---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Jumat 17 Januari 2003 13:40 UTC



** WNI DIANJURKAN TIDAK KUNJUNGI AS

** TIGA TAHUN PENJARA UNTUK AKBAR DIKUATKAN

** PRESIDEN KOSEL DESAK AS BICARA DENGAN KORUT

** INGGRIS: TERALU DINI BEREAKSI TENTANG TEMUAN DI IRAK

** TOPIK GEMA WARTA: VONIS PENGADILAN TINGGI TERHADAP AKBAR TANDJUNG
TIMBULKAN PERTANYAAN

** TOPIK GEMA WARTA: UPAYA MENGUNGKAP DOSA MASA LALU SOEHARTO,
LAGI-LAGI TUNGGU MEGAWATI

** TOPIK GEMA WARTA: PARA PEMILIH PARTAI LPF DI BELANDA KEMBALI KE
PARTAI LAMA

** TOPIK GEMA WARTA: ARGENTINA DAN IMF CAPAI KESEPAKATAN PENJADWALAN
KEMBALI HUTANG



* WNI DIANJURKAN TIDAK KUNJUNGI AS

Pemerintah menganjurkan Warga Negara Indonesia untuk tidak berkunjung
ke Amerika Serikat. Anjuran ini adalah reaksi Jakarta terhadap
peraturan baru tentang kewajiban registrasi bagi laki-laki dewasa
Indonesia yang tinggal sementara di Amerika. Pemerintah RI mengatakan
bahwa peraturan ini  tidak bisa diterima. Kewajiban lapor dan
registrasi bagi para laki-laki dewasa yang berasal dari sejumlah
negara adalah bagian dari kebijakan anti teror AS.


* TIGA TAHUN PENJARA UNTUK AKBAR DIKUATKAN

Hari ini Pengadilan Tinggi Daerah Khusus Ibukota Jakarta menguatkan
putusan Pengadilan Negeri Jakarta pusat yang menjatuhi hukuman tiga
tahun penjara bagi Akbar Tanjung. September silam, Akbar divonis
dalam kasus penyelewengan dana nonbudgeter Bulog sebesar 40 milyar
rupiah. Dana tersebut sedianya dialokasikan untuk program
penanggulangan kemiskinan. Sementara itu, dua terdakwa lain dalam
kasus ini, Winfried Simatupang dan Dadang Sukandar, dijatuhi hukuman
yang lebih berat dari satu setengah tahun menjadi tiga tahun penjara.
Namun, putusan Pengadilan Tinggi tidak memerintahkan  ketiga terdakwa
langsung masuk tahanan. Ketiganya akan mengajukan kasasi.


* PRESIDEN KOSEL DESAK AS BICARA DENGAN KORUT

Presiden baru Korea Selatan Roh Moo-Hyun mendesak Amerika Serikat
untuk berdialog dengan Korea Utara. Menurutnya, hanya melalui dialog,
Korea Utara dapat dipengaruhi untuk menghentikan program nuklirnya.
Korea Selatan bersedia menjadi penengah dalam pembicaraan tersebut.
Sebelumnya pejabat tinggi di Departemen Luar Negeri Amerika, Richard
Armitage, telah mengatakan bahwa AS bersedia bernegosiasi dengan
Pyongyang. Namun Korea Utara tidak percaya kesungguhan Amerika.
Minggu depan, Korea Utara dan Selatan akan membicarakan krisis nuklir
itu pada tingkat menteri.


* INGGRIS: TERALU DINI BEREAKSI TENTANG TEMUAN DI IRAK

Inggris menganggap terlalu dini untuk bereaksi tentang temuan sebelas
kepala roket kosong Irak, yang diduga akan dipakai untuk senjata
kimia. Pemerintah Inggris hanya mau bereaksi setelah Perdana Menteri
Tony Blair bertemu dengan kepala inspektur senjata PBB Hans Blix.
Namun, Blix akan berbicara lebih dahulu dengan Presiden Prancis
Jacques Chirac. Sebelum pertemuan di Paris, Blix mengatakan bahwa
Bagdad harus memberi penjelasan tentang ke sebelas kepala roket
tersebut.

Sementara itu, Presiden Irak Saddam Hussein berpidato dengan gaya
militan dalam upacara peringatan perang teluk. Hari ini tepat 12
tahun silam Amerika mulai serangan udaranya dalam perang teluk.
Menurut Saddam, serangan Amerika yang berikutnya akan di habisi di
pintu gerbang Bagdad.


* PEMERINTAH DAN PEMBERONTAK SALING TUDUH DI PANTAI GADING

Di Pantai Gading, pihak pemerintah dan pemberontak saling tuduh
tentang pelanggaran kesepakatan genjatan senjata. Di wilayah Barat
Pantai Gading, konflik dengan kekerasan kembali melanda di daerah
Blolequin. Menurut pasukan penjaga perdamaian Prancis, di daerah itu
terjadi sejumlah bentrokan, namun tidak ada yang serius membahayakan
genjatan senjata.

Di Paris, hari kedua perundingan damai telah selesai. Ini adalah
pertama kalinya wakil-wakil pemerintah dan tiga kelompok pemberontak
berbicara secara langsung. Hingga kini, Presiden Pantai Gading
Laurent Gbagbo tidak hadir dalam perundingan tersebut. Ia diwakili
oleh Perdana Menteri Pascal Affi Nguessan. Pihak pemberontak di
Pantai gading minta Presiden Gbagbo mundur dan diadakan pemilihan
umum dipercepat.


* SERIKAT BURUH RADIO NEDERLAND TOLAK KERAS REORGANISASI

Serikat buruh Radio Nederland menolak keras reorganisasi
besar-besaran yang diumumkan Rabu lalu. Serikat buruh wartawan NJV
dan konfederasi serikat buruh CNV mengatakan bahwa pemutusan hubungan
kerja terhadap 60 karyawan tetap tidak bisa diterima. Mereka juga
memprotes bahwa PHK tersebut akan dilakukan Oktober tahun ini.
Kemarin, wakil-wakil serikat buruh melakukan pertemuan dengan para
karyawan Radio Nederland.

Rencana reorganisasi besar-besaran telah menimbulkan keresahan
diantara para karyawan dan pendengar Radio Nederland. Salah satu
akibat utama reorganisasi adalah penghapusan secara dramatis
transmisi melalui gelombang pendek.


* 15 MAHASISWA BELANDA DUDUKI KANTOR BARU DEPARTEMEN PENDIDIKAN

15 mahasiswa Belanda menduduki kantor baru Departemen Pendidikan di
Den Haag. Aksi ini merupakan protes terhadap rendahnya prioritas bagi
kebijakan pendidikan dalam agenda politik. Seorang juru bicara
kelompok tersebut menyerukan agar para politisi lebih menaruh
perhatian terhadap masalah pendidikan tinggi. Dalam aksinya, para
mahasiswa tersebut membawa persediaan makanan dan kasur. Mereka
berencana untuk menduduki kantor baru yang belum digunakan itu sampai
pemilihan umum tanggal 22 Januari minggu depan. Menurut para
mahasiswa, mereka dapat memasuki gedung itu dengan mudah lewat pintu
belakang yang terbuka.


Saat ini Belanda tengah dilanda demam kampanye. Setiap hari para
tokoh utama partai muncul di pelbagai media massa untuk berdebat dan
menawarkan program partainya. Masalah keamanan, imigrasi dan
integrasi pendatang asing menjadi isu utama kampanye. Hanya Partai
Demokrat 66 atau D66 yang secara khusus mengangkat masalah pendidikan
sebagai topik kampanye.


* UTUSAN PBB JELASKAN RENCANA BAGI WILAYAH BARAT SAHARA

Utusan PBB James Baker menjelaskan sebuah rencana pada pihak-pihak
yang berkonflik di wilayah barat sahara. Daerah gurun pasir itu telah
dicaplok Maroko pada pertengahan tahun 70 an. Sejak itu front
pembebasan bagi wilayah barat sahara, Polisario, berjuang menentang
pendudukan Mariko. Perjuangan ini didukung oleh Aljazair.

Minggu lalu, Baker melakukan pembicaraan dengan Raja Maroko Mohammed,
Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika dan pemimpin Polisario Mohamed
Abdelaziz. Para pihak punya waktu hingga tanggal 1 Maret untuk
beraksi terhadap rencana PBB tersebut. Namun apa yang diusulkan Baker
tetap dirahasiakan. Upaya sebelumnya untuk menengahi konflik di
wilayah barat sahara gagal karena Maroko dan Polisario tidak sepakat
tentang siapa yang boleh ikut dalam jajak pendapat.


* VONIS PENGADILAN TINGGI TERHADAP AKBAR TANDJUNG TIMBULKAN
PERTANYAAN

Pengadilan Tinggi Jakarta mempertahankan vonis tiga tahun terhadap
Akbar Tandjung Ketua DPR RI, dan meningkatkan vonis terhadap Dadang
Sukandar dan Winfried Simatupang. Keduanya kini divonis masing-masing
tiga tahun penjara. Menariknya pengadilan tinggi tidak memerintahkan
supaya ketiganya langsung dipenjara. Bagaimana perkembangan seperti
ini? Radio Nederland menghubungi Judil Herry Justam, ketua Komite
Waspada Orde Baru yang pertama kali mengungkap korupsi Akbar
Tandjung:

Judil Herry Justam [JHJ]: Anehnya ya, Akbar mendapat tiga tahun tetap
sebagaimana keputusan pengadilan negeri, tapi Dadang dan Winfried
dinaikkan menjadi tiga tahun. Padahal mereka kan hanya pelaksana
lapangan. Yang paling bertanggung jawab itu kan seharusnya Akbar.
Kalau mereka tiga tahun seharusnya Akbar lebih. Yang kedua, harusnya
pengadilan tinggi bisa memerintahkan langsung masuk tahanan. Ini
dibiarkan saja, dibiarkan boleh berada di luar tahanan. Ini juga satu
hal dalam putusan yang kita sesalkan dari pengadilan tinggi.

Radio Nederland [RN]: Jadi, ini tampaknya memang Akbar Tandjung
dibiarkan sampai keputusan Mahkamah Agung nanti kalau begitu ya?

JHJ: Tampaknya begitu, nanti Mahkamah Agung itu prosesnya kan ngga
sebentar, lalu kalau pun sudah ada putusan MA kan masih ada
peninjauan kembali atau PK kan? Pada akhirnya pada saat itu selesai
semuanya Akbar sudah selesai jabatannya sebagai ketua DPR kan. Nah,
kenapa kok dalam perkara-perkara yang lain para terhukum itu langsung
masuk tahanan. Sedangkan ini tidak. Ini kan ada standar ganda. Karena
yang bersangkutan adalah pimpinan DPR gitu.

Dan juga Akbar memberikan teladan yang tidak baik.  Saya membaca
beberapa hari yang lalu, itu ada berita ketua DPRD Sumatra Barat itu
diperiksa oleh kejaksaan karena ada dugaan korupsi APBD kan, nah yang
saya bayangkan adalah kalau kasus ini sampai di pengadilan, dan
diputus  dia akan mengatakan saya belum jadi terpidana karena belum
ada kekuatan hukum yang tetap.  Nah ini suatu contoh yang tidak baik
yang terjadi gitu.

RN: Dan tampaknya juga pengadilan tinggi ini pada keputusan-keputusan
yang mereka tampilkan yang sebelum-sebelumnya juga tidak pernah
memerintahkan supaya yang sudah divonis ini langsung masuk penjara,
ya?

JHJ: Yah itulah kelemahan hukum kita. Itu kan sebetulnya juga
tergantung dari jaksa. Jaksa pada waktu melakukan penuntutan. Nah
waktu Akbar, jaksa tidak menuntut, di pengadilan negeri ya..., bukan
di pengadilan tinggi, tidak menuntut bahwa Akbar itu harus langsung
masuk tahanan. Nah ini yang saya ingin mengatakan dan dulu juga telah
saya sampaikan bahwa tampaknya pembela Akbar bukan cuma Amir
Syamsudin, tetapi kejaksaan juga telah menjadi pembela Akbar
Tandjung.

Nah tadi saya mendengar berita, itu humas kejaksaan agung Antasari
Ashar mengatakan Akbar belum terpidana. Dia hanya terdakwa. Untuk apa
dia haru mengeluarkan statement seperti itu. Kok kenapa jadi
kejaksaan yang jadi membela Akbar Tandjung? Ini yang sulit kita
mengerti dengan akal sehat.

RN: Anda adalah orang pertama yang mengungkap korupsi Akbar Tandjung
ini, dengan hasil yang semacam ini, menurut anda apakah masih ada
gunanya untuk terus-terusan mengungkapkan korupsinya Orde Baru?

JHJ: Saya kira kita ngga boleh berhenti dengan kenyataan seperti itu.
Kalai kita berhenti berarti kita kalah. Walaupun kita tahu dalam
banyak kasus kita itu ternyata dipecundangi, tapi tidak boleh membuat
kita berhenti.

RN: Bagaimana sih menurut anda Golkar ini kok terus-terusan
mempertahankan Akbar Tandjung. Kayaknya Akbar Tandjung menjadi
seseorang yang tidak bisa diganti lagi dalam Golkar ini?

JHJ: Sebagian dari Golkar kan memang orang-orang yang di lingkaran
Akbar. Itu keberadaannya banyak tergantung pada Akbar. Golkar ini kan
suatu koalisi pelangi segala kekuatan politik ada di dalamnya. Yang
hanya bisa dipersatukan dulu karena adanya Soeharto. Akbar
menggantikan Harmoko. Nah kalau Akbar turun, gerbongnya pun ikut
runtuh. Nah, gerbongnya ini bagaimana pun mati-matian akan
mempertahankan Akbar. Tetapi saya kira oran-orang Golkar yang masih
berpikiran jernih, seperti Marwah Daud, Fahmi Idris, rasanya mereka
akan menentukan sikap sehubungan dengan putusan pengadilan tinggi
ini. Mereka akan lebih kuat unuk mendesak Akbar mundur gitu.

Demikianlah Judil Herry Justam, ketua Komite Waspada Orde Baru


* UPAYA MENGUNGKAP DOSA MASA LALU SOEHARTO, LAGI-LAGI TUNGGU MEGAWATI

Di tengah deru mesin politik nasional yang panas serta hingar bingar
demonstrasi yang menolak kenaikan harga-harga, ada angin segar
berembus dari arah kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Jakarta.
Angin segar itu berupa optimisme dengan terbentuknya Tim Penyelidik
Pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat Soeharto.

Tim yang dikomandani oleh tiga serangkai MM Billah, Achmad Ali dan
Nursjahbani Katjasungkana ini segera membentuk pasukan. Maka
terpilihlah sejumlah aktivis hak-hak asasi manusia seperti Munir,
Nursjahbani Katjasungkana, Ita F Nadya, Bambang Widjojanto, Hendardi
dan sejumlah tokoh agama.  Langkah awal mereka menelusuri jejak
pelanggaran hak-hak asasi manusia yang dilakukan oleh  presiden kedua
republik ini berpijak pada lima peristiwa besar selama Orde Baru.
Kelima kasus itu adalah hukuman tanpa pengadilan terhadap tertuduh
peristiwa 30 September 1965, peristiwa penembakan misterius alias
petrus, kasus Tanjung Priok, kasus Daerah Operasi Militer DOM di
Aceh, Papua dan Timor-Timur serta  terakhir peristiwa 27 Juli dan
tragedi Mei 1998.

Hendardi ketua Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia, yang bertugas
menyelidiki pelanggaran hak-hak asasi manusia di Aceh, Papua dan
Timor Timur menyatakan akan segera membentuk timnya sendiri.  Masa
persiapan tim ini membutuhkan waktu sekitar tiga pekan sebelum mulai
mencari bukti dan data awal. Khusus untuk kasus Timor Timur, Hendardi
menegaskan timnya akan menyelidiki sejak awal mula wilayah itu
menjadi propinsi ke-27 Republik Indonesia.

Hendardi: Saya kan diminta mengkoordinir tim itu. Anggota-anggota
saya ada beberapa dan juga termasuk tim asistensinya nanti baru kita
bicarakan termasuk kurun waktunya kapan sampai kapan. Saya kira itu
kita akan tarik ke belakang lagi, saya kira sejak aneksasi tahun 1975
sampai terakhir jajak pendapat.

Sambutan positif datang dari berbagai pihak. Terutama mereka yang
mengharapkan berbagai kasus masa lalu yang kelam dan berdarah
terungkap dan pelakunya diadili setimpal dengan perbuatannya. Namun
banyak pihak ragu-ragu tim ini akan berhasil menyeret otak semua ini,
yaitu Soeharto sendiri ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan
perbuatannya. Termasuk para pengacara Soeharto.

Juan Felix Tampubolon: Sejak dua tahun ini kalau dijumlah itu tim
yang dibentuk oleh negara itu baik kejaksaan mau pun pengadilan dalam
melakukan proses penyidikan terhadap klien kami kan dokter itu kalau
dijumlah sudah 100 dokter lebih. Semua pendapatnya sama bahwa
terdapat suatu kerusakan pada otak yang menyebabkan tidak
dimungkinkannya suatu proses hukum terhadap klien kami.

Demikian pernyataan ketua tim pengacara Soeharto, Juan Felix
Tampubolon.

Tim bentukan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ini memang masih akan
diuji. Terutama ketika berhadapan dengan kepentingan politik. Sebab
selama ini segala upaya membuka kembali kasus pelanggaran hak-hak
asasi manusia oleh penguasa atau bekas penguasa selalu terbentur pada
iklim politik. Sebut saja yang paling akhir kasus tragedi Trisakti
Semanggi yang ditolak mentah-mentah oleh DPR sebagai kasus
pelanggaran hak-hak asasi manusia berat. Atau kasus 27 Juli yang
tenggelam penyidikannya justru saat Megawati Soekarnoputri berkuasa.
Didik Purwanto,  salah seorang korban tragedi enam tahun lalu itu
hampir putus asa memperjuangkan datangnya keadilan. Saking putus
asanya, Purwanto mengaku hanya bisa pasrah dan menunggu sikap Mega.

Didik Purwanto: Kalau dari kerja tim ini juga maksimal, namun
akhirnya kita bicara soal perangkat hukum itu sendiri. Apakah mereka
juga menjalankan keadilan atau tidak? Artinya saya percaya sama
kawan-kawan yang selama ini konsisten untuk menegakkan hukum. Artinya
kita lama jugalah tahu sepak terjang dari kawan-kawan dalam tim ini
cuma tinggal nanti penekanan terhadap perangkat hukum yang di
atasnya.

Salah seorang ketua tim penyelidik pelanggaran Hak Asasi Manusia
berat Soeharto, Ahmad Ali, juga memahami risiko politik yang dihadapi
timnya. Untuk menentukan status penguasa Orde Baru itu sebagai
tersangka, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia harus membentuk Komisi
Penyelidik Pelanggaran Hak Asasi Manusia.  Namun hasil kerja komisi
ini juga bisa ditolak oleh DPR atau kejaksaan.

Ahmad Ali: Saya juga mengetahui mampu atau tidaknya Soeharto diadili
ya sama saja dengan kasus korupsinya itu. Tergantung dari jaksa agung
selaku penyidik. Nah jadi kalau misalnya hasil dari apa yang kami
hasilkan dari Komnas diajukan kepada Jaksa Agung kemudian jaksa
agungnya seperti kasus lain katakanlah Trisakti Semanggi dikembalikan
dengan macam-macam alasan, nah itu kami tidak mempunyai lagi wewenang
untuk berbuat selanjutnya. Paling bersama-sama dengan rakyat kami
akan melakukan penekanan supaya itu diteruskan.

Meski demikian Ali masih menyimpan optimisme. Ia yakin timnya akan
datang dengan hasil yang berbeda dari tim-tim lain yang sudah pernah
dibentuk. Sebab kini banyak sumber dari dalam mau pun luar negeri
yang siap memberikan dokumen mereka sebagai bukti pendukung penegakan
hukum atas diri Soeharto. Ia juga berjanji pada bulan April
mendatang, melalui Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, timnya akan
menyerahkan bukti-bukti itu ke Kejaksaan Agung.

Sudah banyak sebenarnya kesaksian, fakta dan dokumen yang mengungkap
berbagai kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia selama Orde Baru. Dan
Soeharto sebagai otak di balik pelbagai pelanggaran itu juga sulit
dibantah. Namun upaya menyeret Soeharto ke pengadilan bukan perkara
gampang. Sebab sekarang tinggal bagaimana sikap Mega. Dan keseriusan
Mega unntuk menegakkan hukum juga makin dipertanyakan orang. Apalagi
ketika sang presiden yang konon sekarang mengancam mundur ini sempat
mendukung Sutiyoso untuk kembali menduduki jabatan gubernur Jakarta.
Padahal sebagai bekas Pangdam Jaya, Sutiyono termasuk tokoh yang
bertanggung jawab pada peristiwa 27 Juli 1996. Para korban dan ahli
waris korban pelanggaran hak-hak asasi manusia selama Orde Baru
sebaiknya memang tidak perlu berilusi dengan Megawati.



Tim liputan 68h Jakarta melaporkan untuk Radio Nederland di Hilversum



* PARA PEMILIH PARTAI LPF DI BELANDA KEMBALI KE PARTAI LAMA

Sekitar 1,6 juta pemilih Belanda mencoblos patai baru Pim Fortuyn LPF
pada pemilihan Mei tahun lalu. Mereka merasa tidak puas dengan
perkembangan politik di Belanda pada saat itu. LPF dipimpin oleh
almarhum Pim Fortuyn seorang politikus berkarisma yang dibunuh tidak
lama sebelum pemilihan umum. Dalam pemilihan mendatang, para pemilih
tersebut nampaknya kembali ke pangkuan partai partai lama. Ulasan
redaktur Belanda, Carin Tiggeloven.

Media di Belanda melekatkan beberapa ciri pada para pemilih LPF.
Mereka antara lain adalah: pria dalam kelompok usia 30 hingga 50
tahun, berpendidikan rendah tetapi menaruh perhatian terhadap
politik.
Namun menurut pakar politik Joop van Holsteyn dari Universitas
Leiden, gambaran tersebut tidak lengkap.

Quote
Banyak orang yang dikategorikan tersebut memang mencoblos LPF. Namun
banyak orang lain di luar kategori itu juga memilih LPF. Hal ini
masuk akal. Soalnya LPF meraih sukses besar dan memperoleh 26 kursi
di parlemen. Para pemilih LPF berasal dari berbagai lapisan
masyarakat.

Van Holsteyn dilibatkan dalam Penelitian Pemilihan Nasional.
Penelitian ini dilakukan pada setiap pemilihan di Belanda. Penelitian
ini ditujukan untuk memberikan gambaran prilaku para pemilih. Menurut
van Holsteyn para pemilih LPF mempunyai kesamaan yakni sudah muak
dengan kebijakan politik koalisi pemerintahan Jingga waktu itu.
Koalisi tersebut terdiri dari tiga partai masing massing partai
buruh, liberal dan demokrat liberal.

Quote
Orang merasa puas dengan kebijakan ekononomi. Tetapi mereka kecewa
dengan kebijakan dalam bidang layanan kesehatan, pendidikan, nilai
nilai dalam masyarakat dan keamanan. Mereka terutama kecewa dengan
kebijakan minoritas pemerintah. Ketidak puasan tersebut bermuara pada
dukungan kepada LPF.

Daftar antrian pasien semakin panjang saja dalam beberapa tahun
belakangan di Belanda. Tenaga pengajar semakin berkurang akibat
masalah di bidang pendidikan. Banyak orang merasa tidak aman dan para
pemilih LPF menuding pemerintah gagal menangani masalah kelompok
pendatang. Proses pembauran para pendatang berjalan terlalu lamban.
Hal ini antara lain mengakibatkan meningkatnya kriminalitas di
Belanda. Banyak pemilih di Belanda tidak mengetahui harus mencoblos
partai yang mana. Para pemilih mengambang ini baru menentukan pilihan
pada saat terakhir. Namun para pemilih LPF bukan hanya terdiri dari
para pemilih mengambang.

quote
Mereka berasal dari partai partai lama, kecuali Demokrat Kristen CDA
dan partai partai lainnya. Para pemilih CDA tidak peka terhadap daya
tarik Pim Fortuyn. Namun partai partai lain dari sayap kiri hingga
kanan menelan kekalahan telak dalam pemilihan tahun silam.

Menurut van Holsteyn, para pemilih partrai partai lama tidak peka
terhadap daya tarik sosok kontroversial seperti Pim Fortuyn. Ia
misalnya tidak menutup nutupi dirinya adalah seorang homoseksual.
Namun para pemilih yang tidak puas bisa melampiaskan ketidak puasan
mereka di partai LPF. Pim Fortuyn mampu memformulasikan ketidak
puasan mereka dengan baik. Yang menarik adalah para pemilih LPF
semula tidak menyukai Pim Fortuyn.

quote
Sosok Pim Fortuyn sebenarnya sama sekali tidak simpatik sebelum ia
ditembak mati. Banyak orang bersimpati dengan Pim Fortuyn setelah ia
tewas dibunuh. Orang orang yang senang dengan Pim Fortuyn memang
memilih LPF.

Sulit diterka apa yang akan terjadi seandainya Pim Fortuyn masih
hidup. Mungkin ia tidak akan mendapat banyak dukungan. Namun orang
hanya bisa mereka reka saja mengenai kemungkinan ini sekarang. Para
pemilih LPF kemungkinan akan berganti haluan dalam pemilihan
mendatang. Mereka kecewa dengan kekacauan yang ditimbulkan oleh LPF.
Mereka akan memilih partai partai lama. Sampai sekarang partai
Sosialis yang paling banyak memetik keuntungan dari ambruknya LPF.


* ARGENTINA DAN IMF CAPAI KESEPAKATAN PENJADWALAN KEMBALI HUTANG

Argentina dan sebuah delegasi Dana Moneter Internasional IMF mencapai
kesepakatan mengenai penjadwalan kembali hutang. Argentina, negara
yang hampir bangkrut total ini mendapat tenggang waktu tambahan untuk
melunasi hutangnya yang menumpuk kepada IMF. Meski masih harus
mendapat lampu hijau terlebih dahulu dari dewan pengurus IMF,
kesepakatan ini nampaknya bakal menghindari krisis yang mengancam
Argentina. Lebih jauh ulasan redaktur ekonomi Hans de Vreij.

Meski telah dilanda resesi beberapa tahun sebelumnya namun kesulitan
keuangan yang melanda Argentina muncul ke permukaan pada akhir 2001.
Ketika itu pemerintah tidak mampu melunasi sebagian hutangnya kepada
sejumlah bank swasta. Untuk memperoleh bantuan keuangan Buenos Aires
setelah itu tergantung sepenuhnya kepada lembaga lembaga
internasional seperti IMF dan Bank Dunia. Tidak ada bank swasta lagi
yang bersedia mengucurkan pinjaman kepada pemerintah Argentina.

Dalam beberapa bulan belakangan nampak jelas pemerintah Argentina
tidak mampu memenuhi kewajiban membayar angsuran hutangnya. Pada
bulan November lalu, Buenos Aires gagal melunasi angsuran hutang
senilai  80 juta kepada Bank Dunia. Jumlah keseluruhan hutang
Argentina kepada Bank Dunia mencapai lebih 800 juta dolar. Argentina
juga gagal memenuhi kewajiban pembayaran hutang sebesar hampir 700
juta dolar kepada Bank Pembangunan Amerika.

Namun Buenos Aires nampaknya enggan untuk terlibat konfrontasi
frontal dengan Dana Moneter Internasional IMF. Dibandingkan dengan
Bank Dunia dan Bank Pembangunan Amerika, IMF lebih mampu menunjukkan
wibawanya di bidang politik dan keuangan. Pada saat terakhir
Argentina menyatakan bersedia mentransfer 1 juta dolar kepada IMF,
Jumat ini. Sebagai ganjaran Buenos Aires mendapat tenggang waktu
tambahan tiga tahun untuk melunasi tunggakan hutang lainnya kepada
IMF sebesar 6,5 milyar dolar. Argentina seharusnya sudah harus
melunasi hutang ini sebelum tanggal 1 Agustus mendatang.

Selain berdampak finansial positif kesepakatan yang diperkirakan akan
disetujui Jumat ini juga meniupkan angin politik segar bagi
Argentina. Hal ini berarti butir permasalahan beban hutang tidak akan
memainkan peran terlalu menonjol dalam pemilihan umum April
mendatang. Pengganti Perdana Menteri Eduardo Duhalde juga tidak akan
langsung dihadapkan dengan krisis keuangan.

Namun untuk jangka waktu panjang, kesepakatan dengan IMF ini hanya
merupakan penundaan eksekusi bagi Argentina. Argentina biar
bagaimapun harus memenuhi kewajibannya kepada Bank Dunia, IMF dan
Bank Pembangunan Amerika. Konjungtur perekonomian Argentina telah
mengalami perbaikan sejak devaluasi mata uang Peso tahun lalu. Namun
belum dapat dipastikan apakah perkembangan tersebut juga telah
menambah pendapatan negara.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke