selamat malam... ( saya menulis jam 21:30 wit dari tobelo, halmahera utara ).. saya bingung juga jika didalam posisi Bpk.. karena sebagian orang akan menyampaikan apa yang jadi unek2.. atau buah pikiranya dengan tanpa memikirkan orang lain yang membaca.. hal seperti ini memang tidak akan dapat dihindarkan.. tapi memang untuk bisa mencerna apa yang diinginkan penulis sangat sulit untuk beberapa orang jika memang tulisan tersebut tidak universal.. ( menyangkut SARA ).. saya tahu agama itu sangat baik untuk pengendalian diri.. tapi jadi tidak baik jika orang menggunakannya untuk sebuah alasan tertentu.. ( contoh : silang pendapat yang kurang sehat dari Bpk. Agus dan Bpk. Jamhari - tp salut untuk mereka berdua yang bisa mendalami apa yang diyakini.. ) maka saya mohon dengan sangat.. apa yang sudah menjadi pengalaman hidup rekan semua, tolong di share kan dengan bahasa manusia... hehehehe... untuk saya yang kurang pengetahuan...
salam damai sigit ----- Original Message ---- From: Ikhwan Sopa <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Friday, January 25, 2008 9:42:35 AM Subject: Moderator: [Bicara] Kesulitan Sebagai bagian Sistem Hidup Yth Pak Zam-zam Terimakasih banyak atas masukannya. Beberapa minggu belakangan, saya juga sibuk berpikir keras untuk membuat semua situasi ini menjadi lebih baik. Tidak mudah memang, menjalani sebuah posisi yang berdiri di antara banyak orang dengan banyak kepentingan dan banyak sistem tata nilai. Saya sendiri, sebagai seorang muslim Insya Allah paham bahwa dalam konteks apapun kehidupan saya, semuanya harus bernilai ibadah. Di antara faktor ibadah itu, adalah tentang kewajiban untuk berdakwah dan menyampaikan apa yang telah digariskan oleh Islam. Pada saat yang sama, sebagai seorang moderator saya memoderatori sebuah milis yang tidak secara khusus berorientasi kepada suatu agama. Semoga apa yang saya sampaikan ini tidak membuat saya jatuh kepada kesalahan fatal yang membuat saya masuk ke neraka. Naudzubillah Min Dzaalik. Ungkapan Pak Zam-zam cukup mengena. Oleh sebab itu saya akan mengakomodasinya, khususnya setelah Pak Zam-zam mengungkapkan point tentang "kedalaman". Berkaitan dengan sifat dan karakter milis ini, soal "kedalaman" memang menjadi krusial manakala kita memahami bahwa setiap member di milis ini, baik yang muslim maupun bukan muslim, memiliki "kedalaman" yang berbeda dalam memahami sebuah sistem tata nilai, khususnya Islam. Dengan perbedaan "kedalaman" itu, maka risiko salah kaprah, salah persepsi akan menjadi lebih tinggi. Jika kesalahan demikian terjadi, maka saya selaku moderator juga akan menanggung akibatnya di "kemudian hari". Dengan kata lain, saya mungkin merasa "menyampaikan" sesuatu yang dianggap baik dan benar, tapi ternyata tidak atau belum tentu. Saya, tentu saja tidak ingin menanggung risiko kesalahan semacam itu di hadapan Allah SWT. "Kedalaman" saya sendiri, barulah beberapa senti meter saja. DENGAN KATA LAIN, sesungguhnyalah saya belum berada pada kapasitas untuk "menyampaikan" , baik secara langsung lewat postingan saya, maupun tidak langsung melalui proses approval berbagai posting yang mampir ke milis ini. SAYA BUKAN AHLINYA. Atas dasar itu, dengan ini saya selaku moderator Milis Bicara, memohon dengan hormat, (tanpa mengurangi rasa hormat saya atas kedalaman ilmu para member di milis ini, khususnya Anda berdua, Pak Agus Syafii dan Pak Jamhari Maskat, dan tanpa mengurangi pembenaran atas apa-apa yang saya yakini benar di dalam berbagai posting Anda berdua), agar Pak Agus Syafii dan Jamhari Maskat mengurangi tingkat "kedalaman" posting-posting Anda berdua. Sampaikanlah apa-apa saja, yang lebih sederhana, dan lebih mudah dicerna. Yang tidak mengundang kontroversi, kecuali dalam hal yang sifatnya fundamental (Anda berdua lebih tahu