Assalam Wr.Wb.
Alhamdulillah jawaban Pak Jamhari sangat excellent. Saya hanya sekedar
mengingatkan dan rupanya Pak Jamhari seorang yang legowo, that's a good
point. Memang akan sangat indah kalau forum bicara ini diisi dengan hal2
yang positif. Bukankah forum ini adalah forum pembelajaran bagi kita
semua..bangsa kita sedang dihadapkan pada persoalan2 yang sangat
pelik..generasi terancam karena banyaknya anak muda kita terlena dalam
narkoba, sex bebas dan penyakit aids merajalela.. dan nilai2 agama sudah
banyak ditinggalkan.

Alhamdulillah ketika saya balik ke Indo bulan November 07 sudah jarang
menjumpai iklan aneh2 di koran2. Walaupun penjualan video2 porno ...masya
Allah masih banyak juga dikota. Mudah2an pemerintah, dengan dibantu oleh
orang tua yang berwibawa dan anak2 muda yang peduli dapat menanggulangi
permasalah generasi ini. Kita akan kehilangan asset yang berharga kalau
generasi kita menjadi generasi yang lemah. Kalau kita hanya menyalahkan
pemerintah, tentunya ini tidak arif..sebaiknya kita mulai dari keluarga2
kita dan keluarga disekitar kita. Jangan segan untuk menegur mudahan kita
menjadi bangsa yang kuat.

Sekali lagi Pak Jamhari...terima kasih banyak.

Wassalam Wr.Wb.
ASurya



On 1/18/08, Jamhari Maskat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>    Salam buat Agus Suryadi,
> Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan barakah-Nya untuk anda dan
> keluarga tercinta.
>
> Terima kasih atas kritikannya tentang salah ketik dan lain-lain, mohon
> dimaafkan dan dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya.
> Mulai saat ini sudah tidak ada masalah lagi antara saya dengan saudaraku
> Agus Syaffi, kami sama-sama telah membuat surat bahwa kami belum saling
> kenal dari dekat kecuali dari internet melalui Email ini.
> Jikalau tujuan Forum ini untuk memberi kenyamanan kepada para anggotanya,
> saya harus dan wajib merobah penampilan, boleh jadi Diam itu Emas adalah
> salah satu alternatif yang saya akan pilih.
> Pada awalnya saya berpikir "forum bicara" ini adalah media dimana kita
> bebas bicara apa saja yang penting dapat dipertanggung jawabkan karena
> sekarang ini adalah era reformasi, tapi rupanya saya salah kaprah, dan
> terima kasih atas segala nasehat/masukan dari semua pihak terutama dari Bung
> Agus Surya, yang begitu berwibawa sehingga mengingatkan saya pada sosok
> seorang tokoh yang sekarang sedang sakit di Rumah Sakit.
> Memang hidup ini adalah tempatnya belajar, jikalau Bung Karno dan Bung
> Hata dihdupkan oleh Pencipta dan disuruh mengetik di Computer tanpa belajar,
> boleh jadi kesalahan yang mereka perbuat pasti ada, jadi memang kesalahan
> itu adalah milik kita manusia, binatang tidak pernah salah, yang mengatakan
> binatang itu bersalah adalah manusia juga.
> Nah Bung Agus Surya, apa sebenarnya lawan kata dari PD itu, jikalau lawan
> katanya Tidak percaya Diri, orang yang PD itu memang sudah seharusnya bagi
> setiap manusia, jika dia ingin menyalurkan hasrat budaya di dunia maya.
> Akhirul kalam, marilah kita jaga agar apa yang diharapkan oleh Pengelola
> dapat terlaksana.
> Semoga Keselamatan dan kesejahteraan selalu dilimpahkan Allah kepada kita
> sekalian.
>
> Wassalam
> Djamhari Maskat
>
>
>
>
> *AGUS SURYADI <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:
>
>  Pak Jamhari yang PD,
> Dari tulisan2 sampeyan kelihatan bahwa PD sampeyan cukup besar...bicara
> berapi2 sampai ngetikpun salah-salah (nama jadi nana..berwibawa jadi
> berwicawa...he...he...he...). Tapi nggak apa2 saya kira anda juga sedang
> belajar untuk membaca orang. Padahal hal itu tidak semudah yang sampeyan
> perkirakan. La wong baru nongol di milis kok langsung sampeyan serang...dan
> sampeyan suka berandai2. Kalau saya tidak mempermasalkan apakah sampeyan
> menggunakan email Jamhari007, Jamhari1935 saya tidak perlu mengasumsikan
> sampeyan seperti James Bond atau kelahiran 1935. Toh sampeyan juga bukan
> peramal yang bisa menebak tepat, dan juga tidak bisa membuka hati masing2
> orang. Hati adalah rahasia yang diatas.
>
> Terus mengapa kita harus mengklasifikasi hanya untuk bicara dengan
> presiden atau dengan Guru sampeyan, atau dengan orang tua sampeyan. Itu
> tidak perlu, Mas. Yang diperlukan adalah kita tetap memegang nilai2
> tatakrama yang wajar.
>
> Saran saya cobalah berkomentar yang bermartabat dan tidak perlu menvonis
> seseorang harus begini atau begitu..Justeru harusnya memberikan selamat
> kepada Mas Nyemit karena dengan usia 37 sudah bisa menjadi manajer selama 8
> tahun walaupun bicara belepotan, tidak PD tidak nyaman dengan banyak orang,
> berarti Mas Nyemit adalah orang yang punya nilai lebih terbukti bisa
> dipercaya selama 8 tahun menjadi manager. Saran saya kepada Mas Nyemit:
> a. Takut menghadapi orang banyak, cobalah mengikuti perkumpulan2 ringan
> seperti pengajian(kalau sampeyan
>   muslim), perkumpulan olah raga (sampeyan akan merasa rileks lebih sehat
> dan juga tambah PD)
> b. Bicara belepotan bisa dikarenakan kurang mempersiapkan apa yang akan
> diomongkan. Mulailah dengan
>     persiapan yang baik dan usahakan se-rileks mungkin. Mulailah dengan
> berbicara pelan dan tidak buru2.
> c. Takut menghadapi orang banyak. Kalau poin a dan b sudah bisa dilakukan,
> mudah2an sampeyan tidak takut
>     lagi menghadapi orang banyak.
>
> Tetap semangat Mas Nyemit (kalau bisa sampeyan memperkenalkan diri nama
> yang sebenarnya biar lebih afdol).
>
> Tetap semangat,
> ASurya
>
> On 1/13/08, Jamhari Maskat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >   Salam Bung Nyemit,
> >
> > Dari nana anda saja sudah ketahuan, mana ada orang yang namanya Nyemit?
> > Aye ngga tahu apa angka 1969 itu angka kelahiran atau apa, kalau benar
> > angka kelahiran, berarti memang anda telah berumur 39 tahun.
> > Setahu saya orang yang mendekati 40 tahun, lebih dewasa dalam berpikir
> > dan bertindak.
> > Hanya ada satu pertanyaan, apakah anda berpikir lebih dahulu baru
> > berbicara atau bicara dulu mikirnya belakangan?
> > Pertanyaan kedua, jikalau berpikir lebih dahulu, apakah pola berpikir
> > anda sebagai manusia bebas atau terikat oleh tata krama, misalnya takut
> > salah bicara nanti dikira Sarjananya (maaf) Aspal?
> > Jikalau anda terbebani dengan beban bahwa sebagai manager saya harus
> > berwicawa, saya harus bicara seperlunya saja, maka pasti sampai kiamat anda
> > tetap seperti itu.
> > Mau robah penampilan?, Anggap semua orang sama dimata Tuhan, sama dimata
> > kita, yang membedakan cuma (takwanya) alias orang yang berwibawa itu orang
> > yang banyak berbicara tetapi lebih banyak bekerjanya.
> > Seorang pendiam belum tentu Emas nilainya,  boleh jadi dia diam karena
> > dia takut salah kalau bicara!?
> > Jika seorang telah berbicara/menulis, tahulah kita siapa orang itu,
> > Idealis, Naturalis atau ..........
> > Ingat, bicara tanpa standard sama dengan  asbun alias asal bunyi, saran
> > saya  kembali ke  Leptop  seperti Tukul Arwana, kelihatan bodo padahal dia
> > ilmiyah, dia bicara mewakili  dan bukan  asbun.
> > Oleh karena itu, kita mesti memahami klasifikasi dengan siapa kita
> > bicara, kalau bicara dengan SBY tentunya tidak sama dengan  kawan-kawan
> > kita, ini semua tentu bagi orang yang sudah 40 tahunan sudah pengalaman
> > dalam hal ini.
> > Selamat mencoba semoga berhasil
> >
> > Salam dari jakarta.
> >
> >
> >
> >
> > *nyemit_1969 < [EMAIL PROTECTED]>* wrote:
> >
> >
> >
> > beruntung nech bisa bergabung di sini. singkat aja aku cowok 37 th,
> > s1, aku ini udah manager 8 thn, tp kenapa rendah diri, kurang pede,
> > salah tingkah, bicara belepotan, tidak nyaman di kumpulan orang
> > banyak, atur nafas sulit, suara tdk lepas., gerak bibir tidak sikron.
> > toloooong
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >  ------------------------------
> > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
> > Answers<http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http://id.answers.yahoo.com/>
> >
>
>
>
>
>  ------------------------------
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
> Answers<http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http://id.answers.yahoo.com/>
>
> 
>

Kirim email ke