Pak Soegini Yth.

Terima kasih sekali atas komennya Pak. Saya memang sudah 8 bulan gak cuti 
Pak...hanya setiap weekend pulang....cuma 8 jam perjalanan via Bus (Banda Aceh 
- Binjai)....lagi ambil S3 Pak...he he he ...

Begitulah memang kondisi masyarakat dan aparat penegak hukum di negara kita 
tercinta....katanya sich reformasi tapi kok keliatannya gak beda yaaa....

Always,

Ikhlas


----- Original Message ----
From: Soegini <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, July 26, 2007 12:11:33 PM
Subject: [Bicara] Re: Tilang









  


    
            Sdr Ikhlas Yth.



Sebelum saya urun rembug masalah anda, kalau boleh saya tanya dulu. 

Sebenarnya dua kejadian "Mama ditilang Pa....gak mau disogok harus ke 

kantor" tersebut waktunya kapan? Saya bingung wong katanya anda 

nyangkul diluar kota & sudah 8 bulan nggak cuti kok ada kejadian "gak 

mau disogok harus ke kantor" waktunya 3 minggu yll.



OK masalah yang anda pusingin sayapun pernah dan sering pusing juga 

menghadapi petugas di jalan. Tetapi setelah saya sadar bahwa negara 

kita Negara Hukum yang semuanya harus berdasarkan UUD, maka saya jadi 

tidak mau pusing. (UUD = Ujung Ujungnya Du ............ . ileeeeee). 

Saran saya nggak usah pikirin kejadian2 tsb. Saya pernah nyangkul di 

Medan juga. Dulu ada rahasia umum bila tutup pentilpun ada maka 

petugas akan berkata :"Gue belum ngoooooooopi nih" bahasa betawinya.



Pengalaman saya yang saya maksud diatas antara lain:

1. Pengemudi saya membawa muatan BBM dari Perusahaan besar yang 

izinnya lengkap dari izin usaha, izin import, izin transportasi dan 

izin2 tetek bengek lainnya. Ternyata di razia dan menanyakan DO 

Pertamina mana? Sopir ditanya sampai mulutnya berbusapun pasti nggak 

dapat menunjukkan DO Pertamina. Akhirnya sopir saya juga harus ke 

kantor juga karena sopir sudah saya bekali UUD = Undang Undang Dasar 

dan UU ditataran bawahnya termasuk UULAJR. Sialnya sopir saya di 

masukkan sel dan biasaaaaaaa didalam dijadikan sasaran tahanan 

lainnya yang bener2 melakukan tindak pidana sampai 1/4 mati.  Yang 

menjadi dasar kepusingan saya waktu itu apa ya bener sudah petugas 

yang institusinya sama dengan yang dihadapi Sdr Ikhlas itu masih ada 

yang tidak mengetahui perkembangan dunia perdagangan di era reformasi 

ini? Apa nggak ada penataran? Padahal petugasnya masih muda kok pola 

pikirnya masih seperti Era Orba dimana Pertamina seperti raja dan 

export Migas kita jadi andalan. (tolong mungkin ada yang dapat 

menjelaskan) .

2. Kasus kedua adalah Tangki BBM yang saya operasikan kapasitas 

Tangki 32 KL, bersumbu as 6. Jumlah roda ban karet ada 22 buah.

Pada waktu mengirim ke customer dimana lokasinya melalui jalan yang 

ber rambu larangan no. 18 dengan tulisan 8T ( Kendaraan yang bobotnya 

pada satu sumbu melebihi 8 ton dilarang masuk) ternyata ditilang dan 

STNK nya ditahan.Dengan alasan muatan > 8 T.

Padahal Tonnase yang diijinkan = 6 x 8 = 48T. Berat tonnase truk 

hanya = Product BBM + Tarra Truck = 30 + 13 T = 43 T Masih ada 

selisih 5 T. Saya sudah menyuruh Staff untuk kordinasi dan menanyakan 

kesalahan pengemudi dalam hal ini kepada seorang Perwira di Polres 

terkait dan jawabannya mengejutkan yaitu sopir salah. Tilang 

diteruskan ke pengedilan dan sopir saya dinyatakan bersalah dan di 

denda. STNK dikembalikan. 

Karena saya sudah tua mungkin tidak mengikuti perobahan UULAJR. 

(tolong lagi mungkin ada diantara rekan millis yang dapat 

menjelaskan) .



Sekian sumbang saran saya untuk Sdr Ikhlas. Yah ikhlaskan saja.

Tapi sebagai orang tua saya himbau rekan2 semua untuk merombak pola 

pikir contra produktif, aji mumpung, (mumpung berkuasa) ke arah yang 

memungkinkan adanya transformasi segala bidang di Republik tercinta 

ini. Yang dapat kita lakukan adalah mulai dari diri kita sendiri. 

Anak cucu, kerabat, anak buah dan kalangan dekat sendiri.



Merdeka 

Sekali merdeka tetap merdeka 

(bukan sekali merdeka merdeka sekali)



Best regards

Soegini

(cucu cucu saya ada yang panggil eyang kakung, ada yang panggil Mbah 

Kung dan ada yang panggil Opa)



--- In [EMAIL PROTECTED] com, IKHLAS NORI <ikhlasnori@ ...> wrote:

>

> "Mama ditilang Pa....gak mau disogok harus ke kantor" ....begitu 

bunyi sms ..yang aku terima dari  Istriku tercinta...( kebetulan aku 

lagi di luar kota)

> Langsung aku telpon istri dan menanyakan kejadian sebenarnya. 

Ternyata sore ini istriku bersama jagoanku (Aditya) pergi dengan 

mengendarai motor hendak membeli minuman isi ulang (berjarak kurang 

lebih 2 km dari rumah kami) namun jalurnya memang harus melewati 

jalan antar propinsi (kurang lebih 1 km).  Saat pergi tidak ada razia 

dari pihak Kepolisian (mungkin lagi mau persiapan).. .namun saat 

pulang di persimpangan bundaran Tugu Kota Rambutan sudah ramai oleh 

polisi dan 'korban' yang menepi. Seperti biasa istriku dengan PDnya 

(memang harus PeDe) dan yakin tidak ada masalah, STNK lengkap, kaca 

spion ada, tutup 'pentil' ban oke (kadang2 ini juga jadi masalah 

dengan pihak polisi), dan menggunakan helm pengaman. "Priiiiitttt. .." 

polisi meminta istriku menepi. Setelah memberi hormat (lucu kadang 

melihatnya, apakah ini perlu ...?) dan mengucapkan "Selamat 

sore...Bu" (seperti biasa...he he he )...meminta surat2 dan 

kelengkapan lainnya. Lihat sana...lihat

>  sini...semua lengkap...." Maaf Bu....Ibu kami tilang...karena anak 

Ibu tidak mengenakan helm pengaman..." ????????????

> 

> Yaaa....memang saat itu jagoanku tidak mengenakan helm (terus 

terang memang jarang...bukan berarti tidak pernah anakku mengenakan 

helm...walau ada helm yang ukurannya lebih kecil miliknya) . Usianya 

baru akan 11 tahun esok hari..yaa besok 26 Juli tepat 11 tahun usia 

jagoanku (Selamat Ulang Tahun Nak....maaf Papa gak  bisa pulang saat 

Mas Ulang Tahun....tapi minggu depan papa ambil cuti setelah 8 bulan 

belum cuti...). Terus terang aku gak tau di Undang2nya yang 

menyatakan kewajiban memekai helm bagi pengendara dan yang dibonceng 

untuk kenderaan roda 2. Kebetulan di kota ku (kota Rambutan 

Sumut)...sosialisas i pemakaian 2 helm (pengendara dan yg dibonceng) 

baru berjalan kurang lebih 2 bulan ini...(itu pun hanya sebatas bila 

malam minggu...pas saatnya razia...yaaa. ..memang begitu 

adanya...setiap malam minggu semua persimpangan dijaga oleh Bapak2 

Polisi yang 'hanya' menyetop bila memang ada kekurangan dari 

pengendara.. ..bukan semuanya di razia....pilih tebang

>  gitulah...). Bila gak razia yaaa...sama aja...cuma pengendara aja 

yg makai. Mungkin ada rekan2 yang tau bagaimana sebenarnya Undang2 

tentang per-helm-an ini...atau mungkin ada member yang kebetulan 

anggota Kepolisian.. .sehingga bisa sharing di millist kita ini.

> 

> ".....gak mau disogok harus ke kantor"...kurang lebih 3 minggu yang 

lalu saat aku mengantar istri ke pasar untuk berbelanja (sekitar 

pukul 6.30 pagi)...aku juga 'hampir' ditilang. Sebelum berangkat 

istriku sudah mengingatkan agar kami berdua mengenakan helm 

pengaman...namun aku pikir ...masih pagi kok mana ada polisi yang 

razia...(he he he maaf yaa Pak Polisi)..jadi hanya aku yang 

mengenakan helm. Betul aja....begitu melewati jalan propinsi dan di 

tempat yang sama...(sekitar bundaran Tugu) kami di stop dan...sama 

seperti ceritaku di atas...Bapak polisi sudah mulai menuliskan di 

buku tilangnya karena istriku gak pake helm...(namun kok nulisnya 

lambat sekali.....waaahhh ini kayaknya ngasih kode...). Aku kedipkan 

sebelah mata ke istri...(kayak pacaran dulu)...minta kepastian apa 

ada uang yang kira2 wajar untuk penyelesaian di tempat....Singkat 

cerita 'kasus' bisa selesai di tempat di- 86 khan...dan kami 

berlalu ...(walau hati agak sedikit mendongkol.. .tapi

>  terakhir sadar karena itu juga karena kesalahan sendiri).

> 

> Aku hanya ingin ada suatu konsistensi yang tinggi diantara sesama 

aparat kepolisian.. ..pada tempat yang sama....untuk kasus yang 

sama....tapi mempunyai perlakuan berbeda. Yaa aku 

sadar 'penyelesaian' di tempat bukanlah tindakan yang bijak ...tapi 

begitulah adanya dan (jamannya... ?).

> 

> Pelajaran moral dari kasus ini adalah bahwa tidak ada ruginya kita 

semua pengendara kenderaan roda 2 (apakah itu pengendara maupun yang 

di bonceng) untuk mengenakan helm. Bila perlu semuanya (termasuk 

anak2 bila memang adahelm seukuran anak kita) mengenakan helm 

pengaman...toch itu untuk keselamatan kita juga. Bila nantinya dalam 

persidangan kami diharuskan membayar denda (sepanjang Undang2nya 

jelas dan dijalankan secara KONSISTEN oleh Bapak2 Kepolisian) kami 

ikhlas. Mungkin ini juga teguran dari Yang Maha Kuasa untuk lebih 

instropeksi dan lebih banyak bersedekah.

> 

> Rezeki gak kemana Pa...(begitu jagoan aku sering 

berkata...menirukan ucapan Papanya).

> 

> Always,

> 

> Ikhlas

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

>        

> 

____________ _________ _________ _________ _________ _________ _

____________ __

> Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your 

story. Play Sims Stories at Yahoo! Games.

> http://sims. yahoo.com/

>





    
  

    
    




<!--

#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, 
sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;}
#ygrp-actbar{
clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
#ygrp-actbar .left{
float:left;white-space:nowrap;}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;}

#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
#ygrp-vital ul{
padding:0;margin:2px 0;}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;}
#ygrp-vital a {
text-decoration:none;}

#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;}

#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;margin:0;}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;font-size:130%;}
#ygrp-sponsor #nc {
background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;}
o {font-size:0;}
.MsoNormal {
margin:0 0 0 0;}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq {margin:4;}
-->








       
____________________________________________________________________________________
Get the Yahoo! toolbar and be alerted to new email wherever you're surfing.
http://new.toolbar.yahoo.com/toolbar/features/mail/index.php

Kirim email ke