---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 03 Februari 2003 16:20 UTC



** LEDAKAN BOM DI MABES POLRI JAKARTA

** BARESKRIM MABES POLRI TANGKAP KETUA JI SINGAPURA

** PENCARIAN KEPING PESAWAT DAN SERPIHAN AWAK COLUMBIA

** TOPIK GEMA WARTA: BOM DI MABES POLRI  ISYARATKAN POLISI MASIH
LEMAH

** TOPIK GEMA WARTA : ABDUL WAHID AKUI PERNAH KE AFGHANISTAN, TAPI
TIDAK KETEMU BIN LADIN

** TOPIK GEMA WARTA: TIGA TIM AS BERUPAYA MENGUAK PENYEBAB KECELAKAAN
PESAWAT ULAK-ALIK COLUMBIA

** TOPIK GEMA WARTA: KOALISI MERAH HIJAU JERMAN MENGALAMI PUKULAN
TELAK DALAM PEMILU REGIONAL



* LEDAKAN BOM DI MABES POLRI JAKARTA

Senin pagi sebuah bom meledak di depan Mabes Polri di Jakarta.
Ledakan tidak menelan korban jiwa. Empat orang luka-luka. Sebuah
gedung di dalam kompleks Mabes Polri dan dua mobil, rusak. Menurut
seorang jurubicara Polri, ledakan tersebut  tergolong jenis "low
explosif" atau ledakan kecil yang disembunyikan di dalam sebuah tas.
Belum ada pihak yang menyatakan bertanggung-jawab.
Pihak Mabes Polri juga belum dapat memberikan keterangan, apakah
ledakan tersebut ada kaitan dengan pengusutan ledakan bom di Bali
bulan Oktober. Pengusutan kasus bom Bali dikoordinasi di Mabes Polri
Jakarta. Ledakan bom di Bali menelan lebih dari 190 jiwa.
Otoritas Indonesia menguduh Jemaah Islamiyah bertanggung jawab atas
ledakan di Bali. Pemimpin Jemaah Islamiyah Abu Bakar Ba'ashir masih
ditahan di Mabes Polri di Jakarta.


* BARESKRIM MABES POLRI TANGKAP KETUA JI SINGAPURA

Tim Badan Reserse dan Kriminologi Mabes Polri menangkap ketua Jemaah
Islamiyah Singapura. Kelompok Jemaah Islamiyah diduga keras sebagai
pelaku ledakan bom di pulau Bali. Ketua Jemaah Islamiyah Singapura -
Mas Slamet bin Kastari, disekap di pulau Bintan dekat Singapura.
Operasi penangkapan dilakukan atas permintaan otoritas Singapura.
Bulan Desember tahun 2001, Mas Slamet meninggalkan Singapura, ketika
polisi Singapura mulai melancarkan operasi besar-besaran terhadap
Jemaah Islamiyah. Mas Slamet bin Kastari antara lain didakwa
merancang pembajakan dan peledakan pesawat-pesawat terbang di bandara
Changi Singapura.


* PENCARIAN KEPING PESAWAT DAN SERPIHAK AWAK COLUMBIA

Semakin banyak petunjuk menyimpulkan bahwa kecelakaan yang dialami
oleh pesawat ruang angkasa Columbia berkaitan dengan kerusakan di
bagian sayap sebelah kiri. Pada menit-menit terakhir sebelum pesawat
tersebut meledak, suhu di sayap sebelah kiri naik sangat drastis.
Pesawat yang kemudian oleng ke kiri, menurut lembaga antariksa
Amerika NASA bisa memberi petunjuk bahwa sebuah ubin keramik lepas.
Sejauh ini dilakukan tiga pengusutan mengenai penyebab kecelakaan dan
struktur di lembaga antariksa NASA. Ketiga pengusutan tersebut
dilakukan oleh NASA sendiri, Kongres Amerika dan Lembaga Keselamatan
Angkutan Nasional Amerika.
Pengusutan keping-keping pesawat yang berserakan di Texas sangat
penting. Pesawat ruang angkasa Columbia meledak diudara diperbatasan
antara negara bagian Texas dan Louisiana. Ratusan polisi dan
sukarelawan dikerahkan mencari keping-keping pesawat dan potongan
tubuh dari ke-7 awak pesawat Columbia yang tewas. Mereka telah
berhasil mengumpulkan banyak barang bukti.
Hari Minggu kemarin di seluruh Amerika diselenggarakan upacara
memperingati ke-7 astronot yang tewas. Hari Selasa besok presiden
Bush menghadiri sebuah upacara peringatan di Johnson Space Centre di
Houston, Texas.


* LEDAKAN BOM DI KARACHI

Satu orang dipastikan tewas akibat ledakan bom di Karachi - Pakistan.
Dua orang luka-luka. Bom ditaruh diatas sebuah motor di pelataran
pakir sebuah pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi orang. Tidak
jauh dari tempat tersebut terletak kantor pusat perusahaan minyak
negara Pakistan. Ledakan mengakibatkan kerusakan berat gedung pusat
perbelanjaan dan perusahaan minyak negara.
Polisi Pakistan belum dapat memastikan siapa sasaran dari ledakan bom
tersebut. Juga masih terus dilakukan pengusutan, apakah pria yang
menjadi korban adalah pelaku dari pemboman tersebut.


* DELEGASI UNI EROPA BERTEMU SEKJEN PBB SOAL IRAK

Sebuah delegasi Parlemen Eropa hari ini bicara dengan sekjen PBB Kofi
Annan di New York soal Irak. Delegasi akan juga bertemu dengan ketua
inspektur senjata PBB Hans Blix dan para duta besar negara-negara Uni
Eropa di Dewan Keamanan PBB. Delegasi Parlemen Eropa berusaha
menyusun suatu kesepakatan bersama, sekalipun peluang tersebut sangat
kecil, terutama karena besarnya beda pendapat antara Inggris dan
Perancis.
Dari hasil pembicaraan dengan sekjen PBB, Parlemen Eropa akan
memutuskan apakah perlu untuk mengutus sebuah delegasi ke Irak.
Hari Kamis parlemen Eropa tidak mendukung serbuan terhadap Irak
apabila tidak disetujui oleh PBB. Menurut suara mayoritas di parlemen
Eropa, mereka tidak mendukung serbuan terhadap Irak berdfasarkan
hasil penemuan yang sejauh ini dikumpulkan oleh tim inspektur senjata
PBB.


* OPOSISI AKHIRI AKSI MOGOK UMUM DI VENEZUELA

Oposisi Venezuela mengakhiri aksi mogok umum nasional yang memprotes
presiden Chavez yang sudah berlangsung selama dua bulan. Demikian
pengumuman yang dikeluarkan oleh kelompok-kelompok opsisi. Hanya
karyawan di industri minyak yang terus melanjutkan aksi mogok mereka.

Aksi mogok nasional selama berminggu-minggu melumpuhkan sektor
angkutan umum di Venezuela dan mengakibatkan kerugian besar di sektor
ekspor minyak. Selain mengakhiri aksi mogok umum, kesepakatan bersama
kelompok oposisi juga memutuskan bahwa protes melawan presiden
Chavez, memasuki babak baru.
Menurut pihak oposisi, ratusan-ribu penduduk telah menanda-tangani
petisi menentang presiden. Petisi tersebut menuntut perombakan UUD
untuk mengurangi masa jabatan presiden Chavez dan menggelar pemilu
yang dipercepat. Rakyat Venezuela dapat mencantumkan tandatangan
mereka di lebih dari 34 ribu tempat pemungutan suara. Di beberapa TPS
dilaporkan terjadinya kerusuhan antara pendukung oposisi dengan
pendukung Chavez.


* KONPERENSI PUNCAK UNI AFRIKA

Di Addis Abeba ibu kota Ethiopia dimulai konperensi puncak pertama
Uni Afrika. Organisasi baru yang dibentuk Juli tahun lalu
beranggotakan 53 negara dan harus menggantikan Organisasi Persatuan
Afrika OAU. Sekitar 30-an kepala negara dan pemerintahan, selama
konperensi puncak dua hari antara lain membicarakan pembentukan
lembaga-lembaga baru seperti bank sentral, parlemen, mahkamah agung
dan dewan keamanan.
Selanjutnya dalam agenda konperensi puncak tercantum kasus konflik
Pantai Gading, Semenanjung Afrika dan masalah-masalah yang dihadapi
negara-negara Afrika Tengah. Para pemimpin Afrika diharapkan menyusun
kesepakatan bersama berkaitan dengan perang di Irak.
Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki, dalam kedudukannya sebagai ketua
bergilir Uni Afrika yang baru itu, cemas bahwa serbuan terhadap Irak
akan berdampak negatip yang luar biasa bagi sektor perekonomian
Afrika.


* BOM DI MABES POLRI  ISYARATKAN POLISI MASIH LEMAH

Bom kembali mengguncang Indonesia. Kali ini yang disasar Wisma
Bhayangkari, bangunan satu areal dengan Mabes POLRI di Ibukota
Jakarta. Sekalipun ledakan tergolong tidak besar, tetapi ini jelas
mencoreng muka polisi yang tengah giat mengusut kasus-kasus
terorisme. Kalau markas polisi, yang tentunya harus sangat aman saja
bisa ada bom, apalagi di tempat lain! Radio Nederland menghubungi
Budi Witjaksono, kepala pusat studi kepolisian Universitas
Dipenogoro, Semarang.

Budi Witjaksono (BW ) : Ini sebenarnya penghinaan kalau menurut saya,
penghinaan buat Polri.

Radio Nederland (RN) : Ini pertanda apa ?

BW : Pertanda satu, ada kecemburuan. Kecemburuan yang bersifat
instansional bisa. Masalah politis bisa. Kan ada pembentukan opini
bahwa sekarang sangat berorientasi pada pemerintah sangat mendukung
Amerika, memojokkan orang Islam dsbnya. Ya mungkin dari mereka-mereka
itu ada yang lalu berbuat sesuatu. Tapi yang saya lihat bukan itunya.
 Justru saya lihat memang masih lemahnya keamanan yang dikondisikan
oleh Polri.

RN : Bayangkan, di Mabes Polri saja bisa ada bom. Apa lagi diluar
Mabes Polri ya ?

BW : Betul, iya betul. Saya dari dulu memang berkata sinis tentang
pemerintah Indonesia. Lha polisi itu sebagian dari pemerintah
Indonesia gitu.

RN : Nah selain itu juga menarik bahwa ini diungkap oleh juru bicara
kepolisian bahwa di Wisma Bhayangkara itu tidak ada detector. Nah,
setahu saya memang di Mabes Polri juga tidak ada pengamanan yang
ketat, artinya siapa saja bisa masuk.

BW : Saya sependapat, itu karena kita memang kurang peralatan, satu.
Kedua, kurang personil pak. Jadi paling-palng didepan ya, keliling
ada sedikit, tapi bagi saya itu kurang sekali. Sekarang kalau saya
bawa sesuatu saja, saya taruh sesuatu saja, ndak ada orang tahu. Saya
sering keluar masuk sana tanpa tanda pengenal dsbnya.  Saya bayangkan
kalau saya orang jahat gimana ? Dari dulu saya udah mikir begitu pak.


RN : Jadi artinya peledakan bom kecil ini cuma sebagai tanda saja.
Artinya dia sebenarnya bisa taruh ditempat yang lebih penting dan
bisa lebih besar lagi ?

BW : Betul betul. Sangat betul. Sangat bisa itu. Di Indonesia itu kan
kejahatan terlalu banyak pak. Baik tingkat yang "white collar crime"
walaupun "blue collar crime". Di Indonesia masih numpuk. Mungkin di
luar negeri sudah mulai "white collar crime" saja yang dihadapi. Di
Indonesia luar biasa, dua-duanya datang bersamaan sementara polisinya
masih demikian lemah.

RN : Pak Budi sekarang kita beralih ke sedikit nuansa politis begitu
ya. Dengan bom ini semua orang pasti akan langsung melirik
kelompok-kelompok radikal Islam yang sedang diusut Mabes Polri. Nah
seberapa jauh bom ini, bisa dikaitkan dengan mereka ?

BW : Saya ndak tahu ya pak ya. Yang bisa melakukan bom itu lan cuma
dari apa ya angkatan darat paling-paling tokh, sama sementara ini,
sudah terbukti kalangan itu, kalangan yang disebut itu, Islam tadi.
Lah, terus siapa lagi yang mau dituduh gitu ? Saya ndak bisa
mengatakan ya, tapi orang akan berfikir kesana gitu.

RN : Dan kedua-duanya memang punya "kepentingan" atas bom gitu ya?

BW : Sebagai contoh baru saya penelitian di Binjai ya pak ya. Di
Binjai itu, toko, perkebunan, pabrik itu dulu ada tulisan-tulisan
LINUD dsbnya, pokoknya angkatan darat dsbnya, sekarang semuanya itu
BRIMOB. Ini kecemburuan sosial jelas akan cemburu orang-orang yang
dulu ada afiliasi dengan pengusaha-pengusaha itu sekarang ditutup
karena yang berurusan cuma polisi saja. Ini jelas. Ya, saya tidak
menuduh mereka tapi secara sosiologis kita bisa kait-kaitkan itu.

RN : Kalau begini petanya, apakah nanti polisi jadi mengalami
penurunan mental begitu akibat bom ini ?

BW : Saya kira tidak juga pak karena seringkali kesadaran itu juga
tidak ada begitu pak ! Kesadaran ya, pemahaman itu secara holistik
juga ndak ada.

RN : Maksud anda kesadaran, apa ini ?

BW : ya, kadang-kadang ada sesuatu hal sebetulnya menunjukkan bahwa
kita itu belum mampu gitu ya. Tapi kita merasa. Kita tidak pernah
merasa bahwa kita itu tidak mampu. Kadang-kadang ya kita belum mampu,
tidak merasa kita belum mampu. Seolah kita terus jalan gitu. Jalan
terus tanpa menyadari bahwa ini ada gerakan-gerakan yang justru mau
menusuk kita.

RN : Jadi artinya sekalipun ada bom tabiat kepolisian kita nampaknya
belum bisa berubah gitu?

BW : ndak, tidak akan berubah begitu. Artinya tidak akan berubah
secara total tapi kalau saya faktornya justru ada orang-orang yang
sadar tentang itu tentu ada satu dua elitnya ada,  tapi bagaimana mau
menggerakkan mengantisipasi itu mengatasi itu kalau seperti saya
sebutkan dana dsbnya itu, ndak tersedia, gitu lho !

RN : Atau mungkin lawanya terlalu kuat sehingga mereka tidak bisa
melakukan apa-apa, tidak berdaya begitu?

BW : oh saya tidak bilang begitu. Saya pun bawa bom kesitu saya bisa
kok. Apa saya kuat ? kan tidak !

Demikian Budi Witjaksono kepala pusat studi kepolisian Universitas
Diponegoro Semarang


* TOPIK GEMA WARTA : ABDUL WAHID AKUI PERNAH KE AFGHANISTAN, TAPI
TIDAK KETEMU BIN LADIN


Intro: Adbul Wahid Kadungga adalah nama yang banyak disebut dalam
laporan International Crisis Group (ICG) yang disusun Sidney Jones.
Radio Nederland berhasil mengadakan wawancara ekslusif dengan tokoh
yang antara lain dituduh sebagai penghubung antara Jemaah Islamiah
dan Al Qaedah ini. Berikut cuplikan wawancaranya dengan rekan
Abuprijadi Santoso. Benarkah tuduhan-tuduhan tersebut?

Abdul Wahid Kadungga (AWK) : Pada dasarnya Sydney Jones ini menulis
menurut pikirannya sendiri karena dia tahu kan saya kita ini kan udah
lama di Eropa dan mendirikan Moslems Association dan ya itu memang
pernah jumpa dengan alm. Sungkar dan dengan Ba'asyir pernah jumpa
juga. Bahkan sekarang di sini jumpa lagi. Jadi dia hubung-hubungkan
begitu saja. Kemudian dia pikir saya ketemu dengan Bin Laden,
sebenarnya saya memang ke Afghanistan, tapi tahun '85 kan ? Waktu itu
nama Bin Laden belum ada, belum muncul dia.

Radio Nederland (RN) : Tapi kan selama tahun 80-an itu, anda lama
sekali itu 20 tahunan engga terdengar. Anda kemana saja ?

AWK : ............. (tertawa) sesungguhnya terus juga didalam
kegiatan. Saya baru lagi meninggalkan negeri Belanda tahun '85 ya,
langsung ke Afghanistan kemudian masuk ke Indonesia, masuk ke
Indonesia itu saya kan tidak punya surat jalan yang benar tokh ! Jadi
saya masuk melalui selat Malaka lah !

RN : Tadi bung mengatakan bahwa selama itu ya kegiatan lah, tetap
giat begitu ya,. Giat apa sebenarnya ?

AWK : Sebenarnya kan lebih banyak saya membina teman-teman mahasiswa
Indonesia di Jerman Barat, jadi mondar-mandir antara Belanda dengan
Jerman Barat, tahun 80-an itu. Berlin, Hamburg, hampir seluruh Jerman
lah

Mengenai bom Bali pendiri Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa (PPME) ini
menyatakan Amerikalah di baliknya.

AWK : Masa dia tanya saya, apa hubungan bapak, apa yang bapak tahu
tentang bom Makassar ? Saya bilang ini kan rekayasa. Dia berhenti
melanjutkan pertanyaannya. Oleh karena itu saya dilepas, karena
setiap dia mencoba menghubung-hubungkan saya dengan soal-soal itu
saya "kick" mereka dengan informan Amerika. Nah supaya bung tahu
bahwa dua hari sebelum ledakan di Kuta di Bali itu kapal perang
Amerika merapat di pelabuhan Benoa di Bali. Dua hari sebelum ledakan
itu.

RN : Jadi kenapa ?

AWK : jadi boleh saja dia bermain itu, boleh saja dia bawa dia punya
bom disitu, boleh saja dia bayar orang untuk meletakkan bom itu, kan
begitu kira-kira.

Menurut Kadungga anak-anak yang tertangkap itu seperti Imam Samudra,
Ali Imron dan seterusnya dipermainkan oleh intel seperti  Ali Murtopo
dulu mempermainkan kelompok radikal Islam untuk ditumpas.

AWK : Anak-anak itu dimainkan saja. Diarah saja. Teori daripada Ali
Murtopo itu dilaksanakan sekarang ini, jadi mereka bergabung. Ini
intelijen bergabung dengan anak-anak muda ini. Anak-anak muda ini kan
dia tidak ngerti politik. Dia tidak ngerti ini intelijen atau bukan.
Dia pikir dia ada kawan datang, bawa senjata bawa uang bawa idee.
Lalu anak-anak ini dia tidak tahu bahwa dia alat Amerika. Yang alat
Amerika, intelijen sudah tentunya Ini memang pelik, tapi insya Allah
ini nanti semua terbongkar ini, insya Allah.

RN : Bagaimana dengan peranan kunci uztad Abu Bakar Ba'asyir. Ini
juga selain disebut-sebut di Singapura ada bukti juga rapat Solo
segala macem, mungkin engga ini nampaknya apa uztad Ba'asir terlibat
Bali. Apakah uztad ini juga menjadi anteknya Amerika, menurut bung ?

AWK : Tidak. Selama pengadilan belum menyatakan itu, itu kan barusan
prasangka namanya. Ba'asyir baru menyatakan pertemuan saya dengan
anak-anak ini, dengan Samudra CS, ketemukan saja. Saya engga pernah
jumpa dengan mereka itu. Ba'asyir tidak terlibat itu. Nanti kita
lihat semuanya di pengadilan, insya Allah.

Demikian Abdul Wahid Kadungga yang diwawancarai rekan Abuprijadi
Santoso. Wawancara lebih panjang dapat anda ikuti dalam acara fokus
awal minggu Selasa pagi dan malam.


* TIGA TIM AS BERUPAYA MENGUAK PENYEBAB KECELAKAAN PESAWAT ULAK ALIK
COLUMBIA

Sedikitnya tiga lembaga akan memeriksa dengan seksama penyebab
kecelakaan pesawat ulang-alik Amerika Serikat, Columbia , Sabtu
silam. Penyidikan tahap pertama terpusat pada kerusakan yang terjadi
ketika lepas landas. Sementara menunggu hasil pemeriksaan, tiga
pesawat ruang angkasa milik NASA, untuk sementara tidak terbang.
Presiden AS, Bush, akan menghadiri langsung upacara berkabung di
Houston mengenang arwah tujuh awak. Berikut laporan koresponden
Reinout van Wagtendonk dari Amerika Serikat.


Direktur Badan Antariksa Amerika (NASA) Sean O'Keefe menyampaikan
bahwa awal pemeriksaan mencari jawaban sejauh mana spare part (suku
cadang, red.) pelindung tangki bahan bakar yang lepas pada saat
tinggal landas berpengaruh pada kecelakaan. Pada rekaman peluncuran
dua pekan silam terlihat pecahan spare part itu mengenai sayap kiri
pesawat. Beberapa saat sebelum Columbia meledak, perangkat sensor di
bagian kiri mengirim peringatan adanya penyimpangan teknis, tegas
direktur program NASA, Ron Dittemore, Ahad malam.

Masih belum bisa diambil kesimpulan dari informasi yand didapat. Maka
itu Direktur NASA, Sean O'Keefe Ahad kemarin mengatakan bahwa semua
kemungkinan lain juga akan diselidiki. Sekecil apapun kemungkinan
motif teror, tetap akan diselidiki juga. Meskipun pesawat dengan laju
18 kali lebih cepat dari suara itu, nyaris tidak mungkin bisa
ditembak dari darat, demikian O'Keefe.

Laksamana Gehman adalah pensiunan perwira Angkatan Laut. Harold
Gehman memimpin tim yang menyelidiki serangan teror terhadap kapal
induk Amerika Serikat, US COLE di Yaman. Di samping NASA akan
melakukan pemeriksaan intern, Harold Gehman ini mengetuai sebuah tim
indipenden yang juga akan melakukan penyidikan. Lembaga ketiga yang
juga akan mencari fakta penyebab kecelakaan pesawat ulangalik
Columbia itu adalah pansus kongres Amerika Serikat.

Kecelakaan serupa terjadi pada Challenger akhir Januari tahun 1986.
Penyebab kecelakaan baru ditemukan setelah penyidikan selama beberapa
bulan. Penerbangan berikutnya baru diijinkan tiga tahun kemudian.
Penerbangan berikutnya, yang menurut rencana semula akan berlangsung
1 Maret mendatang, terpaksa dibatalkan. Direktur NASA, O'Keefe, tidak
bisa menentukan tanggal penerbangan berikutnya.

Tetapi saat ini ada tiga manusia yang mengitari bumi dalam stasiun
ruang angkasa internasional. "Walau bagaimana pun NASA berkewajiban
memberi kejelasan kepada tiga orang itu, dengan mengadakan
penyelidikan yang mendasar dan secepat mungkin", tutur O'Keefe.
Diharapkan dua astronot AS dan kosmonot Rusia itu bisa segera
digantikan. NASA menandaskan bahwa kecelakaan ini tidak akan
mengancam program ruang angkasa.


* KOALISI MERAH HIJAU JERMAN MENGALAMI PUKULAN TELAK DALAM PEMILU
REGIONAL

Empat bulan setelah pemilu parlemen Jerman SPD, partainya Kanselir
Gerhard Schoder, mengalami kekalahan besar pada pemilu regional di
dua negara bagian. Hasil pemilu baik di negara bagian Hessen maupun
di Niedersachsen, sebuah hukuman menyakitkan bagi koalisi Merah
Hijau. Lebih lanjut laporan Hans Verbeek dari Jerman.

Setelah negara bagian Hessen yang memang sudah diperintah partai
oposisi Kristen Demokrat, CDU, kini ditambah lagi dengan
negara-bagian Niedersachsen jatuh ke tangan oposisi. Padahal selama
13 tahun belakangan ini Niedersachsen dipandang sebagai basis
kekuatan pendukung Gerhard Schroder. Kendati pemilu ini bersifat
regional, namun hasil ini menentukan kebijakan nasional. Dengan hasil
pemilu ini maka partai oposisi CDU semakin memperkokoh dominasi di
Bundestag. Dengan demikian maka Kanselir Gerhard Schoder membutuhkan
ijin partai oposisi untuk mengambil setiap kebijakan-kebijakan
penting. Jadi pada kenyataanya Jerman diperintah oleh koalisi yang
sangat besar.

Menteri Perekonomian dan Tenaga Kerja, Wolfgang Clement mengaku mulai
sekarang untuk mengambil kebijakan harus bekerjasama dengan partai
oposisi CDU. "Kita tidak bisa memungkirinya", demikian ungkapnya di
Televisi Jerman. Justru dari menteri Clement diharapkan bulan-bulan
mendatang ini akan lahir kebijakan-kebijakan menanggulangi
perekonomian Jerman yang seret. Tetapi Kanselir Jerman Schroder
sendiri tidak menunjukkan sikap seperti menteri Perekonomian itu.
Satu-satunya pernyataannya Ahad malam adalah ucapan selamat bagi tim
bola tangan Jerman yang merebut piala dunia di Kroasia.

Survey membuktikan bahwa elektorat di negara bagian Hessen dan
Niedersachsen terutama memakai pemilu sebagai sarana untuk
mengungkapkan kekecewaan atas tingginya angka pengangguran,
pertumbuhyan ekonomi yang seret dan kenaikan pajak, yang diumumkan
September, sesaat setelah ia terpilih kembali sebagai Kanselir.

Hasil pemilu regional ini membuktikan kekecewaan elektorat. Di
Hessen, SPD kehilangan 10 persen suara dari 39,4% menjadi 29,1%.
Lebih menyakitkan lagi adalah hasil di Niedersachsen, yang nota bene
dipandang sebagai basis kekuatan partai SPDnya Kanselir Gerard
Schroder. Di sini SPD kehilangan hampir 15% dari 47,9 menjadi 33,4%.
Sementara partai CDU meraih 48% di setiap negara bagian itu.

Kritikan terhadap rencana perang Irak, yang dipakai SPD sebagai upaya
mendongkrak popularitas, ternyata tidak mempengaruhi sikap elektorat
di Hessen dan Niedersachsen. Pemimpin partai SPD menyebut  hasil
pemilu ini sebagai "opini elektorat dalam menentang politik Schroder
dalam kasus Irak." September silam Schroder masih meraup dukungan
ketika mengangkat politik anti rencana perang AS.

Sementara itu partai CDU dalam kampanyenya menjanjikan kebijakan
konstruktif dan kooperatif dalam mereformasi ekonomi Jerman. Yang
menjadi keraguan adalah sejauh mana CDU tidak akan menghalangi
kebijakan yang diambil SPD. Ketua partai CDU, Angela Merkel
menyatakan akan mendukung kebijakan koalisi Merah Hijau, kalau itu
bijaksana.

Menyusul kekalahan pemilu, kubu SPD mulai terjadi keretakan. Satu
sisi kubu neoliberal yang menghendaki penerapan secepatnya kebijakan
sosial yang keras. Di kubu lain sosial demokrat yang konservatif yang
tidak menginginkan perubahan itu. Sekjen partai SPD, Olaf Scholz, di
televisi Jerman menuturkan jalur politik partainya. "2003 adalah
tahun reformasi". Tapi ini terdengar agak terpaksa. Realisasi dari
janji itu menentukan masa depan politik Gerhard Schroder.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke