Selamat siang dan salam kenal semuanya,
Saya sudah cukup lama jadi anggota tetapi memang selama ini hanya sebagai
"pembaca" postingan rekan semua.
Saya setuju dengan Bapak Seprinaldi. Tidak masalah ya semestinya kita berbeda
pendapat atau penafsiran. Yang penting semua open mind, mau belajar, mau
mendengar, tidak hanya "bicara" meski milisnya BICARA tetapi saya yakin maksud
Pak Sopha bicara dan mendengar. Berbeda itu indah! Saya juga yakin, Pak Agus
Syafii bisa mengerti dan berterima kasih sekali jika ada yang memberi masukan
"berbeda" atas tulisannya. Sehingga beliau akan lebih matang dan berbobot lagi
tulisannya.
So, tetep ya Pak Jamhari tulisan "berbeda" nya ditunggu. Masih boleh kan Pak
Sopha, Pak Jamhari meramaikan milis ini?
Salam damai untuk semua,
Dewi,
http://mama-ibuindonesia.blogspot.com
www.berlianbangsa.com
Seprinaldi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 Yth. Bapak Jamhari Maskat,
Selama ini saya hanya memperhatikan apa yang terjadi diantara Bapak Jamhari
dengan Bapak Agus Syafii.
Saya jadi ingat sekitar tahun 2003, dimillis tetangga ada perbedaan pendapat
antara "Syafei 2002". Waktu itu saya sering numpang lihat di Email teman.
Kebetulan sekarang alamat email tersebut saya yang pegang.
Pada saat itu perbedaaan yang terjadi cukup tajam, tapi rasanya menjadi bumbu
penyedap untuk sebuah millis. Jadi menurut saya tidak ada yang salah ketika
terjadi perbedaan antara Pak Jamhari dengan Pak Agus.
Saya tidak tahu apakah Pak Agus Syafi'i ini adalah sama dengan "Syafei 2002"
dimasanya.
Untuk Pak Jamhari, kalau boleh saya berpendapat, tetap saja ikut didalam
millis ini, biar millis ini ada variasinya. Karena saya yakin bahwa millis ini
bukanlah untuk membuat sebuah kelompok yang berlairan tertentu.
Salam BATAM
----- Original Message -----
From: Jamhari Maskat
To: [email protected]
Sent: Sunday, January 27, 2008 5:29 AM
Subject: Balasan: RE: Moderator: [Bicara] Kesulitan Sebagai bagian Sistem
Hidup
Assalaamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,
Bapak Agus Syafii dan Bapak Ikhwan Sopa yang saya hormati,
Setelah saya membaca begitu banyak Email yang merasa tidak nyaman dengan
masukan dari tanggapan saya terhadap tulisan-tulisan di milis bicara, maka demi
membantu tugas Pak Ikhwan Sopa agar berjalan lancar dan milis bicara semakin
sukses dimasa yang akan datang, maka dengan Bismillah, saya mengundurkan diri
dari milis bicara dan mohon setelah ini saya tidak lagi menerima Email dari
milis bicara.
Segala kesahan saya baik yang saya sadari maupun yang tidak saya sadari mohon
dimaafkan.
Wassalam dan hormat saya
Djamhari Maskat
ifa, Zainal ZF" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear All,
Maaf beribu maaf sebelumnya ....
Bagi saya tidak masalah
Ambil saja inti sarinya yang bagus-bagus
Dan buang saja kalau bagi kita tidak cocok
Dan selama ini sangat mensupport bagi saya
Kadang-kadang saya merindukan tulisan Pak Agussyafii
Tapi apa daya k alau memang harus bersabar yaa.... harus bersabar.....
Semoga tulisan pak Aguss yang penuh hikmah ini akan muncul lagi
Salam,
Z
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of agussyafii
Sent: Friday, January 25, 2008 11:41 AM
To: [email protected]
Sub! ject: Re: Moderator: [Bicara] Kesulitan Sebagai bagian Sistem Hidup
Pak Ikhwan Sopa,
terima kasih sebelumnya, kali ini saya begitu menyadari bahwa dimilis
Bicara untuk beberapa tulisan saya ternyata menimbulkan respon "aneh"
dari Pak Djamhari.
Maka saya menghentikan untuk sementara waktu tulisan-tulisan saya di
milis ini untuk menghindari kesan-kesan buruk dari teman-teman milis
Bicara.
untuk teman-teman milis bicara, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya
akan timbulnya masalah yang menimbulkan ketidaknyamanannya karena
tulisan-tulisan saya..
Wassalam,
agussyafii
--- In [email protected], "Ikhwan Sopa" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Yth Pak Zam-zam
>
> Terimakasih banyak atas masukannya.
>
> Beberapa minggu belakangan, saya juga sibuk berpikir keras untuk
> membuat semua situasi ini menjadi lebih baik.
>
> Tidak mudah memang, menjalani sebuah posisi yang berdiri di antara
> banyak orang dengan banyak kepentingan dan banyak sistem tata nilai.
>
> Saya sendiri, sebagai seorang muslim Insya Allah paham bahwa dalam
> konteks apapun kehidupan saya, semuanya harus bernilai ibadah. Di
> antara faktor ibadah itu, adalah tentang kewajiban untuk berdakwah
> dan menyampaikan apa yang telah digariskan oleh Islam.
>
> Pada saat yang sama, sebagai seorang moderator saya memoderatori
> sebuah milis yang tidak secara khusus berorientasi kepada suatu agama.
>
> Semoga apa yang saya sampaikan ini tidak membuat saya jatuh kepada
> kesalahan fatal yang membuat saya masuk ke neraka. Naudzubillah Min
> Dzaalik.
>
> Ungkapan Pak Zam-zam cukup mengena. Oleh sebab itu saya akan
> mengakomodasinya, khususnya setelah Pak Zam-zam mengungkapkan point
> tentang "kedalaman".
>
> Berkaitan dengan sifat dan karakter milis ini, soal "kedalaman"
> memang menjadi krusial manakala kita memahami bahwa setiap member di
> milis ini, baik yang muslim maupun bukan muslim, memiliki "kedalaman"
> yang berbeda dalam memahami sebuah sistem tata nilai, khususnya Islam.
>
> Dengan perbedaan "kedalaman" itu, maka risiko salah kaprah, salah
> persepsi akan menjadi lebih tinggi.
>
> Jika kesalahan demikian terjadi, maka saya selaku moderator juga akan
> menanggung akibatnya di "kemudian hari". Dengan kata lain, saya
> mungkin merasa "menyampaikan" sesuatu yang dianggap baik dan benar,
> tapi ternyata tidak atau belum tentu. Saya, tentu saja tidak ingin
> menanggung risiko kesalahan semacam itu di hadapan Allah SWT.
>
> "Kedalaman" saya sendiri, barulah beberapa senti meter saja. DENGAN
> KATA LAIN, sesungguhnyalah saya belum berada pada kapasitas untuk
> "menyampaikan", baik secara langsung lewat postingan saya, maupun
> tidak langsung melalui proses approval berbagai posting yang mampir
> ke milis ini. SAYA BUKAN AHLINYA.
>
> Atas dasar itu, dengan ini saya selaku moderator Milis Bicara,
> memohon dengan hormat, (tanpa mengurangi rasa hormat saya atas
> kedalaman ilmu para member di milis ini, khususnya Anda berdua, Pak
> Agus Syafii dan Pak Jamhari Maskat, dan tanpa mengurangi pembenaran
> atas apa-apa yang saya yakini benar di dalam berbagai posting Anda
> berdua), agar Pak Agus Syafii dan Jamhari Maskat mengurangi tingkat
> "kedalaman" posting-posting Anda berdua.
>
> Sampaikanlah apa-apa saja, yang lebih sederhana, dan lebih mudah
> dicerna. Yang tidak mengundang kontroversi, kecuali dalam hal yang
> sifatnya fundamental (Anda berdua lebih tahu yang mana).
>
> Semoga Allah SWT mengampuni saya. Semoga kewajiban dakwah saya tetap
> jalan. Insya Allah, Amiienn.
>
> Perlu diketahui, secara pribadi, dorongan saya untuk membangun milis
> ini adalah:
>
> 1. Menjadi sebaik-baiknya manusia, dengan sebanyak mungkin bermanfaat
> bagi manusia lain.
>
> 2. "Bicara Baik Atau Diam", dalam keyakinan saya menyangkut dua hal:
>
> a. CONTENT-nya BAIK; dan
> b. CARA-nya BAIK.
>
> Soal CONTENT, saya yakin bahwa semua member di milis ini punya
> CONTENT yang baik.
>
> Soal CARA, inilah yang menjadi bagian dari DINAMIKA milis ini.
> Termasuk, semua posting yang terkait dengan postingan ini sendiri.
>
> Di sinilah kita belajar bersama, bagaimana menyampaikan sesuatu yang
> tidak hanya BAIK ISI-nya, tapi juga BAIK CARA-nya.
>
> Contoh-contoh terbaik, telah didemonstrasikan belakangan ini,
> khususnya oleh Pak Agus Syafii dan Pak Jamhari Maskat. Dan khusus
> untuk Pak Jamhari Maskat, apa yang pernah ditegurkan kepadanya,
> adalah berkaitan dengan CARA YANG BAIK.
>
> CARA YANG BAIK itu sendiri, setidaknya di dalam pemahaman saya, di
> antaranya adalah:
>
> - Penyesuaian "kedalaman" CONTENT dengan target audience. Dengan
> sistem nilai yang telah ada pada mereka, dan dengan kultur yang telah
> melekat pada mereka;
> - Penggunaan kata dan bahasa, apakah kasar, menyakitkan, flamming,
> membuat tidak nyaman, atau sebaliknya indah, menyentuh, membuat
> nyaman, dan lebih dari itu, "diterima dengan hati terbuka".
> - Penyuntikan dan pelekatan EMOSI ke dalam kata-kata. Gesture bahasa
> sangat menentukan apakah sesuatu "akan sampai atau malah memantul".
>
> Semua itu, berkaitan dengan respon pembelajaran semua member di sini
> berkaitan dengan bahasa.
>
> Salah satu hal yang terpenting adalah perbedaan mendasar antara
> bahasa LISAN dan TERTULIS, di mana bahasa TULISAN lebih memiliki
> dampak yang subyektif bagi pembacanya.
>
> Itu sebabnya, HAL YANG BAIK, jika disampaikan dengan CARA YANG KURANG
> BAIK, justru tidak mendapat dukungan atau malah dijauhi dan dibenci.
> Padahal, maksud awal dari setiap postingan, tentu saja "dibaca dengan
> nyaman". Enak di baca dan perlu. Bukankah itu yang menjadi target
> sebuat tulisan?
>
> Bukankah nyaris setiap konflik horisontal berakar pada CARA?
>
> Sekedar blak-blakan dan apa adanya, belum tentu membuat "sebuah
> kebenaran" akan sampai ke "hati". Bisa jadi, ia hanya sampai ke
> "telinga". Apalagi, jika CARA penyampaiannya justru membuat lebih
> merah warnanya. Apa yang dimaksud, akan jauh dari kesampaian.
>
> Sekali lagi mohon maaf, semoga dimengerti, dan sampaikanlah segala
> sesuatu, tidak hanya BAIK ISI-nya, tapi juga BAIK CARA-nya. Sesuaikan
> "kedalaman"-nya. Buatlah semuanya menjadi "diterima". Bukan malah
> tertolak. Mulutmu, harimaumu.
>
> Sukses buat Anda semua.
>
> Ikhwan Sopa
> Moderator Milis Bicara
> http://milis-bicara.blogspot.com
>
---------------------------------
NOTICE - This message and any attached files may contain information that is
confidential and intended only for use by the intended recipient. If you are
not the intended recipient or the person responsible for delivering the message
to the intended recipient, be advised that you have received this message in
error and that any dissemination, copying or use of this message or attachment
is strictly forbidden, as is the disclosure of the information therein. If you
have received this message in error please notify the sender immediately and
delete the message.
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com