Dear All,

Di dalam bisnis, ada KENIKMATAN yang dapat kita peroleh dari berhasilnya
PENDELEGASIAN TUGAS kepada para pegawai atau bawahan kita, yaitu MELIHAT
MEREKA BERKEMBANG dan BERTUMBUH dalam karier bisnis mereka.
Pendelegasian, pada dasarnya adalah membimbing orang, dan itu sebenarnya
membantu orang untuk menolong diri sendiri. Itulah Seni Mendelegasikan
Tugas
<http://wuryanano.wordpress.com/2008/02/27/seni-mendelegasikan-tugas/> !

Meskipun begitu, masih cukup banyak diantara kita yang memiliki sejumlah
alasan, mengapa mereka enggan untuk memberikan kendali pekerjaan mereka
kepada pegawai atau bawahannya. Biasanya hal ini disebabkan oleh
pengalaman kesulitan dan kegagalan dalam mendelegasikan tugas di masa
lalu.

Memang sebenarnya ada kecenderungan alamiah pada sebagian besar dari
kita, untuk melepaskan dan memberikan tugas kepada pegawai atau bawahan
kita, secara begitu saja tanpa persiapan sebelumnya. Seperti saya
sebutkan di awal, bahwa Anda seharusnya juga memberikan bimbingan lebih
dulu secara efektif kepada pegawai atau bawahan Anda, agar mereka ini
bisa menggantikan tugas yang Anda delegasikan itu. Jika hal ini tidak
Anda lakukan, maka itu bisa menyebabkan kegagalan pendelegasian tugas.
Akibatnya timbullah sejumlah alasan umum, mengapa Anda tidak
mendelegasikan tugas.

Di bawah ini sejumlah alasan paling umum mengapa tidak mendelegasikan
tugas, dari pimpinan, manajer, bahkan owner perusahaan, sebagai berikut:


    1.  Pendapat keliru, bahwa "Hanya saya yang dapat melakukannya
lebih baik".

    2.  Menuntut, bahwa setiap orang "harus mengetahui semua
rincian".

    3.  Mengutamakan beroperasi / bekerja sendirian.

    4.  Ketidakpastian tujuan.

    5.  Khawatir tidak akan disenangi.

    6.  Tidak adanya pengalaman dalam pekerjaan atau mendelegasikan.

    7.  Tidak mempercayai pegawai atau bawahan.

    8.  Menolak untuk mengakui kesalahan.

    9.  Ingin selalu sempurna, sehingga bisa mengarah ke pengendalian
yang berlebihan.

   10.  Tidak adanya ketrampilan organisasi dalam membuat beban kerja
menjadi seimbang.

   11.  Tidak meyakini tugas dan tidak mampu menjelaskannya.

   12.  Cenderung memang tidak mau mengembangkan pegawai atau bawahan.

   13.  Gagal memantapkan kendali secara efektif, dan sulit bertindak
lebih lanjut.

   14.  Kegagalan mendelegasikan wewenang sesuai dengan tanggung jawab
individu.



Nah, di sinilah perlunya peran bimbingan kepada pegawai atau bawahan
sangat penting, sebelum Anda mendelegasikan tugas kepada mereka.
Hubungan bimbingan sebaiknya bukan dengan "gaya komandan
militer", tetapi lebih bersifat gaya manajerial konsultatif.

Dengan gaya manajerial konsultatif ini, maka Anda akan melihat pegawai
atau bawahan Anda menjadi sangat termotivasi berhasrat untuk
meningkatkan ketrampilannya, dan Anda juga akan memperoleh manfaat dari
beban kerja yang sangat berkurang karena sudah diambil alih oleh pegawai
atau bawahan Anda. Dengan demikian, Anda akan memperoleh keleluasaan
waktu lebih banyak lagi, guna memikirkan dan merencanakan
program-program bisnis Anda selanjutnya.

Ingatlah ini, salah satu teknik paling produktif untuk mengembangkan
orang, agar orang itu bisa semakin berkembang kemampuannya, sehingga
dapat meringankan beban kerja, adalah dengan MEMBIMBING. Buanglah
sejumlah alasan umum seperti di atas. Oleh sebab itu, bimbinglah pegawai
atau bawahan Anda secara efektif, dan delegasikan tugas kepada mereka,
agar Anda bisa semakin mengembangkan dan melejitkan bisnis-bisnis Anda.


Salam Luar Biasa Prima!
Wuryanano
http://wuryanano.com/ <http://wuryanano.com/> 
http://groups.yahoo.com/group/SuperMindPower/join
<http://groups.yahoo.com/group/SuperMindPower/join>

Kirim email ke