---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 06 Januari 2003 15:10 UTC



** TANGGAL 21 - 22 JANUARI PERTEMUAN DENGAN NEGARA DONOR CGI

** IRAK TUDUH INSPEKTUR SENJATA PBB MATA-MATA

** WILAYAH SELATAN BELANDA LUPUT DARI ANCAMAN BANJIR

** TOPIK GEMA WARTA: TIMOR LESTE DILANDA TEROR KELOMPOK MILISI
BERSENJATA

** TOPIK GEMA WARTA: BUSH UMUMKAN PROGRAM PEMULIHAN EKONOMI AMERIKA

** TOPIK GEMA WARTA: KEDUA BELAHAN SIPRUS PERTIMBANGAKAN MASA DEPAN
PULAU MEREKA

** TOPIK GEMA WARTA: KARENA KEKAYAAN GAS ALAMNYA, TURKMENISTAN
DIBIARKAN MELANGGAR HAM



* TANGGAL 21 - 22 JANUARI PERTEMUAN DENGAN NEGARA DONOR CGI

Tanggal 21 hingga 22 Januari mendatang akan diadakan pertemuan dengan
sejumlah negara donor yang tergabung dalam Consultative Groups on
Indonesia (CGI).  Menurut seorang pejabat Bank Dunia pertemuan itu
mungkin akan dilaksanakan di Bali. Namun tidak dijelaskan apakah
pilihan lokasi ini dimaksudkan sebagai dukungan bagi Bali.
Sebelumnya, pertemuan dengan anggota CGI direncanakan akhir Oktober
2002, namun pertemuan itu ditunda akibat peristiwa pemboman di Bali.

Dalam rencana semula, Indonesia akan minta bantuan sebesar 3 milyar
dolar yang sebagian akan digunakan untuk menutup defisit anggaran.
Namun tidak ada keterangan lebih lanjut apakan jumlah ini akan naik
akibat tragedi Bali yang memperburuk iklim investasi dan turisme
internasional di Indonesia. Dalam sebuah pertemuan interim November
silam, para negara donor minta Indonesia memulihkan kemanan negara.


* IRAK TUDUH INSPEKTUR SENJATA PBB MATA-MATA

Irak menuduh para inspektur senjata PBB sebagai mata-mata. Dalam
pidatonya di perayaan Hari Tentara, Presiden Saddam Hussein
mengatakan bahwa para inspektur senjata PBB bukannya mencari senjata
pemusnah massal, tapi justru membuat daftar para ilmuwan Irak.
Menurut Saddam, para inspektur menanyai ilmuwan Irak dengan
pertanyaan yang menjerat dan mengumpulkan data tentang kegiatan
militer Irak yang sah. Bagi Saddam ini jelas-jelas aktivitas
spionase.  Selanjutnya Presiden Irak juga menyebut ancaman Amerika
Serikat untuk melucuti senjata Irak dengan kekerasan sebagai
kepanikan yang histeris. Dikatakan juga bahwa Irak sudah siap
menghadapi perang dengan AS dan akan keluar sebagai pemenang.


* WILAYAH SELATAN BELANDA LUPUT DARI ANCAMAN BANJIR

Ancaman banjir baru bagi wilayah selatan Belanda berkurang karena
permukaan air di sejumlah sungai turun dengan cepat. Di daerah
Borgharen, permukaan air sungai De Maas sudah mencapai ketinggian
normal. Sementara itu ketinggian permukaan air di sungai De Rijn,
Waal dan Ijssel tidak menimbulkan masalah. Menurut Departemen
Perhubungan dan Perairan Belanda, air di sungai De Rijn tidak akan
naik secepat yang diperkirakan semula. Seorang pejabat tinggi dari
dinas perairan akan mengunjungi propinsi Limburg. Ia akan meminta
keterangan tentang bahaya banjir yang mengancam propinsi itu.


* PRESIDEN VENEZUELA ANCAM TINDAK KERAS PEMOGOK

Presiden Venezuela lagi-lagi mengancam akan menindak keras para buruh
yang mogok. Dalam pidatonya di televisi, Presiden Hugo Chavez
menyebut para buruh industri minyak yang mogok sebagai teroris dan
pengkhianat. Namun ia menyerukan agar para penduduk bersikap tenang.
Pidato marah Chavez itu disulut oleh tewasnya dua pendukung
pemerintah di ibukota Caracas Jum'at silam. Chavez menuntut
pertanggungjawaban dari Walikota dan Komisaris Polisi atas penembakan
kedua orang itu. Selain itu ia juga mengatakan bahwa pelaku tidak
akan luput dari hukuman.

Sudah lima minggu ini Venezuela dikisruhkan oleh aksi mogok massal
yang menuntut mundurnya Presiden Chavez. Bentrokan keras antara
penentang dan pendukung Chavez kian sering terjadi. Karena aksi mogok
itu, industri minyak Venezuela lumpuh dan negara rugi jutaan dolar.


* ISRAEL SETUJU UNTUK BALAS SERANGAN BUNUH DIRI

Penguasa Israel setuju untuk membalas serangan bunuh diri ganda Ahad
kemarin. Aksi bunuh diri Palestina di Tel Aviv kemarin menewaskan
sedikitnya 23 warga Israel dan mencederai ratusan lainnya. Tak lama
sebelum penguasa Israel setuju dengan aksi balas dendam itu, berbagai
tempat di kota Gaza dihujani dengan rudal Israel. Akibatnya dua
perusahaan logam hancur. Sementara itu di Jalur Gaza tak jauh dari
kamp pengungsi Rafah, rumah seorang anggota Jihad diledakkan.  Akibat
peledakan itu, tujuh warga Palestina luka-luka.  Kelompok Jihad dan
Brigade Martir yang tergabung dalam gerakan Hamas, menyatakan
bertanggung jawab atas peledakan di Tel Aviv.

Selanjutnya, penguasa Israel tidak hanya memutuskan untuk melakukan
aksi balas dendam. Ijin bepergian bagi sejumlah pejabat tinggi
Palestina juga dibatalkan dan beberapa sekolah Islam ditutup
sementara.


* KAMBOJA DAN PBB RUNDINGKAN LAGI TRIBUNAL BAGI PEMIMPIN KHMER MERAH

Kamboja dan PBB merundingkan lagi pendirian tribunal internasional
untuk mengadili para pemimpin Khmer Merah. Sekretaris Jenderal PBB
Kofi Annan menghentikan perundingan setahun silam karena ragu apakah
tribunal yang akan didirikan itu bisa mandiri. Sejak itu, Amerika
Serikat, Australia dan beberapa negara Asia mendorong Annan untuk
melanjutkan perundingan. Hari ini, persiapan perundingan tengah
dibicarakan. Rejim Khmer Merah bertanggung jawab atas kematian hampir
dua juta warga Kamboja dalam periode 1975  hingga 1979.


* PAKSAS PEMENANG PEMILU DI LITUANIA

Mantan Perdana Menteri Rolandas Paksas secara tak terduga jadi
pemenang pemilihan umum presiden di Lituania. Paksas yang berumur 46
tahun dan berasal dari Partai Demokrat Liberal itu mendapat 55%
suara. Saingannya yaitu Presiden Valdas Adamkus hanya mendapat 45%
suara.  Adamkus yang tidak berasal dari partai mana pun tersebut,
awalnya dijagokan sebagai pemenang.  Dalam putaran pertama pemilu
bulan lalu, Adamkus menang besar. Bagi warga Lituania, Adamkus
merupakan tokoh yang memuluskan jalan untuk menjadi anggota Uni Eropa
dan NATO.


* TIMOR LESTE DILANDA TEROR KELOMPOK MILISI BERSENJATA

Senin ini diberitakan bahwa sekelompok teror bersenjata menyerang dan
membunuh 4 penduduk dua desa di kecamatan Atsabe, Timor Leste yang
langsung berbatasan dengan Nusa Tenggara Timur. Wilayah ini menang
dikenal sebagai sarang kelompok milisi pro-Indonesia. Kemungkinan
teror tersebut dilakukan oleh anggota kelompok milisi yang
berinfiltrasi dan mencoba masuk kembali ke Timor Leste. Demikian
penjelasan Pemimpin Redaksi Timor Post Aderito Hugo da Costa, kepada
Radio Nederland:

Aderito Hugo da Costa [AHC]:Ya, ini peristiwanya terjadi pada hari
Sabtu malam. Sebuah aksi sekelompok orang bersenjata yang melakukan
penyerangan di dua desa secara bersamaan di kabupaten yang berbatasan
langsung dengan Nusa Tenggara Timur. Di kabupaten Maliana, di
kecamatan Atsabe. Daerah yang dulu menjadi basis milisi yang sangat
ganas saat itu sebelum referendum. Di duga sampai hari ini aksi itu
dilakukan oleh kelompok milisi. Yang mungkin menginfiltrasi dari
perbatasan. Karena mereka membawa senjata-senjata otomatis.

Radio Nederland [RN]: Bapak bilang kemungkinan para pelakunya adalah
anggota milisi. Motif mereka itu apa pak?

AHC: Ini yang hingga hari ini kita belum menemukan. Tapi bisa
dikatakan bahwa dugaan besar itu adalah dilakukan oleh milisi, karena
begini, upaya-upaya infiltrasi seperti itu sudah sering dilakukan.
Dan bulan lalu itu sudah ada indikasi rakyat setempat di Atsabe,
beberapa kali menemukan orang berkelompok dan bersenjata dan
melakukan teror. Dan sampai kemarin itu, teror itu sudah meningkat
pada pembunuhan. Apakah kelompok itu memang betul infiltrasi dari
milisi dari perbatasan apakah ada sekelompok orang yang tidak senang
yang mungkin masih memiliki senjata ilegal di Timor Leste, kita masih
menunggu hasil investigasi.

RN: Lalu apa tindakan pemerintah untuk sementara waktu?

AHC: Untuk sementara ini langkah yang sudah dilaksanakan pemerintah
adalah mulai dari Presiden Xanana dan Perdana Menteri Marie Alkatiri
dan pejabat kepolisian terjun langsung ke daerah tempat kejadian dan
berbagai upaya lain yang dilakukan adalah mengirimkan satu kelompok
pasukan Keamanan Nasional, FDTL itu yang dulunya adalah gerilyawan
karena pertimbangan masyarakat setempat adalah bekas-bekas gerilyawan
itu yang lebih tahu kondisi derah di sana sehingga mereka lebih
percaya.

RN: Lalu apakah ada hubungannya dengan kerusuhan di Dili bulan lalu
pak?

AHC: Kalau ada hubungan langung sih tidak, tapi kalau dia
memanfaatkan isu-isu itu persoalan itu, mencoba melakukan teror bisa
saja kelompok milisi yang memanfaatkan kondisi panas di Timor Leste
untuk melakukan infiltrasi.

RN: Apakah ada indikasi bahwa mereka mendapat dukungan dari luar,
sehingga mereka sekarang mulai bisa bergerak kembali?

AHC: Saya belum berani mengatakan itu, tapi saya mau mengatakan saja
bahwa keberadaan kelompok milisi di wilayah perbatasan di Timor Barat
itu, memang tidak seratus persen dikontrol. Mereka masih bisa
mengorganisir diri dan eks komandan-komandan di regional-regional
Timor Timur yang masih tetap eksis di sana. Mereka masih terus
melakukan teror-teror dan ancaman-ancaman bahwa suatu saat kami akan
kembali.

Dan saya kira tidak orang, satu otoritas pun di sana, apalagi
leader-leader (para pemimpin - red.) pro otonomi  yang ada di sana
mereka dalam kondisi perpecahan terhadap pimpinan-pimpinan mereka
sehingga komandan-komandan di bawah itu eksis. Komandan itu
mengorgaisir diri kembali, melakukan aksi-aksi teror di perbatasan.

RN: Apakah tidak ada program atau langkah rekonsiliasi untuk menarik
kembali mereka bergabung dengan Timor Leste?

AHC: Yah, program rekonsiliasi itu saya kira upaya-upaya yang
dilakukan sudah sangat luar biasa. Yang dimotori oleh Presiden Xanana
sendiri setelah referendum. Politikal rekonsiliasi yang dijalankan
adalah bukan memaksa tetapi melakukan upaya-upaya menciptakan kondisi
yang nyaman di sini untuk mencoba meminta para pengungsi untuk
kembali. Tapi ini kembali pada sikap-sikap yang dibangun dalam
politikal rekonsiliasi itu adalah juga memikirkan hak azasi manusia.
Artinya, orang yang tidak mau kembali, tidak bisa kita paksa.

Dan selama ini saya kira sudah banyak orang, warga biasa pengungsi
yang sudah kembali yang tinggal di sana. Yang mayoritas tinggal di
sana adalah, kebanyakan yang tersisa di Timor Barat adalah
mereka-mereka yang dulu memang aktif dalam gerakan milisi di Timor
Leste dan memiliki permasalahan-permasalahan yan membuat mereka takut
sendiri untuk mau kembali ke Timor Leste.

Demikianlah Pemimpin Redaksi Timor Post Aderito Hugo da Costa.


* Gerakan Buruh Dan Partai Buruh Protes Keras, Tapi Tidak Berniat
Tumbangkan Megawati


Intro: Seperti sudah diduga semula protes masyarakat terhadap
kenaikan harga BBM, tarif listrik dan telpon semakin marak. Termasuk
yang memperotes adalah Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) dan
Partai Buruh Sosial Demokrat di bawah pimpinan Muchtar Pakpahan.
Tidak hanya menentang kenaikan tiga bahan dasar tadi, tetapi Muchtar
Pakpahan juga menolak privatisasi Indosat dan pembebasan konglomerat
hitam. Demikian tegasnya kepada Radio Nederland.

Muchtar Pakpahan [MP]: Hari Sabtu yang lalu kami, pemimpin-pemimpin
gerakan buruh di serikat buruh dan partai buruh berkumpul lalu kami
menentukan sikap, mulai hari ini ada demonstrasi. Puncaknya pada hari
Kamis tanggal 9. Bahwa kami akan turun semua untuk memprotes agar
Megawati dipaksa untuk membatalkan kenaikan harga BBM itu.

Radio Nederland [RN]: Kalau dia tidak mencabut itu bagaimana, apa dia
harus turun?

MP: Target kita bukan untuk menurunkannya. Itu tidak di dalam target.
Target kita memaksa Megawati agar yang tiga hal tadi dibatalkan.

RN: Ya, tapi kalau berbicara soal BBM ini kan naik harganya karena
dicabut subsidinya. Tapi itu kan suatu dilema juga. Kalau subsidinya
tidak dicabut, maksunya kalau dibandingkan dengan negara Belanda
saja, BBM itu malah dipajak pak? Jadi konsumen malah lebih banyak
pengeluarannya. Untuk membayar itu.

MP: Ngga bisa kita samakan dengan Belanda atau Singapura, pertama:
Belanda murni pembeli bahan bakar, Indonesia produsen. Yang kedua:
upah di Belanda dan kesejahteraan sudah cukup tinggi, di Indonesia
upah terendah. Itu persoalannya. Kita setuju itu tapi dengan waktu
yang tepat.

Kalau upah buruh di Indonesia sudah diberi pada batas upah layak
saja, belum menabung, belum sejahtera, itu sudah OK. Tapi sekarang
untuk hidup saja susah. an dengan kondisi yang seperti ini, buruh
sudah pasti akan mengalami penderitaan. Dan petani nelayan sudah
langsung merasakannya. Dan selain itu perusahaan akan sulit bergerak,
karena penataan yang lain belum jalan lalu dampaknya akan PHK lagi
bagi buruh.

RN: Kalau seandainya itu tidak jadi dinaikkan BBM, kekurangan dana
pemerintah itu diisi dari mana?

MP: Saya kira pertama begini, itu terkait dengan good governance
pemerintahan yang baik - red.) dulu. Jadi semua menterinya harus
orang yang bersih. Setelah terbentuk good governance, tampillah trust
dari rakyat, kepercayaan dari rakyat. Begitu kepercayaan dari rakyat
yang pertama dilakukan adalah menggali sumber-sumber daya keuangan
baik perorangan maupun institusi, maupun internasional. Yang kedua,
merestruktur perusahaan-perusahaan eksploitasi sumber daya alam, agar
Indonesia memperoleh lebih banyak.

Dan selebihnya dari kedua itu yang terpenting dari semua itu hentikan
katup-katup kebocoran. Yang sampai sekarang diperkirakan lebih dari
30% yang bocor. Kalau itu terjadi, APBN yang sekarang bagi saya akan
terlalu kecil untuk bisa ditutupi. Cuma memang dengan kabinet yang
sekarang, dan dengan kepemimpinan Megawati yang sekarang, memang ngga
mungkin dilakukan itu. Tapi saya mampu melakukan itu.

RN: Kalau begitu kita kembali pada pertanyaan saya, apakah targetnya
tidak akan menumbangkan Megawati? Kalau anda punya konsep yang lebih
baik kan wajar saja kalau Megawati ditumbangkan.

MP: Oh, tidak, sebagai sosdem, sebagai gerakan buruh, kami tidak
pernah menumbangkan orang diperjalanan. Lebih baik mengingatkannya
lalu kita mengambilnya pada pemilihan umum. Elegan, melalui
demokrasi.

RN: Tapi kan rakyat tidak bisa menunggu lagi pak Muchtar. Anda
sendiri kan tahu bahwa rakyat sekarang semakin menderita?

MP: Iya, itu juga beban bagi rakyat, yang termasuk saya yang sempat
salah pilih. Terpesona dengan kharisma keturunan pemimpin. Jadi ada
salah hitung, salah perkiraan, salah pilih. Korban dari situ ya
bersabar sampai pemilu nanti. Tapi memang, kalau tetap Megawati
mengeraskan kepalanya tidak mau mendengar suara rakyat, membatalkan
yang tiga tadi, saya kira memang dampaknya akan diteruskan ke arah
kedudukan Megawati sendiri.

Demikianlah Muchtar Pakpahan.


* BUSH UMUMKAN PROGRAM PEMULIHAN EKONOMI AMERIKA

Intro: Presiden Amerikat Serikat George W  Bush Selasa besok akan
mengumumkan program pemulihan ekonomi Amerika yang kini mengalami
kemacetan. Paket penyehatan ekonomi untuk kurun waktu 10 tahun yang
diusulkan Bush itu, menelan dana sekitar 600 milyar dolar. Program
ini menekankan pengurangan pajak. Menurut kelompok oposisi, kaum
Demokrat, usulan Bush itu terlalu menguntungkan orang kaya Amerika.
Berikut laporan Reinout van Wagtendonk dari New York.

Paket program penggalakan ekonomi Bush itu akan diumumkannya Selasa
besok dalam sebuah pidato di Chicago. Namun Jumat lalu kritik pihak
oposisi Demokrat terhadap usul pemerintah Amerika itu sudah meledak,
padahal isinya belum diketahui persis. Karena Bush rupanya akan
mendefinitifkan  program pengurangan pajak yang selama ini telah
diberlakukan untuk sementara, maka kelompok Demokrat pun mengeluarkan
argumen yang sempat diajukannya satu setengah tahun lalu. Menurut
kaum Demokrat, rencana Bush itu bakal menguntungkan kelompok
multimilyuner yang berstatus minoritas di negeri Paman Sam itu. Kali
ini Bush ingin mengurangi pajak dividen sebanyak separoh.  Inilah
yang yang dijadikan alasan kelompok oposisi bahwa paket Bush itu
tidak menguntungkan rakyat kecil Amerika. Tom Daschle, pemimpin
fraksi Demokrat di Senat, mengatakan tindakan presiden Amerika George
Bush itu salah.

