--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Jumat 21 Februari 2003 15:50 UTC ** AMERIKA SERIKAT KIRIM 2000 PRAJURIT KE FILIPINA ** TIGASEPULUHSEMBILAN ORANG TEWAS DALAM KEBAKARAN KLUB AMERIKA SERIKAT ** TIGA GERAKAN GERILYAWAN CHECHNYA DICANTUMKAN DALAM DAFTAR ORGANISASI TERORIS ASING ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: JAKSA TRIBUNAL YUGOSLAVIA MENCATAT SUKSES ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PERTEMUAN MENTERI KEUANGAN G7 DI PARIS DIBAYANGI ANCAMAN PERANG IRAK ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: RUANG GERAK AMERIKA DI ASIA TIMUR SANGAT TERBATAS ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA : PERANG DI IRAK ADALAH PERANG IMPERIALISME ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: SEMENTARA "DEMILITARISASI" ACEH BERGULIR LAMBAN, POLISI PUNYA SKENARIO BESAR ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: UNDANG-UNDANG PEMILU YANG PENUH KOMPROMI POLITIK * AMERIKA SERIKAT KIRIM 2000 PRAJURIT KE FILIPINA Amerika Serikat mengirim sekitar 2000 orang prajurit ke Filipina untuk membantu memberantas gerakan Muslim ekstrem. Washington menyatakan Amerika akan ikut dalam serangan angkatan bersenjata Filipina terhadap gerakan Muslim Abu Sayyaf di pulau Jolo, Filipina Selatan. Kegiatan Abu Sayyaf yang diperkirakan beranggotakan 400 prajurit, terutama aktif melakukan penyanderaan. Gerakan ini menyatakan berjuang untuk sebuah negara Islam merdeka. Amerika Serikat mencantumkan Abu Sayyaf dalam daftar hitam organisasi teroris, karena diduga berhubungan dengan jaringan teroris al-Qaedah pimpinan Usamah bin Laden. Menurut Pentagon pasukan Amerika akan ikut dalam pertikaian, tapi pemerintah Manila membantah hal ini. Undang-undang dasar Filipina melarang pengerahan pasukan asing di dalam wilayah Filipina. Tahun lalu Amerika telah mengirim 1300 penasehat militer ke Filipina. * TIGAPULUHSEMBILAN ORANG TEWAS DALAM KEBAKARAN KLUB AMERIKA SERIKAT Dipastikan tigapuluhsembilan orang tewas dalam kebakaran di sebuah klub malam di negara bagian Rhode Island, Amerika Serikat. Dipastikan 160 orang cedera, mayoritas luka berat. Dicemaskan jumlah korban tewas semakin meningkat. Tampaknya, banyak korban tewas masih berada dalam gedung yang terletak di West Warwick. Sedikitnya 300 orang berada di dalam gedung saat musibah tersebut. Kebakaran terjadi berlangsung pesta kembang api dalam sebuah konser rock. Sebuah panah api jatuh ke panggung yang mengakibatkan api berkobar dengan cepat. Para hadirin berupaya menyelamatkan diri dalam keadaan panik, sehingga banyak orang terinjak-injak. Awal pekan ini 21 orang tewas ketika kepanikan melanda sebuah diskotik di Chicago. * TIGA GERAKAN GERILYAWAN CHECHNYA TEWAS DALAM DAFTAR ORGANISASI TERORIS ASING Amerika Serikat mencantumkan tiga gerakan gerilyawan Chechnya dalam daftar organisasi teroris asing. Rekening bank para pemberontak yang tercantum dalam daftar ini dibekukan. Selain itu juga dikeluarkan larangan untuk membantu mereka. Siapa tiga gerakan ini belum diumumkan, tapi diduga kelompok-kelompok tersebut terlibat dalam penyanderaan di sebuah teater di Moskow, Oktober tahun lalu. Sekitar 160 orang tewas ketika itu. Ini untuk pertama kalinya Washington mencantumkan gerakan-gerakan Chechnya dalam daftar hitam. Dengan demikian Washington memenuhi permintaan pemerintah Rusia. Amerika Serikat berharap bisa mendapatkan dukungan Rusia, apabila Washington mengajukan resolusi baru dalam Dewan Keamanan PBB pekan mendatang. Kamis kemarin Amerika Serikat dan Inggris memutuskan membekukan rekening bank gerakan radikal Ansar al Islam. Dikatakan gerakan ini berhubungan dengan jaringan teroris al-Qaedah pimpinan Usamah bin Laden serta rezim di Bagdad. Pemimpin gerakan ini, yaitu Mullah Krekar, ditangkap di bandar udara internasional Belanda, Schiphol, tahun lalu. * INVASI TERHADAP IRAK DAPAT SEGERA DIMULAI Pengerahan prajurit Amerika dan Inggris di kawasan Teluk sudah sedemikian rupa sehingga invasi terhadap Irak dapat dimulai. Demikian diumumkan Menteri Pertahanan Amerika Donald Rumsfeld dalam wawancara untuk televisi Amerika. Selain itu Rumsfeld yakin sejumlah besar negara akan bergabung dalam koalisi, apabila perang sudah dimulai. Rumsfeld tidak ingin memberi informasi tentang jumlah pasukan yang sejauh ini dikerahkan di kawasan. Tapi menurut sumber-sumber Kementerian Pertahanan, jumlahnya bisa mencapai 150 ribu orang. Pekan mendatang 50 ribu prajurit tambahan masih dikirim ke kawasan Teluk ketika enam kapal induk tiba di kawasan tersebut. Amerika dan Inggris menyatakan mempunyai rencana-rencana alternatif apabila Turki tidak mengijinkan pengerahan pasukan di negaranya. Sejauh ini Ankara menolak memenuhi desakan Amerika Serikat untuk mengijinkan pasukan Amerika. Masalah ini baru dibahas dalam parlemen Turki apabila negeri ini mendapat ganti rugi yang memadai untuk bisa menutup kerugian akibat perang. * AMERIKA DAN CINA SEPAKAT DALAM MASALAH KOREA UTARA Amerika Serikat dan Cina mencapai kesepakatan dalam masalah Korea Utara. Demikian tandas Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Colin Powell menjelang keberangkatannya ke Asia. Sabtu besok Powell tiba di Jepang, Ahad di Cina dan Senin di Korea Selatan. Sang menlu menyatakan Washington dan Beijing sepakat bahwa Korea Utara tidak diijinkan memiliki senjata nuklir. Menurut Powell dua adikuasa bekerja sama erat menemukan jalan keluar bagi krisis. Posisi Cina dianggap sangat penting karena negeri ini adalah mitra perdagangan terbesar Korea Utara. * REUNI KELUARGA KEENAM KOREA SELATAN DAN KOREA UTARA Sekitar 500 warga Korea Selatan tiba di Korea Utara untuk pertemuan selama tiga hari dengan sanak saudara. Ini adalah untuk ke-enam kalinya diadakan reuni keluarga. Lima reuni sebelumnya memicu emosi tinggi sanak saudara yang terpisah akibat perang Korea 50 tahun lalu. Tiga tahun lalu dua Korea memutuskan memungkinkan pertemuan keluarga, berkaitan dengan kebijakan pendekatan dua negeri ini. Reuni keluarga keenam tetap dilangsungkan walau sekarang terjadi krisis mengenai program senjata atom Korea Utara. * JAKSA TRIBUNAL YUGOSLAVIA MENCATAT SUKSES Jaksa penuntut Tribunal Yugoslavia menuai sukses-sukses kecil pekan belakangan ini : Mereka berhasil menyeret tertuduh pertama dari etnik Albania ke depan Majelis Hakim di Den Haag, dan dalam kasus Milosevic, jaksa juga berhasil menampilkan rekaman video yang sangat memberatkan mantan Presiden Yugoslavia itu. Lebih lanjut ulasan redaktur Eropa Timur, Margreet Strijbosch. Proses pemeriksaan Jendral Aleksandar Vasilyevic, yang sudah hampir dua pekan itu memetakan jaringan nama-nama seputar Milosevic. Mantan kepala Badan Kontra Intelijen itu datang dengan dokumen yang membuktikan bahwa penguasa Serbia sudah diberitahu sejak tahun 1991 mengenai kejahatan perang pasukan elit Serbia di Kroasia. Selama ini Slobodan Milosevic selalu menyangkal, dirinya tahu tentang kejahatan itu. Tetapi dari penayangan video yang diserahkan saksi Dragan Vasiljkovic, Rabu silam terbukti bahwa Milosevic mengetahui tentang kejahatan itu. Pada sebuah upacara tahun 1997, Milosevic malah menganugerahkan semacam "bintang jasa" kepada satuan tentara Serbia yang disebut pahlawan, dalam melakukan operasi khusus. Penganugerahan itu diberikan untuk operasi militer di Bosnia dan Kroasia yang melibatkan tindak-tindak kejahatan perang. Setelah pemutaran film itu, ada alasan lain bagi para jaksa untuk merasa puas. Sehari kemudian, kelompok pertama orang Albania muncul di depan hakim Liu Kwon. Empat orang Albania itu didakwa, mendirikan kam penjara di Kosovo pada tahun 1998. Mereka menganiaya para tawanan dan sedikitnya enam di antaranya sampai meninggaldunia. Di mata hukum, mereka ini telah melakukan pelanggaran hukum perang, dan menurut jaksa penuntut, mereka melakukan tindak kejahatan terhadap kemanusiaan. Ketiga tertuduh warga Albania yang muncul di ruang pengadilan menyatakan mereka tidak bersalah. Proses ini masih membutuhkan waktu persiapan lama sebelum digelar. Kehadiran warga Serbia, Kroasia, Muslim Bosnia dan sekarang warga Albania di Tribunal bisa membuat tim jaksa bisa menarik nafas lega. Hal ini diharapkan bisa meredam tuduhan bahwa mereka memihak. Peristiwa spektakuler kedua juga akan mewarnai Tribunal Yugoslavia pekan depan. Bila konsekwen dengan janjinya maka Vojislav Seselj, seorang tertuduh lainnya akan menyerahkan diri pekan depan. Amar tuduhan terahdap Seselj telah dipublikasikan baru baru ini. Ia dituduh merekrut dan membantu milisi Serbia dalam perang di bekas Yugoslavia pada tahun 90-an. Vojislav Seselj, yang meraih tempat kedua dalam pemilihan presiden di Serbia tiga bulan lalu berulang kali menyatakan bahwa ia secara pribadi akan berusaha untuk menghancurkan Tribunal Yugoslavia. Ia juga mengancam akan membunuh Ratu Belanda Beatrix. Seselj mengancam ratu Belanda akan menjadi korban salah tembak, meminjam slogan yang dipakai NATO untuk menjelaskan korban tewas dan kerugian material tak disengaja akibat salah sasaran dalam pemboman. * PERTEMUAN MENTERI KEUANGAN G7 DI PARIS DIBAYANGI ANCAMAN PERANG IRAK Menteri Keuangan tujuh negara industri maju yang tergabung dalam G-7 mengadakan pertemuan di Paris, Jumat dan Sabtu besok. Pertemuan rutin paruh tahunan ini bakal menarik berkaitan dengan ancaman pecahnya perang Irak dan ketidakpastian yang meliputi konjungtur di negara negara Barat. Kami sampaikan ulasan redaktur ekonomi Hans de Vreij. Meski sulit diramalkan seberapa serius namun Perang di Irak sudah pasti akan menimbulkan dampak ekonomi. Hal ini tergantung dari beberapa faktor misalnya lamanya konflik, jumlah korban tewas yang jatuh atau apakah perang akan merambat ke negara negara lain. Dan yang lebih penting lagi apakah pemasokan minyak dari Timur Tengah akan terganggu karena hal ini akan mempengaruhi harga minyak mentah. Ini adalah dampak langsung perang Irak. Selain itu perang Irak juga bisa menimbulkan dampak serius tidak langsung terhadap perekonomian. Salah satunya adalah merosotnya kepercayaan konsumen dan produsen. Angka pertumbuhan ekonomi akan mengalami kemerosotan jika konsumen enggan membelanjakan uangnya dan produsen menunda investasi. Para menteri keuangan G7 di Paris sudah pasti akan membahas berbagai kemungkinan skenario perang, dampaknya terhadap ekonomi dan langkah langkah kompensasi yang perlu diambil. Namun mereka diduga tidak akan memberikan keterangan rinci di muka umum. Spekulasi terbuka mengenai kemungkinan dampak ekonomi dan moneter bisa mengeruhkan keadaan sebelum tembakan pertama dilepaskan di Irak. Pertemuan Paris juga akan digunakan untuk mengkaji tingkat pemulihan ekonomi di negara negara industri maju. Catatan angka terkini terutama mengenai perbaikan situasi di Uni Eropa meredam setiap optimisme. Komisi Eropa pekan ini harus menarik ramalannya mengenai laju pertumbuhan ekonomi sebesar 1,3 persen. Laju pertumbuhan tidak akan mencapai angka itu tetapi Komisi Eropa menolak untuk memberikan angka pasti. Perekonomian salah satu negara terpenting di Eropa Barat, yakni Jerman, berada di tepi jurang resesi. Laju pertumbuhan ekonomi Jerman tahun lalu hanya mencapai angka 0,2 persen. Kamar Dagang Jerman dan sejumlah lembaga penelitian pekan ini mengumumkan ramalan yang tidak begitu menggembirakan untuk tahun 2003. Dalam situasi itu perang Irak bisa menjadi faktor penentu antara resesi atau kelesuan pertumbuhan ekonomi. Sementara itu laju rata rata pertumbuhan ekonomi di 12 negara yang mengedarkan mata uang Euro mencapai angka 0,8 persen tahun lalu. Meski lebih tinggi ketimbang Jerman namun laju petumbuhan tersebut tidak menunjukkan perbedaan mencolok. Dalam hal ini Amerika Serikat mencatat kinerja lebih baik dengan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 2,4 persen pada tahun 2002. Jepang, negara ekonomi tersesar ketiga dalam G7 hanya mencatat laju pertumbuhan sebesar 0,3 persen. Meski demikian Jepang berhasil mencatat hasil positif untuk tahun ketiga berturut turut. Patut dicatat bahwa laju pertumbuhan ekonomi bukanlah faktor terpenting. Harian Inggris berpengaruh the Financial Times pekan ini memberitakan bahwa cadangan devisa Amerika Serikat semakin menipis. Defisit anggaran Amerika akhir tahun lalu mencapai hampir 500 milyar dolar, sedangkan Eropa Barat dan Jepang mencatat surplus fantastik sebesar masing masing 115 dan 113 milyar dolar. Oleh karena itu tidak mengherankan bahwa bila perang Irak meletus maka sebagian besar biaya dan pembangunan kembali Irak akan dipikul oleh Jepang dan Uni Eropa. * RUANG GERAK AMERIKA DI ASIA SANGAT TERBATAS Intro: Hari Sabtu ini Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Colin Powell memulai kunjungan ke Jepang, untuk, pekan depan, berlanjut ke Cina dan Korea Selatan. Missinya adalah krisis di Semenanjung Korea. Tetapi berlainan dengan di Irak, di Asia Timur Amerika tidak bisa bertindak seperti yang diinginkannya. Laporan koresponden Hans van der Lugt dari Seoul: Hari Sabtu ini, Menteri Luar Negeri Amerika Colin Powell tiba di wilayah dunia yang semua orang sepakat: Amerika tidak perlu berusaha menyelesaikan krisis Korea Utara dengan serbuan militer. Cina, Korea Selatan dan Jepang tiga negara yang akan dikunjungi Powell selama pekan ini sepakat bahwa hanya perundingan diplomatis yang akan melapangkan jalan penyelesaian. Sebelumnya Amerika Serikat sudah menyatakan bahwa Korea Utara harus melucuti diri. Tentu saja latar belakangnya adalah bahwa Amerika terlalu sibuk dengan Irak, sehingga Washington tidak bisa menggempur Korea Utara. Walau begitu, dengan penuh ancaman Menteri Pertahanan Donald Rumsfeld mengatakan bahwa Amerika mampu menghantam dua front sekaligus. Tentu saja Asia Timur menentang ucapan semacam ini. Presiden terpilih Korea Selatan Roh Moo-hyun yang dilantik Selasa pekan depan, berkali-kali menyatakan bahwa ia tidak akan membiarkan perang berkobar di Semenanjung Korea. Ia tidak ingin berulangnya perang Korea yang pada tahun 1950an menelan jutaan korban. Roh Moo-hyun juga menentang pilihan kedua yang bisa diambil Amerika yaitu pengucilan total Korea Utara sehingga negeri yang miskin ini makin kelaparan saja untuk akhirnya runtuh sama sekali. Dikhawatirkan robohnya Korea Utara akan disertai kekerasan sehingga jutaan pengungsi akan membanjiri Korea Selatan. Alhasil Korea Selatan juga akan harus menanggung akibatnya, bahkan akan harus pula menyediakan dana jutaan dolar untuk membangun Korea Utara. Korea Selatan sendiri sekarang sudah makmur dan tidak menginginkan kekacauan. Mereka juga ingin melihat saudara di Utara pelan-pelan membangun perekonomiannya, untuk akhirnya menjadi demokratis, seperti Korea Selatan. Dengan pembangunan seperti ini maka pendekatan atau penyatuan kedua Korea akan berlangsung dengan sendirinya. Cina, tetangga dan sekutu Korea Utara, juga tidak menghendaki kekacauan di Korea Utara akibat perang atau keruntuhan. Lebih dari itu Cina juga tidak senang kalau, akibat meruncingnya krisis di Korea Utara, tiba-tiba pasukan Amerika ditempatkan di dekat perbatasannya. Sekarang Korea Utara berperan sebagai semacam penghalang antara Cina dengan 37 ribu pasukan Amerika yang sekarang ditempatkan di Korea Selatan. Kalau Korea Selatan sampai runtuh maka penghalang ini juga akan hilang. Dengan begitu tidaklah mengherankan kalau Cina terus memberi bantuan kepada Korea Utara, menjaga supaya negeri ini tetap bisa hidup. Cina jelas tidak akan begitu saja merobah kebijakan ini. Apalagi kalau cuma karena Presiden Amerika George W. Bush tidak senang dengan penguasa diktator macam Kim Jong-il di Korea Utara itu. Oleh karena itu harian China People's Daily pekan ini menulis bahwa sebaiknya pihak-pihak yang terlibat, yaitu Korea Utara dan Amerika Serikat, berunding tidak hanya soal program nuklir di Semenanjung Korea, tetapi juga membicarakan masalah yang dihadapi Korea Utara yaitu keamanan dan cadangan energinya. Dengan kata lain Cina bersimpati pada masalah yang dihadapi Korea Utara, terutama yang menyangkut keberlangsungan negeri komunis ini. Seperti Korea Selatan, Cina juga tidak ingin rezim Korea Utara runtuh. Alhasil pemerintahan Presiden Bush, terutama kalangan garis kerasnya, tidak punya banyak ruang gerak. Karena itu juga sangat dipertanyakan apakah dalam kunjungannya hari ini Menlu Colin Powell punya gagasan kokoh yang bisa dipakai untuk menyelesaikan krisis di Semenanjung Korea. * PERANG DI IRAK ADALAH PERANG IMPERIALISME Perang Amerika di Irak adalah perang imperialisme. Demikian dikatakan oleh Ketua Umum Muhammadiyah Syafii Ma'arif dalam pertemuan dengan parlemen Eropa. Pemimpin Muhammadiyah ini termasuk delegasi gerakan Moral Nasional Indonesia yang menuju Australia, Vatikan dan Uni Eropa, dan diketuai oleh Rektor Universitas Paramadina Nurcholis Madjid. Sebanyak delapan rohaniwan Indonesia dari berbagai agama kemarin berada di Brussel, Belgia menyampaikan imbauan agar Uni Eropa berupaya untuk menyatu dengan gerakan perdamaian dunia yang ingin mencegah perang di Irak. Laporan Aboeprijadi Santoso dari Brussel. Ketua delegasi gerakan Moral Nasional Indonesia Nurcholis Madjid dalam pernyataannya kepada Radio Nederland mengatakan umumnya merasa puas dengan kunjungan dan pengertian Parlemen maupun Komisi Eropa yang memimpin Uni Eropa. Nurcholis memahami keterbatasan Uni Eropa dalam konflik Amerika dan Irak ini. Namun katanya posisi mereka pada hakekatnya sama dengan kita, yaitu tidak mau berperang, kami sejalanlah moral, tambah Hasyim Muzadi, Ketua Umum Nahdatul Ulama. Delegasi gerakan Moral Indonesia ini mengharapkan peranan Eropa yang lebih besar. Syafei Ma'arif, Pemimpin Muhammadiyah mengungkap bahwa banyak kalangan Parlemen dan pimpinan Eropa sebenarnya sejalan, namun tidak bisa banyak bergerak, karena Eropa dianggapnya memang tetap berada di bawah pengaruh Amerika. Syafei Ma'arif [SM]: Jadi kita berharap bahwa pernyataan keprihatinan itu disampaikan. Karena ini kan bukan gerakan politik ya, tapi ini gerakan moral yang mempunyai perhatian yang sangat dalam terhadap nasib manusia. Jadi ini perkara besar betul ini. Kita memandang serangan terhadap Irak itu, itu dalam wilayah yang lebih luas, yaitu adalah serangan terhadap kemanusiaan. Radio Nederland [RN]: Mereka dalam suatu posisi untuk misalnya dapat mempengaruhi jalannya diplomasi dalam sebutlah hari-hari, mungkin minggu-minggu mendatang? SM: Saya merasa tidak. Sebetulnya mereka rata-rata punya posisi itu, tapi intinya tidak. Kalau kita melihat Jerman dengan Prancis itu sudah tegas itu. Mereka berhadapan dengan Amerika Serikat. Dalam sebuah kolom di mingguan Newsweek yang terbaru ditulis dalam jangka panjang, kalau begini terus Eropa itu akan saling berhadapan. Dan tidak mustahil Amerika akan berhadapan dengan Eropa. Kalau perang ini diteruskan. RN: Ini yang juga membawa dampak pada Asia dan akan merugikan Asia, termasuk berbagai kelompok agama? SM: Ya jelas, dan ini juga akan memicu munculnya radikalisme yang semakin lama semakin hebat. Radikalisme ini tidak memakai pertimbangan-pertimbangan rasional dan obyektif. Karena mereka merasa terdesak dan melihat dunia ini semakin kelam, begitu mereka akan berbuat apa saja yang susah dikontrol. Jadi itu yang kita mengkhawatirkan sekali. RN: Apakah Anda mendapat kesan bahwa mereka memahami kompleksitas masalah ini yang dihadapi di Asia, di Indonesia khususnya, dipahami oleh parlemen Eropa atau Komisi Eropa? SM: Saya sendiri kalau atas nama institusi, itu mereka susah mengatakan. Tapi sewaktu saya tanya tadi, secara pribadi, mereka punya concern itu. Tapi kan karena pendapat yang berkembang di kalangan Uni Eropa sangat berteriak. Itu masalahnya. Jadi bisa dipahami mengapa sangat lunak pernyataan itu. Seakan-akan ini kalau serius perang itu adalah kesalahan Saddam Hussein. Perang ini kan bukan dia, inisiatif kan bukan dari Irak. Tapi dari Amerika dan oleh Inggris. Inilah yang saya katakan, inilah bentuk baru dari imperialisme. RN: Bapak sampaikan ini bagaimana tanggapan mereka? SM: Saya sampaikan secara perorangan. Tapi kata mereka, mereka tidak dalam posisi menjawab itu. Walaupun itu betul katanya. Saya katakan itu kepada parlemen Eropa. Saya tanyakan bagaimana pendapat pribadi. Bukankah ini semacam neo-imperialisme. Betul!! Imperialisme sudah datang, sudah come back. RN: Jadi ketika komisi ini Bapak tanyakan bukankah ini paranoid dari Saddam maupun Bush, agak enggan mereka menjawabnya bukan? SM: Iya!! Itu karena kita berhadapan dengan mereka sebagai suatu komisi. Tapi setelah saya bertanya pribadi, memang itu persoalannya. Nah kalau kedua-duanya dipimpin oleh orang seperti ini, ini akan terjadi lintang-pukang dalam peradaban. * SEMENTARA "DEMILITARISASI" ACEH BERGULIR LAMBAN, POLISI PUNYA SKENARIO BESAR Kepolisian Aceh memanggil seorang aktivis Sentral Informasi Referendum Aceh, SIRA, Faisal Ridha sebagai tersangka membuat keramaian tanpa ijin polisi. Pekan silam kepolisian juga sudah menahan Ketua Presidium SIRA, Muhammad Nazar dengan tuduhan melangsungkan acara buka bersama tanggal 22 November tahun lalu. Menurut Sekretaris Dewan Presidium SIRA, Ruslan Razali, rangkaian penangkapan itu termasuk dalam skenario besar RI untuk melumpuhkan gerakan sipil di Aceh. Pertama-tama Ruslan Razali menjelaskan isi acara buka bersama 22 November itu, yang dipakai polisi sebagai alasan penangkapan. Ruslan Razali [RR]: Sebetulnya itu diskusi dan refleksi dalam rangka follow-up [tindak lanjut, Red.] peringatan SUMPR tanggal 8 November. Dan kemudian itu acara buka puasa biasa dan dibaringi dengan diskusi saja. Namun oleh polisi dianggap kegiatan tanpa ijin, pasal 51/X KUHP dan pasal 10 undang-undang nomor 9 tahun 1998 tentang keramaian menyampaikan pendapat di hadapan umum. Radio Nederland [RN]: Pertanyaannya kenapa kalau peristiwanya itu pada tanggal 22 November, tapi baru sekarang ditindaklanjuti oleh Polresta. RR: Ini ada skenario besar kalau menurut kami dari teman-teman Presidium SIRA, bersamaan juga dengan penangkapan Muhammad Nazar, Ketua Dewan Presidium SIRA pada tanggal 12 Februari kemarin di rumahnya. Kemudian ada juga yang dimintakan sebagai saksi dalam kasus Muhammad Nazar dan Faisal Ridha ini. Tapi saksi belum dihadirkan oleh pihak Presidium SIRA. Jadi kami lihat ini skenario pembungkaman gerakan sipil di Aceh. Terutama untuk SIRA sehingga SIRA dibuat panik, sehingga fokusnya lebih kepada persoalan pembebasan rekan-rekannya yang ditahan dan akan ditahan ini. RN: Yang menjadi kekhawatiran polisi mengenai SIRA, sebuah organisasi yang didukung oleh kalangan luas sipil di Aceh, apa? RR: Ya, sebetulnya dengan berlakunya proses demilitarisasi tanggal 9 Februari 2003 yang lalu itu, itu kan sangat berpeluang gerakan masyarakat sipil di Aceh untuk berbicara, untuk berekspresi sesuai dengan pasal 2:f perjanjian antara RI dan GAM. Tapi kami melihat peluang itu ditutup dengan dibuat shock therapy dengan dibuat penangkapan dan penahanan beberapa rekan Presidium SIRA. Karena memang SIRA juga berpengaruh besar untuk basis masa referendum di seluruh Aceh. RN: Kalau begitu, nanti apakah Anda dari SIRA tidak mencemaskan polisi akan menangkap aktivis atau anggota kepengurusan SIRA seperti Anda umpamanya. Apa Anda tidak cemas? RR: Bagi kami itu sebuah resiko dalam memperjuangkan demokrasi dan ekspresi masyarakat Aceh secara damai. Apalagi sebetulnya hal-hal yang telah dialami oleh teman-teman selama ini, ditahan, ditangkap, dipenjara, adalah hal yang biasa bagi kami. Yang penting bagaimana kemudian itu berdampak terhadap masyarakat sipil yang akhirnya mau bersuara, mau beraspirasi, mau berekspresi, sesuai dengan keinginan mereka sebenarnya. Itu maksud kami. Kami sebagai bumper sebetulnya bagi perjuangan masyarakat sipil di Aceh. Ya, mau tidak mau, suka tidak suka, ya harus kami terima, begitu. RN: Bagaimana dampak daripada cara-cara polisi menangkapi aktivis sipil ini, apakah ini tidak akan mengganggu proses perdamaian yang sekarang sedang dicoba untuk dijalankan di Aceh antara GAM dan TNI? RR: Sebetulnya menurut kami itu sangat mengganggu karena dari hasil keputusan JSC Joint Security Commitee pada tanggal 11 Januari 2003, itu ada beberapa hal yang tidak boleh dilanggar. Yang dianggap sebagai pelanggaran serius atau sangat serius. Di antaranya yang telah dialami oleh rekan-rekan itu pertama persoalan penangkapan sewenang-wenang, kemudian penggeledehan ilegal, kemudian intimidasi, kemudian penangkapan ilegal. Itu pelanggaran serius sebetulnya yang menurut kami sesuai dengan keputusan JSC 11 Januari 2003 dapat dianggap mengganggu atau menghambat perjanjian antara RI dan GAM. Apalagi statement dari rekan kami Amnesty International tanggal 12 Februari kemarin itu hal yang memang sangat sangat mengganggu, tidak hanya kepada perjanjian, juga kepada penegakan hukum dan HAM di Aceh. Apalagi penangkapan Muhammad Nazar itu kan tengah malam. Sebetulnya penculikan, bukan penangkapan. Kalau memang penangkapan kan bisa pagi betul, atau sore, kan nggak apa-apa. Demikian Ruslan Razali Sekretaris Dewan Presidium SIRA. * UNDANG-UNDANG PEMILU YANG PENUH KOMPROMI POLITIK Pesta demokrasi di tahun 2004 siap digelar. Rabu lalu, Undang-undang Pemilu akhirnya disahkan DPR melalui rapat paripurna. Pembahasan akhir Rabu lalu berlangsung sangat alot. Pemimpin sidang sampai dua kali menghentikan rapat. Skorsing pertama untuk memberi kesempatan pemimpin fraksi, dewan dan menteri melakukan lobi. Hasilnya tiga pasal mengenai perwakilan perempuan, penanggung jawab pemilu, dan pelarangan seorang terdakwa menjadi calon anggota DPR dapat disepakati. Namun delapan pasal lainnya kemudian diputuskan melalui voting. Suasana voting dalam DPR Marzuki Ahmad Ketua Fraksi Golkar menyatakan sangat puas atas hasil sidang. Maklumlah, pasal yang dianggap merugikan Golkar akhirnya kandas. Di antaranya pasal yang menyebutkan bahwa seorang terdakwa dengan ancaman hukuman lima tahun atau lebih tidak berhak menjadi calon anggota DPR. Sebagian fraksi sepakat pasal ini ditiadakan. Fraksi Golkar ngotot menghapus pasal ini karena takut digunakan untuk menjegal ketua umumnya Akbar Tandjung yang kini menjadi terpidana tiga tahun penjara dalam kasus korupsi Bulog. Di sisi lain, Fraksi Golkar bersama PDIP berhasil menggolkan pasal yang membolehkan pejabat publik berkampanye selama pemilu. Marzuki Ahmad: Boleh berkampanye tapi dengan syarat-syarat. Jadi divoting alternatif yang kedua yang lebih banyak pilihannya. Diperoleh lebih dari mayoritas 223 suara. Kolega Marzuki Ahmad dari partai PDIP Roy BB Janis juga menyatakan puas dengan hasil rapat paripurna DPR ini. Janis menyatakan, undang-undang pemilu ini merupakan cermin berlanjutnya proses demokrasi. Roy Jannis: Ya ini masih panjang masih awal dari satu kerja besar. Ya ini kan demokrasi ini telah berjalan dengan baik. Namun benarkah pengesahan undang-undang pemilu dapat diterima semua pihak yang terlibat dalam proses kelahiran undang-undang tersebut? Ali Maskur Musa anggota fraksi PKB sangat kecewa undang-undang pemilu ini. Menurut dia, UU ini hanya menguntungkan partai Golkar dan PDI Perjuangan. Ali Maskur: Saya pikir, sikap yang kurang terpujilah. Ya pokoknya akal-akalan. Yang ada itu hanya akal-akalan partai. Hal senada juga dikatakan Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno. Menurutnya, pengambilan keputusan makan waktu lama lantaran parpol-parpol dalam DPR sibuk berhitung untung rugi bagi partainya masing-masing. Hari Sabarno: Tapi toh ini semua kan calon pemain. Calon pemain kan ngitung- ngitungnya kalau dengan pasal ayat seperti ini ikira-kira bagaimana ya? Banyak hal seharusnya tidak perlu dimasukan UU pemilu ini. Hari Sabarno memberi contoh surat suara yang akan digunakan. Persoalan teknis semestinya menjadi kewenangan Komisi Pemilihan Umum, KPU. Sementara itu Hadar Gumay pengamat dari Cetro melihat, apa yang dihasilkan dari rapat paripurna kemarin belum mencerminkan kepentingan rakyat. Partai-partai politik belum memberikan kekuasaan penuh bagi rakyat untuk memilih wakil-wakilnya dalam dewan. Ini tercermin pada pasal 107 mengenai penentuan calon anggota dewan berdasarkan ketentuan partai. Hadar Gumay: Partai-partai politik belum sepenuhnya memberikan kekuasaan kepada masyarakat pemilih untuk menentukan wakilnya. Dari aturan satu itu saja bisa kita lihat aturan pemilu tidak sepenuhnya akan berpihak pada masyarakat pemilih. Haidar menilai, undang-undang pemilu ini hanya mewadahi kepentingan jangka pendek. Yaitu menyokong perolehan suara parta-partai besar dalam Pemilu 2004. Menurutnya, semangat undang-undang pemilu ini mencerminkan ketakutan partai-partai seperti Golkar dan PDI Perjuangan, jangan-jangan suara perolehannya merosot. Inilah yang menarik. Karena jelas partai-partai besar ini melupakan perilaku rakyat pemilih. Dengan menggolkan undang-undang yang menguntungkan mereka, partai-partai besar itu bisa saja berharap kemenangan mereka akan terjamin. Tetapi mereka jelas mengabaikan perilaku para pemilih. Seolah-olah, dengan undang-undang yang menjamin kepentingan itu kemenangan partai-partai ini sudah di tangan. Padahal, kalau dari kacamata pemilih yang penting jelas bukan undang-undangnya, tetapi perilaku para politisi. Sejauh mana mereka mewakili kepentingan masyarakat pemilih, yaitu demokratis dan sepenuhnya bebas KKN? Tim liputan 68H Jakarta melaporkan untuk Radio Nederland di Hilversum. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
