--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 28 Januari 2003 17:10 UTC ** PEKERJA INDONESIA KEMBALI DIBUTUHKAN DI MALAYSIA ** IRAK JANJIKAN KERJA SAMA LEBIH BAIK DENGAN INSPEKTUR SENJATA PBB ** 18 TEWAS MENYUSUL BAKU TEMBAK DI AFGHANISTAN TENGGARA ** TOPIK GEMA WARTA: BELGIA HARUS PAHAMI MASALAH DENDA DAN PENAHANAN KAPALNYA DI INDONESIA ** TOPIK GEMA WARTA: AS SERANG IRAK MALAH PICU ISLAM INDONESIA BERKONSOLIDASI ** TOPIK GEMA WARTA: PERANG ANTI TEROR BUKA PINTU BAGI MYANMAR DI EROPA ** TOPIK GEMA WARTA: MAJELIS MUJAHIDDIN IMBAU MASA PENAHANAN ABU BAKAR BA'ASYIR TIDAK DIPERPANJANG ** TOPIK GEMA WARTA: LAPORAN BLIX BELUM TUNTAS, AS SUDAH TIDAK SABAR ** TOPIK GEMA WARTA: OPERASI AMERIKA SERIKAT DI AFGANISTAN BERTUJUAN MENCEGAH PENGGABUNGAN KEMBALI PEJUANG TALIBAN * PEKERJA INDONESIA KEMBALI DIBUTUHKAN DI MALAYSIA Pekerja Indonesia kembali dibutuhkan di Malaysia, menyusul pengumuman pembatalan peraturan pembatasan tenaga kerja asing karena adanya permintaan seperti industri konstruksi. Hingga Agustus tahun lalu sekitar 70 persen pekerja konstruksi adalah asing. Ratusan ribu pekerja asing harus meninggalkan Malaysia karena mereka tidak memiliki ijin kerja. Kini banyak perusahaan konstruksi berada dalam krisis karena mereka tidak bisa menyelesaikan bangunan baru pada waktunya. Perusahaan-perusahaan itu hendak menerima kembali pekerja Indonesia terlatih karena memiliki kelebihan bisa berbicara bahasa Malaysia. * IRAK JANJIKAN KERJA SAMA LEBIH BAIK DENGAN INSPEKTUR SENJATA PBB Wakil Perdana Menteri Irak Tareq Aziz berjanji akan meningkatkan kerja sama dengan Inspektur senjata PBB. Ia mengatakan Baghdad telah bekerja erat dengan inspektur beberapa bulan belakangan, tetapi menemukan perbedaan dalam beberapa masalah. Ia secara khusus merujuk kepada permasalahan peneliti Irak. Baghdad menyebabkan kemarahan AS dengan memblok wawancara antara inspektur dengan peneliti Irak. Aziz memperingati bahwa negaranya akan membalas apabila diserang AS. Ia mengatakan Irak tidak akan menyerang target di AS tetapi akan menyerang sekutu AS seperti Kuwait. Pernyataan Aziz itu mencuat menyusul laporan kritis kepala inspektur senjata PBB Hans Blix dihadapan Dewan Keamanan PBB. Menurut Blix, Irak terlihat tidak bisa menerima secara penuh pelucutan senjata yang dituntut. Laporan awal itu menimbulkan beragam reaksi. Washington mengatakan laporan menunjukan Irak tidak bekerja sama secara penuh, sebuah kesimpulan yang dapat membenarkan perang. Menteri Luar Negeri Inggris Jack Straw mengatakan Irak membuat tim inspeksi menjadi bulan-bulanan. Sementara Cina dan Rusia merasa tim inspeksi perlu mendapatkan waktu tambahan untuk menuntaskan tugasnya. Uni Eropa mendesak Baghdad bekerja sama secara penuh dengan inspektur senjata PBB. * 18 TEWAS MENYUSUL BAKU TEMBAK DI AFGHANISTAN TENGGARA Di Afghanistan Tenggara, pasukan Amerika Serikat dan Afghan terlibat dalam pertempuran sengit dengan sekelompok pejuang Taliban. Pertempuran itu terjadi dekat perbatasan Pakistan, utara kota Spin Boldak. Sekitar 300 pasukan sekutu berhadapan dengan sekitar 700 pejuang Taliban, pendukung tuan tanah Afghan Gulbuddin Hekmatyar. Sedikitnya 18 tentara Taliban dilaporkan tewas. * PEMILU ISRAEL BERLANGSUNG, KEKERASAN DI PALESTINA JALAN TERUS Pemilu parlemen Israel berlangsung hari ini. Hampir lima juta orang memberikan suaranya untuk memilih salah satu dari 27 partai yang berlaga. Poling opini menunjukan partai Likud pimpinan Perdana Menteri Ariel Sharon meraih kemenangan mayoritas. Partai Buruh Amram Mitzna menunjukan prestasi buruk. Bisa jadi partai itu kehilangan tempat kedua digantikan oleh Partai Liberal Shinui, yang tetap mempertahankan pengaruh politik Yahudi Ultraortodoks. Tempat pemungutan suara dibuka pagi ini dengan keamanan ketat menyusul ancaman teroris. Karena pemilu ini, wilayah Palestina ditutup sejak Ahad lalu. Sementara pagi ini juga tentara Israel masuk ke kota Jenin di Tepi Barat Singai Yordan. Sumber Palestina menyebut dua orang tewas dalam aski itu. Malam kemarin empat orang tewas dalam bentrokan dengan tentara Israel di utara Jalur Gaza. * GBAGBO MUNGKINKAN REFERENDUM UBAH PERJANJIAN DAMAI Presiden Pantai Gading Laurent Gbagbo menimalisasi isi penting perjanjian damai yang ditandatangani di Paris Ahad lalu. Ia menyebut perjanjian antara pemerintah dan pemberontak sebagai sebuah set proposisi. Presiden Gbagbo mengatakan beberapa perubahan dapat disepakati melalui referndum. Ia membuat pernyataan itu dalam sebuah sambutan di hadapan ratusan pendukung yang berunjuk rasa menolak perjanjian. Pendukung presiden menolak tawaran kepada pembangkang untuk menduduki posisi penting di pemerintahan. Mereka menyatakan bekas penjajah Perancis menekan Gbagbo untuk menerima perjanjian itu. * UNI BARU YUGOSLAVIA Parlemen Serbia menyetujui pembentukan uni baru dengan Montenegro. 166 anggota parlemen dari 250 keseluruhan anggota memilih untuk konstitusi baru. 47 lainnya anggota oposisi menolak. Parlemen Montenegro selanjutnya akan mengambil suara terhadap proposal tersebut Selasa ini, kemudian parlemen federal Yugoslavia akan diminta untuk mengsesahkan perubahan konstitusi. Belum diketahui kapan hal itu akan terjadi. Pembentukan uni baru antara Serbia dan Montenegro berarti akan menghilangkan nama Yugoslavia. Persetujuan tentang uni itu sebagai hasil tekanan Uni Eropa yang hendak mencegah Montenegro terpisah dari Serbia. Montenegro berjanji tetap menjadi bagian negara federal baru paling tidak untuk tiga tahun. * BELGIA HARUS PAHAMI MASALAH DENDA DAN PENAHANAN KAPALNYA DI INDONESIA Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirayudha dalam pembicaraan tingkat menteri antara Uni Eropa dan Asean, juga mengadakan pembicaraan bilateral dengan tuan rumah Belgia. Yaitu, soal tiga kapal milik Belgia yang ditahan di Indonesia. Belgia baru baru ini memprotes denda sebesar 23 ribu dollar atas kapal kapal yang terlibat penyimpangan jual-beli pasir di Singapura. Sebaliknya pihak Indonesia menunjuk bahwa tonnage kapal kapal Belgia amat besar. Lagi pula pihak Indonesia amat dirugikan karena perdagangan pasir tsb amat merusak lingkungan hidup. Berikut ini, keterangan Duta Besar RI untuk Belgia, Sulaiman Abdulmanan. Sulaiman Abdulmanan [SA]: Pertemuan ini dijadwalkan secara reguler antara hubungan kerja sama antara Uni Eropa dengan ASEAN. Jadi di sinipun Menteri Luar Negeri hadir dalam rangka pertemuan itu bersama dengan sembilan menteri luar negeri wakil ASEAN. Dalam hal kasus tiga kapal Belgia yang ditahan di Kepulauan Riau, sudah enam bulan mereka ditahan di sana, tapi itu juga sudah ada keputusan pengadilan yang bagi kita juga masih ada hal-hal lain yang harus diperbaiki keadaan penambangan pasir di sana. Penambangan pasir ini kan sudah berlangsung sejak tahun 1973, sejak keputusan pemerintah saat itu. Tapi hingga sekarang kan banyak penyimpangan-penyimpangan yang terjadi, baik dari dalam kita sendiri maupun pengolahannya untuk mengirim ke Singapura. Jadi ada kasus-kasus penyimpangan yang barangkali tekad pemerintah sekarang untuk mengadakan perbaikan ini juga menata kembali situasi penambangan pasir, karena sudah sangat besar merusak lingkungan alam. Radio Nederland [RN]: Apakah kapal-kapal Belgia ini terlibat pencurian pasir? SA: Saya tidak tahu persis apakah ini pencurian atau penyimpangan ya, tetapi yang jelas ini adalah sekarang mereka sedang ditahan di sana. Dan ini juga bagi kita kan yang lebih memprihatinkan adalah kerusakan lingkungan alam yang banyak membawa dampak yang tidak baik. Terutama menurut peta Indonesia sudah enam atau tujuh pulau yang tidak kelihatan atau artinya tenggelam di bawah air. Jadi sudah sangat merusak situasinya. Dalam kasus Belgia ini pemerintah juga sudah mengambil langkah itu dan di luar pengadilan juga, mereka dituntut membayar denda 23,5 juta dollar AS yang dirasakan sangat berat. RN: Katanya sudah dibayar tetapi Belgia belum memperoleh kembali kapal-kapalnya? SA: Begini, oleh pengadilan setempat waktu itu sudah diputuskan mereka hanya membayar 5000 dollar AS. Tapi ini kan kerusakan begitu besar dan penambangan yang banyak menyimpang itu tidak mungkin mendapat denda sebesar itu. Jadi pemerintah menilai kembali, apa betul denda ini. Karena itu pemerintah mencoba menata kembali, kemudian juga masih ada hal-hal yang harus diselesaikan. Dan sekarang kalau 23,5 juta dollar AS yang dikatakan terlalu berat, itu juga bukan semata-mata diputuskan pemerintah, itu juga atas nasehat sebuah konsultan independen. Karena keputusan itu adalah untuk membayar 15 persen tonase kapal dan juga muatan yang mereka bawa. Jadi kalau ada kapal Jepang yang sudah dibebaskan membayar denda yang katakan 600 ribu dollar, itu berdasarkan ketentuan dari 15 persen tonase kapal. Karena perbandingannya sangat jauh ya antara tonase kapal Belgia dan kapal Jepang. Kapal Jepang itu tonase tidak terlalu besar sekitar 480 ton. RN: Lalu apakah pihak Belgia puas dengan penjelasan itu dan masalahnya sudah tuntas? SA: Ya kita mengharapkan mereka mengerti pada penjelasan kita. Karena disamping merusak alam, juga ada pelanggaran yang dilakukan. karena itu diambil jalan kompromi membayar denda semacam itu. Kapal Belgia Vasco da Gama itu salah satu terbesar di dunia. Dari tonase saja 36 ribu ton. Jadi 15 persen dari itu kan sangat mahal. Tapi yang lebih mahal lagi harus kita bayar adalah kerusakan alam. Kemudian juga pasir dan tanah ini diangkut untuk melakukan reklamasi di pantai Singapura yang kabarnya juga sudah ratusan kilometer bujursangkar itu mempunyai pantai baru, dan ini membawa dampak pada perbatasan wilayah Singapura dan Indonesia. RN: Singkatnya pihak yang paling dirugikan adalah Indonesia dan Singapura dan Belgia harus memahaminya, begitu? SA: Ya itu yang kita harapkan. Sekarang ini pemerintah juga menata kembali dan sekarang ini pemerintah sudah memutuskan melarang penambangan pasir di pulau Riau. Demikian Duta Besar RI untuk Belgia, Sulaiman Abdulmanan. * AS SERANG IRAK MALAH PICU ISLAM INDONESIA BERKONSOLIDASI Rencana penyerangan AS terhadap Irak akankah menjadi pintu masuk untuk gerakan Islam kembali melakukan konsolidasi setelah diluluh lantakan akibat meledakanya bom di Bali Oktober tahun lalu? Laporan Jopie Lasut dari Jakarta. Peristiwa meledaknya bom di Bali menjadi batu sadungan yang meluluhlantakan gerakan Islam bukan saja gerakan Islam yang bermain pada level bawah namun juga gerakan Islam yang selama ini bermain bebas pada permukaan politik. Seperti membalik telapak tangan, dengan waktu sekejap AS mampu merobohkan gerakan yang belakangan ini mulai menjadi mainstream dalam percaturan politik. AS tak main-main dalam menekan Negara-negara yang diduga menjadi sarang teroris. Di tengah-tengah konflik AS-Irak, kepolisian RI masih harus menunjukan prestasinya dalam menangkap seluruh aktivis Islam yang diduga terkait dengan gerakan Al Qaeda. Pengembangan hasil pemeriksaan Abdul Jabar yang menyerahkan diri di Dompu, NTB, semakin jelas mengarah pada keterlibatan Dulmatin alias Amar Usman. Ia ternyata ahli perakit bom di Indonesia.Sebagian besar bom yang meledak di Tanah Air, dirakit Dulmatin. Orang ini pernah menjadi sukarelawan perang di Afganistan. Sejak tertangkapnya tersangka Amrozi , menyusul Abdul Azis alias Imam Samudra mereka mengaku bahwa, perakit bom yang meledak di Bali, Oktober lalu, adalah Dulmatin. Namun hingga kini ia belum tertangkap. Ali Imron dan Mubarok yang tertangkap di Kalimantan Timur, juga menunjuk Dulmatin sebagai pemimpin perakit bom Bali. Ternyata, menurut Abdul Jabar, Dulmatin juga merakit bom yang meledak pada malam Natal 2000 di sejumlah gereja di Indonesia. Antara lain di Jakarta, Batam dan Mataram. Di kejar-kejarnya sejumlah aktivis gerakan Islam seperti Dulmatin mau tak mau mebuat para aktivis gerakan islam bergerak secara ekstra hati-hati. Kecuali mereka yang berhubungan erat dengan pihak kepolisian. Dengan latarbelakang ini bisa dimengerti mengapa Organisasi-Organisasi Islam garis keras mengendorkan keterlibatan mereka dalam aksi-aksi anti kenaikan harga-harga. Sementara itu Umar Abduh, seorang mantan tapol Islam, mengatakan bahwa gerakan-gerakan Islam ternyata hanya berani bergerak jika mendapat jaminan dukungan dari pihak militer. Umar Abduh: Indonesia yang diduga mempunyai gerakan yang militansi, potensi yang besar yang ditakuti, ternyata hanya persoalan bom, hanya persoalan disidik oleh para polisi sudah pada tiarap semuanya. Nah jadi itu menandakan gerakan Islam itu nggak murni. Yang tidak perlu ditakuti, dan mereka bergerak lantaran ada restu atau koordinasi dengan yang punya keamanan. Pilihan untuk 'cooling down' tentu merupakan langkah aman yang harus dilakukan sebab kini AS sedang menyorot setiap gerak para aktivis Islam serta pihak-pihak yang memberi dukungan kepada gerakan tersebet. Bagaimana tidak mereka tidak memperoleh dukungan dari kalangan militer karena AS kini sangat menyoroti gerak-gerik intelijen militer Indonesia. Menurut Ferri S fungsionaris dewan pimpinan pusat partai Sarekat Indonesia, yang merupakan gabungan lima partai Islam dan nasionalis, aksi-aksi mahasiswa tidak didukung oleh partai-partai Islam. Issue yang digelontorkan oleh para mahasiswa tidak cukup mampu memberi ruang bagi umat Islam. Bahkan partai-partai Islam melihat aksi-aksi penuntutan penurunan harga hanya menguntungkan pihak lain utamanya militer. Memang parpol-parpol Islam saat ini sedang giat melakukan konsolidasi menghadapi 2004. Mereka masih mencari tokoh yang bisa ditonjolkan pada Pemilu yang akan datang. Itulah sebabnya mereka tidak masuk dalam gerakan-getakan 'deligitimisasi '. Tetapi jika dalam beberapa bulan ini prosesnya sudah masuk pada tahap 'menurunkan Megawati', maka partai-partai Islam yang sesungguhnya kecewa dengan pembagian kursi di Kabinet bisa menyuplai massa mereka dalam usaha mendongkel Megawati-Hamzah Haz. Dibalik gencarnya aksi demo anti AS, Megawati harus mampu dengan cerdas menghitung kekuatan demo yang terkonsolidasi. Karena sewaktu-waktu aksi tersebut bisa berputar arah menyerang kekuasaan pemerintahannya. Dalam waktu dekat ini jika AS sampai menyerang Irak, bisa diduga bahwa organisasi Islam seperti Hisbut Tahir dll akan meningkatkan demo-demo mereka. Dari kalangan NU pun utamanya yang berada dibawah garis kepemimpinan Gus Dur juga akan memobilisasi massa mereka dalam melakukan tekanan-tekanan terhadap AS. Sementara ini PMII, yaitu organ mahasiswa yang dekat dengan NU, mulai ikut bergerak dalam aksi-aksi penurunan HARGA.Yaitu Hamzah, Amien Rais, Mega,Akbar Tanjung. Bahkan dari kalangan Sukarnois non Megawati diperoleh keterangan bahwa sebagian massa NU di Pati, Jawa Tengah ikut memperkuat barisan Partai Nasionalis Bung Karno. Artinya NU mulai mendekat ke mahasiswa sambil ikut mengangkat issue anti AS yang mau menyerang Irak. * PERANG ANTI TEROR BUKA PINTU BAGI MYANMAR DI EROPA Kampanye dunia perang melawan teror menuntut korban korban di Asia. MacDonald baru, alias Mac Anti Teror ini, sekarang makin menjadi prioritas dalam politik dunia. Di Brussel pertemuan reguler Uni Eropa dan ASEAN, tidak terhambat lagi oleh masalah Myanmar atau Burma, negara diktatur militer yang dulu selalu mengganjal Eropa. Dan di Washington, Majelis Senat baru saja menolak usulan yang menggugat peningkatan kerjasama Amerika dan tentara Indonesia. Dengan kata lain, soal hak hak asasi manusia di Myanmar, Indonesia atau di mana pun, terancam masuk kotak. Ulasan redaksi di Hilversum ... Rezim militer di Myanmar, tidak lagi menjadi kerikil dalam sepatu Eropa. Hal itu terbukti dari sidang para menteri luar negeri Uni Eropa dan ASEAN di Brussel akhir pekan lalu. Pertemuan dua tahunan antara dua kelompok kawasan dan perdagangan Eropa dan ASEAN ini merasa tak perlu terganggu lagi oleh kehadiran wakil Myanmar yang anggota ASEAN. Dulu, setiap pertemuan Uni Eropa dan ASEAN selalu ditandai penolakan visa dari Eropa bagi wakil Myanmar, tapi sekarang Menlu Myanmar Khin Maung Win hadir penuh dalam sidang menteri Uni Eropa dan ASEAN selama dua hari. Memang secara basa basi, negara negara Eropa yang menentang Myanmar, mengatakan tak ada kesepakatan yang tegas antara Eropa dan Myanmar, tetapi Myanmar telah menjadi salah satu wakil penuh dan terhormat dari ASEAN di ajang Eropa. Bandingkan Timor Timur, yang sekarang menjadi Republik Timor Leste merdeka, semasa negara ini diduduki Indonesia, isu ini pun selalu mengganjal hubungan Eropa dan ASEAN karena Portugal dengan konsekuen selalu menggugat dengan memasukkan isu ini ke dalam agenda. Tapi itu zaman tahun 90an jauh sebelum barisannya Usama bin Ladin menyerbu New York September 2001. Duta Besar RI untuk Belgia, Sulaiman Abdulmanan, mengakui perubahan perubahan itu ... Sulaiman Abdulmanan [SA]: Ini pertemuankan dijadwalkan secaar reguler hubungan kerja sama antara Uni Eropa dengan ASEAN. Menlu RI hadir bersam sembilan Menlu lainnya wakil ASEAN. Dan saya kira dalam perubahan dunia sekarang ini perlu ada pendekatan-pendekatan baru lagi. Saya kira bayak masalah yang perlu dibicarakan. Radio Nederland [RN]: Maksud anda dalam masalah isu teror? SA: Itu salah satu isu, juga ada kerja sama regional anatara EROPA dengan ASEAN. Karena perubahan besar ini juga terjadi ada masalah-masalah yang perlu dikoordinasikan antara dua wilayah itu. RN: Yang menarik kerjasama antara Eropa dengan ASEAN ini. Ada satu lembaran baru ya menyangkut Myanmar. Tampaknya Eropa lebih sedikit lunak. SA: Jadi memang ini kalau berkaitan dengan Myanmar pertama kali mereka ikut serta secara langsung pertemuan ini. Tapi saya kira dalam kerjasama ini perlu hal-hal kongkrit yang untuk dilaksanakan. Jadi tidak sekedar pertemuan-pertemuan saja karena juga ada kepentingan bersama yang perlu diatasi. Lebih ditingkatkan dari masa-masa lalu. RN: Dalam hal Myanmar ini, nampaknya pihak Eropa berkonsesi ya dengan ASEAN? Mau menerima lengkap termasuk Myanmar. Dulu kan dalam kasus Timor Timur , Eropa yang keras. ASEAN dan Eropa ini menjadi lebih rapat tanpa ganjal. Sekalipun masih ada Myanmar? SA: Itulah harapan dari pertemuan-pertemuan itu. Jadi untuk mengkomunikasikan permasalahan. Sebaliknya, dari dalam ASEAN sendiri juga banyak dorongan perubahan, terutama sejak Peristiwa 11 September dan Peristiwa Bali, karena negara negara Asia Tenggara yang dianggap menjadi sarang para teroris, menjadi sorotan dunia. Akan tetapi, sebenarnya tak banyak perubahan yang substansial sejauh menyangkut masalah hak hak asasi manusia di Myanmar atau Burma. ASEAN tetap bersikukuh pada apa yang disebut sebagai "constructive engagement", atau pendekatan konstrukltif yang melibatkan negara yang bermasalah. Berikut komentar Dubes Sulaiman Abdulmanan ... SA: Jadi saya kira perkembangan di Asia Tenggara pun situasi sekarang ini perlu ada hal peningkatan lagi. Saling pengertian dan itu pentingnya saling komunikasi dan pertemuan-pertemuan semacam ini. Jadi di kita ASEAN sendiripun perubahan-perubahan di dalam kawasan sendiri terutama dengan Myanmar mengambil sikap kesepakatan yang konstruktif. RN: Tapi itu membela diktaktor itu.. SA: Ya tapi kan dengan perubahan-perubahan itu tidak bisa juga dengan pemaksaan-pemaksaan karena tiap negara punya hak di dalam negeri masing-masing. Dan di dalam ASEAN kita punya prinsip tidak campur tangan urusan dalam negeri. Dalam kerangka untuk tidak memperkeruh keadaan untuk mambangaun kerjasama lebih positif, dalam arti perubahan itu kan membutuhkan waktu. Jadi kalau disishkan terus Myanmar belum tentu akan berubah. tetapi dengan kerjasama dengan membawa mereka keluar, mereka akan belajar dengan situasi di luar negeri. Dan kemungkinan kita harapkan ada perubahan-perubahan dengan memberikan pengertian-pengertian melalui perundingan-perundingan mengambil contoh dari perkembangan lain. Jadi itu inti dari kesepakatan konstruktif ini. Dengan kata lain, pendekatan konstruktif tsb langgeng terus, apapun pelanggaran pelanggaran HAM yang terjadi. Apalagi, di bawah angin kampanye anti-teror dari Amerika ... * MAJELIS MUJAHIDDIN IMBAU MASA PENAHANAN ABU BAKAR BA'ASYIR TIDAK DIPERPANJANG Ketua Desk Koordinasi Pemberantasan Teroris (DKPT) Irjen Pol Drs Ansyad Mbai mengemukan bahwa pendiri dan pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Ustad Abu Bakar Ba 'asyir terlibat dalam aksi teror di Indonesia. Namun demikian belum ada bukti bahwa Ba'asyir secara langsung terlibat dalam aksi peledakan di suatu daerah, tegas Ansyad di Denpasar, Senin kemarin. Ditanya tentang keterlibatan pemimpin pesantren Al Mukmin di Ngruki itu dalam bom Bali 12 Oktober 2002, Ansyad juga mengaku belum ada bukti ke arah situ. Radio Nederland menghubungi Fuazan, Ketua Departemen Data dan Informasi Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). Menurut Fauzan, itu semua adalah retorika dan tidak ada bukti hukum. Selain itu dia mengimbau agar penahanan Ustad Abu, demikian panggilan akrab Ba'asyir, tidak diperpanjang. Penahanannya berakhir tanggal 31 Januari mendatang. Berikut keterangan lengkap Fauzan kepada Radio Nederland. Fauzan (F): Ya itu komentar basi dan klise, karena sebelumnya Made Mangku Pastika membantah keterlibatan Ustad Abu dalam peledakan bom Bali. Adapun jika dalam laporan itu disebutkan bahwa Ustad Abu Bakar Ba'asyir itu mendirikan apa yang disebut Jamaah Islamiyah kemudian di Indonesia disebut Majelis Mujahiddin, itu sesuatu yang sangat sembrono, sangat ceroboh. Kenapa, karena Majelis Mujahiddin itu didirikan oleh peserta kongres Mujahiddin secara terbuka pada tanggal 7 Agustus 2000. Dan tidak ada sekalipun istilah Jamaah Islamiyah muncul dalam kongres tersebut. Perlu diketahui bahwa banyak juga kalangan pengamat yang mengikuti kongres tersebut. Sehingga tidak mungkin ada yang merekayasa bahwa Jamaah Islamiyah itu kemudian dijelmakan ke dalam Majelis Mujahiddin. Itu analisis yang sembrono dan ceroboh. Hal yang sama telah dilakukan oleh Sidney Jones dalam laporan International Crisis Group ICG yang terbaru tanggal 12 Desember. Itu sudah kami gugat di Mabes Polri karena mengandung banyak kebohongan. Dan waktu itu saya sudah menyiapkan banyak saksi kunci yang akan membongkar habis kebohongan Sidney Jones. Tapi sayang Mabes Polri sampai hari ini belum menindak lanjuti laporan kami itu. Jadi kalau saya mendengar laporan yang Anda sebut tadi, maka itu sesuatu yang basi. Sesuatu yang klise. Hanya untuk memaksakan keterkaitan Abu Bakar Ba'asyir dengan yang mereka sebut terorisme. RN: Kalau sehubungan dengan beliau pernah tinggal di Malaysia itu kan yang suka disebut sebut dengan keterkaitannya dengan Jamaah Islamiyah.. F: Ya itu selalu dikatakan demikian bahwa beliau tinggal di Malaysia selama 15 tahun. Tapi apakah selama itu kemudian beliau konfirm mendirikan apa yang disebut Jamaah Islamiyah, itu sesuatu yang lain. Sesuatu yang harus dibuktikan di pengadilan. Selama ini kami terus menuntut Mabes Polri untuk membuktikan hal itu di pengadilan. Seperti Anda ketahui bahwa penahanan Abu Bakar Ba'asyir sudah pada tahap ketiga yaitu selama hampir tiga bulan. Saya yakin polisi tidak menemukan bukti bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga berkas perkarapun dikembalikan oleh Kejaksaan. Saya melihat bahwa ada upaya sistematis dengan menggunakan mesin propaganda untuk memaksakan skenario keterlibatan Ustad Abu Bakar Ba'asyir tadi. Dan bagi saya menuntut kepada seluruh penuduh untuk mendatangkan bukti bukti yang dapat dipertanggungjawabkan di pengadilan nanti. Saya kira bulan Februari kalau memang pihak Mabes sudah menemukan bukti bukti itu saya kira tidak perlu diperpanjang penahanannya. Tinggal bermain di pengadilan. Demikian Ketua Departemen Data dan Informasi Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). * LAPORAN BLIX BELUM TUNTAS, AS SUDAH TIDAK SABAR Pengawas senjata Irak telah menyampaikan laporannya kepada Dewan Keamanan PBB. Mereka mengatakan laporan tersebut belum tuntas, dan oleh karena itu membutuhkan lebih banyak waktu lagi untuk menyelesaikan tugas mereka. Namun Amerika Serikat secara samar-samar mengatakan kecurigaan sekecil apapun yang menunjukkan keengganan Irak untuk bekerjasama, sudah cukup untuk melancarkan perang. Lebih lanjut laporan koresponden Reinout van Wagtendonk. Ketua pengawas senjata PBB di Irak Hans Blix dan para inspektur lainnya memusatkan pencarian pada senjata-senjata kimia dan biologis serta rudal-rudal yang digunakan untuk menembakkan mereka. Blix mengatakan bahwa Irak tidak merintangai pengawasan, dan apabila diminta mereka akan membukakan pintunya. Namun membukakan pintu saja tidaklah memadai. Pengawasan senjata bukanlah suatu permainan. Demikian dikatakan Blix. Inspeksi bukanlah permainan 'tangkaplah aku kalau dapat'. Inspeksi tidak dilandasi oleh rasa saling percaya, tapi dibuat untuk mewujudkan saling kepercayaan. Ini bisa berlangsung kalau ada keterbukaan bagi para pengawas serta menyerahkan kepada mereka hal-hal yang perlu dimusnahkan atau menyerahkan bukti kuat bahwa hal-hal tesrebut memang tidak ada. Sayangnya 12 ribu halaman laporan Irak tidak mengandung hal-hal baru yang bisa menghilangkan pertanyaan-pertanyaan atau menguranginya. Demikian Hans Blix. Ketua pengawas senjata asal Swedia itu tidak bisa memberikan kesimpulan apakah Irak sekarang memiliki senjata terlarang. Ia memberikan sejumlah contoh mengenai kurangnya kerjasama oleh Irak, antara lain dalam bidang bakteri antraks, gas syaraf, serta suku cadang roket. Irak bisa tapi tidak bersedia mengatakan apa yang sebenarnya terjadi dengan persediaan bahan-bahan terlarang yang dimiliki tesrebut. Menurut Mentri Luar Negeri Amerika Serikat Colin Powell, inti laporan Hans Blix itu menegaskan penolakan Irak untuk melucuti senjata. Mohamaed El Baradei adalah direktur Badan Enerji Atom Internasional yang bertanggung jawab dalam mencari program senjata nuklir Irak. Baradei mengatakan dalam laporannya bahwa tidak ditemukan senjata nuklir yang masih berfungsi di Irak. Namun demikian, Baradei mengimbau Irak untuk lebih menunjukkan kerjasama dalam proses pengawasan. Ia meminta Dewan Keamanan secara eksplisit untuk memberi waktu beberapa bulan lagi baginya supaya bisa menununtaskan pengawasan, sebagai sumbangan terhadap perdamaian. Menanggapi laporan Baradei, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Colin Powell mengatakan laporan tesrebut mengasumsikan bahwa Irak bersedia bekerjasama sepenuhnya. Tetapi kerjasama tersebut sampai saat ini tidak terbukti. Duta besar Amerika Serikat di PBB John Negroponte juga terdenagr tidak optimis. Irak tidak menunjukkan kerjasama tanpa syarat. Irak gagal memenuhi dua tuntutan ini. Dalam hari-hari mendatang ini kami yakin bahwa Dewan beserta anggotanya harus menghadapi tanggung jawab serta mempertimbangkan pesan apa yang akan disampaikan ke Irak. Tidaklah menguntungkan siapapun untuk membiarkan Saddam berpikir bahwa ia bisa mempecundangi kita seperti yang telah dilakukannya dalam 12 tahun belakangan ini. Demikian John Negroponte. Amerika secara samar-samar menyatakan bahwa mereka bersedia memberi waktu paling banyak beberapa minggu lagi. Namun para anggota Dewan Keamanan lainnya, menyebut-nyebut beberapa bulan lagi bagi pengawsan senjata. Prancis, Rusia, dan Cina memiliki hak veto dalam Dewan. Tampaknya, negara-negara tersebut dalam waktu tidak lama lagi akan mendukung perang melawan Irak. Kemarin Powell mengatakan bahwa pemerintahnya akan melangsungkan pembicaraan dengan negara-negara lain pekan ini untuk menentukan langkah selanjutnya. Powell mengulang kembali bahwa Amerika memiliki hak untuk melancarkan serangan militer terhadap Irak di luar Perserikatan Bangsa Bangsa. * OPERASI AMERIKA SERIKAT DI AFGANISTAN BERTUJUAN MENCEGAH PENGGABUNGAN KEMBALI PEJUANG TALIBAN Di Afganistan Tenggara terjadi serentetan kontak senjata antara pasukan Amerika Serikat dengan kelompok pejuang Afganistan, pimpinan Gulbbudin Hekmatyar. Inilah pertempuran terbesar di Afganistan sejak sembilan bulan ini. Pesawat-pesawat pembom dan ratusan tentara Amerika menyerang kawasan dekat Spin Boldak. Radio Nederland menghubunggi Ahmed Rashid di Pakistan. Ia adalah wartawan dan pakar Afganistan. Berikut rangkuman wawancaranya. Pekan-pekan belakangan ini kelompok bersenjata di Afganistan Tenggara melancarkan aksi-aksi penembakan mortir ke markas militer Amerika Serikat dan gedung-gedung pemerintah Afganistan di Selatan. Menurut Ahmed Rashid penembakan itu jelas memiliki sejumlah alasan. Pertama sebagai pertanda bahwa serdadu bekas Taliban dan Al Qaeda yang selama ini bersembunyi di Pakistan, dekat perbatasan dengan Afganistan, muncul kembali dan mereka mulai bergabung. Menjelang musim semi ini, mereka dengan mudah menyeberang pengunungan dan melakukan serangan terhadap pasukan Amerika Serikat. Kalangan rakyat Afganistan meyakini bahwa pejuang Taliban dan Al Qaeda ingin melancarkan serangan-serangan berkala selama Amerika melakukan operasi militer di Irak. Menarik untuk mengulas komandan kelompok bersenjata yang muncul di Afganistan Tenggara belakangan ini. Gulbudin Hekmatyar, adalah pemimpin pejuang Mujahiddin garis keras yang dahulu memerangi Uni Sovyet, di masa perang Afganistan-Sovyet tahun 1980an. Di awal tahun 1990 ia melancarkan pemboman di ibukota Kabul untuk merebut kekuasaan. Tetapi kemudian ia ditaklukan penguasa baru Taliban. Hekmatyar kemudian lari ke pengasingan di Iran. Hekmatyar memang memiliki masa lampau perang yang panjang. Awalnya Hekmatyar adalah musuh Taliban. Ia dikenal sangat keji, sehingga dibenci sebagian besar rakyat Afganistan. Tetapi sekarang ini ia didukung mantan pejuang Taliban dan rakyat Afganistan yang menentang kehadiran pasukan Amerika di negara mereka. Ancaman kelompok bersenjata ini tidak akan seketika menggoyahkan stabilitas pemerintahan Afganistan di Kabul. Tetapi dengan serangan-serangan kecil berupa mortir dan penembakan-penembakan itu, jelas bisa memicu eskalasi. Serangan pasukan Amerika Serikat seperti yang terjadi Selasa kemarin, merupakan upaya mencegah agar kelompok-kelompok kecil bersenjata tidak bergabung kembali. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
