"Mama ditilang Pa....gak mau disogok harus ke kantor" ....begitu bunyi sms 
..yang aku terima dari  Istriku tercinta...(kebetulan aku lagi di luar kota)
Langsung aku telpon istri dan menanyakan kejadian sebenarnya. Ternyata sore ini 
istriku bersama jagoanku (Aditya) pergi dengan mengendarai motor hendak membeli 
minuman isi ulang (berjarak kurang lebih 2 km dari rumah kami) namun jalurnya 
memang harus melewati jalan antar propinsi (kurang lebih 1 km).  Saat pergi 
tidak ada razia dari pihak Kepolisian (mungkin lagi mau persiapan)...namun saat 
pulang di persimpangan bundaran Tugu Kota Rambutan sudah ramai oleh polisi dan 
'korban' yang menepi. Seperti biasa istriku dengan PDnya (memang harus PeDe) 
dan yakin tidak ada masalah, STNK lengkap, kaca spion ada, tutup 'pentil' ban 
oke (kadang2 ini juga jadi masalah dengan pihak polisi), dan menggunakan helm 
pengaman. "Priiiiitttt..." polisi meminta istriku menepi. Setelah memberi 
hormat (lucu kadang melihatnya, apakah ini perlu ...?) dan mengucapkan "Selamat 
sore...Bu" (seperti biasa...he he he )...meminta surat2 dan kelengkapan 
lainnya. Lihat sana...lihat
 sini...semua lengkap...."Maaf Bu....Ibu kami tilang...karena anak Ibu tidak 
mengenakan helm pengaman..." ????????????

Yaaa....memang saat itu jagoanku tidak mengenakan helm (terus terang memang 
jarang...bukan berarti tidak pernah anakku mengenakan helm...walau ada helm 
yang ukurannya lebih kecil miliknya) . Usianya baru akan 11 tahun esok 
hari..yaa besok 26 Juli tepat 11 tahun usia jagoanku (Selamat Ulang Tahun 
Nak....maaf Papa gak  bisa pulang saat Mas Ulang Tahun....tapi minggu depan 
papa ambil cuti setelah 8 bulan belum cuti...). Terus terang aku gak tau di 
Undang2nya yang menyatakan kewajiban memekai helm bagi pengendara dan yang 
dibonceng untuk kenderaan roda 2. Kebetulan di kota ku (kota Rambutan 
Sumut)...sosialisasi pemakaian 2 helm (pengendara dan yg dibonceng) baru 
berjalan kurang lebih 2 bulan ini...(itu pun hanya sebatas bila malam 
minggu...pas saatnya razia...yaaa...memang begitu adanya...setiap malam minggu 
semua persimpangan dijaga oleh Bapak2 Polisi yang 'hanya' menyetop bila memang 
ada kekurangan dari pengendara....bukan semuanya di razia....pilih tebang
 gitulah...). Bila gak razia yaaa...sama aja...cuma pengendara aja yg makai. 
Mungkin ada rekan2 yang tau bagaimana sebenarnya Undang2 tentang per-helm-an 
ini...atau mungkin ada member yang kebetulan anggota Kepolisian...sehingga bisa 
sharing di millist kita ini.

".....gak mau disogok harus ke kantor"...kurang lebih 3 minggu yang lalu saat 
aku mengantar istri ke pasar untuk berbelanja (sekitar pukul 6.30 pagi)...aku 
juga 'hampir' ditilang. Sebelum berangkat istriku sudah mengingatkan agar kami 
berdua mengenakan helm pengaman...namun aku pikir ...masih pagi kok mana ada 
polisi yang razia...(he he he maaf yaa Pak Polisi)..jadi hanya aku yang 
mengenakan helm. Betul aja....begitu melewati jalan propinsi dan di tempat yang 
sama...(sekitar bundaran Tugu) kami di stop dan...sama seperti ceritaku di 
atas...Bapak polisi sudah mulai menuliskan di buku tilangnya karena istriku gak 
pake helm...(namun kok nulisnya lambat sekali.....waaahhh ini kayaknya ngasih 
kode...). Aku kedipkan sebelah mata ke istri...(kayak pacaran dulu)...minta 
kepastian apa ada uang yang kira2 wajar untuk penyelesaian di tempat....Singkat 
cerita 'kasus' bisa selesai di tempat di- 86 khan...dan kami berlalu ...(walau 
hati agak sedikit mendongkol...tapi
 terakhir sadar karena itu juga karena kesalahan sendiri).

Aku hanya ingin ada suatu konsistensi yang tinggi diantara sesama aparat 
kepolisian....pada tempat yang sama....untuk kasus yang sama....tapi mempunyai 
perlakuan berbeda. Yaa aku sadar 'penyelesaian' di tempat bukanlah tindakan 
yang bijak ...tapi begitulah adanya dan (jamannya...?).

Pelajaran moral dari kasus ini adalah bahwa tidak ada ruginya kita semua 
pengendara kenderaan roda 2 (apakah itu pengendara maupun yang di bonceng) 
untuk mengenakan helm. Bila perlu semuanya (termasuk anak2 bila memang adahelm 
seukuran anak kita) mengenakan helm pengaman...toch itu untuk keselamatan kita 
juga. Bila nantinya dalam persidangan kami diharuskan membayar denda (sepanjang 
Undang2nya jelas dan dijalankan secara KONSISTEN oleh Bapak2 Kepolisian) kami 
ikhlas. Mungkin ini juga teguran dari Yang Maha Kuasa untuk lebih instropeksi 
dan lebih banyak bersedekah.

Rezeki gak kemana Pa...(begitu jagoan aku sering berkata...menirukan ucapan 
Papanya).

Always,

Ikhlas








       
____________________________________________________________________________________
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story. Play 
Sims Stories at Yahoo! Games.
http://sims.yahoo.com/  

Kirim email ke