---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 04 Februari 2003 16:40 UTC



** PERTEMUAN PUNCAK PERANCIS INGGRIS SOAL IRAK

** PYONGYANG TUDUH WASHINGTON JALANKAN POLITIK AGRESIF

** KUMARATUNGGA DESAK PERCEPAT PROSES PERDAMAIAN

** MUSLIM EKSTREMIS DI BELANDA

** TOPIK GEMA WARTA : BADAI PANAS TERPA PDI PERJUANGAN

** TOPIK GEMA WARTA : DAMANIK KORBAN KEPENTINGAN PENGUASA BUKAN
KONFLIK AGAMA

** TOPIK GEMA WARTA : JURAGAN NARKOTIK TIDAK MUNGKIN BERAKSI DI
INDONESIA KALAU TIDAK ADA PENJAMIN KEAMANAN

** TOPIK GEMA WARTA : BLAIR GAGAL YAKINKAN CHIRAC DUKUNG AS

** TOPIK GEMA WARTA : JUTAAN WARGA PILIPINA DI LUAR NEGERI AKAN
MENDAPAT HAK MEMILIH

** TOPIK GEMA WARTA : UNI AFRIKA CEMAS PERANG IRAK MERUGIKAN AFRIKA



* PERTEMUAN PUNCAK PERANCIS INGGRIS SOAL IRAK

Presiden Perancis Jacques Chirac hari ini berunding dengan perdana
menteri Inggris Tony Blair mengenai masalah Irak. Perundingan puncak
sehari itu dilangsungkan di Le Touquet sebuah kota tepi pantai di
Perancis. Blair akan berusaha membujuk Chirac mendukung sebuah
resolusi PBB yang memungkinkan menindak Irak dengan cara militer.
Menurut nara sumber Inggris, Blair akan menyampaikan bukti-bukti
bahwa Bagdad mengelabuhi inspektur senjata PBB.
Chirac ingin agar inspektur senjata PBB diberi waktu yang lebih lama.
Perancis memiliki hak veto di Dewan Keamanan.
Menurut jaringan radio dan televisi Inggris BBC, tentara Inggris
telah dipersiapkan kemungkinan pendudukan di Irak untuk jangka waktu
yang lama. Bila presiden Irak Saddam Hussein telah digulingkan, maka
Irak menurut nara sumber militer, akan dibagi dalam beberapa sektor
yang selama tiga tahun dijaga oleh tentara barat.
Angkatan bersenjata Inggris menyiapkan 30 ribu tentara, 120 kendaraan
lapis baja dan sebagian dari armada lautnya untuk dikirim ke Irak.


* PYONGYANG TUDUH WASHINGTON JALANKAN POLITIK AGRESIF

Rejim komunis Korea Utara menuduh Amerika Serikat menjalankan politik
yang agresif terhadap Pyongyang. Washingon menghambat rujukan dengan
Korea Selatan dan mau menguasai semenanjung Korea, demikian tuduhan
Pyongyang.  Kehadiran 37 ribuan tentara Amerika di Korea Selatan,
demikian Pyongyang lebih lanjut merupakan rencana Amerika untuk
menyerbu Korea Utara.
Washington menyangkal semua tuduhan. Menurut kementrian pertahanan
Amerika Pentagon, kehadiran tentara Amerika di Korea Selatan justru
hanyalah untuk mencegah kemungkinan agresi Korea Utara, apabila pecah
perang di Irak.
Lembaga Nuklir Internasional IAEA pekan depan melangsungkan rapat
untuk membicarakan krisis nuklir Korea Utara. Besar kemungkinan IAEA
akan menyerahkan masalah tersebut kepada dewan keamanan PBB. Direktur
IAEA Mohammad El Baradei menegaskan bahwa segala upaya akan ditempuh
untuk mendesak supaya Korea Utara mau bekerja sama.


* KUMARATUNGGA DESAK PERCEPAT PROSES PERDAMAIAN

Presiden Srilanka Chandrika Kumaratungga mendesak kabinet agar cepat
menyusun sebuah program perdamaian yang definitip. Dalam sebuah
pernyataan menyambut perayaan Hari Kemerdekaan, presiden Kumaratungga
menyorot seretnya proses perdamaian yang sudah memakan waktu lebih
dari satu tahun. Kumaratungga juga mengimbau kelompok Macan Tamil
agar tidak me-rekrut anak-anak dibawah umur untuk menjadi pasukannya.
Menurut lembaga anak-anak PBB UNICEF, gerilyawan Macan Tamil masih
terus menggunakan anak-anak sebagai tentaranya.
Perundingan perdamaian babak berikut dibawah penengahan Norwegia akan
dilangsungkan akhir minggu ini di Berlin Jerman. Jepang sudah
menyatakan kesediaannya menjadi tuan rumah  perundingan antara
pemerintah Srilanka dengan gerilyawan Macan Tamil yang akan
dilangsungkan bulan depan.
55 tahun lalu Srilanka membebaskan diri belenggu penjajahan Inggris.


