*TDA Entrepreneur Makers*

Alhamdulillah, tanggal 1 dan 2 kemarin telah terselenggara kelas angkatan
pertama Business Start Up Workshop yang diadakan oleh TDA Entrepreneur
Makers.

Workshop dengan 20 peserta yang diadakan di Hotel Ciputra ini diisi oleh
materi-materi yang cukup padat guna membekali lulusannya dalam memulai dan
menjalankan bisnisnya.

Materi yang diberikan mengacu kepada kurikulum resmi TDA atau "TDA Ultimate
Success Formula", yaitu RBDSAP atau Reason, Beliefs, Dreams, Strategy,
Action dan Pray.

Kurikulum ini didapat dari kristalisasi kegiatan dan try error di Komunitas
TDA dalam perjalanannya lebih dari 2 tahun ini.

Secara bergantian para instruktur memberi materi. Mereka adalah Ikhwan
Sopa<http://milis-bicara.blogspot.com/>yang memberikan materi terkait
dengan reason, belief dan dreams,
Rosihan <http://mohamadrosihan.blogspot.com/> dan Try
Atmojo<http://tryatmojo.blogspot.com/>membawakan materi memulai bisnis
dan menggali ide kreatif, James
Sastrowijoyo <http://jamessastrowijoyo.blogspot.com/> membahas persoalan
finansial dan permodalan, saya memberikan materi bagaimana meningkatkan
penjualan dan profit, Iim Rusyamsi <http://iimrusyamsi.com/> dengan strategi
action dalam 90 hari ke depan, dan akhirnya Yusef J.
Hilmy<http://yusefjh.blogspot.com/>membekali peserta dengan motivasi
dan pengembangan potensi diri.

Selain itu ada juga sesi sharing bisnis sebagai modeling bagi peserta yang
disampaikan oleh Fauzi Rachmanto
<http://fauzirachmanto.blogspot.com/>mewakili bisnis IT, Teguh
Atmajaya <http://teguhatmajaya.blogspot.com/> bisnis online webstore, Hadi
Kuntoro <http://hadikuntoro.blogspot.com/> bisnis offline dan keagenan, Agus
Ali <http://agusali.blogspot.com/> mewakili bisnis jasa dan Wasis Gunarto
dari Komunitas "Mak Nyus" Jalansutra
<http://jalansutra.com/><http://groups.yahoo.com/group/jalansutra/>mewakili
bisnis makanan.

Sasaran dari workshop ini adalah para calon entrepreneur atau mereka yang
sudah berbisnis di bawah 1 tahun. Jadi, materi yang diberikan adalah
benar-benar mendasar yang dibutuhkan oleh para pemula.

Namun, yang namanya kelas pertama tentu masih banyak kekurangan dan perlu
diperbaiki. Kami terus berupaya menyempurnakan materi agar benar-benar kena
tepat di sasarannya.

Menurut saya sendiri, materi yang diberikan kemarin adalah "daging semua".
Semua adalah "peluru-peluru" yang siap digunakan oleh peserta di medan laga
bisnis nantinya.

Bahkan seorang peserta berseloroh, "Harga 2 juta untuk materi seperti ini
rasanya kemurahan".

Sebagaimana ciri khas di TDA, setiap kegiatan harus ada tindak lanjutnya.
Para peserta nantinya akan dipantau perkembangannya dalam 3 bulan pertama
dengan mengadakan pertemuan evaluasi bulanan.

Selain itu juga dibentuk kelompok-kelompok mastermind agar peserta saling
berinteraksi, saling mendukung dan memotivasi satu sama lain.

Ada beberapa hal yang membuat saya terharu kemarin.

Ada seorang ibu yang hadir karena disuruh suaminya. Pasalnya, sang suami
butuh dukungan istrinya dalam menjalankan bisnisnya. Selama ini mereka
selalu berbeda pendapat.

Alhamdulillah, setelah mengikuti kelas tersebut sang istri mulai sadar dan
bahkan meminta maaf kepada suaminya atas sikapnya yang mendemotivasi selama
ini.

Ada juga yang hadir berpasangan, suami istri. Mereka berdua ingin
"menyamakan frekuensi" dalam memulai bisnisnya. Kepada saya mereka
menyatakan ingin membuka toko perlengkapan bayi di daerah Bekasi.

"Itu ide yang bagus. Buka segera," saran saya. "Kalau tidak, jangan kecewa
kalau 1-2 bulan nanti ada oran lain yang memulai dengan ide yang sama".

"Pak saya mau buka toko khusus busana ibu hamil. Saya lihat masih jarang
yang buka", kata seorang ibu kepada saya.

"Bagus. Saya setuju. Pasar ibu-ibu hamil masih jarang yang membidik secara
serius. Buka aja", saran saya menyemangatinya.

Saya katakan kepada para peserta bahwa tidak ada ide yang baik atau buruk
sebelum DICOBA.

Jadi, kata kuncinya adalah mulailah mencoba. Ujilah ide anda itu. Take
action NOW!

Mekanisme follow up memang kami rancang sedemikian rupa agar para peserta
100% take action dan terlibat. Kami akan sangat kecewa jika lulusan angkatan
ini hanya menghasilkan segelintir saja yang take action.

Kami ingin semuanya take action. Karena, salah satu tolok ukur kesuksesan
workshop kemarin adalah sejauh mana pesertanya take action, bukan hanya
belajar, menyerap dan mendapat pencerahan saja.

Peserta juga telah berjanji untuk mempraktekkan ilmu-ilmu yang diberikan
kemarin. Karena, seperti sering saya katakan bahwa APPLIED knowledge is
power.

"Anda tidak perlu praktekkan 100% ilmu-ilmu praktis itu. Cukup 20%-nya saja.
Hasilnya, insya Allah bumi dan langit. Saya telah membuktikannya", kata
saya.

Targetnya, para peserta angkatan pertama ini akan tampil di panggung Milad
III TDA sebagai salah satu bukti dari keberhasilan kelas ini. Insya Allah.

Atas nama TDA E-Makers, saya juga menyampaikan permohonan maaf atas segala
kekurangan dan kesalahan selama penyelenggaraan workshop kemarin.

See you at the top!

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

*Roni*
Owner Manet Busana Muslim <http://manetvision.com/>
Founder Komunitas TDA <http://tangandiatas.com/>

Kirim email ke