Setuju Pak Agus, dan tukar pikiran sedikit.
Saya pernah mendengar langsung komentar dari percakapan 2 Saudara kita non muslim. Komentarnya bisa kita ambil hikmahnya. Bahwa di kalangan kita (muslim) dalam khotbahnya seringkali didominasi ancaman neraka, atau menyalahkan seseorang daripada mengajak. Percakapan itu saya dengar + 20 thn yll saat masih di kampung halaman. Dan dalam hati saya mengiyakan sekaligus menyayangkan. Sependapat bahwa para Da'i akan lebih efektif & menyejukkan bila membangkitkan rasa syukur, ataupun menyampaikan berita2 baik, dan harapan yang menggembirakan : pahala, ampunan & kifarat yang ditawarkan Allah SWT. Tentu saja peringatan dan penyeimbang juga perlu, tetapi jangan sampai mengalahkan harapan.

Dan sependapat pula dengan Putera Lengkong, sebaiknya kita mengendalikan pikiran agar tetap positif dan menebarkannya.

Salam
Bb A

At 12:08 24/09/2007, you wrote:

Indahnya Khutbah

Semalam setelah sholat tarawih istri saya bertanya kenapa banyak
khutbah indah dan menyentuh hati tapi juga ada yang kurang menyentuh
hati.

saya katakan padanya bahwa khutbah yang indah itu cerminan rasa
syukur atas nikmat karuniaNya. Khutbah yang indah bagaikan panggilan
seorang ibu pada anak-anaknya karena tiba waktu makan.

Namun jika khutbah kurang menyentuh hati itu belum sampai pada
nikmatnya rasa syukur tak ubahnya penjual obat yang menawarkan
dagangannya bagi orang lain. Cenderung memaksa dan merasa benar
sendiri.

Wassalam,
Agussyafii

============================================================
"Menjadi Orang Yang Sukses Dengan Mencintai Keluarga"

Kirimkan komentar anda di <http://agussyafii.blogspot.com>http://agussyafii.blogspot.com atau sms
0888 176 48 72
============================================================


Kirim email ke