* MUSLIM EKSTREMIS DI BELANDA

Di Belanda terdapat puluhan Muslim ekstrimis yang aktif. Mereka
terutama keturunan Aljazair. Mereka terlibat pencurian, perampokan
serta pemalsuan paspor, antara lain untuk mendukung terorisme. Uang
hasil kejahatan tersebut, diduga untuk membantu kelompok ekstrim di
Pakistan, Sudan dan Eritrea. Demikian informasi dinas rahasia Belanda
AIVD yang disiarkan oleh sebuah acara di televisi Belanda.
Para ektremis Muslim di Belanda itu, demikian informasi AIVD, adalah
anggota Takfir Wal Hijra, yang dikenal melakukan serangkaian ledakan
bom di Aljazair dan Perancis. Sejumlah teroris Aljazair di Belanda
punya hubungan dengan pelaku pemboman di jaringan kereta api bawah
tanah di Paris tahun 90-an. Menurut dinas rahasia Belanda AIVD,
aktivitas kelompok kecil Muslim radikal sangat membahayakan keamanan
nasional.


* PRODUSER PRINGAN HITAM PHIL SPECTOR DITAHAN POLISI AMERIKA

Produser pringan hitam kondang Phil Spector ditahan polisi Amerika
dengan dakwaan pembunuhan. Setelah ditahan beberapa hari, ia kemudian
dibebaskan, dengan uang jaminan satu juta dollar. Polisi yang
mendapat peringatan lewat telepon menemukan mayat seorang wanita di
rumah kediaman Spector di Alhambra, dekat Los Angeles. Identitas
mayat wanita yang berumur 40-an telah diketahui.
Phil Spector 62 tahun menjadi terkenal tahun 60-an karena
mengorbitkan kelompok penyanyi wanita The Ronettes dan The Crystals.
Spector kemudian antara lain memproduksi album Let It Be bersama The
Beatles. Spector menunjuk Robert Shapiro sebagai pengacaranya.
Shapiro terkenal sebagai pengacara O.J. Shimpson, bintang film
Amerika yang akhirnya dibebaskan pengadilan dari tuduhan membunuh
istri dan pacarnya.


* TOPIK GEMA WARTA : BADAI PANAS TERPA PDI PERJUANGAN


Intro : Sementara elite politik Jakarta sibuk membahas tentang mutasi
di tubuh TNI, PDI Perjuangan melakukan konsolidasi dengan massa baik
dari tingkat pusat maupun daerah. Tahun 2003 merupakan tahun kritis
bagi PDI Perjuangan. Bagaimana tidak, bila disaat ia belum berkuasa
partai berlambang banteng gemuk ini didaulat sebagai partai harapan.
Namun kini di usia yang ke 2 tahun berkuasa, partai yang identik
dengan Megawati menuai badai cerca akibat langkah politik yang
diambilnya. Akankah PDI Perjuangan bertahan hingga 2004 atau kini ia
sedang menghitung hari kejatuhannya? Laporan koresponden Jopie Lasut
dari Jakarta:

Akhirnya PDI Perjuangan tak tahan juga untuk tidak melakukan aksi
perlawan terhadap aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa belakangan
ini. Kemarin sekitar 1000 orang massa PDI Perjuangan di Jakarta
mendatangi DPP PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Ketua DPC PDI P Jakarta Pusat, Richard Tulis mengatakan pada pers,
"kami tidak rela melihat posisi Ibu Megawati yang setiap hari terus
disudutkan oleh berbagai gerakan massa". "Massa PDI P Jakarta sampai
saat ini tetap setia pada Ibu Megawati", lanjutnya. Sikap fanatisme
para pendukung Megawati ternyata tidak merembes sampai pada tingkat
daerah. Masyarakat pendukung PDI P di Jawa Tengah yang terpecah
adalah sebuah bukti yang dapat diajukan. Sejumlah orang yang pernah
menjadi anggota PDI Perjuangan, Selasa lalu membakar Kartu Anggota
mereka karena salah satu ormas mereka dibubarkan sendiri oleh PDI
Perjuangan. Tjahyo Kumolo sekretaris Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI
dalam sebuah pertemuan pernah mengatakan, bahwa PDI Perjuangan tidak
mengenal 'onderbouw', yaitu organisasi massa yang bernaung di bawah
Partai.

Ada yang mengatakan kelemahan PDI Perjuangan dalam mengerahkan massa
menghadapi para mahasiswa anti Megawati utamanya karena ketiadaan
onderbouw. PDI Perjuangan terpaksa harus mengandalkan massa
cabang-cabang yang ternyata tidak solid sebagaimana nampak di
Jakarta. Buktinya bila semula ada instruksi dari Taufik Kiemas untuk
mengerahkan 40.000 massa ternyata yang hadir dalam aksi unjuk rasa
tak lebih dari 1000 orang. Bahkan harian Rakyat Merdeka sempat memuat
rencana berita aksi tersebut bahwa 500 ribu massa PDI P akan
memerahkan Jakarta.  Di Jawa Tengah banyak cabang yang secara en
block hijrah ke partai lain atau menanggalkan kartu anggotanya. Di
banyak desa yang pada pemilu tahun 1999 sebenarnya tidak memiliki
kepengurusan PDI Perjuangan, tetapi memilih PDI Perjuangan, kini
mulai mempertanyakan kinereja Megawati. Rheinard  seorang pengamat
politik yang mengamati perkembangan politik di daerah khususnya Jawa
Tengah menjelaskan Megawati masih memiliki peluang cukup besar untuk
terpilih kembali tahun 2004. Namun tambahnya Megawati harus dikritik
habis-habisan untuk segera melakukan pembenahan.

Rheinard: Sebenarnya Megawati masih memiliki peluang, asalkan
Megawati memperbaiki kinerja yang dikritik banyak orang termasuk para
pendukungnya sendiri. Kabinetnya sendiri itu perlu diperbaiki,
programnya sendiri juga harus diperbaiki. Adiknya sendiri Rachmawati
mengkritik juga tentang politik dari Megawati sendiri.

Pandangan senada juga terungkap dari kelompok sayap kiri. Sayap Kiri
menyumbangakan suara signifikan untuk mengantarkan PDI Perjuangan ke
kursi ke presidenan. Mantan tokoh-tokoh sayap kiri di tahun 1955
mengatakan memang saat ini kekuatan kiri terpecah, antara mereka yang
pro dan anti Megawati. Walau demikian mereka yang berada dalam
barisan pro Megawati tetap melakukan koreksi terhadap langkah-langkah
politik yang ditempuh Megawati. Diantaranya adalah kebijakan
mengeluarkan Release and Discharge bagi para konglomerat hitam.
Mengangkat Jaksa Agung yang tak bersih dari KKN. Berada dibawah
kendali IMF termasuk kebijakan-kebijakan yang tidak polpulis yakni
kenaikan harga BBM, Listrik dan telepon. Divestasi Indosat pada pihak
asing.

Di tengah kemelut politik saat ini PDI Perjuangan mencoba menarik
simpati masyarakat dengan mendukung percepatan hukuman mati bagi
mereka yang tersangkut perkara Narkoba. Jalan zig zag untuk keluar
dari serangan politik ternyata justru menjadi bumerang bagi Megawati.
Karena hingga kini hukuman mati masih menjadi polemik  yang belum
terpecahkan. Mantan presiden Soeharto dianggap sebagai pelaku
kejahatan HAM dimana salah satunya adalah akibat ia melakukan hukuman
mati bagi para tapol/napol.  Kendati narkoba juga masalah yang cukup
penting untuk di selesaikan namun mengapa ia bukan segera menindak
para koruptor yang mencuri uang rakyat?


* TOPIK GEMA WARTA : DAMANIK KORBAN KEPENTINGAN PENGUASA BUKAN
KONFLIK AGAMA

intro : Hari Senin diawali persidangan pendeta Rinaldi Damanik salah
seorang deklarator perjanjian damai Malino. Ia didakwa memiliki 14
senjata api rakitan dan 144 amunisi. Pelanggaran itu diancam hukuman
mati. Senjata ditemukan oleh tentara dan polisi ketika menghentikan
rombongan yang baru saja mengantar pengungsi. Tidak ada saksi mata
menemukan senjata selain kesaksian dari aparat yang bertugas. Damanik
merupakan tokoh Kristen yang dikenal keras mengkritik kebijakan
pemerintah. Radio Nederland menghubungi Johnson Panjaitan pengacara
Rinaldi Damanik.

Johnson Panjaitan (JP) : Pengunjung sidang cukup ramai dan selain
dari anggota masyarakat persidangan juga dipenuhi oleh intel.

Radio Nederland (RN) : Tapi ini kan sebuah tanda tanya besar karena
Damanik ini dulunya dikenal sebagai salah seorang deklarator Malino,
tapi bagaimana apa betul dia bawa senjata ?

JP : Ya itulah, itulah problemnya. Jadi saya kira dari segi hukumnya
simpel saja persoalan ini sebenarnya soal yang biasa dan kecil tapi
ini sebenarnya dimensi politiknya justru besar. Ada beberapa hal yang
saya kira perlu dilihat dalam kasus ini terutama dalam konteks
penyelesaian Poso secara keseluruhan. Yang pertama adalah sidang
kabinet sekitar bulan September memutuskan bahwa penyelesaian kasus
Poso itu sebagaimana kasus Ambon kedua belah pihak diperiksa kemudian
diproses tapi kemudian sekarang yang diproses hanya Damanik. Kelompok
lain tidak ada pemeriksaan samasekali.
Yang kedua, ada bolong-bolong dalam kasus ini. Yaitu Sdr Damanik
diperlakukan, ditahan, ditangkap kemudian ditahan begitu lama
sementara ada terdakwa lainnya sekarang berkeliaran di Polda dengan
alasan dia ketakutan karena takut diserang oleh orang-orang Damanik,
padahal itu orangnya Damanik sebenarnya. Kasus ini saya kira akan
digunakan untuk jalan keluar bagi pemerintah untuk melepaskan
tanggung jawab atas peristiwa korupsi, pembunuhan, penembakan
misterius kemudian pengeboman, pembantaian massal yang sebenarnya
tidak bisa dipertanggung jawabkan oleh negara atau lebih tepatnya
sebenarnya yang terjadi adalah "state terrorism" sehingga lewat kasus
ini dimunculkan seolah-olah konflik yang terjadi di Poso adalah
konflik horizontal padahal itu sebenarnya tidak ada samasekali.

RN : Jadi mungkin nasibnya mau seperti di Ambon kan ya ? Artinya di
Ambon dituduh Gang Coker dan Lasykar Jihad pahadal ada yang bermain
dibelakang itu. Dalam hal Poso, Damanik yang dikambing hitamkan ?

JP : ya betul dikambing hitamkan. Jadi problemnya kalau Ambon kan
kedua belah pihak, tapi yang Poso ini hanya sepihak.

RN : Tapi yang jadi pertanyaan, kenapad dia ? Kenapa Damanik ?

JP : Ya, satu dia terlalu keras dan kritis, tapi sebenarnya bukan
hanya faktor dia ini juga ada faktor penundukan terhadap GKST ( red :
Gereja Kristen Sulawesi Tengah ) selama ini kritis terhadap
pemerintah dan negara. GKST yang selama ini menjadi institusi yang
kritis terus atas apa yang terjadi di Sulawesi Tengah.

RN : Sebenarnya mungkin kita perlu tahu jga, apa yang dikritik
Damanik sebelum dia ditangkap sehingga akhirnya dia dikambing
hitamkan ?

JP : Macam-macam. Itu mulai dari pemilihan umum, kemudian soal
korupsi, soal penembakan dimana-mana, soal pembunuhan massal yang
juga sebenarnya menurut laporan yang mereka temukan di lapangan ada
keterlibatan aparat disitu dan dia dengan sangat terbuka menentang
kebijakan-kebijakan pemerintah yang sebenarnya justru bagian dari
pelaku. Dibawah sebenarnya aparat-aparat itu terlibat tapi tampaknya
sepertinya mereka justru yang menciptakan perdamaian memberikan
bantuan, padahal mereka juga selain menjadi pelaku dilapangan yang
korupsi kan ? Jadi untuk menutupi itu semua ya orang-orang  yang
kritis harus ditundukkan dan dibungkam. Terus terang saja Damanik dan
kawan-kawannya cukup berhasil membangun aliansi dan kerja sama
dengan gerakan-gerekan pro demokrasi untuk menentang penindasan,
penyalah-gunaan, pembunuhan dan korupsi yang terjadi di Sulawesi
Tengah.

RN : Anda beberapa kali menyebut korupsi, mungkin bisa jelas siapa
yang korupsi disini ? Apakah Pemda setempat ?

JP :  oh banyak dari mulai level yang paling tinggi Gubernur dan
pimpinan proyeknya sampai yang paling bawah, yang penyalur-penyalur
itu. Banyak proyek-proyek yang diselewengkan terutama juga
proyek-proyek yang menyangkut pengungsi. Anda tahu sekarang ini
korban baik yang Islam maupun yang Kristen sekarang berdemonstrasi
karena terjadi bantuan-bantuan yang dipotong dan tidak sampai kepada
mereka. Dan anda tahu kan Megawati mau dateng disini aja ditolak kan
?

RN : Ada juga yang bercerita bahwa Damanik ini hanya korban antara
lagi-lagi Angkatan Darat versus Polri ?

JP : ya tahu kan karena dia juga salah satu korban untuk perluasan
Kodam kan ? Itu juga salah satu isyu yang ditentang oleh Damanik dan
kawan-kawan terutama oleh gerakan pro demokrasi disini dari mulai
petani, buruh, cendekiawan sama-sama menolak. Jadi ini sebenarnya
proses pengembosan sentral-sentral gerakan pro demokrasi di Sulawesi
Tengah.

RN : Yang terakhir ini bang Johnson. Jadi Damanik ini adalah kambing
hitam bukan dari konflik agama tapi kambing hitam dari kepentingan
tentara dan pemerintah pusat ?

JP : ya Jadi dia ini hanyalah dijadikan contoh gambaran untuk
men-shock terapi jaringan pro demokrasi terutama GKST karena itu
mereka pinjam tangan lewat konflik-konflik yang ditutupi dengan isyu
sara padahal yang sebenarnya terjadi bukan itu.

Demikian Johnson Panjaitan pengacara Rinaldi Damanik.


* TOPIK GEMA WARTA : JURAGAN NARKOTIK TIDAK MUNGKIN BERAKSI DI
INDONESIA KALAU TIDAK ADA PENJAMIN KEAMANAN


Intro : - Presiden Indonesia Megawati Sukarnoputri kembali bersuara
galak terhadap mereka yang terlibat kejahatan Narkotika. Ia dengan
keras menolak permohonan enam terpidana mati kasus narkotika. Tidak
hanya  itu, Ia juga meminta percepatan eksekusi terhadap mereka yang
sudah divonis mati. Tetapi kenyataannya hingga kini para juragan
narkotika terpidana mati masih bisa bernapas lega karena belum ada
putusan eksekusi dari peradilan. Mengapa eksekusi terpidana mati
berlarut-larut? ikuti penuturan Mulyadi Goce, kepala hak-hak sipil
dan politik LBH Jakarta, tentang permainan busuk dibalik ini semua.

Mulyadi Goce (MG) : Eksekusi dari pelaku-pelaku yang terkena hukuman
mati umpamanya prosesnya belum ada 10% dari seluruh terdakwa yang
dihukum mati untuk dilakukan eksekusi. Persoalannya kalau misalnya
tadinya kena hukuman mati setelah lima - sepuluh tahun dia dipenjara
itu akan terjadi pengurangan-pengurangan hukuman seumur hidup bahkan
lebih, 20 bahkan 30 tahun para pelaku-pelaku pengedar atau juragan
narkotika itu menganggap hukum di Indonesia sangat lemah.

Radio Nederland (RN) : Tapi yang aneh bung Goce adalah, Megawati kan
mem-back up penuh hukuman mati ini. Tapi kenapa susah dieksekusi atau
ada yang bermain dibelakang ?

MG : Yang jelas bahwa Indonesia adalah salah satu target pengedaran
narkotika. Sebab pemerintahan yang kuat itu presidennya bisa menjadi
kekuatan hukum dan dipatuhi oleh aparat hukumnya. Persoalan di
Indonesia juga belum kuat seperti yang kita harapkan. Jadi di
Indonesia ini banyak pejabat sipil maupun militer yang punya perintah
dan anak buah masing-masing. Persoalan di Indonesia saya rasa ini
bagian salah satunya ya. Jadi saya tidak yakin bahwa presiden
Megawati bilang bahwa dia mem "back-up" hukuman mati, kenyataannya
dia tidak bisa melampaui lembaga peradilan.

RN : Jadi artinya lembaga peradilan, polisi, tentara, kejaksaan
agung, lembaga pemasyarakatan itu punya "role"nya sendiri begitu
masing-masing katakan sehingga tidak mudah  menghukum mati para
orang-orang yang divonis mati ini ya ?

MG : ya, seperti ini saja, seperti saya rasa untuk persoalan
konglomerat misalnya bermasalah. Begitu juga bahwa sekarang hakim
dapat lebih independen, tapi kebeneran dalam hal independen yang
banyak kita temui hal-hal yang negatip.

RN : Saya menyorot masalah Ang Kim Soei karena kebtulan dia adalah
oprang Indonesia tapi berkewarganegaraan Belanda. Dia ini sudah
dijatuhi hukuman mati tapi belum jelas kapan dieksekusinya. Nah
apakah bisa sebuah negara Belanda katakan memaksa atau me-lobby
sehingga  tidak dieksekusi terus-menerus.

MG : kalau menurut saya, untuk kasus Ang Kim Soei ini dia warganegara
Belanda, pemerintah Belanda lebih pada tidak mencampuri urusan karena
nilai positipnya agak tidak begitu banyak karena untuk hubungan antar
negara. Tapi persoalan sebenarnya Ang Kim Soei ini bukan yang
pertama. Sebenarnya kalau kita bisa mendata di seluruh lembaga
pemasyarakatan Salemba, Cipinang maupun Tanggerang yang sekitar
Jakarta Jabotabek itu banyak kita temui orang-orang asing banyak
sekali mereka itu belum dieksekusi.

RN : Jadi pertanyaan besar, kenapa mereka bisa engga dieksekusi
warga-warga asing ini ? Dan di Belanda sendiri eksekusi mati sudah
tidak ada lagi sehingga pemerintah Belanda mempertanyakan kenapa
harus dieksekusi mati, karena eksekusi mati tidak effektif
memberantas narkotika ?

MG : tapi kan persoalannya. implementasi dari vonis kan  masih lama
bertahun-tahun kemudian, bahkan terjadi kalau sistim di Indonesia ada
pengurangan-pengurangan, hukuman mati menjadi seumur hidup, menjadi
20 atau 30 tahun dan pengurangan-pengurangan. Kalau misalnya saya
berkunjung ke Cipinang, didalam itu ada membiayai hidup bahkan kalau
jam besuk itu, kebanyakan yang besuk mereka itu perempuan.
Cantik-cantik sekali.

RN : Ini berarti luar biasa kacaunya, artinya orang-orang yang
dihukum mati ini, para bandar-bandar narkotik, mereka yang
mengedarkan bahwa para juragan narkotika ini justru jadi lahan bisnis
buat lembaga-lembaga keadilan di Indonesia ya ?

MG : ya itu mungkin yang paling di hulunya, yang saya khawatir itu
dihilir itu di "back up"oleh kekuatan yang sangat kuat menggunakan
misalnya orang-orang dari Afrika untuk memasukan narkotika ke
Indonesia. Itu yang saya khawatirkan karena nada-nada sumbang banyak
misalnya terjadi jual-beli barang bukti segala macam.

RN : Jadi kalau Megawati benar-benar ingin menghukum mati
mereka-mereka ini harus berani menangkap backing-backingnya dulu dan
itu bisa jadi dari pemerintahan sendiri ya ?

MG : ya . Persoalan di Indonesia ini adalah para pejabat yang ada.
Sebagai contoh Ang Kim Soei. Menurut saya kalau warganegara asing
kalau tidak dijamin dengan keamanan tidak dijamin dengan fasilitas
tidak dijamin dengan distribusi dari dalam negeri mereka tidak akan
bisa masuk ke Indonesia.

Demikian Mulyadi Goce, kepala hak-hak sipil dan politik LBH Jakarta.


* TOPIK GEMA WARTA : BALIR GAGAL YAKINKAN CHIRAC DUKUNG AS


Intro : Perdana Menteri Inggris Tony Blair gagal meyakinkan Presiden
Perancis Jaques Chirac mendukung perang terhadap Irak dengan
menekankan ketidakmampuan inspektur senjata PBB. Sebaliknya Chirac
justru menegaskan kembali dukungan atas inspektur senjata PBB
melanjutkan pekerjaannya. Belakangan ini Chirac bersama Kanselir
Jerman Gerhard Schroder menentang perang yang dipimpin Amerika
Serikat itu. Namun Perancis dalam pertemuan itu sepakat melucuti Irak
melalui PBB. Para pengamat mengatakan sikap menentang Perancis tidak
sedalam Jerman. Untuk menganalisa pertemuan satu hari di resor Le
Touquet di tepi pantai Perancis itu,  Radio Nederland menghubungi
Dominique Moisi, wakil direktur Institut Relasi Internasional di
Paris.

Ada sebuah perbedaan besar antara Inggris dan Jerman dalam sikapnya
atas perang terhadap Irak. Jerman berada dalam kutub ekstrim : tidak
boleh ada perang dalam kondisi apapun, sementara Inggris di kutub
ekstrim lainnya dengan sikap : mendukung Amerika Serikat dengan
menggarisbawahi pentingnya jalur PBB. Perancis sendiri pekan-pekan
belakangan memberikan kesan lebih condong ke posisi Jerman. Namun
kalau diperhatikan dari sudut itu, Perancis ternyata juga bersikap
seperti Inggris. Yaitu mempersiapkan pasukannya di teluk Persia untuk
aksi perang tersebut. Tapi itu bukan berarti Perancis berubah sikap.
Karena berulang kali ditegaskan Perancis hanya ikut ambil bagian
menyerang apabila intervensi internasional itu ada dalam kebijakan
PBB.

Faktor opini publik juga berpengaruh terhadap sikap Perancis. Warga
Perancis sangat menentang intervensi militer atas Irak. Selain itu
ada pengaruh peringatan 40 tahun traktat rekonsiliasi antara Jerman
dan Perancis yang hingga sekarang berlangsung baik. Jadi ada semacam
sikap hati-hati akibat pengalaman masa lalu. Namun semua sikap publik
Perancis juga sangat bergantung pada apa yang akan diungkap menteri
luar negeri AS Colin Powell pada hari ini. Karena satu-satunya opini
yang bisa diterima warga Eropa Barat adalah semakin cepat Saddam
dilucuti, semakin rendah pula tingkat bahayanya. Perancis sendiri
punya sejarah panjang berupa awal-awalnya menentang berbagai aksi
Amerika namun pada akhirnya bisa sejalan. Perancis kerap dikenal
sebagai sahabat dalam cuaca buruk oleh AS. Selain itu di saat
bersamaan paham keras Perancis Gauliest tidak pernah disejajarkan
dengan paham pasifis yang cenderung lebih halus, yang juga anti
Amerika Serikat. Apa yang dikatakan warga Perancis apabila mendadak
presiden Perancis paham Gauliest bersikap seperti pasifis Kanselir
Jerman.

Perancis sebenarnya bisa berperan banyak dalam masalah Irak dan Timur
Tengah, khususnya dalam perdamaian Israel-Palestina. Karena masalah
ini tidak bisa diisolasikan begitu saja dari masalah lain. Masalah
Israel-Palestina justru menjadi kunci Timur Tengah. Baik Inggris dan
Perancis telah berusaha memberikan pengaruhnya terhadap AS. Baik
melalaui cara menentang ataupun mendukung. Namun saat ini apa yang
dilakukan Inggris nampaknya lebih berpengaruh terhadap Amerika
Serikat ketimbang apa yang dilakukan Perancis. Namun hasil akhir
keduanya mungkin tidak banyak berbeda.


* TOPIK GEMA WARTA : JUTAAN WARGA PILIPINA DI LUAR NEGERI AKAN
MENDAPAT HAK MEMILIH

Intro: Jutaan warga Filipina di luar negeri, untuk pertamakali
kalinya, akan bisa mengikuti pemungutan suara di negerinya.
Pemerintah Filipina sedang mempersiapkan undang-undang baru yang
memungkinkan sekitar 7,5 juta warga Filipina di luar negeri untuk
bisa turut serta dalam pemilu. Undang-undang tersebut akan mengalami
ujicoba pertamanya dalam pemilu presiden dan kongres pada bulan Mei
tahun 2004.  Berikut rangkuman wawancara dengan Raissa Robles,
wartawati South China Morning Post di Manila.

Pemberian hak suara itu sebenarnya sudah harus dilakukan dulu-dulu,
karena itu telah ada dalam undang-undang dasar 1987. Namun Kongres
membutuhkan lima belas tahun lamanya untuk mewujudkan hal tesrebut.
Selama bertahun-tahun ini,  mereka telah berusaha mensahkan
undang-undang yang memberi hak kepada para pekerja Filipina di luar
negeri untuk mengikuti pemungutan suara. Pertanyaan mengapa hal itu
baru terjadi sekarang ini, adalah karena meningkatnya lobi dari para
pekerja Filipina di luar negeri supaya suara mereka juga didengar di
Manila. Terdapat sekitar delapan juta warga Filipina yang tersebar
di seluruh penjuru dunia. Sebanyak empat juta adalah pekerja,
sedangkan sisanya adalah pendatang di negara-negara seperti Amerika
Serikat, Kanada, dan Australia. Dan dari empat juta pekerja itu,
sekitar 1, 3 jutanya bekerja di Timur Tengah. Namun yang
mengkhawatirkan adalah bahwa pemerintah belum memiliki mekanisme
untuk melaksanakannya, yaitu membuka kesempatan bagi mereka untuk
memilih serta mengawasi prosesnya. Para pembuat undang-undang
berpendapat sekitar dua juta pekerja yang akan benar-benar
menggunakan suara mereka. Dua juta orang adalah jumlah suara yang
besar, khususnya apabila yang dipersaingkan adalah kursi presiden,
yang bisa diikuti oleh tujuh calon. Dua juta suara ini bisa dikatakan
suara mengambang. Para pekerja tidak memilih sebagai kesatuan. Yang
mengkhawatirkan, apabila dua juta suara dari luar negeri itu
dimanipulasi, oleh siapa saja, melalui kecurangan, maka suara mereka
bisa menentukan siapa yang akan menduduki kursi presiden. Beberapa
hal memang diupayakan untuk menghindari kecurangan, tapi  bisa
dilihat bagaimana pemilu berlangsung di  Filipina. Pemilu di sini
belum dikomputerisasi dan diharapkan itu sudah bisa dilakukan sebelum
2004. Namun hal tesrebut akan semakin menambah masalah karena
sebagian besar politisi Filipina tidak mempercayai komputer. Mereka
berpendapat bahwa komputer bisa dengan mudah direkayasa. Jadi
masalahnya  berlipat ganda dalam hal ini.


