---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 16 Januari 2003 15:10 UTC



** SIKAP IRAK TERHADAP KEMUNGKINAN SERANGAN AMERIKA

** JIMMY CARTER AKAN JADI PERANTARA DALAM KONFLIK VENEZUELA

** AMERIKA DESAK NORWEGIA BATASI GERAK MULLAH KREKAR

** TOPIK GEMA WARTA: PEMBATALAN KENAIKAN TARIF TELEPON TIDAK HALANGI
PROTES BURUH

** TOPIK GEMA WARTA: RADIO NEDERLAND SIARAN PORTUGIS LENYAP, SIARAN
?BELANDA DIKURANGI, SIARAN INDONESIA DIPERTAHANKAN.

** TOPIK GEMA WARTA: MENGENANG MALARI, MELIHAT TOKOH-TOKOHNYA
BERTARUNG



* SIKAP IRAK TERHADAP KEMUNGKINAN SERANGAN AMERIKA

Irak tidak menghendaki perang dengan Amerika Serikat, tetapi kalau
diserang akan melawan. Demikian bunyi pesan Presiden Irak, Saddam
Hussein, yang disiarkan lewat pemacar radio Arab, Al Jazeera. Hussein
mengatakan, Irak dan negara-negara Arab lainnya akan mempertahankan
diri terhadap serangan dari luar.
Sementara itu Amerika Serikat terus mengirimkan pasukannya ke kawasan
Teluk, sebagai persiapan kemungkinan serangannya terhadap Irak.
Pemerintah Amerika meminta NATO untuk membantu. Menurut NATO
permintaan Washington itu bukan menyangkut dukungan militer langsung.
Bantuan yang diminta antara lain adalah, penggunaan wilayah udara,
pelabuhan dan pangkalan udara. Selanjutnya NATO diminta untuk
melindungi negara anggotanya, yakni Turki. Turki kemungkinan besar
akan menjadi pangkalan penting dalam serangan terhadap Irak. NATO
belum mengambil sikap terhadap permintaan Washington tersebut.


* JIMMY CARTER AKAN JADI PERANTARA DALAM KONFLIK VENEZUELA

Mantan Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter akan menjadi perantara
antara Presiden Venezuela Hugo Chavez dan pihak oposisi yang menuntut
lengsernya Chavez. Carter yang tiba Rabu kemarin di Venezuela, tahun
lalu memenangkan Hadiah Nobel untuk perdamaian, karena
keberhasilannya menjadi perantara dalam berbagai konflik yang
terjadi. -- Sementara itu di ibukota Ekuador, Quito, enam negara
bersahabat membentuk kelompok yang juga berniat menjadi perantara
dalam konflik Venezuela. Enam negara tersebut adalah, Brasilia,
Chili, Meksiko, Spanyol, Amerika Serikat dan Portugal. Mereka akan
meminta Organisasi Negara-negara Amerika, OAS, untuk ikut berupaya
mencari penyelesaian konflik tersebut. --- Di ibukota Venezuela,
Caracas aksi unjukrasa para penentang dan pengikut Chavez terus
berlangsung. Pihak oposisi mengusulkan waktu jeda dalam pemogokan
umum yang sudah berlangsung tujuh pekan itu. Pemogokan itu
melumpuhkan berbagai sektor, dan penjarahan-penjarahan menjadi kasus
sehari-hari.


* AMERIKA DESAK NORWEGIA BATASI GERAK MULLAH KREKAR

Amerika Serikat mendesak agar Norwegia membatasi gerak pemimpin
Kurdi, Mullah Krekar. Untuk itu Menteri Luar Negeri Amerika, Colin
Powell melakukan kontak dengan Menteri Luar Negeri Norwegia, Jan
Petersen. Otorita Amerika menuduh Krekar terlibat dalam aktivitas
teroris. Dengan desakan kepada Norwegia itu Powell bermaksud mencegah
 orang Kurdi Irak ikut dalam aksi-aksi teroris baru.
Krekar diusir dari Belanda pekan ini, tetapi di Norwegia ia tidak
ditahan. Menteri Kehakiman Belanda Donner mengatakan, pihak Norwegia
sedang menindak Krekar. Krekar adalah pemimpin organisasi islam,
Ansar al-Islam di Irak Utara. Menurut Amerika Serikat, organisasi
tersebut punya hubungan dengan Al-Qaeda. Krekar diduga juga
menggalang hubungan dengan pemimpin Irak, Saddam Hussein.


