He...he...hari ini bener-bener sibuk aku. Luar biasa tanggapannya. Mas Nori, jawaban Anda cukup detil dan bagus. Saya tidak mengatakan jawaban Anda benar atau salah.
Salut buat analisisnya yang bagus dan tajam. Sukses selalu, dan silahkan coba lagi. Sopa. --- In [email protected], IKHLAS NORI <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dear Mas Sopa, > > Tadinya saya cuek saja...(terus terang) membaca hanya sambil lalu untuk Tips ini. Namun setelah selesai membacanya sekali....kok malah ingin mengulang kembali. Sangat menarik sekali artikel dan bahasa yang Mas gunakan. > > Memang manusia diciptakan sudah digariskan (dari sononya) oleh Yang Maha Kuasa mau jadi apa, bagaimana, sampai mana dan berakhir dimana dan kapan. Tidak ada yang bisa memungkiri itu. Namun Sang Pencipta memberikan kepada manusia untuk melakukan perubahan sesuai dengan usahanya. Maka diciptakan lah olehNya Otak untuk kita berpikir. > > Manusia diberi keleluasaan untuk merencanakan, menganalisa, mempertimbangkan dan melakukan sesuatu menurut hasil pertimbangan, analisa dan perencanaan manusia itu sendiri. Kebebasan berikhtiar sesuai dengan kemampuan dan doa. Bagaimana hasilnya tergantung dari usaha. Usaha dilakukan sesuai dengan akal dan cara berpikir manusia masing2. semuanya diciptakan oleh Yang Maha Kuasa secara berimbang. . > > Diciptakan manusia itu berpasang pasangan, ada hitam ada putih, ada tinggi ada pendek dan lain sebagainya. Intinya adalah kesimbangan, saling membantu, saling menutupi kekurangan, saling menambah kelebihan, memberi dan menerima. Apabila semuanya seimbang maka apapun usaha yang dilakukan akan menjadi indah dan memberikan ketenangan. > > Kita diberi kebebasan berencana, dan melakukan sesuai keinginan, kemampuan dan keyakinan diri, namun terlepas dari itu semua kita juga harus siap apapun hasil yang akan kita dapatkan. > > Dan kini aku mendapatkan 'sesuatu' dibalik yang disampaikan....semoga. > > Always, > > Ikhlas