* TOPIK GEMA WARTA : UNI AFRIKA CEMAS PERANG IRAK MERUGIKAN AFRIKA


intro : Uni Afrika, organisasi persatuan negara-negara di Afrika,
menyatakan menentang perang di Irak. Demikian diputuskn pada hari
pertama sidang yang dilangsungkan di ibukota Ethiopia, Addis Abeba,
Selasa kemarin. Uni Afrika yang merupakan pengganti  Organisasi
Persatuan Afrika, selanjutnya juga membicarakan masalah besar lainnya
seperti situasi di Pantai Gading dan di Republik Demokratik Kongo.
Laporan redaktur Pieternel Gruppen:

Di Addis Abeba, para pemimpin negara-negara Afrika mnyatakan
kecemasan mereka, bila terjadi perang di Irak apa dampaknya untuk
benua tersebut. Sebagian besar negara Afrika sangat tergantung dari
dana bantuan untuk negara-negara sedang berkembang. Apabila pecah
perang di wilayah lain di dunia, maka Afrika akan langsung merasakan
dampak negatif di bidang ekonomi. Misalnya negara-negara kaya
menjanjikan bantuan luar biasa kepada Afganistan untuk membangun
kembali negara itu setelah serangan Amerika di tahun 2001. Akibatnya
bantuan untuk Afrika banyak yang dikurangi.

Selain itu Uni Afrika cemas, apabila pecah perang di Irak, maka harga
minyak akan melonjak drastis. Ini merupakan ancaman terberat ekonomi
Afrika, karena hanya beberapa negara saja di benua tersebut yang juga
memproduksi minyak mentah. Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki
menekankan sekali lagi, bahwa sebagian besar krisis ekonomi di Afrika
pecah setelah krisis minyak di tahun 1973. Maka itu tidak
mengherankan jika Afrika menentang perang di Irak. Tetapi masih
menjadi pertanyaan apakah Gedung putih turut mempertimbangkan
pendapat Uni Afrika. Mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela
minggu ini mengeluarkan kritik pedas ke arah Presiden Amerika Serikat
George Bush. Menurut Stephen Ellis dan Pusat Studi Afrika di Leiden
menyatakan, kritik ini dapat menarik perhatian Gedung Putih:

Stephen Ellis: Saya rasa pendapat mandela akan mendapat banyak
perhatian dari Amerika Serikat, karena mereka menghormati bekas
kepala negara itu. Untuk warga Afro-Amerika, Mandela adalah seorang
pahlawan, dan jumlahnya sekitar 12% dari seluruh penduduk Amerika.
Mandela juga salah satu politikus yang paling dihormati di dunia,
karena itu pernyataannya juga dianggap lebih berbobot.

Di samping masalah Irak. KTT Uni Afrika ini juga memberikan perhatian
penuh pada situasi di Pantai gading. para pemimpin menyatakan harapan
mereka, bahwa pihak-pihak yang bertikai akan melaksanakan persetujuan
perdamaian yang dicapai di Paris sepuluh hari lalu. Rakyat Pantai
Gading sendiri banyak menentang rencana ini, yang mengikut-sertakan
pihak pemberontak dalam pemerintah baru. Karena itu mereka
mengharapkan, dapat mengubah sedikit rencana tersebut. Herman
Hannekom, dari Institut Afrika Selatan menyatakan, sangat tidak
dimengeri bahwa para pemimpin Afrika mendukung rencana Prancis:

Herman Hanekom : Kita harus mengingat, bahwa kita berurusan dengan
sebuah masalah Afrika yang tidak ada lagi hubungannya dengan kolonial
Afrika. Ini adalah masalah Afrika di jaman modern, di mana banyak
rakyatnya yang berpendidikan universitas, dan dapat dikatakan sebagai
generasi intelektual baru. Persetujuan Paris sampai saat ini dapat
dikatakan gagal, karena ditentukan oleh negara asing untuk pemimpin
Afrika.

Menurut Hannekom, sangat disayangkan apabila Afrika tidak bisa
memecahkan sendiri konflik di Pantai Gading. Sidang pertama Uni Eropa
terutama menentukan sikap sehubungan masalah-masalah yang sangat
darurat. para pemimpin Afrika yang berkumpul di Addis Abeba belum
dapat membuktikan, bahwa mereka berdiri di belakang organisasi yang
kuat dan tegas.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke