Sdr Ikhlas Yth.

Sebelum saya urun rembug masalah anda, kalau boleh saya tanya dulu. 
Sebenarnya dua kejadian "Mama ditilang Pa....gak mau disogok harus ke 
kantor" tersebut waktunya kapan? Saya bingung wong katanya anda 
nyangkul diluar kota & sudah 8 bulan nggak cuti kok ada kejadian "gak 
mau disogok harus ke kantor" waktunya 3 minggu yll.

OK masalah yang anda pusingin sayapun pernah dan sering pusing juga 
menghadapi petugas di jalan. Tetapi setelah saya sadar bahwa negara 
kita Negara Hukum yang semuanya harus berdasarkan UUD, maka saya jadi 
tidak mau pusing. (UUD = Ujung Ujungnya Du ............. ileeeeee). 
Saran saya nggak usah pikirin kejadian2 tsb. Saya pernah nyangkul di 
Medan juga. Dulu ada rahasia umum bila tutup pentilpun ada maka 
petugas akan berkata :"Gue belum ngoooooooopi nih" bahasa betawinya.

Pengalaman saya yang saya maksud diatas antara lain:
1. Pengemudi saya membawa muatan BBM dari Perusahaan besar yang 
izinnya lengkap dari izin usaha, izin import, izin transportasi dan 
izin2 tetek bengek lainnya. Ternyata di razia dan menanyakan DO 
Pertamina mana? Sopir ditanya sampai mulutnya berbusapun pasti nggak 
dapat menunjukkan DO Pertamina. Akhirnya sopir saya juga harus ke 
kantor juga karena sopir sudah saya bekali UUD = Undang Undang Dasar 
dan UU ditataran bawahnya termasuk UULAJR. Sialnya sopir saya di 
masukkan sel dan biasaaaaaaa didalam dijadikan sasaran tahanan 
lainnya yang bener2 melakukan tindak pidana sampai 1/4 mati.  Yang 
menjadi dasar kepusingan saya waktu itu apa ya bener sudah petugas 
yang institusinya sama dengan yang dihadapi Sdr Ikhlas itu masih ada 
yang tidak mengetahui perkembangan dunia perdagangan di era reformasi 
ini? Apa nggak ada penataran? Padahal petugasnya masih muda kok pola 
pikirnya masih seperti Era Orba dimana Pertamina seperti raja dan 
export Migas kita jadi andalan. (tolong mungkin ada yang dapat 
menjelaskan).
2. Kasus kedua adalah Tangki BBM yang saya operasikan kapasitas 
Tangki 32 KL, bersumbu as 6. Jumlah roda ban karet ada 22 buah.
Pada waktu mengirim ke customer dimana lokasinya melalui jalan yang 
ber rambu larangan no. 18 dengan tulisan 8T ( Kendaraan yang bobotnya 
pada satu sumbu melebihi 8 ton dilarang masuk) ternyata ditilang dan 
STNK nya ditahan.Dengan alasan muatan > 8 T.
Padahal Tonnase yang diijinkan = 6 x 8 = 48T. Berat tonnase truk 
hanya = Product BBM + Tarra Truck = 30 + 13 T = 43 T Masih ada 
selisih 5 T. Saya sudah menyuruh Staff untuk kordinasi dan menanyakan 
kesalahan pengemudi dalam hal ini kepada seorang Perwira di Polres 
terkait dan jawabannya mengejutkan yaitu sopir salah. Tilang 
diteruskan ke pengedilan dan sopir saya dinyatakan bersalah dan di 
denda. STNK dikembalikan. 
Karena saya sudah tua mungkin tidak mengikuti perobahan UULAJR. 
(tolong lagi mungkin ada diantara rekan millis yang dapat 
menjelaskan).

Sekian sumbang saran saya untuk Sdr Ikhlas. Yah ikhlaskan saja.
Tapi sebagai orang tua saya himbau rekan2 semua untuk merombak pola 
pikir contra produktif, aji mumpung, (mumpung berkuasa) ke arah yang 
memungkinkan adanya transformasi segala bidang di Republik tercinta 
ini. Yang dapat kita lakukan adalah mulai dari diri kita sendiri. 
Anak cucu, kerabat, anak buah dan kalangan dekat sendiri.

Merdeka 
Sekali merdeka tetap merdeka 
(bukan sekali merdeka merdeka sekali)


Best regards
Soegini
(cucu cucu saya ada yang panggil eyang kakung, ada yang panggil Mbah 
Kung dan ada yang panggil Opa)



--- In [email protected], IKHLAS NORI <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> "Mama ditilang Pa....gak mau disogok harus ke kantor" ....begitu 
bunyi sms ..yang aku terima dari  Istriku tercinta...(kebetulan aku 
lagi di luar kota)
> Langsung aku telpon istri dan menanyakan kejadian sebenarnya. 
Ternyata sore ini istriku bersama jagoanku (Aditya) pergi dengan 
mengendarai motor hendak membeli minuman isi ulang (berjarak kurang 
lebih 2 km dari rumah kami) namun jalurnya memang harus melewati 
jalan antar propinsi (kurang lebih 1 km).  Saat pergi tidak ada razia 
dari pihak Kepolisian (mungkin lagi mau persiapan)...namun saat 
pulang di persimpangan bundaran Tugu Kota Rambutan sudah ramai oleh 
polisi dan 'korban' yang menepi. Seperti biasa istriku dengan PDnya 
(memang harus PeDe) dan yakin tidak ada masalah, STNK lengkap, kaca 
spion ada, tutup 'pentil' ban oke (kadang2 ini juga jadi masalah 
dengan pihak polisi), dan menggunakan helm pengaman. "Priiiiitttt..." 
polisi meminta istriku menepi. Setelah memberi hormat (lucu kadang 
melihatnya, apakah ini perlu ...?) dan mengucapkan "Selamat 
sore...Bu" (seperti biasa...he he he )...meminta surat2 dan 
kelengkapan lainnya. Lihat sana...lihat
>  sini...semua lengkap...."Maaf Bu....Ibu kami tilang...karena anak 
Ibu tidak mengenakan helm pengaman..." ????????????
> 
> Yaaa....memang saat itu jagoanku tidak mengenakan helm (terus 
terang memang jarang...bukan berarti tidak pernah anakku mengenakan 
helm...walau ada helm yang ukurannya lebih kecil miliknya) . Usianya 
baru akan 11 tahun esok hari..yaa besok 26 Juli tepat 11 tahun usia 
jagoanku (Selamat Ulang Tahun Nak....maaf Papa gak  bisa pulang saat 
Mas Ulang Tahun....tapi minggu depan papa ambil cuti setelah 8 bulan 
belum cuti...). Terus terang aku gak tau di Undang2nya yang 
menyatakan kewajiban memekai helm bagi pengendara dan yang dibonceng 
untuk kenderaan roda 2. Kebetulan di kota ku (kota Rambutan 
Sumut)...sosialisasi pemakaian 2 helm (pengendara dan yg dibonceng) 
baru berjalan kurang lebih 2 bulan ini...(itu pun hanya sebatas bila 
malam minggu...pas saatnya razia...yaaa...memang begitu 
adanya...setiap malam minggu semua persimpangan dijaga oleh Bapak2 
Polisi yang 'hanya' menyetop bila memang ada kekurangan dari 
pengendara....bukan semuanya di razia....pilih tebang
>  gitulah...). Bila gak razia yaaa...sama aja...cuma pengendara aja 
yg makai. Mungkin ada rekan2 yang tau bagaimana sebenarnya Undang2 
tentang per-helm-an ini...atau mungkin ada member yang kebetulan 
anggota Kepolisian...sehingga bisa sharing di millist kita ini.
> 
> ".....gak mau disogok harus ke kantor"...kurang lebih 3 minggu yang 
lalu saat aku mengantar istri ke pasar untuk berbelanja (sekitar 
pukul 6.30 pagi)...aku juga 'hampir' ditilang. Sebelum berangkat 
istriku sudah mengingatkan agar kami berdua mengenakan helm 
pengaman...namun aku pikir ...masih pagi kok mana ada polisi yang 
razia...(he he he maaf yaa Pak Polisi)..jadi hanya aku yang 
mengenakan helm. Betul aja....begitu melewati jalan propinsi dan di 
tempat yang sama...(sekitar bundaran Tugu) kami di stop dan...sama 
seperti ceritaku di atas...Bapak polisi sudah mulai menuliskan di 
buku tilangnya karena istriku gak pake helm...(namun kok nulisnya 
lambat sekali.....waaahhh ini kayaknya ngasih kode...). Aku kedipkan 
sebelah mata ke istri...(kayak pacaran dulu)...minta kepastian apa 
ada uang yang kira2 wajar untuk penyelesaian di tempat....Singkat 
cerita 'kasus' bisa selesai di tempat di- 86 khan...dan kami 
berlalu ...(walau hati agak sedikit mendongkol...tapi
>  terakhir sadar karena itu juga karena kesalahan sendiri).
> 
> Aku hanya ingin ada suatu konsistensi yang tinggi diantara sesama 
aparat kepolisian....pada tempat yang sama....untuk kasus yang 
sama....tapi mempunyai perlakuan berbeda. Yaa aku 
sadar 'penyelesaian' di tempat bukanlah tindakan yang bijak ...tapi 
begitulah adanya dan (jamannya...?).
> 
> Pelajaran moral dari kasus ini adalah bahwa tidak ada ruginya kita 
semua pengendara kenderaan roda 2 (apakah itu pengendara maupun yang 
di bonceng) untuk mengenakan helm. Bila perlu semuanya (termasuk 
anak2 bila memang adahelm seukuran anak kita) mengenakan helm 
pengaman...toch itu untuk keselamatan kita juga. Bila nantinya dalam 
persidangan kami diharuskan membayar denda (sepanjang Undang2nya 
jelas dan dijalankan secara KONSISTEN oleh Bapak2 Kepolisian) kami 
ikhlas. Mungkin ini juga teguran dari Yang Maha Kuasa untuk lebih 
instropeksi dan lebih banyak bersedekah.
> 
> Rezeki gak kemana Pa...(begitu jagoan aku sering 
berkata...menirukan ucapan Papanya).
> 
> Always,
> 
> Ikhlas
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>        
> 
______________________________________________________________________
______________
> Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your 
story. Play Sims Stories at Yahoo! Games.
> http://sims.yahoo.com/
>


Kirim email ke