Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Seperti biasanya. Setiap menjelang pergantian tahun, orang cenderung 
disibukkan oleh berbagai hal yang belum tentu perlu. Salah satu hal 
yang paling umum dilakukan adalah `menghitung-hitung' peruntungan 
tahun depan. Itu mungkin berguna. Mungkin juga tidak. Berguna jika 
dilandasi oleh semangat untuk menggapai perbaikan dari apa yang 
sudah diraih tahun ini. Dan itu pastilah harus diikuti oleh 
kejujuran untuk mengakui kekurangan-kekurangan, kesalahan-kesalahan, 
dan dosa-dosa yang kita lakukan tahun ini; bukan malah memungkirinya 
dengan sikap angkuh. Dengan begitu, kita mempunyai kesempatan untuk 
menjadi manusia yang `lebih bernilai'. 

Sebaliknya, menghitung-hitung peruntungan tahun depan bisa tidak 
berguna. Terutama jika segala prediksi diliputi oleh pesimisme. Saya 
tidak bermaksud memasabodohkan kecanggihan kemampuan fortune 
tellers. Saya menghormati kemampuan itu. Dan sungguh, saya 
mempercayai mereka, meskipun saya tahu; banyak orang yang 
menganggapnya kelenik belaka. Saya menganggap mereka sebagai orang-
orang yang diberkati Sang Maha Tahu. Bukankah tidak ada yang bisa 
menghalangi, jika Dia hendak memberi tahu sesuatu kepada seseorang 
yang dipilihNya? Jadi, ketika para fortune tellers mengatakan akan 
terjadi bencana ini dan itu tahun depan, saya tidak berniat untuk 
menampiknya. Mungkin saja `terawang' mereka benar adanya. Jadi, 
tahun depan akan ada bencana. So what? 

Jangan salah paham dulu. `So what' saya itu tidak untuk menantang. 
So-what saya bermaksud; kalaupun memang tahun depan ada bencana, apa 
dong yang harus kita lakukan supaya dampaknya bisa dikurangi. Tapi 
ah, mengapa pusing? Bukankah berdasarkan penglihatan para fortune 
tellers, bencana itu terjadinya jauh dari rumah kita? So what? Nah, 
yang ini so what egoistis. Tapi, jujur saja, bukankah kita memang 
tidak terlalu tertarik dengan sesuatu yang tidak langsung 
mempengaruhi hidup kita?  Jika ada dua ramalan; pertama akan ada 
bencana alam ditempat sejauh 9999 kilometer dari tempat tinggal 
kita, dan kedua; bisnis kita akan berat tahun depan. Mana yang akan 
menarik perhatian kita? Saya ragu jika kita lebih fokus kepada 
urusan ramalan bencana itu. Kecuali jika kita tahu bahwa gara-gara 
bencana itu, maka penduduk setempat membutuhkan barang atau jasa 
yang disediakan oleh bisnis kita. Jika tidak, pasti kita pusing 
duluan memikirkan ramalan; bisnis kita akan berat tahun depan.

Berguna apa tidak jika kita memikirkan ramalan itu? Berguna jika 
kita menjadi terdorong untuk mencari jalan keluar supaya bisnis 
tidak hancur lebur. Tidak berguna, jika gara-gara `penglihatan' itu, 
kita demotivated. Padahal, lonceng tanda pergantian tahun saja belum 
berbunyi. Kita sudah keder duluan. 

Guru saya, seorang eksekutif senior dengan reputasi internasional, 
suatu ketika memberi sebuah ujian. Saya tahu, banyak orang yang 
telah dan akan gagal menghadapi ujian itu. Dalam sebuah obrolan 
ringan beliau berkata; "Tahun ini kita memang bagus, tapi, tahun 
depan kelihatannya agak berat nih...." Ketika beliau berkata 
demikian, naluri saya segera bekerja. Lalu saya memutuskan untuk 
mengikuti iramanya. "Kenapa bilang begitu, Pak?" balas saya

Beliau bilang;"Karena 2008 itu angka jelek. 2+0+0+8=10. Angka yang 
jelek."  Katanya. Setahu saya memang banyak ramalan yang menyatakan 
bahwa tahun depan bakal kurang menguntungkan. Tapi saya bertekat 
untuk lulus ujian itu.

"Saya berpikir sebaliknya," saya bilang. "Bagi saya, 2008 akan 
menjadi Tahun Hoki Plus."

"Hoki Plus?" katanya. 
"Ya. Tahun Hoki Plus." Saya menegaskan. "Jika banyak orang yang 
percaya bahwa angka 10 itu sama dengan zero, seharusnya mereka yakin 
bahwa tahun depan akan menjadi tahun dimana mereka tidak rugi. 
Sekalipun mereka tidak untung, tapi tahun depan harus diterjemahkan 
sebagai tahun dimana bisnis kita mungkin agak stagnan."
"Hmmh, baiklah." Katanya. "Tapi itu bukan Hoki Plus." Sanggahnya 
kemudian.
"Memang bukan." Jawab saya enteng. "Karena saya tidak menggunakan 
cara berpikir seperti itu." Tak sadar tubuh saya sudah bertengger 
diujung meja. "Angka 10 itu," saya melanjutkan, "adalah 9 ditambah 
satu." Saya berhenti sebentar. "Apa arti angka sembilan bagi 
kebanyakan orang?"  Saya sok melakukan probing.
"Angka keberuntungan." Jawabnya. 
"Tepat sekali!" Saya langsung menyambar jawabannya. "Jaadiiii, angka 
10 sama dengan `keberuntungan' ditambah 1. Bukan begitu?" Beliau 
tersenyum. "Itulah Hoki Plus yang saya maksud."

Baiklah. Mari kita tegaskan kembali. Tahun 2008, adalah tahun dengan 
jumlah total angka 10, karena 2+0+0+8=10. Jika kita hendak membuang-
buang waktu memikirkan angka 10 itu, boleh-boleh saja. Tapi pastikan 
itu berguna. Jika kita melihat dari sisi pesimistik angka sepuluh 
sama dengan zero, maka kita benar-benar melakukan sesuatu yang sama 
sekali TIDAK BERGUNA.

Sebaliknya, jika kita melihat angka 10 itu sebagai 9+1, maka bagi 
kita; tahun 2008 berarti tahun dimana kita akan mendapatkan 
keberuntungan ditambah dengan 1 bagian lagi bonus plusnya. Orang 
lain mungkin akan stagnan bisnisnya tahun depan. Tapi bisnis saya 
akan untung ditambah 1 order besar. Orang lain mungkin karirnya akan 
mandek tahun depan. Sedangkan saya akan mendapatkan tambahan 
tanggungjawab. Orang lain, mungkin kenaikan gajinya hanya 2 atau 3 
persen saja. Atau mungkin 0% karena mereka percaya bahwa tahun depan 
adalah tahun yang tidak menguntungkan. Tapi saya, akan mendapatkan 
kenaikan gaji minimal 10%.

Tahun Hoki Plus. Saya mau menyebutnya begitu. Sembilan adalah hoki. 
Dan angka 1 tambahannya. Jika kita menghitungnya dalam bentuk persen 
(%) dari 9, maka itu sama dengan 1/9x100%. Ingatkah anda berapa 
nilainya? Bukan 11%. Bukan pula 11.1%. Atau 11.11%. TAPI, 1/9x100% 
adalah 11.1111111111111....... hingga tidak berbatas %. Jika anda 
tidak percaya, ambil kalkulator. Pencet angka satu. Pencet tanda 
bagi. Pencet angka 9. Pencet tanda kali. Pencet angka 1. Pencet 
angka 0 dua kali. Lalu pencet tanda sama dengan. Hasilnya, bilangan 
tak terbatas, bukan?

Apa itu artinya? Artinya. Tahun 2008, akan menjadi tahun penuh 
keberuntungan bagi anda. Dimana gaji anda akan naik minimal 11% 
ditambah dengan bonus-bonus menggiurkan yang nyaris tiada berbatas. 
Artinya. Tahun 2008, akan menjadi tahun penuh keberuntungan bagi 
anda. Dimana volume bisnis anda akan naik minimal 11% ditambah 
dengan kesempatan-kesempatan lain untuk membuka bisnis baru yang 
nyaris tiada batasnya. Sebab, pembagian angka satu dengan 9 
menghasilkan angka yang tiada berbatas. Jadi, Tuhan sengaja memberi 
anda kesempatan untuk hidup hingga tahun 2008, supaya anda 
mendapatkan begitu banyak kesempatan. Karena kesempatan yang Tuhan 
hamparkan itu tiada berbatas. Seperti tidak berbatasnya kekayaan dan 
kekuasaan yang DIA miliki. Pertanyaannya sekarang adalah; 
bersediakah anda membayar harganya? Bersediakah anda bekerja lebih 
giat. Berbuat lebih banyak. Bertindak lebih akurat? Jika anda 
bersedia melakukan semuanya itu, Tahun Hoki Plus akan menjadi milik 
anda.

Sekarang, marilah kita yakini bahwa; tahun 2008 akan menjadi tahun 
yang penuh keberuntungan bagi kita, dengan berjuta peluang dan 
kesempatan yang menanti untuk kita raih. Sebab, tahun 2008 
adalah....Tahun Hoki Plus.

Hore,
Tahun Baru!
Dadang Kadarusman
http://www.dadangkadarusman.com/

Catatan Kaki:
Ada baiknya kita berhenti berprasangka buruk kepada Tuhan, karena 
Dia tidak pernah memberikan apapun selain didalamnya tersedia 
kebaikan-kebaikan yang mungkin belum berhasil kita temukan.

Untuk Update Artikel Terbaru Dari Dadang Kadarusman Melalui Email, 
klik disini: http://www.dadangkadarusman.com/contact-us/email-alert/ 


Kirim email ke