yang mana). Semoga Allah SWT mengampuni saya. Semoga kewajiban dakwah saya tetap jalan. Insya Allah, Amiienn. Perlu diketahui, secara pribadi, dorongan saya untuk membangun milis ini adalah: 1. Menjadi sebaik-baiknya manusia, dengan sebanyak mungkin bermanfaat bagi manusia lain. 2. "Bicara Baik Atau Diam", dalam keyakinan saya menyangkut dua hal: a. CONTENT-nya BAIK; dan b. CARA-nya BAIK. Soal CONTENT, saya yakin bahwa semua member di milis ini punya CONTENT yang baik. Soal CARA, inilah yang menjadi bagian dari DINAMIKA milis ini. Termasuk, semua posting yang terkait dengan postingan ini sendiri. Di sinilah kita belajar bersama, bagaimana menyampaikan sesuatu yang tidak hanya BAIK ISI-nya, tapi juga BAIK CARA-nya. Contoh-contoh terbaik, telah didemonstrasikan belakangan ini, khususnya oleh Pak Agus Syafii dan Pak Jamhari Maskat. Dan khusus untuk Pak Jamhari Maskat, apa yang pernah ditegurkan kepadanya, adalah berkaitan dengan CARA YANG BAIK. CARA YANG BAIK itu sendiri, setidaknya di dalam pemahaman saya, di antaranya adalah: - Penyesuaian "kedalaman" CONTENT dengan target audience. Dengan sistem nilai yang telah ada pada mereka, dan dengan kultur yang telah melekat pada mereka; - Penggunaan kata dan bahasa, apakah kasar, menyakitkan, flamming, membuat tidak nyaman, atau sebaliknya indah, menyentuh, membuat nyaman, dan lebih dari itu, "diterima dengan hati terbuka". - Penyuntikan dan pelekatan EMOSI ke dalam kata-kata. Gesture bahasa sangat menentukan apakah sesuatu "akan sampai atau malah memantul". Semua itu, berkaitan dengan respon pembelajaran semua member di sini berkaitan dengan bahasa. Salah satu hal yang terpenting adalah perbedaan mendasar antara bahasa LISAN dan TERTULIS, di mana bahasa TULISAN lebih memiliki dampak yang subyektif bagi pembacanya. Itu sebabnya, HAL YANG BAIK, jika disampaikan dengan CARA YANG KURANG BAIK, justru tidak mendapat dukungan atau malah dijauhi dan dibenci. Padahal, maksud awal dari setiap postingan, tentu saja "dibaca dengan nyaman". Enak di baca dan perlu. Bukankah itu yang menjadi target sebuat tulisan? Bukankah nyaris setiap konflik horisontal berakar pada CARA? Sekedar blak-blakan dan apa adanya, belum tentu membuat "sebuah kebenaran" akan sampai ke "hati". Bisa jadi, ia hanya sampai ke "telinga". Apalagi, jika CARA penyampaiannya justru membuat lebih merah warnanya. Apa yang dimaksud, akan jauh dari kesampaian. Sekali lagi mohon maaf, semoga dimengerti, dan sampaikanlah segala sesuatu, tidak hanya BAIK ISI-nya, tapi juga BAIK CARA-nya. Sesuaikan "kedalaman"- nya. Buatlah semuanya menjadi "diterima". Bukan malah tertolak. Mulutmu, harimaumu. Sukses buat Anda semua. Ikhwan Sopa Moderator Milis Bicara http://milis- bicara.blogspot. com --- In [EMAIL PROTECTED] com, "zamzamahmadnurzama n" <[EMAIL PROTECTED] .> wrote: > > Pak Jamhari yang saya hormati, dan mohon perhatian moderator milis > bicara, alangkah bijaknya apabila tafsir versi pribadi/golongan atas > ayat suci yang menyangkut tentang berita dalam al quran tidak usah di > post di ruang publik seperti di milis bicara ini, baiknya didiskusikan > dengan ulama, guru guru dan ahli ahli tafsir pada tempat yang lebih > layak, hal tersebut dikarenakan tidak semua pembaca mempunyai > kedalaman ilmu yang sama untuk mencerna tafsir tafsir tersebut. > mohon maaf bila ada kata kata yang salah. > > hormat saya > zamzam > > > > --- In [EMAIL PROTECTED] com, Jamhari Maskat <salam_jakarta@ > wrote: > > > > Tanggapan ini bukan untuk meresahkan tetapi sebagai bahan renungan > > > > Salam dari Jakarta, > > > > Cerita tentang Adam dan Hawa atau Tentang Kakek Adam dan NeneK Hawa > ini sangat menarik jika kita melihat dalam film atau drama ketika > keduanya terusir kedunia dalam keadaan telanjang, kasian... > > > > Bagi seorang yang selalu memperhatikan ayat-ayat Allah dalam > Al-Quran tentunya akan sama dengan saya yang mempunyai berbagai > pertanyaan : Apa benar cerita itu ........Kalau benar Alhamdulillah. > > > > Tapi ini ada beberapa catatan yang perlu saya sampaikan untuk > dipakai sebagai bahan renungan.... .: > > > > 1. Sebelum Nabi Adam diciptakan, Allah telah berfirman : wa- izqaala > rabbuka lilmalaikati : "Innii jaailun fil Ardhi khaalifah", Suatu > ketika Allah berkata kepada Malaikat : "Sesungguhnya Saya akan > menjadikan Khalifah di permukaan Bumi" > > Dialog selanjutnya adalah tentang budaya jadi kita garis bawahi saja > pada ayat ini bahwa Sebelum Nabi Adam diciptakan Allah telah berkata > bahwa Nabi Adam akan diciptakan di Bumi... > > > > 2. Diceritakan bahwa Adam dibuat dari segumpal tanah, timbul > pertanyaan, yang ada tanah itu hanya di Bumi, tapi ada yang bilang itu > Tanah di Surga.... maka terjadilah perdebatan. > > > > 3. Pada Ayat yang lain Allah berfirman bahwa : "Inna matsali 'Isya > wa inna kamatsali Adam" Sesungguhnya tentang penciptaan Isya ibnu > Maryam itu seperti penciptaan Adam, jadi analisanya karena Nabi Isa > itu di ciptakan di Bum ini, maka Nabi Adam juga dengan tanah di Bumi ini. > > > > 4. Kalau ada pendapat yang sudah melekat dari ajaran semua Agama di > Syurga yaitu diatas sana, maka kita susah untuk mengatakan Syurga itu > planet atau Taman (bagian dari planet) > > > > 5. Istilah di ATAS, inipun membingungkan, jika anda mengatakan atas > itu di atas Indonesia, maka orang di Amerika akan mengatakan atas > sambil menunjuk keatas kepala mereka, sama-sama menunjuk keatas pada > saat yang sama hasilnya berbeda karena bumi itu bulat bukan seperti > perkiraan Columbus bahwa bumi itu datar. > > > > 6. Boleh jadi ada kesalahan memandang ayat-ayat dalam bentuk > ungkapan diterjemahkan dalam bentuk leterleyk atau gamblang. Sehingga > kata-kata Jannah itu yang arti terbatasnya adalah Taman atau Kebun, > adalah dimaksud Allah sebagai ungkapan untuk tempat orang-orang yang > beriman di Dunia ini, Termasuk yang pertama bagi Adam dan Hawa karena > Nabi Adam sudah diajarkan Ilmu sehingga mampu menaklukkan Malaikat > dalam satu mimbar terbuka. > > Jannah yang dimaksud itu merupakan ungkapan, bahwa mereka orang > beriman itu tidak terpengaruh oleh bujukan Syetan, walaupun Syetan > selalu membujuk dengan berbagai cara untuk meninggalkan Jannah atau > Taman itu. > > > > 7. Adapun Pohon yang dilarang itu (Syajarah) juga merupakan > ungkapan larangan agar Adam itu jangan pernah mau mendekati kehidupan > Syirik, karena semua kesalahan akan diampuni kecuali Syirik, yaitu > orang yang dengan sombongnya menjadi diri sendiri, makan, makan > sendiri, minum, minum sendiri, kawin, kawin sendiri? > > Jika anda merasa hidup di dunia ini sendiri, maka Syetan akan > menemani anda dalam berpikir dan merasa, yang haram akan dibujuk > menjadi halal, yang dilarang akan dibujuk menjadi yang disuruh. > > > > 8. Maka ketika Adam terpeleset dengan menjadi diri sendiri, maka > kutukan Allahpun datang, pakaian Surga atau pakaian Taqwa yang > dipakainya menjadi terlepas sehingga Adam dan Hawa telanjang dalam > kehidupan budayanya, mikir, mikir bedua Hawa, makan , makan bedua > Hawa, tidur, tidur bedua Hawa, Syetan pun menjadi yang ketiga. Kata > Nabi Muhammad jika ada dua insan berlainan jenis berkumpul di suatu > kamar, maka datang pihak ketiga yaitu Syaithon untuk menggoda. Jadi > godaan Syaithan itu selalu ada dimana-mana. > > > > 9. Maka Adam bertobat, dimana? di Mekah tempat pertama kali > kebudayaan manusia diciptakan Allah, Doa Adam itu sampai sekarang > masih diikuti oleh Ummat Islam diseluruh dunia, kecuali yang tidak > mau. Akhirnya di Arafah Taubat mereka diterima Allah....... ... > > Maka Allah berfirman : Di Bumi ini kamu diciptakan, di Bumi ini kamu > dimatikan dan di Bumi ini kamu akan dibangkitkan. ... > > > > Nah dengan masukkan ini, saya mau mengingatkan kenapa Nabi Muhammad > bersabda : Ummatku akan masuk Syurga (sejak abad ketujuh sampai qiamat > nanti) tanpa disentuh oleh api neraka adalah 70.000 orang, yang lain > masuk dulu naraka baru akan memperoleh pengampunan hi hi hi hi. > > > > Ngomong-ngomong, orang Indonesia kebagian jatah berapa yaa? > > 200.000 kaya jatah Haji ? Ngga mungkin lah yau.. > > > > Wassalam > > Djamhari Maskat > > www.biofir.com/ maskat > > > > > > > > agussyafii <agussyafii@ > wrote: > Kesulitan Sebagai bagian Sistem Hidup > > > > Syahdan ketika Adam dan Hawa masih berada di sorga, Alloh SWT > > mempersilahkan kepada keduanya untuk menikmati semua fasilitas sorga > > tanpa harus berjuang lebih dahulu, karena sorga memang bukan medan > > perjuangan. Dari fasilitas kenikmatan surgawi yang tak terhitung > > jumlahnya, seperti disebut dalam al Qur'an, hanya satu yang dilarang > > oleh Alloh SWT, yaitu tidak boleh memetik buah khuldi, wala taqroba > > hadzihis syajarota fatakuna min al khosirin, jangan kalian dekati > > pohon ini, kalian berdua bisa rugi nanti. > > > > Rupanya sudah menjadi scenario pembelajaran, bahwa manusia terkadang > > tidak pandai bersyukur. Sudah diperbolehkan mengambil semua kecuali > > yang satu ini, eh justeru larangan itulah yang menggodanya. Syetan > > menggoda Adam dengan menanamkan logika bahwa kunci keabadian itu ada > > dalam pohon yang terlarang itu . Semua fasilitas surgawi tak bermakna > > tanpa yang satu itu, rayu syaitan. Adam bersikukuh tak mau menyentuh > > yang dilarang. Namanya juga syaitan,gagal menggoda Adam, syaitan tak > > berputus asa, ia mendatangi Hawa isterinya. Rupanya juga sudah menjadi > > scenario, wanita lebih mudah tergoda untuk mengetahui rahasia dibalik > > larangan itu, maka Hawa lah yang merajuk merayu Adam supaya dipetikkan > > buah terlarang itu. Juga sudah menjadi scenario, laki-laki sering tak > > tahan berpegang kepada prinsip jika mendapat rayuan wanita, maka > > Adampun melanggar prinsip yang dianut, melanggar apa yang dilarang > > Alloh SWT, memetik buah khuldi demi menyenangkan isteri tercinta. > > > > Setelah pelanggaran itu babak baru kehidupan manusia dimulai. Adam dan > > Hawa terlempar dari surga yang segalanya serba mudah dan nikmat, lalu > > ditempatkan dimuka bumi sebagai khalifah Alloh. > > > > Firman Alloh SWT, di bumi segalanya juga telah Kusediakan untukmu, > > tetapi tidak ada yang gratis di sana. Segala kesenangan,kenikmat an > > bisa kalian peroleh setelah kalian berhasil berjuang menaklukkan > > kesulitan. Lama Adam dan Hawa harus beradaptasi dengan sunnatulloh > > kehidupan dibumi. Tapi Adam dan Hawa tidak bisa lari dari system > > hidup, Adam pun harus menghadapi kenyataan dua anaknya, Qabil dan > > Habil terlibat konflik hingga berbunuhan. Benarkah hidup di dunia ini > > tidak enak karena harus menghadapi kesulitan ? Ternyata, seperti yang > > disebut al Qur.an, bersama kesulitan ada kemudahan, inna ma`a al`usri > > yusro, dan dibalik kesulitan ada kenikmatan. > > > > Salam Cinta, > > Agussyafii > > > > ============ ========= ========= ========= ======= > > Sekiranya berkenan mohon kirimkan komentar anda melalui > > achmad.mubarok@ atau http://mubarok- institute. blogspot. com > > ============ ========= ========= ========= ======= > > > > > > > > > > > > > > > > > > ------------ --------- --------- --- > > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di > Yahoo! Answers > > > ____________________________________________________________________________________ Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search. http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping
