*Tips 180: Saya Ini Pantas Jadi Entrepreneur Gak Ya?*

*Warning: Tulisan ini mungkin bisa disturbing dan membuat Anda menjadi
gelisah. Memang itu tujuannya.*

Semuanya dimulai dari BDSA. Belief, Dream, Strategy, Action. Mulai dari
memutuskan apakah Anda memang pantas menjadi entrepreneur, sampai Anda
benar-benar terjun menjadi entrepreneur. Semuanya, dimulai dengan BDSA.
Tulisan ini bisa membantu Anda untuk memutuskan apakah Anda cocok menerjuni
dunia entrepreneurship, dan membantu Anda juga jika Anda memang sudah berada
di dalamnya.

Saya sadur dari tulisan menarik dari "The Lazy Way To Success", saya
terjemahkan dengan bebas, dan kemudian saya tambahkan opini dan cara pandang
saya sendiri. Isinya, tentang sepuluh tanda apakah Anda memang cenderung
lebih cocok menjadi entrepreneur, atau sebaliknya lebih tepat menjadi
pegawai pada perusahaan, organisasi, atau orang lain.

Tulisan ini pun tidak ditujukan untuk menohok apapun profesi yang sedang
Anda geluti sekarang. Juga, tidak untuk menohok dunia profesional itu
sendiri. Apapun yang Anda kerjakan dan terjuni saat ini, pastilah sesuatu
yang baik dan pantas dihargai. Semoga bermanfaat.

Saya akan memulainya dengan inspirasi dari Robert T. Kiyosaki.

Rata-rata entrepreneur, memulai kerajaan bisnisnya dari bawah. Mereka
mengalami masa-masa sulit, saat dalam kesendirian, saat dunia tak tertarik
dengan apapun yang ditawarkan oleh mereka. Saat segala macam dan jenis
kesulitan mereka alami, saat segala kendala mereka hadapi, dan saat berbagai
kekurangan dan ketidakcukupan masih menjadi menu mereka sehari-hari.

Lucunya saat mereka sukses, mereka malah "memaksa" generasi penerusnya, anak
dan cucunya, untuk memahami, menerjuni, dan menyelami dunia entrepreneurship
dan hanya sedikit yang merekomendasi mereka untuk menjadi pekerja atau
menjadi bawahan.

Kontradiktif? Tidak sama sekali.

Para entrepreneur sangat memahami sejarah kerajaan bisnis mereka. Mereka
juga tak akan pernah lupa dengan segala sakit dan derita yang mereka rasakan
di masa-masa awalnya. Justru itulah, mereka berharap bahwa generasi penerus
dan anak cucunya, tidak boleh menjalani proses dan prosedur yang sama
menyakitkannya. Mereka ingin, generasi penerus dan anak cucu mereka menjadi
entrepreneur yang tidak lagi memulai dari bawah seperti mereka sendiri.
Mereka, menginginkan anak cucu mereka memulai dunia entrepreneurshipnya,
dari atas.

Jika kita sendiri membangun bisnis dari nol, atau dari status sebagai
pegawai pada orang lain, masihkah kita ingin anak dan keturunan kita
memulainya dari titik yang sama? Dengan segala sakit dan penderitaan yang
sama? Tentu tidak. Kita ingin anak cucu kita memulai kerajaan bisnisnya di
titik yang lebih tinggi dari tempat kita memulainya dulu.

Jika kita direktur, kita ingin anak kita memulainya dengan menjadi direktur.
Dulu bisa jadi kita memulainya dari office boy. Kalau toh menurut kita itu
juga harus mereka jalani, itu cuma plot dan mencari pengalaman atau
pengetahuan. Intinya, kita tidak ingin mereka menderita dengan cara yang
sama.

Kita ingin mereka menjadi "penerus" kesuksesan bukan "pengulang" kesuksesan.

Mengapakah mereka begitu ngotot agar generasi penerus dan anak cucu mereka
juga menjadi entrepreneur? Di antara alasannya adalah yang berikut ini.

"Sepuluh Alasan Untuk Tidak Menjadi
Pegawai<http://www.stevepavlina.com/blog/2006/07/10-reasons-you-should-never-get-a-job/>
"
"Sepuluh Miskonsepsi Tentang Posisi Sebagai
Pegawai<http://www.businesspundit.com/50226711/ten_misconceptions_about_having_a_job_why_entrepreneurship_isnt_all_it_is_cracked_up_to_be.php>
"

Berikut ini adalah "Sepuluh Tanda Bahwa Anda Lebih Cocok Menjadi
Entrepreneur".

10. Jika Anda adalah jenis manusia yang tidak bisa dipekerjakan. Anda sulit
memegang jabatan. Anda tidak menginginkannya, seperti seekor kucing yang
diminta mandi.

09. Jika Anda anti otoritas. Anda pembangkang atau pemberontak. Di kepala
Anda, Anda hanya ingin menjadi boss, presiden, presdir, kaisar, raja, atau
baginda.

08. Jika Anda punya semacam kharisma yang bisa membuat orang lain bergerak.
Cobalah telusuri lagi diri Anda dan pengaruh Anda pada lingkungan terdekat
di sekitar Anda.

07. Jika Anda tidak pernah lelah untuk terus mencari segala alternatif
peluang ekonomis, di manapun dan kapanpun. Anda bisa melakukannya karena
kepepet, atau karena memang suka saja. Anda sering terjebak, bukan oleh
event tapi oleh berbagai analisis ekonomis. Di bioskop, Anda bukan menonton
film, eh malah sibuk menghitung-hitung berapa keuntungan pemilik bioskop,
penghasilan aktor film itu, atau produsennya di Hollywood.

06. Jika Anda terus memikirkan berbagai hal dalam konteks lebih mudah, lebih
cepat, lebih murah, lebih efisien, lebih efektif, ketimbang cara-cara yang
sudah biasa.

05. Jika Anda bisa dengan senang hati melepaskan berbagai keamanan dan
kenyamanan, untuk menerjuni dunia lain yang dipenuhi petualangan dan teror.

04. Jika Anda bisa melihat dan meyakini bahwa keterbatasan uang,
pengetahuan, atau pengalaman bukanlah penghalang. Anda sanggup bersaing.

03. Jika Anda lebih senang pada faktor kali ketimbang faktor tambah. Anda
lebih suka 2x2 ketimbang 2+2.

02. Jika Anda bisa dengan senang hati menggadaikan rumah Anda atau rumah
mertua Anda, saat memulai sebuah bisnis. Hati-hati dengan yang satu ini.

01. Jika Anda bisa memprediksi, bahwa dalam lima tahun Anda bisa membeli
Argentina dan kemudian menjualnya kepada Brazil.

00. Jika Anda sudah E.D.A.N. sehingga Anda memang benar-benar secara total
sudah merasa N alias Nothing To Lose.

Cobalah Anda pertimbangkan kecocokan profil Anda dengan sebelas poin di
atas. Jika Anda masih belum merasa memiliki karakteristik di atas, maka ada
dua opsi untuk Anda.

1. Anda memang bukan orang yang cocok menjadi entrepreneur. Anda boleh
menjadi pegawai orang lain dengan syarat Anda memang nyaman dengan dunia
itu.

Jalani, dan tunggulah saat pensiun datang. Ketika itu, Anda sekali lagi akan
dihadapkan pada profilisasi dengan sebelas poin di atas sekali lagi. Saat
itu, Anda tak akan punya pilihan lain kecuali memutuskan untuk menjadi
entrepreneur.

Anda mungkin senang hanya duduk di kursi goyang seharian dan menikmati
tabungan di saat pensiun. Tapi ingat, Anda mungkin sudah 30 tahun lebih
terbentuk menjadi orang yang bekerja setiap hari. Anda tidak mungkin lagi
menganggur, karena sifat itu sudah hilang dari diri Anda. Anda tak bisa
hanya tinggal diam. Anda pasti punya mimpi lanjutan.

2. Anda ingin atau telah memiliki sepuluh karakteristik di atas, tapi Anda
masih diliputi keraguan dan kebimbangan. Jika ini yang Anda rasakan, Anda
harus mundur dua langkah ke belakang plus Anda harus mendapatkan
karakteristik yang nomor "00" di atas.

Sebelas poin di atas, sebagian besarnya sudah termasuk dalam wilayah
"strategi". Mundurlah kembali saat ini juga, untuk memperbaiki "beliefs" dan
memperkuat "dreams" Anda.

Untuk manapun yang Anda pilih, dan untuk manapun yang menjadi posisi Anda
saat ini, mulailah menjadi pembelajar entrepreneurship dengan BDSA sekarang
juga.

Semoga bermanfaat.

Bonus e-book (pdf): So You Want To Be An
Entrepreneur<http://milis-bicara.blogspot.com/>
?

*Ikhwan Sopa*
Trainer E.D.A.N.
+62 21 70096855
QA Communication
*School of Motivational Communication*
http://milis-bicara.blogspot.com

Kirim email ke