---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Jumat 21 Februari 2003 15:50 UTC



** AMERIKA SERIKAT KIRIM 2000 PRAJURIT KE FILIPINA

** TIGASEPULUHSEMBILAN ORANG TEWAS DALAM KEBAKARAN KLUB AMERIKA
SERIKAT

** TIGA GERAKAN GERILYAWAN CHECHNYA DICANTUMKAN DALAM DAFTAR
ORGANISASI TERORIS ASING

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: JAKSA TRIBUNAL YUGOSLAVIA MENCATAT
SUKSES

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PERTEMUAN MENTERI KEUANGAN G7 DI
PARIS DIBAYANGI ANCAMAN PERANG IRAK

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: RUANG GERAK AMERIKA DI ASIA TIMUR
SANGAT TERBATAS

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA : PERANG DI IRAK ADALAH PERANG
IMPERIALISME

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: SEMENTARA "DEMILITARISASI" ACEH
BERGULIR LAMBAN, POLISI PUNYA SKENARIO BESAR

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: UNDANG-UNDANG PEMILU YANG PENUH
KOMPROMI POLITIK



* AMERIKA SERIKAT KIRIM 2000 PRAJURIT KE FILIPINA

Amerika Serikat mengirim sekitar 2000 orang prajurit ke Filipina
untuk membantu memberantas gerakan Muslim ekstrem. Washington
menyatakan Amerika akan ikut dalam serangan angkatan bersenjata
Filipina terhadap gerakan Muslim Abu Sayyaf di pulau Jolo, Filipina
Selatan. Kegiatan Abu Sayyaf yang diperkirakan beranggotakan 400
prajurit, terutama aktif melakukan penyanderaan. Gerakan ini
menyatakan berjuang untuk sebuah negara Islam merdeka. Amerika
Serikat mencantumkan Abu Sayyaf dalam daftar hitam organisasi
teroris, karena diduga berhubungan dengan jaringan teroris al-Qaedah
pimpinan Usamah bin Laden. Menurut Pentagon pasukan Amerika akan ikut
dalam pertikaian, tapi pemerintah Manila membantah hal ini.
Undang-undang dasar Filipina melarang pengerahan pasukan asing di
dalam wilayah Filipina. Tahun lalu Amerika telah mengirim 1300
penasehat militer ke Filipina.


* TIGAPULUHSEMBILAN ORANG TEWAS DALAM KEBAKARAN KLUB AMERIKA SERIKAT

Dipastikan tigapuluhsembilan orang tewas dalam kebakaran di sebuah
klub malam di negara bagian Rhode Island, Amerika Serikat. Dipastikan
160 orang cedera, mayoritas luka berat. Dicemaskan jumlah korban
tewas semakin meningkat. Tampaknya, banyak korban tewas masih berada
dalam gedung yang terletak di West Warwick. Sedikitnya 300 orang
berada di dalam gedung saat musibah tersebut. Kebakaran terjadi
berlangsung pesta kembang api dalam sebuah konser rock. Sebuah panah
api jatuh ke panggung yang mengakibatkan api berkobar dengan cepat.
Para hadirin berupaya menyelamatkan diri dalam keadaan panik,
sehingga banyak orang terinjak-injak. Awal pekan ini 21 orang tewas
ketika kepanikan melanda sebuah diskotik di Chicago.


* TIGA GERAKAN GERILYAWAN CHECHNYA TEWAS DALAM DAFTAR ORGANISASI
TERORIS ASING

Amerika Serikat mencantumkan tiga gerakan gerilyawan Chechnya dalam
daftar organisasi teroris asing. Rekening bank para pemberontak yang
tercantum dalam daftar ini dibekukan. Selain itu juga dikeluarkan
larangan untuk membantu mereka. Siapa tiga gerakan ini belum
diumumkan, tapi diduga kelompok-kelompok tersebut terlibat dalam
penyanderaan di sebuah teater di Moskow, Oktober tahun lalu. Sekitar
160 orang tewas ketika itu. Ini untuk pertama kalinya Washington
mencantumkan gerakan-gerakan Chechnya dalam daftar hitam. Dengan
demikian Washington memenuhi permintaan pemerintah Rusia. Amerika
Serikat berharap bisa mendapatkan dukungan Rusia, apabila Washington
mengajukan resolusi baru dalam Dewan Keamanan PBB pekan mendatang.
Kamis kemarin Amerika Serikat dan Inggris memutuskan membekukan
rekening bank gerakan radikal Ansar al Islam. Dikatakan gerakan ini
berhubungan dengan jaringan teroris al-Qaedah pimpinan Usamah bin
Laden serta rezim di Bagdad. Pemimpin gerakan ini, yaitu Mullah
Krekar, ditangkap di bandar udara internasional Belanda, Schiphol,
tahun lalu.


* INVASI TERHADAP IRAK DAPAT SEGERA DIMULAI

Pengerahan prajurit Amerika dan Inggris di kawasan Teluk sudah
sedemikian rupa sehingga invasi terhadap Irak dapat dimulai. Demikian
diumumkan Menteri Pertahanan Amerika Donald Rumsfeld dalam wawancara
untuk televisi Amerika. Selain itu Rumsfeld yakin sejumlah besar
negara akan bergabung dalam koalisi, apabila perang sudah dimulai.
Rumsfeld tidak ingin memberi informasi tentang jumlah pasukan yang
sejauh ini dikerahkan di kawasan. Tapi menurut sumber-sumber
Kementerian Pertahanan, jumlahnya bisa mencapai 150 ribu orang. Pekan
mendatang 50 ribu prajurit tambahan masih dikirim ke kawasan Teluk
ketika enam kapal induk tiba di kawasan tersebut. Amerika dan Inggris
menyatakan mempunyai rencana-rencana alternatif apabila Turki tidak
mengijinkan pengerahan pasukan di negaranya. Sejauh ini Ankara
menolak memenuhi desakan Amerika Serikat untuk mengijinkan pasukan
Amerika. Masalah ini baru dibahas dalam parlemen Turki apabila negeri
ini mendapat ganti rugi yang memadai untuk bisa menutup kerugian
akibat perang.


* AMERIKA DAN CINA SEPAKAT DALAM MASALAH KOREA UTARA

Amerika Serikat dan Cina mencapai kesepakatan dalam masalah Korea
Utara. Demikian tandas Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Colin
Powell menjelang keberangkatannya ke Asia. Sabtu besok Powell tiba di
Jepang, Ahad di Cina dan Senin di Korea Selatan. Sang menlu
menyatakan Washington dan Beijing sepakat bahwa Korea Utara tidak
diijinkan memiliki senjata nuklir. Menurut Powell dua adikuasa
bekerja sama erat menemukan jalan keluar bagi krisis. Posisi Cina
dianggap sangat penting karena negeri ini adalah mitra perdagangan
terbesar Korea Utara.


* REUNI KELUARGA KEENAM KOREA SELATAN DAN KOREA UTARA

Sekitar 500 warga Korea Selatan tiba di Korea Utara untuk pertemuan
selama tiga hari dengan sanak saudara. Ini adalah untuk ke-enam
kalinya diadakan reuni keluarga. Lima reuni sebelumnya memicu emosi
tinggi sanak saudara yang terpisah akibat perang Korea 50 tahun lalu.
Tiga tahun lalu dua Korea memutuskan memungkinkan pertemuan keluarga,
 berkaitan dengan kebijakan pendekatan dua negeri ini. Reuni keluarga
keenam tetap dilangsungkan walau sekarang terjadi krisis mengenai
program senjata atom Korea Utara.


* JAKSA TRIBUNAL YUGOSLAVIA MENCATAT SUKSES

Jaksa penuntut Tribunal Yugoslavia menuai sukses-sukses kecil pekan
belakangan ini : Mereka berhasil menyeret tertuduh pertama dari etnik
Albania ke depan Majelis Hakim di Den Haag, dan dalam kasus
Milosevic, jaksa juga berhasil menampilkan rekaman video yang sangat
memberatkan mantan Presiden Yugoslavia itu. Lebih lanjut ulasan
redaktur Eropa Timur, Margreet Strijbosch.

Proses pemeriksaan Jendral Aleksandar Vasilyevic, yang sudah hampir
dua pekan itu memetakan jaringan nama-nama seputar  Milosevic. Mantan
kepala Badan Kontra Intelijen itu datang dengan dokumen yang
membuktikan bahwa penguasa Serbia sudah diberitahu sejak tahun 1991
mengenai kejahatan perang pasukan elit Serbia di Kroasia. Selama ini
Slobodan Milosevic selalu menyangkal, dirinya tahu tentang kejahatan
itu.

Tetapi dari penayangan video yang diserahkan saksi Dragan
Vasiljkovic, Rabu silam terbukti bahwa Milosevic mengetahui tentang
kejahatan itu. Pada sebuah upacara tahun 1997, Milosevic malah
menganugerahkan semacam "bintang jasa" kepada satuan tentara Serbia
yang disebut pahlawan, dalam melakukan operasi khusus. Penganugerahan
itu diberikan untuk operasi militer di Bosnia dan Kroasia yang
melibatkan tindak-tindak kejahatan perang.

Setelah pemutaran film itu, ada alasan lain bagi para jaksa untuk
merasa puas. Sehari kemudian, kelompok pertama orang Albania muncul
di depan hakim Liu Kwon. Empat orang Albania itu didakwa, mendirikan
kam penjara di Kosovo pada tahun 1998. Mereka menganiaya para tawanan
dan sedikitnya enam di antaranya sampai meninggaldunia. Di mata
hukum, mereka ini telah melakukan  pelanggaran hukum perang, dan
menurut jaksa penuntut, mereka melakukan tindak kejahatan terhadap
kemanusiaan.

Ketiga tertuduh warga Albania yang muncul di ruang pengadilan
menyatakan mereka tidak bersalah. Proses ini masih membutuhkan waktu
persiapan lama sebelum digelar. Kehadiran warga Serbia, Kroasia,
Muslim Bosnia dan sekarang warga Albania di Tribunal bisa membuat tim
jaksa bisa menarik nafas lega. Hal ini diharapkan bisa meredam
tuduhan bahwa mereka memihak.

Peristiwa spektakuler kedua juga akan mewarnai Tribunal Yugoslavia
pekan depan. Bila konsekwen dengan janjinya maka Vojislav Seselj,
seorang tertuduh lainnya akan menyerahkan diri pekan depan. Amar
tuduhan terahdap Seselj telah dipublikasikan baru baru ini. Ia
dituduh merekrut dan membantu milisi Serbia dalam perang di bekas
Yugoslavia pada tahun 90-an.

Vojislav Seselj, yang meraih tempat kedua dalam pemilihan presiden di
Serbia tiga bulan lalu berulang kali menyatakan bahwa ia secara
pribadi akan berusaha untuk menghancurkan Tribunal Yugoslavia. Ia
juga mengancam akan membunuh Ratu Belanda Beatrix. Seselj mengancam
ratu Belanda akan menjadi korban salah tembak, meminjam slogan yang
dipakai NATO untuk menjelaskan korban tewas dan kerugian material tak
disengaja akibat salah sasaran dalam pemboman.


* PERTEMUAN MENTERI KEUANGAN G7 DI PARIS DIBAYANGI ANCAMAN PERANG
IRAK

Menteri Keuangan tujuh negara industri maju yang tergabung dalam G-7
mengadakan pertemuan di Paris, Jumat dan Sabtu besok. Pertemuan rutin
paruh tahunan ini bakal menarik berkaitan dengan ancaman pecahnya
perang Irak dan ketidakpastian yang meliputi konjungtur di negara
negara Barat. Kami sampaikan ulasan redaktur ekonomi Hans de Vreij.

Meski sulit diramalkan seberapa serius namun Perang di Irak sudah
pasti akan menimbulkan dampak ekonomi. Hal ini tergantung dari
beberapa faktor misalnya lamanya konflik, jumlah korban tewas yang
jatuh atau apakah perang akan merambat ke negara negara lain. Dan
yang lebih penting lagi apakah pemasokan minyak dari Timur Tengah
akan terganggu karena hal ini akan mempengaruhi harga minyak mentah.
Ini adalah dampak langsung perang Irak. Selain itu perang Irak juga
bisa menimbulkan dampak serius tidak langsung terhadap perekonomian.
Salah satunya adalah merosotnya kepercayaan konsumen dan produsen.
Angka pertumbuhan ekonomi akan mengalami kemerosotan jika konsumen
enggan membelanjakan uangnya dan produsen menunda investasi. Para
menteri keuangan G7 di Paris sudah pasti akan membahas berbagai
kemungkinan skenario perang, dampaknya terhadap ekonomi dan langkah
langkah kompensasi yang perlu diambil. Namun mereka diduga tidak akan
memberikan keterangan rinci di muka umum. Spekulasi terbuka mengenai
kemungkinan dampak ekonomi dan moneter bisa mengeruhkan keadaan
sebelum tembakan pertama dilepaskan di Irak. Pertemuan Paris juga
akan digunakan untuk mengkaji tingkat pemulihan ekonomi di negara
negara industri maju. Catatan angka terkini terutama mengenai
perbaikan situasi di Uni Eropa meredam setiap optimisme. Komisi Eropa
pekan ini harus menarik ramalannya mengenai laju pertumbuhan ekonomi
sebesar 1,3 persen. Laju pertumbuhan tidak akan mencapai angka itu
tetapi Komisi Eropa menolak untuk memberikan angka pasti.
Perekonomian salah satu negara terpenting di Eropa Barat, yakni
Jerman, berada di tepi jurang resesi. Laju pertumbuhan ekonomi Jerman
tahun lalu hanya mencapai angka 0,2 persen. Kamar Dagang Jerman dan
sejumlah lembaga penelitian pekan ini mengumumkan ramalan yang tidak
begitu menggembirakan untuk tahun 2003. Dalam situasi itu perang Irak
bisa menjadi faktor penentu antara resesi atau kelesuan pertumbuhan
ekonomi. Sementara itu laju rata rata pertumbuhan ekonomi di 12
negara yang mengedarkan mata uang Euro mencapai angka 0,8 persen
tahun lalu. Meski lebih tinggi ketimbang Jerman namun laju petumbuhan
tersebut tidak menunjukkan perbedaan mencolok. Dalam hal ini Amerika
Serikat mencatat kinerja lebih baik dengan laju pertumbuhan ekonomi
sebesar 2,4 persen pada tahun 2002. Jepang, negara ekonomi tersesar
ketiga dalam G7 hanya mencatat laju pertumbuhan sebesar 0,3 persen.
Meski demikian Jepang berhasil mencatat hasil positif untuk tahun
ketiga berturut turut. Patut dicatat bahwa laju pertumbuhan ekonomi
bukanlah faktor terpenting. Harian Inggris berpengaruh the Financial
Times pekan ini memberitakan bahwa cadangan devisa Amerika Serikat
semakin menipis. Defisit anggaran Amerika akhir tahun lalu mencapai
hampir 500 milyar dolar, sedangkan Eropa Barat dan Jepang mencatat
surplus fantastik sebesar masing masing 115 dan 113 milyar dolar.
Oleh karena itu tidak mengherankan bahwa bila perang Irak meletus
maka sebagian besar biaya dan pembangunan kembali Irak akan dipikul
oleh Jepang dan Uni Eropa.


* RUANG GERAK AMERIKA DI ASIA SANGAT TERBATAS

Intro: Hari Sabtu ini Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Colin
Powell memulai kunjungan ke Jepang, untuk, pekan depan, berlanjut ke
Cina dan Korea Selatan. Missinya adalah krisis di Semenanjung Korea.
Tetapi berlainan dengan di Irak, di Asia Timur Amerika tidak bisa
bertindak seperti yang diinginkannya. Laporan koresponden Hans van
der Lugt dari Seoul:

Hari Sabtu ini, Menteri Luar Negeri Amerika Colin Powell tiba di
wilayah dunia yang semua orang sepakat: Amerika tidak perlu berusaha
menyelesaikan krisis Korea Utara dengan serbuan militer. Cina, Korea
Selatan dan Jepang tiga negara yang akan dikunjungi Powell selama
pekan ini sepakat bahwa hanya perundingan diplomatis yang akan
melapangkan jalan penyelesaian.

Sebelumnya Amerika Serikat sudah menyatakan bahwa Korea Utara harus
melucuti diri. Tentu saja latar belakangnya adalah bahwa Amerika
terlalu sibuk dengan Irak, sehingga Washington tidak bisa menggempur
Korea Utara. Walau begitu, dengan penuh ancaman Menteri Pertahanan
Donald Rumsfeld mengatakan bahwa Amerika mampu menghantam dua front
sekaligus.

Tentu saja Asia Timur menentang ucapan semacam ini. Presiden terpilih
Korea Selatan Roh Moo-hyun yang dilantik Selasa pekan depan,
berkali-kali menyatakan bahwa ia tidak akan membiarkan perang
berkobar di Semenanjung Korea. Ia tidak ingin berulangnya perang
Korea yang pada tahun 1950an menelan jutaan korban.

Roh Moo-hyun juga menentang pilihan kedua yang bisa diambil Amerika
yaitu pengucilan total Korea Utara sehingga negeri yang miskin ini
makin kelaparan saja untuk akhirnya runtuh sama sekali. Dikhawatirkan
robohnya Korea Utara akan disertai kekerasan sehingga jutaan
pengungsi akan membanjiri Korea Selatan. Alhasil Korea Selatan juga
akan harus menanggung akibatnya, bahkan akan harus pula menyediakan
dana jutaan dolar untuk membangun Korea Utara.

Korea Selatan sendiri sekarang sudah makmur dan tidak menginginkan
kekacauan. Mereka juga ingin melihat saudara di Utara pelan-pelan
membangun perekonomiannya, untuk akhirnya menjadi demokratis, seperti
Korea Selatan. Dengan pembangunan seperti ini maka pendekatan atau
penyatuan kedua Korea akan berlangsung dengan sendirinya.

Cina, tetangga dan sekutu Korea Utara, juga tidak menghendaki
kekacauan di Korea Utara akibat perang atau keruntuhan. Lebih dari
itu Cina juga tidak senang kalau, akibat meruncingnya krisis di Korea
Utara, tiba-tiba pasukan Amerika ditempatkan di dekat perbatasannya.
Sekarang Korea Utara berperan sebagai semacam penghalang antara Cina
dengan 37 ribu pasukan Amerika yang sekarang ditempatkan di Korea
Selatan. Kalau Korea Selatan sampai runtuh maka penghalang ini juga
akan hilang. Dengan begitu tidaklah mengherankan kalau Cina terus
memberi bantuan kepada Korea Utara, menjaga supaya negeri ini tetap
bisa hidup.

Cina jelas tidak akan begitu saja merobah kebijakan ini. Apalagi
kalau cuma karena Presiden Amerika George W. Bush tidak senang dengan
penguasa diktator macam Kim Jong-il di Korea Utara itu. Oleh karena
itu harian China People's Daily pekan ini menulis bahwa sebaiknya
pihak-pihak yang terlibat, yaitu Korea Utara dan Amerika Serikat,
berunding tidak hanya soal program nuklir di Semenanjung Korea,
tetapi juga membicarakan masalah yang dihadapi Korea Utara yaitu
keamanan dan cadangan energinya.

Dengan kata lain Cina bersimpati pada masalah yang dihadapi Korea
Utara, terutama yang  menyangkut keberlangsungan negeri komunis ini.
Seperti Korea Selatan, Cina juga tidak ingin rezim Korea Utara
runtuh. Alhasil pemerintahan Presiden Bush, terutama kalangan garis
kerasnya, tidak punya banyak ruang gerak. Karena itu juga sangat
dipertanyakan apakah dalam kunjungannya hari ini Menlu Colin Powell
punya gagasan kokoh yang bisa dipakai untuk menyelesaikan krisis di
Semenanjung Korea.


* PERANG DI IRAK ADALAH PERANG IMPERIALISME

Perang Amerika di Irak adalah perang imperialisme. Demikian dikatakan
oleh Ketua Umum Muhammadiyah Syafii Ma'arif dalam pertemuan dengan
parlemen Eropa. Pemimpin Muhammadiyah ini termasuk delegasi gerakan
Moral Nasional Indonesia yang menuju Australia, Vatikan dan Uni
Eropa, dan diketuai oleh Rektor Universitas Paramadina Nurcholis
Madjid. Sebanyak delapan rohaniwan Indonesia dari berbagai agama
kemarin berada di Brussel, Belgia menyampaikan imbauan agar Uni Eropa
berupaya untuk menyatu dengan gerakan perdamaian dunia yang ingin
mencegah perang di Irak. Laporan Aboeprijadi Santoso dari Brussel.

Ketua delegasi gerakan Moral Nasional Indonesia Nurcholis Madjid
dalam pernyataannya kepada Radio Nederland mengatakan umumnya merasa
puas dengan kunjungan dan pengertian Parlemen maupun Komisi Eropa
yang memimpin Uni Eropa. Nurcholis memahami keterbatasan Uni Eropa
dalam konflik Amerika dan Irak ini. Namun katanya posisi mereka pada
hakekatnya sama dengan kita, yaitu tidak mau berperang, kami
sejalanlah moral, tambah Hasyim Muzadi, Ketua Umum Nahdatul Ulama.

Delegasi gerakan Moral Indonesia ini mengharapkan peranan Eropa yang
lebih besar. Syafei Ma'arif, Pemimpin Muhammadiyah mengungkap bahwa
banyak kalangan Parlemen dan pimpinan Eropa sebenarnya sejalan, namun
tidak bisa banyak bergerak, karena Eropa dianggapnya memang tetap
berada di bawah pengaruh Amerika.

Syafei Ma'arif [SM]: Jadi kita berharap bahwa pernyataan keprihatinan
itu disampaikan. Karena ini kan bukan gerakan politik ya, tapi ini
gerakan moral yang mempunyai perhatian yang sangat dalam terhadap
nasib manusia. Jadi ini perkara besar betul ini. Kita memandang
serangan terhadap Irak itu, itu dalam wilayah yang lebih luas, yaitu
adalah serangan terhadap kemanusiaan.

Radio Nederland [RN]: Mereka dalam suatu posisi untuk misalnya dapat
mempengaruhi jalannya diplomasi dalam sebutlah hari-hari, mungkin
minggu-minggu mendatang?

SM: Saya merasa tidak. Sebetulnya mereka rata-rata punya posisi itu,
tapi intinya tidak. Kalau kita melihat Jerman dengan Prancis itu
sudah tegas itu. Mereka berhadapan dengan Amerika Serikat. Dalam
sebuah kolom di mingguan Newsweek yang terbaru ditulis dalam jangka
panjang, kalau begini terus Eropa itu akan saling berhadapan. Dan
tidak mustahil Amerika akan berhadapan dengan Eropa. Kalau perang ini
diteruskan.

RN: Ini yang juga membawa dampak pada Asia dan akan merugikan Asia,
termasuk berbagai kelompok agama?

SM: Ya jelas, dan ini juga akan memicu munculnya radikalisme yang
semakin lama semakin hebat. Radikalisme ini tidak memakai
pertimbangan-pertimbangan rasional dan obyektif. Karena mereka merasa
terdesak dan melihat dunia ini semakin kelam, begitu mereka akan
berbuat apa saja yang susah dikontrol. Jadi itu yang kita
mengkhawatirkan sekali.

RN: Apakah Anda mendapat kesan bahwa mereka memahami kompleksitas
masalah ini yang dihadapi di Asia, di Indonesia khususnya, dipahami
oleh parlemen Eropa atau Komisi Eropa?

SM: Saya sendiri kalau atas nama institusi, itu mereka susah
mengatakan. Tapi sewaktu saya tanya tadi, secara pribadi, mereka
punya concern itu. Tapi kan karena pendapat yang berkembang di
kalangan Uni Eropa sangat berteriak. Itu masalahnya. Jadi bisa
dipahami mengapa sangat lunak pernyataan itu. Seakan-akan ini kalau
serius perang itu adalah kesalahan Saddam Hussein. Perang ini kan
bukan dia, inisiatif kan bukan dari Irak. Tapi dari Amerika dan oleh
Inggris. Inilah yang saya katakan, inilah bentuk baru dari
imperialisme.

RN: Bapak sampaikan ini bagaimana tanggapan mereka?

SM: Saya sampaikan secara perorangan. Tapi kata mereka, mereka tidak
dalam posisi menjawab itu. Walaupun itu betul katanya. Saya katakan
itu kepada parlemen Eropa. Saya tanyakan bagaimana pendapat pribadi.
Bukankah ini semacam neo-imperialisme. Betul!! Imperialisme sudah
datang, sudah come back.

RN: Jadi ketika komisi ini Bapak tanyakan bukankah ini paranoid dari
Saddam maupun Bush, agak enggan mereka menjawabnya bukan?

SM: Iya!! Itu karena kita berhadapan dengan mereka sebagai suatu
komisi. Tapi setelah saya bertanya pribadi, memang itu persoalannya.
Nah kalau kedua-duanya dipimpin oleh orang seperti ini, ini akan
terjadi lintang-pukang dalam peradaban.


* SEMENTARA "DEMILITARISASI" ACEH BERGULIR LAMBAN, POLISI PUNYA
SKENARIO BESAR

Kepolisian Aceh memanggil seorang aktivis Sentral Informasi
Referendum Aceh, SIRA, Faisal Ridha sebagai tersangka membuat
keramaian tanpa ijin polisi. Pekan silam kepolisian juga sudah
menahan Ketua Presidium SIRA, Muhammad Nazar dengan tuduhan
melangsungkan acara buka bersama tanggal 22 November tahun lalu.
Menurut Sekretaris Dewan Presidium SIRA, Ruslan Razali, rangkaian
penangkapan itu termasuk dalam skenario besar RI untuk melumpuhkan
gerakan sipil di Aceh. Pertama-tama Ruslan Razali menjelaskan isi
acara buka bersama 22 November itu, yang dipakai polisi sebagai
alasan penangkapan.

Ruslan Razali [RR]: Sebetulnya itu diskusi dan refleksi dalam rangka
follow-up [tindak lanjut, Red.] peringatan SUMPR tanggal 8 November.
Dan kemudian itu acara buka puasa biasa dan dibaringi dengan diskusi
saja. Namun oleh polisi dianggap kegiatan tanpa ijin, pasal 51/X KUHP
dan pasal 10 undang-undang nomor 9 tahun 1998 tentang keramaian
menyampaikan pendapat di hadapan umum.

Radio Nederland [RN]: Pertanyaannya kenapa kalau peristiwanya itu
pada tanggal 22 November, tapi baru sekarang ditindaklanjuti oleh
Polresta.

RR: Ini ada skenario besar kalau menurut kami dari teman-teman
Presidium SIRA, bersamaan juga dengan penangkapan Muhammad Nazar,
Ketua Dewan Presidium SIRA pada tanggal 12 Februari kemarin di
rumahnya. Kemudian ada juga yang dimintakan sebagai saksi dalam kasus
Muhammad Nazar dan Faisal Ridha ini. Tapi saksi belum dihadirkan oleh
pihak Presidium SIRA. Jadi kami lihat ini skenario pembungkaman
gerakan sipil di Aceh. Terutama untuk SIRA sehingga SIRA dibuat
panik, sehingga fokusnya lebih kepada persoalan pembebasan
rekan-rekannya yang ditahan dan akan ditahan ini.

RN: Yang menjadi kekhawatiran polisi mengenai SIRA, sebuah organisasi
yang didukung oleh kalangan luas sipil di Aceh, apa?

RR: Ya, sebetulnya dengan berlakunya proses demilitarisasi tanggal 9
Februari 2003 yang lalu itu, itu kan sangat berpeluang gerakan
masyarakat sipil di Aceh untuk berbicara, untuk berekspresi sesuai
dengan pasal 2:f perjanjian antara RI dan GAM. Tapi kami melihat
peluang itu ditutup dengan dibuat shock therapy dengan dibuat
penangkapan dan penahanan beberapa rekan Presidium SIRA. Karena
memang SIRA juga berpengaruh besar untuk basis masa referendum di
seluruh Aceh.

RN: Kalau begitu, nanti apakah Anda dari SIRA tidak mencemaskan
polisi akan menangkap aktivis atau anggota kepengurusan SIRA seperti
Anda umpamanya. Apa Anda tidak cemas?

RR: Bagi kami itu sebuah resiko dalam memperjuangkan demokrasi dan
ekspresi masyarakat Aceh secara damai. Apalagi sebetulnya hal-hal
yang telah dialami oleh teman-teman selama ini, ditahan, ditangkap,
dipenjara, adalah hal yang biasa bagi kami. Yang penting bagaimana
kemudian itu berdampak terhadap masyarakat sipil yang akhirnya mau
bersuara, mau beraspirasi, mau berekspresi, sesuai dengan keinginan
mereka sebenarnya. Itu maksud kami. Kami sebagai bumper sebetulnya
bagi perjuangan masyarakat sipil di Aceh. Ya, mau tidak mau, suka
tidak suka, ya harus kami terima, begitu.


RN: Bagaimana dampak daripada cara-cara polisi menangkapi aktivis
sipil ini, apakah ini tidak akan mengganggu proses perdamaian yang
sekarang sedang dicoba untuk dijalankan di Aceh antara GAM dan TNI?

RR: Sebetulnya menurut kami itu sangat mengganggu karena dari hasil
keputusan JSC Joint Security Commitee pada tanggal 11 Januari 2003,
itu ada beberapa hal yang tidak boleh dilanggar. Yang dianggap
sebagai pelanggaran serius atau sangat serius. Di antaranya yang
telah dialami oleh rekan-rekan itu pertama persoalan penangkapan
sewenang-wenang, kemudian penggeledehan ilegal, kemudian intimidasi,
kemudian penangkapan ilegal. Itu pelanggaran serius sebetulnya yang
menurut kami sesuai dengan keputusan JSC 11 Januari 2003 dapat
dianggap mengganggu atau menghambat perjanjian antara RI dan GAM.

Apalagi statement dari rekan kami Amnesty International tanggal 12
Februari kemarin itu hal yang memang sangat sangat mengganggu, tidak
hanya kepada perjanjian, juga kepada penegakan hukum dan HAM di Aceh.
Apalagi penangkapan Muhammad Nazar itu kan tengah malam. Sebetulnya
penculikan, bukan penangkapan. Kalau memang penangkapan kan bisa pagi
betul, atau sore, kan nggak apa-apa.


Demikian Ruslan Razali Sekretaris Dewan Presidium SIRA.


* UNDANG-UNDANG PEMILU YANG PENUH KOMPROMI POLITIK

Pesta demokrasi di tahun 2004 siap digelar. Rabu lalu, Undang-undang
Pemilu akhirnya disahkan DPR melalui rapat paripurna.

Pembahasan akhir Rabu lalu berlangsung sangat alot. Pemimpin sidang
sampai dua kali menghentikan rapat. Skorsing pertama untuk memberi
kesempatan pemimpin fraksi, dewan dan menteri melakukan lobi.
Hasilnya tiga pasal mengenai perwakilan perempuan, penanggung jawab
pemilu, dan pelarangan seorang terdakwa menjadi calon anggota DPR
dapat disepakati. Namun delapan pasal lainnya kemudian diputuskan
melalui voting.

Suasana voting dalam DPR

Marzuki Ahmad Ketua Fraksi Golkar menyatakan sangat puas atas hasil
sidang.   Maklumlah, pasal yang dianggap merugikan Golkar akhirnya
kandas. Di antaranya pasal yang menyebutkan bahwa seorang terdakwa
dengan ancaman hukuman lima tahun atau lebih tidak berhak menjadi
calon anggota DPR. Sebagian fraksi sepakat pasal ini ditiadakan.
Fraksi Golkar ngotot menghapus pasal ini karena takut digunakan untuk
menjegal ketua umumnya Akbar Tandjung yang kini menjadi terpidana
tiga tahun penjara dalam kasus korupsi  Bulog. Di sisi lain, Fraksi
Golkar bersama PDIP berhasil menggolkan pasal yang membolehkan
pejabat publik  berkampanye selama pemilu.

Marzuki Ahmad: Boleh berkampanye tapi dengan syarat-syarat. Jadi
divoting alternatif yang kedua yang lebih banyak pilihannya.
Diperoleh lebih dari mayoritas 223 suara.

Kolega Marzuki Ahmad dari partai PDIP Roy BB Janis juga menyatakan
puas dengan hasil rapat paripurna DPR ini. Janis menyatakan,
undang-undang pemilu ini merupakan cermin berlanjutnya proses
demokrasi.

Roy Jannis: Ya ini masih panjang masih awal dari satu kerja besar. Ya
ini kan demokrasi ini telah berjalan dengan baik.

Namun benarkah pengesahan undang-undang pemilu dapat diterima semua
pihak yang terlibat dalam proses kelahiran undang-undang tersebut?
Ali Maskur Musa anggota fraksi PKB sangat kecewa undang-undang pemilu
ini. Menurut dia, UU ini hanya menguntungkan partai Golkar dan PDI
Perjuangan.

Ali Maskur: Saya pikir, sikap yang kurang terpujilah. Ya pokoknya
akal-akalan. Yang ada itu hanya akal-akalan partai.

Hal senada juga dikatakan Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno.
Menurutnya,  pengambilan keputusan makan waktu lama lantaran
parpol-parpol dalam DPR sibuk berhitung untung rugi bagi partainya
masing-masing.

Hari Sabarno: Tapi toh ini semua kan calon pemain. Calon pemain kan
ngitung-          ngitungnya kalau dengan pasal ayat seperti ini
ikira-kira bagaimana ya?

Banyak hal seharusnya tidak perlu dimasukan UU pemilu ini. Hari
Sabarno memberi contoh surat suara yang akan digunakan. Persoalan
teknis semestinya menjadi kewenangan Komisi Pemilihan Umum, KPU.

Sementara itu Hadar Gumay pengamat dari Cetro melihat, apa yang
dihasilkan dari rapat paripurna kemarin belum mencerminkan
kepentingan rakyat. Partai-partai politik belum memberikan kekuasaan
penuh bagi rakyat untuk memilih wakil-wakilnya dalam dewan. Ini
tercermin pada pasal 107 mengenai penentuan calon anggota dewan
berdasarkan ketentuan partai.

Hadar Gumay: Partai-partai politik belum sepenuhnya memberikan
kekuasaan kepada masyarakat pemilih untuk menentukan wakilnya. Dari
aturan satu itu saja bisa kita lihat aturan pemilu tidak sepenuhnya
akan berpihak pada masyarakat pemilih.

Haidar menilai, undang-undang pemilu ini hanya mewadahi kepentingan
jangka pendek. Yaitu menyokong perolehan suara parta-partai besar
dalam Pemilu 2004.  Menurutnya, semangat undang-undang pemilu ini
mencerminkan ketakutan partai-partai seperti Golkar dan PDI
Perjuangan, jangan-jangan suara perolehannya merosot.

Inilah yang menarik. Karena jelas partai-partai besar ini melupakan
perilaku rakyat pemilih. Dengan menggolkan undang-undang yang
menguntungkan mereka, partai-partai besar itu bisa saja berharap
kemenangan mereka akan terjamin. Tetapi mereka jelas mengabaikan
perilaku para pemilih. Seolah-olah, dengan undang-undang yang
menjamin kepentingan itu kemenangan partai-partai ini sudah di
tangan. Padahal, kalau dari kacamata pemilih yang penting jelas bukan
undang-undangnya, tetapi perilaku para politisi. Sejauh mana mereka
mewakili kepentingan masyarakat pemilih, yaitu demokratis dan
sepenuhnya bebas KKN?

Tim liputan 68H Jakarta melaporkan untuk Radio Nederland di
Hilversum.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke