembali yang tinggal di sana. Yang mayoritas tinggal di sana adalah, kebanyakan yang tersisa di Timor Barat adalah mereka-mereka yang dulu memang aktif dalam gerakan milisi di Timor Leste dan memiliki permasalahan-permasalahan yan membuat mereka takut sendiri untuk mau kembali ke Timor Leste. Demikianlah Pemimpin Redaksi Timor Post Aderito Hugo da Costa. * Gerakan Buruh Dan Partai Buruh Protes Keras, Tapi Tidak Berniat Tumbangkan Megawati Intro: Seperti sudah diduga semula protes masyarakat terhadap kenaikan harga BBM, tarif listrik dan telpon semakin marak. Termasuk yang memperotes adalah Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) dan Partai Buruh Sosial Demokrat di bawah pimpinan Muchtar Pakpahan. Tidak hanya menentang kenaikan tiga bahan dasar tadi, tetapi Muchtar Pakpahan juga menolak privatisasi Indosat dan pembebasan konglomerat hitam. Demikian tegasnya kepada Radio Nederland. Muchtar Pakpahan [MP]: Hari Sabtu yang lalu kami, pemimpin-pemimpin gerakan buruh di serikat buruh dan partai buruh berkumpul lalu kami menentukan sikap, mulai hari ini ada demonstrasi. Puncaknya pada hari Kamis tanggal 9. Bahwa kami akan turun semua untuk memprotes agar Megawati dipaksa untuk membatalkan kenaikan harga BBM itu. Radio Nederland [RN]: Kalau dia tidak mencabut itu bagaimana, apa dia harus turun? MP: Target kita bukan untuk menurunkannya. Itu tidak di dalam target. Target kita memaksa Megawati agar yang tiga hal tadi dibatalkan. RN: Ya, tapi kalau berbicara soal BBM ini kan naik harganya karena dicabut subsidinya. Tapi itu kan suatu dilema juga. Kalau subsidinya tidak dicabut, maksunya kalau dibandingkan dengan negara Belanda saja, BBM itu malah dipajak pak? Jadi konsumen malah lebih banyak pengeluarannya. Untuk membayar itu. MP: Ngga bisa kita samakan dengan Belanda atau Singapura, pertama: Belanda murni pembeli bahan bakar, Indonesia produsen. Yang kedua: upah di Belanda dan kesejahteraan sudah cukup tinggi, di Indonesia upah terendah. Itu persoalannya. Kita setuju itu tapi dengan waktu yang tepat. Kalau upah buruh di Indonesia sudah diberi pada batas upah layak saja, belum menabung, belum sejahtera, itu sudah OK. Tapi sekarang untuk hidup saja susah. an dengan kondisi yang seperti ini, buruh sudah pasti akan mengalami penderitaan. Dan petani nelayan sudah langsung merasakannya. Dan selain itu perusahaan akan sulit bergerak, karena penataan yang lain belum jalan lalu dampaknya akan PHK lagi bagi buruh. RN: Kalau seandainya itu tidak jadi dinaikkan BBM, kekurangan dana pemerintah itu diisi dari mana? MP: Saya kira pertama begini, itu terkait dengan good governance pemerintahan yang baik - red.) dulu. Jadi semua menterinya harus orang yang bersih. Setelah terbentuk good governance, tampillah trust dari rakyat, kepercayaan dari rakyat. Begitu kepercayaan dari rakyat yang pertama dilakukan adalah menggali sumber-sumber daya keuangan baik perorangan maupun institusi, maupun internasional. Yang kedua, merestruktur perusahaan-perusahaan eksploitasi sumber daya alam, agar Indonesia memperoleh lebih banyak. Dan selebihnya dari kedua itu yang terpenting dari semua itu hentikan katup-katup kebocoran. Yang sampai sekarang diperkirakan lebih dari 30% yang bocor. Kalau itu terjadi, APBN yang sekarang bagi saya akan terlalu kecil untuk bisa ditutupi. Cuma memang dengan kabinet yang sekarang, dan dengan kepemimpinan Megawati yang sekarang, memang ngga mungkin dilakukan itu. Tapi saya mampu melakukan itu. RN: Kalau begitu kita kembali pada pertanyaan saya, apakah targetnya tidak akan menumbangkan Megawati? Kalau anda punya konsep yang lebih baik kan wajar saja kalau Megawati ditumbangkan. MP: Oh, tidak, sebagai sosdem, sebagai gerakan buruh, kami tidak pernah menumbangkan orang diperjalanan. Lebih baik mengingatkannya lalu kita mengambilnya pada pemilihan umum. Elegan, melalui demokrasi. RN: Tapi kan rakyat tidak bisa menunggu lagi pak Muchtar. Anda sendiri kan tahu bahwa rakyat sekarang semakin menderita? MP: Iya, itu juga beban bagi rakyat, yang termasuk saya yang sempat salah pilih. Terpesona dengan kharisma keturunan pemimpin. Jadi ada salah hitung, salah perkiraan, salah pilih. Korban dari situ ya bersabar sampai pemilu nanti. Tapi memang, kalau tetap Megawati mengeraskan kepalanya tidak mau mendengar suara rakyat, membatalkan yang tiga tadi, saya kira memang dampaknya akan diteruskan ke arah kedudukan Megawati sendiri. Demikianlah Muchtar Pakpahan. * BUSH UMUMKAN PROGRAM PEMULIHAN EKONOMI AMERIKA Intro: Presiden Amerikat Serikat George W Bush Selasa besok akan mengumumkan program pemulihan ekonomi Amerika yang kini mengalami kemacetan. Paket penyehatan ekonomi untuk kurun waktu 10 tahun yang diusulkan Bush itu, menelan dana sekitar 600 milyar dolar. Program ini menekankan pengurangan pajak. Menurut kelompok oposisi, kaum Demokrat, usulan Bush itu terlalu menguntungkan orang kaya Amerika. Berikut laporan Reinout van Wagtendonk dari New York. Paket program penggalakan ekonomi Bush itu akan diumumkannya Selasa besok dalam sebuah pidato di Chicago. Namun Jumat lalu kritik pihak oposisi Demokrat terhadap usul pemerintah Amerika itu sudah meledak, padahal isinya belum diketahui persis. Karena Bush rupanya akan mendefinitifkan program pengurangan pajak yang selama ini telah diberlakukan untuk sementara, maka kelompok Demokrat pun mengeluarkan argumen yang sempat diajukannya satu setengah tahun lalu. Menurut kaum Demokrat, rencana Bush itu bakal menguntungkan kelompok multimilyuner yang berstatus minoritas di negeri Paman Sam itu. Kali ini Bush ingin mengurangi pajak dividen sebanyak separoh. Inilah yang yang dijadikan alasan kelompok oposisi bahwa paket Bush itu tidak menguntungkan rakyat kecil Amerika. Tom Daschle, pemimpin fraksi Demokrat di Senat, mengatakan tindakan presiden Amerika George Bush itu salah. Daschle: The tax break the president is said to be proposing is the wrong idea, at the wrong time, to help the wrong people. (Pengurangan pajak yang diusulkan Bush itu adalah gagasan yang salah, pada saat yang salah pula. Dan hanya untuk membantu orang yang salah pula) Senator Daschle adalah salah satu tokoh Demokrat yang berupaya mengusir Bush dari Gedung Putih pada 2004 nanti. Pemilihan presiden di Amerika memang masih dua tahun lagi, namun baik usulan pemulihan ekonomi Bush maupun kritikan tajam dari pihak Demokrat ada kaitannya dengan pemilu. Hal ini juga dapat dilihat dari tindakan Bush berikut. Sebelum dia menyetujui program pemulihan ekonomi ini terlebih dahulu dia minta nasehat dari penasehat politiknya, Karel Rove. Karel Rove adalah arsitek keberhasilan kelompok Republiken dalam menghadapi pemilu tahun-tahun belakangan. Namun bukan hanya Daschle saja yang ambisi untuk menjadi presiden pada 2004. Politisi demokrat lain seperti Kerry dan Edwards, melihat kelambanan pertumbuhan ekonomi Amerika itu sebagai kelemahan Bush. Di bidang keamanan nasional dan urusan militer setelah 11 September, Bush tak terkalahkan. Oleh karena itu kelompok oposisi sebanyak mungkin menuding Bush karena kegagalanya di bidang kebijakan ekonomi. Kebijakan ekonominya disebut-sebut sebagai program foya-foya buat teman-temannya yang kara raya. * KEDUA BELAHAN SIPRUS PERTIMBANGAKAN MASA DEPAN PULAU MEREKA Putaran perundingan mengenai masalah Siprus yang dilangsungkan minggu ini di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa, sudah pasti adalah yang terakhir. Tanggal 28 Februari nanti, Uni Eropa menuntut kedua belah pihak yang terlibat untuk mengambil keputusan. 880.000 penduduk Siprus-Turki dan Siprus-Yunani harus memutuskan apakah mereka akhirnya akan berpisah selamanya, atau setelah tiga dekade pertentangan kembali bersatu, dan bersama-sama menjadi anggota baru Uni Eropa. Laporan koresponden Jessica Lutz: Pemerintah Turki yang mulai berkuasa sejak November lalu, sudah menekankan bahwa mereka ingin mengubah sikap yang kaku dan tidak mau bersahabat. Di tahun 1974 Turki menduduki wilayah Utara Siprus untuk mencegah agar Yunani, setelah 20 tahun kerusuhan berdarah antara penduduk berbahasa Turki dan Yunani, akan mengkudeta pulau yang sementara waktu sudah merdeka itu. Satu tahun kemudian penduduk berbahasa Yunani yang masih tinggal di Utara diusir ke Selatan, dan penduduk berbahasa Turki di Selatan diminta untuk pindah ke Utara. Dengan itu terciptalah dua bagian Siprus dengan pemerintahan masing-masing. Atas dukungan Turki, pemimpin Siprus-Turki Rauf Denktash berjuang mempertahankan situasi ini. Sementara Siprus-Yunan semakin hari semakin merindukan menjadi pemimpin masyarakat Siprus yang bersatu dan terdiri atas berbagai kelompok etnis. Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan beberapa bulan lalu mengajukan sebuah rencana baru, yang merupakan dasar dari pembicaraan sekarang ini. Kedua belah pihak memang memprotes, tetapi tetap melanjutkan pembicaraan. Puluhan ribu penduduk Siprus-Turki bahkan turun ke jalan untuk mendesak pemimpin mereka menandatangani persetujuan. Tidak mengherankan, karena jalan keluar sama saja dengan kemakmuran. Penduduk Siprus-Yunani saat ini rata-rata berpenghasilan 13.000 euro per kepala. Sementara saudaranya di Siprus-Tukri hanya 5000 euro per kepala. Tetapi Denktash masih keberatan karena pemerintahnya harus menyerahkan kedaulatan, wilayah, serta sumber air minum terpenting, selain itu ia menentang kembalinya 80.000 warga Siprus keturunan Yunani, karena keturunan Turki hanyaberjumlah 209.000 orang. Di lain sisi, harga kedaulatan adalah tidak menjadi anggota Uni Eropa. Menyerah kepada keinginan PBB berati untuk Denktash dan sekutunya di Turki, terutama angkatan bersenjata Turki, seakan-akan semua usaha mereka seperti pengorbanan finansial, isolasi politik dan embargo internasional, sama sekali tidak berguna. Alasan dari invasi Tukri tahun 1974, selain solidaritas dengan saudara-saudara mereka yang keturunan Turki, yang paling utama adalah alasan strategis. Letak Siprus persis di depan Terusan Suez, yang merupakan jalur pelayaran sangat penting terutama di saat perang Dingin. Jadi wilayah itu tidak boleh sampai jatuh ke tangan masyarakat pro-Sovyet atau Yunani anti-Tukri. Saat ini pemerintah Athena tidak lagi beraliran radikal kiri, dan malah bersedia berpaling menjadi pro-Turki. Di dalam rencana yang diajukan Kofi Annan disusun suatu mekanisme yang dapat mencegah kembali pecah pertumpahan darah seperti di tahun 60-an. Selain itu Perang Dingin juga telah berakhir. Inggris, yang mengambil-alih kekuasaan di pulau tersebut dari Kekaisaran Ottoman di abad ke-19 dan menguasai Siprus hingga 1960, masih mempunyai dua pangkalan militer di Siprus. Denkatsh menawarkan bahwa Siprus-Yunani mendapat kedua wilayah pangkalan yang saat ini dikuasai Siprus-Turki, tetapi pemerintah Londen menolaknya. Dari jajak pendapat terakhir diantara para penduduk desa-desa Siprus-Turki, yang kemungkinan akan kembali ke tangan pemerintahan Siprus-Yunani, ternyata hanya 3,7% saja yang ingin tetap tinggal apabila situasi berubah. Rasa tidak percaya antara kedua kelompok etnik masih sangat besar. Dan ini dikombinasikan dengan ketimpangan ekonomi, akan menyebabkan gelombang kerusuhan baru. * KARENA KEKAYAAN GAS ALAMNYA, TURKMENISTAN DIBIARKAN MELANGGAR HAM Awal pekan ini mantan Perdana Menteri Turkmenistan Boris Shikhmudarov divonis hukuman seumur hidup. Ia dinyatakan bersalah berupaya membuhun Presiden Saparmurat Niazov. Aksi pembunuhan terhadap presiden terjadi 25 November tahun lalu di ibukota, Ashgabat. Presiden sendiri lolos dari serangan itu. Ulasan redaktur Eropa Timur, Margreet Strijbosch. Lebih seratus orang ditangkap menyusul aksi pembunuhan Presiden Saparmurat Niazov yang gagal. Ahad silam mantan Perdana Menteri Boris Shikhmuradov salah seorang tertuduh muncul di televisi Turkmenistan. Ia mengakui kesalahannya mempersiapkan aksi teror terhadap "Turkmenbashi, atau bapak semua warga Turkmenistan" sebuah julukan keinginan Presiden Niazov sendiri. Menurut seorang koresponden kantor berita Reuter yang bertugas di Ashgabat, wajah Shikhmuradov tampak merah dan bengkak dan ia berbicara terbata-bata seperti robot. Ini membuat orang curiga jangan-jangan sang mantan perdana menteri itu sudah mengalami siksaan kekerasan. Sehari kemudian Mahkamah Rakyat mengumumkan vonis hukuman seumur hidup. Organisasi pemerhati HAM, Human Rights Watch memprotes pengadilan dan penyidikan sebelum proses itu. Rachel Denber dari Human Rights Watch menamai sidang itu sebuah "proses sandiwara belaka". Rachel Denber: Ini proses pengadilan yang benar-benar semu. Shikhmuradov ditangkap 25 Desember. Ketika ia sedang bertemu dengan pengacaranya. Sangat tidak jelas bagaimana aparat kehakiman bisa menemukan seorang tersangka secepat itu. Sangat diragukan apakah investigasinya benar-benar memadai. Ada faktor-faktor lain yang menunjukkan bahwa proses ini adalah contoh dari "proses yang direkayasa". Namun Turkmenbashi tidak menghiraukan kritik semacam ini. Presiden seumur hidup itu sudah berkuasa selama 17 tahun dengan tangan besi seperti halnya di Korea Utara. Lawan-lawan politik ditangkapi dan dijebloskan ke penjara. Sebagian besar lawan politik presiden Niazov hidup di pengasingan di Moskow atau negara lain. Hanya Shikhmuradov yang tidak hati-hati menyaingi presiden di dalam negeri. Rachel Denber dari Human Rights Watch tidak ingin membicarakan kemungkinan motif Shikhmuradov. Apa pun alasannya, organisasi HAM itu menilai bahwa setiap orang berhak mendapatkan proses hukum yang adil, termasuk Shikhmuradov. Tetapi hal ini tidak dirasakan di Turkmenistan, karena tidak ada pemisahan kekuasaan. Rachel Denber: Di Turkmenistan tidak ada demokrasi, tidak ada perimbangan kekuasaan. Presiden dan pemerintahan mutlak menguasai semua lapisan pemerintahan. Semuanya ini adalah keadilan semu dari lembaga legislatif dalam mengambil setiap keputusan. Saya ingin menambahkan bahwa presiden memiliki wewenang langsung dalam memerintahkan setiap penangkapan. Ia punya kekuasaan mutlak pada keputusan hukum. Jadi jelas bahwa Majelis Rakyat, Lembaga hukum tertinggi itu, ternyata tidak memiliki kemandirian. Sejak merdeka dari Uni Sovyet tahun 1991, Niazov membawa Turkmenistan menjadi salah satu negara yang paling represif di dunia. Akibat sistem tirani ini Turkmenistan makin terkucilkan dari kalangan internasional. Orang asing di negeri itu langsung dicurigai. Menurut dinas rahasia Turkmenistan, upaya pembunuhan presiden bukan hanya ulah Shikhmuradov sendiri, tetapi sebuah komplot dengan dua negara jiran, Uzbekistan dan Azerbaijan. Karena alasan itu Turkmenistan telah mengusir duta besar Uzbekistan. Menurut organisasi HAM, Memorial investigasi, komplot itu bertujuan untuk menindak warga Turkmenistan yang memiliki paspor Rusia. Meskipun demikian, Rusia tetap tidak terperangkap dalam sengketa dengan Turkmenbashi. Turkmenistan memiliki cadangan gas alam melimpah, yang cukup menggiurkan Rusia. Jadi tidaklah mengherankan bila Rusia malah menawarkan kerjasama dengan Turkmenistan dalam mengadakan invetigasi upaya pembunuhan presiden itu. Dari awal Kremlin dan Turkmenbashi sudah sepaham: upaya pembunuhan itu adalah tindakan teroris. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