Daschle: The tax break  the president is said  to be proposing is the
wrong idea, at the wrong time, to help the wrong people.

(Pengurangan pajak yang diusulkan Bush itu adalah gagasan yang salah,
pada saat yang salah pula. Dan hanya untuk membantu orang yang salah
pula)

Senator Daschle adalah salah satu tokoh Demokrat yang berupaya
mengusir Bush dari Gedung Putih pada 2004 nanti. Pemilihan presiden
di Amerika memang masih dua tahun lagi, namun baik usulan pemulihan
ekonomi Bush maupun kritikan tajam dari pihak Demokrat ada kaitannya
dengan pemilu. Hal ini juga dapat dilihat dari tindakan Bush
berikut. Sebelum dia menyetujui program pemulihan ekonomi ini
terlebih dahulu dia minta nasehat dari penasehat politiknya, Karel
Rove.

Karel Rove adalah arsitek keberhasilan kelompok Republiken dalam
menghadapi pemilu tahun-tahun belakangan. Namun bukan hanya Daschle
saja yang ambisi untuk menjadi presiden pada 2004. Politisi demokrat
lain seperti Kerry dan Edwards, melihat kelambanan pertumbuhan
ekonomi Amerika itu sebagai kelemahan Bush. Di bidang keamanan
nasional dan urusan militer setelah 11 September, Bush tak
terkalahkan. Oleh karena itu kelompok oposisi sebanyak mungkin
menuding Bush karena kegagalanya  di bidang kebijakan ekonomi.
Kebijakan ekonominya disebut-sebut sebagai program foya-foya buat
teman-temannya yang kara raya.


* KEDUA BELAHAN SIPRUS PERTIMBANGAKAN MASA DEPAN PULAU MEREKA

Putaran perundingan mengenai masalah Siprus yang dilangsungkan minggu
ini di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa, sudah pasti
adalah yang terakhir. Tanggal 28 Februari nanti, Uni Eropa menuntut
kedua belah pihak yang terlibat untuk mengambil keputusan. 880.000
penduduk Siprus-Turki dan Siprus-Yunani harus memutuskan apakah
mereka akhirnya akan berpisah selamanya, atau setelah tiga dekade
pertentangan kembali bersatu, dan bersama-sama menjadi anggota baru
Uni Eropa. Laporan koresponden Jessica Lutz:

Pemerintah Turki yang mulai berkuasa sejak November lalu, sudah
menekankan bahwa mereka ingin mengubah sikap yang kaku dan tidak mau
bersahabat. Di tahun 1974 Turki menduduki wilayah Utara Siprus untuk
mencegah agar Yunani, setelah 20 tahun kerusuhan berdarah antara
penduduk berbahasa Turki dan Yunani, akan mengkudeta pulau yang
sementara waktu sudah merdeka itu.

Satu tahun kemudian penduduk berbahasa Yunani yang masih tinggal di
Utara diusir ke Selatan, dan penduduk berbahasa Turki di Selatan
diminta untuk pindah ke Utara. Dengan itu terciptalah dua bagian
Siprus dengan pemerintahan masing-masing. Atas dukungan Turki,
pemimpin Siprus-Turki Rauf Denktash berjuang  mempertahankan situasi
ini. Sementara Siprus-Yunan semakin hari semakin merindukan menjadi
pemimpin masyarakat Siprus yang bersatu dan terdiri atas berbagai
kelompok etnis.

Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan beberapa bulan lalu mengajukan
sebuah rencana baru, yang merupakan dasar dari pembicaraan sekarang
ini. Kedua belah pihak memang memprotes, tetapi tetap melanjutkan
pembicaraan. Puluhan ribu penduduk Siprus-Turki bahkan turun ke jalan
untuk mendesak pemimpin mereka menandatangani persetujuan. Tidak
mengherankan, karena jalan keluar sama saja dengan kemakmuran.
Penduduk Siprus-Yunani saat ini rata-rata berpenghasilan 13.000 euro
per kepala. Sementara saudaranya di Siprus-Tukri hanya 5000 euro per
kepala.

Tetapi Denktash masih keberatan karena pemerintahnya harus
menyerahkan kedaulatan, wilayah, serta sumber air minum terpenting,
selain itu ia menentang kembalinya 80.000 warga Siprus keturunan
Yunani, karena keturunan Turki hanyaberjumlah 209.000 orang.

Di lain sisi, harga kedaulatan adalah tidak menjadi anggota Uni
Eropa. Menyerah kepada keinginan PBB berati untuk Denktash dan
sekutunya di Turki, terutama angkatan bersenjata Turki, seakan-akan
semua usaha mereka seperti pengorbanan finansial, isolasi politik dan
embargo internasional, sama sekali tidak berguna.

Alasan dari invasi Tukri tahun 1974, selain solidaritas dengan
saudara-saudara mereka yang keturunan Turki, yang paling utama adalah
alasan strategis. Letak Siprus persis di depan Terusan Suez, yang
merupakan jalur pelayaran sangat penting terutama di saat perang
Dingin. Jadi wilayah itu tidak boleh sampai jatuh ke tangan
masyarakat pro-Sovyet atau Yunani anti-Tukri. Saat ini pemerintah
Athena tidak lagi beraliran radikal kiri, dan malah bersedia
berpaling menjadi pro-Turki. Di dalam rencana yang diajukan Kofi
Annan disusun suatu mekanisme yang dapat mencegah kembali pecah
pertumpahan darah seperti di tahun 60-an. Selain itu Perang Dingin
juga telah berakhir.

Inggris, yang mengambil-alih kekuasaan di pulau tersebut dari
Kekaisaran Ottoman di abad ke-19 dan menguasai Siprus hingga 1960,
masih mempunyai dua pangkalan militer di Siprus. Denkatsh menawarkan
bahwa Siprus-Yunani mendapat kedua wilayah pangkalan yang saat ini
dikuasai Siprus-Turki, tetapi pemerintah Londen menolaknya.

Dari jajak pendapat terakhir diantara para penduduk desa-desa
Siprus-Turki, yang kemungkinan akan kembali ke tangan pemerintahan
Siprus-Yunani, ternyata hanya 3,7% saja yang ingin tetap tinggal
apabila situasi berubah. Rasa tidak percaya antara kedua kelompok
etnik masih sangat besar. Dan ini dikombinasikan dengan ketimpangan
ekonomi, akan menyebabkan gelombang kerusuhan baru.


* KARENA KEKAYAAN GAS ALAMNYA, TURKMENISTAN DIBIARKAN MELANGGAR HAM

Awal pekan ini mantan Perdana Menteri Turkmenistan Boris Shikhmudarov
divonis hukuman seumur hidup. Ia dinyatakan bersalah berupaya
membuhun Presiden Saparmurat Niazov. Aksi pembunuhan terhadap
presiden terjadi 25 November tahun lalu di ibukota, Ashgabat.
Presiden sendiri lolos dari serangan itu. Ulasan redaktur Eropa
Timur, Margreet Strijbosch.

Lebih seratus orang ditangkap menyusul aksi pembunuhan Presiden
Saparmurat Niazov yang gagal. Ahad silam mantan Perdana Menteri Boris
Shikhmuradov salah seorang tertuduh muncul di televisi Turkmenistan.
Ia mengakui kesalahannya mempersiapkan aksi teror terhadap
"Turkmenbashi, atau bapak semua warga Turkmenistan" sebuah julukan
keinginan Presiden Niazov sendiri. Menurut seorang koresponden kantor
berita Reuter yang bertugas di Ashgabat, wajah Shikhmuradov tampak
merah dan bengkak dan ia berbicara terbata-bata seperti robot. Ini
membuat orang curiga jangan-jangan sang mantan perdana menteri itu
sudah mengalami siksaan kekerasan.

Sehari kemudian Mahkamah Rakyat mengumumkan vonis hukuman seumur
hidup. Organisasi pemerhati HAM, Human Rights Watch memprotes
pengadilan dan penyidikan sebelum proses itu. Rachel Denber dari
Human Rights Watch menamai sidang itu sebuah "proses sandiwara
belaka".

Rachel Denber: Ini proses pengadilan yang benar-benar semu.
Shikhmuradov ditangkap 25 Desember. Ketika ia sedang bertemu dengan
pengacaranya. Sangat tidak jelas bagaimana aparat kehakiman bisa
menemukan seorang tersangka secepat itu. Sangat diragukan apakah
investigasinya benar-benar memadai. Ada faktor-faktor lain yang
menunjukkan bahwa proses ini adalah contoh dari "proses yang
direkayasa".

Namun Turkmenbashi tidak menghiraukan kritik semacam ini. Presiden
seumur hidup itu sudah berkuasa selama 17 tahun dengan tangan besi
seperti halnya di Korea Utara. Lawan-lawan politik ditangkapi dan
dijebloskan ke penjara. Sebagian besar lawan politik presiden Niazov
hidup di pengasingan di Moskow atau negara lain. Hanya Shikhmuradov
yang tidak hati-hati menyaingi presiden di dalam negeri. Rachel
Denber dari Human Rights Watch tidak ingin membicarakan kemungkinan
motif Shikhmuradov. Apa pun alasannya, organisasi HAM itu menilai
bahwa setiap orang berhak mendapatkan proses hukum yang adil,
termasuk Shikhmuradov. Tetapi hal ini tidak dirasakan di
Turkmenistan, karena tidak ada pemisahan kekuasaan.

Rachel Denber: Di Turkmenistan tidak ada demokrasi, tidak ada
perimbangan kekuasaan. Presiden dan pemerintahan mutlak menguasai
semua lapisan pemerintahan. Semuanya ini adalah keadilan semu dari
lembaga legislatif dalam mengambil setiap keputusan. Saya ingin
menambahkan bahwa presiden memiliki wewenang langsung dalam
memerintahkan setiap penangkapan. Ia punya kekuasaan mutlak pada
keputusan hukum. Jadi jelas bahwa Majelis Rakyat, Lembaga hukum
tertinggi itu, ternyata tidak memiliki kemandirian. Sejak merdeka
dari Uni Sovyet tahun 1991, Niazov membawa Turkmenistan menjadi salah
satu negara yang paling represif di dunia.

Akibat sistem tirani ini Turkmenistan makin terkucilkan dari kalangan
internasional. Orang asing di negeri itu langsung dicurigai. Menurut
dinas rahasia Turkmenistan, upaya pembunuhan presiden bukan hanya
ulah Shikhmuradov sendiri, tetapi sebuah komplot dengan dua negara
jiran, Uzbekistan dan Azerbaijan. Karena alasan itu Turkmenistan
telah mengusir duta besar Uzbekistan. Menurut organisasi HAM,
Memorial investigasi, komplot itu bertujuan untuk menindak warga
Turkmenistan yang memiliki paspor Rusia.

Meskipun demikian, Rusia tetap tidak terperangkap dalam sengketa
dengan Turkmenbashi. Turkmenistan memiliki cadangan gas alam
melimpah, yang cukup menggiurkan Rusia. Jadi tidaklah mengherankan
bila Rusia malah menawarkan kerjasama dengan Turkmenistan dalam
mengadakan invetigasi upaya pembunuhan presiden itu. Dari awal
Kremlin dan Turkmenbashi sudah sepaham: upaya pembunuhan itu adalah
tindakan teroris.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke