Kita semua sudah melewati masa liburan, sudah bersilaturahmi dengan 
sanak keluarga, saatnya kini  kita meneruskan langkah mencapai cita-
cita dengan berusaha sekuat tenaga dan pikiran.

Saya mau buka sedikit rahasia,  begini; setiap hari di inbox selalu 
dapat kiriman email dari motivator dunia yang memang banyak asalnya 
dari negeri Paman Sam. Isi emailnya,  yang paling saya sukai dari 
Mike Brescia, sebab setiap subjek email judulnya : Tati "Today is 
Your Day to Win".


Menurut Dan Robey,  bahwa aktifitas  yang dilakukan secara terus 
menerus selama 20 hari akan menjadi kebiasaan. Nah, akibat saya baca 
email yang judulnya "harus menang",  maka sekarang dipikiran sudah 
otomatis meminta tubuh dan seluruh anggota badan untuk menuju 
kemenangan.


Jika mental dan perasaan kita sudah terbiasa untuk melawan rasa 
malas, rasa  pesimis dan hal negatif lain, maka semua jiwa dan raga 
diarahkan agar menang. Sebagai pelajar; Anda harus menang mendapat 
nilai ujian tinggi. Sebagai pengusaha; Anda harus mencapai target 
omzet. Sebagai penulis, saya harus menulis setiap hari agar menang 
dan bisa menerbitkan buku lagi.

Hari ini saya membaca kisah mengenai dua orang bersaudara kandung, 
yang satu penjahat berbahaya dan  satunya lagi seorang  guru besar 
di universitas. Suatu hari ketika si penjahat tertangkap oleh 
polisi, dan sesuai prosedur ditanyakan padanya mengenai keluarga 
yang bisa dihubungi. 

Jawabannya menarik  perhatian polisi, sebab si penjahat memberi tahu 
bahwa saudaranya adalah seorang professor. Lalu polisi memberitahu 
wartawan mengenai temuan  yang menarik ini.

Akhirnya  wartawan  mengetahui latar belakang keluarga dua 
bersaudara tersebut, ternyata ayah mereka adalah seorang pemabuk dan 
tukang memukuli anak-anaknya. Ketika keduanya berusia 19 tahun dan 
20 tahun ayah mereka meninggal akibat serangan jantung.

Singkat cerita, wartawan mewawancarai kedua bersaudara tersebut di 
tempat terpisah, pertanyaannya adalah  "Bagaimana anda hingga bisa 
jadi begini?"

Jawaban keduanya secara kebetulan sama, "punya ayah macam  ayah 
saya, gimana saya enggak jadi begini?"

Si penjahat mengatakan alasan ia menjadi penjahat kelas kakap dan 
berbahaya akibat ayahnya yang pemabuk dan tukang pukul. 

Sedangkan saudaranya yang menjadi professor, justru giat belajar, 
rajin beribadah dan berteman dengan orang yang baik-baik. Ia justru 
termotivasi dan tidak ingin menjadi orang seperti ayahnya.

Kesimpulannya,  bagaimanapun sulitnya situasi kita, baik dari 
lingkungan keluarga, lingkungan sekolah atau teman. Namun, jika kita 
bisa menentukan pilihan yang baik bagi diri sendiri maka segala hal 
yang buruk sekalipun bisa dijadikan motivasi untuk menjadi orang 
sukses dan baik. Tunjukkan pada dunia, ini Anda bisa- tapi ingat 
Anda  jangan jadi sombong.

Megara, 18 Oktober 2007
http://perkawinan-antarbangsa-loveshock.blogspot.com/


Kirim email ke