Pak Ikwhan dan mba Dyah,

Menarik sekali tanggapan dari mba Dyah karena ternyata kami ada 
di kondisi yang sama.

Kalau pada di bisnis kami, kami berdua adalah owner,  we own the
business sehingga rasa tanggung jawabnya merata. Ya, sama
dengan yang dialami mba Dyah kami bekerja serabutan, namun 
saya sebagai suami lebih sebagai leader karena di bisnis
kami saya adalah inti atau COREnya. Di bisnis kami saya adalah yang 
mempunyai keahlian utamanya, networknya, client dan lain-lain.
Jadi pada saat kami mulai, isteri lebih banyak sebagai supportnya.
Sejalan dengan perkembangan usaha sekarang isteri saya sudah
mengambil peran yang jauh lebih besar, untuk beberapa klien kami 
malah sekarang dipegang oleh isteri saya dan ternyata hasilnya
sangat bagus, mungkin klien sudah bosan lihat wajah saya nkali ya...
Disinilah saya menemukan betapa cepatnya isteri saya menguasai
bisnis kami, ini mungkin disebabkan karena saya mengarahkannya
dengan sepenuh hati dan diapun tanpa ragu-ragu belajar dari 
saya ... namanya juga isteri... beda dengan kalau staff di kantor
mereka sungkan bertanya karena akan dicap sebagai "kurang pintar".

Kalau saya lihat dengan kondisi mba Dyah sepertinya anda sudah di
jalan yang benar "you are already on the right track". Kalau suami
sekarang mungkin kurang fokus karena ada TDB itu karena dia sudah melakukan 
proses pembelajaran yang cukup kepada anda mengenai 
bisnis dan anda dianggap sudah LULUS dan CERTIFIED untuk 
menjalankan bisnis, selamat!!!
Itulah enaknya di HnW Inc. delegasi dan promosi bisa kapan saja tanpa
harus menunggu rapat DEKOM atau rekomendasi dari HEAD OFFICE 
terlebih dahulu.
Karena bisnis ini adalah bisnis kita berdua maka sudah seharusnya kita
tidak saling tunggu-tungguan dan lempar tanggung jawab, lakukan apa
yang bisa dilakukan dan kemudian selesaikan secara bersama-sama.
Tidak ada lagi orang yang kita harapkan untuk melakukan pekerjaan 
kita... kecuali suami dan isteri.

Mengenai rekruitmen saya sangat setuju dengan mba Dyah, betul, untuk
posisi yang strategis yang berkaitan dengan CORE bisnis rekrutlah orang
yang paling professional, tidak masalah apakah dia itu orang luar ataupun
orang dalam. Karena ini akan memberikan dampak pada produktifitas dan
reputasi perusahaan. Untuk memasukkan orang-orang dekat seperti sodare
dan lain-lain bisa-bisa saja dilakukan akan tetapi dasarnya adalah 
professionalisme, "the right man on the right place" untuk ini kita harus tegas
kalau tidak bisa menjadi "penyakit di kemudian hari".
Seperti yang kami lakukan, semua staff kami adalah orang-orang professional
walau kami juga punya sodare yang nganggur dan tinggal sama kami, untuk
saat ini kami tidak libatkan dia di bisnis kami karena tidak ada tempat baginya
dan dia dapat mengerti.

Mba Dyah dan rekan-rekan semua demikian tanggapan saya, jika ada hal-hal
lain yang ingin ditanyakan kami tunggu.

Salam HnW Inc.


Taufik Arifin
081586662730



Ikhwan Sopa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  Pak 
Arifin, berikut ini adalah forward pertanyaan dari milis TDA. 
 Saya pikir Pak Taufik lah yang patut menjawabnya. Mungkin bisa 
 dikaitkan juga dengan apa yang sudah dibrainstorming pada tedar 
 kemarin, kan ada pertanyaan yang senada.
 
 Ikhwan Sopa.
 
 --- In [EMAIL PROTECTED], "D Y @ H" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 
 Pak Ikhwan,
 
 Artikel Anda sungguh mewakili keadaan saya. Bisnis yg saya kelola juga
 dikelola berdua dg suami, dia berpangkat Owner/Direktur, saya manager
 ehm...tepatnya manager serabutan. Selama ini saya enjoy 
 menjalankannya,
 meskipun ada beberapa kelemahannya, seperti tdk adanya deskripsi 
 pekerjaan
 yg jelas, atau ini sebenarnya adalah kelebihan karena lebih fleksibel.
 Sebenarnya bisa dibikin job desk yg jelas, tapi karena relation suami 
 istri
 tdk seperti bos dan bawahannya, jadi kadang suka seenaknya kalau mis.
 tanggung jawab pekerjaan belum terpenuhi oleh suami, bisa aja saya yg
 handle. Atau kalau lagi pusing dg TDB-nya (suami masih TDB), yah... 
 saya yg
 handle semuanya, sampai2 krn sdh jarang tune-in di bisnis kami, untuk
 berpikir di level strategis sdh terserah saya. Ha...ha jadi curhat 
 nih.
 
 Ada yg ingin saya tanyakan ke Pak Ikhwan, untuk merekrut karyawan, 
 lebih
 banyak keuntungannya atau kerugiannya kalau yg kita rekrut ada bau
 nepotisme-nya, bisa sodara atau teman??? Karena menurut saya, utk 
 level
 operasional artinya bukan level strategis sih tdk masalah, tp utk 
 level
 strategis kita hrs cari SDM yg berkualitas dan jangan ada bau 
 nepotisme.
 Bagaimana Pak??
 
 Oke saya tunggu artikel lanjutannya yg mengupas hal ini. Terimakasih.
 
 Wassalam,
 Dyah
 www.3orchid.com
 
 ----- Original Message -----
 From: "OmPopa" <[EMAIL PROTECTED]>
 To: <[EMAIL PROTECTED]>
 Sent: Wednesday, May 30, 2007 1:56 AM
 Subject: [tangandiatas] HnW Inc. Apa Itu?
 
 > *HnW Inc. Apa Itu?*
 >
 > *Abdullah Bin Mas'ud berkata: Rasulullah SAW bersabda:
 > "Sesungguhnya sebelum hari kiamat ada: salam untuk orang tertentu, 
 banyak
 > perniagaan sampai-sampai seorang istri membantu suaminya berniaga,
 > memutuskan tali silaturahim, kesaksian palsu, menyembunyikan 
 kesaksian
 yang
 > benar, dan munculnya atau tersebarnya pena (banyak buku 
 bermunculan)"*
 >
 > Apa yang disampaikan di atas adalah tanda-tanda tentang makin 
 dekatnya
 > kiamat. Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa semua fenomena "kiamat 
 sudah
 > dekat" yang dimaksud di atas memang telah digelar di depan mata.
 >
 > "Sampai-sampai seorang istri membantu suaminya berniaga", tidak
 serta-merta
 > menjatuhkan fenomena ini menjadi sebentuk dosa atau aktivitas 
 terlarang,
 > melainkan hanya menjadi fakta yang merupakan tanda-tanda. Namun 
 demikian
 > tentu saja, kita harus sangat bijak menjalaninya.
 
 --- End forwarded message ---
 
 
     
                       

       
---------------------------------
Get the free Yahoo! toolbar and rest assured with the added security of spyware 
protection. 

Kirim email ke