* 15 JIWA TEWAS DI KEPULAUAN FIJI AKIBAT AMUKAN BADAI AMI

Badai Ami yang melanda Kepulauan Fiji, menewaskan 15 jiwa. Namun para
pekerja pertolongan mengkhawatirkan jumlah korban tewas itu akan
meningkat sekitar 30 jiwa, karena masih banyak tempat yang sulit
dicapai. Badai Ami bergerak dengan kecapatan 185 kilometer perjam
melintasi kepulauan Fiji, yang menyebabkan terjadinya airbah dan
gelombang setinggi 30 meter. Terutama bagian Utara dan Timur
kepulauan itu mengalami kerusakan berat.


* PERUDINGAN TENTANG HARI DEPAN CYPRUS DILANJUTKAN

Hari Jumat besok di Cyprus akan dilanjutkan perundingan tentang hari
depan pulau itu. Rabu kemarin para utusan bagian Turki dan bagian
Junani berjanji akan mencapai kesepakatan tentang penyatuan Cyprus
sebelun 28 Februari mendatang. Pemimpin Cyprus-Turki, Rauf Denktash
sebelumnya mengatakan, kesepakatan sebelum tanggal tersebut  tidak
akan bisa dicapai. PBB menghendaki kejelasan sebelum Maret mendatang,
sehingga  Cyprus yang satu punya cukup waktu persiapan  untuk masuk
dalam Uni Eropa tahun depan.  Dalam rencana PBB yang diusulkan kepada
Denktas dan pemimpin Cyprus-Junani, Glafcos Clerides, diusulkan agar
pulau yang selama 30 tahun terbagi itu membentuk negara federasi.


* PEREKONOMIAN JERMAN BERKEMBANG SERET TAHUN LALU

Perekonomian Jerman berkembang dengan seret tahun lalu. Menurut Badan
Statistik Jerman, perkembangan itu hanya mencapai 0,2 persen. Dan
merupakan prosentase yang paling rendah sejak 1993. Keadaan stagnasi
itu merupakan pukulan bagi pemerintah Jerman pimpinan Kanselir Jerman
Gerhard Schroder, yang meramalkan perkembangan 0,5 persen. Terutama
konsumsi dan investasi terus menurun di tahun 2002. Perkembangan
lambat itu juga disebabkan kekurangan anggaran Jerman, yang mencapai
3,7 persen. Hal itu berarti melebihi batas 3 persen, yang disepakati
negara-negara Eropa dalam apa yang disebut Pakta-Stabilitas.
Karenanya Komisi Eropa mengenakan prosedur sanksi resmi terhadap
Jerman.


* PEMBATALAN KENAIKAN TARIF TELEPON TIDAK HALANGI PROTES BURUH.

Pemerintah dan DPR sepakat menunda kenaikan tarif telepon. Dengan
alasan pemakai telepon hanya 3,7% dari warga Indonesia, maka kenaikan
ini bisa ditunda. Tetapi kalangan serikat buruh yang selama ini
memprotes kenaikan tarif tidak akan berhenti protes. Bagi mereka yang
penting adalah menolak rencana ekonomi pemerintah, kalau perlu bahkan
menjatuhkan pemerintah Megawati - Hamzah Haz, seperti berikut
disampaikan oleh Dita Sari, pemimpin Front Nasional Perjuangan Buruh
Indonesia, FNPBI:

Dita Sari [DS]: Kami melihat sebetulnya tidak banyak pengaruhnya bagi
situasi ekonomi kan, karena pamakai telepon di Indonesia itu hanya
sekitar 3,7 persen dari seluruh populasi. Dan kebanyakan hanya kelas
menengah ke atas yang pakai telepon. Justru yang akan memicu kenaikan
harga barang sebetulnya adalah minyak dan listrik kan terutama
produksi. Jadi menurut kita ini lebih bermakna politik ketimbang
memang ingin mengubah situasi ekonomi. Karena pemerintah mau
menunjukkan bahwa setelah diserbu oleh berbagai demonstrasi, pada
akhirnya mereka mau kelihatan seperti mendengarkan dan mau
memperbaiki citranya, kredibilitasnya, seolah-olah menuruti aspirasi
rakyat. Padahal tidak ada banyak gunanya sebetulnya. Dan saya yakin
banyak kelompok masyarakat khususnya Serikat Buruh dan juga pengusaha
tetap tidak akan mundur dari tuntutan penolakan ini.

Radio Nederland [RN]: Jadi itu yang Anda sebut sebagai makna politis
keputusan untuk membatalkan kenaikan tarif telepon ini ya?

DS: Ya. Karena hanya sedikit sekali 3,7 persen rakyat Indonesia yang
punya telepon kan, dan itupun terutama sudah termasuk perkantoran.
Yang kedua, kita bicara kan bukan hanya soal yang separoh-separoh
seperti BBM, TDL dan telepon. Tetapi kita juga berbicara tentang
paket reformasi ekonomi pemerintah. Di mana di sini termasuk
penjualan aset BUMN atau privatisasi, utang luar negeri.

Nah hal-hal ini yang sebetulnya lebih esensial ya bagi perekonomian
Indonesia ketimbang sekedar penundaan tarif telepon. Nah selama
pemerintah tidak membenahi hal-hal yang fundamental, seperti hubungan
kita dengan IMF dan sebagainya, maka akan lebih banyak lagi subsidi
yang akan dicabut.

RN: Tetapi apakah ini juga bisa diartikan sebagai upaya pemerintah
untuk, katakanlah,  memecah-belah persatuan yang selama ini ada
antara Buruh dengan majikan. Karena kan yang kena soal tarif telepon
ini kan majikannya. Jadi dengan demikian mereka merasa pemerintah
sudah memenuhi tuntutan mereka, jadi  mereka tidak lagi bersatu
dengan buruh. Gitu?

DS:  Kemarin juga pemerintah sudah coba ya, kalau dibilang
pecah-belah. Dalam rapat kabinet tanggal 9, mereka mengeluarkan
keputusan soal rangsangan pajak. Artinya pembebasan bea masuk bagi
barang-barang mewah. Termasuk elektronik. Tetapi ini juga ditolak
oleh pengusaha waktu itu, karena mereka merasa bahwa yang terpenting
adalah harga-harga akan naik kalau BBM dan listrik naik. Beaya
produksi akan meningkat.

Jadi kelihatan bahwa pemerintah tidak mau mengubah hal-hal yang
sebetulnya mendasar. Jadi hanya mau mengubah yang sedikit-sedikit
supaya kelihatan populis, supaya kelihatan mendengarkan, tetapi
sebetulnya tidak banyak pengaruhnya.

RN: Dengan demikian demonstrasi buruh masih akan terus berlangsung
ya? Protes di kalangan buruh ini.

DS: Ya, dan justru sebetulnya pembatalan ini, di berbagai media
dikatakan penundaan ya, pembatalan atau penundaan ini menjadi bukti
bagi kita, bahwa kekuatan yang bergerak dari bawah, itu bisa memaksa
pemerintah untuk mengubah, sekecil apa pun, mungkin tidak besar
maknanya, tetapi  bisa berubah.

Jadi kalau demonstrasi yang sudah terjadi dua minggu ini membuat
pemerintah bisa menunda tarif telepon, maka dengan demonstrasi yang
lebih besar, maka bisa saja seluruh paket kebijakan pemerintah diubah
atau malah pemerintahnya yang diganti.

RN: Tapi menurut Anda seberapa besar kesediaan para buruh?

DS: Kalau dilihat dari gerakan yang sudah tumbuh selama dua minggu,
ini terlihat bahwa sebetulnya berbagai Serikat Buruh itu sudah punya
komitmen atau paling tidak keinginan untuk ikut berdemonstrasi.
Apalagi dengan adanya pernyataan dari pengusaha untuk tidak PHK. Jadi
hal-hal seperti ini harus terus didorong, meskipun memang hanya
sekitar sepuluh persen buruh yang berada di Serikat Buruh. Tapi
dengan begitu luasnya komponen masyarakat yang terlibat, kami harap
ini bisa mendorong buruh untuk ikut serta.

Demikian Dita Sari, pemimpin Front Nasional Perjuangan Buruh
Indonesia, FNPBI.




* RADIO NEDERLAND SIARAN PORTUGIS LENYAP, SIARAN BELANDA DIKURANGI,
SIARAN INDONESIA DIPERTAHANKAN

Mulai Oktober 2003, Radio Nederland Wereldomroep akan mengubah
haluannya. Siaran dalam bahasa Belanda dikurangi, sedang siaran dalam
Bahasa Portugis ditiadakan. Sebagai gantinya antara lain akan
diadakan aktivitas dalam bahasa Turki dan Arab. Rencana haluan baru
Radio Nederland Wereldomroep itu diumumkan oleh direksi hari Rabu
kemarin.

Perubahan haluan ini berawal dua tahun lalu. Ketika itu muncul
suara-suara dari Komisariat untuk Media dan Kementrian Pendidikan
Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan yang mempertanyakan keberadaan Radio
Nederland dalam bentuk lama.

Menurut direktur Radio Nederland Loudewijk Bouwens suara-suara kritis
yang lantang itu bukan disebabkan keinginan menutup Radio Nederland.
Lagi pula menurutnya kalau kegiatan lama dipertahankan, maka dalam
waktu 5 sampai 6 tahun Radio Nederland secara teknis bangkrut, karena
tidak mampu lagi membayar biaya pemeliharaan teknis.

Direksi memutuskan bukan sekedar mengadakan penghematan, melainkan
memilih haluan baru bagi Radio Nederland. Walaupun pada dasarnya
penghematan itu terjadi, karena jumlah acara untuk siaran dikurangi.
Menurut direktur Bouwens, pendengar-pendengar siaran Belanda tidak
akan dirugikan, karena mereka bisa mendengarkan siaran radio dan
televisi 24 sehari melalui satelit. Ini adalah perkembangan baru.

Mulai Oktober 2003, siaran dalam bahasa Belanda untuk Eropa melalui
gelombang pendek dikurangi dari 10 jam menjadi 3 jam. Sedang selama
musim panas, waktu banyak orang Belanda berlibur ke luar negeri, jam
siaran ditambah. Keputusan lain adalah, bahwa Radio Nederland akan
lebih banyak menggunakan bahan-bahan siaran dari pemancar dalam
negeri.

Keputusan direksi menimbulkan kegelisahan di dalam organisasi
penyiaran ini, karena 60 kesempatan kerja penuh akan lenyap.
Dikhawatirkan dengan perubahan -perubahaan ini Radio Nederland akan
kehilangan wilayah jurnalistiknya.

Perubahan haluan yang dipilih direksi dibarengi dengan sebuah pesan
yang berbunyi: Untuk dan atas nama Belanda, Radio Nederland hendak
menyediakan informasi pada dunia yang adalah gabungan antara
jurnalisitik independen dan pelayanan.

Siaran-siaran dan situs web dalam bahasa-bahasa Inggris, Spanyol dan
Indonesia adalah jendela Belanda bagi belahan-belahan bumi lain.
Direktur Bouwens mengatakan yakin bahwa Belanda punya pendapat dalam
beberapa  hal yang layak disampaikan. Untuk itu dibutuhkan
jurnalistik, karena Radio Nederland memilih dialog, dan meninjau
sesuatu dari berbagai pihak. Belanda punya pendapat mengenai
demokrasisasi, kebebasan berpendapat dan hak asasi.

Salah satu aktivitas baru yang diinginkan adalah membuka situs web
dalam bahasa Arab. Kegiatan baru lain adalah situs web dalam bahasa
Turki. Dengan demikian, maka orang-orang Turki bisa mendapat gambaran
mengenai Belanda dan Uni Eropa.


* MENGENANG MALARI, MELIHAT TOKOH-TOKOHNYA BERTARUNG

Intro: 15 Januari 1974 merupakan salah satu peristiwa berdarah rejim
Soeharto. Sejak itu di kalangan pelakunya peristiwa yang disebut
Malari ini sering diperingati. Sekarang Malari jadi pembicaraan orang
lagi, terutama karena gelombang protes tengah melanda Megawati. Ada
apa sebenarnya dengan Malari? Koresponden Syahrir mengirim laporan
berikut dari Jakarta:

Entah mengapa, tiba-tiba saja koran dan televisi di Indonesia mulai
mewawancarai para mantan aktivis mahasiswa semasa Malari. Ada yang
mengatakan ini disebabkan sebagian mantan aktivis mahasiswa pada
tahun 1974 yang terlibat Malari berada dibelakang demo-demo menentang
kenaikan harga BBM dan TDL seminggu belakangan. Yudil Herry mantan
caretaker Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia menganggap wajar jika
pers menyoroti kegiatan para mantan tapol Malari seperti Hariman
Siregar, dirinya sendiri dan Adnan Buyung Nasution.


Yudil Herry:

Pertama memang 15 Januari kan suatu peristiwa gerakan mahasiswa yang
terbesar, setelah 66, yang berbuntut dengan tindakan represif
pembubaran pembredelan koran, majalah. Pemberangusan gerakan
mahasiswa yang merupakan hal yang pertama, lalu penangkapan mahasiswa
pada waktu itu, yang pertama terjadi yang lumayan besar. Dan kedua,
kebetulan pada saat sekarang kan bertepatan atau hampir bertepatan
dengan kenaikan BBM.

Jadi ada saja pihak-pihak atau kelompok-kelompok yang mencoba melihat
kembali ke belakang. Barangkali peristiwa ini bisa diinspirasi oleh
peristiwa 15 Januari yang lalu, 29 tahun yang lalu. Barangkali bisa
juga terjadi sekarang. Cuma barangkali satu hal yang kita lupakan
bahwa pada saat 15 Januari 74, itu kan proses pematangannya sejak
Oktober itu, atau barangkali sebelumnya malah. Sedangkan ini kan
praktis baru beberapa hari. Jadi dari segi perspektif waktu saja, dan
untuk pematangan situasi ya, pada waktu 29 tahun yang lalu lebih
matang. Sekarang kan waktunya masih terlalu singkat.

Secara umum memang kita bisa melihat bahwa bukan hanya waktu Malari
ya, mantan tokoh-tokoh Malari. Tokoh-tokoh 78, 80-an. Beberapa di
antaranya ternyata bersekutu dengan rezim yang dulu ia tentang.
Bahkan masuk di dalam sistem, masuk di dalam partai atau politiknya
pemerintah, yaitu Golkar. Nah tidak terkecuali juga di kalangan
Malari. Beberapa orang di antaranya masuk Golkar, menjadi calon DPR,
menjadi anggota DPR dan lain sebagainya. Dan sebagian lagi tetap
berada di luar. Karena mereka melihat bahwa Golkar ini adalah pilar
pertama Orde Baru yang justru harus ditentang.




Harian Rakyat Merdeka sebagaimana halnya beberapa koran lainnya,
kemarin memberitakan bahwa kelompok anti Mega sempat berkumpul di
Taman Ismail Marzuki Jakarta pada tanggal 15 Januari 2003 bertepatan
dengan hari ulang tahun ke 29 Malari. Mereka bicara soal kemungkinan
dibentuknya presidium transisional jika penolakan kenaikan BBM
semakin membesar. Bekas menhankam dan Panglima TNI Jenderal Wiranto
juga hadir dalam acara tersebut. Selain Wiranto, utusan mantan
Presiden Habibie yaitu Fanny Habibie juga nampak di situ.

Penulis buku Revolusi Rakyat, profesor Sarbini Sumawinata pun dengan
tekun mengikuti acara tersebut yang juga dihadiri Habib Husein
Alhabsyi. Sarbini juga ditahan pada tahun 1974 dari sekitar seribu
peserta acara Indemo itu nampak sejumlah besar mantan tapol. Baik
dari kalangan kiri mau pun kanan. Tokoh-tokoh penentang rejim
Soeharto nampak hadir. Di antaranya Indro Tjahyono, mantan aktivis
tahun 1978.

Di tempat lain, tepatnya di Hotel Indonesia, kalangan mantan aktivis
mahasiswa tahun 1977 dan 1978 pun berkumpul sambil menonton kegiatan
ribuan mahasiswa yang berbaris dari Hotel Indonesia sampai ke Istana.
Di antara yang hadir di Hotel Indonesia nampak pula tokoh Malari Dr
Syahrir, juga seorang penentang pemerintahan Megawati. Kelompok
1977/1978 dewasa ini dipimpin oleh mantan Menko Rizal Ramli dan Indro
Tjahyono, staf ahli Menteri Tenaga Kerja. Mereka semua menentang
pemerintahan Megawati yang dinilai bergerak sangat lambat dan tidak
mau memberantas KKN.

Bahwa tokoh aktivis Mahasiswa semacam Rizal Ramli ikut mengkritik
pemerintahan Megawati benar-benar menarik mengingat ia selama ini
dekat dengan Panda Nababan, pemimpin operasi lapangan kalangan PDIP
saat ini. Pandalah yang menguasai segala funds and forces Taufik
Kiemas dan Megawati. Sedangkan Rizal merupakan penasehat ekonomi
Megawati.

Bahwa orang-orang semacam Rizal Ramli dan Kwik Kian Gie kini
meninggalkan kubu Megawati, PDIP menunjukkan bahwa Megawati mulai
goyah. Bahkan seorang pemimpin PDIP di daerah yang kini berada di
ibukota mengatakan, para pemimpin PDIP sekarang sedang bingung.
Tanggal 26 Januari nanti mereka  akan mengarahkan massa partai untuk
dibenturkan dengan mahasiswa.

Yang mengagetkan mereka ialah sikap KSAD Ryamizard yang berubah-ubah.
Tadinya ketika ia bertemu dengan Theo Syafei, utusan PDI Perjuangan,
KSAD mengatakan bahwa tentara siap menggantikan peran polisi jika
polisi tidak mampu mengatasi keadaan. Tetapi anehnya keesokan harinya
Ryamizard Ryacudu sebagai KSAD mengatakan TNI mendukung mahasiswa.
Maka kucarkacirlah PDIP. Banyak pemimpinnya kini cari selamat dengan
meninggalkan Megawati.

Maka hariman Siregar pun, sebagai bekas pemimpin 35 Dewan mahasiswa
di tahun 1974, menganjurkan agar para mahasiswa jangan meminta
pertolongan tentara tetapi meminta bantuan langsung dari rakyat.
Maka ide Dewan-Dewan Rakyat nampaknya bisa terealisasi di bulan-bulan
mendatang. Bukankah mahasiswa-mahasiswa Malari membutuhkan waktu lima
bulan untuk bisa menggoyang Soeharto ketika itu. Tetapi karena tidak
meminta dukungan rakyat sepenuhnya, maka Malari pun gagal.

Mungkinkah Malari kedua bisa pecah dalam bulan-bulan mendatang?
Tampaknya ini banyak ditentukan oleh sikap pemerintahan Megawati
sendiri yang kini punya Menko kepala batu. Itulah Dorodjatun Kuntjoro
Jakti yang dahulu pernah juga ditahan di tahun 1974 tetapi berpisah
dengan Hariman cs, karena Djatun ikut barisan Soeharto. Kini sebagai
seorang pengagum Amerika Serikat ia bersikeras agar kebijakan IMF
benar-benar dijalankan oleh Megawati.

Jadi bisa dikatakan saat ini yang terjadi adalah adu ngotot antar
para mantan tapol Malari. Tetapi pasti rakyat akan mengikuti siapa
yang selama puluhan tahun konsisten berjuang terus menerus untuk
rakyat kecil.


* Dua Terdakwa Cina Diancam Dijatuhi Hukuman Mati


Intro:
Selasa lalu dimulai proses peradilan terhadap dua buruh Cina. Mereka
didakwa membangkitkan kerusuhan buruh di Cina Timur Laut, Maret tahun
lalu. Mereka bisa dijatuhi hukuman mati. Organisasi hak asasi manusia
dan serikat buruh meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Presiden
Cina Jiang Zemin. Lebih lanjut laporan redaktur Asia Ellen van Dalen.


Tekst:
Maret tahun lalu dua terdakwa bersama ribuan buruh lainnya turun ke
jalan berdemonstrasi menentang korupsi yang dilakukan kaum politisi
lokal. Akibat korupsi maka pensiunan dan gaji para buruh yang dipecat
belum juga dibayar. Kaum buruh ini secara masal kehilangan pekerjaan
setelah sebuah perusahaan negara tutup pintu karena bangkrut.

Empat demonstran ditangkap. Dua dari mereka, Pang Qingxiang dan Wang
Zhaoming belakangan dibebaskan. Dua lainnya didakwa berupaya
menggulingkan pemerintahan Presiden Jiang Zemin dengan ikut menggelar
demonstrasi menentang negara. Dalam pembukaan proses peradilan jaksa
penuntut melontarkan tuduhan terhadap dua terdakwa. Menurut jaksa
penuntut dua terdakwa Yao Fuxin dan Xiao Yunling adalah anggota
Partai Demokratis Cina yang terlarang.

Menurut Han Dong Fang dari Bulletin China Labour di Hongkong
keanggotaan dua terdakwa itu sudah terjadi empat tahun lalu, ketika
partai demokrasi didirikan. Ketika itu dua tersangka mengirim sebuah
petisi kepada pemerintah, menuntut reformasi politik. Ketika itu
mereka sudah diperingatkan supaya menghentikan kegiatan mereka.

Kebanyakan aktivis masih berada dalam tahanan. Menurut keluarga dua
buruh yang ditangkap, mereka sudah bertahun-tahun tidak berbuat apa
pun bagi partai. Hang Dong Fang, yang juga disiden, sangat heran
mengapa jaksa penuntut mendakwa keduanya bersalah karena pernah
menjadi anggota Partai Demokratis. Masih dipertanyakan mengapa
keanggotaan mereka dipermasalahkan dan bukan demonstrasi. Namun
menurut Han Dong Fang ini berkaitan dengan tekanan internasional
serikat buruh lainnya. "Solidaritas serikat buruh internasional
terhadap kaum buruh Cina sangat besar. Pemerintah Cina ingin
menghindari tekanan itu dan memilih menggunakan tuduhan politik.

Organisasi hak asasi manusia dan serikat buruh menuntut supaya dua
pria lainnya juga dibebaskan. Dalam sebuah faks kepada Presiden Jiang
Zemin Federasi Internasional  Gerakan Serikat Buruh Bebas ICFTU di
Brussel menyatakan sangat cemas tentang perlakuan para tahanan.
Hak-hak kaum aktivis berulangkali dilanggar. Anggota keluarga baru
diberitahu tentang kondisi mereka empat hari setelah tersangka
ditangkap. Mereka tidak diberi pelayanan kesehatan dan tidak
diijinkan didampingi pengacara.

Kegelisahan kaum buruh diakibatkan perubahan ekonomi yang begitu
pesat di Cina. Pertumbuhan ekonomi mencapai tingkat paling tinggi,
yaitu lebih dari tujuh persen. Penelitian Dana Moneter Internasional
menunjukkan bahwa pertumbuhan ini juga berlaku bagi tahun mendatang.
Namun pertumbuhan ekonomi juga mempunyai sisi negatif. Jutaan orang
kehilangan pekerjaan karena perusahaan negara yang mengalami kerugian
terpaksa menutup pintunya. Dan muncullah banyak perusahaan swasta
kecil atau perusahaan semi-negara. Seringkali kaum buruh tidak
mendapatkan pensiun atau tunjangan sosial.

Perbaikan kondisi kerja tidak sejajar dengan modernisasi yang pesat.
Serikat buruh independen dihambat dalam kegiatan mereka. Pemimpinnya
seringkali ditahan. Menurut ICFTU, secara resmi Cina hanya memiliki
satu serikat buruh yang tidak independen. Demikian tandas Fons van
Nieuwenhuizen dari ICFTU. Serikat buruh berada di bawah Kementerian
Tenaga Kerja, berarti bagian dari  Negara Komunis. Serikat buruh
tidak melindungi kepentingan kaum buruh, tapi justru memutuskan apa
yang harus dibuat kaum buruh.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke