Sore pak,
Kapan ada lagi TDA Entepreneur Makers lagi untuk non milis, kebetulan saya
tau ini dari milis bicaranya pak sopa. saya tunggu beritanya, atau dari anggota
milis bicara aja pak, gimana pak.thanks sebelumnya.
Aria Adhy Prana
Ikhwan Sopa <[EMAIL PROTECTED]> wrote: TDA Entrepreneur Makers
Alhamdulillah, tanggal 1 dan 2 kemarin telah terselenggara kelas angkatan
pertama Business Start Up Workshop yang diadakan oleh TDA Entrepreneur Makers.
Workshop dengan 20 peserta yang diadakan di Hotel Ciputra ini diisi oleh
materi-materi yang cukup padat guna membekali lulusannya dalam memulai dan
menjalankan bisnisnya.
Materi yang diberikan mengacu kepada kurikulum resmi TDA atau "TDA Ultimate
Success Formula", yaitu RBDSAP atau Reason, Beliefs, Dreams, Strategy, Action
dan Pray.
Kurikulum ini didapat dari kristalisasi kegiatan dan try error di Komunitas TDA
dalam perjalanannya lebih dari 2 tahun ini.
Secara bergantian para instruktur memberi materi. Mereka adalah Ikhwan Sopa
yang memberikan materi terkait dengan reason, belief dan dreams, Rosihan dan
Try Atmojo membawakan materi memulai bisnis dan menggali ide kreatif, James
Sastrowijoyo membahas persoalan finansial dan permodalan, saya memberikan
materi bagaimana meningkatkan penjualan dan profit, Iim Rusyamsi dengan
strategi action dalam 90 hari ke depan, dan akhirnya Yusef J. Hilmy membekali
peserta dengan motivasi dan pengembangan potensi diri.
Selain itu ada juga sesi sharing bisnis sebagai modeling bagi peserta yang
disampaikan oleh Fauzi Rachmanto mewakili bisnis IT, Teguh Atmajaya bisnis
online webstore, Hadi Kuntoro bisnis offline dan keagenan, Agus Ali mewakili
bisnis jasa dan Wasis Gunarto dari Komunitas "Mak Nyus" Jalansutra mewakili
bisnis makanan.
Sasaran dari workshop ini adalah para calon entrepreneur atau mereka yang sudah
berbisnis di bawah 1 tahun. Jadi, materi yang diberikan adalah benar-benar
mendasar yang dibutuhkan oleh para pemula.
Namun, yang namanya kelas pertama tentu masih banyak kekurangan dan perlu
diperbaiki. Kami terus berupaya menyempurnakan materi agar benar-benar kena
tepat di sasarannya.
Menurut saya sendiri, materi yang diberikan kemarin adalah "daging semua".
Semua adalah "peluru-peluru" yang siap digunakan oleh peserta di medan laga
bisnis nantinya.
Bahkan seorang peserta berseloroh, "Harga 2 juta untuk materi seperti ini
rasanya kemurahan".
Sebagaimana ciri khas di TDA, setiap kegiatan harus ada tindak lanjutnya. Para
peserta nantinya akan dipantau perkembangannya dalam 3 bulan pertama dengan
mengadakan pertemuan evaluasi bulanan.
Selain itu juga dibentuk kelompok-kelompok mastermind agar peserta saling
berinteraksi, saling mendukung dan memotivasi satu sama lain.
Ada beberapa hal yang membuat saya terharu kemarin.
Ada seorang ibu yang hadir karena disuruh suaminya. Pasalnya, sang suami butuh
dukungan istrinya dalam menjalankan bisnisnya. Selama ini mereka selalu berbeda
pendapat.
Alhamdulillah, setelah mengikuti kelas tersebut sang istri mulai sadar dan
bahkan meminta maaf kepada suaminya atas sikapnya yang mendemotivasi selama ini.
Ada juga yang hadir berpasangan, suami istri. Mereka berdua ingin "menyamakan
frekuensi" dalam memulai bisnisnya. Kepada saya mereka menyatakan ingin membuka
toko perlengkapan bayi di daerah Bekasi.
"Itu ide yang bagus. Buka segera," saran saya. "Kalau tidak, jangan kecewa
kalau 1-2 bulan nanti ada oran lain yang memulai dengan ide yang sama".
"Pak saya mau buka toko khusus busana ibu hamil. Saya lihat masih jarang yang
buka", kata seorang ibu kepada saya.
"Bagus. Saya setuju. Pasar ibu-ibu hamil masih jarang yang membidik secara
serius. Buka aja", saran saya menyemangatinya.
Saya katakan kepada para peserta bahwa tidak ada ide yang baik atau buruk
sebelum DICOBA.
Jadi, kata kuncinya adalah mulailah mencoba. Ujilah ide anda itu. Take action
NOW!
Mekanisme follow up memang kami rancang sedemikian rupa agar para peserta 100%
take action dan terlibat. Kami akan sangat kecewa jika lulusan angkatan ini
hanya menghasilkan segelintir saja yang take action.
Kami ingin semuanya take action. Karena, salah satu tolok ukur kesuksesan
workshop kemarin adalah sejauh mana pesertanya take action, bukan hanya
belajar, menyerap dan mendapat pencerahan saja.
Peserta juga telah berjanji untuk mempraktekkan ilmu-ilmu yang diberikan
kemarin. Karena, seperti sering saya katakan bahwa APPLIED knowledge is power.
"Anda tidak perlu praktekkan 100% ilmu-ilmu praktis itu. Cukup 20%-nya saja.
Hasilnya, insya Allah bumi dan langit. Saya telah membuktikannya", kata saya.
Targetnya, para peserta angkatan pertama ini akan tampil di panggung Milad III
TDA sebagai salah satu bukti dari keberhasilan kelas ini. Insya Allah.
Atas nama TDA E-Makers, saya juga menyampaikan permohonan maaf atas segala
kekurangan dan kesalahan selama penyelenggaraan workshop kemarin.
See you at the top!
Salam FUUUNtastic!
Wassalam,
Roni
Owner Manet Busana Muslim
Founder Komunitas TDA
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.